• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF MUHAMMAD FAJAR RAMADHAN 10572 02858 10 - Unismuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF MUHAMMAD FAJAR RAMADHAN 10572 02858 10 - Unismuh"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

PT Bank Sulselbar Cabang Gowa tetap memberikan kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) untuk menghindari risiko kredit bermasalah dan kredit macet. Hal ini pula yang menjadi dasar penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Pemberian Kredit Konsumtif PNS PT Bank Sulselbar Cabang Gowa.

Rumusan Masalah

Secara umum jenis-jenis kredit yang dikeluarkan oleh bank dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: Pengumpulan data terkait permohonan kredit yang diajukan nasabah, baik data internal maupun eksternal.

Tinjauan dan Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Bank

Verryn Stuart yang dikutip oleh Martono (2002:20) bahwa : Bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang tujuannya memberikan kredit yang baik dengan menggunakan alat pembayarannya sendiri dengan uang yang diterimanya. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 : Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan pokoknya memberikan pinjaman dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

Jenis-Jenis Bank

Bank swasta milik nasional juga mencakup bank yang dimiliki oleh badan usaha yang berbentuk koperasi. Bank milik asing, Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing, yang jelas kepemilikannya juga dipegang oleh pihak asing.

Pengertian Kredit

Sedangkan menurut Hasibuan (2007:87), pengertian kredit yang lebih jelas adalah sebagai berikut: “Kredit adalah pemberian uang atau tagihan untuk dikembalikan oleh peminjam dengan bunga sesuai kontrak yang disepakati.” Mencari keuntungan yaitu bank yang melalui kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dengan tujuan memperoleh hasil peminjaman berupa bunga, yang diterima bank sebagai imbalannya. jasa.

Unsur-Unsur dan Jenis-Jenis Kredit

Perjanjian selain unsur kepercayaan dalam perkreditan juga mengandung unsur persetujuan, hal ini tertuang dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya, perjanjian kredit ini dituangkan dalam suatu perjanjian kredit yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu pihak bank dan pihak bank. nasabah dengan disaksikan oleh Notaris.

Pengertian Kredit Macet

Analisis Kredit

Beberapa jenis risiko di atas yang sering menimbulkan masalah adalah kredit yang tidak dapat diselesaikan dengan baik. Penolakan Permohonan Kredit: penolakan dilakukan apabila menurut pendapat Bank, permohonan kredit secara teknis tidak memenuhi persyaratan. Dan apakah opsi pembayaran tersebut sesuai dengan jadwal pelunasan kredit yang diberikan.

Selain prinsip-prinsip di atas, beberapa prinsip lain terkait pemberian kredit kepada debitur yang perlu diketahui oleh bank adalah sebagai berikut. Begitu pula dengan kredit yang ditolak, harus dikirimkan surat penolakan sesuai dengan alasannya masing-masing. Tidak mengembalikan kredit yang diberikan suatu bank berarti secara langsung mengancam kelangsungan hidup bank tersebut.

Sedangkan dana kredit yang diberikan bank sebagian berasal dari tabungan pemerintah (tabungan, giro, deposito) yang merupakan biaya bagi bank itu sendiri.

Gambar 1.1 Kerangka Pikir
Gambar 1.1 Kerangka Pikir

Pengertian dan Jenis-Jenis Resiko

Pengertian Pegawai Negri Sipil

  • Kerangka Pikir

Hipotesis

Prosedur peminjaman mencakup syarat, ketentuan atau petunjuk tindakan yang harus dilakukan sejak permohonan klien diajukan hingga pembayaran kembali pinjaman yang diberikan oleh Bank. Permintaan lainnya mengenai perubahan syarat-syarat fasilitas kredit yang sedang berjalan, antara lain penukaran agunan, perubahan/penundaan rencana angsuran, dan lain-lain. Untuk memudahkan Bank memperoleh data-data yang diperlukan, Bank menggunakan Daftar Permohonan Kredit yang harus dilengkapi oleh nasabah, neraca, daftar laba/rugi.

Pencairan fasilitas kredit adalah setiap transaksi dengan menggunakan kredit yang telah disetujui oleh Bank dan Perjanjian Kredit sebagai perjanjian utamanya dan jaminannya wajib berupa barang bergerak atau benda tidak bergerak. Pembayaran merupakan ukuran bagaimana nasabah mengembalikan pinjaman yang telah diterima atau dari sumber dana mana untuk melunasi pinjaman yang telah diterima. Jaminan kredit yang diberikan dalam bentuk surat atau sertifikat penilaian jaminan kredit harus diambil dengan hati-hati untuk menghindari perselisihan palsu dan sebagainya, biasanya setiap jaminan dikaitkan dengan asuransi tertentu.

