• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN SKRIPSI FP 2025

N/A
N/A
Kamal Bahari

Academic year: 2025

Membagikan "PEDOMAN SKRIPSI FP 2025"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PEDOMAN SKRIPSI

PADA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MATARAM

Tim Penyusun:

Prof. Dr. Ir. Tajidan, M.S.

Irwan Mahakam Lesmono Aji, S.Hut., M.For.Sc.

Dr. Wastu Ayu Diamahesa, S.Pi., M.Si.

Chandrika Eka Larasati, S.Pi., M.Si.

Ir. Ibrahim, M.Si.

Anjar Pranggawan Azhari, S.Pd., M.Si.

Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah, S.Pd., M.Sc.

Editor :

Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MATARAM

2025

(3)

UNIVERSITAS MATARAM

FAKULTAS PERTANIAN No. 1396/UN18.F4/DL/2025 Jl. Majapahit No.62 Kota Mataram Telp

62370621435 Revisi: ke-2

DOKUMEN PEDOMAN SKRIPSI Halaman:1-111 Halaman Persetujuan

Dokumen Pedoman Skripsi pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram telah diperiksa kelayakannya dan disahkan oleh :

Proses

Penaggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tanda

Tangan Perumus Prof. Dr. Ir.Tajidan, M.S.

NIP.195906191984031001

Ketua Tim Finalisasi Pedoman Skripsi

03/02/2025

Pemeriksa

Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si.

NIP.198312162008121003

Wakil Dekan Bidang Akademik

10/03/2025

Persetujuan Dr. Ir. Anas Zaini, M.Sc.

NIP.196208201989031003

Ketua Senat Fakultas Pertanian

21/03/2025

Penetapan

Dr. Ir. Bambang Dipokusumo, M.Si.

NIP.196312111990011001

Dekan Fakultas Pertanian

25/03/2025

Pengendalian Ayu Adhita Darmayanti, S.Pi., M.Si.

NIP.198212072009122002

Ketua Gugus Penjamin Mutu

27/03/2023

(4)

KATA PENGANTAR

Teriring rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan YME atas telah tersusunnya Pedoman Skripsi pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Pedoman Skripsi didasarkan pada penyesuaian dengan perubahan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan bentuk pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk menyusun Skripsi sebagai tugas akhir.

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi subtansi dalam Pedoman Skripsi dibandingkan Pedoman Skripsi sebelumnya. Dalam Pedoman Skripsi ada kewajiban bagi Mahasiswa untuk melakukan pemeriksaan atau deteksi plagiasi dengan persentase similarity maksimal 20 persen dan penggunaan artificial intelligency maksimal 40 persen.

Tersusunya Pedoman Skripsi disebabkan adaya kerjasama dan dukungan banyak pihak yaitu kerjasama tim penyusun yang didukung oleh Dekanat, pengelola jurusan dan program studi, serta tenaga kependidikan dilingkup internal Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya Pedoman Skripsi ini, kami tim penyusun menghaturkan terima kasih. Semoga sumbangsih para pihak menjadi bagian dari amal sholeh.

Tim penyusun telah berupaya melakukan penyusunan Pedoman Skripsi berdasarkan kondisi aktual dan perubahan lingkungan akademik di Fakultas Pertanian Universitas Mataram, namun jika masih ada kekurangannya, maka tim penyusun bersedia melakukan perbaikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan. Sebagaimana pepatah menyatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, maka jika masih ada kesalahan atau kehilapan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Mataram, 3 Februari 2025 Ketua Tim Penyusun,

Prof. Dr. Ir. Tajidan, M.S.

(5)

SAMBUTAN DEKAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Pedoman Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dapat disusun dan diterbitkan sebagai panduan bagi Mahasiswa dalam menyusun tugas akhir mereka.

Sebagai salah satu komponen utama dalam kurikulum, Skripsi merupakan bentuk aktualisasi dari kompetensi Mahasiswa dalam bidang pertanian. Melalui proses ini, Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman ilmiah mereka dalam menyusun dan menyelesaikan penelitian secara mandiri. Skripsi tidak hanya menjadi syarat akademik untuk memperoleh gelar sarjana, tetapi juga melatih Mahasiswa dalam berpikir kritis, mengembangkan kemampuan problem-solving, serta meningkatkan keterampilan komunikasi ilmiah baik secara lisan maupun tertulis.

Pedoman Skripsi dihadirkan untuk memberikan arahan yang jelas bagi Mahasiswa dalam setiap tahapan penyusunan Skripsi, mulai dari perencanaan penelitian, pelaksanaan, analisis data, hingga penyajian hasil sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku. Selain itu, Pedoman Skripsi juga menjadi acuan bagi Pembimbing dan penguji dalam melaksanakan peran mereka dalam proses bimbingan dan evaluasi Skripsi.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim penyusun yang telah bekerja optimal dalam menyusun Pedoman Skripsi. Semoga kehadiran Pedoman Skripsi dapat memberikan manfaat bagi Mahasiswa, Pembimbing, serta seluruh Civitas Akademika Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Akhir kata, kami berharap seluruh Mahasiswa dapat memanfaatkan pedoman ini sebaik-baiknya serta menjalankan proses penyusunan Skripsi dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika akademik. Pedoman Skripsi Efektif mulai berlaku pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram,

Dr. Ir. Bambang Dipokusumo, M.Si.

NIP.196312111990011001

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ………. iv

SAMBUTAN DEKAN ……… v

DAFTAR ISI ……… vi

DAFTAR TABEL……… xi

DAFTAR LAMPIRAN……… xii

I. PENDAHULUAN………. 1

1.1. Pentingnya Pedoman Skripsi………... 1

1.2. Tujuan Penyusunan Pedoman Skripsi………... 2

1.3. Manfaat Buku Pedoman Skripsi……… 3

1.4. Satuan Kredit Semester………. 3

II. PEMBIMBINGAN SKRIPSI ……….……. 4

2.1. Persyaratan Akademik dan Administrasi ……….…… 4

2.1.1. Persyaratan Mahasiswa ……….…. 4

2.1.1.1. Persyaratan Akademik …………..………….…… 4

2.1.1.2. Persyaratan Administrasi ………..……… 4

2.1.2. Persyaratan Pembimbing ……….….. 4

2.2. Hak dan Tanggungjawab Mahasiswa dan Pembimbing …….…. 5

2.2.1. Hak Mahasiswa ………..…… 5

2.2.2. Tanggungjawab Mahasiswa ……….. 5

2.2.3. Hak Pembimbing ………... 6

2.2.4. Tanggungjawab Pembimbing ……… 6

2.3. Proses Penyelesaian Skripsi ……….……… 7

2.3.1. Agihan Waktu Penyelesaian Skripsi ………. 7

2.3.2. Evaluasi Pembimbingan ……… 7

2.3.3. Konsultasi Pembimbingan ………. 8

2.3.3.1. Kartu Konsultasi ……… 8

2.3.3.2. Tata Cara Konsultasi Ke Pembimbing ………….. 8

2.3.4. Pengajuan Topik Usulan Penelitian / Skripsi dan Pembimbing ………. 9

(7)

2.3.4.1. Penentuan Topik Penelitian ………... 9

2.3.4.2. Mekanisme Pengajuan Topik Penelitian ………… 9

2.3.4.3. Mekanisme Pengajuan Pembimbing ………. 10

2.3.5. Penunjukan Pembimbing ………... 10

2.3.5.1. Jumlah Pembimbing ……….. 10

2.3.5.2. Penugasan dan Pengangkatan Pembimbing …….. 11

2.3.5.3. Penggantian Pembimbing ……….. 11

2.3.6. Mekanisme Pengajuan Rencana Penelitian ……… 11

2.3.7. Mekanisme Pelaksanaan Penelitian ………... 12

III. SISTEMATIKA DAN FORMAT PENULISAN RENCANA PENELITIAN DAN SKRIPSI ………. 14

3.1. Format ……….. 14

3.1.1. Jenis dan Ukuran Kertas ………. 14

3.1.2. Jenis Huruf dan Ukuran Font ………. 14

3.1.3. Margin Penulisan ………... 14

3.1.4. Jarak Spasi dan Antar Baris Naskah ……….. 14

3.1.5. Tata Tulis Paragraf dan Penulisan Halaman ……….. 15

3.2. Struktur dan Sistematika ……….. 15

3.2.1. Rencana Penelitian ………. 16

3.2.2. Skripsi ……… 16

3.3. Isi Komponen Penulisan ……….. 17

3.3.1. Bagian Awal ……….. 17

3.3.1.1. Halaman Sampul ………... 17

3.3.1.2. Halaman Judul ………... 18

3.3.1.3. Halaman Pernyataan Keaslian Dan Pelimpahan Hak Cipta Skripsi (Khusus Untuk Skripsi) …….. 18

3.3.1.4. Halaman Pengesahan ………. 19

3.3.1.5. Kata Pengantar ……….. 19

3.3.1.6. Daftar Isi ……… 20

3.3.1.7. Daftar Tabel (jika diperlukan) ………... 21

3.3.1.8. Daftar Gambar (jika diperlukan) ……… 21

3.3.1.9. Daftar Lampiran (jika diperlukan) ………. 22

3.3.1.10. Ringkasan (khusus untuk skripsi) ……… 23

(8)

3.3.2. Bagian Utama ……… 23

3.3.2.1. Pendahuluan ……….. 23

3.3.2.2. Tinjauan Pustaka ………... 25

3.3.2.3. Metodologi Penelitian ………... 26

3.3.2.4. Hasil dan Pembahasan ………... 27

3.3.2.5. Kesimpulan dan Saran ………... 28

3.3.3. Bagian Akhir ……….. 29

3.3.3.1. Daftar Pustaka ………... 29

3.3.3.2. Lampiran ………... 29

3.3.3.3. Daftar Simbol dan Istilah (jika diperlukan) ……… 30

3.3.3.4. Biodata Penulis ……….. 30

3.4. Penomoran ………... 30

3.4.1. Penomoran Halaman Naskah ………. 30

3.4.2. Penomoran Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab, dan Sub-sub-sub Bab ………... 30

3.4.3. Penomoran Tabel, Gambar, Obyek Lain, dan Lampiran … 32 3.4.4. Penomoran Rincian Narasi ………. 32

3.5. Kebahasaan ……….. 34

3.6. Permulaan Kalimat ……….. 35

3.7. Penulisan Angka dan Satuan ……… 35

3.8. Penulisan Istilah Baru ……….. 36

3.9. Kutipan ……… 36

3.10. Daftar Pustaka ……… 42

3.10.1. Buku (Book) ……… 43

3.10.2. Bab dalam Buku (Book Section) ………. 43

3.10.3. Prosiding Seminar atau Konferensi ………. 43

3.10.4. Artikel Jurnal (Journal Article) ……… 44

3.10.5. Artikel Majalah (Magazine Article) ……… 44

3.10.6. Artikel Surat Kabar (Newspaper Article) ……… 44

3.10.7. Paten (Patent) ……….. 45

3.10.8. Laporan (Report) ……….. 45

3.10.9. Peraturan Perundang-undangan (Statute) ………. 45

(9)

3.10.10. Skripsi, Tesis dan Disertasi (Undergraduate and

Postgraduate Thesis) ……… 45

3.10.11. Halaman Situs (Web Page) ……… 46

3.11. Tabel ……….. 46

3.12. Gambar ……….. 48

3.13. Pemeriksaan Typo dan Similaritas ………. 49

3.13.1. Pemeriksaan dan Editing Typo ……… 49

3.13.2. Pemeriksanaan Kemiripan dan Parafrase ………. 51

IV. SEMINAR HASIL PENELITIAN / SKRIPSI ………... 55

4.1. Pelaksanaan Seminar …...……… 55

4.2. Penilaian Seminar ……… 56

4.3. Ketentuan Tambahan ………... 56

V. UJIAN SKRIPSI ………. 57

5.1. Syarat Ujian Skripsi ………. 57

5.1.1. Persyaratan Mahasiswa ………. 57

5.1.2. Persyaratan Penguji ……… 57

5.2. Tata Tertib Ujian Skripsi ……….. 58

5.3. Pelaksanaan Ujian Skripsi ……… 59

5.3.1. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Skripsi ………. 59

5.3.2. Perbaikan Skripsi ………... 59

5.4. Penilaian Skripsi ……….. 59

5.4.1. Kriteria Utama ………... 60

5.4.2. Bobot ………. 60

5.4.3. Rating ……… 61

5.4.4. Nilai Ujian Skripsi ………. 61

5.4.5. Nilai Akhir Skripsi ………. 61

5.5. Ketentuan Tambahan ………... 61

LAMPIRAN ……… 63

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Nama Khas Pengarang, Asal Negara, Family Name Pengarang Yang Dituliskan Dalam Naskah Dan Yang Dicantumkan Pada

Daftar Pustaka ... 40

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

2.1. Contoh Format Usulan Judul/Topik Penelitian... 63

2.2. Contoh Kartu Konsultasi Skripsi Mahasiswa ... 64

2.3. Contoh Format Penulisan Kegiatan Penelitian (Log Book) ... 65

2.4. Contoh Format Permohonan Rapat Komisi Pembimbing ... 66

2.5. Format Permohonan Penggantian Pembimbing ... 67

2.6. Format Pengembalian Mahasiswa Bimbingan ke Jurusan ... 68

3.1. Contoh Halaman Sampul Rencana Penelitian ... 69

3.2. Contoh Halaman Sampul Skripsi ... 70

3.3. Contoh Halaman Judul Rencana Penelitian ... 71

3.4. Contoh Halaman Judul Skripsi ... 72

3.5. Contoh Halaman Pernyataan Keaslian ... 73

3.6. Contoh Halaman Pengesahan Rencana Penelitian ... 74

3.7. Contoh Halaman Pengesahan Skripsi ... 75

3.8. Contoh Kata Pengantar dalam Skripsi ... 76

3.9.a. Contoh Penulisan Daftar Isi Skripsi ... 77

3.9.b. Contoh Penulisan Daftar Isi Skripsi Jurusan Sosek Pertanian ... 778

3.10. Contoh Daftar Tabel... 789

3.11. Contoh Daftar Gambar ... 80

3.12. Contoh Daftar Lampiran ... 81

3.13. Contoh Format Penulisan Ringkasan ... 82

3.14. Contoh Penulisan Daftar Pustaka ... 83

3.15. Contoh Penulisan Biodata ... 84

3.16. Contoh Format Penulisan Bab, Sub bab, dan Sub-sub bab ... 85

3.17. Contoh Penyajian Tabel ... 86

3.18. Contoh Penyajian Gambar ... 89

4.1. Contoh Format Kartu Seminar ... 91

4.2. Contoh Format Permohonan Melaksanakan Seminar ... 92

4.3. Contoh Format Penulisan Manuskrip Seminar ... 93

4.4. Contoh Format Daftar Hadir Seminar ... 94

(12)

4.5. Contoh Format Blangko Penilaian Seminar ... 95

5.1. Contoh Format Permohonan Ujian Skripsi ... 96

5.2. Contoh Format Penilaian Ujian Skripsi ... 97

5.3. Contoh Format Pengajuan Ujian Ulang Skripsi ... 98

5.4. Contoh Format Penilaian Pengganti Ujian Skripsi ... 99

6.1. Surat Keputusan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram 100

(13)

I.

PENDAHULUAN

1.1. Pentingnya Pedoman Skripsi

Ketika Mahasiswa menulis Skripsi, maka sangat diperlukan pedoman yang dapat digunakan dalam menulis, karena pedoman merupakan panduan yang sangat penting dalam proses penulisan Skripsi. Pedoman Skripsi tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk dalam menulis, namun juga sebagai buku pintar yang mengarahkan agar hasil karya tulis Mahasiswa memenuhi kualifikasi minimum, serta memberikan arahan agar menghasilkan karya tulis yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dalam konteks ini, pedoman Skripsi memberikan sistematika, struktur, format, dan konten yang diperlukan untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi kepentingan kebijakan, maupun memecahkan permasalahan praktik empiris.

Pedoman Skripsi adalah dokumen yang berisi petunjuk dan aturan tentang tata cara penulisan Skripsi, termasuk format, struktur, dan kaidah ilmiah yang harus diikuti dan ditaati agar Mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan, sehingga manfaatnya dapat diketahui oleh khalayak orang banyak.

Pentingnya pedoman Skripsi untuk memastikan bahwa seluruh tahapan proses penyusunan Skripsi telah dilalui, memenuhi standar akademik yang ditetapkan oleh institusi pendidikan.

Pedoman Skripsi memberikan kerangka kerja yang jelas bagi setiap Mahasiswa yang tengah menyusun Skripsi. Dengan mengikuti pedoman Skripsi, Mahasiswa dapat lebih mudah dalam menulis, karena ada sistematika, terstruktur, dan konten yang menjadi arahan mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan. hingga kesimpulan, daftar pustaka dan lampiran. Pedoman Skripsi juga dilengkapi dengan petunjuk untuk menyusun makalah dan bahan presentasi seminar, publikasi pada Prosiding dan Jurnal, serta aspek lain yang terkait dengan tugas akhir.

Pedoman Skripsi ini diharapkan memberikan manfaat bagi Mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik, karena dalam pedoman Skripsi mencakup aspek-aspek penting seperti penggunaan bahasa standar ilmiah, referensi

(14)

yang tepat, dan penyajian data dalam format Tabel dan Gambar dengan konten dan tampilan yang menarik dan akurat.

Pembimbing diharapkan dapat menggunakan Pedoman Skripsi dalam melayani konsultasi Mahasiswa. Pihak pembimbing dan Mahasiswa yang dibimbing memiliki pedoman yang sama, sehingga dapat memberikan arahan, saran, dan masukkan secara efektif, yaitu berhasil guna dan berdaya guna.

Berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh mahsiswa ketika menyusun Skripsi seperti kesulitan dalam merumuskan masalah penelitian, memilih metode dan alat analisis yang tepat, maka dengan menelaah Pedoman Skripsi memungkinkan bagi Mahasiswa untuk menemukan solusi dalam perumusan masalah, rancangan metode, pemilihan sampling wilayah penelitian, dan pemilihan sampling ulangan, atau pemilihan responden berdasarkan pertimbangan karakteristik popuasi maupun pensebarannya. Keterbatasan waktu dan dana yang tersedia dapat dicarikan solusinya melalui pendekatan sesuai dengan norma penelitian ilmiah seperti menggunakan pendekatan statistik ataupun non statistik, sehingga Mahasiswa dapat selesai lebih cepat dengan memanfaatkan waktu yang terbatas. Pedoman Skripsi juga memberikan solusi penggunaan aplikasi, dan kecerdasan buatan dalam batas-batas norma yang dibenarkan secara ilmiah dan kepatutan, termasuk proses editing atas permasalahan yang dihadapi untuk menghindari plagiasi.

Oleh karena itu, Pedoman Skripsi sangat penting bagi Mahasiswa dan pembimbing dalam mensinkronkan tugas Pembimbing dan Mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir.

1.2. Tujuan Penyusunan Pedoman Skripsi

Berikut ini beberapa tujuan penyusunan pedoman Skripsi:

1. Memberikan arahan kerangka yang jelas mengenai struktur, sistematika, dan format dalam penyusunan Skripsi.

2. Membantu Mahasiswa menyusun karya tulis secara sistematis, mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi tulisan.

(15)

3. Menumbuhkan kreativitas Mahasiswa dalam menuangkan dan menulis ide dan gagasan mereka dalam suatu karya ilmiah dan mempublikasikannya.

4. Mengurangi kesalahan dalam struktur, sistematika, dan format Skripsi.

5. Mahasiswa dapat mengikuti standar akademik dan kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.

6. Memudahkan Pembimbing dalam memberikan arahan dan masukan kepada Mahasiswa. Menggunakan Pedoman yang sama, proses bimbingan menjadi lebih terarah, dan penilaian terhadap karya tulis dapat dilakukan secara objektif.

1.3. Manfaat Buku Pedoman Skripsi

Berikut ini beberapa manfaat penyusunan Pedoman Skripsi:

1. Menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan berkualitas.

2. Mempercepat proses penyusunan karya ilmiah sejak penyusunan Rencana Penelitian, pengumpulan data, penyajian data, penulisan naskah Skripsi, makalah seminar, artiel publikasi, dan ujian komprehensf.

3. Memudahkan bagi Pembimbing dalam mengarahkan Mahasiswa ketika konsultasi, pendampingan lapangan, dan memberikan penilaian.

1.4. Satuan Kredit Semester

Sebagai tugas akhir, Skripsi dibobot 4-6 (empat hingga enam) satuan kredit semester (sks).

1. Dasar Hukum Pedoman Skripsi

a. Peraturan Pemerintan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

b. Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Mataram.

c. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kelola Universitas Mataram d. Peraturan Rektor Universitas Mataram Nomor 9 Tahun 2023 tentang

Pedoman Akademik Universtas Mataram.

(16)

II.

PEMBIMBINGAN SKRIPSI

2.1. Persyaratan Akademik dan Administrasi 2.1.1. Persyaratan Mahasiswa

Mahasiswa yang mengajukan Skripsi wajib memenuhi semua persyaratan administrasi dan akademik yang diperlukan.

2.1.1.1. Persyaratan Akademik

1. Telah menyelesaikan minimal 115 sks.

2. Memiliki IPK paling rendah 2,00.

3. Nilai D dan/atau D+ paling banyak 15 (lima belas) sks.

4. Memiliki nilai minimal C pada mata kuliah Metodologi Penelitian.

2.1.1.2. Persyaratan Administrasi

1. Mahasiswa menunjukkan KRS, dan Transkrip Nilai (Perkembangan Akademik).

2. Mahasiswa memprogramkan Skripsi pada KRS.

3. Mahasiswa mengajukan 3 (tiga) judul Skripsi dan mengusulkan dua orang nama Calon Pembimbing melalui pengisian formulir pengajuan Skripsi pada masing-masing jurusan dengan membawa dokumen persyaratan.

2.1.2. Persyaratan Pembimbing

Syarat sebagai Pembimbing Utama Skripsi adalah

1. Pendidikan minimal Magister atau tamat jenjang Pendidikan Akademik S2, atau yang setara.

2. Jabatan fungsional minimal Asisten Ahli.

3. Berstatus PNS / PPPK.

4. Telah berpengalaman membimbing Skripsi minimal 5 (lima) orang Mahasiswa yang dibuktikan oleh Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pembimbing Pendamping.

Syarat sebagai Pembimbing Pendamping Skripsi adalah

(17)

1. Pendidikan minimal Magister atau tamat jenjang Pendidikan Akademik S2, atau yang setara, kecuali Praktisi minimal S1 dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.

2. Berstatus sebagai PNS / PPPK / Dosen Tetap non PNS / Praktisi.

3. Jabatan fungsional minimal Asisten Ahli kecuali praktisi.

4. Pangkat/Gol Kepegawaian minimal Penata Muda TK. I, III/b kecuali Praktisi.

2.2. Hak dan Tanggungjawab Mahasiswa dan Pembimbing 2.2.1. Hak Mahasiswa

1. Mendapatkan bimbingan, arahan, masukan, dan bantuan yang proporsional dari pembimbing dalam penyusunan Skripsi.

2. Mendapatkan pengesahan dari Pembimbing setelah semua persyaratan dan tanggungjawab terpenuhi.

3. Mendapatkan perlakuan yang baik dari pembimbing dalam proses pembimbingan.

4. Memperoleh hasil penilaian yang objektif atas usaha dan pekerjaannya.

2.2.2. Tanggungjawab Mahasiswa

1. Bertanggung jawab atas seluruh proses penelitian dan penulisan Skripsi, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian.

2. Mengasah kemampuan analisis dalam mengkaji, menganalisis, memecahkan, dan menyimpulkan masalah yang diteliti.

3. Melengkapi administrasi, melakukan bimbingan dengan dosen, mengumpulkan data di lapangan, serta mengikuti seminar hasil penelitian dan ujian Skripsi.

4. Memiliki inisiatif dan proaktif dalam mencari sumber informasi, menyelesaikan masalah, dan bekerja secara mandiri.

5. Menemukan topik yang menarik minat.

6. Menentukan target yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan membuat timeline.

7. Menghubungi Pembimbing secara teratur sesuai dengan jadwal yang diberikan untuk mendapatkan bimbingan.

(18)

2.2.3. Hak Pembimbing

1. Setiap Dosen yang memenuhi syarat berhak mendapatkan Mahasiswa bimbingan Skripsi dalam rangka pemerataan tugas akademik.

2. Berhak mendapatkan dukungan administrasi dan fasiltas lainnya dari Jurusan dan Fakultas agar dapat mendukung proses pembimbingan.

3. Mendapatkan Surat Tugas sebagai Pembimbing dan Penguji dari Ketua Jurusan.

4. Memperoleh Surat Keputusan sebagai sebagai Pembimbing Skripsi, dan Penguji dari Dekan.

5. Dicantumkan namanya dalam Dokumen Skripsi dan naskah Publikasi.

6. Berhak mendapatkan kredit point sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Mengundurkan diri sebagai Pembimbing apabila terdapat perbedaan pandangan dengan Mahasiswa yang dibimbing.

2.2.4. Tanggungjawab Pembimbing

1. Memberikan arahan dan saran dalam pemilihan topik penelitian, merumuskan tujuan penelitian, dan merancang metodologi penelitian.

2. Membimbing Mahasiswa dalam penulisan tugas akhir/Skripsi, memberikan masukan terhadap draf laporan penelitian, serta membantu dalam tata cara dan format penulisan.

3. Memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada Mahasiswa selama proses penyusunan Skripsi.

4. Memberikan dukungan moral serta motivasi agar Mahasiswa tetap semangat dan fokus mengerjakan Skripsinya.

5. Memantau perkembangan Skripsi Mahasiswa secara berkala melalui bimbingan rutin dan memastikan Mahasiswa mematuhi jadwal yang telah ditetapkan.

6. Memberikan masukan dan kritik konstruktif terhadap rancangan hingga hasil akhir Skripsi Mahasiswa.

7. Membantu Mahasiswa menemukan literatur dan sumber informasi yang relevan dan berkualitas untuk penelitian mereka.

(19)

8. Membantu Mahasiswa mencari solusi dan memberikan arahan yang tepat ketika Mahasiswa menghadapi masalah dalam penelitian.

9. Memastikan bahwa Mahasiswa mematuhi kode etik penelitian, termasuk isu- isu seperti plagiarisme, hak cipta, dan integritas akademik.

10. Menjelaskan kepada penguji lain tentang Skripsi Mahasiswa (jika diperlukan) dalam Sidang Ujian Skripsi.

11. Memberikan nilai kepada Mahasiswa bimbingannya setelah sidang Skripsi.

12. Membantu Mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan tugas akhir.

13. Memberikan nilai atas capaian kinerja Mahasiswa yang dibimbingnya.

2.3. Proses Penyelesaian Skripsi

2.3.1. Agihan Waktu Penyelesaian Skripsi

Agihan waktu penyelesaian Skripsi adalah waktu yang diperlukan sejak pengesahan topik/judul Skripsi oleh jurusan hingga lulus ujian Skripsi. Proses penyelesaian Skripsi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram dilakukan paling cepat 150 hari (lima bulan) dan selambat-lambatnya 360 hari (12 bulan) dengan rincian proses penelitian dan jumlah minimal tatap muka (TM).

1. Pengajuan Judul dan Rencana Penelitian (40 hari) (5TM).

2. Seminar Rencana Penelitian/Skripsi (14 hari) (2TM).

3. Pengumpulan Data (30 hari) (2TM).

4. Kompilasi dan Analisis Data (14 hari) (2TM).

5. Pembahasan dan Penulisan Skripsi (40 hari) (5TM).

6. Ujian Skripsi (5 hari) (1TM).

7. Perbaikan dan Penyerahan Skripsi (7 hari) (1TM).

2.3.2. Evaluasi Pembimbingan

Apabila Skripsi belum selesai dalam batas waktu maksimal 12 bulan sebagaimana disebutkan pada point 2.3.1, maka Ketua Jurusan berwenang melakukan evaluasi proses pembimbingan Skripsi.

(20)

Evaluasi Pembimbingan Skripsi dapat dilakukan oleh Jurusan secara rutin satu kali setiap semester untuk mengetahui perkembangan proses pembimbingan dan solusi atas hambatan pembimbingan.

