• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (Revisi 2008)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (Revisi 2008)"

Copied!
356
0
0

Teks penuh

Pendahuluan

Latar Belakang

Tujuan dan Ruang Lingkup

  • Tujuan
  • Ruang Lingkup

Acuan Penyusunan

Bangun Prinsip Akuntansi Umum

Ketentuan Lain-lain

Laporan Keuangan

Kerangka Dasar

  • Tujuan laporan keuangan
  • Tanggung jawab atas laporan keuangan
  • Komponen laporan keuangan
  • Bahasa laporan keuangan
  • Mata uang pelaporan
  • Kebijakan akuntansi
  • Penyajian
  • Konsistensi penyajian
  • Materialitas dan agregasi
  • Saling hapus (Off se ng)
  • Periode pelaporan
  • Informasi komparati f
  • Laporan keuangan interim
  • Laporan keuangan konsolidasi

Laporan keuangan yang lengkap meliputi: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Faktanya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan tahunan tidak dapat dibandingkan.

Komponen Laporan Keuangan

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi, peristiwa dan keadaan yang sama atau serupa. Informasi perubahan modal bank menggambarkan kenaikan atau penurunan kekayaan bersih selama periode yang relevan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan wajib diungkapkan dalam laporan keuangan.

Keterbatasan Laporan Keuangan

Multi-currency adalah pencatatan transaksi dalam mata uang asing dengan cara posting langsung dalam mata uang asing asal yang digunakan dalam transaksi tersebut.

Penjelasan Umum

  • Aset dan Kewajiban Keuangan
  • Aset Keuangan
  • Kewajiban Keuangan
    • Ketentuan Transisi
  • Penerapan Secara Prospekti f
  • Laporan Keuangan Komparasi

Efek diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (dengan asumsi tanggal penyelesaian digunakan). Perubahan nilai wajar surat berharga Diukur pada nilai wajar melalui Laporan Laba Rugi.

Surat Berharga

Surat Berharga

Defi nisi

Dasar Pengaturan

Nilai wajar suatu aset keuangan pada pengakuan awal biasanya sama dengan harga transaksinya (yaitu nilai wajar dari jumlah yang diberikan atau diterima, lihat juga paragraf 91). Penghentian pengakuan adalah penghapusan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang telah diakui sebelumnya dari neraca suatu entitas ekonomi.

Penjelasan

Meskipun tidak termasuk dalam kriteria de-balance sheet, namun bank tetap dapat menerbitkan surat berharga yang telah dihapusbukukan dari neraca. Penyusutan dilakukan seluruhnya sebesar nilai buku surat berharga dengan menjurnal penyisihan kerugian penurunan nilai.

Perlakuan Akuntansi

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar efek diakui secara langsung di ekuitas. Penyesuaian penurunan nilai (jika ada) disajikan sebagai pengimbang efek yang dimiliki.

Ilustrasi Jurnal

Kerugian/keuntungan penjualan surat berharga Cr. Surat Berharga – dimiliki hingga jatuh tempo f. Surat Berharga – dimiliki hingga jatuh tempo.

Pengungkapan

Efek yang dialihkan dari efek dalam kategori Tersedia untuk Dijual ke dalam kategori Dimiliki untuk Ditebus. Asumsi dalam menentukan nilai wajar surat berharga (dalam hal bank menggunakan nilai wajar dalam pengukuran surat berharga) dan agunan, serta perubahan asumsi yang dapat mempengaruhi laporan keuangan secara signifikan; dan C. Jumlah surat berharga yang berpindah dari atau ke masing-masing kategori dan yang melatarbelakangi perpindahan kategori tersebut (reklasifikasi).

Jenis risiko dan imbalan (risk and reward) atas kepemilikan surat berharga yang tetap berada pada bank; Nilai buku surat berharga dan liabilitas terkait, jika bank tetap mengakui seluruh bagian surat berharga; Jumlah yang mencerminkan eksposur risiko suatu surat berharga pada tanggal pelaporan, tanpa memperhatikan agunan atau bentuk mitigasi risiko lainnya;

Jenis dan jumlah agunan serta bentuk mitigasi risiko lainnya atas eksposur surat berharga sebagaimana pada poin a di atas. Nilai buku surat berharga yang tidak menunggak bunga dan/atau pokok (overdue) atau mengalami penurunan nilai namun telah mengalami restrukturisasi atau perubahan syarat dan ketentuan.

Ketentuan Lain-lain

Jumlah surat berharga yang dimiliki berdasarkan segmentasi, meliputi sektor ekonomi dan geografis, berdasarkan jangka waktu, mata uang, dan suku bunga surat berharga tersebut dihitung secara rata-rata.

