• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF 103.123.108.111

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF 103.123.108.111"

Copied!
259
0
0

Teks penuh

Buku “FILSAFAT dalam Perspektif Pedagogis” disajikan sebagai upaya mengingatkan dan menata kembali proses dan pola berpikir siswa; adanya perubahan paradigma pedagogi dari paradigma mengajar menjadi paradigma pembelajaran yang belum diterapkan secara konsisten; Secara ringkas buku ini memuat topik-topik sebagai berikut: Berpikir dalam Pendidikan; Paradigma pedagogi; Sejarah perkembangan filsafat; Ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat dalam pendidikan; Filsafat dan orientasi psikologis dalam pendidikan; Pendekatan filosofis terhadap pendidikan; dan Pandangan filosofis dalam pendidikan.

BERPIKIR DALAM PENDIDIKAN

Apa pun yang dikatakan pola pikir kita, itulah yang kita tarik, disadari atau tidak. Jika Anda tidak merasa antusias setelah menuliskan pola pikir baru Anda, kembalilah dan kerjakan kembali apa yang Anda tulis.

PARADIGMA PENDIDIKAN

KONSEP PARADIGMA

Aspek yang ingin dicapai dalam pandangan ini adalah kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya berfokus pada bagaimana seorang peserta didik dapat tumbuh dan berkembang di masa depan sebagai pribadi yang mandiri, memiliki harga diri dan tidak hanya memiliki harta benda (materi dan jabatan politik).

PERKEMBANGAN PARADIGMA DALAM PENDIDIKAN 1. Paradigma Behavioristik dalam Pendidikan

  • Paradigma Kontruktivistik Dalam Pendidikan
  • Paradigma Sosial Kognitif Dalam Pendidikan

Tugas pendidik adalah memahami faktor-faktor yang melekat pada diri peserta didik. Pembelajaran mengembangkan pengetahuan yang dimiliki siswa, yang dilaksanakan di tempat dimana siswa menjadi partisipannya.

SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT

MITOS DAN MITOLOGI

Dan yang tersembunyi tak lain adalah peristiwa atau kejadian suci yang bersumber dari para dewa. Jadi mitos adalah cerita khusus tentang asal usul dunia, manusia, hewan, tumbuhan dan bahkan tentang para dewa itu sendiri.

PERALIHAN DARI MITOS KE LOGOS

Dengan demikian mitos memberikan informasi tentang asal usul manusia, yaitu dengan mengacu pada peristiwa sakral yang dilakukan oleh para dewa. Dengan cara ini, semua orang yang berpartisipasi dalam peristiwa mitos tersebut mendapat informasi tentang asal usul dan sifat mereka sebagai manusia.

Munculnya Para Filsuf Yunani

Perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari pada akhirnya akan dibentuk oleh pengetahuan yang benar. Socrates berpendapat bahwa cara paling pasti untuk mencapai pengetahuan yang dapat diandalkan adalah melalui latihan percakapan.

ONTOLOGY, EPISTEMOLOGY DAN AKSIOLOGY

  • DIMENSI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN
  • ONTOLOGY DALAM PENDIDIKAN 1. Pengertian Ontology
    • Hubungan Ontologi dengan Filsafat Pendidikan
    • Pandangan Ontologi Dalam Pendidikan a. Pandangan Ontologi Progressivisme
  • EPISTEMOLOGY DALAM PENDIDIKAN
  • AKSIOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Dengan kata lain, ontologi adalah ilmu yang mempelajari hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada), hanya berdasarkan logika. Ada tiga ciri yang dapat kita kenali sebagai nilai, yaitu nilai yang berkaitan dengan subyektif, praktis dan sesuatu yang ditambahkan pada objeknya. Objektivisme metafisik adalah nilai sesuatu ideal yang bersifat integral, obyektif, dan merupakan bagian aktif dari realitas metafisik.

FILSAFAT DAN ORIENTASI PSIKOLOGI

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN ORIENTASI PSIKOLOGIS

Dalam dunia pendidikan, Randall dan Buchler mengemukakan bahwa ada tiga penafsiran terhadap hakikat seni: Seni sebagai intrusi ke dalam realitas yang terlepas dari pengalaman; Seni sebagai sarana kenikmatan; dan seni sebagai ekspresi pengalaman yang sesungguhnya. Untuk memahami kontribusi psikologi, pada bagian ini kita harus melihat konsep psikologi pendidikan. Sejauh psikologi adalah ilmu yang paling berkaitan langsung dengan studi tentang perilaku, maka psikologi harus menyediakan sebagian besar dasar ilmiah bagi praktik pendidikan. Memang, psikologi dapat berkontribusi pada setiap aspek praktik pendidikan melalui klarifikasi sifat pelajar, proses pembelajaran, dan peran guru. Terjemahan bebas: bahwa psikologi adalah ilmu yang berkaitan langsung dengan studi tentang perilaku dan merupakan bagian mendasar dari praktik pendidikan.

