• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Limbah Pertanian dalam Pakan Fermentasi untuk Peningkatan Performa Ayam Kampung Unggul

N/A
N/A
Windah Rahayu

Academic year: 2025

Membagikan "Pemanfaatan Limbah Pertanian dalam Pakan Fermentasi untuk Peningkatan Performa Ayam Kampung Unggul"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH TULANG AYAM, DAUN UBI JALAR, DAN DEDAK PADI DALAM PAKAN FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA AYAM KAMPUNG

UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIL

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:

FATTAHILLAH NIM : 21130016

PROGRAM STUDI PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ABULYATAMA LAMPOH KEUDE-ACEH BESAR

2025

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul : Pemanfaatan Tepung Limbah Tulang Ayam, Daun Ubi Jalar, Dan Dedak Padi Dalam Pakan Fermentasi Untuk Meningkatkan Performa Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Seabagi Substitusi Pakan Komersil 2. Nama : Fattahillah

3. NIM : 2113016

4. Program Studi : Peternakan 5. Fakultas : Pertanian 6. Universitas : Abulyatama

Ketua

Menyetujui:

Komisi Pembimbing

Anggota

Sari Wardani, S.T.,M. T Fawwarahly, S.Pt., M. Si

NIDN. 00013098404 NIDN. 1305049004

Mengetahui:

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama

Ketua Program Studi Agroteknologi

Dr. Elvrida Rosa, S.P.,M.P Dedhi Yustendi, S.Pt, M.P t

NIDN. 0114047806 NIDN. 1310128401

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya. Sehingga dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul

“Pemanfaatan Tepung Limbah Tulang Ayam, Daun Ubi Jalar, dan Dedak Padi dalam Pakan Fermentasi untuk Meningkatkan Performa Ayam Kampung UnSebagai Substitusi Pakan Komersil” Shalawat beriringkan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah merubah peradaban dunia dari masa kegelapan menuju masa yang disinari oleh iman dan islam.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dosen Pembimbing Ibu Sari Wardani, S.T.,M.T sebagai ketua dan Fawwarahly, S.Pt., M.Si sebagai anggota yang telah memberi bimbingan, arahan dan masukkan serta dukungan dalam menyelesaikan proposal skripsi ini. Penulis menyadari bahwa peyusunan proposal skripsi ini belum mencapai kesempurnaan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan proposal penelitian ini.

Aceh Besar, Mei 2025

Fattahillah

(4)

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN...i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

DAFTAR TABEL...iv

DAFTAR GAMBAR...v

BAB I. PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...3

1.3 Tujuan Penelitian... 4

1.4 Manfaat Penelitian... 4

1.5 Hipotesis Penelitian...4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA...6

2.1 Klasifikasi dan Karakteristik Ayam KUB...6

2.2 Performa Ayam KUB...7

2.3 Limbah Tulang Ayam sebagai Pakan...8

2.4 Daun Ubi Jalar sebagai Sumber Protein untuk Pakan Ayam...9

2.5 Dedak Padi sebagai Komponen Pakan...11

2.6 Tekonologi Fermentasi dalam Pakan Ternak...12

2.7 Pengaruh Pakan Fermentasi terhadap Performa Ayam Kampung...13

BAB III. METODE PENELITIAN...16

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian...16

3.2 Bahan dan Peralatan...16

3.2.1 Bahan...16

3.2.2 Peralatan... 16

3.3 Prosedur Pembuatan Pakan Fermentasi...16

3.4 Rancangan Penelitian...17

3.5 Teknik Pengumpulan Data...18

3.5.1 Pengukuran Bobot Badan...18

3.5.2 Penghitungan Konsumsi Pakan...18

3.5.3 Perhitungan Konversi Pakan (Feed Conversion Ratio/FCR)...19

3.5.4 Pengamatan Mortalitas...19

(5)

3.5.5 Dokumentasi...19

3.6 Variabel yang Diamati...19

3.7 Analisis Data...20

DAFTAR PUSTAKA...21

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel Teks Halaman

1 Rancangan Penelitian ... 17 2 Komposisi Bahan Pakan Fermentasi... 18

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Teks Halaman

1 Ayam KUB 6

(8)
(9)

BAB I.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Selain sebagai sumber daging, ayam kampung juga memiliki keunggulan berupa cita rasa khas yang disukai konsumen. Namun, salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam kampung adalah tingginya biaya produksi, khususnya biaya pakan, yang dapat mencapai 70-80% dari total biaya produksi (Bedagai et al. 2025). Ayam KUB adalah jenis ayam yang banyak dibudidayakan karena kemampuannya beradaptasi dengan baik. Dengan meningkatnya permintaan telur dan daging setiap tahun, diperlukan peningkatan populasi unggas. Salah satu upaya untuk mencapai hal ini adalah melalui peran pemerintah, khususnya Badan Litbang Pertanian, yang melakukan seleksi untuk menghasilkan jenis ayam kampung unggul, yaitu Ayam KUB (Wirawan et al., 2024).

Ayam KUB merupakan ayam hasil seleksi dari persilangan ayam sentul, ayam pelung dan ayam lokal hasil seleksi selama 6 generasi. Diantara keunggulan ayam KUB yaitu pemberian pakan yang efisien karena konsumsinya yang lebih sedikit dan tahan terhadap penyakit yang lebih baik, mortalitas rendah serta produksi telur ayam yang lebih tinggi dibandingkan ayam kampung. Karakteristik ayam KUB yaitu memiliki warna bulu sebagian besar (64%) berwarna hitam, warna paruh kuning sampai kehitaman, warna kaki sebagian besar (74%) berwarna abu- abu sampai hitam, sifat mengeramnya 90% tidak mengeram, umur pertama bertelur 20 – 22 minggu dan bobot telur 36 – 45 gr. Ayam KUB mempunyai keunggulan

(10)

dalam produksi telur yang lebih banyak, pertumbuhan yang lebih seragam, dan penggunaan ransum yang lebih efisien dibandingkan dengan ayam kampung pada umumnya (Efendi et al., 2023).

Pembangunan sub sektor peternakan sedang berlangsung dan salah satu tujuannya adalah mencukupi kebutuhan hewani asal ternak, kebutuhan hewani yang bersumber dari daging, susu dan telur di Indonesia semakin meningkat.

Peningkatan tersebut sebagai akibat cepatnya pertambahan penduduk, meningkatnya daya beli masyarakat dan bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan yang bergizi. Apabila kondisi ini tidak diimbangi dengan usaha dibidang peternakan baik ternak ayam petelur, ternak potong, ternak perah, maka dimungkinkan dapat terjadi krisis protein. Untuk mengimbangi keadaan tersebut maka pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan pengembangan peternakan, diantaranya adalah peternakan unggas yang berkembang saat ini (Dahlan & Hudi, 2011). Pakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan peternakan. Biaya pakan merupakan sebagian besar biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak selama proses produksi, sekitar 60-70% dari total biaya produksi. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang lengkap, peternak harus memberi makan pakan yang beragam dan berkualitas tinggi (N. Ali et al., 2019).

Kandungan protein kasar yang lebih tinggi terlihat dalam dedak padi fermentasi. Salah satu metode pengolahan pakan secara biologis yang disebut fermentasi menggunakan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan gizi bahan pakan berkualitas rendah. Produk fermentasi biasanya lebih bertahan lama.

Fermentasi dapat meningkatkan kualitas nutrisi pakan karena proses ini mengubah

(11)

kimiawi senyawa organik (karbohidrat, lemak, protein, serat kasar, dan bahan organik lainnya) baik dalam keadaan aerob maupun anaerob melalui kerja enzim yang dibuat oleh mikroba.

Limbah tulang ayam dapat digunakan sebagai tepung tulang yang kaya kalsium dan fosfor, karena tulang ayam mengandung 28,0-56,3% zat anorganik, termasuk kalsium dan fosfor, Kalsium (Ca), yang merupakan unsur kelima yang paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia dan hewan, adalah kation paling umum(N. Ali et al. 2019). Daun ubi jalar kering mengandung 36% protein dan 0,1%

xantophyl, yang diperlukan ayam broiler untuk pertumbuhan dan produksi daging, sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein. Karena kekurangan xantophyl dalam ransum, kulit karkas menjadi pucat (S. Ali et al., 2014).

Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi dengan campuran daun ubi jalar, dedak padi dan tepung limbah tulang ayam sebagai substitusi sebagian ransum komersil ayam KUB.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang di angkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pemanfaatan tepung limbah tulang ayam, daun ubi jalar, dan dedak padi dalam pakan fermentasi terhadap performa ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), dan sejauh mana bahan tersebut dapat menggantikan pakan komersil secara efektif.

(12)

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan fermentasi campuran dedak padi, daun ubi jalar, dan tepung limbah tulang ayam sebagai substitusi pakan komersil terhadap performa ayam kampung, untuk mengetahui dampaknya terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi konversi pakan ayam KUB.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat secara praktis sebagai acuan bagi peternak dalam memanfaatkan bahan pakan lokal untuk mengurangi biaya produksi tanpa menurunkan performa ayam KUB memberi wawasan tentang teknologi fermentasi untuk meningkatkan nilai gizi bahan pakan, serta mendukung formulasi pakan alternatif yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pakan komersil yang mahal, mengurangi limbah pertanian dan industri, serta mendorong inovasi yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengolahan peternakan ayam KUB.

1.5 Hipotesis Penelitian

1) Diduga pemberian pakan fermentasi campuran dedak, daun ubi jalar, dan tepung limbah tulang ayam sebagai substitusi pakan komersil secara signifikan meningkatkan performa ayam kampung, termasuk pertumbuhan bobot badan, efisiensi konversi pakan, dan kualitas daging.

2) Diduga pemberian pakan fermentasi campuran dedak, daun ubi jalar, dan tepung limbah tulang ayam sebagai substitusi pakan komersil tidak

(13)

memiliki pengaruh signifikan terhadap performa ayam kampung, termasuk pertumbuhan bobot badan, efisiensi konversi pakan, dan kualitas daging.

(14)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi dan Karakteristik Ayam KUB

Ayam KUB merupakan ayam lokal yang menjadi unggas khas Indonesia yang keberadaannya hampir ditemukan di seluruh pelosok Indonesia. Ayam kampung merupakan turunan panjang dari proses sejarah perkembangan genetik perunggasan di tanah air (Hajaratul, 2021).

Keunggulan ayam KUB yaitu mempunyai produksi daging dengan rasa dan tekstur yang khas dan tahan terhadap beberapa jenis penyakit. Salah satu kelemahan dari ayam KUB adalah tingkat produktivitas dan pertumbuhannya yang cukup lama. Bila dibandingkan dengan ayam ras, maka ayam KUB mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil, ini menunjukkan kemampuan produksi daging yang lebih rendah pula (Jaya, 2021). Ayam KUB memiliki ciri-ciri antara lain:tekstur dagingnya lebih keras dan padat, dan aromanya segar serta tidak amis. Ukurannya relatif lebih kecil atau agak besar jika ayam berlemak (gemuk). Ayam KUB merupakan ayam yang tidak sukar dalam hal pakan ayam.

Gambar 1 1. Ayam KUB (Retno Ayu, 2020).

(15)

Klasifikasi ayam KUB secara zoologis menurut Hajaratul, (2021) yaitu:

Kingdom : Animalia Filum : Chordata Subfilum : Vertebrata Kelas : Aves Subkelas : Neornithes Ordo : Galliformes Familia : Phasianidae Genus : Gallus Spesies : Gallus gallus 2.2 Performa Ayam KUB

Performa adalah sifat-sifat yang dapat diamati dan diukur, merupakan kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan. Performa awal merupakan kunci keberhasilan untuk produksi selanjutnya Perbedaan performa dari setiap ternak umumnya terletak pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot dewasa kelamin, umur dewasa kelamin, berat telur pertama dan ukuran tubuh (Hajaratul, 2021).

Ayam KUB merupakan salah satu unggas lokal yang memiliki adaptasi lingkungan yang baik dan tahan terhadap berbagai kondisi penyakit. Pola pemeliharaan ayam kampung secara ekstensif kurang optimal dibandingkan dengan pola pemeliharaan intensif (Bedagai et al. 2025). Performa pertumbuhan ayam KUB tergolong lambat dibandingkan dengan ayam pedaging modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan ayam KUB pada umur 1 bulan sebesar 363,8±48,1 g untuk jantan dan 321,9±55,8 g untuk betina (Nani Zurahmah et al., 2021).

(16)

Selain pertumbuhan, performa produksi telur ayam KUB juga menjadi salah satu indikator penting. Produksi telur ayam KUB umumnya lebih rendah dibandingkan ayam ras petelur. Namun, telur ayam KUB memiliki nilai pasar yang lebih tinggi karena dianggap memiliki kualitas gizi yang lebih baik. Daya tahan terhadap penyakit merupakan salah satu keunggulan utama ayam KUB dibandingkan dengan ayam ras. Pemeliharaan yang baik, serta penggunaan ramuan herbal atau rempah-rempah tradisional dalam perawatan ayam, dapat membantu memperkuat sistem kekebalan ayam KUB secara alami (Kevin & Ibelala, 2023).

2.3 Limbah Tulang Ayam sebagai Pakan

Pakan merupakan salah satu komponen penting dalam budidaya ayam KUB, karena 60-70% biaya produksi peternakan berasal dari pakan. Ayam KUB memiliki keunggulan pada kualitas daging dan telur yang lebih sehat dibandingkan ayam broiler, namun tingkat produktivitasnya dipengaruhi oleh asupan nutrisi pakan.

Pakan komersial seringkali menjadi pilihan utama, tetapi harganya yang tinggi menjadi tantangan bagi peternak skala kecil. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pakan alternatif yang memanfaatkan bahan lokal dan terjangkau untuk mengurangi ketergantungan pada pakan komersial (Octavia & Mu’min, 2023).

Tepung tulang ayam KUB merupakan hasil olahan limbah tulang ayam yang kaya akan kalsium dan fosfor, dua mineral esensial yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang pada ternak. Menurut penelitian oleh (Sendy, 2005), penggunaan tepung tulang ayam sebagai bahan tambahan dalam pakan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber mineral anorganik yang lebih

(17)

mahal dan kurang ramah lingkungan. Limbah tulang ayam merupakan sumber kalsium yang potensial untuk pakan ternak. Tulang ayam mengandung sekitar 69%

kalsium dalam bentuk kalsium fosfat, yang dapat diolah menjadi nano kalsium melalui proses presipitasi. Nano kalsium ini memiliki ukuran partikel antara 200–

1000 nm, yang memungkinkan penyerapan kalsium lebih efisien oleh tubuh ternak (First et al. 2019). Kombinasi tepung tulang ayam dan dedak padi dalam rasio tertentu dapat meningkatkan bobot badan ayam broiler secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa limbah tulang ayam dapat menjadi sumber nutrisi yang efektif dalam pakan ternak, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial (Ermis, 2022).

Dengan inovasi pengelolaan pakan yang tepat, produktivitas ayam kampung dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Pemanfaatan bahan lokal tidak hanya mendukung kemandirian peternak, tetapi juga membantu mengurangi limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan. Di masa depan, riset lebih lanjut perlu difokuskan pada optimalisasi formulasi pakan berbasis fermentasi untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi. Dengan demikian, pakan fermentasi dapat menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan usaha peternakan ayam kampung yang berdaya saing tinggi (Rosmalah et al., 2023).

2.4 Daun Ubi Jalar sebagai Sumber Protein untuk Pakan Ayam

Daun ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan sumber hijauan yang kaya nutrisi dan memiliki potensi besar sebagai pakan ternak. Kandungan protein kasar dalam daun ubi jalar berkisar antara 11,25% hingga 23,91% berdasarkan bahan kering, menjadikannya sumber protein yang berharga bagi ternak ruminansia

(18)

seperti sapi, kambing, dan domba (Sirait & Simanihuruk, 2010). Selain protein, daun ubi jalar juga mengandung serat kasar yang penting untuk pencernaan ternak.

Kandungan serat kasar dalam daun ubi jalar dapat mencapai 31,35%, yang berperan dalam meningkatkan fungsi pencernaan dan kesehatan rumen pada ternak ruminansia (Prakoso et al., 2022).

Pemanfaatan daun ubi jalar sebagai pakan ternak memiliki beberapa keuntungan. Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim, serta dapat dipanen berulang kali sepanjang tahun, menyediakan pasokan pakan yang berkelanjutan. Selain itu, penggunaan daun ubi jalar dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang harganya relatif lebih tinggi (Lestari &

Hapsari, 2019). Namun, perlu diperhatikan bahwa daun ubi jalar mengandung senyawa antinutrisi seperti asam sianida (HCN) yang dapat berbahaya bagi ternak jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Oleh karena itu, proses pengolahan seperti pelayuan atau fermentasi diperlukan untuk mengurangi kandungan toksin tersebut sebelum diberikan sebagai pakan (Sirait & Simanihuruk, 2010).

Secara keseluruhan, daun ubi jalar merupakan alternatif sumber pakan hijauan yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan ternak di pedesaan. Pemanfaatannya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan (Lestari & Hapsari, 2019). Selain itu, bahan lokal seperti daun ubi jalar memiliki potensi tinggi sebagai sumber pakan karena kandungan protein kasar dan mineralnya yang mencukupi kebutuhan ayam. Namun, perlu dilakukan pengolahan seperti fermentasi untuk mengurangi kadar serat kasar yang terlalu

(19)

tinggi, sehingga lebih mudah dicerna oleh ayam. Penambahan tepung limbah tulang ayam sebagai sumber kalsium turut mendukung pertumbuhan tulang dan pembentukan cangkang telur yang optimal (Adam, 2023).

2.5 Dedak Padi sebagai Komponen Pakan

Dedak adalah salah satu komponen penting dalam pakan ternak, terutama untuk unggas seperti ayam kampung. Dedak, yang diperoleh dari proses penggilingan padi, mengandung berbagai macam nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, dan serat kasar. Meskipun kandungan gizi dedak lebih rendah dibandingkan dengan biji-bijian utama seperti jagung atau kedelai, dedak dapat menjadi bahan pakan yang ekonomis dan mudah didapatkan, terutama di daerah pertanian yang memproduksi beras dalam jumlah besar. Oleh karena itu, dedak sering dimanfaatkan sebagai bahan pakan pengganti yang cukup murah (Yesi Chwenta Sari et al., 2023).

Dedak padi kaya akan berbagai kandungan nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan ternak. Kandungan protein kasar dalam dedak padi berkisar antara 8,5% hingga 12%, tergantung pada jenis dan kualitasnya. Protein ini sangat penting dalam proses pertumbuhan hewan, karena protein berperan dalam pembentukan otot dan jaringan tubuh. Selain itu, dedak padi juga mengandung karbohidrat dalam bentuk serat kasar yang tinggi, yang bermanfaat untuk sistem pencernaan ternak. Serat ini membantu meningkatkan gerakan peristaltik usus dan mencegah masalah pencernaan seperti sembelit pada ternak.

Selain itu, dedak padi juga mengandung vitamin B kompleks, yang berfungsi untuk mendukung metabolisme tubuh ternak, serta mineral seperti fosfor,

(20)

kalsium, dan magnesium, yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi (Mila

& Sudarma, 2021).

Selain pengolahan melalui fermentasi, dedak padi juga dapat dicampur dengan bahan pakan lain untuk membuat campuran pakan yang lebih seimbang.

Misalnya, dedak padi sering dipadukan dengan jagung, tepung ikan, atau bahan pakan sumber protein lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak secara optimal. Campuran ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik ternak, seperti unggas yang membutuhkan pakan dengan kandungan protein tinggi atau sapi yang membutuhkan pakan dengan kandungan energi lebih. Sebagai komponen pakan, dedak padi juga harus diperhatikan dari segi kualitas dan kebersihannya. Dedak yang terkontaminasi dengan jamur atau bahan berbahaya lainnya dapat berisiko menimbulkan penyakit pada ternak, sehingga penting bagi peternak untuk memilih dedak yang berkualitas baik (N. Ali et al., 2019).

2.6 Tekonologi Fermentasi dalam Pakan Ternak

Teknologi fermentasi dalam pakan ternak merupakan inovasi penting yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi pakan, serta mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal. Proses fermentasi melibatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat, kapang, atau ragi yang mengubah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah dicerna oleh ternak. Manfaat utama dari fermentasi pakan meliputi peningkatan kandungan protein, penurunan serat kasar, pengurangan senyawa anti-nutrisi, serta peningkatan kecernaan dan palatabilitas pakan. Penerapan teknologi fermentasi telah terbukti meningkatkan performa ternak. Sebagai contoh, penggunaan pakan

(21)

fermentasi lengkap pada sapi potong dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian dari 0,48 kg menjadi 1,16 kg, serta memperpendek periode penggemukan dari 13,5 bulan menjadi 11 bulan. Selain itu, biaya pakan dan tenaga kerja dapat dikurangi, sehingga meningkatkan keuntungan peternak (Hermawan et al., 2020).

Teknologi fermentasi juga berperan dalam mengatasi kekurangan pakan hijauan, terutama pada musim kemarau. Penerapan fermentasi jerami padi sebagai pakan alternatif telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha sapi potong di beberapa daerah. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan nilai nutrisi jerami padi, tetapi juga memperpanjang masa simpan pakan, sehingga ketersediaan pakan dapat terjaga sepanjang tahun (Amni, 2024). Secara keseluruhan, teknologi fermentasi dalam pakan ternak menawarkan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas ternak, mengurangi biaya produksi, dan memanfaatkan limbah organik secara efisien. Dengan penerapan yang tepat, teknologi ini dapat mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di berbagai wilayah.

2.7 Pengaruh Pakan Fermentasi terhadap Performa Ayam Kampung Pemberian pakan fermentasi pada ayam kampung telah terbukti meningkatkan performa pertumbuhan dan kesehatan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi konversi pakan pada ayam kampung. Misalnya, pemberian pakan fermentasi dengan level 100% secara signifikan meningkatkan berat karkas yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan

(22)

pakan fermentasi berbasis bahan lokal seperti limbah restoran juga menunjukkan hasil positif. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alternatif dari limbah restoran fermentasi dapat meningkatkan performa ayam kampung super, termasuk konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi konversi pakan (Prabewi

& Listiyowati, 2021). Pemanfaatan pakan fermentasi dengan bahan lokal terbukti meningkatkan performa ayam kampung. Penelitian menunjukkan bahwa ayam yang diberi pakan fermentasi campuran dedak, daun ubi jalar, dan tepung limbah tulang ayam mengalami peningkatan bobot badan hingga 15% dibandingkan ayam dengan pakan biasa. Selain itu, metode ini mampu mengurangi biaya produksi hingga 25%, sehingga menjadi solusi ekonomis bagi peternak. Keunggulan ini menjadikan pakan fermentasi semakin diminati dalam sistem peternakan ayam kampung berbasis mandiri dan ramah lingkungan (Hermana & Falah, 2023).

Pemberian tepung azolla terfermentasi dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada ayam kampung. Meskipun demikian, konversi pakan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (Raras et al. 2017). Selain meningkatkan performa pertumbuhan, pemberian pakan fermentasi juga dapat mempengaruhi kualitas daging ayam kampung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi dapat meningkatkan kadar protein dan kualitas daging ayam, meskipun hasilnya dapat bervariasi tergantung pada jenis bahan pakan dan metode fermentasi yang digunakan (Thaariq, 2018).

Pemberian pakan fermentasi pada ayam kampung dapat meningkatkan performa pertumbuhan, efisiensi konversi pakan, dan kualitas daging. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh jenis bahan pakan yang digunakan, metode

(23)

fermentasi, dan manajemen pemberian pakan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan pakan fermentasi dalam budidaya ayam kampung. Fermentasi pakan merupakan salah satu metode alternatif yang dapat meningkatkan kualitas nutrisi bahan pakan lokal. Fermentasi bahan seperti dedak padi, daun ubi jalar, dan tepung limbah tulang ayam dapat meningkatkan kandungan protein, menghilangkan zat antinutrisi, serta mempermudah proses pencernaan. Penggunaan mikroorganisme efektif (EM4) dalam fermentasi juga dapat meningkatkan kandungan probiotik, yang berperan penting dalam kesehatan saluran pencernaan ayam KUB. Hal ini berdampak positif pada efisiensi pemberian pakan dan performa produksi ayam (Nova et al., 2021).

(24)

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan dari bulan Juni – Juli 2025.

3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat

Alat yang digunakan adalah kandang ayam, tempat pakan dan minum, cutter, ember, alat tulis, kamera, timbangan digital.

3.2.2 Bahan

Bahan yang digunakan adalah ayam KUB (Gallus domesticus) jantan 16 ekor, pakan tepung limbah tulang ayam, daun ubi jalar, dedak padi, molase, EM4 dan air bersih

3.3 Rancangan Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan serta 4 ulangan. Data yang diperoleh ditabulasikan dalam tabel dan dianalisis sidik ragam dengan analisis One Way Anova dan apabila ada perbedaan dilakukan uji lanjut Duncan.

