Bagaimana analisis konsep Dzikrul Ghofilin yang ditulis KH.Ahmad Siddiq ditinjau dari nilai-nilai pendidikan tasawwuf. Untuk mengetahui analisis konsep Dzikrul Ghofilin karya KH.Ahmad Siddiq ditinjau dari nilai-nilai pendidikan tasawwuf.
Teknik Analisis data
Dalam hal ini penulis menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan secara sistematis tentang nilai-nilai pendidikan tasawuf dalam Dzikrul Ghofilin yang ditulis oleh K.H. Analisis data adalah analisis data yang dikumpulkan oleh peneliti dengan menggunakan alat metodologi tertentu.
Sistematika Pembahasan
Setelah menyiapkan kerangka konseptual (atau kerangka konseptual jika penelitian bersifat deskriptif, dan kerangka teori jika penelitian bersifat eksplanatif), analisis isi biasanya lebih bersifat deskriptif. Pada bagian ini peneliti membahas hasil analisis data, melalui interpretasi hasil analisis data, dengan menggunakan kerangka teori yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian Tasawwuf
- Pengertian Secara Bahasa (Etimologi)
- Pengertian Secara Istilah (Terminologis)
- Sejarah Perkembangan Tasawuf
- Tujuan Tasawuf
- Sumber-sumber Ajaran Tasawuf
Pada abad ke-5, Abu Hamid Al-Ghazali muncul menentang bentuk-bentuk tasawuf yang tidak sesuai dengan al-Quran. Selain itu, terdapat juga ayat al-Quran yang menggesa bertemu Allah SWT di mana sahaja hamba-Nya berada.
Jenis-Jenis Tasawuf
Tasawuf Akhlaqi
Dengan tujuan untuk menghilangkan sekatan yang membatasi manusia dan Tuhannya, para ahli tasawuf telah menyusun satu sistem atau kaedah yang tersusun atas dasar tiga tingkatan pendidikan yang disebut Takhali, Tahali, Tajali. Dosa ini wajib dibersihkan kerana menurut ahli sufi, najis dalam pengertian maknawiyah yang menghalang seseorang daripada dekat dengan Allah.
Tasawuf Irfani
Hasan al Bashri (21-110 H) adalah contoh seorang sufi yang tergolong dalam Akhlaqi Tasawuf. Qalb (hati) dalam pandangan sufi mempunyai fungsi hakiki untuk mencapai hikmah atau ma'rifah, tetapi tidak semua qalb boleh mencapai ma'rifah.
Tasawuf Falsafi
Hakikat Pendidikan Tasawuf
Oleh karena itu, hakikat pendidikan Islam secara praktis dapat diartikan sebagai hakikat pengajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu hakikat pendidikan tasawuf adalah mengembangkan manusia berakhlak mulia dan bernilai tinggi, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan al-Hadits, tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari Allah SWT.
Pendidikan Tasawuf
Mereka sering disebut ahl al-suffah, yang ciri utamanya adalah kesederhanaan, namun memiliki konsistensi yang luar biasa terhadap keimanan Islam. Abu al-Husain al-Nuri menanggapinya dengan menyangkal mereka yang menyatakan bahwa tasawuf adalah suatu bentuk atau ilmu.
Metode Pendidikan Tasawuf
Berzikir juga membantu dalam membersihkan hati.63 Yang bertujuan untuk menghilangkan hijab yang terdapat dalam hati seseorang. Oleh itu, kaedah pengajaran tasawuf adalah satu usaha untuk meningkatkan intuisi yang terdapat dalam diri seseorang pelajar, dengan proses dan cara bimbingan yang diberikan oleh seorang mursyid untuk mencapai matlamat.
Konsep Iman, Islam, Ihsan
Pengertian Iman
Dalam bahasa Arab, kata Iman adalah bentuk maskulin dari kata kerja (fi‟il), dalam bahasa Indonesia kata Iman biasanya berarti kepercayaan atau. Iman ialah kepercayaan bertawakkal kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan Hari Akhir tanpa terikat dengan sesuatu melainkan menghormati apa yang telah disampaikan melalui Rasul-Nya.
Pengertian Islam
Pengartian Ihsan
Moenawar Chalil mengatakan, yang diinginkan dengan ihsan adalah segala amal shaleh dilakukan dengan rasa tanggung jawab terhadap Allah SWT. Iman Al-Nawawi mengatakan yang dimaksud dengan ihsan adalah keikhlasan dalam beribadah seorang hamba yang merasa selalu diawasi oleh Tuhannya dengan penuh ketaqwaan, kerendahan hati dan sebagainya. Dalam hal ini Syekh Muhammad Ali Al-Kurdi mengatakan bahwa ihsan selalu diawasi oleh Allah SWT.
