See discussions, stats, and author profiles for this publication at:
See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/328282664https://www.researchgate.net/publication/328282664
TEKNOLOGI BETON: Dari Teori Ke Praktek TEKNOLOGI BETON: Dari Teori Ke Praktek
Chapter
Chapter · October 2018 · October 2018
CITATIONS CITATIONS
0 0
READS READS
1,113 1,113
1 author:
1 author:
Some of the authors of this publication are also working on these related projects:
Some of the authors of this publication are also working on these related projects:
Vocational Education
Vocational EducationView projectView project Tri Mulyono
Tri Mulyono
Jakarta State University Jakarta State University 18
18PUBLICATIONSPUBLICATIONS 00CITATIONSCITATIONS SEE PROFILE
SEE PROFILE
TEKNOLOGI BETON:
TEKNOLOGI BETON: Dari Teori Ke P Dari Teori Ke Praktek raktek Citied:
Citied:
IEEE IEEE
T. Mulyono, Teknologi Beton: Dari Teori ke Pr
T. Mulyono, Teknologi Beton: Dari Teori ke Praktek. Jakarta: LPP Press, aktek. Jakarta: LPP Press, 2015.
2015.
American Psychological Association (APA) 6th Edition American Psychological Association (APA) 6th Edition
Mulyono,Tri (2015)
Mulyono,Tri (2015) Teknologi Beton: Dari Teori ke Praktek Teknologi Beton: Dari Teori ke Praktek . Jakarta: LPP . Jakarta: LPP Press.
Press.
Chicago Manual of Style 17th
Chicago Manual of Style 17th Edition Edition Mulyono,Tri. 2015.
Mulyono,Tri. 2015. Teknologi Beton: Dari Teori ke Praktek Teknologi Beton: Dari Teori ke Praktek . Jakarta: LPP . Jakarta: LPP Press.
Press.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI LAPORAN AKHIR (
LAPORAN AKHIR (
FINAL REPORTFINAL REPORT) ) PENULISAN PENULISAN BUKU BUKU AJAR B AJAR BERBASIS ERBASIS KURIKULUM KKNI TEKN
KURIKULUM KKNI TEKNOLOGI BETON: DAR OLOGI BETON: DARI TEORI KE PRAKT I TEORI KE PRAKTEK EK ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR (
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR (
FINAL REPORTFINAL REPORT) _____________ iii ) _____________ iii KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR _______________________________________________ _______________________________________________ xi xi PRAKATA _____________________________________________________ xiii PRAKATA _____________________________________________________ xiii DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ____________________________________________________ xvii ____________________________________________________ xvii DAFTAR
DAFTAR TABEL TABEL _________________________________________________ xxv _________________________________________________ xxv DAFTAR
DAFTAR GAMBAR GAMBAR _____________________________________________ xx _____________________________________________ xxvii vii BAGIAN
BAGIAN PERTAMA PERTAMA BETON BETON DAN DAN PERKEMBANGANNYA PERKEMBANGANNYA __________________ __________________ 1 1 BAB
BAB
IIPENDAHULUAN PENDAHULUAN __________________________________________ __________________________________________ 1 1
A.A. Latar belakanLatar belakang g ___________________________________________________________________________________ _____ 11 1.
1. Deskripsi Deskripsi Beton Beton ____________________________________________________________________________ ______________ 33 2.
2. Kelebihan dan Kekurangan Beton Kelebihan dan Kekurangan Beton _____________________________10_____________________________10 3.
3. Kinerja Kinerja Beton ______________________Beton ______________________________________________13________________________13 4.
4. Sifat dan Karakteristik yang Dibutuhkan Dalam Sifat dan Karakteristik yang Dibutuhkan Dalam Perancangan Beton Perancangan Beton ___15___15 A.
A. Tujuan Buku AjaTujuan Buku Ajar ini? r ini? __________________________________________________________________ 19__________ 19 B.
B. Ruang Ruang lingkup lingkup __________________________________________________________________________ ____________ 2222 C.
C. Manfaat Manfaat _________________________________________________________________________________ _______________ 2323 1.
