• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KOTA ... - Mataram

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KOTA ... - Mataram"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

INSPEKTORAT KOTA MATARAM 2016-2021

INSPEKTORAT KOTA MATARAM

2020

(2)

B A B I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan strategik merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategik, sehingga dengan pendekatan perencanaan strategik yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah dapat lebih menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerjanya.

Terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa, profesional dan bertanggungjawab yang diwujudkan dengan sosok dan perilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat merupakan sasaran dari penyelenggaraan Rencana Strategis tahun 2016-2021 Inspektorat Kota Mataram.

Program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara merupakan salah satu program dari Kementerian Negara PAN yang bertujuan menyempurnakan dan mengefektifkan sistem pengawasan dan audit, serta system akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (sistem AKIP) dalam mewujudkan aparatur yang bersih. Sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya sistem pengawasan dan audit, serta system akuntabilitas kinerja yang efektif dan akuntabel di lingkungan aparatur negara.

Peningkatan pengawasan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan intensitas dan kualitas pelaksanaan pengawasan, menata dan menyempurnakan kebijakan sistem struktur kelembagaan dan prosedur pengawasan yang independen, efektif, efisien, transparan dan terukur.

Menindaklanjuti temuan pengawasan, meningkatkan koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif (aparat pengawasan instansi pemerintah, sistem pengendalian manajemen); mengembangkan penerapan

(3)

pengawasan berbasis kinerja, dan mengembangkan profesionalitas tenaga pemeriksa; mengembangkan dan meningkatkan sistem informasi Aparat Pengawas Fungsional Pemerintah (APFP) dan perbaikan kualitas informasi hasil pengawasan, kode etik dan standar audit, melakukan evaluasi berkala atas kinerja dan temuan hasil pengawasan dan meningkatkan koordinasi antar aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan hasil pengawasan baik internal maupun eksternal.

Uraian yang telah disebutkan di atas merupakan salah satu pelaksanaan dari fungsi manajemen yaitu pengawasan. Pengertian pengawasan tersebut perlu ditanamkan kepada setiap pejabat pemerintah dan masyarakat untuk menjamin terlaksananya perencanaan suatu kegiatan yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Setiap pejabat pemerintahdan masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam mewujudkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Penyusunan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021 merupakan pemenuhan kebutuhan aspek perencanaan kebijakan pelaksanaan tugas dalam kurun waktu 5 tahun ke depan dimana dalam rangka mensinergiskan dan menselaraskan kebijakan Walikota Mataram terpilih yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2016-2021 yang merupakan instrumen untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja kepala perangkat daerah selama 5 (lima) tahun.

Inspektorat sebagai salah satu Perangkat Daerah wajib membuat Rencana strategis (Renstra) Inspektorat Kota Mataram 2016-2021 dalam rangka menuangkan program dan kegiatan dalam rangka menunjang implementasi kebijakan dengan menselaraskan sasaran strategisnya khususnya aspek pengawasan pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam misi ke-5 (lima) Pemerintah Kota Mataram yaitu Meningkatkan keandalan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Governance).

(4)

Paradigma Inspektorat saat ini adalah sebagai sebagai Catalyst dengan menjalankan fungsi Quality Assurance atau penjamin mutu, dan Consulting Partner atau sebagai konsultan dengan menjalankan fungsi Early Warning System atau sebagai peringatan dini sebelum dilakukan pemeriksaan oleh eksternal. Dengan perubahan paradigma, yang tadinya sebagai pemeriksa (Watchdog) saat ini Inspektorat lebih ditekankan melakukan pembinaan kepada seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Hal tersebut sangat perlu dilakukan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

Dalam melaksanakan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inspektorat berkoordinasi dan berkonsultasi baik dengan Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat, selaku unsur pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah tingkat provinsi maupun BPKP Perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Di era reformasi sekarang ini peranan Inspektorat selaku pengawas internal pemerintah dituntut dapat berperan maksimal dalam tugas pokok dan fungsinya, untuk menjawab semua itu diperlukan suatu perencanaan strategis Inspektorat yang diharapkan dapat memberikan arah peningkatan kinerja dalam lima tahun kedepan (2016-2021). Perubahan Renstra Inspektorat ini disusun untuk menjadi acuan pokok penyusunan Rencana Kerja Tahunan Inspektorat, Dokumen Pelaksanaan Anggaran, Penetapan Kinerja, dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2016 sampai dengan 2021.

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunan Renstra Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016- 2021 mengacu pada peraturan perundang-undangan sebagai rujukan, yakni : 1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis

(5)

Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangungan Daerah, Tata cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

3. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 8 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Mataram Tahun 2005-2025.

4. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 15 Tahun 2016 Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram

5. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Mataram Tahun 2016-2021.

1.3 Maksud dan Tujuan 1. Maksud

Maksud Penyusunan Perubahan Renstra ini adalah tersedia dan tersusunnya dokumen perencanaan dan menyediakan tolak ukur serta alat bantu bagi unit-unit kerja yang ada pada lingkungan Inspektorat Kota Mataram secara konsukwen dan konsisten menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi.

2. Tujuan

a. Sedangkan tujuan penyusunan adalah tersedianya suatu dokumen strategik dan komprehensif;

(6)

b. Untuk lebih memantapkan terselengaranya kegiatan dalam mendukung suksesnya pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD;

c. Sebagai pedoman/acuan perencanaan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan daerah dibidang perencanaan pembangunan;

d. Memudahkan pemangku kebijakan dan instansi terkait dalam mengambil keputusan;

e. Merupakan komitmen bersama dalam melaksanakan program-program dan kegiatan pembangunan;

f. Merumuskan kebijakan dan program strategis guna meningkatkan kinerja pembangunanan.

1.4 Sistematika Penulisan

Perubahan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram tahun 2016 - 2021 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini berisi tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan dan sistematika penulisan.

Bab II Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah

Bab ini berisi tentang tugas, fungsi, dan struktur organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan, serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Inspektorat Kota Mataram.

Bab III Permasalahan dan Isu-Isu Strategis Perangkat Daerah

Bab ini berisi tentang identifikasi permasalahan perubahan RPJMD, identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan, telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Telaahan Renstra Kementerian/lembaga dan Renstra Provinsi, telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Penentuan Isu-isu Strategis.

