Refreshment
Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala
Sekolah: Tahap Pelaksanaan
12 Februari 2024
Reformasi Birokrasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2024
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Arahan Presiden
“Saya ingatkan bahwa kita harus tetap fokus pada misi besar kita, yaitu reformasi struktural yang harus terus tetap berjalan.
Reformasi untuk percepatan dan
pemerataan pembangunan, baik itu berupa reformasi regulasi, REFORMASI
BIROKRASI”
(Pidato Sidang Kabinet Paripurna, Video Conference, 14 April 2020, di Istana Kepresidenan Bogor)
Birokrasi yang 1.
Berdampak, Dirasakan Langsung Masyarakat
Reformasi Birokrasi 2.
Bukan Tumpukan Kertas
Birokrasi Lincah 3.
dan Cepat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Statistik Aparatur Sipil Negara
Triwulan III Tahun 2023
Sumber: Paparan Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Kepegawaian 25 Oktober 2023
Jumlah JF Guru:
1.783.551
1.246.193 PNS
537.358 PPPK
40%
70%
30%
Keadaan data SIASN per 10 Oktober 2023
Sumber: Paparan Menteri PANRB pada 27 Januari 2023
✓ Paperless
Digital Signature Automasi
Transparansi
Kolaborasi
Interoperabilitas
6 Area Perubahan
Proses Layanan Kepegawaian
✓
✓
✓
✓
X
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Statistik Aparatur Sipil Negara
Sumber: Paparan Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Kepegawaian 25 Oktober 2023
Jumlah JF Guru:
1.783.551
1.246.193 PNS
537.358 PPPK
40%
70%
30%
Keadaan data SIASN per 10 Oktober 2023
Merdeka Belajar
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2024
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kemendikbudristek Meluncurkan 26 Episode Kebijakan Merdeka Belajar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Visi Transformasi Satuan Pendidikan
● Filosofi: berpusat kepada peserta didik
● Lingkungan belajar: aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif
● Budaya sekolah: refleksi, belajar, berbagi, berkolaborasi
● Hasil belajar murid: ada peningkatan secara
berkelanjutan
Visi Transformasi Peran Guru
Kriteria Sebelumnya Sesudahnya
Peran Pemateri Pengajar dan Pendidik
Fokus layanan ● Menyampaikan materi pelajaran.
● Orientasi pada kurikulum dan/atau buku teks
● Menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik.
● Orientasi pada peserta didik Asesmen Awal Materi yang sudah dan belum
disampaikan kepada peserta didik Kompetensi yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik
Strategi Satu strategi pembelajaran yang dianggap paling tepat untuk semua peserta didik
Diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik
Keluaran yang
Dihasilkan Perencanaan pembelajaran dan laporan
administrasi proses pembelajaran Penguasaan kompetensi dari masing-masing peserta didik
Ukuran Keberhasilan
● Ketuntasan materi pelajaran
● Peningkatan nilai ujian terstandar (skor absolut)
● Peningkatan kualitas proses pembelajaran guru dari tahun ke tahun (kualitatif)
● Peningkatan literasi, numerasi dan
karakter peserta didik dari tahun ke
tahun (delta skor)
Prinsip Dasar Transformasi Guru dalam Semangat Merdeka Belajar
Menyediakan proses penilaian kinerja guru secara lebih sederhana, tetapi tetap terukur dan relevan
Mendorong kinerja guru yang berdampak pada kualitas pembelajaran peserta didik sesuai kebutuhan masa mendatang
Mengembangkan karier guru sesuai kompetensi dan kinerja dengan skema insentif finansial dan nonfinansial yang bermakna
Memfasilitasi guru melakukan pengembangan kompetensi melalui pilihan yang beragam, baik secara mandiri
(self-regulated) maupun secara kolaborasi
Mendorong pemanfaatan teknologi sebagai akselerator untuk meningkatkan kesempatan dan meringankan beban untuk semua pemangku kepentingan
Berpusat pada Peserta Didik dan Masa Depan
Budaya Belajar Guru
Sederhana Meritokrasi
Memudahkan
1
2
3
4
5
Transformasi Pengelolaan Kinerja
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2024
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Transformasi Manajemen Talenta (Tata Kelola) Guru yang Sedang Dilakukan Kemendikbudristek
Perencanaan
Pengembangan Kompetensi Guru
Pengembangan Kompetensi Guru Berkelanjutan
Pengembangan Kompetensi PRE-SERVICE
(PRA-JABATAN) IN SERVICE (DALAM JABATAN)
Pola dan Peningkatan Karier Guru Perencanaan
dan Formasi Guru
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan
Masa Persiapan Pensiun dan Pensiun Guru Refleksi dan
Asesmen Kompetensi Berdasar Model Kompetensi
Perencanaan Kinerja Guru Tahunan
Pelaksanaan, Pemantauan, dan Pembinaan Kinerja Guru
Evaluasi Kinerja Guru
Pengelolaan Kinerja
POST-SERVICE (PURNA JABATAN)
1 2 4 5 6
7 9
10
Remunerasi, Penghargaan, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru
8
Regulasi, Teknologi, dan Kolaborasi
Ruang Talenta Guru
3
Sebagai panduan teknis untuk kontekstualisasi pada bidang
pendidikan, telah terbit Perdirjen GTK No. 7607/B.B1/HK.03/2023 untuk mendukung penerapan Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah melalui PMM.