Sebab, pendapatan utama bank berasal dari bunga yang dikenakan atas pinjaman yang diberikannya.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Bank Sulselbar Cabang Gowa melakukan negosiasi dengan debitur untuk mengembangkan struktur dan jenis kredit sesuai dengan batas kewenangannya. Proyeksi arus kas harus memantau arus kas untuk jenis-jenis kredit yang menurut sifatnya telah habis (seperti kredit konstruksi, kredit musiman, kredit investasi dan kredit lainnya yang bersifat transaksional atau diangsur dalam jangka waktu tertentu). Proyeksi sehingga dapat disusun jadwal jangka waktu pelunasannya. Cedera Janji adalah tidak terpenuhinya kewajiban nasabah mengenai pelunasan kredit (pokok) yang diterima beserta bunga yang telah disepakati dan disepakati bersama.

Kemudian, jika benar dan tepat, bank mencoba menghitung apakah jumlah pinjaman yang diminta relevan dengan kemampuan membayar nasabah. Dalam setiap pemberian pinjaman, diperlukan pertimbangan dan kehati-hatian agar kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam pemberian kredit benar-benar terwujud sehingga pinjaman yang diberikan mencapai tujuannya dan pinjaman dijamin akan dikembalikan tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian. . Bank Sulselbar Cabang Gowa menggunakan analisis kredit 5C (Karakter, Kapasitas, Permodalan, Agunan dan Kondisi Keuangan), analisis 7P (Personality, Party, Proposition, Prospect, Payment, Profitability dan Protection), Analisis 3R (Return, Pelunasan dan Kemampuan Transfer Resiko). ).

Pemilik dan pemegang saham mayoritas bank swasta dan pejabat pemerintah (bagi bank BUMN) memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada pengurus bank untuk mengambil keputusan secara profesional dan independen mengenai kebijakan perkreditan sesuai intuisi bisnisnya, sehingga keputusan mengenai simpanan kredit benar-benar berjalan dengan baik. analisis kelayakan. dan evaluasi.kecukupan kredit sesuai dengan standar pengelolaan bank.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Sejarah Singkat Perusahaan

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara yang berkantor pusat di Makassar, berdasarkan akta notaris Raden Kadirman di Jakarta nomor 95 tanggal 23 Januari 1961, PT. Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Tingkat 1 Sulawesi Tenggara Nomor 2 Tahun 1964, namanya diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Tingkat 1 Sulawesi Tenggara, berdasarkan status bank milik pemerintah daerah PERDA Nomor 2 Tahun 1964 untuk kali pertama dilakukan perubahan PERDA Nomor 2 Tahun 1976 yang mengubah nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan. Hal ini disebabkan adanya pemekaran Provinsi Daerah Tingkat 1 Sulawesi Selatan dari Provinsi Daerah Tingkat 1 Sultra.

Berdasarkan PERDA Nomor 1 Tahun 1993 terjadi perubahan modal dasar menjadi Rp, kemudian dilakukan perubahan modal dasar menjadi PERDA Nomor 8 Tahun 1999. Selanjutnya sehubungan dengan perubahan status dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas perusahaan, telah diterbitkan PERDA Nomor 13 Tahun 2003 tanggal 20 Agustus tentang perubahan bentuk perusahaan. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan Nomor 1655/2005.

Bank Sulselbar sejalan dengan rencana memasukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai pemegang saham terbesar bank pembangunan daerah tersebut.

Visi dan Misi Perusahaan

Struktur Organisasi

Untuk mengetahui lebih detail mengenai struktur organisasi dapat dilihat pada file terlampir untuk struktur organisasi PT BANK SULSELBAR CABANG GOWA.

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang

Memastikan tercapainya tujuan tingkat layanan, waktu layanan dan operasional ATM melalui pengelolaan bagian layanan yang optimal sejalan dengan strategi cabang untuk mendukung pencapaian tujuan indeks layanan pelanggan ritel berdasarkan anggaran dan rencana kerja cabang. Persetujuan permohonan pinjaman adalah keputusan Bank untuk mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan pinjaman dari calon debitur. Dengan analisis kredit ini, kemungkinan terjadinya gagal bayar oleh calon debitur dapat dicegah sejak dini.

Wawancara ini dilakukan sesantai mungkin agar diperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan Bank yang diharapkan. Dalam melakukan pemeriksaan di lapangan tidak diberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada calon debitur agar apa yang terpantau di lapangan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Tujuan penyelidikan lapangan adalah untuk memastikan bahwa objek yang didanai benar-benar ada dan sesuai dengan yang tercantum dalam proposal.

