• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Praktek Thaharah siap

MOH ANWARI,S.Pd.I

Academic year: 2023

Membagikan "Panduan Praktek Thaharah siap"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN PRAKTEK THAHARAH

FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAIN AMBON

2017

(2)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tiada kata yang indah dan sempurna selain ungkapan pujian dan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa menganugerahkan pencerahan akal dan qalbu, sehingga buku panduan ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam dihaturkan kepada Rasulullah SAW sang revolusioner beserta keluarga, sahabat, dan ummat Beliau yang senantiasa istiqomah melangkah di jalanNya. Atas selesainya penyusunan Buku Panduan Praktik Thaharah ini.

Buku Panduan Praktik Thaharah ini disusun dengan maksud agar mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dapat mempelajari dan mempersiapkan program pendidikannya.

Disamping itu, pembaca lainnya pun dapat memperoleh informasi tentang Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon terkait dengan pelaksanaan kegiatan dan kebijakan-kebijakan Praktik Thaharah.

Dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dengan mengacu pada Panduan Praktik Thaharah ini, maka penyelenggaraannya dan seluruh unsur dalam civitas akademika akan mengutamakan peningkatan mutu dan profesionalisme serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang penyelenggaraan Thaharah, dalam rangka mengembangkan kemampuan secara teoritis ilmiah menuju pada pengaplikasiannya kepada praktis dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan jaman dan dan dapat

(3)

memenuhi kebutuhan masyarakat (base competentions by community needed).

Besar harapan, implementasi kegiatan akademik seperti kegiatan Praktik Thaharah di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon ini akan menghasilkan lulusan yang kompeten dan dapat diterima serta bersaing di dunia kerja serta mendapatkan feed back positif dari stake holder yang akan memanfaatkan dan mendayagunakan secara proposional dan profesional.

Semoga Panduan Praktik Thaharah ini bermanfaat dan dapat menunjang keberhasilan studi mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dalam memperoleh gelar kesarjanaan dalam ilmu hukum (gelar Sarjana Hukum/SH) dan gelar kesarjanaan dalam bidang ilmu ekonomi Islam (gelar Sarjana Ekonomi/SE) yang dapat yang siap pakai dalam berbagai hal kehidupan umat/masyarakat.

Kepada Tim Penyusun Panduan Praktik Thaharah dan kepada semua pihak yang langsung atau tidak langsung telah memberi kontribusi atas selesainya Panduan Praktik Thaharah ini, patut disampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ambon, Desember 2017 D e k a n,

Dr. Djumadi, MHI.

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Praktik Thaharah

Kegiatan Praktik Thaharah merupakan kegiatan kurikuler yang dikemas dalam sebuah satu kegiatan paraktek pemyelenggaraan Thaharah. Praktik Thaharah adalah suatu bentuk proses pembelajaran mahasiswa yang mendukung program pendidikan di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON dan program teknis secara praktis yang dilaksanakan di lapangan. Penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan singkron antara program pendidikan di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan pengalaman langsung di lapangan mengarah kepada pencapaian tingkat keahlian profesional tertentu. Dalam mata kuliah ini kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara langsung di lapangan berkaiatan dengan program studi masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keahlian praktis yang sesuai dengan situasi dan kondisi kerja nyata yang tidak diperoleh di perguruan tinggi sehingga mahasiswa diharapkan lebih memahami dan memiliki keterampilan dalam suatu disiplin ilmu. Hasil dari kegiatan Praktik Thaharah ini akan menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dan aspek penentu bagi keberhasilan mereka di dunia kerja setelah lulus.

Setiap mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON wajib mengikuti Praktik Thaharah yang pelaksanaannya sebagaimana kompotensi program studi masing-masing, mislanya;

(5)

program studi Hukum Piana Islam, Program studi Hukum Ekonomi Syariah dan program studi Hukum Keluarga serta Program studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), Program Studi Ekonomi Syariah, program studi Manajemen Keuangan Syariah dan program studi Manajemen Bisnis Syariah.

Praktik Thaharah ini merupakan salah satu bagian pendalaman mata kuliah keislaman yang ada di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON, dimana mahasiswa harus melaksanakannya dengan sungguh-sungguh secara maksimal. Pelaksanaan Praktik Thaharah ini diharapkan relefan antara pengetahuan yang bersifat teori sesuai standar kompetensi lulusan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan didapatkan mahasiswa di bangku kuliah dengan aktivitas praktik yang dilakukan di tempat magang sesuai spesifikasi masing-masing program studi.

