BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Nutrisi pada ibu dan bayi saat ini adalah fokus pembangunan kesehatan masyarakat, Sunstainable Development Goals (SDGs) sebagai tujuan global pembangunan
mencantumkan kesehatan ibu sebagai salah satu tujuannya. Demikian pula tujuan tujuan lain dalam SDGs semua langsung maupun tidak langsung dengan pembangunan nutrisi atau gizi pada ibu dan bayinya.1
Situasi kesehatan ibu dan bayi di negara berkembang termasuk Indonesia masih memprihatinkan. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 angka kematian ibu (228/100.000 kelahiran hidup) di Indonesia masih tergolong tinggi, demikian juga dengan angka kematian pada bayi (34/1000 kelahiran hidup) kondisi ini sangat memprihatinkan bagi kebutuhan nutrisi pada ibu dan bayinya.2
Kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu, sejak itu bayi telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam kehidupan berikutnya.3
Kebutuhan dasar nutrisi ibu hamil sangatlah penting karena sangat mempengaruhi kesehatan ibu maupun janinnya selama masa kehamilan, tidak terpenuhinya kebutuhan dasar nutrisi pada ibu hamil akan berdampak pada kesehatan ibu selama kehamailan dan juga secara langsung mempengaruhi persalinan kelak.4
Pengetahuan nutrisi selama kehamilan sangat diperlukan oleh seorang ibu hamil di dalam merencanakan menu makanannya. Jika tanpa didasari oleh pengetahuan ini, akan
sulit mengatur makanannya terutama untuk menangani keluhan-keluhan kehamilan pada setiap trimester awal kehamilan biasanya ada keluhan mual dan muntah. Hal ini biasanya berdampak pada asupan makannya karena selera makannya pasti berkurang.5
Agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, ibu bisa menyiasati dengan makan sedikit- sedikit tetapi intensitasnya lebih sering makanannya harus dipilih yang segar dan tidak mengandung lemak karena akan merangsang mual dan muntah, asupan nutrisi ini salah satu hal yang berhubungan dengan kehamilan karena nutrisi bukan dibutuhkan untuk ibu saja tetapi juga untuk bayi, karena ibu kekurangan nutrisi maka dampak yang timbul antara lain keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, dan bayi lahir dengan berat badan dibawah 2500 gram atau Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), bisa terjadi juga pada ibu yang kekurangan nutrisi akan menyebabkan produksi ASI berkurang bila kelak menyusui.5
Nutrisi memainkan peran utama dalam kesehatan ibu dan anak. Status gizi ibu yang buruk telah terkait dengan hasil kelahiran yang merugikan. Namun, hubungan antara gizi ibu dan hasil kelahiran yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor biologis, sosial ekonomi, dan faktor demografi, yang bervariasi dalam populasi yang berbeda, memahami hubungan antara gizi dan kelahiran hasil ibu dapat memberikan dasar untuk mengembangkan intervensi gizi yang akan meningkatkan hasil kelahiran dan kualitas jangka panjang hidup dan mengurangi angka kematian, angka kesakitan, dan biaya perawatan kesehatan.4
Menurut Rahman 2007 bahwa pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh tinggi dan rendahnya pendidikan seseorang, seseorang yang berpendidikan tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih baik jika dibandingkan dengan seseorang yang berpendidikan rendah. Mengingat besarnya pengaruh nutrisi selama kehamilan peran
keluarga sangat penting karena memiliki pengetahuan yang kurang tentang kebutuhan nutrisi
Dampak besar akibat kekurangan nutrisi pada ibu hamil sangat berakibat fatal karena dengan nutrisi kurang pada ibu selama kehamilan akan mempengaruhi pada saat kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan sehingga ibu harus terpenuhi kebutuhan nutrisi pada masa itu. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada ibu hamil adapun penyebab dari ibu tidak mengetahui tentang pentingnya kebutuhan nutrisi selama kehamilan yaitu sebagian besar ibu hamil hanya mengetahui bahwa makan dengan makanan seadanya sudah memenuhi kebutuhannya sendiri dan janinnya, faktor sosial ekonomi juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat khususnya ibu hamil dengan hanya mengkonsumsi makanan tidak memenuhi nutrisi baik ibu maupun untuk janinnya sendiri.
Berdasarkan data kesehatan tahun 2011, dapat di temukan data dan fakta tentang ibu hamil yaitu jumlah ibu hamil di Indonesia sebanyak 5.060.637 (Kemenkes RI.2012) kekurangan gizi pada ibu dan bayi telah menyumbang setidakya 3,5 juta kematian setiap tahunnya, kekurangan gizi mengalami peningkatan pada tahun 2015 yaitu 31,3% menjadi 38,5% di tahun 2013. Pada tahun 2013 Riset Kesehatan Dasar juga menunjukan angka prevalensi risiko kekurangan gizi pada ibu hamil sebanyak 24,296
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran pengetahun dan sikap ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan di BPM Bidan A Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur tahun 2018"
B. Identifikasi masalah
Berdasarkan fenoma yang terjadi, dapat dirumuskan “Bagaimanakah gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan di BPM Bidan A Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Tahun 2018”
C. Maksud dan tujuan penelitian
1. Maksud penelitian
Untuk dapat mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan di BPM Bidan A Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
2. Tujuan penelitian
a. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan mengenai makanan yang dikonsumsi sehari – hari, nutrisi yang diperlukan selama kehamilan.
b. Untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
D. Manfaat penelitian
1. Manfaat praktisi
Dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di BPM Bidan A Kecamatan Warungkondang terutama dalam memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan sehingga dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi.
2. Manfaat teoritis
Hasil dari penelitian diharapkan menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu kesehatan dan menambah kajian ilmu kesehatan khususnya ruang lingkup Asuhan Kebidanan Kehamilan.
E. Ruang lingkup penelitian
Penelitian tentang gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kebutuhan nutrisi ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian.
Penelitian ini dilakukan di BPM Bidan A Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
Dengan subjek penelitian seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Bidan.