• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ISLAM DAN BUDAYA LOKAL SUMATERA SELATAN - Raden Fatah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF ISLAM DAN BUDAYA LOKAL SUMATERA SELATAN - Raden Fatah"

Copied!
294
0
0

Teks penuh

Buku ini dibuat sebagai pelengkap penyelesaian tugas mata kuliah Islam dan Kebudayaan Lokal bagi mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Sejarah Peradaban Islam, serta untuk menambah wawasan para pembaca. Seperti tradisi yang akan dibahas dalam buku ini yaitu tradisi yang ada di Sumatera Selatan.

Tujuan dan Manfaat Pembacaan Al-Barazanji

Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab utama memperingati maulid Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam, bahkan ada yang membaca kitab Barzanji lebih tekun daripada membaca Al-Qur'an. Lagu-lagu pujian dan sanjungan Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah tetapi dicemari dengan isi dan sikap ghuluw (berlebihan).

Nilai Tradisi Al-Barazanji Pada Masyarakat Bugis

Nilai Budaya

Secara global manfaat yang dapat diperoleh dari amalan Barazanji antara lain terpenuhinya hawa nafsu yaitu nafsu makan Barazanji atau mendapat sedikit sedekah, silaturahmi sesama anggota masyarakat, pujian dari masyarakat sebagai orang yang setia kepada Tuhan. tradisi Sekalipun seseorang mendapat kemajuan, secara materi setelah mengadakan Barazanji, itu adalah upaya Setan untuk memperkuat pandangannya bahwa Barazanji dapat membawa berkah. tidak dapat dipahami sepenuhnya apabila lepas dari lingkungan budaya yang menghasilkan karya sastra itu sendiri. 6 2. Karya sastra dianggap otonom, dalam arti karya sastra mempunyai struktur yang tidak bergantung pada latar belakang sejarah atau sejarah asal usulnya. terlepas dari kepribadian pencipta, maksud dan maknanya, apapun latar belakang sosialnya, serta dampak yang ditimbulkan terhadap penonton atau pembacanya. Namun karya sastra Al-Barazanji tidak lepas dari konteks sosial dan budaya yang melingkupinya, sehingga pengaruhnya terhadap pembacanya tidak dapat dihindari.

Nilai Sosial

Nilai Pendidikan Karakter

Proses Pelaksanaan Tradisi Barazanji Di Desa Sungsang II Tradisi secara etimologi adalah kata yang mengacu pada adat

Kitab Barazanji diletakkan di hadapan imam diikuti dengan nare' barazanji (makanan barazanji). Imam dimulakan dengan membaca Surah al-Fatiha dan diteruskan dengan membaca bait pertama Barazanji. Imam 13.

Pendapat Masyarakat Bugis Tentang Tradisi Barazanji

Kecil kemungkinannya budaya barazanji yang ada pada masyarakat Bugis Sungsang II akan luntur menjadi budaya dan keseharian masyarakat khususnya masyarakat Bugis Desa Sungsang II. Adat istiadat suku Bugis Sungsang II dalam mengamalkan tradisi membaca Barazanji sudah mengakar kuat.

Pola Pemertahanan Tradisi Pada Masyarakat Bugis 1. Masa Kelahiran

Pernikahan

Pembacaan Barazanji ini telah dilakukan sejak zaman nenek moyang atau nenek moyang, maka masih perlu dilakukan. Ritual ini telah dilakukan sejak sekian lama, maka Barzanji sangat popular di kalangan masyarakat Bugis dan wajar dilaksanakan sebagai fungsi berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dan bermunajat kepada Allah SWT.

Naik Haji

Khataman Al-Qur’an

Kota Palembang merupakan kota yang fokus pada perdagangan dan kewirausahaan serta mengandung nilai-nilai Islam. Kondisi masyarakat kota palembang sangat kental dengan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas masyarakat kota palembang dan dapat dilihat pada tradisi ziarah kubro.

Historis Tradisi Ziarah Kubro

Oleh karena itu, masyarakat kampung arab di kota palembang melakukan tradisi ziarah kubro untuk menghormati dan mendoakan para ulama tersebut. Ziarah kubro ini merupakan tradisi masyarakat kota palembang untuk berziarah ke makam para ulama dan pendiri Kesultanan palembang Darussalam seminggu sebelum bulan Ramadhan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Ziarah Kubro Berdasarkan perspektif hierarkhi nilai Max Scheler

Namun, sebenarnya nilai kenikmatan yang terdapat dalam tradisi ziarah Kubro sangatlah kecil. Namun dalam tradisi ziarah Kubro, lebih ditekankan pada nilai-nilai spiritual atau keagamaan.

Deskripsi Tradisi Khatam Al-Qur’an

Tradisi Khatam Al-Qur'an menyebar ke wilayah Indonesia termasuk palembang yang merupakan suatu proses difusi atau difusi budaya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tradisi khatam al-Qur'an pada pernikahan Bugis di Palembang merupakan hasil penyebaran budaya masyarakat Bugis di Palembang.

Sejarah Dan Perkembangan Tradisi Khatam Al-Qur’an Pada Pernikahan Suku Bugis Di Palembang

Tradisi khatam al-Qur'an pada pernikahan Bugis sudah ada sejak lama dan berkembang hingga saat ini. Perkembangan tradisi khatam al-Quran dalam pernikahan Bugis di Palembang mengalami perkembangan yang pesat.

Proses Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an Suku Bugis Di Palembang

Upacara khatam al-Qur'an biasanya dilakukan pada malam sebelum perayaan pernikahan atau malam sebelum akad nikah dilangsungkan. Makna Simbol Tradisi Khatam Al-Qur'an Dalam Pernikahan Suku Bugis Di Palembang.

Makna Simbol Yang Terkandung Dalam Tradisi Khatam Al-Qur’an Pada Pernikahan Suku Bugis Di Palembang

Arti simbol persiapan pelaksanaan tradisi khatam al-Qur'an pada pernikahan suku bugis palembang adalah kayu manis. Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi Khatam Al-Qur'an dalam pernikahan Bugis di Palembang.

Nilai-nilai Islam Yang Terkandung Dalam Tradisi Khatam Al-Qur’an Pada Pernikahan Suku Bugis Di Palembang

  • Nilai Aqidah
  • Nilai Ibadah
  • Nilai Akhlaq
  • Nilai Budaya
  • Nilai Shodaqoh
  • Nilai Syukur

Tradisi khatam Al-Qur'an merupakan pernikahan Bugis yang merupakan warisan nenek moyang terdahulu yang masih diamalkan dan dilestarikan hingga saat ini. Tradisi khatam Al-Qur'an berasal dari nenek moyang suku Bugis Sulawesi Selatan.

Sejarah Tradisi Megengan

Bulan Ramadhan merupakan bulan puncak dimana sebelum memasuki bulan Ramadhan kita akan melalui beberapa tahapan pada bulan sebelumnya dan kita kembali fitri setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadhan. Dan hadirnya megengan ini menjadi salah satu momen mengenang kita akan berpuasa selama sebulan.

Proses Tradisi Megengan

Maksud Dan Tujuan Tradisi Megengan

Di dalamnya terkandung nilai-nilai yang sungguh luar biasa, seperti bagaimana menjalin hubungan yang baik antara sesama umat, saling menghormati dan selalu menjaga kerukunan dengan sesama umat Islam atau agama lain. Menurut Bapak Haji Mushollin, Kepala Adat Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang mengatakan, tujuan dari diadakannya tradisi megengan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Hubungan Islam Dengan Budaya Lokal

Salah satu tempat tinggal tertua warga etnis Arab adalah desa Al-Munawar, tepatnya di 13 Ulu Palembang. Padahal, hal tersebut merupakan wujud kearifan lokal masyarakat asal Arab untuk mempertahankan eksistensinya sebagai kelompok minoritas di masyarakat.

