PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana konsep REBT dalam menyikapi Toxic Relationship di kalangan remaja putri? diakses pada 23 Desember 2021 pada laman. https://www.timesindonesia.co.id/read/news/387550/dari-laurel-anna-kekerasan-dalam-pacaran-itu-ada).
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum khususnya para konselor atau calon konselor, serta para orang tua dan pembaca yang mempunyai anak khususnya wanita yang sedang berpacaran agar lebih memperhatikan hubungan dan gaya berpacaran yang memang terjadi. banyak hal yang tidak terduga, terutama kekerasan dalam pacaran. , agar dapat dilakukan pencegahan sebelum terjadi akibat yang lebih serius, karena pada prinsipnya banyak hal negatif yang terjadi dalam berpacaran, namun tidak diketahui masyarakat karena korban (konselor) tidak berani mengadukannya.
Kajian Terhadap Penelitian Terdahulu
Konseling Islami dengan Terapi Perilaku Emosional Rasional untuk mengatasi kecemasan anak korban kekerasan ayahnya di kabupaten Wonocolo." 15 Elok Fithrotul Jannah, "Konseling Islami dengan Terapi Perilaku Emosional Rasional untuk mengatasi kecemasan anak korban kekerasan kekerasan dari bapaknya di kabupaten Wonocolo”, (Disertasi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019).
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Pengertian Rational Emotif Behavior Therapy (REBT)
Gunarsa menyatakan bahwa Rational Emotive Therapy berupaya memperbaiki pola pikir dan menghilangkan pemikiran irasional. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Terapi Rasional Emotif menekankan pada orang berpikir, meniru dan bertindak pada saat yang bersamaan.
Konsep Dasar Rasional Emotif
Keyakinan manusia ada dua macam, yaitu keyakinan rasional dan keyakinan irasional. Selain itu, konselor terhadap rumusan di atas harus melawan (menghancurkan) keyakinan-keyakinan yang irasional, sehingga klien dapat menikmati dampak psikologis yang positif dari keyakinan-keyakinan rasional.24.
Ciri-Ciri Rational Emotive Behavior Therapy
Dari ketiga teori tersebut yang sasaran yang ingin diubah adalah aspek (sistem kepercayaan), yaitu bagaimana seseorang memandang atau menilai sesuatu yang tidak rasional, sedangkan konselor harus berperan sebagai pendidik, mempengaruhi, sehingga dapat mengubah pandangan klien. irasional . dan pola pikir yang salah dalam pola pikir yang benar rasional. Konselor memanfaatkan penciptaan dan pemeliharaan hubungan baik ini untuk membantu klien mengubah cara berpikirnya yang tidak rasional menjadi rasional.
Teknik-teknik Rational Emotive Behavior Therapy
Tujuan dari teknik ini adalah membongkar sistem nilai dan keyakinan irasional klien dan menggantinya dengan sistem nilai positif.
Tujuan Terapi Rasional Emotif
Secara sederhana dan umum, tujuan terapi ini adalah membantu klien membebaskan diri dari ide-ide yang tidak logis dan mempelajari ide-ide yang logis dan realistis untuk menggantikannya. Kekurangan dari terapi ini adalah: (a) konselor lebih berwibawa sehingga membuat klien merasa terpaksa melakukan apa yang menurutnya tidak mampu dilakukannya, (b) ada klien yang dapat dibantu melalui analisis logis dan filosofis. , tapi ada juga yang tidak begitu peduli otaknya dibantu dengan cara yang berdasarkan logika.
Langkah-langkah Rasional Emotive Behavior Therapy
Terapi ini terbatas pada individu dewasa, tidak dapat diterapkan pada anak-anak dan remaja, (c) terdapat separuh klien yang begitu terlepas dari kenyataan sehingga upaya membawanya ke dunia nyata sangat sulit dicapai, (d) konselor secara terbuka menyerang irasionalitas klien. Meskipun ada juga konselor yang terlalu berprasangka buruk terhadap logika sehingga sulit menerima analisa logika, (e) ada juga separuh konselor yang sangat suka mengalami gangguan emosi dan kecanduan hidupnya, dan tidak ingin membuat perubahan lagi dalam hidup mereka. 34. Menunjukkan kepada atasan bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional, menunjukkan bagaimana atasan telah mengembangkan nilai-nilai sikapnya, yang secara kognitif menunjukkan bahwa atasan telah memasukkan banyak imperatif, sebaliknya, dan atasan harus belajar untuk memisahkan. keyakinan rasionalnya dan keyakinan irasionalnya sehingga klien mencapai kesadaran.