PENGERTIAN BELAJAR DAN TEORI ORIENTASI PSIKOLOGIS

  • Pengertian Belajar
  • Teori-Teori Orientasi Psikologis

Orientasi psikologi humanistik terutama berkaitan dengan masalah bagaimana individu dipengaruhi dan dibimbing oleh niat pribadi, yang dihubungkan dengan pengalamannya sendiri. Siswa menciptakan atau membentuk pengetahuan mereka sendiri melalui paparan dan interaksi dengan dunia. Jadi pemikiran konstruktivis berfokus pada proses mental dan strategi yang digunakan siswa untuk belajar.

BENTUK, MODEL TEORI BELAJAR DAN ORIENTASI PSIKOLOGIS SERTA IMPLIKASINYA DALAM

  • Behaviourisme
  • Cognitivisme
  • Constructivisme
  • Sosial Learning

Perilaku : Guru menyampaikan seluruh tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Perilaku: Guru menyajikan informasi kepada siswa melalui demonstrasi atau melalui bahan bacaan. Perilaku: Guru menjelaskan kepada siswa cara membentuk kelompok belajar dan cara membantu setiap kelompok melakukan transisi secara efisien.

PENDEKATAN FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN

KONSEP FILSAFAT

Menurut metode filosofis pemikiran radikal, kehidupan manusia telah lama dihadapi. Aristoteles (382–322 SM), murid Plato, mendefinisikan filsafat sebagai ilmu yang mencakup kebenaran yang terkandung dalam ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Immanuel Kant mendefinisikan filsafat sebagai ilmu dasar dan landasan segala ilmu pengetahuan, yang mencakup empat pertanyaan, yaitu: metafisika (apa yang dapat kita ketahui); Etika (apa yang boleh kita lakukan); Iman (seberapa jauh harapan kita); dan antropologi (apa itu manusia).

ASUMSI DAN ALASAN DASAR

Bahwa setiap orang atau individu harus bertindak secara sadar dan terarah pada suatu tujuan tertentu dan berdasarkan keputusan batinnya sendiri, termasuk dalam bidang pendidikan. Demikian pula setiap individu harus bertanggung jawab, termasuk tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tinggi rendahnya kualitas tanggung jawab tersebut akan sangat ditentukan oleh sistem nilai dasar norma yang melandasinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang yang hidup pasti mempunyai falsafah hidup, demikian pula setiap orang yang hidup dalam bidang dan dunia pendidikan pasti mempunyai falsafah pendidikan yang merupakan papan “pedoman” bagi sumber pokok dan tujuan tindakan serta tanggung jawabnya. dalam kegiatan pendidikannya.

PENDEKATAN FILSAFAT TERHADAP PENDIDIKAN Pendekatan filosofi merupakan suatu penelaahan dan pemecahan

Berbagai pendekatan filosofis yang dapat digunakan dan diperhatikan dalam menjelaskan permasalahan pendidikan, yaitu: ..dilihat dari disiplin ilmu antara lain: pendekatan progresivisme dan pendekatan tradisionalisme; dan ditinjau dari arahnya meliputi : .. pendekatan sinoptik; pendekatan normatif; dan pendekatan Kristen radikal. a) Pendekatan progresif. Tugas filsafat pendidikan adalah merumuskan tujuan pendidikan yang berlaku secara nasional, baik untuk jangka waktu yang lebih lama maupun untuk jangka waktu tertentu. Dari filsafat pendidikan yang bersumber dari fakta empiris yang sebenarnya, maka dimungkinkan untuk merumuskan tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

PENDEKATAN FILSAFAT TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan awal (sementara = sementara) adalah tujuan yang terkandung dalam langkah-langkah untuk mencapai tujuan secara keseluruhan. Tujuan yang utuh adalah tujuan yang mengembangkan seluruh aspek kehidupan, yaitu tujuan umum pendidikan. Dengan demikian, orang dewasa mempunyai ciri-ciri umum yang mampu mewujudkan norma-norma yang menjadi falsafah hidup atau cita-cita hidup yang lebih baik.

PANDANGAN IDEALISME

KONSEP PEMIKIRAN PANDANGAN IDEALISME

Bagaimana pandangan idealis dapat diterapkan pada tahapan berpikir siswa atau orang pada umumnya? Kurikulum yang digunakan dalam idealisme adalah pengembangan kemampuan berpikir dan penyiapan keterampilan kerja melalui pendidikan praktik. Idealisme mengembangkan pemikiran siswa agar siswa dapat menggunakan pikiran atau gagasannya dengan baik untuk mengembangkan pengetahuannya.

PERKEMBANGAN PANDANGAN IDEALISME

Menurut Kant, pengetahuan absolut tidak akan ada jika semua pengetahuan datang melalui indera. Yang absolut mewujud dalam dua potensi, yaitu yang nyata (sifat sebagai obyek) dan yang ideal (sifat subjektif dari subyek). Dengan demikian, yang mutlak tidak bisa dikatakan hanya alam atau jiwa saja, melainkan antara keduanya.