1. Manfaat bagi mManfaat bagi m ahasiswa______________________________ahasiswa_____________________________________23_______23 2.
2. Manfaat Manfaat bagi pbagi pelaku elaku konstruksi konstruksi ______________________________________________________________24__24 D.
D. Petunjuk Petunjuk penggunaan penggunaan buku buku _________________________________________________________________ _ 2525 1.
1. Petunjuk penggunaan bagi mahasiswa Petunjuk penggunaan bagi mahasiswa _________________________25_________________________25 2.
2. Petunjuk penggunaan bagi pengajar/dosen ______________________25Petunjuk penggunaan bagi pengajar/dosen ______________________25 3.
3. Petunjuk penggunaan bagi pelaku konstruksi Petunjuk penggunaan bagi pelaku konstruksi ____________________26____________________26
BAB
BAB
IIIIBETON BETON DAN DAN PERKEMBANGANNY PERKEMBANGANNYA A _________________________ _________________________ 27 27
A.A. Riwayat PerkeRiwayat Perkembangan Bembangan Beton ton __________________________________________________________ __ 2727 B.
B. Penggunaan Penggunaan awal awal Beton Beton pada pada Bangunan Bangunan _____________________________________ _______ 3030 1.
1. Nabataea Nabataea _______________________________________________________________________________30___________________30 2.
2. Mesir Mesir ______________________________________________________________________________________31__________________31 3.
3. Cina Cina __________________________________________________________________________________32________________________32 4.
4. Roma Roma ______________________________________________________________________________________33__________________33 C.
C. Tonggak Tonggak Teknologi Teknologi _______________________________________________________________________ _______ 3535 D.
D. Milestones Milestones bangunan bangunan _____________________________________________________________________ _______ 3838 E.
E. Keahlian Keahlian yang yang dibutuhkan dibutuhkan __________________________________________________________________ __ 6060 1.
1. Perkembangan Industri Perkembangan Industri Konstruksi ______________________Konstruksi _____________________________61_______61 2.
2. Perkembangan keahlian Perkembangan keahlian _______64_______64
F. Latihan Soal _____________________________________________ 71 BAGIAN KEDUA BAHAN BETON DAN BETON ________________________ 72 BAB III APA DAN BAGAIMANA PENGUJIAN BAHAN BETON DAN BETON 73 A. Maksud dan Tujuan Pengujian _______________________________ 76 1. Pengujian Semen _________________________________________ 77 2. Pengujian Agregat _________________________________________ 77 3. Pengujian Bahan Tambah ___________________________________ 77 4. Pengujian Beton Segar _____________________________________ 78 5. Pengambilan Contoh Uji Beton Keras __________________________ 78 B. Kegunaan Pengujian _______________________________________ 78 C. Ruang Lingkup Pengujian ___________________________________ 78 D. Pengambilan Contoh Uji ____________________________________ 79 1. Pengambilan Contoh Uji bahan _______________________________ 80 2. Penyimpanan dan Persiapan Contoh Uji di Laboratorium __________ 91 E. Pertimbangan Statistik untuk Analisa Data ______________________ 98 F. Prinsip Dasar Pengujian Beton _______________________________ 99 1. Reology Beton Segar _____________________________________ 100 2. Parameter yang Mempengaruhi Rheology Beton ________________ 102 3. Istilah dan Definisi Bahan-bahan Penyusun Beton menurut SNI ____ 102 4. Pengolahan Beton ________________________________________ 102 5. Pengujian Beton Struktur ___________________________________ 113 G. Evaluasi Beton __________________________________________ 114 H. Latihan Soal ____________________________________________ 126 BAB IV BAHAN-BAHAN PENYUSUN BETON DAN BETON ____________ 127 A. Aktivitas Pekerjaan Beton __________________________________ 127 B. Pekerjaan Beton _________________________________________ 128 C. Klasifikasi Beton _________________________________________ 131 1. Beton berdasarkan cara pembuatannya _______________________ 131 2. Beton berdasarkan bahan pengisi agregat _____________________ 135 3. Beton berdasarkan cara pengecoran _________________________ 153 4. Beton Berdasarkan Kuat Tekan _____________________________ 161 5. Beton berdasarkan penulangan _____________________________ 166 6. Berdasarkan (Paparan) Kondisi Lingkungan ____________________ 170 7. Beton Jenis Lainnya ______________________________________ 173 D. Bahan Penyusun Beton ___________________________________ 190
1. Semen _________________________________________________ 190 2. Air ____________________________________________________ 197 3. Agregat ________________________________________________ 200 4. Bahan Tambah __________________________________________ 211
E. Latihan Soal 244
BAB V KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA __________________ 247 A. Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ________________ 250 B. Symbol-Symbol Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) _________ 251 C. Penggunaan Alat Proteksi Diri ______________________________ 256 D. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium _________ 258 1. Bahaya dalam Laboratorium _________________________________260 2. Tindakan Pencegahan _____________________________________263 E. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pelaksanaan Konstruksi ____ 266
1. Klasifikasi Kecelakaan Kerja _________________________________267 2. Meminimalisasi Kecelakaan Kerja ____________________________268 F. Latihan Soal ____________________________________________ 271 BAGIAN KETIGA PENGUJIAN BAHAN BETON ________________________ 273 BAB VI PENGUJIAN SEMEN UNTUK PEKERJAAN BETON ____________ 275 A. PEMERIKSAAN BERAT JENIS SEMEN ______________________ 277 1. Pendahuluan _____________________________________________277 2. Alat yang digunakan _______________________________________277 3. Prosedur Pelaksanaan _____________________________________277 4. Hitungan ________________________________________________278 5. Perawatan _______________________________________________278 B. PEMERIKSAAN KONSISTENSI SEMEN PORTLAND ___________ 280
1. Pendahuluan _____________________________________________280 2. Alat yang digunakan _______________________________________280 3. Prosedur Pelaksanaan _____________________________________280 4. Hitungan ________________________________________________281 5. Perawatan _______________________________________________281 C. PEMERIKSAAN KEKEKALAN SEMEN PORTLAND DENGAN KUE
REBUS________________________________________________ 284 1. Pendahuluan _____________________________________________284 2. Alat yang digunakan _______________________________________284 3. Prosedur Pelaksanaan _____________________________________284 4. Hitungan ________________________________________________285 5. Perawatan _______________________________________________285 D. PEMERIKSAAN WAKTU PENGIKATAN SEMEN PORTLAND (TIME OF
SETTING OF HIDRAULIC CEMENT BY VICAT NEEDLE) ________ 288 1. Pendahuluan _____________________________________________288 2. Alat yang digunakan _______________________________________288 3. Prosedur Pelaksanaan _____________________________________289 4. Hitungan ________________________________________________290 5. Perawatan _______________________________________________290 E. PEMERIKSAAN KUAT TEKAN MORTAR SEMEN PORTLAND
(COMPRESSIVE STRENGTH OF HIDRAULIC CEMENT MORTAR) 294
1. Pendahuluan ____________________________________________ 294 2. Alat yang digunakan ______________________________________ 294 3. Prosedur Pelaksanaan ____________________________________ 298 4. Hitungan _______________________________________________ 299 5. Perawatan ______________________________________________ 299
BAB VII AIR UNTUK PEKERJAAN BETON _________________________ 303 A. Umum _________________________________________________ 303 B. Spesifikasi air untuk Campuran Beton ________________________ 304 C. Pedoman untuk Membandingkan dua Air Campuran Beton ________ 305 D. Frekuensi Pengujian ______________________________________ 305 E. Prosedur Pengujian dengan Membandingkan Kuat Tekan _________ 306 1. Peralatan _______________________________________________ 306 2. Penyiapan Benda Uji ______________________________________ 306 3. Pengujian Tekan dan Hitungan ______________________________ 307 F. Prosedur Pengujian dengan Membandingkan Waktu Ikat _________ 308
1. Peralatan _______________________________________________ 308 2. Penyiapan Benda Uji ______________________________________ 309 3. Pengujian Tekan dan Hitungan ______________________________ 311 G. Prosedur Pengujian Butiran Padat dalam Air Campuran __________ 313
1. Umum _________________________________________________ 313 2. Peralatan _______________________________________________ 314 3. Prosedur Pengujian _______________________________________ 314 4. Penghitungan hasil uji _____________________________________ 315 5. Contoh Hitungan _________________________________________ 316
BAB VIII AGREGAT (BAHAN PENGISI CAMPURAN BETON) ___________ 319 A. PEMERIKSAAN KADAR AIR PASIR _________________________ 321 1. Pendahuluan ____________________________________________ 321 2. Alat yang digunakan ______________________________________ 321 3. Prosedur Pelaksanaan ____________________________________ 321 4. Hitungan _______________________________________________ 321 5. Perawatan ______________________________________________ 321 B. PEMERIKSAAN KANDUNGAN ORGANIS DALAM PASIR ________ 324
1. Pendahuluan ____________________________________________ 324 2. Alat yang digunakan ______________________________________ 324 3. Prosedur Pelaksanaan ____________________________________ 324 4. Hitungan _______________________________________________ 324 5. Perawatan ______________________________________________ 325 C. PEMERIKSAAN KANDUNGAN LUMPUR DALAM PASIR _________ 327
1. Pendahuluan ____________________________________________ 327 2. Alat yang digunakan ______________________________________ 327 3. Prosedur Pelaksanaan ____________________________________ 327
pada kualitas beton yang dihasilkan. Rasio air-semen rendah menyebabkan kekuatan yang lebih tinggi dan daya tahan, tetapi dapat membuat campuran lebih sulit untuk dikerjakan.
Kesulitan penempatan dapat diatasi dengan menggunakan plasticizer atau super-plasticizer.
Gambar 1.4: Hubungan Faktor Air Semen dengan Kekuatan Tekan Beton Sumber: (Abrams D. A., Design of Concrete Mixtures. Bulletin 1, Structural Materials
Research Laboratory, Lewis Institute, May, 1919a)
Hasil penelitian ini untuk melihat hubungan rasio-air semen pertama kali diterbitkan dalam (Abrams D. A., Design of Concrete Mixtures. Bulletin 1, Structural Materials Research Laboratory, Lewis Institute, May, 1919a). Pengujian kekuatan beton semen Portland dibuat pada umur 3 hari sampai 2 1/3 tahun dengan menggunakan air campuran dari berbagai jenis, banyak yang dianggap tidak cocok untuk digunakan dalam beton, menunjukan bahwa semakin tinggi rasionya maka kekuatan tekan akan rendah begitu juga sebaliknya (Abrams, 1924). Duff A. Abrams (1880, Illinois, – 1965, New York) adalah peneliti, profesor, dan direktur laboratorium penelitian dari Asosiasi Semen Portland di Chicago yang menjadi presiden dari American Association Beton (ACI) dari tahun 1930 sampai 1931. Hasil penelitian hubungan
antara factor air semen dengan kekuatan tekan beton seperti Gambar 1.4. Ia meneliti pengaruh komposisi campuran beton untuk meneliti kekuatan akhir beton. Beberapa hasil penelitiannya adalah: (1) definisi konsep modulus kehalusan; (2) definisi rasio air-semen; (3) metode pengujian untuk workability campuran beton dengan menggunakan apa yang disebut 'Abrams kerucut', lihat uji slump beton.
Sebagai contoh, campuran beton yang mengandung 400 kg semen dan 240 liter (= 240 kg) air akan memiliki rasio air / semen dari 240/400 = 0,6. Rasio air / semen dapat disingkat 'w / c rasio' atau hanya 'w/ c' atau Faktor Air Semen (FAS). (2) Kekuatan agregat: itu akan menjadi jelas bahwa jika agregat dalam beton lemah, beton juga akan lemah. Batu dengan
kekuatan intrinsik yang rendah, seperti kapur, jelas tidak cocok untuk digunakan sebagai agregat. Integritas ikatan antara pasta dan agregat sangat penting, dan (3) Parameter semen:
banyak parameter yang berkaitan dengan komposisi mineral semen dan proporsi yang dapat mempengaruhi laju peningkatan kekuatan dan kekuatan akhir yang dicapai beton seperti misalnya kandungan alite, reaktivitas alite dan belite serta kadar sulfat semen. Karena alite adalah mineral semen yang paling reaktif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kekuatan beton, Alite yang besar harus memberikan kekuatan awal yang lebih baik (sekitar 7 hari). Untuk semen tertentu, akan dipengaruhi seperti 'kandungan optimum sulfat,' atau 'kandungan optimum gypsum.' Sulfat dalam semen, baik sulfat klinker dan ditambahkan gipsum, menghambat hidrasi dari fase alumina. Selain itu agregat yang digunakan dalam campuran beton harus bebas dari zat-zat yang merusak (Schuster, 1957).
Kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh banyak factor (Mishra, 2014), seperti kualitas bahan baku (semen, air, agregat atau bahan tambah), rasio air / semen, kasar / rasio agregat halus, umur beton, pemadatan beton, suhu, kelembaban relatif dan perawatan (curing) beton.
Sifat fisik dan mineralogi lainnya agregat harus diketahui sebelum pencampuran beton untuk mendapatkan campuran yang diinginkan. Properti ini termasuk bentuk dan tekstur, ukuran gradasi, kadar air, berat jenis, reaktivitas, kesehatan dan satuan berat massal. Properti ini bersama dengan rasio air-semen menentukan kekuatan, kemampuan kerja, dan daya tahan beton. (The Pennsylvania State University, 2014).
Menurut (Nawy E. G., 2009), parameter-parameter yang paling penting mempengaruhi kekuatan beton antara lain; 1) kualitas semen, 2) proporsi semen terhadap campuran (Abrams
& Walker, Quantities of Material for Concrete, Bulletin 9 Structural Materials Research Laboratory, Lewis Institute, 1921), 3) kekuatan dan kebersihan agregat , 4) Interaksi atau adesi antara pasta semen dengan agregat, 5) pencampuran yang cukup dari bahan-bahan pembentuk beton, 6) penempatan yang benar, penyelesaian dan pemadatan beton, 7) perawatan beton (Abrams D. A., Effect of Curing Condition on the Wear and Strength of Concrete, Bulletin 2 Structural Materials Research Laboratory, May, 1919b), dan 8) kandungan klorida tidak melebihi 0.15% dalam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak diekspos (Solvay Sales Corporation, 9 February 1931).
Dalam membuat beton disamping kualitas bahan penyusunnya, kualitas pelaksanaan pun menjadi penting, oleh karena itu kualitas pekerjaan suatu konstruksi sangat dipengaruhi oleh pelaksana pekerjan beton langsung (Flaga, 2000; Jackson & Dhir, Civil Engineering Material, 1996), Bahwa peran tenaga kerja dan orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan beton dilapangan sangat menentukan kualitas beton yang dihasilkan (Jackson & Dhir, Properties of Hardener Concrete, 1989; Young, Mindess, & Bentur, 1998) “The Quality of the
Concrete in the Structure Depends on the Workmanship on Site”(American Concrete Institute, 1995) serta (Murdock & Brook, 1979)yang mengatakan “Kecakapan tenaga kerja adalah salah satu faktor penting dalam produksi suatu bangunan yang bermutu, dan kunci keberhasilan untuk mendapatkan tenaga kerja yang cakap adalah pengetahuan dan daya tarik pada pekerjaan yang sedang dikerjakan” (Murdock & Brook, Bahan dan Praktek Beton (Diterjemahkan oleh: Stephanus Hendarko), 1991; Instituion of Civil Engineer (ICE), 2009).
2. Kelebih an dan Kekur angan Beton
Dalam keadaan yang mengeras beton itu bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi.
Oleh karena itu beton dalam keadaan segar dapat diberi bermacam bentuk, maka kelebihan ini dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata-mata untuk tujuan dekoratif.
Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus dengan cara pengolahan akhir yang khusus, umpamanya agregat yang di ekspose, yakni agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan dibagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya. Hal lainnya seperti yang disebutkan di atas bahwa beton tahan terhadap serangan api, beton juga tahan terhadap serangan korosi oleh lingkungan.
Sebagian besar bahan pembuat beton menggunakan bahan lokal kecuali semen portland atau bahan tambah kimia, maka jika dilihat dari sisi ekonomisnya sangat menguntungkan. Hal ini akan menjadi mahal jika tanpa pemahaman tentang karakteristik bahan-bahan penyusun beton tersebut yang disesuaikan dengan prilaku struktur yang akan dibuat.
Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus, setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai dengan peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Suatu perkiraan kasar nilai kuat tarik berkisar antara 9%-15% kuat tekannya, nilai pastinya sulit diukur, pendekatan hitungan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete).
Karena kecilnya kuat tarik beton ini juga merupakan salah satu kelemahan dari beton biasa.
Untuk mengatasinya beton tersebut biasanya dikombinasikan dengan tulangan beton biasanya digunakan baja sebagai tulangannya. Alasan menggunakan baja sebagai tulangan beton karena koefisien baja hampir sama dengan kofisien beton (Abrams & Walker, Quantities of Material for Concrete, Bulletin 9 Structural Materials Research Laboratory, Lewis Institute, 1921). Beton didefinisikan sebagai (SNI 03 – 2847 - 2002) beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang disyaratkan di dalam pedoman
Gambar 1.5: Estetika dan struktur, disain “Hotel Aurelia Program”
Sumber: (Hirose, 2012)
Sifat monolit beton tidak memerlukan sambungan seperti baja sehingga konsumsi energi minimal per kapasitas jauh lebih rendah dari baja, bahkan jauh lebih rendah dari proses pembuatan batu bata. Tahapan untuk menghasilkan kinerja beton sesuai dengan rencana seperti Gambar 1.6.
Secara umum kelebihan beton (1) Bisa dengan mudah membentuknya sesuai dengan kebutuhan konstruksi, (2) mampu memikul beban yang berat, (3) tahan terhadap temperatur yang tinggi, (4) biaya pemeliarahan yang kecil, dll.
Kekurangannya adalah antara lain (1) Bentuk yang telah dibuat sulit untuk dirubah, (2) Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi, (3) Berat sendiri yang besar, (4) Daya pantul suara yang besar.
Gambar 1.6: Proses keseragaman Pembuatan Beton
Sumber: (STP 169D, Concrete and Concrete-Making Materials, p.31)
3. Kinerja Beton
Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalm pembuatan struktur, hal ini disebabkan selain kemudahan dalam menadapatkan material penyusunnya juga akan melibatkan penggunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang disebutkan di atas kekuatan tekan yang tinggi dan kemudahan pengerjaanya, pada proses produksinya yang menjadi perhatian untuk mewujudkan hal tersebut adalah kelangsungan proses pengadaan beton.
Sifat-sifat dan karakteristik dari material penyusun beton akan mempengaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini disesuaikan dengan katagori untuk bangunan apa hal tersebut dibuat. ASTM membagi menjadi tiga katagori yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan teknologi tinggi atau struktur yang menggunakan beton mutu tinggi.
Kriteria kinerja untuk beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen:
2 Pasir: 3 Batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm (SNI 03 – 2847 - 2002). Beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh menggunakan penakaran volume dan yang yang lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan
SPESIFIKASI DAN
PERENCANAAN CAMPURAN
MATERIAL PENYUSUN BETON (Semen, Agregat, Air, Bahan
Tambah Mineral, Bahan Tambah kima)
PROSES PENGADAAN (Batching, Mixing, Transportasi, Pengecoran, Finishing, Perawatan)
SIFAT DAN KARAKTER BETON (Rheological, Mekanikal, Kimiawi,
Elekronikal, dll)
KINERJA BETON (Konstruktibiliti, Kekuatan,
Durabilitas) EVALUASI
(Sampel, Pengujian, Pelaporan)
EVALUASI
(Sampel, Pengujian, Pelaporan)
beton yaitu: 1) menuhi kriteria konstruksi yaitu dapat dengan mudah dikerjakan dan dibentuk, mempunyai nilai ekonomis. 2) Kekuatan merupakan kekuatan tekan dan 3) durabilitas yaitu memiliki keawetan yang tinggi.