Pencairan atau penarikan uang dari rekening dapat dianggap sebagai realisasi persetujuan kredit tergantung tujuan pemberian kredit.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Prosedur Umum Perkreditan

Suatu permohonan kredit dinyatakan lengkap apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk pengajuan permohonan sesuai jenis kreditnya. Mempersiapkan analisa seluruh aspek, baik finansial maupun non finansial, untuk mengetahui apakah suatu permohonan kredit dapat dipertimbangkan atau tidak. Karakter (penilaian karakter); dimaksudkan untuk mengetahui kejujuran dan itikad baik calon debitur dalam melunasi atau mengembalikan pinjamannya, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi bank di kemudian hari.

Kapasitas (penilaian bakat); Bank harus menyelidiki keahlian calon debitur dalam bidang usahanya dan kemampuan manajemennya, agar bank yakin bahwa usaha yang akan dibiayainya dikelola oleh orang-orang yang tepat, sehingga calon debitur mampu melunasi utangnya. pinjaman dalam jangka waktu tertentu. waktu. Modal (penilaian ekuitas); Bank harus melakukan analisis yang komprehensif terhadap keadaan keuangannya sehubungan dengan masa lalu dan masa depan, sehingga dapat menentukan kapasitas modal calon debitur dalam mendukung pembiayaan proyek atau usaha calon debitur yang bersangkutan. Asuransi (penilaian asuransi); Untuk menutupi pembayaran kredit macet, calon peminjam pada umumnya perlu memberikan agunan berupa agunan yang berkualitas tinggi dan mudah dibayar, minimal sama nilainya dengan jumlah kredit atau pembiayaan yang telah diberikan.

Keadaan Perekonomian (evaluasi prospek usaha nasabah debitur); Bank harus menganalisis kondisi pasar di dalam dan luar negeri, baik yang lalu maupun yang akan datang, sehingga dapat diketahui pemasaran hasil proyek atau usaha calon debitur yang dibiayai oleh Bank di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan fasilitas kredit dari suatu bank, langkah pertama yang dilakukan pemohon kredit adalah mengajukan permohonan kredit secara tertulis dalam sebuah proposal. Sebelum kredit dikucurkan, calon debitur terlebih dahulu harus menandatangani perjanjian kredit kemudian mengaitkan jaminan kredit dengan hak tanggungan atau fidusia, tergantung jenis jaminan yang dijamin.

Analis Kredit

Penggunaan 5C Dalam Analisis Pemberian Kredit Untuk Mengurangi

Bagaimana pemohon akan melunasi kreditnya, artinya perlu dijelaskan secara rinci bagaimana nasabah dapat melunasi kreditnya, baik dari hasil penjualan atau dengan cara lain. Setelah mengajukan proposal dan dokumen, tahap selanjutnya adalah memeriksa dokumen yang diserahkan oleh pemohon pinjaman. Setelah mendapat keyakinan akan keabsahan dokumen berdasarkan hasil survei dan wawancara, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang menjadi subjek kredit.

Hasil pemeriksaan lapangan dibandingkan dengan dokumen yang ada serta hasil wawancara pertama dan kedua. Wawancara kedua ini merupakan kegiatan pembetulan berkas apabila ada kekurangan dalam kunjungan lapangan. Catatan dalam lamaran dan wawancara pertama diperiksa dengan catatan selama kunjungan lapangan untuk melihat apakah cocok dan mengandung kebenaran.

Setelah melewati berbagai evaluasi mulai dari kelengkapan dokumen, keabsahan dan keaslian dokumen serta evaluasi yang mencakup seluruh aspek kajian nilai kredit, maka langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan peminjaman.

Analisis Pemberian Kredit Konsumtif

Pencairan kredit dilakukan setelah penandatanganan dokumen persyaratan dengan membuka rekening giro atau tabungan di PT. Pencairan dana kredit tergantung kesepakatan bank dengan calon debitur, biasanya sekaligus atau bertahap. Bank Sulselbar Cabang Gowa dalam bentuk kredit konsumer ditunjukkan pada tabel berikut.

Manajemen bank memberikan tenggang waktu penilaian kelayakan kredit yang sesuai agar penerapan analisis penilaian kredit dapat berjalan maksimal.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Diketahui dua orang pekerja dengan gaji permulaan Rp 1.600.000,- Setiap tahun pekerja pertama mendapat kenaikan gaji sebesar Rp 10.000,- sedangkan pekerja kedua mendapat kenaikan

1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang

15 Pengawasan yang diberikan membantu saya dalam pekerjaan 16 Merasa kurang puas dengan. tunjangan yang saya dapatkan 17 Saya mendapat

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2021 tentang Teknis Pemberian Gaji dan Tunjangan Pegawai Pemerintah dengan

Tunjangan kerja bagi Pegawai Negeri dan Penjabat Negara telah mendapat. perbaikan sebagaimana terakhir ditetapkan dengan Peraturan

imbalan kepada bukan pegawai, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan

1) Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang

Menurut Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016, PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama