• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - Unismuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - Unismuh"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

2020, Tinjauan Sosial Hukum Praktik Judi dalam Tradisi Mappasilaga tedong dalam Upacara Adat Rambu Solo di Tana Toraja Utara, Tesis Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana gambaran sosial hukum praktik perjudian dalam tradisi mappasilaga tedong dalam upacara adat Rambu Solo di Tana Toraja Utara. 2) Bagaimana upaya mengatasi praktik perjudian dalam tradisi mappasilaga tedong dalam upacara adat Rambu Solo di Tana Toraja Utara. Untuk itu penulis dengan hati yang ikhlas mengucapkan terima kasih dan hormat yang tak terhingga kepada kedua orang tua tercinta, ayah Kamaruddin M dan ibu Mahniata, yang telah merawat penulis dan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang serta memberikan bantuan moril dan materil yang tiada henti. kepada penulis..

Muhajir M.Pd., dan Aulia Andika Rukman S.H., M.H, pembimbing 1 dan pembimbing 2 yang telah memberikan kritik dan saran yang selalu menjadi arahan dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini. Banyak sekali teman-teman mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila khususnya kelas PPKn C. Seluruh masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara yang bersedia meluangkan waktu untuk menjadi informan bagi penulis.

Pong Pablo selaku pemelihara kerbau perang Dorce telah memberikan banyak informasi kepada penulis tentang adu kerbau. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuannya kepada penulis.

Tabel 1 Nama, Luas Wilayah per Kecamatan dan Jumlah Kelurahan……...........48  Tabel 2 Data Kasus Perjudian Polres Tana Toraja…………………..………….
Tabel 1 Nama, Luas Wilayah per Kecamatan dan Jumlah Kelurahan……...........48 Tabel 2 Data Kasus Perjudian Polres Tana Toraja…………………..………….
  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat penelitian

Tradisi Ma'pasilaga Tedong dalam bahasa Indonesia berarti "mengadu kerbau" (Ma'pasilaga = baik, Tedong = kerbau). Tradisi Ma’pasilaga Tedong yang selanjutnya disebut adu kerbau merupakan salah satu bagian dari rangkaian upacara adat pemakaman suku. Bahkan belakangan ini hadirnya hewan kerbau yang khusus diperuntukkan untuk aduan (kerbau aduan) juga mendorong semakin maraknya perjudian adu kerbau.

Biasanya kerbau aduan dilibatkan jika ada tradisi tradisional adu kerbau yang diadakan pada saat upacara pemakaman orang yang meninggal, tujuannya hanya sekedar untuk memperebutkan taruhan. Dalam tradisi Toraja, inti dari tradisi adu kerbau sebenarnya tidak mengenal atau mengakui adanya perjudian. Bagaimana penilaian sosio-hukum terhadap praktik perjudian dalam tradisi Mappasilaga Tedong pada upacara adat Rambu Solo di Tana Toraja'.

Cara Mengatasi Praktek Judi Dalam Tradisi Mappasilaga Tedong Pada Upacara Adat Rambu Solo' di Tana Toraja. Untuk mengetahui gambaran sosial hukum praktik perjudian dalam tradisi Mappasilaga Tedong dalam upacara adat Rambu Solo di Tana Toraja.

SOSIO-YURIDIS

  • Pengertian Sosio - Yuridis
  • Ruang Lingkup Sosio - Yuridis
  • Paradigma Sosiologi Hukum
  • Teori Roscoe Pound
  • Perjudian
  • Adat Tana Toraja

Dalam upacara adat Toraja tersusun berbagai ritual adat, salah satunya adalah tradisi Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau). Salah satu tradisi yang turut menyumbang keanekaragaman budaya nusantara adalah tradisi Ma’pasilaga Tedong dari masyarakat asli Toraja. Tradisi Ma'pasilaga Tedong yang selanjutnya disebut adu kerbau merupakan bagian dari rangkaian upacara pemakaman adat Toraja (Rambu Solo'.

Dari informasi tabel di atas terlihat bahwa tidak terdapat kasus perjudian dalam tradisi adu kerbau yang ditangani pihak kepolisian sepanjang tahun 2019. b) Upaya penanggulangan praktik perjudian dalam tradisi Ma’pasilaga Tedong pada upacara Adat Rambu Solo . Ma’pasilaga tedong sendiri termasuk dalam kepentingan sosial (kepentingan masyarakat) dan kepentingan pribadi (kepentingan pribadi). Itulah beberapa alasan tidak dihukumnya perjudian dalam tradisi ma'pasilaga tedong yang penulis peroleh berdasarkan hasil penelitian di Kabupaten Tana Toraja Utara.