Gambaran Tentang Kampung Arab al-Munawar

Rumpak-Rumpakan (Tradisi Sanjo Masyarakat Arab-Kuto Palembang)

Rumah yang ada di Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang berbentuk rumah piramida, gudang dan indie. 74 https://jogjainside.com/menengok-tradisi-rumpak-rumpakan-di-kampung-arab-palembang (diakses 5 Desember 2019 pukul 10:36).

Sejarah Tradisi Selametan Tolak Belek

Kemudian jika sudah ada kesepakatan, maka dilanjutkan dengan bersedekah dengan menyiapkan masakan khusus berupa kelipatan nasi pohon, kelipatan telur ayam, ayam kampung jantan dan betina, serta air yang dipercaya dapat menyembuhkan seseorang. itu diaduk oleh roh.77 .

Proses Tradisi Selamatan Tolak Belek

Fungsi

Selain tujuan tersebut, tradisi penebusan Tolak Belek juga memiliki fungsi yang dapat memberikan dampak positif baik bagi individu maupun masyarakat di Desa Pulau Harapan. Nilai-Nilai Budaya Islami di Selamatan Tolak Tradisi Belek Sistem nilai budayanya berada pada tingkatan tertinggi dan.

Nilai-Nilai Budaya Islam Dalam Tradisi Selamatan Tolak Belek Sistem nilai budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan

88 Ani Rostiyati, Tipologi Rumah Adat di Kampng Wana Lampung Timur, Jurnal Pusat Pelestarian Nilai Budaya Bandung, Vol. Rumah adat Melayu pada dasarnya dibangun di atas panggung dan terbuat dari kayu sebagai bahan utamanya.

Buka Bumi

Ada tiga fase dalam siklus hidup membangun rumah yang harus dilakukan oleh masyarakat Palembang. Selain itu juga dapat menciptakan suasana homey pada rumah yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga.

Selametan Rumah Baru

98 Rosyadi, Tradisi Membangun Rumah Dalam Kajian Kearifan Lokal (Studi Kasus Masyarakat Adat Kampung Dukuh), Majalah Patanjala Vol. Rosyadi, Tradisi Membangun Rumah Dalam Kajian Kearifan Lokal (Studi Kasus Masyarakat Adat Kampung Dukuh), Jurnal Patanjala Vol.

Sejarah dan Proses Tradisi Ngobeng dan Ngidang

Salah satu perbincangan yang kami bangkitkan ialah mengenai tradisi Ngobeng dan Ngidang di bandar Palembang. Oleh kerana tradisi ini unik, terdapat banyak unsur budaya dalam Tradisi Ngobeng dan Ngidang 101 ini.

Maksud dan Tujuan Tradisi Ngobeng dan Ngidang

Dapat penulis simpulkan bahwa tradisi Ngobeng dan Ngidang di palembang merupakan tradisi yang perlu kita pertahankan kembali karena tradisi ini sangat kental dalam budaya Islam Malaysia. Dan tradisi ini mengajarkan kita untuk saling menghargai, bekerjasama dan saling memahami dalam budaya tradisi Ngobeng dan Ngidang.

Budaya Adat dan Tradisi

Mengenal Tentang Adat Dan Tradisi

Adat istiadat adalah suatu bentuk peraturan yang dibentuk oleh kelompok-kelompok masyarakat pada masa lampau, sejak awal berdirinya masyarakat, karena adat istiadat merupakan alat dari sistem sosial. Tradisi dalam pengertian umum adalah suatu kegiatan yang bersifat ritual yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat zaman dahulu atau tertinggal, maka dari itu dinamakan masyarakat tradisional yang berarti sekelompok masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai sosial adat dan tradisi masyarakat. nenek moyang mereka.

Islam dan Budaya Lokal

Tradisi Nariyahan

Nawawi yang mendapat amalannya dari gurunya yaitu Mbah Maulani, Kyai Fatoni, Kyai Ahmad, Kyai Ahmad Basyir dan Kyai Sholeh Hasan yang mendapat ijazahnya dari Kyai Mahruz Ali Lirboyo kemudian mengamalkannya di Pondok Pesantren Darul Ulumissyar'iyyah dan menjadi kegiatan wajib. setiap Jumat malam.

Adapun pelaksanaanya terbagi dalam tiga tahap

Di PON-PES Darul Ulumissyar'iyyah sholawat nariyah ini dilakukan seminggu sekali, yaitu pada malam jumaat dengan membaca sholawat Nariyah sebanyak 4,444 kali. Biasanya budaya tempatan diusahakan dengan agama yang ada, terdapat banyak budaya tempatan di setiap wilayah di Indonesia, salah satunya di kota Palembang.

SEJARAH PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG

Ada banyak sekali tradisi pernikahan di palembang, mulai dari pemilihan calon pengantin hingga hari pernikahan, biasanya tradisi tersebut dilakukan hingga akhir acara.

TAHAPAN TRADISI PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG

  • MEMILIH CALON
  • MADIK
  • TUNANGAN
  • BERASAN
  • MUTUSKEN KATO
  • BELANJA DAN PERSIAPAN
  • PERSIAPAN MENJELANG AKAD NIKAH
  • PERNIKAHAN

Ketika Islam masuk sekitar abad ke-13, tradisi ruwahan yang ada pada masa Hindu-Buddha perlahan-lahan berakulturasi dengan nilai-nilai Islam. Nilai Menghormati Leluhur Selain memiliki nilai ketuhanan yang kuat, tradisi ruwahan ini juga bertujuan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal.

Ziarah atau menabur bunga di pusara leluhur

Nilai-nilai ketuhanan juga terdapat pada makanan yang dihidangkan pada saat tradisi ruwahan, antara lain: celipungan,ragit, hikmah yang mengingatkan kita untuk selalu mengingat kesalahan yang kita perbuat kepada orang tua dan nenek moyang kita, sehingga jadilah orang yang selalu menghargai diri sendiri dan selalu ingin meningkatkan. Keharmonisan alam dan manusia Selain hal di atas, ruwahan juga mempunyai makna yang menekankan pentingnya keharmonisan alam dan manusia, yang antara lain diwujudkan dalam pelaksanaan ritual dan makanan yang dihidangkan.

Bersih-bersih Sungai

Tradisi Ruwahan yang dilakukan masyarakat Melayu Palembang tidak lepas dari peran para pelaku (pengusaha tradisi) yang mengajak masyarakat lain untuk turut serta. Jika melihat tradisi ruwahan yang dilakukan masyarakat Melayu di Palembang, teori konstruksi sosial mempunyai tiga konsep penting sebagai penunjuk.

TRADISI SEDULANG SETUDUNG

Karena hal ini juga berguna untuk tidak membebani setiap kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan masing-masing dengan isi tersebut, inilah yang disebut dengan sedekah kolektif dalam tradisi Sedulang Setudung. Khusus pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, acara Sedulang Setudung diadakan setelah salat Idul Fitri.

ISLAM DAN BUDAYA LOKAL DI OI, OKI, OKU DAN OKUT

Pembahasan

Dalam pernikahan suku Komering terdapat tradisi tari Sada-sabay yang menjadi ciri khas pernikahan suku Komering karena tarian ini hanya dibawakan oleh suku Komering. Menurut Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten OKU Timur131, tari Sada-sabay ditampilkan pada semua jenis perkawinan masyarakat suku Komering, kecuali jenis perkawinan Sibambangan (kawin lari).

Penutup

Setiap laki-laki yang menikah pada masyarakat Kayu Agung biasanya akan diberi gelar/jejuluk. Masuknya tradisi Midang ke dalam masyarakat Kayu Agung Ketika ada suku baru yang masuk ke suatu daerah, maka semuanya.

Masuknya Tradisi Midang Pada Masyarakat Kayu Agung Ketika suatu etnis baru masuk ke suatu daerah maka segala

Tradisi Midang

Midang merupakan salah satu syarat perkawinan dalam adat istiadat masyarakat Morgesiwe Kecamatan Kayu Agung Kabupaten OganKomering Ilir. Adat perkawinan ini disebut Mabang Handak oleh masyarakat. Jadi upacara adat ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang mampu secara ekonomi. Dalam menjalankan tradisi ini, para bujangan dan gadis dari pihak keluarga menuntun kedua mempelai berjalan kaki mengelilingi Morge Siwe (Kayu Agung) dengan mengenakan pakaian adat yang diiringi musik tanjidor. 138.

Ritual- ritual Pada Adat Midang

  • Tahapan Sebelum Menikah
  • Tahapan Pelaksanaan Perkawinan
  • Tahapan setelah perkawinan a. Upacara Adat Anan Tuwui
  • Sedekah Betegak Rumah
  • Udar dan Pembacaan Ratib
  • Proses Tradisi Udar dan Maknanya

Dikutip dari http://bayunoviando.blogspot.com/2012/11/hiring-hiring-kultur-sastra- Lisan.html pada 13 Desember 2019. Dikutip dari http://bayunoviando.blogspot.com/2012/11/hiring - Hiring-kultur-sastra-lisan.html Edi Sedyawati, Kedudukan Tradisi Lisan dalam Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (warta ATL/ Maret 1996), hal.

Profil Desa Lunggaian Kecamatan Lubuk Batang Kabutapaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatra Selatan

Meski Indonesia bebas memeluk agama yang dianutnya, namun 99% penduduk Desa Lunggaian menganut enam agama Islam tersebut. Tanaman karet dan kelapa sawit sebagian dimiliki oleh negara dan swasta, dan sekitar 50% penduduk Desa Lunggaian memiliki tanaman tersebut.

Tradisi Perkawinan Suku Ogan

Persiapan Pelaksanaan Pengadangan

Dan terkadang calon pengantin paham dan tidak memperumit masalah, yang penting calon pengantin pria menyetujui upacara calon pengantin. Dalam upacara ini seluruh peserta berada pada posisinya masing-masing di sepanjang jalan menuju rumah mempelai wanita dengan dipimpin oleh pejabat adat, dan para peserta bersiap menunggu pengiring mempelai pria dan menyampaikan keinginan yang telah diatur sebelumnya.

Proses Pengadangan

Menurut Ibu Evi, proses Pengadangan terdiri dari prosesi yaitu calon mempelai wanita dan rombongan berjalan menuju rumah mempelai wanita dan diiringi dengan terbang. Penyergapan dilakukan dengan cara menghalangi pihak laki-laki dengan selendang dan memenuhi syarat pembatas agar calon pengantin dan rombongan dapat mengadakan akad nikah, yaitu perjanjian sah bagi calon pengantin untuk menjadi isterinya.

Pernikahan

Selain itu nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam pernikahan 7 hari di desa Pedamaran saat resepsi di kediaman calon pengantin yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebelum masuk ke inti peristiwa. Serta diiringi warga dan keluarga kedua mempelai dengan menggunakan alat musik Tanjidur.186.

Syarofal Anam Sebagai Pengiring Arak-Arakan

Bagi masyarakat muslim di Palemang, kesenian Anam sharofal merupakan salah satu jenis kesenian yang mempunyai semangat keislaman. Baru setelah kemerdekaan dan setelah pemerintahan Indonesia mulai stabil, nama kesenian Berdikir diubah menjadi kesenian Syarofal Anam.

ISLAM DAN BUDAYA LOKAL DI PAGAR ALAM, EMPAT LAWANG, LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM

DAN MUSI BANYUASIN

Referensi

Dokumen terkait