2.3.3. Konsultasi Pembimbingan

Sistim konsultasi dalam pembimbingan dapat dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara tatap muka langsung di Kampus antara Pembimbing dan Mahasiswa; atau dengan memanfaatkan fasilitas internet atau hubungan online lainnya (seperti: email dan percakapan langsung melalui layanan internet atau handphone).

2.3.3.1. Kartu Konsultasi

Agar proses konsultasi terselenggara secara seksama dan terdokumentasi, maka setiap Mahasiswa wajib membawa kartu konsultasi apabila berkonsultasi ke Pembimbing. Setiap konsultasi mengisi kolom lembar konsultasi dan diparaf oleh Pembimbing.

Pembimbingan Skripsi dinyatakan sah apabila proses pembimbingan telah dilakukan minimal 12 (dua belas) kali sebagai berikut:

1. Satu kali ketika konsultasi topik/judul penelitian.

2. Tiga kali ketika membahas Rencana Penelitian.

3. Dua kali ketika membahas instrument pengumpulan data.

4. Dua kali ketika konsultasi analisis data hasil penelitian (tabulasi data), dan 5. Empat kali ketika konsultasi hasil penelitian.

2.3.3.2. Tata Cara Konsultasi Ke Pembimbing

Ketika Mahasiswa menghadap ke Pembimbing hendaknya mengikuti petunjuk berikut:

1. Membuat janji temu dengan Pembimbing terkait kesediaan waktu.

2. Mengkonfirmasi ulang janji temu pada hari yang telah disepakati.

3. Datang konsultasi sesuai janji temu.

4. Mengetuk pintu ruang Pembimbing.

5. Mengucapkan salam.

6. Masuk keruangan Pembimbing dan tidak menutup pintu .

(21)

7. Duduk dengan sopan dan mengeluarkan kartu konsultasi.

8. Melakukan diskusi / konsultasi sesuai kebutuhan/ permasalahan yang dihadapi dalam menyelesaikan penelitian.

9. Meminta tanda tangan kartu konsultasi.

10. Jika konsultasi sudah ada solusi, hendaknya Mahasiswa memohon diri untuk mengakhiri konsultasi dan mengucapkan terima kasih.

11. Pamit, mengucapkan salam, dan menutup pintu ruangan Pembimbing.

2.3.4. Pengajuan Topik Usulan Penelitian / Skripsi dan Pembimbing 2.3.4.1. Penentuan Topik Penelitian

1. Mengajukan 3 (tiga) topik penelitian yang memiliki urgensi dengan visi misi keilmuan program studi kepada Ketua Jurusan dan menyertakan Calon Pembimbing.

2. Mengisi form usulan topik penelitian dan usulan Pembimbing.

3. Ketua Jurusan akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan administrasi dan akademik Mahasiswa pengusul. Apabila semua persyaratan sudah lengkap, selanjutnya jurusan akan menunjuk Pembimbing yang dilakukan secara proporsional sesuai dengan ketersediaan jumlah Mahasiswa dan dosen. Setelah terbit Surat Penugasan Pembimbingan Skripsi yang ditandatangani oleh Ketua Jurusan, maka Mahasiswa dan Pembimbing yang ditunjuk wajib segera melakukan proses bimbingan Skripsi.

2.3.4.2. Mekanisme Pengajuan Topik Penelitian

1. Melakukan analisis terhadap lingkungan sekitar dan identifikasi masalah yang relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni.

2. Dari beberapa masalah yang ditemukan, menentukan masalah yang akan dijadikan topik penelitian dengan memastikan masalah tersebut menarik dan penting untuk diselesaikan. Urgensi dapat dilihat dari arti penting masalah tersebut untuk diselesaikan, terutama jika masalah tersebut belum pernah diteliti sebelumnya.

(22)

3. Melakukan riset atau pra-penelitian untuk memahami masalah secara mendalam sehingga dapat mengetahui penyebab masalah, bagaimana bentuknya, serta seberapa luas dampak yang ditimbulkan.

4. Menjelaskan alasan pemilihan masalah dan arti pentingnya untuk segera mendapatkan solusi. Fokus pada dampak yang ditimbulkan saat ini, prediksi dampak di masa depan, dan solusi yang mungkin efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

5. Memastikan topik yang dipilih relevan dengan bidang studi.

6. Judul Skripsi yang baik harus didasarkan pada ketersediaan sumber data yang memadai.

7. Memilih topik yang sedang tren atau isu-isu aktual akan membuat penelitian lebih relevan dengan keadaan yang sedang terjadi.

2.3.4.3. Mekanisme Pengajuan Pembimbing

1. Mahasiswa mengajukan permohonan Pembimbing ke Jurusan dengan mengisi form pengajuan usulan topik penelitian dan usulan Pembimbing (Lampiran 2.1).

2. Melengkapi seluruh persyaratan akademik dan administrasi dengan melampirkan Transkrip nilai, dan kopy KRS.

3. Menyerahkan form pengajuan dan persyaratan kepada Ketua Jurusan melalui staff administrasi Jurusan.

4. Jurusan menentukan Pembimbing Skripsi dan mengumumkan Pembimbing.

5. Mahasiswa melaporkan diri kepada Pembimbing yang sudah ditunjuk sebelum melaksanakan konsultasi secara lebih mendalam tentang topik Skripsi atau tugas akhir yang direncanakan.

2.3.5. Penunjukan Pembimbing 2.3.5.1. Jumlah Pembimbing

Setiap mahasiswa dibimbing oleh dua orang Pembimbing, terdiri atas satu orang Pembimbing Utama dan satu orang Pembimbing Pendamping. Pembimbing yang terdiri atas Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping disebut Komisi Pembimbing.

(23)

2.3.5.2. Penugasan dan Pengangkatan Pembimbing

1. Ketua Jurusan menugaskan nama-nama Pembimbing dan Mahasiswa yang dibimbing secara serentak atau sendiri-sendiri.

2. Penugasan seorang Dosen sebagai Pembimbing Utama paling banyak 6 (enam) orang mahasiswa per semeter, sementara sebagai Pembimbing Pendamping disesuaikan dengan rasio mahasiswa:dosen pada masing-masing jurusan.

3. Pengumuman pada poin-1 ditembuskan ke Pembimbing.

4. Pembimbing Skripsi diangkat oleh Dekan atas usulan Ketua Jurusan setelah mempertimbangkan pendapat dari Pengelola Program Studi.

2.3.5.3. Penggantian Pembimbing

Pembimbing dapat diganti sebelum habis masa tugasnya sebagai Pembimbing apabila:

1. Berhenti sebagai Pembimbing, karena mengundurkan diri atau sebab lain.

2. Diberhetikan sebagai Pembimbing atas usulan Mahasiswa yang dibimbing kepada Ketua Jurusan dan mendapat persetujuan Ketua Jurusan/Ketua Program Studi.

3. Sebab lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.3.6. Mekanisme Pengajuan Rencana Penelitian

Mekanisme pengajuan Rencana Penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Mahasiswa berkonsultasi ke Pembimbing dengan membawa 3 (tiga) judul/topik penelitian.

2. Pembimbing menyetujui satu judul/topik penelitian dan mendapat pengesahan dari Ketua Jurusan / Ketua Program Studi.

3. Mahasiswa diharapkan sesering mungkin melakukan konsultasi kepada Pembimbing, setiap berkonsultsi agar Mahasiswa mengisi Kartu Konsultasi (format Kartu Konsultasi, Lampiran 2.2).

4. Pembimbing menugaskan Mahasiswa untuk menyusun Rencana Penelitian sesuai dengan format dan sistematika Rencana Penelitian.

(24)

5. Penulisan Rencana Penelitian dimulai dengan melakukan brainstorming Rencana Penelitian dan permasalahan penelitian antara Pembimbing dan Mahasiswa sesuai dengan topik penelitian yang telah disetujui.

6. Mahasiswa menyusun outline yang bertujuan untuk membantu mengarahkan pola berpikir Mahasiswa dalam penyusunan gagasan ilmiah dan penyelesaian Skripsi. Penyusunan outline Rencana Penelitian dilakukan dengan arahan Pembimbing.

7. Mahasiswa mengkonsultasikan Rencana Penelitiannya kepada Pembimbing.

8. Mahasiswa mengajukan draft Rencana Penelitian dan mendapat persetujuan Pembimbing.

9. Rencana Penelitian disahkan oleh Pembimbing, Ketua Jurusan dan/atauKetua Program Studi dengan bubuhan tanda tangan berstempel basah.

10. Rencana Penelitian harus sudah diserahkan ke Jurusan paling lambat 6 (enam) bulan sejak Penjukkan Pembimbing oleh Jurusan. Kegagalan melaksanakan tahap ini akan berakibat keharusan bagi Mahasiswa untuk melakukan pengajuan ulang topik penelitian.

2.3.7. Mekanisme Pelaksanaan Penelitian

Mekanisme pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.

1. Mahasiswa melakukan penelitian sesuai dengan tahapan penelitian yang telah tertulis dalam Rencana Penelitian dengan pendampingan intensif dari Pembimbing. Perubahan terhadap tahapan penelitian harus melalui rekomendasi dan persetujuan Pembimbing.

2. Mahasiswa harus memiliki Logbook atau buku kegiatan penelitian (Format Penulisan Kegiatan Penelitian, Lampiran 2.3) untuk mencatat segala aktivitas, data, dan informasi yang diperoleh secara up to date, dan tidak boleh menghapus bagian manapun dari tulisan yang ada pada Log book.

3. Proses penelitian, pembimbingan, dan pengujian harus mengacu pada tahapan proses penelitian dan pembimbingan sebagaimana tertera pada item 2.3.