Bab IV Tujuan dan Sasaran

Bab ini berisi tentang tujuan dan sasaran jangka menengah Inspektorat Kota Mataram

(7)

Bab V Strategi dan Arah Kebijakan

Bab ini berisi tentang rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Perangkat Daerah lima tahun mendatang

Bab VI Rencana Program dan Kegiatan serta Pendanaan

Bab ini berisi rencana program dan kegiatan, Indikator Kinerja Inspektorat Kota Mataram, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif

Bab VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan

Bab ini menjelaskan Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam Lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD

Bab VIII Penutup

(8)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT KOTA MATARAM

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Tugas Inspektorat

Sesuai pasal 3 Peraturan Walikota Mataram Nomor 34 Tahun 2016 tentang tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Inspektorat Kota Mataram, tugas pokok Inspektorat adalah tugas membantu Walikota membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah.

Fungsi Inspektorat

Adapun fungsi Inspektorat adalah sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

b. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

c. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Walikota;

d. Penyusunan laporan hasil pengawasan;

e. Pelaksanaan administrasi inspektorat; dan

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Inspektorat selalu berpedoman pada norma pengawasan sebagaimana diatur dalam pasal 36 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman

(9)

Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah yang menggariskan bahwa norma pengawasan adalah :

a. Obyektif, profesional, independen dan tidak mencari-cari kesalahan;

b. Terus menerus untuk memperoleh hasil yang berkesinambungan;

c. Efektif untuk menjamin adanya tindakan koreksi yang cepat dan tepat;

d. Mendidik dan dinamis.

Struktur Organisasi pada Inspektorat Kota Mataram

Struktur Organisasi Inspektorat Kota Mataram sesuai Perda Nomor 15 Tahun 2016 Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram terdapat 7 Jabatan Struktural terdiri dari 1 (satu) Jabatan Eselon IIb, 4 Jabatan Eselon IIIa, dan 2 Jabatan Eselon IVa yang dapat dilihat sebagai berikut :

1. Inspektur

Inspektur mempunyai tugas pokok memimpin Inspektorat dan membantu Walikota dalam merencanakan, mengawasi, mengendalikan, membina, mensupervisi dan mengkoordinasikan penyelenggarakan Urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pengawasan serta tugas lain sesuai kebijakan Walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Inspektur mempunyai fungsi :

a. pengkoordinasian penyiapan penyusunan kebijakan dan implementasi pengawasan;

b. pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, pengendalian dan pengawasan lainnya;

c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu/khusus;

d. pelaksanaan penegakan Integritas dan pencegahan korupsi di lingkup Pemerintah Daerah;

e. penyusunan laporan dan evaluasi hasil kinerja pengawasan;

f. pelaksanaan pembinaan urusan umum, keuangan, kepegawaian dan perencanaan di lingkup Inspektorat;

(10)

g. pelaksanaan pengembangan, koordinasi dan kerjasama dengan APIP lainnya maupun aparat pemeriksa eksternalserta instansi terkait;

h. pengkoordinasian, pelaksanaan, pengawasan, penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam bidang pemerintahan, aparatur, hukum, politik, perekonomian, pembangunan, sosial dan kesejahteraan rakyat;

i. pengkoordinasian pembinaan atas pelaksanaan pengawasan Inspektorat;

j. pengkoordinasian pelaksanaan penilaian dan pengembangan reformasi birokrasi di lingkup Pemerintah Daerah;

k. pengkoordinasian pembinaan dan pengembangan kapabilitas APIP dan Sumber Daya Manusia di Lingkup Inspektorat;

l. pengkoordinasian pelaksanaan penilaian maturitas Pemerintah Daerah;

m. pengkoordinasian pelaksanaan reviu dokumen perencanaan angggaran, laporan keuangan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

n. pengkoordinasian pelaksanaan reviu dokumen perencanaan kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

o. pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi dan penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Perangkat Daerah;

p. perumusan visi, misi dan rencana strategis serta program kerja Inspektorat;

q. pengkoordinasian Penyusunan Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas, Sakip Inspektorat;

r. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan serta pembinaan di bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

s. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah; dan

t. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Walikota.

(11)

2. Sekretariat

Sekretariat Inspektorat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok membantu inspektur dalam pembinaan dan pelayanan umum, meliputi urusan perencanaan, keuangan, evaluasi dan pelaporan serta urusan umum dan kepegawaian di lingkungan Inspektorat serta tugas lain sesuai kebijakan inspektur.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Sekretaris mempunyai fungsi :

a. Pengkoordinasian penyusunan rencana kerja dan anggaran pengawasan;

b. fasilitasi dan pengkoordiansian perumusan penyusunan program kerja pengawasan tahunan;

c. fasilitasi dan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi inspektorat;

d. perumusan perencanaan pembinaan, pengembangan pendidikan dan pelatihan SDM di lingkup Inspektorat;

e. pengkoordinasian penyelenggaraan urusan keuangan dan Perencanaan serta urusan umum dan kepegawaian;

f. pengkoordinasian penatausahaan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan hasil pengawasan;

g. fasilitasi dan pengkoordinasian penyusunan Rencana Strategis, Rencana Kerja Tahunan dan Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas dan Sakip lingkup Inspektorat;

h. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) Lingkup Inspektorat;

i. pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan Administratif kepegawaian, ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga serta keprotokolan di lingkup Inspektorat;

j. pengkoordinasian penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Prosedur Tetap (SOP) Pelaksanaan kegiatan lingkup Inspektorat;

(12)

k. pengkoordinasian perencanaan pengembangan sistem informasi manajemen Hasil Pengawasan lingkup Inspektorat;

l. pengkoordinasian, konsultasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas kesekretariatan dengan Perangkat Daerah dan/atau Instansi terkait;

m. pelaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas lingkup inspektorat; dan

n. melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan inspektur.