Di.sisi lain, diperlukan suatu sinergi antara dunia kerja dengan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih luas. Maka melalui kegiatan Praktik Thaharah ini, diharapkan akan terjalin hubungan kemitraan antara Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON dengan dunia kerja dan sekaligus bertujuan dalam rangka mengeksplorasi kemampuan dasar yang diinginkan dunia kerja yang dikembangkan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN AMBON sebagai lembaga edukasi penghasil tenaga profesional guna memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Dengan pelaksanaan Praktik Thaharah, mahasiswa dapat diperhadapkan dengan praktek sebagai bentuk kegiatan pengalaman lapangan atau praktek bagi mahasiswa dengan ketentuan waktu tertentu di suatu tempat demi mengaplikasikan kemampuan akademik di bidang keilmuannya serta sesuai profesinya.

(6)

B. Dasar Pelaksanaan Praktek Thaharah

Praktek Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dilaksanakan berdasarkan aturan-aturan sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi

3. Keputusan Menteri Nomor 10 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata kerja IAIN Ambon

4. Buku Pedoman Praktikum IAIN Ambon Tahun 2013 5. Surat keputusan senat Instut Agama Islam Negeri Ambon C. Tujuan dan Manfaat Praktik Thaharah

Pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, diklasifikasi berdasarkan program studi, meliputi; program studi Hukum Pidana Islam, Program studi Hukum Ekonomi Syariah, program studi Hukum Keluarga dan program studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), Ekonomi Syariah, Manajmen Keuangan Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah tujuannya, sebagai berikut;

1. Tujuan

1) Tujuan Instruksional Umum:

Menyiapkan Lulusan Sarjana Hukum dan sarjana ekonomi yang profesional dan siap pakai serta menguasai pengetahuan di bidangnya dan mampu menerapkannya dalam kegiatan yang produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.

2) Tujuan Instruksional Khusus:

(1) Mahasiswa dapat mengaplikasikan kemampuan akademik dan praktek penyelanggaraan Thaharah;

(2) Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung proses dan prosedur praktek penyelanggaraan Thaharah;

(7)

(3) Mahasiswa dapat memahami praktek penyelanggaraan Thaharah yang ditemukan dalam praktek;

(4) Mahasiswa dapat lebih membantu mengaplikasikan keilmuan secara praktik dalam penyelanggaraan Thaharah;

2. Manfaat

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka praktek penyelanggaraan Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, sebagai berikut;

(1) Bagi Fakultas, praktek penyelanggaraan Thaharah sebagai media untuk mengaplikasikan teori dan disiplin keilmuan dalam kegiatan praktis di lapangan dalam usaha menyiapkan lulusan yang memiliki keaahlian dan profesional di bidangnya masing- masing.

(2) Bagi pemerintah dan masyarakat, memperoleh sumbangan nyata dalam bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam upaya pengembangan kelembagaan, dan akan memperoleh calon tenaga profesional yang terlatih secara professional di bidangnya masing-masing.

(8)

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTEK THAHARAH A. Pelaksanaan praktek penyelanggaraan Thaharah

Program praktek penyelanggaraan Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon berada dilaksnakan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon.

B. Lokasi Pelaksanaan Praktek Penyelanggaraan Thaharah

Adapun lokasi Praktek Penyelanggaraan Thaharah ditetapkan berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon.

C. Peserta

Peserta Praktek Penyelanggaraan Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon terdiri dari mahasiswa Program Strata Satu (Sl) terdiri dari tujuh program studi yakni; program program studi Hukum Pidana Islam, Program studi Hukum Ekonomi Syariah, program studi Hukum Keluarga, Program studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), program studi ekonomi syariah, program studi manajemen Keuangan Syariah dan program studi Manajemen Bisnis Syariah, yang telah memenuhi syarat akaemik

D. Pembekalan dan Metode Praktek Penyelanggaraan Thaharah 1. Memberikan pengetahuan dasar kepada peserta Praktek

Penyelanggaraan Thaharah sesuai dengan spesifikasi masing-

(9)

masing berasarkan program studi.

2. Mempersiapkan mental bagi peserta untuk melaksanakan tugas- tugas Praktek Penyelanggaraan Thaharah disesuaikan dengan tempatnya.

3. Metode penyajian disesuaikan dengan materi yang relevan dengan target yang hendak dicapai dan langsung ditindaklanjuti dengan praktek oleh pemateri dan panitia.

E. Tata Tertib Peserta Pembekalan Praktek Penyelanggaraan Thaharah

1. Setiap peserta harus mengikuti semua kegiatan pembekalan Praktek Penyelanggaraan Thaharah yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dan diwakilkan oleh Panitia Pelaksana.

2. Peserta pembekalan Praktek Penyelanggaraan Thaharah sudah siap di tempat 15 menit sebelum acara dimulai.

3. Peserta yang terlambat tidak diperkenankan mengikuti kegiatan pembekalan, kecuali dengan alasan yang syah.

4. Tidak mengikuti (Materi Pembekalan) sebanyak dua kali (materi) tanpa alasan yang jelas, dinyatakan gugur.

5. Mengisi daftar hadir pada setiap Materi waktu Pembekalan 6. Bersikap dan berpakaian sopan sesuai aturan yang berlaku di

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon

7. Mahasiswa menggunakan kemeja putih dan celana hitam bagi

(10)

laki-laki dan rok hitam bagi perempuan

8. Peserta yang melanggar tata tertib dan kesopanan Praktek Penyelanggaraan Thaharah akan dikenakan sanksi

9. Peserta yang berhak mengikuti Praktek Penyelanggaraan Thaharah mereka yang dinyatakan lulus dalam pembekalan E. Materi Pembekalan

Adapun materi Pembekalan Praktek Penyelanggaraan Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, disesuaiakan dengan materi lyang dibawakan oleh pemateri sesuai terjadwal oleh panitia

(11)

BAB III

RUANG LINGKUP KEGIATAN PRAKTEK THAHARAH

A. Ruang Lingkup Thaharah

Praktek Thaharah bagi mahasiswa program studi Hukum Pidana Islam, Program studi Hukum Ekonomi Syariah, program studi Hukum Keluarga, Program studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), program studi ekonomi syariah, program studi manajemen Keuangan Syariah dan program studi Manajemen Bisnis Syariah.

Pada semua program studi tersebut, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti semua proses aturan yang telah ditetapkan oleh fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dan dilaksanakan sepenuhnya oleh panitia pelaksana ;yang telah ditentukan waktunya.

(12)

BAB IV

PERSYARATAN, TATA TERTIB, LARANGAN DAN SANKSI PRAKTEK THAHARAH

A. Persyaratan Mahasiswa Peserta Praktek Thaharah

Mahasiswa peserta Praktek Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut;

1. Mahasiswa terdaftar pada Program Studi pada program Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon.

2. Mahasiswa Praktek Thaharah diwajibkan telah semester tiga dan semester sesudahnya yang belum mengikuti praktek tersebt 3. Telah lulus mata kuliah prasyarat untuk mengikuti Praktek

Thaharah.

B. Persyaratan Tempat Pelaksanaan Praktek Thaharah

Pelaksanaan Praktek Thaharah dilasanakan pada fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon dan ditindaklanjuti oleh panitia pelaksana.

C. Tata Tertib mahasiwa Praktek Thaharah

Setiap mahasiswa peserta Praktek Thaharah harus memenuhi tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia Praktek Thaharah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, sebagai berikut;

1. Mematuhi segala peraturan yang berlaku di tempat pelaksanaan Praktek Thaharah.

2. Datang 10 menit sebelum jam kantor dimulai (atau disesuaikan dengan aturan jam Praktek Thaharah).

(13)

D. Larangan Praktek Thaharah

Dalam pelaksanaan Praktek Thaharah setiap mahasiswa dilarang melakukan hal-hal, sebagai berikut :

Melanggar peraturan/norma-norma yang berlaku sebagaimana panitia Praktek Thaharah.

E. Sanksi Mahasiswa Peserta Praktek Thaharah

Apabila peserta Praktek Thaharah melanggar larangan yang disebutkan di atas, maka mahasiswa akan diberikan sanksi berupa : 1. Tidak diluluskan dalam Praktek Thaharah

2. Tidak diberikan sertifikat Praktek Thaharah

(14)

BAB V

MATERI PANDUAN PRAKTEK THAHARAH A. Thaharah

Thaharah menurut bahasa berarti bersuci. Menurut syara‟

adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

Thaharah (bersuci) merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah. Oleh karna itu bersuci menjadi masalah penting dalam ajaran islam.Tata cara bersuci yang diajarkan islam dimaksudkan agar manusia menjadi suci dan bersi,baik lahir maupun batin. Jika dilihat dari sifat dan pembagiannya, thaharah (bersuci) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu bersuci lahiriah dan batinia.

a. Bersuci Lahiriah

Beberapa contoh thaharah / bersuci yang bersifat lahiriah adalah membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan darisegala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah meliputi kegiatan bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.

1. Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersihkan segala bentuk kotoran yang melekat pada badan atau tempat yang didiami. Cara membersihkannya disesuaikan dengan bentuk atau jenis kotoran yang akan dihilangkan, seperti dibasuh sampai hlang rasa, bau, dan warna.

(15)

2. Bersuci dari hadas adlah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara berwudu atau mandi. Cara membersihkannya disesuaikan dengan jenis hadas yang akan di mersihkan

b. Bersuci batiniah

Thaharah batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat, seprti syirik, takabur, dan ria. Cara membersihkan sifat atau perbuatan tercela ini adalah dengan bertobat kepada Allah SWT tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut, serta menggantinya dengan perbuatan terpuji.

Macam-macam najis dan cara dan mensucikanya.

1. Najis ringan (Najis mukhaffafah), yaitu najis yang cara mensucikanya cukup dengan cara memercikan air pada yang tempat yang terkena najis, contoh kencing anak laki-laki yang belum makan selain air susu ibunya.

2. Najis sedang (najis mutawassithah), yaitu najis yang cara mensucikanya harus dicuci dengan bersih hingga hilang bekasnya, baunya atau rasanya. Contoh; darah haid, mani, nanah, dll.

3. Najis berat (Mughalladah), yaitu najis dengan cara mensucikanya harus dengan dicuci dengan meng-gunakan air sebanyak 7 kali siraman dan salah satu diantaranya dicampur dengan debu atau tanah yang suci. Najis semacam ini hanya ada satu jenis saja.

Yaitu pakaian atau bejana yang terkena jilatan anjing atau babi.

4. Najis yang dimaafkan (najis Ma‟fu), Najis yang sulit dikenal maka dapat dimaafkan meskipun ia tidak di cuci, misalnya; kaki dan ujung celana atau sarung yang terkena basa dan tidak dapat diamati najis atau bukan.

(16)

B. Perbedaan antara najis dan hadas:

Hadas adalah sesuatu yang dapat membatalakan wudhu dan shalat.

Najis adalah sesuatu yang dapat membatalkan shalat, tidak membatalkan wudhu.

Hadas adalah kondisi tidak suci yang mengenai pribadi seseorang muslim, menyebabakan terhalangnya-orang itu melakukan shalat atau tawaf. Artinya Shalat dan tawaf yang dilakukan tidak sah karena dirinya dalamkeadaan tidak berhads. Menurut ahli fiqhi sebab seorang dihukumkan dirinya dalam kondisi berhadats, ada dua kelompok:

1. Hadas kecil a. Air kencing.

b. Tinja c. Kentut 2. Hadas Besar

a. Mengeluarkan mani b. Hubungan kelamin.

c. Terhentinya haid dan nifas.

d. Masuk Islam.

e. Memandikan mayat.

f. Mimpi basah.

Cara mensucikanya:

Hadas kecil atau hadas ringan untuk mensucikanya diwajibkan berwudhu dengan air kalau tidak ada air bisa bertayamum tatapi bertayamum hanya bisa digunakan untuk sekali ibadah tidak seperti mengunakan air.

(17)

Hadas besar, untuk mensucikanya diwajibkan mandi sesuai dengan syariat islam.

C. Macam-Macam Alat Thaharah

Hanya airkah yang dapat digunakan thaharah ? Bagaimanakah jika disuatu tempat bagaimanakah jika disuatu tempat sulit ditemukan air ? Dalam hal ini, Islam tetap memberi kemudahan.

Alat atau benda yang dapat digunakan untuk bersuci menurut Islam ada dua macam, yakni benda padat dan benda cair.