Menurut penulis, berikut upaya penanggulangan tindak pidana perjudian dalam tradisi ma’pasilaga tedong di Tana Toraja Utara: a) Upaya preventif. Berikut upaya represif dalam mengatasi tindak pidana perjudian dalam tradisi adu kerbau (ma'pasilaga tedong) di kabupaten Tana Toraja Utara: . a) Kepolisian Resor Tana Toraja untuk kepentingan penyidikan melakukan penangkapan, penggeledahan, penyitaan dan penahanan terhadap para penjudi tradisi adu kerbau yang langsung tertangkap basah. Upaya penanggulangan tindak pidana perjudian dalam tradisi ma'pasilaga tedong di Kabupaten Tana Toraja Utara selama ini hanya berupa seruan pelarangan perjudian melalui surat dari Kepolisian Resor Tana Toraja kepada penyelenggara Rambu Solo'. upacara kematian), namun tidak pernah ditindaklanjuti.

Judul: Tinjauan Sosial Hukum Praktik Permainan Dalam Tradisi Ma'pasilaga Tedong Dalam Upacara Adat Rambu Solo Di Tana Toraja Utara.

Kerangka Pikir

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Instrument Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena penelitian ini menggambarkan atau menggambarkan fakta atau kondisi atau gejala yang terjadi dalam tradisi Mappasilaga Tedong. Berdasarkan keterangan beberapa ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh data sebagaimana adanya dalam situasi tertentu, yang hasilnya menonjolkan pentingnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap subjek untuk melengkapi data, dilakukan wawancara langsung dan mendalam dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang disusun sebagai alat pengumpulan data.

Data diperoleh dari hasil penelitian yang relevan dan data tidak diperoleh langsung dari responden, melainkan diperoleh dengan menggunakan dokumen-dokumen yang berkaitan erat dengan pembahasan. Penentuan informan dalam penelitian kualitatif terjadi pada saat penelitian memasuki lapangan dan pada saat penelitian. Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang disesuaikan dengan kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian.

Namun, setelah fokus penelitian menjadi jelas, instrumen penelitian sederhana dapat dikembangkan untuk melengkapi data dan membandingkannya dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Penulis melakukan penelitian ini dengan membaca dan mengkaji berbagai literatur yang relevan dan berkaitan langsung dengan masalah penelitian yang dijadikan landasan teori. Wawancara akan dilakukan secara langsung dan terbuka dalam bentuk tanya jawab dengan narasumber dalam hal ini pedagang tradisional setempat, pelaku, pemerintah daerah dan pihak kepolisian.

Sehubungan dengan penelitian ini, penulis segera terjun ke lapangan sebagai partisipan (peserta pengamat) untuk mencari dan memperoleh data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2010), data yang telah diperoleh, baik data primer maupun sekunder, selanjutnya akan diolah dan dianalisis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data yang cenderung memberikan gambaran yang jelas dan konkrit terhadap permasalahan penelitian yang dibahas secara kualitatif dan kuantitatif, kemudian data disajikan secara deskriptif yaitu dengan menjelaskan, mendeskripsikan dan mengilustrasikan sesuai dengan permasalahan yang erat kaitannya dengan penelitian ini. .

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif, dimana seluruh data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Seluruh data yang diperoleh mengenai tinjauan sosial hukum terhadap praktek perjudian dalam tradisi Mappasilaga Tedong pada upacara adat Rambu Solo’ di Tana Toraja dikumpulkan dan dicatat secara obyektif, kemudian diteliti, disusun dan kemudian dipilah secara sistematis. Setelah mengumpulkan data, peneliti akan memilih data yang sesuai dengan fokus penelitian yang akan dipelajari melalui penyederhanaan untuk memudahkan peneliti dalam menyajikan data.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Deskripsi Informan

Hasil Penelitian

Pembahasan

Kesimpulan

Adu kerbau diselenggarakan sebagai penutup upacara pemakaman atau pesta 'rambu solo' yang merupakan adat dalam hukum adat Toraja.

Saran

Kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Toraja agar meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan upacara adat (termasuk tradisi ma’pasilaga tedong) sesuai dengan maknanya dan tidak melanggar hukum. Bagaimana peran pemerintah dalam hal ini polisi dalam menyikapi perjudian dalam tradisi adu kerbau? Menurut saya, perjudian dalam tradisi ma'pasilaga tedong melanggar adat dan menjadi sesuatu yang mencoreng nama baik Tana Toraja, apalagi jika dilihat oleh orang lain di luar Toraja.