Sekretariat terdiri dari :

a. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dipimpin oleh seorang kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok mengendalikan dan melakukan koordinasi penyusunan perencanaan program/kegiatan dan anggaran, pengelolaan dan penatausahaan Administrasi keuangan dan pelaporan hasil pengawasan di lingkungan Inspektorat.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai fungsi :

a. fasilitasi dan pengkoordinasian Penyusunan perencanaan program, Kegiatan dan anggaran pengawasan;

b. fasilitasi dan pengkoordinasian Penyusunan RKA/DPA, DPPA, Rentra, Renja, RKT, Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas, SAKIP;

c. pelaksanaan Pengelolaan Keuangan;

d. pelaksanaan Penatausahaan Administrasi pengelolaan Keuangan;

e. penyusunan Laporan Keuangan (LRA, Calk, Neraca);

f. penyusunan Laporan Capaian Kinerja Realisasi Keuangan dan Fisik;

g. fasilitasi dan pengkoordiansian Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan;

(13)

h. fasilitasi dan pengkoordinasian penyusunan Rincian Data Obyek Tahunan dan Belanja menurut Data Obyek Potensial Tahunan;

i. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas dan fungsi inspektorat;

j. pelaksanaan penyusunan Pokok-pokok Hasil Pemeriksaan (PHP) dan hasil pemutahiran data;

k. pelaksanaan penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan (triwulan dan semesteran);

l. pelaksanaan penatausahaan hasil pengawasan;

m. penyiapan bahan Koordinasi penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Prosedur Tetap pelaksanaan kegiatan sesuai peraturan perundang-undangan;

n. penyiapkan bahan koordinasi dan konsultasi bidang perencanaan, Keuangan dan pelaporan hasil pengawasan;

o. fasilitasi penyiapan pelaksanaan penerapan dan pengembangan sistem informasi manajemen hasil pengawasan;

p. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas sub bagian; dan

q. melaksanakan Tugas lain yang diberikan oleh atasan.

b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian mempunyai tugas pokok mengendalikan dan melakukan pelayanan umum meliputi urusan surat menyurat, urusan tata usaha, kearsipan, urusan kepegawaian, urusan perlengkapan, rumah tangga, dan penataan barang milik daerah di lingkungan Inspektorat.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :

a) penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Program Kerja Sub Bagian;

(14)

b) penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga, protokol dan perlengkapan;

c) penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi penyelenggaraan administrasi kepegawaian, rumah tangga, protokol dan perlengkapan;

d) pengumpulan, pengolahan dan analisa data kepegawaian dan kebutuhan perlengkapan;

e) pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan dan pendistribusian perlengkapan inventaris kantor sesuai peraturan perundang-undangan;

f) penyusunan bahan rencana kebutuhan pegawai, pengembangan pegawai, kepangkatan, hak dan kewajiban pegawai, pembinaan pegawai serta tata usahakepegawaian;

g) pelaksanaan urusan kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, protokol, surat menyurat kearsipan, dan perpustakaan;

h) perumusan perencanaan dan pelaksanaan pembinaan, pengembangan pendidikan dan pelatihan SDM di lingkup Inspektorat;

i) pengkoordinasian pelaksanaan tugas Penyimpan dan pemegang barang inspektorat;

j) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Sub Bagian; dan

k) melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Inspektur Pembantu Wilayah I

Inspektur Pembantu Wilayah I dipimpin oleh seorang Inspektur Pembantu yang mempunyai tugas pokok membantu Inspektur dalam melaksanakan pembinaan, pengendalian, merencanakan, mengatur, supervisi dan mengkoordinasikan atas penyelenggaran urusan pemerintahan di bidang pengawasan serta melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan inspektur.

(15)

Inspektur Pembantu Wilayah I, melakukan pengawasan pada obyek sebagai berikut;

a. Sekretariat Daerah;

b. Sekretariat DPRD;

c. Dinas Perhubungan;

d. Dinas Komunikasi dan Informatika;

e. Dinas Ketahanan Pangan;

f. Dinas Pertanian;

g. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

h. Dinas Perikanan;

i. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

j. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia;

k. Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram;

l. Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela, termasuk Kelurahan yang berada dibawahnya;

m. SD/MI, SMP, di wilayah Kota Mataram;

n. Pasar di wilayah Kota Mataram; dan

o. Obyek lain yang ditugaskan oleh Inspektur.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Inspektur Pembantu Wilayah I mempunyai fungsi:

a. perumusan dan penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan Irban sesuai wilayah kerja;

b. penyiapan penyusunan bahan kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengawasan intern pemerintah daerah, pembinaan, penjaminan mutu dan konsultasi penyelenggaraan urusan pemerintahan;

c. fasilitasi dan pengkoordinasian pembinaan atas pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat dan APIP lainnya;

d. fasilitasi dan pengkoordinasian Pelaksanaan kerja sama pengawasan dengan APIP lainnya jika diperlukan;

e. pelaksanaan Analisa dan Evaluasi Hasil Pengawasan;

f. pelaksanaan Supervisi atas Kegiatan Pengawasan;

(16)

g. penyusunan laporan hasil pengawasan;

h. pelaksanaan pemantauan dan pemutakhiran data tindak hasil pengawasan;

i. pelaksanaaan dan koordinasi pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam bidang pemerintahan, aparatur, hukum dan politik;

j. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan penilaian maturitas Pemerintah Daerah;

k. penyiapan pelaksanaan peer reviu kegiatan pengawasan;

l. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan penilaian pengembangan reformasi birokrasi di lingkup Pemerintah daerah;

m. pemantauan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012- 2025 serta Peraturan Perundang- Undangan tindak lanjutnya;

n. pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan;

o. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan Reviu RKA Perangkat Daerah dan RKA PPKD;

p. perumusan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisasi di bidang pengawasan dengan APIP lainnya;

q. memberikan pertimbangan teknis terhadap hasil pengawasan sesuai wilayah kerjanya kepada atasan;

r. melakukan Pengawasan lainnya yang meliputi : 1. Sosialisasi dan Asistensi;

2. Bimbingan Teknis; dan 3. Konsultansi.

s. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di wilayahnya; dan

t. pelaksanaan tugas lain sesuai kebijakan inspektur.

4. Inspektur Pembantu Wilayah II

Inspektur Pembantu Wilayah II dipimpin oleh seorang Inspektur Pembantu yang mempunyai tugas pokok Inspektur dalam melaksanakan

(17)

pembinaan, pengendalian, merencanakan, mengatur, supervisi dan mengkoordinasikan atas penyelenggaran urusan pemerintahan di bidang pengawasan serta melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan Inspektur.

