• Tidak ada hasil yang ditemukan

Path Analisis (Analisis Jalur)

N/A
N/A
amanda ginting

Academic year: 2025

Membagikan "Path Analisis (Analisis Jalur)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Anidar, S.E., M.Si

Path Analisis (Analisis Jalur)

(2)

Path Analisis (Analisis Jalur)

 

Analisis jalur yaitu suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi linier berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung.

(3)

Model Analisis Jalur

Pengaruh Investasi Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan di Provinsi Aceh

 

Gambar. Full Model Struktural  

(4)

Model Analisis Jalur

Pengaruh Investasi Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan di Provinsi Aceh

 Y1 = β1X1 + β2X2 + e1………..(1)

Y2 = β3X1 + β4X2 + β5Y1 + e2……….(2) Keterangan :

Y1 = Pertumbuhan Ekonomi

Y2 = Kemiskinan

X1 = Investasi

X2 = Pengangguran

Β1, β2, β3, β4 = Koefisien regresi untuk masing-masing variabel X e1, e2 = Error

(5)

 

Rumusan masalah

1. Apakah investasi secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh?

2. Apakah pengangguran secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh?

3. Apakah investasi secara langsung berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

4. Apakah pengangguran secara langsung berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

5. Apakah pertumbuhan ekonomi secara langsung berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

6. Apakah investasi secara tidak langsung berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui pertumbuhan ekonomi?

7. Apakah pengangguran secara tidak langsung berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui pertumbuhan ekonomi?

(6)

  Hipotesis

1. Investasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh?

2. Pengangguran secara langsung berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh?

3. Investasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

4. Pengangguran secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

5. Pertumbuhan ekonomi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh?

6. Investasi secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui pertumbuhan ekonomi?

7. Pengangguran secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui pertumbuhan ekonomi?

(7)

 

Pengaruh Langsung

Hasil Regresi Persamaan Substruktur I

(8)

 

Pengaruh Langsung

Hasil Regresi Persamaan Substruktur I

(9)

 

Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat hasil regresi persamaan substruktur I sebagai berikut:

Y1 = 0,0235 Y1X1 – 0,2086 Y1X2 + e1

Persamaan diatas dapat diintepretasikan sebagai berikut:

a. Hasil estimasi koefisien variabel investasi (X1) sebesar 0,0235 dan signifikan pada prob. 0,0226 < α = 0,05. Artinya secara langsung investasi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhdap pertumbuhan ekonomi (Y1). Jika terjadi peningkatan investasi (X1) sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi (Y1) di provinsi Aceh akan meningkat secara signifikan sebesar 0,0235 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan investasi (X1) sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi (Y1) di provinsi Aceh akan menurun secara signifikan sebesar 0,0235 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

b. Hasil estimasi koefisien variabel pengangguran (X2) sebesar –0,2086 dan signifikan pada prob. 0,0428 < α = 0,05. Artinya secara langsung pengangguran (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y1). Jika terjadi peningkatan pengangguran (X2) sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi (Y1) di provinsi Aceh akan menurun secara signifikan sebesar 0,2086 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pengangguran (X2) sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi (Y1) di provinsi Aceh akan meningkat secara signifikan sebesar 0,2086 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

c. Hasil estimasi koefisien determinasi dengan nilai R Squared diperoleh sebesar 0,6871 atau 68,71% yang menunjukkan kemampuan variabel investasi dan pengangguran dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada pertumbuhan ekonomi di Aceh sebesar 68,71%, sedangkan sisanya 31,29%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

(10)

Hasil Regresi Persamaan Substruktur II

(11)
(12)

Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat hasil regresi persamaan substruktur II sebagai berikut:

Y2 = -0,0165 Y2X1 + 0,0053Y2X2 - 0,9997Y2Y1 + e  

Persamaan diatas dapat diintepretasikan sebagai berikut:

a. Hasil estimasi koefisien variabel investasi (X1) sebesar -0,0165 dan signifikan pada prob. 0,0875 > α = 0,05. Artinya secara langsung investasi (X1) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan (Y2). Jika terjadi peningkatan investasi (X1) sebesar 1 persen, maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 0,0165 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan investasi (X1) sebesar 1 persen, maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 0,0165 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

b. Hasil estimasi koefisien variabel pengangguran (X2) sebesar 0,0053 dan signifikan pada prob. 0,9462 > α = 0,05. Artinya secara langsung pengangguran (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan (Y2). Jika terjadi peningkatan pengangguran (X2) sebesar 1 persen, maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 0,0053 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pengangguran (X2) sebesar 1 persen, maka maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 0,0053 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

(13)

a. Hasil estimasi koefisien variabel pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar -0,9997 dan signifikan pada prob. 0,0118 < α = 0,05. Artinya secara langsung pertumbuhan ekonomi (Y1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan (Y2). Jika terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar 1 persen, maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan menurunt secara signifikan sebesar 0,9997 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar 1 persen, maka maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan meningkat secara signifikan sebesar 0,9997 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

b. Hasil estimasi koefisien determinasi dengan nilai R Squared diperoleh sebesar 0,9465 atau 94,65%

yang menunjukkan kemampuan variabel investasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada tingkat kemiskinan di Aceh sebesar 94,65%, sedangkan sisanya 5,35% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

(14)

a. Hasil estimasi koefisien variabel pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar -0,9997 dan signifikan pada prob. 0,0118 < α = 0,05. Artinya secara langsung pertumbuhan ekonomi (Y1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan (Y2). Jika terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar 1 persen, maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan menurunt secara signifikan sebesar 0,9997 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi (Y1) sebesar 1 persen, maka maka kemiskinan (Y2) di provinsi Aceh akan meningkat secara signifikan sebesar 0,9997 persen dalam satu tahun, cateries paribus.

b. Hasil estimasi koefisien determinasi dengan nilai R Squared diperoleh sebesar 0,9465 atau 94,65%

yang menunjukkan kemampuan variabel investasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada tingkat kemiskinan di Aceh sebesar 94,65%, sedangkan sisanya 5,35% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

(15)

Pengaruh Langsung (Direct Effect), Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect) dan Pengaruh Total (Total Effect)

Adapun perhitungan untuk analisis pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total yaitu sebagai berikut :

(16)

Berdasarkan tabel 3 dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengaruh Langsung (Direct Effect)

a. Pengaruh variabel investasi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,0235.

b. Pengaruh variabel pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar -0,2086.

c. Pengaruh variabel investasi terhadap kemiskinan sebesar -0,0165.

d. Pengaruh variabel pengangguran terhadap kemiskinan sebesar 0,0053.

e. Pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan sebesar -0,9997.

 

(17)

Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect)

a. Pengaruh variabel investasi terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar -0,0235.

(0,0235 x -0,9997 = -0,0235)

b. Pengaruh variabel pengangguran terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2085.

(-0,2086 x -0,9997 = 0,2085).

 

Pengaruh Total (Total Effect)

c. Total pengaruh variabel investasi terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar -0,0400.

(-0,0165 + -0,0235 = 0,0400)

b. Total pengaruh variabel pengangguran terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2138.

(0,0053 + 0,2085 = 0,2138)

 

(18)

 

(19)

 

(20)

 

Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara variabel yang terbentuk model koefisien analisis jalur. Adapun persamaan substruktur dapat menjadi model koefisien analisis jalur, yaitu sebagai berikut:

Persamaan Substruktur I :

Y1 = 0,0235Y1X1 – 0,2086Y1X2 + 0,3129ɛ1 Persamaan Substruktur II :

Y2 = -0,0165Y2X1 + 0,0053Y2X2 - 0,9997Y2Y1 + 0,0535ɛ2

(21)

  Dalam teori trimming pengujian validitas model riset diamati melalui perhitungan koefisien determinasi total sebagai berikut :

Rm2 = 1 – (0,31292) (0,05352)

= 1 – (0,09790641) (0,00286225)

= 1 – 0,00028

= 0,9997

= 99,97%

Nilai koefisien determinasi sebesar 0,997 menunjukkan bahwa 99,97% informasi yang terkandung dalam data dapat dijelaskan oleh model, sedangkan sisanya sebesar 0,03% dijelaskan oleh error dan variabel lain diluar model. Angka koefisien pada model ini relatif besar sehingga layak dilakukan interpretasikan lebih lanjut.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil estimasi regresi diperoleh nilai koefisien investasi sebesar 0,03% yang menunjukkan bahwa jika investasi sektor jasa meningkat sebesar 1% akan meningkatkan penyerapan

Hasil estimasi didapatkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi (PE) memiliki pengaruh negative (-) terhadap pengangguran sebesar -482.5647 akan tetapi tidak berpengaruh

Hasil uji koefisien determinasi R 2 menunjukkan bahwa hasil estimasi menunjukkan nilai R 2 sebesar 0,71020, artinya 71% variasi variabel dependen tingkat

Hasil estimasi dengan menggunakan model efek random (Random Effect) menunjukkan nilai R 2 atau koefisien determinasi pada hasil estimasi tersebut sebesar dapat diketahui

Berdasarkan hasil tabel 3 diperoleh informasi bahwa r atau koefisien korelasi atau hubungan adalah sebesar 0.094 (hubungan lemah) dengan nilai R-squared atau koefisien determinasi

R Square atau Determinasi 0,159 menunjukan kontribusi variabel pengangguran terhadap kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo adalah sebesar 15,9%

Analisis Koefisien Determinasi Sumber : Data diolah, 2023 Analisis koefisien determinasi, seperti yang ditunjukkan oleh nilai Adjusted R-squared sebesar 0,741 pada tabel,

Koefisien Determinasi R2 Koefisien determinasi R Squared didapatkancsebanyak 0,453 menjadi 45,3% variabel independen unit usaha, investasi, dan tenaga kerja cukup memberikan