Sebagai bagian transformasi pengelolaan ASN yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, KemenPANRB melakukan transformasi pengelolaan kinerja yang diatur melalui:
❏ PermenPANRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara
❏ PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Transformasi Pengelolaan Kinerja
Guru dan Kepala Sekolah
Transformasi ASN
Transformasi Guru & KS
Transformasi Pengelolaan Kinerja Guru/KS adalah upaya kita bersama
untuk peningkatan layanan
Pengendalian
1. Mengurangi resiko penyimpangan 2. Banyak prosedur &
administrasi
3. Membangun perilaku patuh
Kekeliruan adalah aib yang ditutupi
Transformasi Paradigma Pengelolaan Kinerja
Pencapaian
1. Memastikan
pencapaian target 2. Banyak indikator dan
monitoring
3. Membangun perilaku orientasi pada target
Kekeliruan adalah aib yang ditutupi
Pembelajaran
1. Memastikan
peningkatan individu dan tim
2. Banyak kesempatan dan dukungan belajar 3. Membangun perilaku
belajar
Kekeliruan adalah
kesempatan belajar
Selama 2023
1. Penghapusan DUPAK oleh Kemenpan dan menggunakan SKP yang disusun sendiri.
2. Menggunakan aplikasi E-Kinerja atau aplikasi dari Pemda
Masa Transisi
(Banyak tantangan &
indikator belum kontekstual)
Transformasi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah
Sebelum 2023
1. Menggunakan DUPAK plus PKG dan PKKS 2. Transisi dari manual ke
penggunaan aplikasi
Masa Sebelumnya
(Banyak tantangan, ada tumpang tindih indikator)
Setelah 2023
1. Memilih SKP yang sudah disediakan, terintegrasi Rapor Pendidikan
2. Menggunakan aplikasi PMM terintegrasi
E-Kinerja
Masa Transformasi
(Ada tantangan & indikator
sudah kontekstual)
● Lebih sedikit dokumen yang harus disiapkan Guru/KS dan direviu oleh atasan
● Kemudahan mendapatkan bukti fisik pengembangan kompetensi
● Semua upaya Guru/KS berdampak langsung pada pembelajaran di
kelas/sekolahnya Merdeka Memilih
Indikator yang Relevan
● Guru/KS tidak perlu menyusun sendiri RHK
● Guru/KS cukup klik pilihan indikator yang relevan dengan pembelajaran.
Hanya butuh 15 menit untuk menyusun Sasaran Kinerja Pegawai,
● Fokus Guru/KS pada peningkatan pada 1 indikator praktik kinerja yang telah dipilih dan disepakati
● Dokumen Akuntabilitas:
Mengunggah dokumen lebih sedikit dan digunakan
sehari-hari
● Pengembangan
Kompetensi: Keabsahan bukti dinilai oleh Pejabat Penilai (KS/PS)
● Guru/KS memilih 1 indikator praktik kinerja dari 8 pilihan yang tersedia
● Pilihan indikator praktik kinerja relevan dengan pembelajaran dan Rapor Pendidikan
Artinya
Konsekuensi Bagi Guru/KS
Merdeka dari Beban Administrasi
Merdeka Unjuk Kinerja yang Berdampak
Apa Ciri Transformasi Pengelolaan Kinerja
Guru dan Kepala Sekolah?
Apa Manfaat Pengelolaan Kinerja
Guru dan Kepala Sekolah?
Memfasilitasi pegawai (guru dan kepala sekolah) melakukan pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap kontribusi pegawai (guru dan kepala sekolah) terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Memberikan penguatan dan dukungan terhadap peningkatan karier pegawai
(guru dan kepala sekolah) berdasarkan kualitas kinerjanya.
Berdasarkan Rapor Pendidikan Guru: Indikator D1, Praktik Pembelajaran KS: Indikator D3, Kepemimpinan Pembelajaran
1. Praktik Kinerja
Apa Variabel Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah?
Kategori Kegiatan 1. Pendidikan 2. Pelatihan 3. Non-pelatihan 4. Kontribusi
Komunitas 5. Kontribusi
Sumber Belajar 2. Pengembangan Kompetensi
Terdapat empat variabel yang dalam penilaian kinerja seorang pegawai:
Dokumen yang menunjukkan akuntabilitas pegawai (guru dan kepala sekolah) dalam melakukan kinerja sesuai tugasnya Tidak dinilai tapi dikumpulkan.
4. Dokumen Akuntabilitas Wajib dikumpulkan Variabel pertimbangan
Variabel penilaian
Keempat variabel di atas akan menjadi acuan Pejabat Penilai Kinerja dalam melakukan Penetapan Predikat Kinerja Pegawai
Kemudian Predikat Kinerja akan menentukan Angka Kredit yang diperoleh Pegawai
Penetapan Predikat KinerjaKonversi ke Angka Kredit 1. Praktik Kinerja
3. Perilaku Kerja
2. Pengembangan Kompetensi
(pertimbangan)
4. Dokumen Akuntabilitas
(dikumpulkan)
Penilaian Kinerja Pegawai
BERAKHLAK 1. Berorientasi
Pelayanan 2. Akuntabel 3. Kompeten 4. Harmonis 5. Loyal 6. Adaptif 7. Kolaboratif.
3. Perilaku Kerja Variabel penilaian
Mengapa dalam PMM dan Bersinergi bersama BKN?
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2024
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Platform Manajemen Talenta dan Produk Teknologi Kemendikbudristek Lainnya
● 3,1Jt+ total jumlah pengguna sejak rilis di awal 2022 dengan 73%
pengguna aktif (>60 ribu pengguna berasal dari daerah 3T)
● Total 306 ribu+ konten pembelajaran diunggah oleh 70 ribu+ guru
● 3200+ video di dalam 25+ topik pelatihan mandiri, 3800+ materi ajar, akses ke 20.000+ komunitas guru se-Indonesia
● 6 Indikator prioritas (dengan 200+ sub indikator)
● >280 ribu Sekolah mengakses platform
● >99% Dinas pendidikan daerah telah mengakses platform, mendorong standarisasi kualitas pendidikan se-Indonesia
● Dari berbagai sumber data, menyiapkan tabel akhir siap pakai untuk digunakan lintas tim/bidang
● Fokus pada Penguatan regulasi dan Data Governance,
Optimalisasi pemanfaatan data, dan Penguatan infrastruktur data
Platform Lainnya dalam ekosistem teknologi Kemendikbudristek
Satu Data
>3,6 ribu
Mitra industri Sekolah
>362 ribu
Guru
>3.5 juta
Mahasiswa
>1 juta
per Mei 2023*
Platform meningkatkan kompetensi guru, akses ke bahan pengajaran berkualitas dan tempat bagi para guru berbagi praktik baik.
Dasbor Asesmen Nasional untuk membantu kepala sekolah dan guru dalam melakukan perencanaan berbasis data.
Pemanfaatan data-data platform prioritas untuk memperkuat strategi kebijakan dan implementasi operasional.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Diperlukan keterhubungan antar substansi yang spesifik bagi Guru dan ekosistem teknologi pendukung untuk mendapatkan Profil Kinerja yang dibutuhkan
Kemendikbudristek
Penetapan Sasaran Kinerja Perencanaan Kinerja
Pelaksanaan Kinerja
Penilaian Kinerja
Perilaku Kerja (BERAKHLAK)
Profil Kinerja Predikat Capaian
Kinerja Satuan Pendidikan
Atasan Portofolio Guru
Profil Kompetensi
Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah
Mekanisme
Identifikasi
Setiap rangkaian pada pengelolaan kinerja
memerlukan substansi yang spesifik untuk guru
Untuk Mewujudkan Transformasi
Tata Kelola Guru, Kemendikbudristek Berkolaborasi bersama Badan
Kepegawaian Negara
Sinergi dan Interoperabilitas antar-sistem
terutama untuk
Pengelolaan Kinerja Guru Pengembangan Kompetensi Guru melalui
Identifikasi Talenta Guru
Untuk mendukung Transformasi Pengelolaan Kinerja, Kemendikbudristek berkolaborasi dengan BKN sesuai dengan amanah Pasal 35 PermenPANRB No.6 Tahun 2022
Mulai Januari 2024, Pengelolaan Kinerja bagi Guru dan Kepala Sekolah dilakukan melalui
Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang
terintegrasi dengan aplikasi e-Kinerja BKN.
Surat Edaran Bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset
dan Teknologi Nomor 17 tahun 2023 dan Nomor 9 Tahun 2023
tentang Sistem Informasi Pengelolaan Kinerja Aparatur Sipil Negara Guru.
(Masukan gambar screenshot halaman
depan SEB)
Untuk mendukung Transformasi Pengelolaan Kinerja, Kemendikbudristek bersama BKN menerbitkan Surat Edaran Bersama
Mulai Januari 2024, Pengelolaan Kinerja bagi Guru dan Kepala Sekolah dilakukan melalui
Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang
terintegrasi dengan aplikasi e-Kinerja BKN.
Apa yang Dilakukan dalam Pelaksanaan Kinerja Guru?
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2024
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Praktik Kinerja
Pengelolaan Kurikulum dan Perencanaan Satuan
Pendidikan untuk Mendukung Pembelajaran Pengembangan Kompetensi
Perilaku Kerja
Pengelolaan Penugasan Guru dan Tenaga Kependidikan
Peningkatan kualitas praktik pembelajaran guru
Peningkatan praktik kinerja kepala sekolah melalui observasi kinerja
Pengelolaan kegiatan pengembangan kompetensi guru dan tendik
Pengembangan kompetensi kepala sekolah Pengelolaan tugas tambahan guru dan tendik
Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP)
Pengelolaan pelaksanaan pembelajaran Penyusunan perencanaan satuan pendidikan Penyusunan laporan pengelolaan satuan pendidikan
Peningkatan praktik kinerja guru melalui observasi kinerja
Pengembangan kompetensi guru
Pelaksanaan tugas tambahan guru Kontribusi dalam Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) Pelaksanaan pembelajaran
Perilaku Kerja BERAKHLAK Perilaku Kerja BERAKHLAK
Kepala Sekolah Guru
Cascading Kinerja
8 sub indikator turunan dari Indikator D1 Kualitas Pembelajaran pada Rapor Pendidikan
Guru memilih 1 sub indikator untuk ditingkatkan melalui Siklus Peningkatan Kinerja
Bukti dukung pelaksanaan observasi praktik kinerja didukung melalui PMM
8 Pilihan Indikator Praktik Kinerja Guru
1. Praktik Kinerja Keteraturan
Suasana Kelas
Penerapan Disiplin Positif
Umpan Balik Konstruktif
Perhatian dan Kepedulian
Ekspektasi pada Peserta Didik
Aktivitas Interaktif
Instruksi yang Adaptif
Instruksi Pembelajaran
SKP
Jan Feb Mar Apr Mei Jun
A: Diskusi Persiapan B: Observasi Kinerja C: Diskusi Tindak Lanjut
E: Refleksi Tindak Lanjut F & G: Penilaian D: Upaya Tindak Lanjut
SKP
Jul Agu Sep Okt Nov Des
A: Diskusi Persiapan B: Observasi Kinerja C: Diskusi Tindak Lanjut
E: Refleksi Tindak Lanjut F & G: Penilaian D: Upaya Tindak Lanjut
Seorang guru menyelesaikan
kegiatan pengembangan kompetensi sejumlah 32 poin sesuai yang
direncanakan, lalu mengunggah bukti penyelesaiannya di PMM.
Besaran poin yang diperoleh akan menjadi pertimbangan dalam Penilaian Praktik Kinerja.
18 Pilihan Kegiatan Pengembangan Kompetensi
2. Pengembangan Kompetensi - Guru/Kepala Sekolah melaksanakan pelatihan mandiri sesuai model kompetensi Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah - Guru menyelesaikan program pelatihan mandiri hingga
penyampaian aksi nyata tentang “Diferensiasi Pembelajaran PAUD” di PMM
8 poin
Per pelatihan mandiri
- Guru/Kepala Sekolah melakukan program pelatihan & pendidikan jangka pendek/menengah pada bidang kepemimpinan dan bidang teknis yang relevan
- Guru menuntaskan Program Guru Penggerak 128
poin
per semester
- Guru/Kepala Sekolah melaksanakan peran sebagai coach/mentor/fasilitator/pengajar praktik/asesor pada Pendidikan Guru Penggerak/Sekolah Penggerak/Pendidikan Profesi Guru
- Guru terlibat menjadi Guru Pamong di Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan di LPTK
12 poin
per kegiatan berdurasi 2-3
jam
Komunitas Belajar
Kategori Kegiatan
Pembuatan Sumber Belajar
Pengembangan Kompetensi Selain Pelatihan
Pelatihan
Program Prioritas
Pendidikan Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Pendidikan Profesi Guru, Implementasi Kurikulum Merdeka,
Perencanaan Berbasis Data
Program Non Prioritas
Kontributor
Penggerak, Asesor, Narasumber, Pengajar Praktik, Fasilitator, Guru Pamong, Coach/Mentor, Penelaah, Pembuat Konten
dll
Peserta Skala Prioritas Kategori Peran
Pendidikan
Disusun bersama Kepala Sekolah dengan melibatkan guru secara partisipatif
Dikumpulkan oleh Kepala Sekolah sebagai bukti dukung bersama sehingga guru tidak perlu mengunggah lagi.
Dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP)
3. Dokumen Akuntabilitas
Disusun oleh Kepala Sekolah untuk memastikan bahwa guru hadir dalam melaksanakan pembelajaran di ruang kelas
Dikumpulkan oleh Kepala Sekolah sebagai bukti dukung bersama sehingga guru tidak perlu mengunggah lagi.
Rangkuman Kehadiran
Seorang guru dapat menyelesaikan tugas tambahan sesuai dengan penugasan dan/atau kesepakatan bersama kepala sekolah.
Pemberian tugas tambahan dilakukan dalam bentuk surat keputusan/surat tugas yang dibuat oleh Kepala Sekolah.
Bukti dukung berupa dokumen refleksi yang dilampiri surat
keputusan/surat tugas dikumpulkan oleh guru
Bukti Dukung Tugas
Tambahan
Guru memilih 7 fokus perilaku kerja yang akan ditingkatkan untuk masing-masing aspek perilaku kerja sesuai dengan konteks pendidikan 7 fokus perilaku kerja sekaligus menjadi ekspektasi khusus atasan yang
ditunjukkan guru selama pelaksanaan kinerja
7 Aspek BERAKHLAK
4. Perilaku Kerja
NO. ASPEK INDIKATOR FOKUS PERILAKU
1 Berorientasi Pelayanan
Memahami kebutuhan peserta didik dan berusaha memenuhinya
Mengidentifikasi kebutuhan peserta didik secara proaktif
2 Kolaboratif
Menggerakkan
pemanfaatan sumber daya satuan pendidikan untuk pencapaian visi dan misi satuan
pendidikan
Mengoptimalkan sumber daya satuan pendidikan untuk
mendukung pencapaian kinerja satuan pendidikan
Contoh