Inspektur Pembantu Wilayah II, melakukan pengawasan pada obyek sebagai berikut;

a. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;

b. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

c. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;

d. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman;

e. Dinas Sosial;

f. Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah;

g. Dinas Perdagangan;

h. Dinas Tenaga Kerja;

i. Dinas Lingkungan Hidup;

j. Satuan Polisi Pamong Praja;

k. Badan Keuangan Daerah;

l. Badan Penanggulangan Bencana Daerah;

m. Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang termasuk Kelurahan yang berada dibawahnya;

n. SD/MI, SMP, di wilayah Kota Mataram;

o. Pasar di wilayah Kota Mataram; dan

p. Obyek lain yang ditugaskan oleh Inspektur.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Inspektur Pembantu Wilayah II mempunyai fungsi:

a. perumusan dan penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan Irban sesuai wilayah kerja;

b. penyiapkan penyusunan bahan kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengawasan intern pemerintah daerah, pembinaan, penjaminan mutu dan konsultasi penyelenggaraan urusan pemerintahan;

(18)

c. fasilitasi dan pengkoordinasian pembinaan atas pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat dan APIP lainnya;

d. fasilitasi dan pengkoordinasian pelaksanaan kerja sama pengawasan dengan APIP lainnya jika diperlukan;

e. pelaksanaan Analisa dan Evaluasi Hasil Pengawasan;

f. pelaksanaan Supervisi atas Kegiatan Pengawasan;

g. penyusunan laporan hasil pengawasan;

h. pelaksanaan pemantauan dan pemutakhiran data tindak lanjut hasil pengawasan;

i. pelaksanaan dan penkoordinasian pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam bidang perekonomian dan pembangunan;

j. fasilitasi dan penkoordinasian pelaksanaan peningkatan kapabilitas APIP dan Telaah Sejawat;

k. penyiapan pelaksanaan peer reviu kegiatan pengawasan;

l. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan reviu laporan keuangan Pemerintahan Daerah dan Perangkat Daerah;

m. pelaksanaan penanganan kasus yang terindikasi korupsi dan/atau menjadi perhatian publik;

n. pelaksanaan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian kebenaran laporan pengaduan;

o. penyiapan perumusan kebijakan teknis, atas penanganan kasus dan pengaduan;

p. pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat, perorangan dan badan hukum;

q. perumusan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisasi dibidang pengawasan dengan APIP lainnya;

r. memberikan pertimbangan teknis terhadap hasil pengawasan sesuai wilayah kerjanya kepada atasan.

s. melakukan Pengawasan lainnya yang meliputi : 1. Sosialisasi dan Asistensi;

2. Bimbingan Teknis; dan 3. Konsultansi.

(19)

t. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di wilayahnya; dan

u. Pelaksanaan tugas lain sesuai kebijakan inspektur.

5. Inspektur Pembantu Wilayah III

Inspektur Pembantu Wilayah III dipimpin oleh seorang Inspektur Pembantu yang mempunyai tugas pokok membantu Inspektur dalam melaksanakan pembinaan, pengendalian, merencanakan, mengatur, supervisi dan mengkoordinasikan atas penyelenggaran urusan pemerintahan dibidang pengawasan serta melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan Inspektur.

Inspektur Pembantu Wilayah III, melakukan pengawasan pada obyek sebagai berikut;

a. Dinas Kesehatan;

b. Dinas Pendidikan;

c. Dinas Kepemudaan dan Olahraga;

d. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

e. Dinas Pariwisata;

f. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan;

g. Dinas Pemadam Kebakaran;

h. Badan Penelitian dan Pengembangan i. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram;

j. Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU);

k. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM);

l. Kecamatan Cakranegara dan Kecamatan Sandubaya termasuk Kelurahan yang berada dibawahnya;

m. SD/MI, SMP, SMA/SMK di wilayah Kota Mataram;

n. Pasar di Wilayah Kota Mataram; dan

o. Obyek lain yang ditugaskan oleh Inspektur.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Inspektur Pembantu Wilayah III mempunyai fungsi:

(20)

a. perumusan dan penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan Irban sesuai wilayah kerja;

b. penyiapkan penyusunan bahan kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengawasan intern pemerintah daerah, pembinaan, penjaminan mutu dan konsultasi penyelenggaraan urusan pemerintahaan.

c. fasilitasi dan pengkoordinasian pembinaan atas pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat dan APIP lainnya;

d. fasilitasi dan pengkoordinasian pelaksanaan kerja sama pengawasan dengan APIP lainnya jika diperlukan;

e. pelaksanaan Analisa dan Evaluasi Hasil Pengawasan;

f. pelaksanaan Supervisi atas Kegiatan Pengawasan;

g. penyusunan laporan hasil pengawasan;

h. pelaksanaan pemantauan dan pemutakhiran data tindak lanjut hasil pengawasan;

i. fasilitasi dan pengkoordinasian pengawasan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam bidang sosial dan kesejahteraan rakyat;

j. fasilitasi dan pengkoordinasianatas pelaksanaan reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

k. (SAKIP);

l. penyiapan pelaksanaan veer reviu kegiatan pengawasan;

m. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan evaluasi penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Perangkat Daerah;

n. fasilitasi dan pengkoordinasian atas pelaksanaan peningkatan kapabilitas APIP/peningkatan level Inspektorat;

o. pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu;

p. perumusan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisasi di bidang pengawasan dengan APIP lainnya;

q. pelaksanaan penegakan integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah;

(21)

r. memberikan pertimbangan teknis terhadap hasil pengawasan sesuai wilayah kerjanya kepada atasan;

s. melakukan Pengawasan lainnya yang meliputi : 1. Sosialisasi dan Asistensi;

2. Bimbingan Teknis; dan 3. Konsultansi.

t. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di wilayahnya; dan

u. pelaksanaan tugas lain sesuai kebijakan Inspektur.

Selain Jabatan Struktural diatas, pada Inspektorat Kota Mataram juga terdapat jabatan fungsional. Kelompok jabatan fungsional sesuai tugas pokok dan fungsi Inspektorat terdiri dari jabatan Jabatan Fungsional Auditor (KEPMENPAN 19/1996 jo KEPMENPAN 220/M.PAN/7/2008) dan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah disebut juga Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan (PERMENPAN 15/2009).

Jabatan Fungsional Auditor (JFA) maupun Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD) merupakan jabatan karier, yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

JFA termasuk dalam rumpun jabatan akuntansi dan anggaran, sehingga tugas pokoknya meliputi kegiatan audit, evaluasi, reviu, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain di bidang keuangan. Sedangkan P2UPD termasuk dalam rumpun politik dan hubungan luar negeri yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang melakukan kegiatan perngawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan, yang meliputi pengawasan atas pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasan atas peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, pengawasan atas tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan,

(22)

pengawasan untuk tujuan tertentu dan evaluasi penyelenggaraan teknis pemerintahan di daerah.