Membawa klien ke tingkat kesadaran dengan menunjukkan bahwa ia sekarang menjaga gangguan emosinya tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan dengan mengulangi kalimat-kalimat yang merugikan diri sendiri dan mengabadikan masa kanak-kanak, terapi tidak cukup hanya untuk menunjukkan bahwa Koonseli memiliki proses yang tidak logis. . Maksudnya adalah konseli dapat mengubah pemikiran yang buruk atau negatif dan tidak masuk akal menjadi pemikiran yang masuk akal.
Konsep Toxic Relationship
- Pengertian Toxic Relationship
- Bentuk-bentuk Toxic Relationship
- Dampak Toxic Relationship
Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hubungan yang beracun adalah hubungan yang tidak sehat yang mana lebih banyak energi negatif di dalamnya. Meski hubungan beracun bisa menimpa siapa saja, umumnya hal ini lebih sering terjadi di kalangan remaja. Kekerasan yang terjadi dalam hubungan beracun meliputi kekerasan verbal (psikologis) dan non verbal (kekerasan fisik dan seksual).
Disadari atau tidak, hubungan yang beracun ini ternyata berdampak besar pada kesehatan mental seseorang. Kedua, akui saja, sehingga ketika Anda menyadari bahwa hubungan yang Anda jalani termasuk ciri-ciri hubungan yang beracun, segera akui atau sadari bahwa hubungan yang Anda jalani memang beracun.
Remaja
- Pengertian Remaja
- Ciri-ciri Masa Remaja
- Tugas Perkembangan Masa Remaja
Masa remaja adalah masa perubahan, seperti semua periode besar dalam hidup. Memang benar, perubahan-perubahan yang dialami pada masa remaja akan berdampak langsung pada individu yang bersangkutan dan mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Yaitu perubahan emosi, perubahan tubuh, minat dan pengaruh (menjadi remaja dewasa dan mandiri), perubahan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, dan keinginan akan kebebasan. d) Masa remaja sebagai masa pencarian jati diri.
The Wanted Self merupakan upaya untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa pengaruhnya dalam masyarakat. e) Masa muda merupakan masa yang menimbulkan rasa takut. Hal inilah yang ditakutkan oleh banyak orang tua. f) Masa remaja merupakan masa yang tidak realistis.
Konsep Dasar Perempuan
- Pengertian dan Karakteristik Perempuan
- Kedudukan Perempuan
Secara biologis dari segi fisik, perempuan dibedakan atas dasar fisik perempuan lebih kecil dibandingkan laki-laki, suaranya lebih lembut, perkembangan tubuh perempuan terjadi lebih awal, kekuatan perempuan tidak sekuat laki-laki dan sebagainya. Para feminis dalam konsep gendernya mengatakan bahwa perbedaan karakteristik yang melekat pada laki-laki dan perempuan hanyalah salah satu bentuk stereotip gender. Quraish Shihab, menulis bahwa “perempuan mempunyai kecenderungan masokisme/mencintai diri sendiri yang berkaitan dengan kecenderungan menyakiti diri sendiri (berkorban) demi kelangsungan keturunannya.
Tanpa kepuasan tersebut maka anak-anak akan terlantar karena suami harus keluar rumah untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.53. Oleh karena itu, kehadiran Islam benar-benar menghancurkan anggapan tersebut dan menempatkan kedudukan perempuan pada posisi yang terhormat.Islam menempatkan kedudukan perempuan secara proporsional dengan mengakui kemanusiaannya dan menghapus kegelapan yang dialami perempuan sepanjang sejarah, serta menjamin hak-hak perempuan.
METODE PENELITIAN
- Penjelasan Judul
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Penelitian ini dilakukan pada teks naratif tentang konsep REBT dalam penanganan hubungan toksik pada remaja putri. 76 Dany Garjito, Kisah Viral Toxic Relationship Seorang Mahasiswa hingga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Twitter, 06 Juli 2021. Pada dasarnya teknik apa pun di REBT bisa digunakan untuk membantu mengatasi masalah Toxic Relationship yang terjadi pada remaja putri.
Konsep REBT dalam mengatasi hubungan toksik pada remaja putri menggunakan teknik yang terdapat pada teori REBT. Diakses 7 Oktober 2021, dari https://www.voice.com/news viral-cerita-toxic-relationship-mahasiswa-besar-jadi-korban-kekerasan-sex-on-twitter?page=all.