Anu diissan nasang mo ya to tae na ma'ding di pasisarak tu tangga nah ma'pasilaga (kita sama-sama tahu itu...bisakah anda berbagi taruhan adu kerbau). Petani Yatu tangga' anu ada' mo ya to saba' na dipogau' dio liu toma'pasilaga sia to ma'paramisi. Na bua raka la nala sae politi pa'gagai (taruhan sudah menjadi adat karena dilakukan pada saat pelaksanaan tradisi ma'pasilaga tedong dan ma'paramisii, sehingga polisi tidak berani menentangnya) 2.

Maelo to ke den tau ma'pasilaga tedong saba'na buda tau ma baluk ke tetangga ta kan sad ki ma baluk do (ada baiknya kalau ada adu kerbau dengan banyak penjual dan kalau tetangga kita juga bisa berjualan). Tae nah marua paningoan ke tae tangga' na (permainan tidak seru jika tidak ada masukan). Petani buda di patung ke tangga’ jio ma’pasilaga apa latu toma’ pasilaga tae duka na nenne’ den, iamoto na duka biasa ki lulako tau massaung. Hasil taruhan adu kerbau lebih banyak, namun karena adu kerbau hanya dilakukan satu kali maka saya lebih sering ikut adu ayam).

Ma'pasilaga Tedong paling banyak dimintai izin pada libur sekolah 6-7 dan 21-1 untuk taruhan, entahlah. Ma'pasilaga tedong dipentaskan pada upacara adat Rambu' Solo bagi yang mampu, Saya kurang tahu pasti taruhannya, tapi ada yang bilang sampai jutaan. Ma'pasilaga Tedong lebih banyak dilakukan pada bulan Desember - Januari karena merupakan musim mudik para perantau saat Natal dan Tahun Baru. Entah berapa besaran taruhannya, tapi sepertinya bisa sampai jutaan dan tidak jarang juga orang bertaruh dengan tanah atau kerbau, tidak selalu dengan uang.

Assalan den to jodoh biasanya den to ma'pasilaga, batoa tangga' na ke panggawa ma' ratu juta (selama ada yang mati, taruhan antar bos biasanya sampai ratusan juta). Bulan Desember adalah musim Natal Masarang Tau ma Pasilaga Saba'na, Ma' Ratu Sabu ke Karucu'. Petani pada tahun Petangga tu'u biasanya buda tau pogau ii, po skala ma' juta - juta po (biasanya pertengahan tahun, kalau taruhan biasanya jutaan) 1.

Pengusaha Akhir tahun ini, dari bulan November mulai berurusan dengan ma'pasilaga tedong sampai bulan Januari, biasanya saya memberi jutaan karena malu kalau kita memberi sedikit. Bulan desember mo tu maroa na tau pagau ma'pasilaga tedong, ma juta nah pasang tau saba'na masiriki ke nah pangerai ki tau nah tae di ma pasang apa lagi ke tedong ta (di bulan desember paling sering diadakan adu kerbau nih guys biasanya kasih jutaan, tapi kalau ada tantangannya bisa lebih besar lagi karena malu kalau tidak menerimanya, apalagi kalau kita sendiri yang mengadu kerbau).

Gambar  1.1  :  Foto  Bersama  Kepala  Dinas  Kebudayaan  dan  Pariwisata  Toraja Utara
Gambar 1.1 : Foto Bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara

Gambar

Tabel 1 Nama, Luas Wilayah per Kecamatan dan Jumlah Kelurahan……...........48  Tabel 2 Data Kasus Perjudian Polres Tana Toraja…………………..………….
Gambar  1.1  :  Foto  Bersama  Kepala  Dinas  Kebudayaan  dan  Pariwisata  Toraja Utara
Gambar 1.6 : Dokumentasi wawancara
Gambar  1.5  :  Dokumentasi  wawancara  dengan  salah  satu  pelaku  perjudian  adu  kerbau
+3

Referensi

Dokumen terkait

Status Hukum Anak Angkat Dalam Pewarisan Menurut Hukum Adat Toraja (Ma’ Tallang) Setelah Berlakunya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 tentang

Objek wisata Ollon merupakan salah satu kawasan pariwisata andalan beberapa tahun terakhir ini yang berada di Kabupaten Tana Toraja objek wisata ini biasa disebut dengan Hidden Paradise

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah seorang tokoh adat di Lingkungan Wakonti juga sebagai istri imam Masjid Manarfa Nafsahu haroa merupakan tradisi

Penelitian yang dilakukan oleh Nur Padila 2016 tentang Transformasi Nilai Tradisi Sayyang Pattu’du pada Budaya Mandar, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi sayyang pattu’du

Padangan hukum keluarga Islam terhadap tradisi jujuran ini tidak bertentangan dengan syari’at Islam, tradisi ini termasuk sesuatu yang telah menjadi adat dan sesuatu yang biasa mereka