Instansi pembina JFA adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedangkan instansi pembina JFPP adalah Departemen Dalam Negeri (DDN). JFA terdiri dari Auditor Trampil dan Auditor Ahli. Jenjang jabatan dan pangkat masing-masing sebagai berikut:

1) Auditor Trampil:

▪ Auditor Pelaksana (II/c – II/d);

▪ Auditor Pelaksana Lanjutan (III/a – III/b);

▪ Auditor Penyelia (III/c – III/d).

2) Auditor Ahli:

▪ Auditor Pertama (III/a – III/b);

▪ Auditor Muda (III/c – III/d);

▪ Auditor Madya (IV/a – IV/c);

▪ Auditor Utama (IV/d – IV/e).

Kemudian Jenjang jabatan dan pangkat P2UPD dengan Instansi Pembina Kementrian Dalam Negri, yaitu sebagai berikut:

1) Pengawas Pemerintah Pertama (III/a – III/b);

2) Pengawas Pemerintah Muda (III/c – III/d) 3) Pengawas Pemerintahan Madya (IV/a – IV/c).

Penetapan jenjang pangkat dan jabatan untuk masing masing pengawas berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki dan harus mengikuti diklat fungsional pengawas pemerintahan sesuai kualifikasi yang ditetapkan instansi pembina.

Untuk lebih jelasnya Struktur Organisasi Inspektorat Kota Mataram dapat dilihat pada gambar 1 berikut :

(23)

Gambar 2.1.1. Struktur Organisasi Inspektorat

2.2 Sumber Daya

2.2.1. Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat Kota Mataram, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia pada Tahun 2016 adalah sebanyak 51 Pegawai, dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 2.2.1

Data Jumlah Pegawai Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016 Jumlah Pegawai

menurut Golongan

Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan

Jumlah Pegawai Menurut Diklat Profesi GOL. Jumlah PENDIDIKAN Jumlah Jenjang Jumlah

IV S-2 9 Pertama 6

III S-1 27 Muda 3

II Diploma 1 Madya 11

I SLTA 6

SLTP SD

Jumlah 43 20

Inspektur

Sekretariat

Irban III Irban II

Irban I

Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kelompok Jabatan

Fungsional

Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor

Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor

Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor

(24)

Sedangkan kondisi Pegawai Non PNS pada Inspektorat kota Mataram Tahun 2016 terdiri dari:

• 2 orang tenaga yang bertugas sebagai penjaga malam;

• 2 orang tenaga sopir;

• 1 orang tenaga pengantar surat;

• 3 orang pramu kantor.

2.2.2. Data Sarana dan Prasarana

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Inspektorat Kota Mataram dalam menunjang program pembangunan daerah Kota Mataram didukung oleh sarana penunjang seperti tabel berikut ini:

Tabel 2.2.2.

Data Sarana dan Prasarana Penunjang Inspektorat Kota Mataram No Jenis Barang Jumlah Kondisi pada Tahun 2016

Baik Kurang Baik 1 Bangunan Gedung

Kantor Permanen

1 1

2 Bangunan Garasi/Pool lain-lain

1 1

3 Bangunan Gedung tempat ibadah permanen

1 1

4 Kendaraan Dinas Roda 2

17 17

5 Kendaraan Dinas Roda 4

5 5

6 Wireless 1 1

7 Mesin Ketik 4 4

8 Laptop 16 11 5

9 Komputer 20 11 9

10 Printer 22 9 13

(25)

No Jenis Barang Jumlah Kondisi pada Tahun 2016 Baik Kurang Baik 11 Peralatan personal

komputer lain-lain

3 1 2

12 AC 9 8 1

13 Lemari Kayu 13 13

14 Bufet kayu 1 1

15 Rak Kayu 6 2 4

16 Meja Rapat 11 11

17 Meja Tulis 66 10 56

18 Meja Kerja Pejabat Eselon II

1 1

19 Meja Kerja Pejabat Eselon III

1 1

20 Meja Komputer 5 5

21 Meja Kerja pegawai non struktural

10 10

22 Kursi tamu 2 2

23 Kursi Putar 6 6

24 Kursi lipat 37 37

25 Kursi Pejabat Eselon 8 8 26 Kursi kerja pegawai

non struktural

10 10

27 Kipas Angin 10 3 7

28 Televisi 3 3

29 Amplifiler (TOA) 1 1

30 Laoud speaker 2 2

31 Sound system 1 1

32 Microphone 1 1

33 Microphone Table Stand

2 2

(26)

No Jenis Barang Jumlah Kondisi pada Tahun 2016 Baik Kurang Baik 34 Microphone Floor

Stand

1 1

35 Tustel 1 1

36 Handy cam 1 1

37 Alat rumah tangga lain- lain (speaker aktiv)

2 2

38 Slide Projector 1 1

39 Unintemuptible power supply

6 6

40 Profesional Sound System

1 1

41 Layar film 1 1

42 Pesawat Telpon 2 2

2.3 KINERJA PELAYANAN INSPEKTORAT KOTA MATARAM

Inspektorat daerah mempunyai fungsi perencanaan program pengawasan, perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan, pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan, pemeriksaan serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota di Bidang Pengawasan.

Berdasarkan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011-2015, Inspektorat telah melaksanakan kegiatan pemeriksaan sebagai berikut:

(27)

Tabel. 2.3.1

Data Kegiatan Pemeriksaan Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011-2015

Jenis

Pemeriksaan 2011 2012 2013 2014 2015

Komprehensif 43 obrik 47 obrik 30 obrik 76 obrik 6 obrik

Khusus - - 1 obrik 35 obrik

Pembinaan - 34 obrik 64 obrik 43 obrik

Jumlah 43 obrik 81obrik 95 obrik 84 obrik

Tabel 2.3.2

Data Anggaran dan Realisasi Belanja Pendanaan Pelayanan Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011-2015

No Tahun

Anggaran Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran

Persentase Realisasi Anggaran

Keuangan (%) Fisik (%)

1 2011 3.778.716.174 3.182.243.124 84,21 100

2 2012 4.239.761.086 3.898.369.618 91,95 100

3 2013 4.236.788.296 3.945.777.356 93,13 100

4 2014 4.964.283.118 4.516.925.429 90,99 100

5 2015 5.777.026.445 5.510.437.408 95,39 100

(28)

Tabel 2.3.3.