Benda padat yang dimaksud adalah batu, pecahan genting, batu merah, kertas, daun, dan kayu. Semua benda tersebut harus dalam keadaan bersih dan tidak terpakai. Islam melarang pemakaian benda-benda tersebut apabila masih dipakai, misalnya buku yang masih digunakan, kertas yang akan dipakai, dan batu merah yang akan dipasang.

Benda cair yang boleh digunakan untuk bersuci adalah air.air ada yang boleh digunakan untuk bersuci, ada pula yang tidak boleh atau tidak sah untuk bersuci. Air yang dapat dipakai untuk bersuci, diantaranya air mutlak. Air mutlak adalah air yang tidak tercampuri oleh suatu apa pun dari najis, misalnya air sumur,air mata air,air sungai,air laut,dan air salju.

1. Macam-Macam Air

Macam-macam air tersebut adalah:

a. air yang suci dan mensucikan,yaitu air yang halal untuk di minum dan sah digunakan untuk bersuci, misalnya air hujan,air sumur,air laut, air salju,air embun,dan air sungaiselama semuanya itu belum berubah warna,bau,dan rasa;

(18)

b. air suci,tetapi tidak menyucikan, yaitu air yang halal untuk diminum,tetapi tidak sah untuk bersuci, misalnya air kelapa,air teh,air kopi, dan air yang di keluarkan dari pepohonan;

c. air mutanajis (air yang terkena najis), air yang tidak halal untuk diminum dan tidak sah untuk bersuci, seperti:

1) air yang sudah berubah warna, bau, dan rasanya karena terkena najis serta.

2) air yang belum berubah warna, bau, dan rasanya, tetapi sudah terkena najis dan air tersebut dalam jumlah sedikit (kurang dari dua kulah).

d. air yang makruh di pakai bersuci, seperti air yang terjemur atau terkena panas matahari dalam bejana, selain bejana dari emas atau perak.

e. air mustakmal, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci walaupun tidak berubah warnanya. Air ini tidak boleh digunakan bersuci karena dikhawatirkan telah terkena najis sehingga dapat mengganggu kesehatan.

2. Cara Bersuci dari Hadats

Sebagaimana telah disampaikan, hadats kecil bisa dihilangkan dengan berwudhu dan hadats besar bisa dihilangkan dengan cara mandi. Dalam kondisi tertentu, wudhu dan mandi bisa digantikan hanya dengan tayamum. Berikut akan dijelaskan secara global mengenai tata cara pelaksanaan ketiganya.

a. Wudhu

Yang dimaksud dengan wudhu dalam syariat Islam adalah menggunakan air dengan cara tertentu, pada bagian anggota tubuh tertentu yang telah ditentukan oleh syariat.

(19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak diterima shalat salah seorang di antara kalian yang berhadats, kecuali ia telah berwudhu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Terdapat sebuah hadits yang terkenal yang menjelaskan secara rinci bagaimana tata cara wudhu yang dilakukan oleh Nabi, yaitu hadits yang diriwayakan oleh Humron budak „Utsman bin „Affan. Berdasarkan hadits tersebut dan hadits-hadits lainnya, terdapat sepuluh poin tata cara wudhu yang sempurna yang diajarkan oleh Nabi. Berikut 10 sifat tersebut yang harus dilakukan secara berurutan:

1. Berniat dalam hati untuk menghilangkan hadats, 2. Membaca “BismillÄ•h”,

3. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali,

4. Mengambil air dengan tangan kanan kemudian memasukkannya ke mulut dan hidung untuk digunakan berkumur, dilakukan sebanyak tiga kali,

5. Mengeluarkan air yang telah dimasukkan ke dalam mulut dan hidung tersebut dengan menggunakan tangan kiri, 6. Membasuh seluruh bagian wajah sebanyak tiga kali dan

menyela-nyela jenggot bagi yang memiliki jenggot, 7. Membasuh tangan kanan dan tangan kiri sampai batas

sikut dan disertai dengan menyela jari jemari,

8. Mengusap kepala dari arah depan ke belakang dengan sekali usapan,

9. Mengusap bagian luar dan bagian dalam kedua daun telinga,

(20)

10. Membasuh kedua telapak kaki sampai batas mata kaki dan menyela-nyela jari jemari kaki.

b. Mandi Junub

Definisi mandi junub secara syariat adalah mengguyurkan air yang suci ke seluruh bagian tubuh secara merata. Hukum mandi junub adalah wajib ketika seseorang dalam kondisi berhadats besar. Terdapat dua cara mandi junub, yaitu cara standar dan cara yang lebih sempurna. Cara standar yaitu apabila seseorang telah :

a. Berniat mandi dalam rangka menghilangkan hadats dan b. Telah mengguyurkan air secara merata ke seluruh

anggota tubuhnya baik kulit ataupun rambut.