Kinerja yang dihasilkan dalam sebuah proses pengadaan beton haruslah memenuhi keseragaman. Secara umum untuk mendapatkan kinerja yang seragam dalam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir (Fiorato, 2006). Survey penelitian yang dilakukan ASTM tentang pengaruh-pengaruh yang timbul terhadap kinerja beton yang disebabkan oleh bahan- bahan yang digunakan beton dengan survey yang dilakukan pada 27 responden (Gambar 1.7). Kriteria penilaian variabel yang menggunakan skala 1 – 10 dengan 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.7). Penilaian ini didasarkan atas pentingnya penggunaan bahan tersebut dalam menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat.
Gambar 1.7: Persepsi Dampak Penggunaan Material dalam Membentuk Kinerja Beton Sumber: (STP 169D, Concrete and Concrete-Making Materials, p.31)
Secara praktis di lapangan, penilaian kepentingan akan penggunaan bahan yang digunakan dalam membuat kinerja tertentu akan berbeda yang tergantung dari untuk apa beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. Jadi komposisi bahan penyusun juga harus dilihat untuk apa beton tersebut dibuat. Berdasarkan katagori rumah tinggal, perumahan dan beton mutu tinggi dampak pengaru terhadap kinerja beton yang dihasilkan jika dilihat dari variabel bahan penyusunnya dapat dilihat seperti Gambar 1.8 menjelaskan bahwa penggunaan semen dalam sebuah campuran beton sangatlah penting, dan pengaruh penggunaan air terhadap pembentukan kinerja beton tidak begitu berpengaruh hal ini juga dijelaskan oleh (Abrams D. A., Design of Concrete Mixtures. Bulletin 1, Structural Materials Research Laboratory, Lewis Institute, May, 1919a) yang meneliti pengaruh air dalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR) bahwa semakin tinggi penggunaan air dengan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Water Silica Fume
Slag Lightweight Agg Air-Entraining Admix Water Redu cer, Retarders Fly Ash Coarse Agg Fine Agg Cement
Avg. Ranking (1=Mos t and 1 0=Least Important
perkulihan untuk satu semester. Oleh karena buku ini dapat membantu dan bermanfaat bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri.
Matakuliah Teknologi Beton, Teori dan Praktek Beton diberikan diberikan di Teknik Sipil untuk memberi bekal yang cukup bagi mahasiswa dalam melakukan proses pembuatan beton yang meliputi pemilihan bahan, mixdesign, pengerjaan beton, dan pengawasan mutu beton pada berbagai macam proyek di lapangan. Proses pembuatan beton di lapangan dilakukan melalui suatu rangkaian tahapan pekerjaan dan harus dilakukan secara teliti dan benar.
Kesalahan pelaksanaan pada proses menyebakan tidak tercapainya mutu beton yang sesuai perencanaan. Buku ini diharapkan agar mahasiswa dapat memahami, menganalisis, dan melakukan setiap tahap pekerjaan yang diperlukan dalam proses pembuatan beton secara benar di laboratorium dan di lapangan pada berbagai macam proyek untuk mendapatkan beton dengan mutu yang diharapkan. Manfaatnya mahasiswa dapat memahami tentang cara pengujian bahan yang akan digunakan untuk bahan beton dan proses pembuatan beton dengan lebih baik, sehingga nantinya setelah lulus dapat menjadi bekal untuk kompetisi di dunia kerja.
2. Manfaat bagi pelaku konst ruks i
Kegagalan pelaksanaan konstruksi beton yang dilakukan oleh pelaksana konstruksi masih sering di beritakan terutama berita tentang kerusakan jalan termasuk jalan beton didalamnya yang hampir merata di seluruh Indonesia sering diwartakan oleh banyak media di seluruh Indonesia. Baik melalui media cetak, media elektronik maupun media sosialita. Ribuan berita ini seolah tidak pernah ada matinya, karena solusinya tidak pernah komprehensif.
Sehingga pada gilirannya kemudian menjadi salah satu kontributor yang signifikan bagi ketidakmampuan bersaing bangsa. Selama ini yang secara sahih dianggap sebagai biang keladi dari kerusakan strukutur beton adalah pembebanan berlebihan, banjir, kurangnya dana pelaksanaan dan atau pemeliharaan, pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai bestek, dana dikorup dan lain-lain. Tetapi melupakan bahwa material penyusun dan proses pembuatan bahan-bahan beton menjadi penting.
Semen sangat dikenal sebagai bahan bangunan, apalagi yang sehari-harinya bergelut dengan dunia bangunan dan konstruksi beton tentu sangat mengenal. Tanpa semen, bangunan modern tidak mungkin bisa berdiri seperti saat ini. Fungsi semen sebagai bahan pengikat campuran, mulai dari campuran beton, plesteran dan acian dinding juga untuk mengikat pasangan bata atau batako. Berikutnya adalah bahan pengisinya seperti agregat dan bahan campuran lainnya sebagai bahan tambah untuk menghasilkan sifat-sifat tertentu dalam beton baik saat beton segar maupun setelah mengeras.
Pelaku konstruksi baik sebagai konsultan, pelaksana konstruksi bahkan pemilik konstruksi seharusnya penting untuk memperhatikan bagaimana seharusnya pelaksana lapangan melakukan proses pembuatan beton dari awal sampai akhir. Kesalahan dalam aplikasi pelaksanaan akan membuat hasil tidak sempurna. Pengawas juga harus tahu caranya sesuai dengan kebutuhan dan regulasi yang diterapkan pada pekerjaan. Jangan sampai bangunan retak-retak atau dinding terkelupas karena pekerjaan beton yang tidak benar.
Contohnya secara sederhana bahwa campuran beton untuk dinding kamar mandi tidaklah sama dengan campuran untuk dinding kamar tidur. Bagaimana seharusnya agar pencampuran baik dan benar, maka perlu dipahami sifat dan karakteristik bahan beton dan beton.
Buku ini diharapkan menjadi bagian dari para pelaku konstruksi dan bermanfaat untuk membantu memahami sifat dan karakteristik semen, air pencampur, agregat, bahan-bahan tambah kimia maupun mineral serta karakteristik beton segar pada proses pelaksanaan konstruksi dan beton keras.
D. Petunjuk penggunaan buku
Menguraikan tentang bagaimana penggunaan buku ini untuk mahasiswa dalam melakukan prektek-praktek dilaboratorium dan lapangan. Juga akan menguraikan bagaimana buku ini jiga digunakan untuk mahasiswa S1, S2 atau S3 yang akan melakukan riset atau pelaksanaan pengujian. Selain itu menguraikan bagaimana buku ini jika digunakan sebagai pendamping untuk para praktisi konstruksi sipil.
1. Petunjuk penggunaan bagi mahasiswa
Pada bagian pertama dan kedua dari buku ini dapat digunakan untuk membantu mempelajari teori yang terkait dengan teknologi beton dan pada bagian ketiga dan keempat digunakan untuk mempelajari pengujian-pengujian beton dilapangan ataupun di laboratorium dan pada bagian kelima dan keenam dapat digunakan untuk pengujian beton, segar, keras dan struktur beton.
2. Petunjuk penggu naan bagi pengajar/dos en
Bagi dosen atau pengajar dapat menggunakan pada bagian pertama dan kedua dari buku untuk mengajar teori teknologi beton di kelas dan pada bagian ketiga dan keempat digunakan untuk memberikan pengajaran di laboratorium serta bagian kelima dan keenam untuk pengujian di laboratorium dan lapangan untuk beton segar, keras dan struktur.
3. Petunju k penggunaan bagi pelaku konst ruksi
Bagi pelaku konstruksi dapat mengguna secara parsial dari bagian-bagian buku terkait dengan pekerjaannya.
PERTANYAAN:
1. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton?
2. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur?
3. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton?
4. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik?
5. Berdasarkan variable bahan penyusun beton untuk perumahan. Jelaskan pengaruh material penyusunnya dalam skala 1-10?
6. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton?
7. Jelaskan dan Gambarkan aktivitas kegiatan suatu pekerjaan beton?