Data Target dan Realisasi Keuangan Program/Kegiatan Inspektorat Kota Mataram periode Renstra 2011-2015

Uraian 2011 2012 2013 2014 2015

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

100 83 100 93,12 100 93,96 100 84,60 100 95,51

Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

100 99 100 90,48 100 96,06 100 87,17 100 97,78

Program Peningkatan disiplin aparatur

- - 100 100 - - - - 100 100

Program peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

100 97 100 87,61 100 82,54 100 65,74 100 88,39

Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian

pelaksanaan kebijakan KDH

100 85 100 93,81 100 90,52 100 89,38 100 91,09

Program Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan

100 63 - - 100 35,28 100 71,06 100 68,99

Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan

- - - - - - - - 100 95,18

(29)

Tabel 2.3.4.

Realisasi Kinerja Tahun 2015 serta Capaian Kinerja Tahun 2015 dengan Tahun Lalu dan Beberapa Tahun Terakhir

Sasaran

Strategis Indikator

Kinerja Tahun

2011 Tahun

2012 Tahun

2013 Tahun

2014 Tahun

2015 Realisasi

Kinerja Capaian

Kinerja Realisasi

Kinerja Capaian

Kinerja Realisasi

Kinerja Capaian

Kinerja Realisasi

Kinerja Capaian

Kinerja Realisasi

Kinerja Capaian Kinerja Meningkatnya

kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjut hasil

pemeriksaan

BPK dan

Inspektorat Kota Mataram

Persentase penyelesaian tindak lanjut hasil

pemeriksaan : a. BPK b.Inspektorat Kota Mataram

a.81,45%

b.53,01% a.100%

b.100% a.64,67%

b.52,28% a.100%

b.100% a.71,25%

b.50,18% a.100%

b.100% a.88,73%

b.76,94% a.100%

b.100% a.89,70%

b.83,94% a.100%

b.100%

Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Mataram

Persentase hasil evaluasi SAKIP Perangkat Daerah yang mendapat nilai baik (minimal B)

0 0 44% 100% 15% 100% 23% 100% 76% 100%

Meningkatnya akuntabilitas keuangan di lingkungan pemerintah Kota Mataram

Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

WDP 100% WDP 100 WDP 100 WDP 100 WTP 100

Meningkatnya aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi

Jumlah aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi.

17 100% 19 100% 19 100% 19 100% 19 100%

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa dari Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015, Realisasi masing-masing Indikator kinerja dari Inspektorat Kota Mataram mendapatkan capaian kinerja 100% dengan katagori sangat memuaskan. Kecuali pada Tahun 2011, indikator persentase hasil evaluasi SAKIP Perangkat Daerah yang mendapat nilai minimal B, tidak memiliki realisasi capaian kinerja atau kinerja nol Perangkat Daerah, karena pada Tahun 2011 Inspektorat Kota Mataram belum melaksanakan evaluasi SAKIP untuk Perangkat Daerah di lingkup pemerintah Kota Mataram. Namun secara keseluruhan Tabel tersebut menunjukkan bahwa Inspektorat Kota Mataram telah berhasil mencapai sasaran strategis yang direncanakan setiap tahunnya.

(30)

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Mataram, dimana salah satu Misi Kota Mataram adalah Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) maka pengaruh lingkungan eksternal yang meliputi peluang dan tantangan adalah sebagai berikut :

2.4.1. Tantangan

Berdasarkan isu-isu yang berkembang di masyarakat, dapat diidentifikasikan tantangan-tantangan yang dihadapi Inspektorat Kota Mataram dalam melaksanakan program dan kegiatan, yaitu:

1. Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik;

2. Pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, dan pemerataan;

3. Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap Aparat Pengawasan dan Pemerintah Daerah pada umumnya;

5. Kurangnya tanggapan Objek Pemeriksaan terhadap Penyelesaian Tindak Lanjut hasil pemeriksaan;

6. Semakin pesatnya perkembangan sistem dan prosedur baru pada pengelolaan keuangan maupun kinerja Perangkat Daera

2.4.2. Peluang

Secara umum terdapat 4 (empat) peluang yang mendukung pelaksanaan program dan kegiatan Inspektorat Kota Mataram dalam 5 tahun ke depan, yaitu:

1. Munculnya mandat penguatan peran Inspektorat

Mandat adalah pendelegasian kewenangan yang diterima oleh organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai

(31)

peraturan perundangan yang berlaku. Penguatan peran Inspektorat ini tidak terlepas dari mandat yang diterima dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, Pasal 33 ayat (5) menyebutkan: Inspektorat Daerah kabupaten/kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan; b.

pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan dari bupati/wali kota dan/atau gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat; d. penyusunan laporan hasil pengawasan; e. pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi; f. pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;

g. pelaksanaan administrasi inspektorat Daerah kabupaten/kota;

dan h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati/wali kota terkait dengan tugas dan fungsinya.

2. Komitmen Pemerintah terhadap Tata Pemerintahan yang baik yang belum berjalan dengan optimal

Perkembangan paradigma dalam penyelenggaraan kepemerintahan dari tata kelola pemerintahan yang tertutup, tidak partisipatif, dan dominan menjadi tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif menjadi tuntutan publik yang harus disikapi oleh pemerintah. Perubahan penyelenggaraan kepemerintahan tersebut diharapkan dapat memuaskan semua komponen masyarakat dalam pelayanan publik maupun kinerja pemerintah.

Upaya untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah sebagai bagian dari Good Governance perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah, melalui (1) menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil

(32)

pemeriksaan; (2) meraih opini WTP; (3) senantiasa melakukan antisipasi terhadap perubahan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021 dan (4) perlunya penguatan peran Inspektorat.

3. Kompetensi dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang diperkuat

Faktor sumber daya manusia memegang peranan penting dalam membentuk para pengawas (PFA dan P2UPD) yang memiliki integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas operasional pengawasan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia tidak hanya terletak pada sisi kualitas namun juga sisi kuantitas, untuk meningkatkan kuantitas bisa dengan rekruitmen tenaga PFA atau P2UPD dari APIP lainnya, sedang untuk meningkatkan kualitas aparat pengawas dilakukan dengan peningkatan penyelengaraan bimbingan teknis dan diklat atau mengirimkan para pengawas untuk mengikuti kegiatan seminar/lokakarya yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan.

Untuk meningkatkan kualitas aparat pengawas tidak hanya terpusat pada kemampuan dan keahlian aparat pengawas saja, namun yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas moral aparat pengawas sehingga dalam melaksanakan tugas pengawasan selalu mendasarkan pada etika dan standar pemeriksaan.