Dalam semua ibadah yang terkandung dalam akidah dan Islam sehingga semua ibadah seseorang hamba benar-benar ikhlas kerana Allah Swt.68. Seseorang yang telah sempurna iman dan Islamnya akan sampai kepada satu keadaan yang boleh melakukan ibadah kepada Allah SWT seolah-olah dia melihat Allah SWT dan jika tidak dapat melakukannya, dia akan sentiasa merasa diperhatikan oleh Allah SWT. Perasaan melihat dan dipandang Allah SWT menjadikan ibadah yang dilakukan oleh seseorang hamba itu diteruskan dengan baik dan khusyuk.
Dan dapat dikatakan bahwa tasawuf merupakan upaya mensucikan jiwa agar ibadahnya terarah/ikhlas ditujukan kepada Allah SWT saja.69.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tasawuf 1. Taubat
- Sabar
- Syukur
- Mahabbah (cinta)
- Istiqomah
- Tawakal
- Ridha
Menurut Imam al-Ghazali, syukur merupakan salah satu kubur tertinggi kesabaran, khauf (takut) kepada Allah SWT dan lain-lain. Tawakal bermaksud menyerahkan segala perkara, usaha dan ikhtiar kepada Allah SWT dan berserah kepada-Nya untuk memperoleh atau menolak perkara yang buruk. Tawakal kepada Allah swt akan menumbuhkan ketenangan dan ketenteraman dalam hati terutama dalam menghadapi masalah dan ujian.
Orang yang bertawakkal kepada Allah SWT benar-benar redha dengan keputusan-Nya, tunduk kepada kehendak-Nya dan menghadapi azab-Nya. Dalilnya ialah burung meninggalkan sarangnya pada waktu pagi untuk mencari makanan dengan bertawakal dan beriman kepada Allah SWT. Ridha adalah anugerah kebaikan yang dikurniakan Allah SWT kepada hambanya kerana usaha maksimalnya dalam berbakti dan berdoa.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang senang dengan ketetapan Allah SWT adalah orang yang paling kaya.
Di dalam Al-Quran tidak sedikit ayat yang menyuruh kita mengingati Allah, atau mendorong manusia untuk mengingati dan menyatakan kepentingan mengingati Allah.
لٱ ٰدَعَ
Prinsip K.H. Ahmad Siddiq Mendirikan Dzikrul Ghofilin
Sesuai dengan namanya Wirid Dzikr al-Ghofilin artinya baru untuk mengingatkan orang yang telah lupa dan sengaja melupakan Allah SWT. Jadi tujuannya hanya untuk mengingatkan orang yang lupa atau sengaja melupakan Allah melalui dzikir. Kyai Achmad memasukkan Wiridin Dzikir al-Ghofil karena terinspirasi dari dua ayat Al-Qur'an Surah Al-A'raf: 165 dan 172.124.
Banyak murid pendiri tarekat yang meninggal dunia, namun murid yang diangkat menggantikan gurunya tidak memenuhi syarat menjadi murid, sehingga orang yang mengaku murid tidak bertanggung jawab. Yang menyebabkan manusia tidak bertanggung jawab disebabkan oleh dua faktor, yaitu kelupaan dan lemahnya tekad dan kemauan,125 sebagaimana firman Allah dalam Q.S.
Konsep Penyusunan Dzikrul Ghofilin
Dari berbagai spekulasi, Dzikrul Ghofilin diyakini merupakan butan tiga pribadi (tritunggal), bahkan ada yang mengatakan diproduksi oleh K.H. Ahmad Siddiq juga mengatakan “Gus Miek akan mengatakan bahwa besok jika Pak Ahmad Siddiq meninggal dunia, maka warisan yang dimilikinya hanya satu yaitu Dzikrul Ghofilin.” Yang mewariskan Dzikrul Ghofilin kepada K.H. Maka dari pernyataannya di atas dapat ditegaskan bahwa Wirid Dzikrul Ghofilin ditulis oleh tiga ulama yaitu K.H Ahmad Siddiq yang meminta ijazah kepada dua ulama besar yaitu KH.
Pengamalan Dzikrul Ghofiln
Proses penyusunan wirid Dzikru al-Ghofiln menjadi rangkaian wirid yang sempurna berlangsung pada bulan Syakban dan mulai diamalkan dari awal hingga tanggal 20 Ramadhan. Meskipun Dzikir al-Ghofiln tidak dianggap sebagai tarekat oleh pendirinya, namun dalam dunia tarekat merupakan suatu keharusan antara guru/syekh dan sampai kepada Rasulullah. Sebagaimana telah disebutkan, Kyai Ahamad memelopori Dzikir al-Ghofiln halus bersama Kyai Hamid dan Gus Miek.
Pertama, ketika saya masuk ke sebuah ruangan, di dalamnya ada dua orang yaitu Kyai Hamid dan Kyai Abdul Halim (kakak Kyai Achmad) dan saya langsung memijat punggung Kyai Hamid. Setelah itu Kyai Hamid membuka kitab kecil (disaksikan oleh Kyai Abdul Halim), ya seperti kitab Dzikir al-Ghofilin, lalu membacanya di depan saya. Demikian sejarah singkat Wirid Dzikir al-Ghofiln yang digagas oleh Kyai Achmad kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan spiritual.
Mengingat wirid Dzikru al-Ghofiln merupakan wirid umum, maka dalam praktiknya berfungsi seperti upacara dzikir pada umumnya.
Bacaan Dzikrul Ghofilin
Kegiatan wirid dilaksanakan sebulan sekali yaitu setiap malam Minggu Legi (manis). Di setiap tempat diadakannya acara dzikir, terdapat seorang pemimpin yang dianggap sebagai imam jamaah. Namun wirid Dzikru al-Ghofilin tetap menggunakan sistem ijazah sebagai langkah lanjutan dalam amalan wirid.
Sebab pada suatu waktu wirid Dzikrul-Ghofilin tidak dianggap sebagai gerakan tarekat, namun di lain waktu banyak ditemukan kemiripan dengan amalan tarekat dalam pengamalannya.
كيم س ك)
ةحتاف ءاعد
ىسركلا ةيا
ىنسحلا ءامساا
ر با
امسرب ءاعد
ةحتافلاب لسوتلا
نيبرقملا تاولص
ة فا
دمحم ىلع ها ىّلصx
ها اا هلاا x
ميح ا م
معنى ك
ر كا
ميظع كن ط س
ىذا نم
ا بحص
ج كفطا
ىىر م
ى عه
تضّ
نمعيم
هنم
ا فغت ه
عيمب نذا
عيمت ئيط
هك ع
عيمت ر
كم عةاص
ةمئ د
كيا
عم عم
كلّ ج
نم ن يا
م لييح
ملعج
ى عنم
دم ا
ا غ بم
ي عنم
لصمّ س
كط صمي ل
ى صه
ن حبس كّ ر
برةّزعا
ى عن س
Konsep Istiqomah dalam Dzikrul Ghofilin
Apabila mengamalkan Dzikr al-Ghafilin anda diajar untuk sentiasa teguh dan kuat walaupun anda tidak mengetahui maknanya, sebagaimana orang yang mengamalkan Dzikr al-Ghafilin tidak mengetahui maknanya, yang penting hatinya kuat. , dan itu bermakna dia mempunyai makmum untuk para imam. Perasaan gembira dan yang zahir merujuk kepada fahaman bahawa Dzikir al-Ghafilin itu penuh dengan amalan-amalan yang menunjukkan kecintaan seorang hamba kepada wali-wali Allah, yang bererti telah menjadi Imam iaitu KH. Hamiem Djazuli (Gus Miek) adalah seorang yang memikul tanggungjawab yang besar terhadap orang yang mengamalkan Dzikir al-Ghafilin.
Meditasi yang biasa dikenal di Jawa dengan wiridan berarti terus-menerus menyebut nama Allah secara lisan dan menghafalkannya. Para ahli tasawuf meyakini bahwa jika seorang mukmin senantiasa mengingat Allah, perlahan tapi pasti ia akan dijiwai dengan sifat dan kecenderungan ketuhanan yang tinggi. Untuk itulah tarekat dijadikan sebagai kunci sekaligus menempati kedudukan yang sangat penting dalam tradisinya karena dzikir ibarat kunci yang dapat membuka pintu gerbang menuju dunia spiritual yang tidak terbatas 134.
Dengan cara ini, seseorang pelajar diwajibkan untuk belajar dalam jangka masa yang lama dengan bersungguh-sungguh dan istiqamah, untuk memperoleh keutamaan darjat yang menjadikan unsur manusia itu baik dan sempurna, sebagaimana yang diungkapkan oleh Abu Ali al-Daqqaq di atas.
ي ع فلم
Konsep Cinta (Mahabbah) dalam Dzikrul Ghofilin
Cinta orang Siddiq yaitu orang yang mengenal Tuhan, keagungan-Nya, kekuasaan-Nya dan ilmu-ilmu-Nya. Cinta tingkat kedua ini memampukan manusia untuk menghilangkan hawa nafsu dan sifat-sifatnya sendiri, sedangkan hatinya dipenuhi perasaan cinta kepada Tuhan dan selalu rindu kepada-Nya. Cinta seperti ini timbul karena mengenal Tuhan dengan baik, bahwa yang dilihat dan dirasakan bukan lagi cinta, melainkan dicintai.
Malah Gus Miek mengisyaratkan bahawa Dzikir al-Ghafilin adalah zikir biasa yang dimurnikan niat iaitu mengharapkan keredhaan Allah. Untuk mencapai tahap cinta kedua dan ketiga iaitu cinta orang yang shiddq dan 'arif'. Jika dilihat pada ajaran dan ciri-ciri orang yang berjaya mengamalkan Dzikir al-Ghafilin iaitu orang yang tidak merasa lebih baik dan lebih suci daripada orang lain, ternyata Dzikir al-Ghafilin ala Gus Miek mempunyai kecenderungan kepada Salafisme. tasawuf, akhlak dan .
PENUTUP
Kesimpulan
Saran