4. Selama proses pembimbingan, Mahasiswa dijadwalkan dua kali Rapat Komisi Pembimbing (satu kali pada saat Rencana Penelitian dan satu kali pada saat Penulisan Skripsi). (Format surat permohonan rapat Komisi Pembimbing,

(25)

Lampiran 2.4). Komisi Pembimbing terdiri dari Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping.

5. Jika terjadi permasalahan atau konflik antara Mahasiswa dan Pembimbing selama proses penelitian dan pembimbingan (baik yang disebabkan oleh kelalaian Pembimbing atau oleh kelalaian Mahasiswa), yang tidak bisa diatasi dengan penyelesaian dengan cara msuyawarah dan mufakat, maka setiap pihak dapat mengajukan permohonan penggantian Pembimbing atau pengembalian Mahasiswa kepada jurusan, menggunakan format yang tersedia. (Format Permohonan Penggantian Pembimbing, Lampiran 2.5). Format Pengembalian Mahasiswa bimbingan ke Jurusan sebagaimana Lampiran 2.6.

6. Penelitian Mahasiswa dianggap tuntas jika hasil penelitian telah ditulis dalam bentuk Skripsi yang disahkan oleh Pembimbing dan dibubuhi tanda tangan oleh Ketua Jurusan dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, dan telah diserahkan print-out hasil penelitian Skripsi tersebut dan dilengkapi dengan manuskrip Jurnal Ilmiah yang memuat hasil penelitian kepada Jurusan.

7. Skripsi dan manuskrip tersebut harus sudah diserahkan kepada Fakultas dan Jurusan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan Yudisium.

(26)

III.

SISTEMATIKA DAN FORMAT PENULISAN RENCANA PENELITIAN DAN SKRIPSI

3.1. Format

3.1.1. Jenis dan Ukuran Kertas

Naskah Rencana Penelitian dan Skripsi harus menggunakan kertas jenis HVS 70 gram berukuran A4 berwarna putih. Bahan sampul yang dugunakan pada Rencana Penelitian yaitu kertas buffalo berwarna hijau dengan jilid berbentuk buku dari bahan lunak (soft cover). Sementara itu, Skripsi menggunakan kertas buffalo berwarna kuning padi mengikuti warna lambang Fakultas Pertanian Universitas Mataram, dengan jilid berbentuk buku dari bahan keras (hard cover), dilapisi plastik transparan, dan dilengkapi siku besi di setiap ujungnya.

3.1.2. Jenis Huruf dan Ukuran Font

Naskah ilmiah diketik menggunakan perangkat lunak Microsoft Word atau sejenisnya dengan font Times New Roman ukuran 12 pt. Seluruh bagian naskah wajib menggunakan jenis huruf yang seragam.

3.1.3. Margin Penulisan

Naskah ditulis hanya pada satu sisi kertas. Margin penulisan diatur dengan jarak 4 cm dari tepi kiri dan atas, serta 3 cm dari tepi kanan dan bawah. Catatan kaki (jika digunakan) ditempatkan 1,5 cm dari tepi bawah halaman.

3.1.4. Jarak Spasi dan Antar Baris Naskah

Jarak antar baris dalam naskah adalah 1,5 spasi. Sementara itu, jarak antar baris untuk judul Bab, Sub bab, Sub-sub bab, Sub-sub-sub bab, judul tabel, gambar, lampiran, isi tabel, dan daftar pustaka adalah 1 spasi. Jarak antara Bab dan Sub bab ditetapkan 3 spasi atau 36 pt, sedangkan jarak antara Sub bab dengan Sub-sub bab, Sub-sub-sub bab atau kalimat di bawahnya, serta antara Sub-sub bab dengan kalimat bawahnya adalah 1 spasi atau 12 pt.

Jarak antar Bab, Sub bab, Sub-sub bab, dan Sub-sub-sub bab tersebut dapat diatur dengan memberikan jarak sebelum (spacing before) dan jarak setelah (spacing after) Bab sama dengan 0 pt dan 24 pt, jarak sebelum (spacing before) dan jarak setelah (spacing after) Sub bab sama dengan 12 pt dan 6 pt, jarak sebelum

(27)

(spacing before) dan jarak setelah (spacing after) Sub-sub bab sama dengan 6 pt dan 6 pt, serta jarak sebelum (spacing before) dan jarak setelah (spacing after) Sub- sub-sub bab sama dengan 6 pt dan 6 pt.

3.1.5. Tata Tulis Paragraf dan Penulisan Halaman

Pada bagian tata tulis, baris pertama setiap paragraf harus dimulai dengan indentasi, yaitu menjorok ke dalam dari batas tepi kiri naskah. Indentasi ini dapat dilakukan dengan mengetikkan tombol Tab sekali pada keyboard (pengaturan default) atau melalui menu Microsoft Word dengan langkah: Format >

Paragraph > Indents and Spacing > Indentation > Special > First Line > By:

1,00 cm. Sementara itu, baris kedua dan seterusnya diatur rata kiri-kanan (justified).

Setiap paragraf harus terdiri dari minimal dua kalimat. Kalimat pertama berisi pokok bahasan, sedangkan kalimat berikutnya memberikan penjelasan tentang pokok bahasan tersebut. Namun, hindari membuat paragraf terlalu panjang yang mengisi hampir seluruh ruang satu halaman atau lebih.

Jika pemenggalan paragraf terjadi di akhir halaman, pastikan bagian yang terpisah, baik di akhir maupun awal halaman, memuat setidaknya dua baris kalimat.

Pada setiap baris kalimat, teks harus tersusun penuh dari tepi kiri hingga tepi kanan.

Pengecualian berlaku untuk paragraf baru, persamaan matematika, reaksi kimia, tabel, gambar, atau elemen khusus lainnya. Hindari celah atau jarak antarkata yang terlalu besar dalam satu baris dengan menggunakan aturan pemenggalan suku kata yang baku.

Selain itu, ruang kosong yang terlalu lebar pada halaman naskah perlu dihindari. Aturlah posisi tabel, gambar, dan paragraf terkait agar halaman tampak lebih proporsional dan terstruktur. Penyesuaian ini membantu menjaga konsistensi dan estetika naskah secara keseluruhan.

3.2. Struktur dan Sistematika

Struktur dan sistematika Skripsi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram mencakup dua tahapan utama, yaitu Rencana Penelitian dan penyusunan Skripsi. Masing-masing tahapan memiliki kerangka penulisan yang disusun secara sistematis untuk memandu Mahasiswa dalam menyusun Skripsi yang memenuhi

(28)

standar akademik. Komponen penulisan Rencana Penelitian maupun Skripsi Mahasiswa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Utama, dan Bagian Akhir. Penjelasan rinci terkait setiap bagian dan contoh formatnya disajikan dalam lampiran.

3.2.1. Rencana Penelitian Bagian Awal

i. HALAMAN SAMPUL ii. HALAMAN JUDUL

iii. HALAMAN PENGESAHAN iv. PRAKATA/KATA PENGANTAR v. DAFTAR ISI

vi. DAFTAR TABEL vii. DAFTAR GAMBAR viii. DAFTAR LAMPIRAN Bagian Utama

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4. Hipotesis (Jika ada)

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori

2.2 Hasil Penelitian Terdahulu III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian 3.2. Bahan dan Alat Penelitian 3.3. Prosedur Penelitian 3.4. Bagan Alir Penelitian 3.5. Jadwal Penelitian Bagian Akhir

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR SIMBOL DAN ISTILAH (jika diperlukan) 3.2.2. Skripsi

Bagian Awal

i. HALAMAN SAMPUL ii. HALAMAN JUDUL

iii. HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN

(29)

iv. HALAMAN HAK CIPTA v. HALAMAN PENGESAHAN vi. RINGKASAN/SUMMARY vii. PRAKATA/KATA PENGANTAR viii. DAFTAR ISI

ix. DAFTAR TABEL x. DAFTAR GAMBAR xi. DAFTAR LAMPIRAN Bagian Utama

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4. Hipotesis (Jika ada)

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori

2.2 Hasil Penelitian Terdahulu III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian 3.2. Bahan dan Alat Penelitian 3.3. Prosedur Penelitian 3.4. Bagan Alir Penelitian IV. HASIL DAN PEMBAHASAN V. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian Akhir

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR SIMBOL DAN ISTILAH (jika diperlukan) BIODATA PENULIS

3.3. Isi Komponen Penulisan

Komponen penulisan baik Rencana Penelitian maupun Skripsi dapat dijelaskan sebagai berikut:

3.3.1. Bagian Awal

3.3.1.1. Halaman Sampul

Halaman sampul adalah bagian pertama yang memberikan informasi awal kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut. Halaman ini memuat judul, jenis karya tulis (Rencana Penelitian atau Skripsi), logo/lambang resmi Universitas

(30)

Mataram, identitas penulis (nama dan Nomor Induk Mahasiswa), nama program studi, fakultas, Universitas Mataram, dan tahun pembuatan.

Semua unsur tulisan pada halaman sampul dan lambang universitas diletakkan simetris di tengah (center), diatur sedemikian rupa sehingga letak unsur tampak seimbang satu dengan lainnya. Pada unsur tulisan tidak boleh ada kata yang dipenggal atau yang disingkat kecuali nama atau istilah yang sudah umum digunakan, tidak menggunakan kalimat tanya, dan tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. Adapun ketentuan dan contoh Halaman Sampul untuk Rencana Penelitian dan Skripsi masing-masing dapat dilihat pada Lampiran 3.1 dan Lampiran 3.2.

3.3.1.2. Halaman Judul

Halaman judul merupakan salinan dari halaman sampul, tetapi dicetak di atas kertas putih dan tanpa logo/lambing universitas. Selain itu, adanya informasi tambahan tentang tujuan dan dalam rangka apa karya tulis tersebut dibuat.

Informasi tambahan tersebut adalah tambahan kata “Rencana Penelitian sebagai Salah Satu Syarat untuk Melakukan Penelitian” untuk Rencana Penelitian atau “Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram” untuk Skripsi. Informasi tambahan diletakkan di bawah unsur nama dan nomor mahasiswa. Ketentuan dan contoh Halaman Judul untuk Rencana Penelitian dan Skripsi masing-masing dilihat pada Lampiran 3.3 dan Lampiran 3.4.

3.3.1.3. Halaman Pernyataan Keaslian Dan Pelimpahan Hak Cipta Skripsi (Khusus Untuk Skripsi).

Halaman ini memuat pernyataan bahwa karya tulis ini merupakan hasil orisinal dari Penulis, disusun sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah, dan disusun dengan bimbingan Pembimbing, serta terbebas dari unsur plagiarisme. Selain itu, hasil tugas akhir akan dilimpahkan hak ciptanya kepada Universitas Mataram.

Kata ’HALAMAN PERNYATAAN’ ditulis pada baris pertama, ditengah (center), menggunakan font 14 bold. Isi pernyataan, ketentuan dan contoh format penulisan Halaman Pernyataan Keaslian dapat dilihat pada Lampiran 3.5.

(31)

3.3.1.4. Halaman Pengesahan

Halaman ini memiliki fungsi penting untuk menjamin keabsahan dan legalitas proses akademik yang terkait dengan penyusunan Rencana Penelitian dan Skripsi.

Dalam Rencana Penelitian, halaman ini memuat pernyataan tentang Rencana Penelitian yang disusun oleh Mahasiswa dengan identitas berupa nama, nomor induk Mahasiswa, program studi, dan jurusan yang telah diterima sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan penelitian. Rencana penelitian ini telah melalui proses pemeriksaaan, revisi, dan persetujuan oleh Pembimbing, serta diketahui oleh Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan, lengkap dengan tangal pengesahannya. Hal ini memastikan Mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap penelitian sesuai prosedur yang ditetapkan.

Sementara pada Skripsi, halaman ini memuat pernyataan bahwa Skripsi yang disusun oleh Mahasiswa dengan identitas berupa nama, nomor induk Mahasiswa, program studi, dan jurusan, telah berhasil dipertahankan dihadapan Penguji. Skripsi tersebut dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian/Kehutanan/Perikanan/Sains di Fakultas Pertanian Universitas Maaram. Skripsi ini telah diperiksa, direvisi, dan disetujui oleh Pembimbing, serta diketahui oleh Ketua Jurusan dan Dekan, dengan tanggal pengesahan yang dicantumkan. Pernyataan ini memberikan legitimasi bahwa Skripsi tersebut memenuhi syarat kelulusan.

Ketentuan kata ’HALAMAN PENGESAHAN’ ditulis pada baris pertama, di tengah (center), menggunakan font 14 bold. Lebih lanjut lihat ketentuan dan contoh format penulisan Halaman Pengesahan untuk Rencana Penelitian dan untuk Skripsi masing-masing pada Lampiran 3.6 dan Lampiran 3.7.

3.3.1.5. Kata Pengantar

Kata pengantar merupakan bagian pembuka dalam Skripsi yang mencakup uraian singkat mengenai topic penelitian, lokasi penelitian, dan sumber pendanaan yang terdapat dalam karya tulis, disertai dengan rasa terima kasih dari penulis pada pihak-pihak yang telah membarikan bantuan, dukungan, atau kontribusi berharga selama proses penyusunan Skripsi.

(32)

Pihak-pihak yang dimaksud mencakup Pembimbing, institusi, rekan sejawat, keluarga, dan pihak lainnya yang relevan. Dengan adanya prakata/kata pengantar, penulis dapat menunjukkan apresiasi atas segala bentuk dukungan yang diterima dan memberikan konteks awal untuk memahami tujuan serta nilai dari karya tulis tersebut.

Penulisan judul ’KATA PENGANTAR’ diletakkan pada baris pertama, ditengah (center), menggunakan font 14 bold. Panjang isi Kata Pengantar ditulis sesingkat mungkin, maksimal 2 halaman naskah. Rasa terima kasih hendaknya diungkapkan secara sopan, wajar, dan tidak berlebihan serta dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selanjutnya, contoh format penulisan Kata Pengantar dapat dilihat pada Lampiran 3.8.

3.3.1.6. Daftar Isi

Daftar isi merupakan bagian yang memuat susunan seluruh isi Skripsi secara sistematis, lengkap dengan nomor halaman untuk mempermudah pembaca dalam menemukan setiap bagian yang diinginkan. Bagian ini mencakup judul bab, subbab, dan bagian lainnya seperti daftar tabel, daftar gambar, lampiran, dan lainnya yang relevan dengan isi Skripsi. Susunan daftar isi harus disusun secara rapi dan konsisten, menggunakan format penomoran dan tata letak yang sesuai. Dengan adanya daftar isi, pembaca dapat dengan mudah menavigasi dan memahami struktur Skripsi secara keseluruhan.

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan untuk menyusun Daftar Isi adalah sebagai berikut:

1. Kata daftar isi ditulis di bagian tengah (center) pada baris pertama menggunakan huruf kapital, tidak diakhiri dengan titik.

2. Tiga spasi di bawah tulisan Daftar Isi pada batas tepi kanan ditulis Halaman.

3. Pada batas tepi kiri dengan jarak 1,5 spasi di bawah kata Halaman secara berurutan ke bawah ditulis semua judul atau nama halaman komponen penyusun Bagian Awal, semua Bab, Sub bab dan Sub-sub bab pada Bagian Utama, serta semua komponen penyusun Bagian Akhir, diikuti garis titik dan nomor halaman masing-masing pada batas tepi kanan.

(33)

4. Penulisan semua komponen daftar isi serupa dengan penulisannya di dalam naskah.

5. Jarak baris antar komponen daftar isi adalah 1,5 spasi, sedangkan jarak antar baris pada komponen yang terdiri dari lebih dari satu baris adalah satu spasi.

Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 3.9.a. dan Lampiran 3.9.b.

3.3.1.7. Daftar Tabel (jika diperlukan)

Daftar tabel merupakan bagian yang menyajikan daftar seluruh tabel yang digunakan dalam Bagian Utama tulisan, disusun secara berurutan sesuai dengan nomor tabel dan halaman tempat tabel tersebut berada. Beberapa ketentuan umum yang perlu diperhatikan untuk menyusun Daftar Tabel adalah sebagai berikut:

1. Kata DAFTAR TABEL ditulis di bagian tengah (center) pada baris pertama menggunakan font 14 bold tanpa diakhiri tanda titik.

2. Tiga spasi di bawah tulisan DAFTAR TABEL pada batas tepi kiri ditulis Tabel, sedangkan pada batas tepi kanan ditulis Halaman.

3. Pada batas tepi kiri dengan jarak 1,5 spasi di bawah kata Halaman secara berurutan ke bawah ditulis nomor dan judul dari tabel diikuti garis titik dan nomor halaman masing-masing pada batas tepi kanan.

4. Cara penulisan nomor dan judul tabel serupa dengan cara penulisan di dalam naskah.

5. Jarak baris antar judul tabel adalah 1,5 spasi, sedangkan jarak antar baris pada judul tersebut yang terdiri dari lebih dari satu baris adalah satu spasi.

Contoh Daftar Tabel dapat dilihat pada Lampiran 3.10.

3.3.1.8. Daftar Gambar (jika diperlukan)

Daftar gambar merupakan bagian yang menyajikan daftar seluruh gambar yang digunakan dalam Bagian Utama tulisan, disusun secara berurutan sesuai dengan nomor gambar dan halaman tempat gambar tersebut berada. Beberapa ketentuan umum yang perlu diperhatikan untuk menyusun Daftar Gambar adalah sebagai berikut:

1. Kata DAFTAR GAMBAR ditulis di bagian tengah (center) pada baris pertama menggunakan font 14 bold tanpa diakhiri tanda titik.

(34)

2. Tiga spasi di bawah tulisan DAFTAR GAMBAR pada batas tepi kiri ditulis Gambar, sedangkan pada batas tepi kanan ditulis Halaman.

3. Pada batas tepi kiri dengan jarak 1,5 spasi di bawah kata Halaman secara berurutan ke bawah ditulis nomor dan judul dari gambar diikuti garis titik dan nomor halaman masing-masing pada batas tepi kanan.

4. Cara penulisan nomor dan judul gambar serupa dengan cara penulisan di dalam naskah.

5. Jarak baris antar judul Gambar adalah 1,5 spasi, sedangkan jarak antar baris pada judul tersebut yang terdiri dari lebih dari satu baris adalah satu spasi.

Contoh Daftar Gambar dapat dilihat pada Lampiran 3.11.

3.3.1.9. Daftar Lampiran (jika diperlukan)

Daftar gambar merupakan bagian yang menyajikan daftar seluruh lampiran yang digunakan dalam Bagian Akhir tulisan, disusun secara berurutan sesuai dengan nomor lampiran dan halaman tempat lampiran tersebut berada. Beberapa ketentuan umum yang perlu diperhatikan untuk menyusun Daftar Gambar adalah sebagai berikut:

1. Kata DAFTAR LAMPIRAN ditulis di bagian tengah (center) pada baris pertama menggunakan font 14 bold tanpa diakhiri tanda titik.

2. Tiga spasi di bawah tulisan DAFTAR LAMPIRAN pada batas tepi kiri ditulis Lampiran, sedangkan pada batas tepi kanan ditulis Halaman.

3. Pada batas tepi kiri dengan jarak 1,5 spasi di bawah kata Halaman secara berurutan ke bawah ditulis nomor dan judul dari lampiran diikuti garis titik dan nomor halaman masing-masing pada batas tepi kanan.

4. Cara penulisan nomor dan judul gambar serupa dengan cara penulisan di dalam naskah.

5. Jarak baris antar judul Gambar adalah 1,5 spasi, sedangkan jarak antar baris pada judul tersebut yang terdiri dari lebih dari satu baris adalah satu spasi.

Contoh Daftar Lampiran dapat dilihat pada Lampiran 3.12.

(35)

3.3.1.10. Ringkasan (khusus untuk skripsi)

Ringkasan memuat uraian ringkas mengenai kerangka pemikiran mengapa penelitian ini penting dilakukan, apa tujuannya, bagaimana penelitian terutama tentang prosedur percobaan atau teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, hasil-hasil penting dan kesimpulan utama penelitian yang diperoleh.

Bagian ini memberikan gambaran umum secara padat dan jelas kepada pembaca mengenai keseluruhan penelitian, sehingga dapat membantu memahami esensi dari Skripsi yang disusun tanpa harus membaca seluruh isi dokumen. Oleh karena itu, ringkasan menjadi elemen penting yang mencerminkan kualitas penelitian dan kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian.

Ketentuan penulisan judul ’RINGKASAN’ diletakkan pada baris pertama, di tengah (center), menggunakan font 14 bold. Tiga spasi di bawah kata ringkasan pada baris pertama menjorok ke dalam pada ketukan ketujuh ditulis dengan font 12 bold nama penulis dan diikuti judul skripsi. Menyusul bagian tersebut isi ringkasan dituliskan dengan font 12 reguler pada paragraf-paragraf di bawahnya. Ringkasan disajikan hanya berupa uraian (teks) tanpa ada pengacuan pada pustaka, tabel, grafik atau gambar. Panjang isi ringkasan maksimal 3 halaman. Contoh format penulisan Ringkasan dapat dilihat pada Lampiran 3.13.

3.3.2. Bagian Utama 3.3.2.1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan bertujuan memberikan gambaran menyeluruh dan terstruktur mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat yang diharapkan, dan hipotesis (jika diperlukan). Bagian ini menjadi pengantar yang menghubungkan pembaca dengan alasan dilaksanakannya penelitian, sehingga mampu memahami konteks, urgensi, dan kontribusi yang akan diberikan oleh peneliti. Selain itu, pendahuluan juga dapat menyertakan uraian tentang relevansi penelitian terhadap perkembangan zaman, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks lokal, nasional, maupun global. Dengan demikian, pembaca akan memahami urgensi penelitian bukan hanya sebagai kontribusi akademik, tetapi juga sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat

(36)

atau industri. Penulis juga dapat menambahkan gambaran singkat tentang struktur Skripsi atau bab yang akan dibahas, memberikan alur yang jelas untuk pembaca.

Adanya struktur yang komprehensif dan terintegrasi, bagian pendahuluan mampu menjadi pijakan awal yang kuat untuk memandu pembaca memahami substansi penelitian secara utuh.

Latar Belakang. Pada bagian ini memuat uraian logis dan sistematis mengenai permasalahan utama yang menjadi focus penelitian. Penjelasan ini meliputi dasar teoritis maupun praktis yang menunjukkan relevansi dan aktualitas masalah. Peneliti juga harus menjelaskan mengapa isu tersebut penting untuk dipecahkan atau diteliti lebih lanjut. Di dalamnya dapat disertakan tinjauan singkat mengenai penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, menunjukkan bagaimana penelitian ini melengkapi atau memperkaya khazanah keilmuan di bidangnya.

Selain itu, identifikasi permasalahan dilakukan untuk menyoroti kesenjangan atau kekosongan penelitian yang akan diisi oleh studi ini. Rumusan permasalahan yang diajukan harus jelas, tajam, dan langsung mengarah pada pertanyaan-pertanyaan inti yang akan dijawab melalui penelitian. Kerangka pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan juga disampaikan secara ringkas di bagian ini, memberikan gambaran metodologi yang akan diimplementasikan.

Rumusan Masalah. Pada bagian ini merupakan pernyataan inti yang dirancang untuk merumuskan fokus penelitian secara spesifik dan sistematis.

Bagian ini berisi pertanyaan-pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian. Rumusan masalah dirancang berdasarkan identifikasi masalah pada latar belakang dan bertujuan untuk memberikan arah yang jelas pada penelitian.

Rumusan masalah ini dirancang agar relevan dengan tujuan penelitian dan dapat dijawab melalui metode yang telah direncanakan. Dengan demikian, pertanyaan- pertanyaan tersebut menjadi dasar keseluruhan proses penelitian.

Sebagai contoh:

1. Apa saja faktor yang memengaruhi [fenomena/permasalahan] yang diteliti?

2. Bagaimana hubungan antara variabel [X] dan [Y]?

3. Apa solusi atau strategi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang diidentifikasi?

(37)

Tujuan Penelitian. Bagian ini diuraikan sebagai pernyataan spesifik mengenai hasil yang ingin dicapai. Rumusan tujuan harus jelas, terukur, dan sesuai dengan fokus penelitian. Tujuan ini sebaiknya menggunakan kata kerja operasional sehingga dapat dievaluasi keberhasilannya. Misalnya, “mengidentifikasi,”

“menganalisis,” “mengembangkan,” atau “mengusulkan strategi.” Hal ini penting agar arah penelitian terarah dan dapat memberikan hasil yang terukur.

Manfaat Penelitian. Bagian ini menjelaskan kontribusi penelitian baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan memberikan masukan baru dalam bidang yang relevan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan, inovasi teknologi, atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Manfaat penelitian juga dapat dikaitkan dengan dampaknya terhadap pembangunan nasional, misalnya dalam mendorong keberlanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, atau mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Hipotesis (jika ada). Jika penelitian memerlukan hipotesis, bagian ini harus memuat dugaan sementara yang menjawab permasalahan penelitian. Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori yang relevan, hasil penelitian sebelumnya, atau data faktual yang telah dikumpulkan. Hipotesis ini akan menjadi landasan untuk diuji melalui pendekatan dan metode penelitian yang telah direncanakan. Sebagai contoh, hipotesis dapat berupa pernyataan hubungan sebab-akibat, perbedaan antarvariabel, atau prediksi tentang fenomena tertentu.

3.3.2.2. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka adalah bagian penting yang menyajikan kajian sistematis terhadap teori, fakta, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan permasalahan atau hipotesis penelitian. Bagian ini harus disusun secara terstruktur untuk memastikan seluruh isi penelitian didukung oleh landasan teoritik dan informasi terbaru yang berkembang di bidangnya. Literatur yang digunakan dapat mencakup buku teks, jurnal ilmiah, laporan penelitian, atau sumber akademik lainnya. Namun, penggunaan pustaka primer, seperti jurnal terakreditasi atau

(38)

bereputasi internasional, lebih diutamakan untuk menjaga validitas dan kualitas data.

Penyusunan tinjauan pustaka memerlukan telaah kritis terhadap sumber yang dipilih, dengan mempertimbangkan relevansi, validitas, dan kemutakhiran informasi. Hindari penggunaan kutipan berantai karena dapat menyebabkan distorsi informasi. Data atau informasi yang digunakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus mencantumkan sumber dengan jelas sesuai kaidah penulisan ilmiah. Kajian pustaka ini tidak hanya berfungsi sebagai landasan teoritis, tetapi juga untuk mengidentifikasi kekosongan penelitian (research gap) yang mendukung urgensi penelitian yang dilakukan. Dengan tinjauan pustaka yang komprehensif, penelitian diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi praktis bagi masyarakat.

Tinjauan pustaka bukan sekadar kumpulan kutipan, melainkan rangkuman dari hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan permasalahan penelitian.

Bagian ini menjelaskan aspek-aspek yang mendukung atau bertentangan, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan metode atau pendekatan penelitian. Berdasarkan kajian ini, penulis dapat menunjukkan bahwa permasalahan yang diteliti masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Tinjauan pustaka untuk Skripsi dapat diadaptasi dari Rencana Penelitian, tetapi perlu diperbarui dengan informasi terbaru yang diperoleh selama penelitian berlangsung. Bagian akhir tinjauan pustaka sebaiknya menyajikan ringkasan hasil kajian dalam bentuk uraian, diagram, atau bagan alir yang menggambarkan hubungan antar variabel penelitian. Uraian ini disarankan mencakup 6–10 halaman agar cukup mendalam dan komprehensif.

3.3.2.3. Metodologi Penelitian

Bagian ini menjelaskan secara rinci rancangan penelitian yang mencakup waktu dan lokasi penelitian, bahan dan alat yang digunakan, prosedur penelitian, hingga analisis data. Untuk penelitian deskriptif, seperti survei atau studi kasus, perlu diuraikan prosedur pengambilan sampel, lokasi, responden atau objek penelitian, variabel yang diteliti, teknik pengumpulan data, dan metode analisis data. Sedangkan untuk penelitian eksperimental, penjelasan meliputi lokasi

(39)

eksperimen (laboratorium, rumah kaca, atau lapangan), rancangan percobaan, perlakuan, variabel utama dan pendukung, teknik pengamatan, serta metode analisis dan pengujian hipotesis.

Prosedur penelitian diuraikan secara sistematis dari tahap persiapan, pengambilan sampel, hingga analisis data. Bahan dan alat yang digunakan, khususnya untuk penelitian eksperimen, dijelaskan secara detail karena dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas data. Jika metode pengukuran variabel mengacu pada metode yang telah dipublikasikan, cukup mencantumkan sumbernya. Namun, jika dilakukan modifikasi, perlu dijelaskan perubahan yang dilakukan. Penelitian juga dapat menggunakan data primer, sekunder, atau gabungan keduanya, tergantung pada jenis penelitian, baik eksperimental maupun non-eksperimental.

Pada Rencana Penelitian, jadwal pelaksanaan disusun dalam tabel yang memuat tahapan penelitian secara rinci, mulai dari persiapan, pengambilan data, hingga analisis dan penyusunan laporan. Selain itu, diagram alir penelitian dapat ditambahkan untuk memperjelas urutan kegiatan, meliputi identifikasi masalah, desain penelitian, pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Dengan metode yang terstruktur dan dapat diulang, penelitian diharapkan mampu memberikan hasil yang valid dan relevan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

3.3.2.4. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini merupakan inti dari sebuah Skripsi, yang berisikan penyajian data hasil penelitian, baik kualitatif maupun kuantitatif, yang telah diolah, dianalisis, dan dideskripsikan, serta pembahasannya. Hasil dan pembahasan bertujuan umtuk menjawab permasalahan penelitian yang dirumuskan dalam Bab pendahuluan.

Penyajian hasil dan pembahasan dapat dilakukan secara terintegrasi, dimana setiap hasil (misalnya pengamatan terhadap variabel tertentu) langsung diikuti pembahasannya dalam paragraf atau subbab yang sama. Alternatif lain, hasil dan pembahasan dapat dipisahkan kedalam sub bab yang berbeda, tergantung pada jenis variabel, karakteristik data, dan kedalaman analisis yang diperlukan.

(40)

Hasil penelitian harus relevan dengan masalah penelitian dan hipotesis yang dirumuskan. Data disajikan secara sistematis dengan mendahulukan variabel utama sebelum variabel pendukung. Penyajian data dapat berupa deskripsi naratif, tabel, diagram, ilustrasi, atau foto, tergantung pada bentuk yang paling informatif untuk menggambarkan objek penelitian.

Bagian pembahasan berisi interpretasi, verifikasi, generalisasi, dan implikasi dari hasil penelitian. Pembahasan dilakukan secara logis, obyektif, dan mendalam untuk menjelaskan makna hasil penelitian. Interpretasi data difokuskan pada variabel utama yang terkait langsung dengan tujuan penelitian. Penulis harus menunjukkan bukti berupa data yang mendukung atau menolak hipotesis, serta mengidentifikasi temuan utama dan kontribusi baru dari penelitian.

Generalisasi hasil penelitian perlu diverifikasi dengan membandingkannya dengan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Persamaan dan perbedaan temuan harus diuraikan dengan argumentasi rasional yang didukung oleh teori atau fakta ilmiah yang sahih. Selain itu, penelitian sebelumnya yang mendukung maupun bertentangan dengan temuan harus diulas untuk memberikan konteks yang komprehensif.

Penulis juga perlu menyampaikan implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau teknologi di bidang terkait, serta potensi penerapannya bagi masyarakat. Bagian akhir pembahasan harus mencakup keterbatasan penelitian, baik dari segi ruang lingkup, kondisi lingkungan, maupun metode yang digunakan. Selain itu, disarankan untuk mengusulkan penelitian lanjutan (future work) yang dapat mengembangkan atau memperbaiki temuan yang telah diperoleh. Dengan cara ini, penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu dan teknologi.

3.3.2.5. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini berisikan ringkasan temuan penelitian yang menjawab pertanyaan penelitian atau hasil uji hipotesis atau tujuan penelitian yang telah dijelaskan pada Bab Hasil dan Pembahasan. Kesimpulan dirumuskan secara jelas dan tegas untuk menghindari penafsiran yang ambigu.

(41)

Selain itu, penulis perlu memberikan saran yang relevan, terutama terkait penerapan hasil penelitian dalam kegiatan praktis yang sesuai. Penulis juga disarankan untuk mengusulkan penelitian lanjutan yang dapat memperluas atau mengembangkan temuan penelitian, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi bidang ilmu terkait.

3.3.3. Bagian Akhir 3.3.3.1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka mencantumkan seluruh referensi yang digunakan sebagai sumber kutipan atau acuan selama penyusunan Rencana Penelitian maupun Skripsi.

Referensi yang disertakan harus relevan dengan topik penelitian dan mencakup literature yang telah dirujuk dalam teks. Penyusunannya perlu mengikuti format sitasi yang sesuai guna memastikan kelengkapan informasi seperti nama penulis, judul, tahun terbit, dan penerbit. Daftar pustaka tidak hanya berfungsi sebagai penghargaan terhadap sumber ilmiah yang digunakan, namun juga sebagai panduan bagi pembaca yang ingin menelusuri lebih lanjut informasi dari sumber-sumber tersebut. Adapun ketentuan cara penyusunan Daftar pustaka dapat dilihat pada Lampiran 3.14.

3.3.3.2. Lampiran

Lampiran digunakan untuk menyajikan data atau informasi tambahan yang mendukung isi utama naskah, tetapi tidak disertakan langsung dalam teks agar tidak mengganggu alur pembacaan atau menyebabkan kebosanan bagi pembaca.

Lampiran ini mendukung pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya. Seluruh lampiran harus dirujuk dalam teks bagian utama. Data yang biasanya ditempatkan dalam lampiran meliputi prosedur kerja atau analisis, daftar pertanyaan (Kuesioner), tabel data mentah, spectrum senyawa, hasil perhitungan statistik, dan gambar seperti peta, sketsa, bagan alir, atau penjelasan teknis lainnya yang dianggap penting. Lampiran berfungsi sebagai referensi pelengkap yang memberikan detail tambahan tanpa mengurangi fokus pada bagian utama Skripsi.

Lampiran ini disusun secara berurutan sesuai dengan nomor dan halaman yang mengikuti urutan pembahasan di bagian utama naskah. Judul lampiran harus

(42)

singkat, jelas, dan tindak menggunakan judul tabel ataupun gambar yang telah digunakan pada bagian utama.

3.3.3.3. Daftar Simbol dan Istilah (jika diperlukan)

Jika dalam naskah terdapat banyak simbol dan/atau istilah dengan makna khusus, sebaiknya disusun Daftar Simbol dan Istilah. Daftar ini berisi penjelasan mengenai semua simbol dan istilah yang digunakan. Penempatannya dapat dilakukan setelah Lampiran atau menjadi bagian dari Lampiran itu sendiri.

3.3.3.4. Biodata Penulis

Bagian ini menguraikan secara ringkas riwayat hidup penulis, termasuk tempat dan tanggal lahir, anak ke berapa dari orang tua, nama kedua orang tua atau wali. Selain itu, latar belakang pendidikan yang telah ditempuh mulai dari jenjang sekolah menengah atas hingga menjadi Mahasiswa Universitas Mataram, dan aktivitas profesional yang pernah atau sedang dilakukan selama masa studi. Panjang penulisan bagian ini tidak melebihi 1 (satu) halaman. Contoh penulisan biodata dapat dilihat pada Lampiran 3.15.

3.4. Penomoran

3.4.1. Penomoran Halaman Naskah

Setiap halaman dalam naskah diberi nomor, kecuali Halaman Judul, Halaman Pengesahan, dan halaman awal bab. Meskipun nomor halaman pada halaman- halaman tersebut tidak ditulis, tetap dihitung dalam penomoran. Posisi nomor halaman diletakkan di pojok kanan atas, dengan jarak 1,5 cm dari tepi atas dan 3 cm dari tepi kanan, tanpa menggunakan tanda titik di akhir.

Halaman-halaman pada Bagian Awal naskah, yang dimulai dari Halaman Judul hingga halaman sebelum Bab I. PENDAHULUAN, diberi nomor menggunakan angka Romawi kecil (seper

Referensi

Dokumen terkait

Kutipan Artikel dari Surat Kabar: Nama Penulis, Judul tulisan, Nama Surat Kabar, Tanggal,

Halaman judul memuat: judul penelitian, maksud penulisan skripsi ditulis “Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat gelar Sarjana Pertanian pada

Pedoman Penulisan Tugas Akhir/Skripsi 2017 | 38 Lampiran Contoh Halaman Judul Skripsi yang ditulis dalam Bahasa Inggris. DEVELOPMENT OF QUESTION AND ANSWERING SYSTEM USING FUZZY

xii Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga PEDOMAN PENULISAN TESIS Lampiran 12: Contoh Halaman Daftar Singkatan, 39 Lampiran 13: Contoh Daftar Pustaka,40 Lampiran 13; Contoh

Tidak sesuai dengan substansi Nilai = 0 LAMPIRAN 5 format laporan Pengabdian HALAMAN COVER Lihat lampiran 1 contoh halaman cover HALAMAN PENGESAHAN Lihat lampiran 2 contoh halaman

Lampiran 2.2 Halaman Persetujuan Untuk Mengikuti Seminar Proposal HALAMAN PERSETUJUAN Proposal dengan judul : ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH KOTA

Buku Pedoman Penulisan Skripsi ini membahas tentang pedoman penulisan skripsi yang dikeluarkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Lambung

Pedoman Skripsi Mahasiswa Jurusan Keperawatan 28 3 Anonymous tanpa nama hanya diperbolehkan sebagai pemicu penelitian, tidak boleh sebagai acuan di dalam tinjauan pustaka, sehingga