PEMBAHASAN
Bentuk-Bentuk dan Dampak Toxic Relationship
- Kekerasan Verbal atau Psikis
- Kekerasan NonVerbal (Kekerasan Fisik dan Kekerasan Seksual)
Kekerasan Non Verbal (Kekerasan Fisik dan Kekerasan Seksual) Kekerasan fisik adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Kekerasan fisik adalah setiap perbuatan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan rasa sakit, cedera, kerusakan atau kecacatan pada tubuh orang tersebut dan/atau mengakibatkan kematian. . Kekerasan dalam pacaran secara fisik dapat berupa memukul, menampar, mencabut rambut, menendang, mendorong, meninju, meludah, melempar benda, pelecehan seksual (sentuhan yang tidak diinginkan, ciuman paksa dan pemerkosaan) dan membawa seseorang ke tempat yang mengancam keselamatan seseorang.71 . Dampak kekerasan fisik memang sangat memprihatinkan, apalagi jika terjadi terus-menerus, dampak kekerasan fisik bisa berupa memar.
Bukan hanya caci-maki saja, namun berlanjut pada kekerasan fisik, mulai dari memukul, menjambak korban hingga babak belur. Selama tinggal bersama, pelaku selalu meminta adanya hubungan seksual antara suami dan istri. Tak jarang tersangka kerap melakukan kekerasan fisik dan penganiayaan jika korban menolak ajakan hubungan seksual.
Teknik REBT Dalam Menangani Toxic Relationship
Pada kasus Toxic Relationship yang telah penulis uraikan sebelumnya, maka penulis akan menganalisis teknik apa saja yang ada di REBT yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang dialami klien. Pada kasus pertama, kedua dan ketiga tidak dapat dianalisis karena korban (perempuan) yang mengalami hubungan beracun meninggal dunia. Tidak hanya kekerasan verbal, hubungan beracun yang dialami perempuan juga berujung pada kekerasan fisik dan seksual dimana perempuan tersebut dipukul, dicengkeram, dipukuli bahkan dicekik.
Pengakuan Kesha Ratuliu, 2 Tahun Dianiaya Pacarnya” (analisis penerimaan awal Toxic Relationship dari Surabaya pada orang dewasa. Hasil menunjukkan bahwa orang dewasa awal setuju dengan konten Toxic Relationship yang mengartikan Toxic Relationship sebagai tindakan yang tidak boleh dilakukan.
PENUTUP
SARAN
Bagi peneliti yang akan datang, diharapkan dapat menjadi referensi untuk mendalami lebih dalam mengenai hubungan yang beracun, baik dengan mempelajari teorinya lebih dalam, maupun dengan melakukan percobaan lebih lanjut dengan langsung menerapkannya pada korban hubungan yang beracun dalam bentuk bimbingan individu. Tesis: Kajian kekerasan dalam pacaran melalui persepsi siswa dan guru bimbingan kelas XI SMA-IT AL Halimiyah Jakarta Timur. Diakses 20 November 2021 dari http://gerbangbengkulu.com/alami-kekerasan-seksual-student-di-kota-bengkulu-ini-came-ke-kantor-polisi/.
Peran lembaga swadaya masyarakat Cahaya Perempuan Women's Crisis Center (WCC) dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Persamaannya: sama-sama membahas kekerasan dalam pacaran. pasangan pacaran di kota Bengkulu)/ Selvia Dwi Putri.. hubungan antarpribadi yang dibangun atas dasar hubungan.. hubungan antarpribadi dalam hubungan pacaran yang berujung pada kekerasan dalam hubungan pacaran. yang mengalami kekerasan dibandingkan laki-laki, seperti kekerasan verbal dan emosional, kekerasan fisik dan. kekerasan seksual. tetapi dengan konteks/ . sudut pandang yang berbeda dan metode penelitian yang berbeda. Contoh kasus: kekerasan seksual yang dialami oleh seorang perempuan di Bengkulu karena mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pacarnya, mereka menjalin hubungan dan tinggal serumah selama 4 bulan dan mengaku sebagai suami istri kepada tetangga sekitar asrama.
Tak hanya kekerasan seksual, kekerasan fisik dan verbal juga sering dialami oleh konselor ketika menolak ajakan pelaku untuk berhubungan seks, hingga akhirnya konselor melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bengkulu.