• Tidak ada hasil yang ditemukan

pandangan tokoh agama di kabupaten pacitan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pandangan tokoh agama di kabupaten pacitan"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Bagaimana analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap perilaku seleb TikTok yang menggunakan guyonan sebagai kiat menjaga keharmonisan rumah tangga. Bagaimana analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan tentang dampak gurauan sebagai upaya mewujudkan keharmonisan rumah tangga? Adapun pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan tentang dampak gurauan sebagai upaya mewujudkan keharmonisan rumah tangga ditinjau dari konsep keluarga sakinah terbagi menjadi dampak psikologis dan sosiologis.

Analisis Pandangan Tokoh Agama Kabupaten Pacitan Terhadap Pengaruh Gurauan Sebagai Upaya Mewujudkan Kerukunan Rumah Tangga………60 BAB V PENUTUP. Dari konten prank yang dilakukan oleh seleb TikTok tersebut, memungkinkan para tokoh agama di Kabupaten Pacitan untuk menggunakan atau tidak melakukan prank sebagai cara untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. Untuk menjelaskan analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap perilaku seleb TikTok yang menggunakan lelucon sebagai nasehat untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Jelaskan analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan tentang dampak gurauan sebagai upaya mewujudkan kerukunan dalam rumah tangga. Memberikan pemahaman dan pengetahuan bagaimana menjelaskan analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap perilaku seleb TikTok yang menggunakan guyonan sebagai kiat menjaga kerukunan rumah tangga untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kemudian menjelaskan penilaian para pemuka agama di Kabupaten Pacitan terkait argumentasi mereka terhadap lawakan sebagai tips menjaga keharmonisan rumah tangga bagi para pesohor TikTok untuk menarik kesimpulan khusus.

PENDAHULUAN

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Telaah Pustaka
  • Metode Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Pengecekan Keabsahan Data
  • Sistematika Pembahasan

Dalam hal ini, penulis mengemukakan teori-teori terkait keluarga sakinah yang digunakan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Salah satu bentuk uji kredibilitas adalah triangulasi, yaitu teknik pengumpulan data yang berbeda untuk memperoleh data dari sumber yang sama, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan triangulasi waktu. Bab ini membahas tentang latar belakang, definisi masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode.

Bab ini memaparkan profil tokoh agama Kabupaten Pacitan dan pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap perilaku seleb TikTok yang menggunakan prank sebagai tips menjaga keharmonisan rumah tangga yang dikelompokkan menurut pendapatnya masing-masing. Bab ini menjelaskan analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap perilaku pasangan selebriti TikTok dan dampak prank sebagai upaya menciptakan keharmonisan rumah tangga. Kesimpulan pada bab ini merupakan jawaban singkat atas rumusan masalah yang telah ditetapkan berdasarkan hasil penelitian dan juga analisis peneliti.

TEORI KELUARGA SAKINAH

Keluarga Sakinah Menurut Al-Quran

Keluarga Sakinah Menurut Ulama

PANDANGAN TOKOH AGAMA KABUPATEN PACITAN

Pandangan Tokoh Agama Kabupaten Pacitan Terhadap Perilaku

Sutrisno menyatakan tidak setuju jika candaan di TikTok dijadikan sebagai tips menjaga keharmonisan rumah tangga, hal ini karena tidak boleh ada yang namanya unsur coba-coba dalam urusan rumah tangga. Dalam rumah tangga harus bisa menjaga perasaan masing-masing, istri harus baik hati kepada suaminya dengan memenuhi segala kewajibannya sebagai seorang istri begitu juga sebaliknya. Suami istri harus saling menghormati dan menghargai, ini merupakan kunci penting dalam membangun rumah tangga karena setiap orang cenderung merasa emosional jika tidak di hargai masalah.

Tanggung jawab semacam ini berupa memenuhi sepenuhnya kewajiban suami istri, seperti suami mencari nafkah, istri mengurus kebutuhan rumah tangga, mengasuh dan membesarkan anak, dan sebagainya. Jika rumah tangga tidak bahagia, suami istri harus bisa mengintrospeksi diri dan memperbaiki kesalahan tersebut. Samsudin tidak setuju jika prank digunakan sebagai cara untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga, hal ini karena prank dapat menyinggung perasaan pasangan.

Jika melihat hadits ini, sangat jelas bahwa menakut-nakuti orang lain itu salah, begitu juga dalam rumah tangga. Jika suami-istri membuat lelucon yang menyebabkan pasangan yang diolok-olok merasa khawatir, cemburu, sedih, itu adalah kesalahan. Jika ada masalah harus dibicarakan secara musyawarah, agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga komunikasi antara suami istri dapat terjaga dengan baik.

Pekerjaan laki-laki tidak hanya mencari nafkah, tetapi pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan memasak yang biasanya menjadi pekerjaan perempuan juga menjadi pekerjaan laki-laki. Dalam keluarga harus ada keceriaan dengan suami istri saling melontarkan candaan agar suasana keluarga tidak tegang, dengan candaan tersebut akan menambah kehangatan dan kenyamanan rumah. Saling bercanda suami istri dapat mengurangi kelelahan mental dan akan menimbulkan semangat dalam beraktivitas.

Isa Anshori sependapat bahwa prank digunakan sebagai tips untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, karena Rasulullah sendiri sering mengerjai istrinya, salah satunya adalah memanggil istrinya Aisyah R.A. Selama prank tersebut tidak berbahaya, Isa Anshori berpendapat bahwa prank merupakan cara bercanda yang akan memperkaya tumbuhnya rasa bahagia dalam keluarga, karena suami istri harus rukun satu sama lain, salah satunya sedang bercanda. Saat prank di media sosial menjadi tren dan begitu prank menjadi kebiasaan, suami-istri akan mengerti bahwa itu adalah lelucon dan bukan hal yang serius.Menurut Isa Anshori, setiap orang memiliki selera humor yang berbeda. dengan prank, sah-sah saja digunakan sebagai cara untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.

Pandangan Tokoh Agama Kabupaten Pacitan Terhadap Dampak

ANALISIS PANDANGAN TOKOH AGAMA KABUPATEN

Ulama tafsir mengatakan bahwa sakinah adalah suasana damai yang menyelimuti keluarga yang bersangkutan; masing-masing pihak mengikuti perintah Allah SWT. Ayah atau ibu saja tidak cukup untuk menciptakan keluarga berdasarkan nilai-nilai agama, tetapi juga terlindung dari hubungan yang harmonis. Agar keluarga memiliki kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup, suami dan istri harus berperilaku baik satu sama lain, seperti memperluas nafkah, meminta pemikiran dalam pekerjaan rumah tangga, menutupi aib pasangan masing-masing, menjaga up penampilan dan bekerja sama dengan satu sama lain. dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Suasana damai yang menyelimuti rumah tangga dimaksud, masing-masing pihak menjalankan perintah Allah SWT. Jika semua tahap ini telah tercapai, kecemasan apa pun dan betapapun besarnya dalam rumah tangga akan menjadi tenang, dan ketakutan betapapun mencekamnya. Tujuan dalam rumah tangga pada dasarnya adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, yaitu keluarga yang tentram, tenteram, aman dan tenteram.

Di zaman modern ini bermunculan prank-prank yang menjadi trend di media sosial, yang digunakan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. Secara garis besar pandangan tentang prank sebagai tips menjaga keharmonisan rumah tangga terbagi menjadi dua pendapat yaitu setuju dan tidak setuju. Tokoh agama yang tidak setuju prank dijadikan tips menjaga keharmonisan rumah tangga adalah Sutrisno, Suprayitno Ahmad, Imam Syafi'i dan Samsudin.

Menurut Sutrisn dan Samsudin, pranking adalah perbuatan buruk yang tidak sesuai dengan mu'asyaᾱh bil ma'rūf, sehingga akan mengganggu keharmonisan rumah tangga, sehingga mereka tidak setuju jika prank digunakan sebagai isyarat untuk mempertahankan rumah tangga. harmoni. Tokoh agama yang setuju bahwa prank dapat dijadikan sebagai nasehat untuk menjaga keharmonisan rumah tangga adalah Khaulatul Fardah dan Muh. Pendapat tersebut senada dengan apa yang diungkapkan Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' ulumuddin yang mengatakan bahwa salah satu kiat menjaga keharmonisan rumah tangga adalah dengan bercanda. , menurut ketentuan keluarga sakinah menurut Mahmud Al-Misri.

Sebagai rangkuman analisis pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap gurauan sebagai anjuran untuk menjaga kerukunan rumah tangga dapat dirangkum dalam bagan di bawah ini: Sedangkan mengenai pandangan tokoh agama Kabupaten Pacitan terhadap dampak gurauan sebagai upaya mewujudkan keharmonisan rumah tangga dalam pengertian konsep keluarga sakinah terbagi atas pengaruh psikologis dan sosiologis. Lebih mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana membangun keluarga yang baik sesuai dengan tujuan keluarga yaitu terwujudnya keluarga yang sakin, mevadde dan rahmah tanpa menyinggung pasangan bahkan dengan bercanda.

Pengaruh penggunaan aplikasi TikTok terhadap perilaku ibu rumah tangga di Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2022.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tokoh agama kecamatan Metro Timur terhadap penyelenggaraan jenazah yang telah terinfeksi covid-19 merupakan hal yang baru sehingga wajar