Contoh Kasus

  • Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali

Kr. Tunai/Tagihan../Rekening pembayaran BI Rp d. Saat membuat entri jurnal terbalik, kewajiban membeli surat berharga diberi tanggal. Perjanjian penjualan efek dengan janji pembelian kembali dan jaminan keamanan – pada dasarnya merupakan aset yang sama. Dalam transaksi penjualan surat berharga dengan perjanjian pembelian kembali (repo), bank menjual surat berharga kepada pihak lain dengan harga tertentu dan berjanji akan membeli kembali surat berharga tersebut dengan harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Selanjutnya dana yang diterima bank yang menjual surat-surat berharga dalam transaksi repo diakui sebagai kewajiban untuk membeli kembali surat-surat berharga yang dijual secara repo. Surat berharga yang dimiliki dan dijadikan jaminan atas pinjaman yang diterima tanpa perjanjian repo, tidak termasuk dalam surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali. Surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali tetap diakui sebagai aset keuangan pada neraca bank.

Pengakuan dan pengukuran surat berharga yang dijual berdasarkan perjanjian pembelian kembali mengacu pada perlakuan akuntansi atas surat berharga. Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali disajikan dalam postingan tersendiri dengan Surat Berharga lainnya yang tidak direpokan.

Tabel 1:  Estimasi Arus kas masa datang surat berharga-Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Effective Interest Rate: 7,89%  04-Jun-10 -   1.000.000.000,00 -    -    -    (5.750.000) 994.250.000  -  30-Jun-10 -   1.000.000.000,00 6.000.000  6.399.532  399.532  (5.35
Tabel 1: Estimasi Arus kas masa datang surat berharga-Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Effective Interest Rate: 7,89% 04-Jun-10 - 1.000.000.000,00 - - - (5.750.000) 994.250.000 - 30-Jun-10 - 1.000.000.000,00 6.000.000 6.399.532 399.532 (5.35

Ilustrasi jurnal

  • Tagihan Atas Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali

Perubahan nilai wajar efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai diakui dalam laporan laba rugi. Piutang Piutang reverse repo dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan sebelumnya dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Penghentian pengakuan klaim pembelian kembali secara terbalik dapat merujuk pada penghentian pengakuan neraca, sebagaimana disebutkan dalam bagian Kredit.

3 Dimiliki hingga jatuh tempo pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu nilai wajar klaim reverse repo yang diukur pada pengakuan awal ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Kebijakan akuntansi lain yang relevan dengan klaim reverse repo yang dapat mendukung pemahaman laporan keuangan. Asumsi penentuan nilai wajar obligasi reverse repo (dalam hal bank menggunakan nilai wajar dalam pengukuran tagihan reverse repo) dan agunan, serta perubahan asumsi yang dapat mempengaruhi laporan keuangan secara signifikan; Dan.

Perubahan nilai wajar piutang reverse repo diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Jumlah klaim reverse repo yang dipindahkan dari atau ke masing-masing kategori dan latar belakang perpindahan kategori tersebut (reklasifikasi).

Contoh kasus

  • Kewajiban atas Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
  • Surat Berharga yang Diterbitkan

Liabilitas atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali yang tidak diukur pada nilai wajar melalui Laporan Laba Rugi. Pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu nilai wajar liabilitas atas surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali diukur pada pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (kewajiban repo). sama dengan jumlah pembayaran yang diterima).

Dasar kategorisasi dan pengukuran (measurement basis) Kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan transaksi pembelian kembali pada saat penyusunan laporan keuangan; Dan. Jumlah transaksi pertanggungjawaban atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang diterbitkan kepada pihak berelasi. Kerugian akibat kenaikan nilai wajar surat berharga - Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Dasar kategorisasi dan pengukuran (measurement basis) kewajiban atas surat berharga yang dijual melalui kontrak repo dalam penyusunan laporan keuangan; Dan. Jumlah transaksi kewajiban surat berharga yang dijual melalui perjanjian pembelian kembali yang diterbitkan kepada pihak berelasi.

Contoh Kasus

Suatu kredit yang ditentukan pada saat persetujuan/pembelian untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (fair value option), meskipun tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Nilai wajar pinjaman pada pengakuan awal merupakan jumlah pokok pinjaman yang telah dibayar oleh debitur. Dengan ditandatanganinya perjanjian kredit dengan debitur, bank mengakui “kewajiban atas kredit yang diberikan kepada debitur”.

Nilai wajar kredit pada pengakuan awal sama dengan harga transaksi yaitu jumlah pokok kredit yang diberikan. Selisih antara nilai buku pinjaman (yang merupakan nilai pelunasan) dengan nilai pinjaman yang akan diterima pada saat jatuh tempo diamortisasi pada periode berjalan dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Koreksi nilai akibat penurunan nilai (jika ada) disajikan sebagai saling hapus atas pinjaman yang diberikan.

Setelah diterimanya biaya komitmen atas bagian kredit yang belum ditarik (undrawn part) oleh debitur. Pada saat pembelian, kredit atau yang semula ditetapkan sebagai kredit diukur pada nilai wajar.

Kredit

Pemberian dan Penyaluran

2 Tersedia untuk dijual Nilai wajar pinjaman yang pada pengakuan awal sama dengan harga transaksi, yaitu jumlah pokok pinjaman yang diberikan, dikurangi atau ditambah pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan langsung pada pemberian kredit. Namun jika bank menanggung risiko, maka bank mengakuinya sebagai “pinjaman yang diberikan” sebesar risiko yang ditanggung. Pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu nilai wajar pinjaman yang diukur pada pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif f dengan menggunakan metode suku bunga efektif f.

3 Dimiliki hingga jatuh tempo pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu nilai wajar pinjaman yang diukur pada pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Sedangkan pendapatan bunga dari pinjaman yang tidak diperhitungkan dalam estimasi arus kas masa depan yang dilakukan pada saat pengakuan awal pinjaman atau pada saat penyesuaian tingkat bunga pinjaman dicatat dalam rekening administratif. Tunai/Rekening…/Giro BI Cr. Jika nilai provisi pinjaman yang diterima tidak material untuk disusutkan).

Sekaligus dibuat jurnal untuk mengurangi kewajiban pemberian fasilitas kredit yang belum digunakan oleh debitur. Entri pinjaman yang dimiliki hingga jatuh tempo dibuat setelah pinjaman tersebut diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Pada saat yang sama dibuat jurnal untuk mengurangi kewajiban utang kredit yang belum terpakai oleh debitur kepada pelanggan, dan amortisasinya didasarkan pada tingkat bunga efektif.

Akun lawan - . fasilitas kredit yang belum digunakan Rp Kr. Melakukan kewajiban - . fasilitas kredit yang belum terpakai sebesar Rp. kepada pelanggan dan amortisasi berdasarkan suku bunga efektif 1) Pada saat pembebanan biaya kepada debitur.

Tabel 1 : Estimasi Arus Kas Masa Datang Kredit Modal Kerja – Amortised Cost Suku Bunga Efektif Awal          1,237% (Original Effective Interest Rate/EIR) Keterangan p = pokok                Trx = transaksi i  = suku bunga kontraktual
Tabel 1 : Estimasi Arus Kas Masa Datang Kredit Modal Kerja – Amortised Cost Suku Bunga Efektif Awal 1,237% (Original Effective Interest Rate/EIR) Keterangan p = pokok Trx = transaksi i = suku bunga kontraktual

Penurunan Nilai dan Penghapusbukuan Kredit

Entitas pertama-tama menentukan bahwa terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai secara individual untuk aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual, terdapat bukti mengenai penurunan nilai secara individual atau kolektif (lihat paragraf 59). Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Ketika penurunan nilai wajar suatu aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual diakui secara langsung di ekuitas dan terdapat bukti obyektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan (lihat paragraf 60), kerugian kumulatif sebelumnya diakui segera.

Jumlah kerugian kumulatif yang tidak termasuk dalam ekuitas dan diakui dalam laporan laba rugi sesuai paragraf 68 adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pembayaran pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai laporan keuangan. aset yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi. Proses memperkirakan besarnya kerugian penurunan nilai dapat menghasilkan suatu nilai kerugian atau kisaran nilai kerugian yang mungkin terjadi. Agunan tersebut tidak diakui sebagai aset secara terpisah dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai, kecuali jika memenuhi kriteria pengakuan aset sesuai PSAK lain.

Penilaian penurunan nilai dilakukan terhadap kredit yang diberikan dalam kategori selain yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Beberapa jenis dokumentasi yang berkaitan dengan penilaian penurunan nilai dapat mencakup hal-hal berikut: .. a) peringkat internal atau peringkat kredit yang digunakan;

Transaksi Derivati f

Transaksi Ekspor - Impor

Contoh kasus

Gambar

Tabel 1:  Estimasi Arus kas masa datang surat berharga-Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Effective Interest Rate: 7,89%  04-Jun-10 -   1.000.000.000,00 -    -    -    (5.750.000) 994.250.000  -  30-Jun-10 -   1.000.000.000,00 6.000.000  6.399.532  399.532  (5.35
Tabel 1 : Estimasi Arus Kas Masa Datang Kredit Modal Kerja – Amortised Cost Suku Bunga Efektif Awal          1,237% (Original Effective Interest Rate/EIR) Keterangan p = pokok                Trx = transaksi i  = suku bunga kontraktual
Tabel 2 : Mutasi Rekening Koran Debitur Kredit Modal Kerja
Tabel 3: Estimasi Arus Kas Masa Datang Kredit Modal Kerja dengan Suku Bunga Mengambang – Amortised Cost (asumsi pada 1 Januari 2010 suku bunga diprediksikan akan meningkat pada tanggal 31 Juli 2010 menjadi 1,35%/bulan)
+7

Referensi

Dokumen terkait

7/24/2021 Laporan Isi Absensi https://siakad.umj.ac.id/siakad/rep_isiabsensi 1/2 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA