• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yesus Sang Penuh Belaskasih

N/A
N/A
Daniel Putra Aditama

Academic year: 2025

Membagikan "Yesus Sang Penuh Belaskasih"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Bab II

Yesus Yang Berbelas Kasih

1. Pengantar

Anak-anak yang terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjumpai beberapa orang yang tampak mengalami penderitaan dalam hidupnya. Di sepanjang jalan di perkotaan kita jumpai orang-orang yang mengemis. Beberapa di antaranya masih tergolong anak-anak kecil. Mereka adalah sekelompok orang yang terpinggirkan, miskin, dan menderita. Orang-orang seperti ini sangat membutuhkan bantuan, uluran tangan, dan belas kasihan dari orang lain. Dengan menerima kasih dari orang lain, mereka merasa mendapat perhatian dan dukungan dari sesamanya untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik.

2. Bacaan Kitab Suci

 Luk 6: 27-37

 Mat 15:32-38

 Luk 7:11-17

 Luk 18: 35-43 3. Ringkasan

 Kata belarasa sebenarnya untuk menggantikan kata “agape” (kasih dan cinta). Secara harfiah, kata belarasa berarti ikut menderita atau merasa bersama dengan mereka.

Belas kasihan adalah sikap hati yang penuh empati dan keinginan untuk menolong orang lain yang sedang menderita. Dalam bahasa Yunani, belas kasihan sering diterjemahkan dari kata splagchnizomai, yang menunjukkan emosi yang sangat dalam.

Yesus berbelas kasihan sebagai wujud kasih Allah kepada umat manusia. Ia tidak hanya merasakan penderitaan orang lain tetapi juga bertindak untuk mengatasinya.

 Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjumpai beberapa orang yang tampak mengalami penderitaan dalam hidupnya. Pada zaman Yesus, orang yang mengalani kemalangan, penderitaan seperti sakit, cacat, miskin bahkan yang mengalami kematian, dipandang oleh orang Yahudi sebagai hukuman dari Allah karena kedosaan mereka. Yesus hadir untuk mewartakan kabar suka cita, maka Ia terpanggil untuk berbela rasa kepada mereka.

 Tindakan Yesus yang penuh belas kasih tampak dalam peristiwa:

o Mukjizat ketika membangkitkan seorang pemuda di kota Nain (bdk. Luk 7: 11- 17).

o menyelamatkan wanita yang tertangkap basah berzina o menyembuhkan orang sakit kusta

o menyembuhkan orang buta, dan sebagainya.

(2)

 Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut yang banyak, bukan pula demi popularitas, namun demi membebaskan orang yang dikasihi-Nya, dan demi kebahagiaan orang yang dikasihi-Nya.

 Kita pun sebagai murid Kristus dituntut untuk meneladani-Nya dengan mengasihi orang lain, terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan belas kasihan dari sesamanya.

Prinsip Belas Kasihan yang Diajarkan Yesus o Kasih Tanpa Batas:

Yesus tidak memandang status sosial, dosa, atau latar belakang. Semua orang layak menerima kasih-Nya.

o Tindakan yang Nyata:

Belas kasihan Yesus bukan hanya kata-kata, tetapi diwujudkan melalui perbuatan seperti menyembuhkan, memberi makan, dan mengampuni.

o Mengampuni dan Memulihkan:

Pengampunan adalah bentuk belas kasihan yang mendalam. Ia memberikan kesempatan kedua kepada orang yang telah jatuh dalam dosa.

o Melibatkan Diri dalam Penderitaan Orang Lain:

Yesus tidak hanya melihat dari jauh tetapi turut merasakan penderitaan dan memberikan solusi.

Panduan Praktis untuk Meneladani Belas Kasihan Yesus 1. Berempati terhadap Orang Lain

o Apa itu?

Berusaha memahami perasaan dan situasi orang lain tanpa menghakimi.

o Langkah Praktis:

 Dengarkan cerita orang lain dengan sepenuh hati.

 Hindari memberikan penilaian cepat atas keadaan mereka.

 Tunjukkan perhatian, misalnya dengan mengatakan, "Saya di sini untuk mendukungmu."

2. Memberikan Bantuan Secara Nyata o Apa itu?

Bertindak untuk meringankan penderitaan orang lain, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual.

o Langkah Praktis:

 Menyediakan makanan bagi mereka yang lapar.

 Memberikan waktu untuk mengunjungi orang sakit atau kesepian.

 Membantu tetangga atau teman yang sedang kesulitan, seperti membantu pekerjaan rumah tangga atau menawarkan transportasi.

3. Mengampuni Orang yang Bersalah

(3)

o Apa itu?

Melepaskan rasa marah atau dendam kepada orang yang telah berbuat salah.

o Langkah Praktis:

 Renungkan kasih Allah yang telah mengampuni dosa-dosamu.

 Berdoalah agar diberi kekuatan untuk mengampuni orang lain.

 Jika memungkinkan, sampaikan kepada orang tersebut bahwa Anda mengampuninya.

4. Memberikan Perhatian kepada yang Terlupakan o Apa itu?

Mengasihi mereka yang sering diabaikan, seperti orang miskin, yatim piatu, lansia, atau yang terpinggirkan.

o Langkah Praktis:

 Kunjungi panti asuhan atau panti jompo untuk berbagi waktu dan kasih sayang.

 Berkontribusi kepada lembaga sosial atau gereja yang melayani kelompok-kelompok ini.

 Jadilah teman bagi orang yang merasa kesepian.

5. Melayani dengan Rendah Hati o Apa itu?

Menempatkan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi.

o Langkah Praktis:

o Ikut serta dalam pelayanan gereja, seperti membagikan makanan atau menyelenggarakan kegiatan sosial.

o Bekerja dengan hati penuh syukur, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan.

6. Berdoa untuk Orang yang Menderita o Apa itu?

Membawa kebutuhan orang lain kepada Tuhan dalam doa, karena Dialah sumber penghiburan dan pertolongan.

o Langkah Praktis:

o Catat nama atau masalah orang-orang yang membutuhkan doa dalam jurnal.

o Sediakan waktu khusus untuk berdoa bagi mereka setiap hari.

o Undang mereka untuk berdoa bersama jika memungkinkan.

Pertanyaan

1. Bagaimana perasaan ketika mendengar bacaan Injil tersebut?

2. Bacaan tersebut berbicara tentang apa kepadamu?

3. Apa bukti tindakan tersebut sebagai tindakan belas kasih Yesus?

4. Apa yang mendorong Yesus untuk bertindak?

5. Tindakan belaskasih seperti apa yang ingin kamu wujudkan setelah membaca bacaan injil tersebut?

Referensi

Dokumen terkait

Setelah kita belajar dan mengetahui sikap Yesus yang penuh belas kasih, apa yang dapat kita lakukan untuk mereka yang menderita.. Apa yang telah kalian pahami

Pada bagian akhir, saya akan menunjukkan bahwa keasingan Yesus bersinggungan dengan keasingan masyarakat Indonesia- Tionghoa, sehingga pemaknaan Yesus pada status tersebut

Dengan demikian, sebagaimana disimpulkan oleh Pelita Surbakti, atribut “Orang Nazaret” yang diberikan penulis Injil Matius hendak menegaskan bahwa Yesus sang Imanuel sangat

Melayani Tuhan adalah pelayanan yang penuh dengan kasih karena Anda pertama kali menerima kasih Tuhan ketika Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda. Ketika Anda menerima

Orang Paniai­Mee mene­ rapkan gelar­gelar kepada Yesus, karena mereka percaya akan Yesus orang Nazaret yang telah bangkit, dan sebagai Tuhan Mulia sudah ada dalam budaya, alam

Penyelesaian yang diajarkan dalam dialog ini bukan ditujukan untuk menghilangkan perhatian yang sudah ada dan mengisi dengan kepedulian baru, dengan tekad mengikuti Yesus dan

Dengan tindakan Yesus, maka Yesus dianggap sebagai yang dapat menumbuhkan pemberontakan politis seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Zelot3. Kisah Sengsara

Menyebutkan faktor-faktor penghambat orang dalam mengampuni 5.Menjelaskan perasaan yang diperoleh jika mampu mengampuni dan diampuni oleh orang lain 6.Mempraktikkan tindakan