4. Koordinasi dan sinergisitas pengawasan antar APIP yang berjalan dengan baik

Koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan penyelesaian tindak lanjut antar APIP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Inspektorat Jenderal Kementerian, Inspektorat Provinsi, dan Inspektorat Kabupaten/Kota) selama ini sudah

(33)

terprogram dan periodik menjadi kunci dalam pencapaian visi misi Inspektorat agar terjadi sinergitas dalam pelaksanaan tupoksi pengawasan antar APIP.

(34)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2016-2021

Dalam Perubahan RPJMD 2016-2021, terdapat masalah pokok

“Reformasi Birokrasi dan Penegakan Hukum” dengan salah satu masalah

“Kualitas pelayanan publik masih belum optimal yang disebabkan antara lain kurangnya sarana prasarana, SDM maupun prosedur pelayanan publik dengan salah satu akar masalah “masih rendahnya kapasitas dan disiplin aparatur dalam menjalankan tugas“ dan “masih ada praktik KKN menggunakan kenalan atau orang dalam”. Masalah di atas merupakan Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah yang terkait dengan Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kota Mataram.

Kemudian terdapat Permasalahan pembangunan Kota Mataram ditinjau dari analisis permasalahan utama pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari permasalahan pembangunan di daerah dapat dilihat dari capaian Indikator-indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Kota Mataram terhadap target nasional. Permasalahan Pencapaian tersebut dikategorikan sebagai berikut :

1. Indikator TPB yang sudah dilaksanakan tetapi belum mencapai target.

2. Indikator TPB yang belum dilaksanakan dan belum mencapai target nasional, ini merupakan indikator kinerja non prioritas yang tidak memenuhi kriteria permasalahan pembangunan jangka menengah kota mataram.

3. Indikator TPB tidak ada data pendukung.

Indikator TPB yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Inspektorat yaitu “ Mengembangkan, lembaga yang efektif, akuntabel, dan transparan di semua tingkat” dengan permasalahan “Kinerja OPD dalam pencapaian

(35)

target pembangunan masih belum optimal” dan permasalahan “Peningkatan Skor atas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi dengan analisis Pemerintah (SAKIP) belum Maksimal dengan “analisis akar masalah” Kualitas pelayanan publik masih belum optimal yang disebabkan antara lain kurangnya sarana prasarana, SDM maupun prosedur pelayanan publik, Kinerja OPD dalam pencapaian target pembangunan belum maksimal, dan Penyediaan informasi kegiatan dan capaian di semua tingkat OPD belum secara maksimal”.

3.2. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Inspektorat Kota Mataram

Inspektorat Kota Mataram dalam melaksanakan tugas dan fungsi di Bidang Pengawasan mempunyai fungsi yaitu merumuskan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah, memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengawasan dan pemeriksaan,melaksanakan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut Inspektorat mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pembinaan dan pengawasan.Adapun identifikasi permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi Inspektorat dan Identifikasi isu-isu strategis dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

(36)

Tabel 3.2.1

Data Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Inspektorat Kota Mataram

Aspek Kajian Capaian Kondisi Saat Ini

Standar Yang Digunakan Faktor yang mempengaruhi Permasalahan Pelayanan Internal Eksternal

Kajian terhadap Kinerja

Pengawasan

Pemeriksaan Komprehensif dan khusus

Pemantauan Tindak Lanjut Temuan BPK dan Inspektorat Kota Mataram

• PP No. 60 Tahun 2008

• Permenpan

No.04/MPAN/03/2008

• Permenpan

No.05/MPAN/03/2008

• Permenpan No. 059 Tahun 2009

• Permenpan No. 019 Tahun 2009

Semakin besarnya jumlah obyek pemeriksaan yaitu sebanyak 41 obrik ditambah 261 sub obrik yaitu 50 kelurahan dan 211 (UPTD)

sehingga keseluruhan berjumlah 302 obrik/sub obrik.

Adanya kebijakan pemekaran Kelurahan sehingga jumlah obrik semakin meningkat

• Jumlah obyek pemeriksaan tidak sebanding dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Tim Pemeriksa

• Aparatur Pengawas (APIP) belum sepenuhnya memiliki kompetensi

• Jumlah

anggaran untuk kegiatan pengawasan masih terbatas Kajian terhadap

penyelesaian tindak lanjut rekomendasi atas temuan hasil

pemeriksaan inspektorat dan BPK

Daftar obrik yang sudah selesai tindaklanjutnya, dalam proses tindak lanjut ataupun belum selesai tindak lanjutnya

Pasal 20 UU No. 15 Tahun 2006

• Fungsi Tim tindak lanjut

• Koordinasi tindak lanjut

• Sarana dan Prasarana penunjang olah data tindak lanjut

Auditee yang menindaklanjuti

Tidak hadirnya pihak yang masih mempunyai tunggakan tindak lanjut

Tabel 3.2.2

Data Identifikasi Isu-isu Strategis (Lingkungan Eksternal) Isu Strategis

Dinamika Internasional Dinamika Nasional Dinamika Regional/Lokal Harapan masyarakat

terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good Governance) dan bebas dari KKN

Kemampuan untuk mempertahankan opini BPK

Peningkatan tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang terus diupayakan dengan menjaga kualitas sistem pengendalian internal

Tuntutan Masyarakat terhadap penegakan hukum

Semakin kritisnya masyarakat terhadap pnyelenggaraan pemerintahan atas diberlakukannya transparansi Rencana aksi daerah

dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi

Upaya pendampingan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah

(37)

Berdasarkan analisis, permasalahan yang dihadapi oleh Inspektorat Kota Mataram adalah sebagai berikut:

• Pemeriksaan lebih ke aspek administratif, bukan ke hasil;

• Perangkat Daerah menganggap perencanaan bukan suatu kebutuhan mendasar;

• Tidak ada sanksi yang tegas terhadap pengelolaan kinerja (hingga ke keuangan daerah);

• Perangkat Daerah masih ewuh pakewuh, tidak concern terhadap tindak lanjut hasil temuan pengawasan;

• Pelaksanaan sistem lebih bersifat formalitas;

• Kesulitan reviu dokumen perencanaan karena dokumen tidak seragam formatnya;

• Temuan yang berulang (seperti barang daerah, pengadaanbarang dan jasa);

• Rendahnya tindak lanjut atas temuan oleh Perangkat Daerah;

• Peningkatan kapasitas SDM (auditor & P2UPD) tidak sepenuhnya controllable bagi inspektorat;

• Sistem penyelenggaraan pemeriksaan belum seragam(dibutuhkan semacam audit program yang konsisten);

• Teknik audit untuk mengungkap substansi temuan dibalik yang administratif masih lemah;

• Struktur organisasi belum sesuai dengan kebutuhan teknis pemeriksaan;

• Standar kompetensi SDM inspektorat belum terpenuhi;

• Norma, standar, & prosedur pemeriksaan belum sepenuhnya tersedia;

• Peraturan Walikota yang ada, belum sepenuhnya mengatur SOP secara lengkap tentang tatacara pemeriksaan;

• Kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan;

• Kesenjangan antara bimtek dan kebutuhan;

• Dalam penyelenggaran tugas inspektorat, sulit dibedakan antara peran auditor dan P2UPD;

• Pemeriksaan tidak menyentuh akar permasalahan;

(38)

Hard and soft controll atas kompetensi dan integritas yang perlu ditingkatkan.