Apabila ingin melakukan mandi yang lebih sempurna, maka bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Berniat dalam hati,

2. Membasuh kedua telapak tangan sebelum mengambil air dari wadahnya,

3. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri,

4. Kembali membasuh tangan dan dianjurkan menggunakan pembersih seperti sabun,

5. Berwudhu sebagaimana berwudhu untuk shalat,

6. Menuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali hingga mencapai dasar rambut, dimulai dengan bagian kanan lalu bagian kiri sambil menyela-nyela rambut dengan jemari, 7. Mengucurkan air ke seluruh bagian tubuh dimulai dari bagian

kanan lalu bagian kiri.

(21)

Seorang yang telah mandi wajib, baik dengan cara standar atau pun dengan cara sempurna, tidak lagi perlu melakukan wudhu setelahnya untuk melaksanakan shalat.

D. Tayamum

Yang dimaksud dengan tayamum dalam syariat Islam adalah menggunakan debu sebagai pengganti wudhu dan mandi. Allah berfirman tentang tayamum (yang artinya), “kemudian jika kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci)” (QS. An Nisaa: 43).

Terdapat dua kondisi yang membolehkan seseorang bertayamum. Pertama, jika tidak mendapatkan air, baik dalam kondisi safar atau pun tidak. Kedua, apabila memiliki uzur untuk menggunakan air, seperti karena sakit yang akan menyebabkan sakitnya bertambah parah apabila terkena air.

Berdasar hadits shahih yang diriwayatakan oleh Imam Ahmad dari „Ammar dan dari hadits lainnya, bisa disimpulkan bahwa tata cara tayamum adalah:

1. Berniat dalam hati, 2. Membaca “BismillÄ•h”,

3. Memukulkan kedua tangan ke permukaan bumi (atau tembok) dengan satu kali pukulan,

4. Meniup debu yang menempel pada kedua telapak tangan, 5. Mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah, dan

6. Mengusapkan telapak tangan kanan ke telapak tangan bagian kiri hingga batas pergelangan tangan dan mengusapkan telapak tangan kiri ke telapak tangan bagian kanan hingga batas pergelangan tangan.

(22)

E. Cara Bersuci dari Najis

Adapun cara mensucikan najis secara umum cukup dengan membasuhnya hingga zat dari najis tersebut hilang. Apabila dalam sekali basuhan najis tersebut telah hilang, maka tidak lagi perlu diulangi dibasuh. Terdapat pengecualian untuk jilatan anjing, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa cara mensucikannya yaitu dengan membasuhnya sebanyak tujuh kali yang salah satunya dengan menggunakan tanah.

(23)

BAB VI PENUTUP

Demikianlah Buku Panduan pelaksanaan Praktek Thaharah ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan magang mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon. Buku ini diharapkan dapat dijadikan sebagai petunjuk oleh semua pihak sehingga tercapai tujuan dari pelaksanaan Praktek Thaharah.

Akhirnya, kami dari pihak pelaksana mengharapkan saran dan kritik membangun demi perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan mata kuliah magang profesi nantinya. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pelaksanaan magang mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon ini.

Referensi

Dokumen terkait

Diajukan untuk memenuhi Syarat Mata Kuliah Kerja Praktek Program Strata I Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas

Buku panduan praktek klinik keperawatan yang berisi uraian target aktifitas dan keterampilan yang sesuai dengan tujuan kurikulum pendidikan Fakultas Ilmu Kesehatan Program

Dalam bidang studi atau akademiknya penulis mengikuti program Strata 1 (S1) pada Jurusan Hukum Tatanegara Islam Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan mengambil

Dalam bidang studi atau akademik, penulis mengikuti program Strata 1 (S1) pada Jurusan Hukum Tatanegara Islam Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan mengambil

Penulis mengikuti program S-1 pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam program studi Hukum Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekhnurjati dan mengambil judul

Penulis menempuh program pendidikan Strata Satu (S-1) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam jurusan Akuntansi

Peneliti mengikuti program S-1 pada jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah (FS) pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon,

Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon.. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintahan (LAKIP)