8
RITUS PEMBUKA Komentator
Bapa, ibu, saudara-saudari, umat beriman yang terkasih dalam Kristus...
Upacara malam ini mengingatkan kita akan pengalaman iman orang Israel yang mengorbankan darah anak domba sebagai peringatan pembebasan dari perbudakan di Mesir. Kita mengenangkan Yesus sebagai Domba Paskah yang memberikan Tubuh dan darah-Nya: “Inilah Tubuh-Ku yang dikurbankan bagimu dan inilah Darah perjanjian baru yang ditumpahkan bagimu demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku”. Inilah kata- kata yang diucapkan Yesus pada perjamuan malam terakhir bersama para murid-Nya. Dan kata-kata itupun menjadi nyata dalam sikap kerendahan hati- Nya dengan membasuh kaki para murid. Inilah bukti kasih sejati yang tak berkesudahan. Marilah kita belajar dari Yesus untuk hidup taat, setia, rela berkorban dan penuh cinta kasih seorang akan yang lain. Mari kita bangkit berdiri untuk mengawali perjamun Tuhan ini dengan menyanyikan lagu pembuka.
1. Lagu Pembuka
2. Tanda salib-Salam
3. Kata Pengantar
4. Tobat – Tuhan Kasihanilah Kami/Kirye KAMIS PUTIH
MENGENANG PERJAMUAN TUHAN
9 5. Kemuliaan
(Selama Madah Kemuliaan, lonceng dibunyikan. Sesudah itu, tidak dibunyikan lagi sampai misa malam Paskah, demikian juga orgen dan alat music lainnya).
6. Doa Pembuka I. Marilah berdoa :
Allah Bapa yang Maha Pengasih, pada malam hari menjelang sengsara- Nya, Putra-Mu mempercayakan perjamuan Ekaristi kepada kami sebagai lambang cinta kasih dan kenangan akan korban salib-Nya. Semoga, kami dapat membina kekuatan dari misteri luhur ini untuk mewujudkan kasih dalam hidup kami sehari-hari serta diperkenankan menikmati buah penebusan-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U. Amin
LITURGI SABDA 1. Bacaan I(Kel. 12:1-8, 11-14)
2. Mazmur Tanggapan (Mzm. 116:12-13.15-16bc.17-18) 3. Bacaan II (1 Kor. 11:23-26)
4. Bait Pengantar Injil
5. Bacaan Injil (Yohanes 13:1-15)
10
6. Homili
(Setelah homili diadakan pembasuhan kaki. Imam menanggalkan kasula dan mengenakan celemek. Kemudian Imam membasuh kaki para petugas rasul dan menyekanya. Koor bisa menyanyikan lagu-lagu yang sesuai).Sesudah pembasuhan kaki, imam membasuh tangan dan menyekanya.Lalu Imam mengenakan kembali kasula dan memimpin doa umat.
7. Doa Umat
I. Dengan membasuh kaki para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan sepenuh hati:
P. Bagi Sri paus, para Uskup dan para Imam.
Ya Bapa, semoga Sri Paus, para Uskup dan para Imam, dapat melakukan tugas penggembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya.
Marilah kita mohon...
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P. Bagi Para Pemimpin Masyarakat
Ya Bapa, semoga pemimpin masyarakat kami, selalu mendasari tugas dan pelayanannya dengan sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan bersama.
Marilah kita mohon...
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan
11
P. Bagi orang-orang yang menderita
Ya Bapa, semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya, menggugah setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi orang-orang yang sedang menderita.
Marilah kita mohon...
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P. Bagi Kita di sekitar altar ini
Ya Bapa, semoga kami semua pada hari ini memperbaharui niat untuk saling mengasihi dan bekerjasama dalam keluarga kami masing-masing, sehingga nilai hidup kristiani keluarga kami terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat.
Marilah kita mohon...
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I. Ya Allah, Bapa yang Maha Pengasih, dengarkanlah permohonan kami.
Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus Tuhan kami.
U. Amin
12
LITURGI EKARISTI 1. Lagu Persiapan Persembahan
2. Doa Persiapan Persembahan I: Marilah Berdoa.
Ya Tuhan, perkenankanlah kami merayakan misteri ini dengan pantas karena setiap kali kenangan akan misteri ini dirayakan, terlaksanalah karya penebusan kami. Dengan pengantaran Kristus, Tuhan kami. Amin
3. Prefasi Ekaristi 1 4. Kudus/Sanctus 5. Doa Syukur Agung 6. Bapa Kami-Embolisme 7. Doa Damai
8. Agnus Dei 9. Komuni
10. Koor Menyanyikan Lagu Komuni 11.Doa Sesudah Komuni
I. Marilah kita berdoa :
Allah Bapa kami di Surga, semoga melalui misteri kenangan akan wafat dan kebangkitan Putera-Mu ini, kami dikuatkan dalam menjalani hidup kami sehari-hari dan dalam menyongsong keselamatan abadi yang Engkau janjikan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengatara kami.
U. Amin
13
RITUS PENUTUP 1. Pengumuman
2. PEMINDAHAN SAKRAMEN MAHAKUDUS Komentator
Bapa, Ibu, Saudara-Saudari, Umat beriman yang terkasih dalam Kristus...
Kristus adalah mempelai laki-laki dan Gereja adalah mempelai wanita. Kini tiba saatnya mempelai laki-laki diambil dari tengah-tengah kita. Namun Yesus tidak berakhir dengan peristiwa ini. Ia tetap hadir dalam Sakramen Ekaristi. Dalam peristiwa ini kita diajak untuk merenungkan peristiwa Yesus disalibkan dan wafat. Kita akan mengosongkan Altar dan memindahkan Sakramen Maha Kudus sebagai lambang Yesus menjalani penderitaan-Nya. Marilah kita mengawali adorasi ini dengan mengadakan perarakan Sakramen Maha Kudus.
3. Perarakan (Umat berlutut)
Urutan perarakan: ajuda pembawa Salib, ajuda pembawa lilin, Lektor dan Pemazmur, para Rasul, Ajuda pembawa lonceng kayu ,ajuda pembawa Dupa sambil mendupai Sakramen Maha Kudus. Selama perarakan umat menyanyikan lagu “ Sakramen Seagung ini, “kecuali dua bait terakhir” dan lagu-lagu lainnya. Sesampai di tempat penyimpanan Sakramen, monstrans/ sibori diletakkan dan didupai.
Kemudian di susul “Lagu Sakramen Seagung Ini”
1. Sakramen seagung ini, kusembah dan kupuji, cara lama telah ganti, telah diperbaharui, iman yang menolong budi, indera tak mencukupi.
2. Yang berputera serta putera, dipujilah bersama, salam sembah dan kuasa, serta hormt pada-Nya. Yang timbul dari duanya. Pujaan-Nya setara. Amin.
14
I. Engkau telah memberi kami roti surgawi.
U. Yang mengandung segala kesegaran.
I. Marilah berdoa:
Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan dalam Sakramen yang mengagungkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati Tubuh dan Darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari Penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
(setelah bersembah sujud sejenak dalam keheningan, Imam dan ajuda berlutut lalu kembali ke sakaristi)
PENGOSONGAN ALTAR
(Hanya terjadi sesudah misa ke dua)
(Setelah itu para petugas mengosongkan Altar dan dilanjutkan dengan doa bergilir).