IMPLIKASI PANDANGAN IDEALISME DALAM PENDIDIKAN

Tujuan yang diharapkan dari pandangan idealis pendidikan adalah agar peserta didik dapat menjadi kaya dan mempunyai kehidupan yang bermakna, mempunyai kepribadian yang harmonis dan diharapkan mampu membantu individu lain untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Artinya seorang guru harus mempunyai potensi sosial yaitu kemampuan berinteraksi dengan siswa. Implikasi idealisme dalam pendidikan ditinjau dari tujuan pendidikan formal dan informal adalah membentuk karakter atau kepribadian peserta didik dan bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kebijakan sosial.

PANDANGAN REALISME

KONSEP PEMIKIRAN PANDANGAN REALISME

Jadi, jika Plato berpendapat bahwa yang benar-benar ada adalah yang ada dalam ranah gagasan, maka Aristoteles justru meyakini bahwa apa yang berada di luar ranah gagasan, termasuk benda, indra kasat mata, bukanlah gagasan yang lahir dari replikasi. Kaum realis mengakui bahwa seseorang dapat salah mempersepsikan suatu objek karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Realisme sebagai aliran filsafat menegaskan bahwa apa yang ditangkap oleh panca indera dan konsep-konsep yang ada dalam pikiran benar-benar ada.

PERKEMBANGAN PANDANGAN REALISME

  • Realisme Rasional
  • Realisme Natural Ilmiah

Inisiatif dalam pendidikan ada di tangan pendidik, dan pendidiklah yang menentukan materi pembelajaran yang akan dibahas dalam pembelajaran, bukan peserta didik. Bahan ajar atau bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang memenuhi minat dan kebutuhan peserta didik. Bagi guru, yang terpenting adalah bagaimana memilih materi pembelajaran yang tepat, yang tidak memuaskan minat dan kebutuhan siswa, namun hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan strategi pengajaran yang berguna.

IMPLIKASI PANDANGAN REALISME DALAM PENDIDIKAN

Materi atau materi pembelajaran yang baik adalah materi pembelajaran yang memenuhi minat dan kebutuhan siswa. Disiplin mental dan moral diperlukan untuk mencapai hasil yang baik; (5) Peran pendidik adalah menguasai ilmu pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar, dan sangat menuntut kinerja siswa. Siswa berperan dalam menguasai ilmu yang menjadi sandarannya, karena itu ia harus menaati aturan dan disiplin.

KONSEP PEMIKIRAN PANDANGAN ESENSIALISME Dasar dari pendidikan adalah nilai-nilai yang terpatri dan

PERKEMBANGAN PANDANGAN ESENSIALISME

Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai budaya yang telah ada sejak awal peradaban manusia. Oleh karena itu esensialisme memandang bahwa pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai yang jelas dan bertahan lama untuk memberikan stabilitas dan arah yang jelas. Keberhasilan suatu sekolah adalah sebagai lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pedoman adaptasi setiap orang dalam masyarakat.

IMPLIKASI PANDANGAN ESENSIALISME DALAM PENDIDIKAN

Mereka berpendapat bahwa pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai budaya yang telah ada sejak awal peradaban manusia. Dengan demikian, pembelajaran adalah penerimaan dan pengetahuan yang sungguh-sungguh terhadap nilai-nilai sosial oleh generasi baru yang muncul untuk ditambah dan dikurangi serta diwariskan kepada generasi berikutnya (Barnadib, 1996). Belajar berarti menerima dan mengetahui dengan sungguh-sungguh nilai-nilai sosial generasi baru yang muncul untuk ditambah dan dikurangi serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

PANDANGAN PERENIALISME

  • KONSEP PEMIKIRAN PANDANGAN PERENIALISME Pendidikan merupakan suatu proses perkembangan yang yang
  • PERKEMBANGAN PANDANGAN PERENIALISME
  • IMPLIKASI PANDANGAN PERENIALISME DALAM PENDIDIKAN
    • Tujuan Umum Pendidikan
    • Hakikat Pendidik/Pengajar
    • Hakikat Peserta Didik
    • Proses Belajar Mengajar
    • Kurikulum
  • KONSEP PEMIKIRAN PANDANGAN PROGRESIVISME Progresivisme berkembang dalam permulaan abad 20 terutama di

Dalam konteks pendidikan, beliau menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya menyalurkan kemampuan-kemampuan yang terpendam menjadi aktif atau nyata, tergantung kesadaran masing-masing individu. Aristoteles, tujuan pendidikan adalah membentuk kebiasaan pada jenjang pendidikan pada usia muda dalam meningkatkan kesadaran akan kaidah moral; dan Thomas Aquinas, tujuan pendidikan adalah mengarahkan kemampuan-kemampuan yang terpendam menjadi aktif atau nyata, tergantung kesadaran masing-masing individu. Tugas utama dalam pendidikan adalah guru, dimana tugas guru adalah menyampaikan pendidikan dan pengajaran (ilmu) kepada peserta didik.

Referensi

Dokumen terkait