• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2024

N/A
N/A
Vasas E. Lase

Academic year: 2024

Membagikan "PEDOMAN Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2024"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

1

(2)

i

Diterbitkan oleh:

Balai Pengembangan Talenta Indonesia Pusat Prestasi Nasional

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pengarah:

Asep Sukmayadi Sugeng Riyadi Penanggung Jawab:

Keri Darwindo Nugroho Eko Prasetya

Tim Penyusun:

Dedek Meilani Imam Imanudin

Horison Sirait Nur Indri Rahayu

Jajat Syam Hardwis

M. Zaky Unun Umaran Ivan Rivan Firdaus

Reza Febri Abadi Penyunting:

Ulfa Uswatun Khasanah Angger Pramono Yusuf Budi Sartono

Badan Bahasa Desain Sampul:

Muhammad Nafi Rizaldi Anggun Rahayu Utami

Tata Letak:

Alhavid Desember 2023

©2023 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Hak cipta dilindungi Undang-Undang.

All rights reserved.

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Kegiatan ajang talenta merupakan wahana aktualisasi unjuk prestasi peserta didik, yang juga menjadi momentum untuk menemukenali anak-anak berbakat atau yang mempunyai potensi talenta di atas rata-rata. Dalam mengikuti ajang talenta, mereka akan mendapatkan tantangan terutama dalam menghasilkan suatu karya dan menjadi yang terbaik. Kegiatan ajang talenta merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi talenta secara berkelanjutan, dan turut andil dalam mengembangkan karakter peserta didik menuju profil pelajar Pancasila.

Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) menyelenggarakan ajang talenta setiap tahun di berbagai bidang. Dalam kerangka program Manajemen Talenta Nasional (MTN), BPTI/Puspresnas melakukan pembinaan berkelanjutan untuk menghasilkan bibit-bibit talenta unggul di bidang-bidang Riset dan Inovasi; Seni dan Budaya; serta Olah Raga.

Menandai semangat Merdeka Belajar, Merdeka Berprestasi, aktualisasi prestasi melalui ajang talenta didasarkan pada minat dan bakat. Pemerintah mulai memberikan perhatian yang lebih serius terhadap anak-anak yang berprestasi di berbagai bidang ketalentaan. Mereka yang berhasil akan mendapatkan banyak manfaat untuk pengembangan karir belajar atau karir profesionalnya, seperti beasiswa atau pembinaan lanjut untuk mencapai prestasi maksimal.

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus adalah sebuah ajang talenta di bidang olahraga yang diselenggarakan untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Jenjang SDLB, SMPLB, SMALB. Ajang O2SN-PDBK diselenggarakan secara bertingkat mulai dari daerah hingga nasional, untuk menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi. Mekanisme bertingkat tersebut merupakan salah satu cara untuk memberikan kesempatan yang sama dan adil bagi peserta didik di seluruh Indonesia untuk berprestasi dan menjadi bibit-bibit talenta potensial. Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingan meliputi : 1. Atletik; 2. Bocce; 3. Bulu Tangkis; 4. Catur; dan 5. Tenis Meja. O2SN bagian integral dalam membangun generasi emas Indonesia.

Pedoman ini disusun untuk memberikan informasi dan gambaran berbagai aspek penyelenggaraan ajang 02SN-PDBK kepada para peserta, pendamping, pembina, juri, dan para pemangku kepentingan lainnya, baik yang bersifat teknis maupun administratif. Selamat mempersiapkan diri, belajar, berlatih, dan bekerja sebaik baiknya agar kegiatan ajang terlaksana sesuai rencana dan memberikan hasil maksimal.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih.

Jakarta, Desember 2023 Kepala BPTI

Asep Sukmayadi

NIP. 197206062006041001

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... II DAFTAR ISI... III

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. DASAR HUKUM ... 1

C. TUJUAN ... 2

D. HASIL YANG DIHARAPKAN ... 2

E. LOGO TEMA DAN TAGAR ... 3

BAB II PENYELENGGARAAN ... 4

A. ASAS DAN PRINSIP AJANG TALENTA ... 4

B. SASARAN ... 5

C. CABANG OLAHRAGA YANG DIPERLOMBAKAN/DIPERTANDINGKAN ... 5

D. SARANA DAN PRASARANA ... 6

E. UNSUR PENYELENGGARA ... 6

F. MEKANISME SELEKSI ... 8

G. JUARA DAN PENGHARGAAN ... 9

H. JADWAL PELAKSANAAN ... 10

I. PEMBIAYAAN ... 10

BAB III NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN ... 11

A. PERISTILAHAN DAN KETENTUAN UMUM ... 11

B. PERSYARATAN PESERTA,PENDAMPING DAN KETUA KONTINGEN ... 11

BAB IV KETENTUAN KHUSUS ... 16

BAB V PENUTUP ... 17

LAMPIRAN ... 18

A. Atletik (Nomor Balap Kursi Roda) ... 19

B. Atletik (Nomor Lari Jarak Pendek 100 Meter) ... 22

C. Atletik (Nomor Lompat Jauh) ... 25

D. Atletik (Nomor Lempar Turbo)... 29

E. Bulu Tangkis ... 32

F. Bocce ... 35

G. Catur... 41

H. Tenis Meja ... 45

(5)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam era globalisasi ini pengelolaan pendidikan dituntut untuk dapat memotivasi dan mengoptimalisasi segala aspek kehidupan, termasuk sumber daya manusia. Hal tersebut juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan olahraga di Sekolah Luar Biasa (SLB), perlu dilaksanakan kegiatan dalam bentuk lomba yang kompetitif sebagai upaya untuk menumbuhkan motivasi dan kecintaan terhadap olahraga. Untuk itu, Balai Pengembangan Talenta Indonesia menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (O2SN-PDBK) secara berkesinambungan.

Penyelenggaraan kegiatan O2SN-PDBK merupakan upaya sistematis untuk meletakkan fondasi dan tradisi keunggulan di bidang olahraga bagi peserta didik.

Pendidikan tidak hanya menjadikan manusia yang cerdas tetapi juga menginginkan manusia yang tangguh, segar dan bugar baik fisik maupun jiwanya. Keikutsertaan peserta didik dan guru pada O2SN-PDBK juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka dapat saling mengenal dan memahami perbedaan satu sama lain yang akan menggugah kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang Bhinneka Tunggal Ika, dan diharapkan ketika berlaga di tingkat internasional akan bersatu untuk menunjukkan supremasinya pada bidang olahraga.

Selain itu, dalam rangka mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), O2SN- PDBK tingkat nasional ke-XVII Tahun 2024 merupakan salah satu peran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi guna memajukan olahraga Indonesia dalam kancah Internasional pada perhelatan Paralimpiade dunia. Ada 5 (lima) cabang olahraga unggulan yang diamanatkan dalam DBON, yaitu diantaranya para atletik, para renang, para bulu tangkis, para tenis meja, para angkat besi.

B. Dasar Hukum

Dasar hukum pelaksanaan O2SN-PDBK:

1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas;

3. Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

(6)

2

5. Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/Bakat Istimewa;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;

8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 27 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;

9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Pemuda dan Olahraga No. 6 Tahun 2022 tentang Peta jalan Desain Besar Olahraga Nasional Periode Tahun 2021-2024;

12. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun 2024.

C. Tujuan

Pelaksanaan O2SN-PDBK bertujuan untuk:

1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak peserta didik berkebutuhan khusus dalam bidang olahraga sebagai bagian dari pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan melalui persaingan yang sehat dan sportif;

2. Meningkatkan motivasi, minat, bakat dan kecintaan peserta didik berkebutuhan khusus terhadap olahraga;

3. Meningkatkan kesegaran jasmani dan pembentukan kondisi fisik untuk pembelajaran pendidikan jasmani adaptif peserta didik berkebutuhan khusus yang kuat;

4. Meningkatkan sikap toleransi, empati, kompetitif dan sportif peserta didik berkebutuhan khusus;

5. Melahirkan bibit-bibit olahragawan potensial yang dapat dibanggakan di masa depan;

6. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah di seluruh Indonesia.

D. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan O2SN-PDBK adalah:

1. Terwujudnya kemampuan dan keterampilan gerak, serta meningkatnya motivasi, minat, bakat dan kecintaan peserta didik berkebutuhan khusus terhadap olahraga;

2. Terwujudnya rasa cinta peserta didik berkebutuhan khusus terhadap pendidikan jasmani adaptif dan pembentukan kondisi fisik siswa yang kuat;

3. Terwujudnya sikap toleransi, kompetitif dan sportif peserta didik berkebutuhan khusus yang lebih meningkat dalam bidang olahraga;

4. Lahirnya bibit-bibit olahragawan PDBK potensial yang dapat dibanggakan di masa depan;

5. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar peserta didik seluruh Indonesia melalui O2SN.

(7)

3

E. Logo Tema dan Tagar

1. Logo O2SN-PDBK Tahun 2024 adalah sebagai berikut:

2. Tema O2SN-PDBK Tahun 2024:

“Merdeka Berprestasi, Talenta Olahraga Menginspirasi”

(8)

4

BAB II

PENYELENGGARAAN A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta

Asas dan prinsip mencakup nilai, norma, asas penyelenggaraan, dan prinsip penyelenggaraan. Penyelenggaraan ajang talenta harus mencerminkan dan menerapkan asas dan prinsip yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

1. Nilai

Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, obyektivitas, produktivitas, estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya. Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisaikan dalam berbagai aspek kegiatan.

2. Norma

Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku sesuai dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan atau peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri. Selain untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman, penegakan norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya motivasi berprestasi para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta keterbukaan. Selain itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan prinsip penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.

3. Asas penyelenggaraan

a. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan Nasional;

b. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;

c. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;

d. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan 4. Prinsip penyelenggaraan

Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth, Participative dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:

a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan suku, agama, rupa, dan ras;

b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta didik tanpa intervensi yang eksploitatif;

c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif (competive advantage);

d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;

(9)

5

e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan;

f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;

g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;

h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan B. Sasaran

Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) PDBK tahun 2024 adalah peserta didik berkebutuhan khusus pada satuan pendidikan khusus jenjang SDLB/SMPLB/SMALB dan satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif jenjang SD/SMP/SMA/SMK/Pendidikan Masyarakat/Program Paket yang sederajat di 38 provinsi seluruh Indonesia.

C. Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan

Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-PDBK tahun 2024 meliputi 5 (lima) cabang yaitu:

Tabel 1.

Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan No Cabang

Olahraga

Nomor Lomba

Jenis Kelamin

Jenis

Ketunaan Jenjang

1 Atletik

Balap Kursi Roda

Putra Tunadaksa SMP/SMA/SMPLB/SMALB/

Paket B/Paket C Lari 100

Meter Putra Tunagrahita SMP/SMPLB/Paket B Lompat

Jauh Putri Tunarungu SMP/SMPLB/Paket B Lempar

Turbo Putra Tunagrahita SD/SDLB/Paket A 2 Bulu

Tangkis Tunggal Putra Tunarungu SMA /SMALB/ Paket C

3 Bocce Tunggal Putri Down

Syndrome SD/SDLB/Paket A 4 Catur Tunggal Putra/

Putri Tunanetra SMP/SMA/SMPLB/SMAL B/Paket B/Paket C

(10)

6

No Cabang Olahraga

Nomor Lomba

Jenis Kelamin

Jenis

Ketunaan Jenjang

5 Tenis Meja Tunggal Putra Tunagrahita SMA /SMALB/ Paket C

D.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan O2SN-PDBK tahun 2024 ialah:

1. Venue beserta kelengkapan untuk lomba;

2. Aplikasi lomba;

3. Jaringan internet;

4. Tenaga medis dengan perlengkapan dan ambulance.

E. Unsur Penyelenggara

Pelaksanaan O2SN-PDBK tahun 2024 agar dapat berlangsung secara baik dan efisien, perlu disusun kepanitiaan dalam penyelenggaraan setiap tahapan seleksinya. Adapun kepanitiaan Pelaksanaan O2SN-SMA tahun 2024 untuk setiap tahap adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Sekolah

Kepala sekolah membentuk panitia O2SN-PDBK tingkat sekolah yang terdiri atas unsur:

a. Kepala Sekolah, b. Guru,

c. Komite Sekolah, d. Instansi Terkait.

Tugas dan tanggung jawab panitia sekolah adalah:

a. Merencanakan dan menyeleksi peserta lomba tingkat sekolah;

b. Menyiapkan surat-surat dan keperluan penyelenggaraan seleksi tingkat sekolah;

c. Menyosialisasikan penyelenggaraan kompetisi olahraga;

d. Menetapkan peserta yang mewakili sekolah;

e. Menetapkan guru pendamping sebagai pelatih untuk kegiatan lomba tingkat kabupaten/kota;

f. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke melalui website Balai Pengembangan Talenta Indonesia;

g. Mengirimkan peserta untuk mewakili sekolah dalam O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota.

2. Tingkat Kabupaten/Kota

Panitia O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota terdiri atas unsur:

a. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah/Dinas Pendidikan Provinsi,

(11)

7

b. Pengurus Cabang Olahraga kab/kota yang diperlombakan/pertandingkan dan atau instansi yang terkait lainnya,

c. Perguruan tinggi setempat,

d. KKGO, MGMP PJOK, KKKS, MKKS,

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kabupaten/kota adalah:

a. Membuat dan menginformasikan pelaksanaan O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota ke Dinas Pendidikan Provinsi;

b. Merencanakan pelaksanaan O2SN-PDBK kabupaten /kota yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi;

c. Bekerjasama dengan Induk cabang olahraga di tingkat kab/kota dalam penyelenggaraan kegiatan;

d. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan;

e. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota;

f. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat pertandingan O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota dengan surat keputusan;

g. Melaksanakan kegiatan O2SN-PDBK kabupaten/kota;

h. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah/Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;

i. Mengirimkan atlet mewakili kabupaten/kota ke O2SN-PDBK tingkat provinsi.

3. Tingkat Provinsi

Panitia O2SN-PDBK tingkat provinsi terdiri atas unsur:

a. Dinas Pendidikan Provinsi,

b. Pengurus Cabang Olahraga Provinsi yang diperlombakan/dipertandingkan dan atau Instansi yang terkait lainya.

c. Perguruan Tinggi setempat,

d. KKGO, MGMP PJOK, KKKS, MKKS

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat provinsi adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN-PDBK tingkat provinsi;

b. Bekerjasama dengan induk cabang olahraga provinsi dan atau Instansi yang terkait lainya, perguruan tinggi dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dalam

penyelenggaraan O2SN-PDBK di tingkat Provinsi;

c. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan;

d. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN-PDBK;

e. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat perlombaan/pertandingan dengan surat keputusan;

f. Melaksanakan kegiatan O2SN-PDBK tingkat provinsi;

g. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Ketua Panitia Penyelenggara O2SN-PDBK;

(12)

8

h. Menyampaikan dan melaporkan jadwal pelaksanaan ke panitia pusat Balai Pengembangan Talenta Indonesia;

i. Mendaftarkan para peserta kontingen O2SN-PDBK hasil seleksi tingkat provinsi melalui pendaftaran daring ke Balai Pengembangan Talenta Indonesia melalui website O2SN PDBK

4. Tingkat Nasional

Panitia tingkat nasional berasal dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tugas dan fungsi panitia tingkat nasional adalah:

a. Menyosialisasikan kegiatan O2SN-PDBK tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional;

b. Membuat panduan teknis pelaksanaan O2SN-PDBK tahun 2024;

c. Berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, Dinas Pendidikan Provinsi di setiap tahap seleksi;

d. Mempersiapkan pendaftaran daring untuk peserta O2SN-PDBK;

e. Merencanakan pelaksanaan O2SN-PDBK tingkat nasional;

f. Bekerjasama dengan Induk Organisasi Cabang Olahraga dan atau Instansi yang terkait lainya dan Perguruan Tinggi dalam O2SN-PDBK tahun 2024;

g. Mempersiapkan mekanisme perlombaan/pertandingan dengan Induk Organisasi Cabang Olahraga dan atau Instansi yang terkait lainnya dan Perguruan Tinggi;

h. Menyiapkan surat-surat dan keperluan penyelenggaraan kegiatan;

i. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan perlombaan/pertandingan;

j. Melaksanakan kegiatan O2SN-PDBK tingkat nasional.

F. Mekanisme Seleksi

Seleksi O2SN-PDBK tahun 2024 diselenggarakan secara berjenjang, yakni:

1. Tingkat Sekolah

2. Tingkat Kabupaten/Kota 3. Tingkat Provinsi

4. Tingkat Nasional

Pelaksanaan seleksi O2SN-PDBK tahun 2024 tingkat kabupaten/kota dan provinsi diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:

1. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, adil dan memperhatikan pemerataan kesempatan berprestasi, dengan melibatkan unsur pengurus daerah cabang olahraga dan atau Instansi yang terkait lainnya dan Perguruan Tinggi;

2. Persyaratan peserta mengacu kepada ketentuan yang dituangkan dalam Pedoman O2SN- PDBK;

3. Jadwal penyelenggaraan seleksi daerah disampaikan kepada BPTI;

4. Menyampaikan Surat Keputusan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dan Dinas Pendidikan Provinsi kepada BPTI tentang hasil pelaksanaan seleksi O2SN-PDBK di daerahnya.

(13)

9

Ketentuan mekanisme pendaftaran O2SN-PDBK tahun 2024 sebagai berikut:

1. Pendaftaran peserta O2SN-PDBK dilakukan dengan sistem daring (online), dimulai dari tingkat kabupaten/kota.

2. Pendaftaran daring dapat diakses pada laman BPTI yaitu:

https://daftar-bpti.kemdikbud.go.id dan https://pk.pusatprestasinasional.

kemdikbud.go.id/

3. Ada 2 tahap pendaftaran daring yaitu:

a. Tahap I

Pendaftaran daring tahap ini ditujukan bagi peserta yang mewakili sekolah untuk mengikuti seleksi di tingkat kabupaten/kota/provinsi.

b. Tahap II

Pendaftaran daring tahap II ditujukan bagi peserta yang lolos seleksi tingkat provinsi dan ditetapkan sebagai perwakilan provinsi ke tingkat nasional melalui Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN-PDBK Tingkat Nasional yang ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi.

4. Dinas Pendidikan Provinsi akan mendapatkan akun pendaftaran daring dari panitia pusat BPTI.

5. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia pusat BPTI.

G. Juara dan Penghargaan

Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik pada tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Penghargaan pada tingkat nasional diberikan oleh BPTI dalam bentuk sertifikat, medali, dan uang pembinaan. Penghargaan pada tingkat satuan pendidikan dan daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan daerah.

Penghargaan pada tingkat nasional dengan rincian sebagai berikut:

1. Juara Nomor Cabang Olahraga

Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan meliputi: Atletik, Bocce, Bulu Tangkis, Catur, dan Tenis Meja akan memperoleh penghargaan berupa:

a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan 2. Juara Fair Play

Peserta setiap cabang olahraga akan mendapatkan penilaian fair play dan penghargaan berupa piala fair play. Penilaian terhadap peserta tersebut dengan mempertimbangkan pula

(14)

10

penilaian terhadap perilaku pelatih, ofisial, dan suporter pada setiap cabang olahraga oleh Tim Fair Play.

3. Juara Umum

Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak, perunggu terbanyak. Untuk juara umum akan memperoleh piala bergilir dan piagam juara umum.

H. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan O2SN-PDBK Tahun 2024 direncanakan sebagai berikut:

Tabel 2.

Jadwal Pelaksanaan

No Kegiatan Waktu Tempat Pendanaan

1 Seleksi O2SN Tingkat Sekolah

1 Februari – 31 Maret 2024

Ditentukan Sekolah

APBD/

sumber lain 2 Pendaftaran

daring tahap I

1 Maret – 30 April 2024

Website Panitia Pusat

APBD/

sumber lain 3

Seleksi O2SN Tingkat Kab./Kota

1 April – 31 Mei

2024 Ditentukan

Kab./Kota

APBD/

sumber lain 4 Seleksi O2SN

Tingkat Provinsi

1 Mei – 30 Juni 2024 Ditentukan Provinsi

APBD/

sumber lain 5 Pendaftaran

daring tahap II

1 Juni – 10 Juli 2024

Website Panitia Pusat

APBD/

sumber lain 6 O2SN Tingkat

Nasional

11 – 17 Agustus 2024

Ditentukan BPTI

APBN/

sumber lain

*) jadwal dapat berubah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, jika terdapat perubahan akan disosialisasikan

I. Pembiayaan

Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya transportasi pergi pulang (PP), akomodasi dan konsumsi bagi peserta putra/putri, pendamping dan ketua kontingen selama pelaksanaan O2SN-PDBK tingkat nasional berlangsung.

(15)

11

BAB III

NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN A. Peristilahan dan Ketentuan Umum

Berikut ini adalah istilah dan ketentuan yang bersifat umum yang berlaku dalam buku pedoman ini, yang disadur dari sumber-sumber yang otoritatif, atau dirumuskan kembali dengan penyesuaian konteks dan tujuan pedoman.

1. Talenta mempunyai dua arti, sebagai kata sifat dan kata benda. Sebagai kata sifat, talenta diartikan sebagai performa bakat yang menghasilkan prestasi setelah mendapatkan pembinaan atau pengembangan melalui program yang sistematis dan berkelanjutan. Sebagai kata benda (menurut dokumen MTN), talenta diartikan sebagai individu yang memiliki kemampuan terbaik dari yang terbaik di bidangnya pada tingkat nasional untuk bersaing di kancah internasional, dengan misi untuk mengangkat kebanggaan nasional

2. Bakat adalah kemampuan istimewa yang bersifat bawaan sejak lahir pada bidang talenta tertentu.

3. Manajemen Talenta Nasional adalah rangkaian upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam menghasilkan Talenta, melalui pendekatan makro yang berfokus pada ekosistem pendukung di tingkat negara serta pendekatan mikro yang berfokus pada sinergi dan keberlanjutan proses pembibitan, pengembangan potensi, dan penguatan ketalentaan

4. Ajang talenta merupakan kegiatan yang memberikan wadah aktualisasi talenta peserta didik yang dapat bersifat kompetisi/lomba, festival, dan eksibisi, untuk menghasilkan capaian prestasi dalam berbagai bidang sesuai minat dan bakat.

5. Prestasi talenta adalah capaian kemampuan peserta didik sesuai dengan talentanya (minat dan bakat) pada tingkatan tertentu, melalui ajang talenta/non-ajang yang diselenggarakan BPTI/Puspresnas atau pihak lainnya yang diakui melalui proses kurasi talenta.

6. Bidang talenta adalah bidang-bidang yang diuraikan dari subyek ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga, yang digunakan untuk pengorganisasian ajang talenta dan jenis prestasi talenta

7. Kelompok bidang talenta adalah hasil pengelompokan bidang-bidang prestasi talenta BPTI/Puspresnas yang mengacu pada kebijakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) tentang bidang talenta sebagai berikut,: (1) Bidang Riset dan Inovasi; (2) Bidang Seni dan Budaya; (3) Bidang Olah Raga.

B. Persyaratan Peserta, Pendamping dan Ketua Kontingen 1. Peserta

Peserta O2SN-PDBK tahun 2024 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Berkewarganegaraan Indonesia (WNI).

b. Peserta O2SN-PDBK Tahun 2024 adalah peserta didik berkebutuhan khusus/peserta didik penyandang disabilitas yang terdaftar sebagai peserta didik pada:

(16)

12

(1) Jenjang Sekolah Dasar (SD/SDLB/Paket A);

(2) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/SMPLB/Paket B);

(3) Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/SMALB/SMK/SMKLB/Paket C).

c. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid.

d. Peserta didik terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

e. Merupakan peserta didik berkebutuhan khusus terbaik tingkat provinsi tahun 2024 yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

f. Peserta belum pernah menjadi juara I (pertama) pada cabang olahraga yang sama di O2SN-PDBK yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun-tahun sebelumnya;

g. Peserta belum pernah menjadi juara I, II dan III Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Pepapernas), Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) dan Paralympic Games;

h. Peserta bukan atlet binaan Sekolah Khusus Olahrawan Disabilitas Indonesia (SKODI);

i. Kriteria usia dan jenjang pendidikan untuk atlet O2SN-PDBK Tahun 2024 saat melaksanakan pendaftaran:

1) Jenjang Sekolah Dasar, peserta didik lahir setelah tanggal 1 Juni Tahun 2008 (Kelas 1, 2, 3, 4, dan 5 tahun pelajaran 2023/2024) ;

2) Jenjang Sekolah Menengah Pertama, peserta didik lahir setelah tanggal 1 Juni Tahun 2005 (Kelas 7 dan 8 tahun pelajaran 2023/2024) ;

3) Jenjang Sekolah Menengah Atas peserta didik lahir setelah tanggal 1 Juni Tahun 2002 (Kelas 10 dan 11 tahun pelajaran 2023/2024) ;

4) Nomor lomba yang bersifat terbuka (Jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Tingkat Sekolah Menengah Atas) menggunakan ketentuan usia dan jenjang Sekolah Menengah Atas (Kelas 7, 8, 9, 10, 11).

2. Pendamping

Persyaratan pendamping O2SN-PDBK tahun 2024 sebagai berikut:

a. Satu orang pendamping pada setiap peserta lomba O2SN dengan jenis kelamin yang sama;

b. Memiliki surat keterangan/surat keputusan (SK) dari kepala sekolah, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah pendamping dari peserta bersangkutan;

c. Mengetahui dan menguasai cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan;

d. Memiliki tanggungjawab dan dedikasi untuk mendampingi peserta selama kegiatan;

e. Sehat jasmani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter, tertanggal maksimal 14 hari sebelum pelaksanaan O2SN;

Tugas pendamping O2SN-PDBK tahun 2024 sebagai berikut:

(17)

13

a. Mendampingi peserta dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh acara kegiatan O2SN-PDBK sesuai tingkatan lomba;

b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN-PDBK berlangsung;

c. Membina para peserta untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan lomba/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan Karakter bidang olahraga;

d. Mematuhi ketentuan komitmen dan tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia BPTI.

3. Ketua Kontingen

Persyaratan ketua kontingen O2SN-PDBK tahun 2024 sebagai berikut:

a. Ketua kontingen sebanyak 1 (satu) orang;

b. Berasal dari unsur Dinas Pendidikan.

Tugas ketua kontingen O2SN-PDBK tahun 2024 sebagai berikut:

a. Membawa seluruh kelengkapan administrasi kontingen;

b. Menyelesaikan pendaftaran daring ketua kontingen, atlet dan pendamping;

c. Memastikan keikutsertaan kontingen kepada tim keabsahan;

d. Berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam penyelesaian proses keabsahan kontingen;

e. Mendampingi kontingen selama mengikuti program;

f. Bertanggungjawab terhadap kesehatan peserta baik dalam perlombaan/pertandingan maupun di luar perlombaan/pertandingan;

g. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan O2SN-PDBK;

h. Berpartisipasi aktif dalam keikutsertaan tim dan sebagai mediator antara provinsi dan panitia pusat;

i. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN-PDBK berlangsung;

j. Mendukung kegiatan Pendidikan Karakter bidang olahraga Tabel 2.

Jumlah Kontingen No Cabang

Olahraga

Nomor Lomba

Jenis

Kelamin Pendamping Ketua Kontingen

1 Atletik

Balap Kursi

Roda 1 Putra 1 Putra Lari 100 Meter 1 Putra 1 Putra 1

Lompat Jauh 1 Putri 1 Putri Lempar Turbo 1 Putra 1 Putra

(18)

14

No Cabang Olahraga

Nomor Lomba

Jenis

Kelamin Pendamping Ketua Kontingen 2 Bulu

Tangkis Tunggal 1 Putra 1 Putra

3 Bocce Tunggal 1 Putri 1 Putri

4 Catur Tunggal 1 Putra/ Putri (Salah satu)

1 Putra/ Putri (Salah satu sesuai

pesertanya) 5 Tenis Meja Tunggal 1 Putra 1 Putra

Jumlah 8 8 1

Total 17

4. Keabsahan Peserta

Ketentuan keabsahan peserta O2SN-PDBK tingkat nasional tahun 2024 yakni sebagai berikut:

a. Peserta O2SN-PDBK adalah peserta didik berkebutuhan khusus hasil seleksi di tingkat provinsi tahun 2024 dan dinyatakan sebagai juara I pada cabang lomba yang diikutinya. Apabila juara I berhalangan dan tidak bisa bertanding, dapat digantikan oleh juara II dan seterusnya.

b. Foto diri seluruh badan dan pas foto 4x6;

c. Scan akte lahir/kartu keluarga;

d. Scan rapor yang dilegalisir kepala sekolah 1 semester terakhir. Halaman rapor yang di scan adalah halaman identitas dan halaman pada semester terakhir yang memuat daftar mata pelajaran dan tanda tangan;

e. Surat pernyataan kepala sekolah tentang keaslian dan kebenaran dokumen serta belum pernah menjadi juara 1 di nomor lomba yang sama pada O2SN tahun sebelumnya (format terlampir) disertakan fotokopi sertifikat peserta O2SN tahun sebelumnya yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (jika ada);

f. Surat Keputusan/Sertifikat sebagai Juara O2SN Tingkat Provinsi yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;

g. Surat tugas peserta dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (asli);

h. Surat Keterangan Sehat dari Dokter Instansi Pemerintah maksimal 5 hari sebelum keberangkatan;

i. Peserta lomba/pertandingan wajib mengikuti seleksi keabsahan yang dilakukan oleh juri keabsahan sebelum pelaksanaan lomba/pertandingan sesuai dengan jadwal dan tempat yang ditentukan panitia.

(19)

15

j. Apabila peserta lomba/pertandingan dinyatakan tidak memenuhi ketentuan keabsahan yang telah ditetapkan panitia, maka peserta tersebut dinyatakan tidak lolos dan tidak berhak mengikuti lomba/pertandingan;

k. Apabila terjadi keragu-raguan dalam hal pemeriksaan administrasi dan atau fisik, akan dilakukan pemeriksaan fisik oleh tim medis keabsahan.

l. Tim medis keabsahan akan mengeluarkan rekomendasi bagi peserta yang bersangkutan, apakah peserta tersebut sah atau tidak sah untuk mengikuti lomba/pertandingan.

m. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh medis selain medis keabsahan dinyatakan tidak sah dan tidak diterima.

n. Hasil pemeriksaan tim keabsahan administrasi dan tim medis keabsahan akan diputuskan oleh panitia keabsahan.

o. Keputusan panitia keabsahan bersifat final.

5. Sanksi

a. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun keabsahan fisik, dikenakan hukuman berupa dipulangkan di luar tanggungan panitia penyelenggara.

b. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN-PDBK 2024, maka akan didiskualifikasi dan tidak akan diberikan haknya selama kegiatan.

c. Pendamping dan ketua kontingen yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan hukuman berupa dipulangkan di luar tanggungan panitia penyelenggara.

(20)

16

BAB IV

KETENTUAN KHUSUS

Dengan memahami pedoman ini diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan O2SN-PDBK dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semua hal yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang diatur dalam pedoman ini dapat berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan kebijakan. Untuk itu, BPTI akan memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah ditetapkan, dan akan disampaikan secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari buku pedoman ini.

(21)

17

BAB V PENUTUP

Keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) PDBK ditentukan oleh semua unsur dan berbagai pihak dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dengan demikian diharapkan O2SN-PDBK dapat memberikan manfaat untuk aktualisasi minat dan bakat di bidang olahraga serta lebih luas dapat dimanfaatkan pengembangan ajang talenta bagi peserta didik berprestasi di tingkat nasional dan internasional, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia tahun 2045.Dengan memahami pedoman ini, diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya, sehingga pelaksanaan O2SN-PDBK dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

(22)

18

LAMPIRAN

KETENTUAN TEKNIS

PERLOMBAAN/PERTANDINGAN

CABANG OLAHRAGA

(23)

19

A. Atletik (Nomor Balap Kursi Roda) 1. Ketentuan Umum

a. Perlombaan

Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema perlombaan.

c. Nomor Yang Diperlombakan

Nomor yang akan diperlombakan adalah balap kursi roda 100 meter putra.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putra jenjang SMP/SMA/SMPLB/SMALB/Paket B/Paket C penyandang disabilitas tunadaksa.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Perlombaan

1) Kompetisi dilakukan dengan sistem babak dan seri.

2) Perlombaan pada babak penyisihan terdiri atas beberapa seri.

3) Babak semifinal terdiri atas 2 (dua) seri.

4) Babak final terdiri atas 1 (satu) seri.

5) Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan jumlah peserta dan lintasan atau track yang tersedia di tempat lomba.

(24)

20

6) Peraturan permainan mesnggunakan peraturan World Para Athletics: Rule and Regulations dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Petugas/Perangkat Perlombaan

Petugas/Perangkat perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi dari induk cabang olahraga, dengan ketentuan:

1) Memiliki surat tugas dari induk cabang olahraga.

2) Berpengalaman dalam perlombaan cabang olahraga atletik.

Petugas/perangkat perlombaan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Delegasi Teknik

Delegasi teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknik IAAF dan PASI.

2) Dewan Hakim

Fungsi utama Dewan Hakim (DH) adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146, dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung, yang memerlukan penyelesaian, keputusan DH bersifat final.

Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru, sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan.

3) Petugas lainnya a) Starter b) Recall Starter c) Timer

d) Pengawas Lintasan

(25)

21

e) Juri Kedatangan f) Juri Pencatat Hasil g) Juri Pengolah Data d. Protes

1) Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil.

2) Dalam tahap pertama, setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan, atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang adil, Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu, termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi, atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim.

3) Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit, secara tertulis, ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yangkbersangkutan.

3. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN

Nomor Emas Perak Perunggu Total

Balap kursi roda 100 Meter 1 1 1 3

Total Medali 1 1 1 3

4. PENUTUP

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar pertandingan Cabang Olahraga Atletik Nomor 100 meter pada O2SN Tahun 2024 terlaksana dengan lancar.

(26)

22

B. Atletik (Nomor Lari Jarak Pendek 100 Meter) 1. Ketentuan Umum

a. Perlombaan

Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

d. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema perlombaan.

b. Nomor Yang Diperlombakan

Nomor yang akan diperlombakan adalah lari jarak pendek 100 meter (sprint) putra.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putra jenjang SMP/SMPLB/Paket B penyandang disabilitas tunagrahita.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Perlombaan

1) Perlombaan dilakukan dengan sistem babak dan seri.

2) Untuk perlombaan pada babak penyisihan terdiri atas beberapa seri.

3) Babak semi final, terdiri atas 2 ( dua) seri.

4) Babak final, terdiri atas 1 (satu) seri.

(27)

23

5) Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan jumlah peserta dan lintasan atau track yang tersedia di tempat lomba.

6) Peraturan perlombaan menggunakan peraturan (rujukan peraturan cabor) dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Petugas/Perangkat perlombaan

Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi dari induk cabang olahraga, dengan ketentuan :

1) Memiliki surat tugas dari induk cabang olahraga.

2) Berpengalaman dalam perlombaan cabang olahraga atletik.

Petugas/perangkat perlombaan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Delegasi Teknik

Delegasi teknik (DT) 1 orang, bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknik IAAF dan PASI.

2) Dewan Hakim

Dewan hakim (DH) 3 orang, fungsi utama DH adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146, dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung, yang memerlukan penyelesaian, Keputusan DH bersifat final. Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru, sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan.

3) Petugas perlombaan lainnya : a) Starter : 2 orang

(28)

24

b) Recall starter : 2 orang c) Timer : 6 orang d) Pengawas Lintasan : 8 orang e) Juri kedatangan : 8 orang f) Juri pencatat hasil : 1 orang g) Juri pengolah data : 2 orang d. Protes

1) Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil.

2) Dalam tahap pertama, setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan, atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang adil, Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu, termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi, atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim.

3) Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit, secara tertulis, ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yang bersangkutan.

3. Medali Yang Diperebutkan

Nomor Emas Perak Perunggu Total

Atletik nomor lari 100 meter 1 1 1 3

Total Medali 1 1 1 3

4. Penutup

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar pertandingan (nama cabor) pada O2SN Tahun 2024 terlaksana dengan lancar.

(29)

25

C. Atletik (Nomor Lompat Jauh) 1. Ketentuan Umum

a. Perlombaan

Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema perlombaan.

c. Nomor Yang Diperlombakan

Nomor yang akan diperlombakan adalah lompat jauh putri.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti perlombaan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putri jenjang SMP/SMPLB/Paket B penyandang disabilitas tunarungu.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Perlombaan

1) Perlombaan dilakukan langsung dengan babak final dengan 3 (tiga) kali kesempatan melakukan lompatan.

2) Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan kesepakatan

(30)

26

3) Peraturan permainan menggunakan peraturan lomba atletik secara Internasional (World Para Athletics Rules and Regulations 2022) dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Perangkat Perlombaan

Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan ketentuan:

1) Memiliki surat tugas dari induk cabang olahraga.

2) Berpengalaman dalam perlombaan cabang olahraga atletik.

Petugas/perangkat perlombaan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Pengawas Pertandingan

Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus membantu wasit/Technical Delegate maka ada 1 (satu) orang Pengawas Pertandingan.

2) Technical Delegate

Technical Delegate membantu Panpel dalam menyelesaikan berbagai persoalan tehnis selama berlangsungnya pertandingan.

3) Dewan Hakim

Fungsi utama DH adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146, dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung, yang memerlukan penyelesaian, Keputusan DH bersifat final. Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru, sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan.

4) Petugas perlombaan:

a) Petugas Roll Call/Annauncer b) Starter

c) Timer

d) Juri keabsahan e) Pengukur jarak f) Pencatat hasil g) Perata pasir h) Pengolah data

(31)

27

c. Protes

1) Protes menyangkut hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah suatu hasil perlombaan diumumkan secara resmi oleh announcer.

2) Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan atau tim manajer atas nama atlet tersebut kepada panitia perlombaan. Panitia perlombaan akan mempertimbangkan dengan disertai bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan. Panitia harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu, termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi, atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia.

3) Pengajuan protes tingkat kedua dapat disampaikan secara tertulis.

d. Perlengkapan Perlombaan 1) Bak pasir

2) Papan tolak 3) Platisin

4) Bendera putih dan merah 5) Meteran

6) Perata pasir 7) Cangkul 8) Alat tulis 9) Stopwatch 10) Scoreboard 11) Nomor dada

12) Sound system (pengeras suara) 13) Tenda juri dan penonton 14) Printer

3. Medali Yang Diperebutkan

Nomor Emas Perak Perunggu Total

Lompat Jauh 1 1 1 3

Total Medali 1 1 1 3

(32)

28

4. Penutup

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dengan harapan perlombaan lompat jauh pada O2SN Tahun 2024 terlaksana dengan lancar.

(33)

29

D. Atletik (Nomor Lempar Turbo) 1. Ketentuan Umum

a. Perlombaan

Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema perlombaan.

c. Nomor Yang Diperlombakan

Nomor yang akan diperlombakan adalah lempar turbo putra.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putra jenjang SD/SDLB/Paket A penyandang disabilitas tunagrahita.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Perlombaan

1) Kompetisi dilakukan dengan sistem babak atau seri.

2) Untuk perlombaan lempar turbo ada 2 babak yaitu babak penyisihan dan babak final dengan 3 (tiga) kali lemparan.

3) Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan jumlah peserta.

4) Peraturan perlombaan menggunakan peraturan (rujukan peraturan cabor) dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

(34)

30

c. Petugas/Perangkat Perlombaan

Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi dari induk cabang olahraga, dengan ketentuan :

1) Memiliki surat tugas dari induk cabang olahraga.

2) Berpengalaman dalam perlombaan cabang olahraga atletik.

Petugas/perangkat perlombaan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Delegasi Teknik

Delegasi teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknik IAAF dan PASI.

2) Dewan Hakim

Fungsi utama Dewan Hakim (DH) adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146 dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung, yang memerlukan penyelesaian, Keputusan DH bersifat final.

Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru, sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan.

3) Petugas perlombaan lainnya : a) Starter

b) Recall starter c) Petugas pengukuran d) Pengawas lemparan e) Juri penanda hasil f) Juri pencatat hasil g) Juri pengolah data d. Protes

1) Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil.

2) Dalam tahap pertama, setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan, atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang

(35)

31

adil, Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu, termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi, atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim.

3) Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit, secara tertulis, ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yang bersangkutan.

3. Medali Yang Diperebutkan

Nomor Emas Perak Perunggu Total

Atletik Nomor Lempar Turbo 1 1 1 3

Total Medali 1 1 1 3

4. Penutup

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah pada saat technical meeting dengan harapan kerja sama agar perlombaan lempar turbo pada O2SN Tahun 2024 terlaksana dengan lancar.

(36)

32

E. Bulu Tangkis

1. Ketentuan Umum a. Pertandingan

Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema pertandingan.

c. Nomor Yang Dipertandingkan

Nomor yang akan dipertandingkan adalah tunggal putra.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putra jenjang SMA /SMALB/ Paket C penyandang disabilitas tunarungu.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Pertandingan

1) Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur.

2) Pertandingan dilakukan dengan prinsip “The best of Three Games”.

3) Scoring System untuk pertandingan menggunakan skor 21 x 3 rally point.

4) Peraturan permainan menggunakan peraturan (rujukan peraturan cabor) dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Petugas/Perangkat Pertandingan

(37)

33

Petugas pertandingan yang bertugas pada O2SN tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi dari induk cabang olahraga, dengan ketentuan:

1) Memiliki Sertifikat atau Lisensi.

2) Berpengalaman dalam memimpin pertandingan bulutangkis.

Petugas/perangkat perlombaan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Delegasi teknik

Delegasi teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan peraturan PBSI.

2) Petugas perlombaan lainnya : a) Wasit utama

b) Asisten wasit c) Table official d) Linesman e) Mc

f) Pengolah data d. Protes

1) Protes menyangkut hasil pertandingan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah suatu hasil pertandingan diumumkan secara resmi oleh announcer;

2) Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan atau di tindak lanjuti oleh pendamping atas nama atlet tersebut kepada panitia pertandingan. Referee akan mempertimbangkan bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk mengambil keputusan;

3) Pengajuan protes kepada panitia pertandingan dapat dilakukan oleh pendamping secara tertulis ditujukan kepada panitia.

3. Medali Yang Diperebutkan

Nomor Emas Perak Perunggu Total

Tunggal Putra 1 1 1 3

Total Medali 1 1 1 3

(38)

34

4. Penutup

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar pertandingan bulutangkis pada O2SN tahun 2024 terlaksana dengan lancar.

(39)

35

F. Bocce

1. Ketentuan Umum a. Pertandingan

Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)

Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema pertandingan.

c. Nomor Yang Dipertandingkan

Nomor yang akan dipertandingkan adalah tunggal putri.

2. Ketentuan Khusus a. Peserta

1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.

2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.

4) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta didik putri jenjang SD/SDLB/Paket A penyandang disabilitas down syndrome.

5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu yang ditentukan.

6) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta lain.

b. Sistem Pertandingan

1) Kompetisi dilakukan dengan sistem setengah kompetisi.

2) Pertandingan pada babak penyisihan di dalam pool dilaksanakan dengan sistem gugur.

3) Babak perempat final dilaksanakan dengan sistem gugur.

4) Babak semifinal dan final ditentukan melalui perolehan poin dengan dibatasi waktu selama 12 menit. Peserta yang terlebih dahulu memperoleh poin 12 sebelum 12 menit, maka peserta tersebut dinyatakan sebagai

(40)

36

pemenang dan atau jika waktu pertandingan telah habis maka peserta dengan perolehan poin terbesar dinyatakan sebagai pemenang (tergantung mana yang lebih dahulu dicapai).

5) Jika pada satu pertandingan (semifinal dan final) terjadi seri, maka akan dilakukan satu set pertandingan untuk menentukan pemenangnya, dan jika masih terjadi seri maka akan dilakukan satu set berikutnya, sampai diperoleh pemenang.

6) Peraturan permainan menggunakan peraturan Special Olympics Indonesia (SOIna) dan Special Olympics International (SOI) dan peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Perangkat Pertandingan

Perangkat pertandingan yang bertugas pada O2SN Tahun 2024 ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan rekomendasi Special Olympics Indonesia. Perangkat pertandingan yang bertugas adalah sebagai berikut:

1) Technical Delegate

Delegasi Teknis (Technical Delegate) membantu Panpel dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan. Delegasi Teknis dari Special Olympics Indonesia (SOIna) 1 (satu) orang yang ditetapkan oleh panitia O2SN.

2) Petugas lainnya

a) 1 orang pengawas pertandingan b) 3 orang petugas sekretariat c) 2 orang petugas penghubung d) 4 orang petugas pengukur e) 2 orang pencatat hasil f) 1 orang pemanggilan peserta

d. Gangguan Pertandingan

1) Perubahan cuaca ekstrim (hujan dan panas terik).

2) Suara keras dari sekitar lapangan pertandingan.

e. Protes

(41)

37

1) Protes menyangkut hasil pertandingan dapat diajukan paling lambat 10 menit setelah suatu hasil pertandingan diumumkan secara resmi oleh panitia.

2) Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan dan diikuti secara tertulis dengan ditandatangani oleh pendamping/pelatih atas nama peserta tersebut.

3) Juri pertandingan akan mempertimbangkan bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan (disediakan lembar protes).

f. Sanksi

1) Peringatan berupa teguran langsung kepada pelatih yang melanggar ketentuan.

2) Peringatan berupa teguran langsung kepada atlet peserta yang melanggar peraturan pertandingan.

3) Diskualifikasi

g. Peraturan Pertandingan

1) Setiap peserta dari masing-masing provinsi wajib mentaati peraturan pertandingan yang telah ditentukan oleh panitia.

2) Peserta yang akan bertanding harus hadir 30 menit sebelum pertandingan dimulai, jika dalam waktu yang ditentukan peserta belum hadir, akan dilanjutkan dengan pemanggilan ke-dua dan ke-tiga dengan selang waktu 5 menit. Setelah pemanggilan sebanyak tiga kali peserta tersebut tak kunjung hadir maka dianggap gugur dan peserta lawannya dinyatakan menang.

3) Peserta yang tidak memenuhi persyaratan pertandingan bocce tidak diperbolehkan untuk ikut bermain sampai terpenuhinya persyaratan tersebut.

4) Setiap peserta dan tim official harus berperilaku sopan, tidak boleh berkata kotor atau melakukan tindakan anarkis yang bisa menimbulkan keributan, perkelahian, kerusuhan, dan lain-lain.

5) Pendamping peserta diperbolehkan memberikan instruksi (verbal atau gestur) kepada peserta yang diampunya terkait strategi yang diterapkan (pada area yang sudah ditentukan panitia)

(42)

38

6) Pendamping peserta berada pada tempat yang telah ditentukan dan dilarang masuk melewati garis lapangan permainan.

7) Semua peserta tidak boleh memakai aksesoris yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

8) Setiap keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

9) Coin toss

a) Wasit melakukan coin toss untuk menentukan peserta yang akan melempar bola Pallina terlebih dahulu, dan peserta yang memilih warna bola.

b) Pemenang coin toss memiliki tiga kali kesempatan untuk melempar bola Pallina sampai melewati garis tengah (9,15 m) dan tidak melewati garis belakang.

10) Pelemparan Bola Pallina

a) Pelemparan bola Pallina dinyatakan gagal jika tidak melewati garis tengah (9,15 M) dan melewati garis belakang.

b) Jika dalam tiga kali kesempatan pemain gagal melakukan pelemparan bola Pallina maka pemain lawan diberikan satu kali kesempatan melempar bola Pallina.

c) Jika pemain lawan masih gagal melakukan pelemparan bola Pallina, maka Wasit akan menempatkan bola Pallina di tengah lapangan (pada titik 12,20 m), dan pemain yang melakukan lemparan bola bocce pertama adalah pemenang coin toss atau pelempar bola Pallina pertama.

d) Pelempar bola bocce pertama adalah pemain yang berhasil melempar bola Pallina.

e) Selanjutnya, pemain lawan melempar bola bocce pertama dan juri yang menentukan bola bocce peserta mana yang lebih dekat dengan Pallina.

f) Peserta dengan bola terjauh dari Pallina melanjutkan lemparannya sampai bola bocce mendekati bola Pallina,

g) Ketika kedua peserta telah melemparkan ke 4 bola bocce, set permainan dinyatakan selesai.

11) Rangkaian Permainan

a) Peserta yang menang pada set itu, diberi penghormatan untuk melempar bola Pallina pada set berikutnya.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PERGURUAN TINGGI ( ON MIPA-PT ). Tahun Masuk Perguruan Tinggi

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional merupakan sebuah event nasional untuk menemukan bibit baru Indonesia dalam bidang olahraga.Siswa yang mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa

Peserta Olimpiade adalah siswa Sekolah Dasar yang tergabung dalam gugus Sekolah Dasar diutamakan berasal dari klub olahraga usia dini SD yang dibentuk dari

OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SE JAWA TIMUR CABANG OLAHRAGA

OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SE JAWA TIMUR CABANG OLAHRAGA

MEMUTUSKAN Menetapkan : KESATU : Pedoman Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional OSN Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Jombang Tahun 2024 sebagaimana tersebut pada Lampiran 1 Keputusan ini;

Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi ONMIPA-PT adalah salah satu ajang talenta bidang Sains, Riset, dan Inovasi yang diselenggarakan oleh Balai

Soal Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Provinsi - Tahun