Perlakuan yang diberikan sebagai berikut:

P0 : tanpa diberikan ransum pakan fermentasi (kontrol) P1 : pemberian pakan fermentasi 100 % dalam ransum P2 : pemberian pakan fermentasi 50 % dalam ransum

(25)

P3 : pemberian pakan fermentasi 20 % dalam ransum Tabel 1.Rancangan Penelitian

Ulangan Perlakuan

1 2 3 4

P0 P0U1 P0U2 P0U3 P0U4

P1 P1U1 P1U2 P1U3 P1U4

P2 P2U1 P2U2 P2U3 P2U4

P3 P3U1 P3U2 P3U3 P3U4

3.4 Prosedur Pembuatan Pakan Fermentasi

Proses pembuatan pakan fermentasi dari campuran tepung limbah tulang ayam, daun ubi jalar, dan dedak padi dimulai dengan penyiapan bahan baku.

Tepung limbah tulang ayam diperoleh melalui pengeringan dan penggilingan tulang ayam hingga menjadi serbuk halus, yang kaya akan kalsium dan fosfor. Daun ubi jalar segar dipetik, dicuci bersih, kemudian dicacah halus untuk meningkatkan permukaan kontak saat fermentasi. Dedak padi sebagai sumber karbohidrat ditambahkan sebagai bahan dasar. Komposisi yang digunakan adalah 30% dedak padi, 30% daun ubi jalar cincang, dan 40% tepung limbah tulang ayam.

Selanjutnya, bahan-bahan dicampur merata dalam wadah tertutup, lalu ditambahkan larutan fermentasi berupa molase atau gula merah cair sebanyak 5–

10% dari total campuran, serta inokulan mikroba seperti EM4 untuk mempercepat proses fermentasi. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam wadah kedap udara atau kantong plastik tebal, kemudian diperam selama 5–7 hari di tempat yang teduh dan bersuhu ruangan. Setelah proses fermentasi selesai, pakan yang

(26)

dihasilkan memiliki aroma asam khas, tekstur lunak, dan kadar nutrisi yang lebih mudah diserap oleh ayam dengan dosis P0 : Kontrol, P1 : 100 % pakan fermentasi, P

2 : 50 % pakan fermentasi, P3 : 20 % pakan fermentasi.

Tabel 2. Komposisi Bahan Pakan Fermentasi

No Bahan Komposisi

(%) Fungsi Utama 1. Tepung limbah tulang ayam 40% Sumber mineral (Ca dan

P)

2. Daun ubi jalar (cincang) 30% Sumber protein dan serat

3. Dedak padi 30% Sumber energi dan

karbohidrat 4. Larutan molase/gula merah 5–10% dari

total bahan Sumber energi untuk mikroba 5. Inokulan mikroba (EM4) ±10 ml/kg

bahan Starter fermentasi

6. Air bersih Secukupnya Menjaga kelembaban

(40–50%)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi langsung dan pengukuran berkala terhadap beberapa parameter yang relevan. Adapun rincian teknik pengumpulan data sebagai berikut:

3.5.1 Pengukuran Bobot Badan

Bobot badan ayam KUB diukur menggunakan timbangan digital dengan ketelitian tinggi. Pengukuran dilakukan pada awal penelitian dan setiap minggu selama periode penelitian untuk memantau pertumbuhan bobot ayam pada setiap perlakuan.

(27)

3.5.2 Penghitungan Konsumsi Pakan

Konsumsi pakan dihitung dengan cara mencatat jumlah pakan yang diberikan setiap hari dan jumlah sisa pakan yang tersisa pada akhir hari.

Perhitungan ini digunakan untuk menentukan total pakan yang dikonsumsi selama periode penelitian.

3.5.3 Perhitungan Konversi Pakan (Feed Conversion Ratio/FCR) Konversi pakan dihitung dengan menggunakan rumus:

FCR = Total konsumsi pakan (g) Total pertambahan bobot

Konversi pakan digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pakan fermentasi dalam meningkatkan bobot badan ayam kampung.

3.5.4 Pengamatan Mortalitas

Mortalitas ayam kampung diamati setiap hari selama periode penelitian.

Setiap ayam yang mati akan dicatat, dan analisis penyebab kematian akan dilakukan jika memungkinkan.

3.5.5 Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dalam bentuk foto dan pencatatan data harian guna mendukung validitas hasil penelitian. Dokumentasi ini juga digunakan sebagai bukti visual terkait perkembangan ayam kampung selama penelitian.

3.6 Variabel yang Diamati

Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain:

1) Bobot badan

Diukur setiap minggu menggunakan timbangan digital untuk memantau perkembangan pertumbuhan ayam kampung.

(28)

2) Konsumsi pakan

Dihitung dengan mencatat selisih antara jumlah pakan yang diberikan dan jumlah sisa pakan setiap hari.

3) Konversi pakan (Feed Conversion Ratio / FCR)

Dihitung menggunakan rumus FCR untuk menentukan efisiensi konversi pakan dalam meningkatkan bobot badan ayam kampung.

4) Mortalitas

Dihitung setiap hari, mencatat setiap ayam yang mati dan dianalisis penyebab kematiannya jika memungkinkan.

3.7 Analisis Data

Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan rata-rata, standar deviasi, dan distribusi data. Untuk menguji perbedaan antar perlakuan, data akan dianalisis dengan ANOVA (Analisis Varians) untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan pakan fermentasi dan kontrol. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan hasil terbaik.

Model matematika percobaan yang digunakan adalah : Yijk = µ + τi + ßj + εij

i : 1,2,3,4. . . . i = perlakuan j : 1,2,3,4. . . . i = ulangan

Yij : Nilai pengamatan pada perlakuan ke-i, ulangan ke-j

(29)

µ : Nilai tengah umum τi : Pengaruh perlakuan ke-i

ßj : Efek yang disebabkan oleh blok j; Bj adalah konstanta yang tidak diketahui εij : Efek galat pada perlakuan ke-i, ulangan ke-j

(30)

DAFTAR PUSTAKA

Adam, R. P. (2023). Pakan Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Di Kelurahan Malotong Kabupaten Tojo Una-Una Rosida P . Adam Faculty of Management Economics , Tadulako University , Palu , Central Sulawesi , Indonesia Sri Sarjun Faculty of Faculty of Fisheries and Animal Husban. Jurnal Ilmiah, 17(4), 2644–2660.

Ali, N., Agustina, A., & Dahniar, D. (2019). Pemberian Dedak Yang Difermentasi Dengan EM4 Sebagai Pakan Ayam Broiler. Agrovital : Jurnal Ilmu Pertanian, 4(1), 1. https://doi.org/10.35329/agrovital.v4i1.298

Ali, S., Sunarti, D., & Mahfudz, L. D. (2014). Pengaruh Penggunaan Daun Ubi Jalar Dalam Pakan Terhadap Produksi Karkas Ayam Broiler (The Effect Of Sweet Potatos Leaves Meal In The Diet On Broiler Carcass Production). Animal Agriculture Journal, 3(3), 430–435.http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php /aaj

Amni, C. (2024). Inovasi Pakan Ternak Berbasis Jerami Padi Fermentasi dalam Mendukung Sapi Potong di Gampong Lambada Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Solma, 13(3), 1800–1806.

Bedagai, K. S., Utara, S., Zaharo, L., Damayanti, E. P., Julianti, H., & Zain, K. M.

(2025). Manajemen Pemeliharaan Ayam Kampung Di Kecamatan Perbaungan. 1.

Dahlan, M., & Hudi, N. (2011). Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler Di Dusun Wangket Desa Kaliwates Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Jurnal Ternak, 02(01), 24–29. www.poultryindonesia.com

Efendi, A. A., Asmawati, A., & Muchlis, A. (2023). Substitusi Tepung Daun Ubi Jalar Fermentasi Dengan Jagung Giling Sebagi Sumber Energi Terhadap Bobot Badan Akhir dan Persentase Karkas Ayam Kampung Unggul Balitnak.

Jurnal Ilmiah Ecosystem, 23(2), 405–413. https://doi.org/10.35 965/eco.v23i 2.2931

Ermis, T. (2022). Studi Potensi Limbah Tulang Ayam Menjadi Tepung Tulang Ayam Sebagai Sumber Pakan Ternak Ayam Broiler Untuk Meningkatkan Bobot Badan Ayam Broiler. Uma, 3(4).

First, L., Septaningrum, L. R. D., Pangestuti, K., Jufrinaldi, Hidayat, R., &

Khosilawati, D. (2019). Sintesis & Karakteristik Nano Kalsium dari Limbah Tulang Ayam Broiler dengan Metode Presipitasi. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 3(2), 69–73.

Hajaratul, A. (2021). Performa Ayam Kampung Yang Dipelihara Pada Kandang Dengan Alas Yang Berbeda. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405.

(31)

Hermana, W., & Falah, F. D. S. (2023). Pelatihan Formulasi Pakan untuk Ternak Ayam Kampung (FORKAN) di Desa Kalensari. Madaniya, 4(3), 1041–1050.

https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/516%0Ahttps://

madaniya.biz.id/journals/contents/article/download/516/355

Hermawan, A., Kurnianto, H., Arianti, F. D., & Indrie, A. (2020). Kelayakan Inovasi Teknologi Pakan Lengkap Terfermentasi Pada Usaha Ternak Sapi Potong. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan, 5(2), 48–61.

https://jurnal.umpwr.ac.id/index.php/jrap/article/view/838

Jaya, A. . (2021). Performa Kualitatif Ayam Kampung (Gallus Domesticus) Di Peternakan The Mother. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 5, 1–42.

Kevin, B. A. M., & Ibelala, G. (2023). Analisis Hasil Produksi Ternak Ayam Kampung Di Pancurbatudeliserdang. Pediaqu - Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(4), 13222–13237.

Lestari, S. U., & Hapsari, R. (2019). Potensi ubijalar sebagai sumber hijauan pakan ternak. Jambura Journal of Animal Science, 2(4), 1–8.

Mila, J. R., & Sudarma, I. M. A. (2021). Analisis Kandungan Nutrisi Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dan Pendapatan Usaha Penggilingan Padi di Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Buletin Peternakan Tropis, 2(2), 90–97.

https://doi.org/10.31186/bpt.2.2.90-97

Nani Zurahmah, & Oeng Anwarudin. (2021). Pengamatan Pertumbuhan Ayam Kampung pada Kondisi Pemeliharaan Intensif di Kabupaten Manokwari.

Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 2(1), 211–217. https://doi.org/10.47687/snppvp.v2i1.190

Nova, K., F.T.Farda, E.A. Hasiib, & R. Sutrisna. (2021). Evaluasi manajemen pemeliharaan dan pakan ayam kampung di Desa Margomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Community Empowerment, 6(12), 2225–2230.

Octavia, R., & Mu’min, N. (2023). Analisa Nutrisi Pakan Ayam Kampung Berbahan Baku Jagung dan Dedak. Journal of Sustainable Research In Management of Agroindustry (SURIMI), 3(1), 23–27.

https://doi.org/10.35970/surimi.v3i1.1140

Prabewi, N., & Listiyowati, A. A. (2021). Pengaruh Pakan Alternatif dari Limbah Restoran Fermentasi Terhadap Performa Ayam Kampung Super The Effect Of Alternative Feed From Fermentation Restaurant Waste On The Performance Of Native Chicken Super. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu, 3(5), 100–

109. http://jurnal.polbangtanyoma.ac.id/index.php/jppt/issue/view/72

Prakoso Dwi Julianto, R., Indawan, E., Umi Lestari, S., & Indri Hastuti, P. (2022).

Penyediaan Pakan Silase Dari Tanaman Ubijalar Dalam Menunjang Sistem

(32)

https://doi.org/10.25181/jppt.v22i1.2120

Raras, A., Muryani, R., & Sarengat, D. W. (2017). Pengaruh Pemberian Tepung Azolla Fermentasi (Azolla microphylla) Terhadap Performa Ayam Kampung Persilangan Effect of Feeding Azolla Fermented Powder (Azolla microphylla) on Cross Native Chickens Performance), 19(1), 30–36.

Retno Ayu P, S. P. dan I. L. R. (2020). Beternak Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan. In Statistik Pertanian Agricultural Statistics 2020 (Vol. 3, Nomor Tahun 2020).

Rosmalah, S., Syamsinar, S., & Sufa, B. (2023). Inovasi Pakan Organik pada Ternak Ayam Kampung Super. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 255–261. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.

v8i2.4323

Sendy, A. (2005). Pemanfaatan Tepung Daging Tulang Leher Ayam Pedaging Pada Pembuatan Makanan Ringan (Snack) Untuk Meningkatkan Nilai Gizi.

Sirait, J., & Simanihuruk, K. (2010). Potensi dan Pemanfaatan Daun Ubikayu dan Ubijalar Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia Kecil. Wartazoa, 20(2), 75–84.

Thaariq, S. H. (2018). Pengaruh Pakan Fermentasi terhadap Kadar Protein Kadar Air dan Kadar Lemak Daging Ayam Lokal Pedaging Unggul (Alpu).

Bionatural: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 5(1), 12–20.

https://www.ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/bio/article/view/329

Wirawan, A. A., Muchlis, A., Peternakan, P., Pertanian, F., & Bosowa, U. (2024).

Pengaruh Subtitusi Jagung dengan Tepung Daun Ubi Jalar ( Ipomea batatas ) Fermentasi dalam Pakan Basal terhadap Persentase Paha dan Sayap Ayam Kampung Unggul Balitnak ( KUB ) The Influence of Substituting Corn with Fermented Sweet Potato Leaf ( Ipomea bat. 4(1), 220–225.

Yesi Chwenta Sari, Montesqrit Montesqrit, Yetti Marlida, & Syafri Nanda. (2023).

Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Jurnal Triton, 14(1), 180–187.

https://doi.org/10.47687/jt.v14i1.412

Gambar

Gambar 1 1. Ayam KUB (Retno Ayu, 2020).
Tabel 2. Komposisi Bahan Pakan Fermentasi

Referensi

Dokumen terkait

Azolla microphylla fermentasi dapat digunakan dalam pakan ayam kampung. persilangan tanpa menurunkan

Pengadaan bahan ransum meliputi penjemuran daun ubi jalar, pembuatan tepung daun ubi jalar, dan pembuatan tepung daun ubi jalar fermentasi dapat lihat pada (Ilustrasi 2),

Penelitian tentang efek pemanfaatan kulit nenas dalam pakan fermentasi terhadap kandungan protein daging dada ayam potong dalam pakan komersil dilakukan pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa ayam kampung yang diberi pakan komersil dan sebagian diganti dengan tepung ampas kelapa.. MATERI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas ayam kampung Asli, Super dan unggul berkisar antara 61,8 – 64,3 %, dimana ayam kampung unggul memiliki persentase karkas

Performa ayam kampung super jika dibandingkan dengan ayam kampung lokal adalah memiliki bobot badan akhir yang lebih tinggi, mortalitas yang lebih rendah, serta konversi pakan

Pengaruh Pemberian Kotoran Sapi Terfermentasi Terhadap Produksi Telur Ayam Kampung Unggul Balitbang Pertanian menunjukkan bahwa produksi telur tertinggi terdapat pada pemberian kotoran