Inspektorat Kota Mataram sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dituntut untuk mampu berperan sebagai institusi yang mampu meningkatkan kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (GoodGovernance) maupun pemerintahan yang bersih (CleanGovernment) dengan tujuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi meningkatnya kemakmuran warga kota (welfare state).

3.3. Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota Dan Wakil Walikota Terpilih Visi dan Misi Inspektorat Kota Mataram merupakanImplementasi yang harus dilakukan yang mengacu kepada Rencana PembangunanJangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2016-2021 dimana RPJMD tersebut merupakan perwujudan Visi dan Misi Walikota Mataram terpilih periode 2016-2021.

3.3.1. Visi

Walikota dan Wakil Walikota Mataram periode 2016-2021 merumuskan Visi sebagai berikut:

Visi : “Terwujudnya Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya”

Penjelasan makna kata kunci yang terkandung dalam visi adalah sebagai berikut:

a. Masyarakat Kota Mataram adalah keseluruhan warga kota (citizen) yang secara administrasi kependudukan menetap dan tinggal di wilayah Kota Mataram dengan segala konsekuwensi keberadaannya sebagai warga kota.

(39)

b. Maju ditujukan untuk mewujudkan masyarakat kota yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk didalamnya seni dan sosial budaya, sehingga kemajuan yang dicapai dengan landasan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mentaram.

c. Religius diartikan sebagai terciptanya masyarakat kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, mengedepankan muammallah serta toleransi yang tinggi antar ummat beragama dalam suasana harmonis dalam kerangka penciptaan masyarakat madani.

d. Berbudaya diartikan sebagai terciptanya keseimbangan antara kemajuan dan religiusitas yang saling berterima dalam kemajuan dan kemajemukan, menguatkan jati diri serta mantapnya budaya lokal yang ditandai dengan masyarakat yang bermoral, bermartabat dan berkesadaran hukum berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma, adat istiadat serta peraturan yang berlaku dalam bingkai masyarakat madani.

3.3.2. Misi Pembangunan Kota Mataram Tahun 2016-2021

a. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui penerapan nilai-nilai agama dan kearifan lokal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang aman, rukun, dan damai.

b. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pemenuhan pelayanan sosial dasar dan penguasaan iptek dalam rangka mewujudkan daerah yang berdaya saing.

c. Mendorong kemajuan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

d. Meningkatkan kelayakan hidup masyarakat melalui penanganan sarana dan prasarana perkotaan berbasis tata ruang dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

(40)

e. Meningkatkan keandalan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Governance)

Berdasarkan visi, misi, tugas dan fungsi pelayanan, maka Inspektorat Kota Mataram mempunyai peran dalam mewujudkan visi diatas melalui misi kelima yaitu Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance)

Good governance mengandung makna penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, demokratis dan efektif. Prinsip-prinsip Good Governance meliputi wawasan ke depan, keterbukaan dan tranparansi, partisipasi masyarakat, tanggung gugat, supremasi hokum, demokrasi, profesionalisme dan kompetensi, daya tanggap, efisien dan efektivitas, desentralisasi, kemitraan dengan dunia usaha, komitmen pada pengurangan kesenjangan, komitmen pada perlindungan lingkungan hidup dan komitmen pada pasar yang fair. Dengan prinsip-prinsip tersebut diharapkan akan tercipta tata pemerintahan yang baik sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Inspektorat Kota Mataram melalui pelaksanaan pengawasan yang profesional dan akuntabel mengimplementasikan Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Mataram tersebutdengan langkah sebagai berikut:

1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem danmekanisme peraturan perundangan pada auditan;

2. Membina dan memberikan masukan bagi terselenggaranya pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani melalui hasilpengawasan internal;

3. Terwujudnya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang profesional, berkualitas dan akuntabel;

4. Meningkatnya kualitas hasil pengawasan sebagai bahan masukan bagi pimpinan untuk meningkatkan kinerja aparat pemerintah;

(41)

5. Sinergitas antar aparat pengawasan intern pemerintah dalammewujudkan terlaksananya pengawasan intern pemerintah yang optimal.

Faktor penghambat dan pendorong yang mempengaruhi visi dan misi kepala daerah :

1. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM):

a) Masih Kurangnya Sertifikasi yang berkaitan dengan kompetensi Bidang Pengawasan;

b) Belum seimbangnya rasio antara tenaga pengawasan dengan obyek pemeriksaan;

c) Masih kurangnya Bimbingan Teknis maupun diklat kompetensi baik bagi Pejabat Fungsional Auditor dan Pejabat Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD).

2. SARANA PRASARANA:

a) Masih belum memadainya perangkat pendukung teknologi informasi penunjang pelaksanaan pengawasan;

b) Masih belum memadainya sarana mobilitas pelaksanaan pengawasan;

c) Masih belum memadainya fasilitas dan sarana prasarana gedung dan kantor yang representatif.

3. ANGGARAN:

Belum terpenuhinya Anggaran penunjang pengawasan dari APBD Kota Mataram sesuai kebutuhan sesuai dengan kebijakan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Upaya-Upaya Mengatasi Kendala Dan Hambatan

1. Mengoptimalkan kuantitas dan kualitas SDM yang ada melalui kerjasama berupa Bimbingan Teknis dan Diklat Kompetensi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri;

2. Mengoptimalkan koordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Kepegawaian Daerah Kota Mataram maupun Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri untuk memfasilitasi

Gambar

Gambar 2.1.1. Struktur Organisasi Inspektorat

Referensi

Dokumen terkait

Notification of Sponsorship to the National Events and Sponsorship Team All sponsorships, those Massey investments in, or those being procured by Massey are to be registered, prior to