• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemanfaatan online public access catalog

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pemanfaatan online public access catalog"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA-BALI

Ni Putu Premierita Haryanti E-Mail : [email protected]

INTISARI

Latar Belakang : Online Public Access Catalog merupakan sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum dan dapat dipergunakan oleh pengguna perpustakaan untuk menelusur informasi yang terdapat pada Perpustakaan serta untuk mendapatkan informasi tentang lokasi informasi yang dibutuhkan. OPAC yang dihubungkan dengan sistem sirkulasi akan memberikan informasi kepada pengguna tentang ketersediaan informasi yang dibutuhkan.

Tujuan : Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana

Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Analisis data menggunakan program SmartPLS 2.0 untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology Acceptance Model (TAM) yaitu model perilaku penerimaan pengguna terhadap sistem informasi yang didasari oleh persepsi pengguna. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Universitas Udayana yang memanfaatkan OPAC yang terdiri dari mahasiswa S1 dan Mahasiswa S2. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana dipengaruhi oleh Norma Subyektif, Relevansi Pekerjaan, Kualitas Keluaran, Bimbingan Pengguna, Aksebilitas, Kejelasan Istilah, Kemudahan Penggunaan, Manfaat yang dirasakan dan Niat untuk Menggunakan. Namun dalam hasil penelitian ini, mahasiswa belum merasakan manfaat OPAC karena sistem OPAC yang belum berjalan optimal, kurangnya keaktifan dari pihak Pustakawan untuk menghimbau mahasiswa dalam memanfaatkan OPAC, dan kurangnya metode pelatihan yang diberikan saat bimbingan pengguna mengenai pemanfaatan OPAC

Kesimpulan : Pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana belum optimal dan perlu dilakukan peninjuan kembali terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan OPAC seperti optimalisasi sistem OPAC, Peran Pustakawan dalam mengajak mahasiswa dalam menggunakan OPAC serta memperbaiki metode pelatihan dalam pemanfaatan OPAC sehingga OPAC dapat di implementasikan secara optimal oleh seluruh civitas akademika Universitas Udayana

Kata Kunci : Online Public Access Catalog, Technology Acceptance Model, Partial Least Square.

(2)

A. Latar Belakang Masalah

Perpustakaan merupakan hal vital yang harus ada bagi suatu institusi khususnya institusi pendidikan. Menurut UU No. 43 tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Keberadaan perpustakaan sudah sejak lama dirasakan seiring dengan perkembangan peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Penemuan mesin cetak, pengembangan teknik rekam, dan pengembangan teknologi digital yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi mempercepat tumbuh-kembangnya perpustakaan.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap layanan perpustakaan, dalam hal ini, layanan manual atau konvensional sudah bergeser ke arah layanan elektronik. Sehubungan dengan hal tersebut, penggolongan perpustakaan menjadi bervariasi, dimana pada awalnya kita hanya mengenal perpustakaan konvensional, namun saat ini kita juga mengenal perpustakaan elektronik, hibrida, dan perpustakaan digital.

Walaupun perkembangan teknologi informasi di perpustakaan sudah semakin pesat, namun implementasinya di perpustakaan di Indonesia masih belum optimal, dalam hal ini, masih banyak ditemukan perpustakaan di Indonesia yang masih menganut cara layanan secara konvensional. Dari berbagai jenis perpustakaan yang ada di Indonesia, penerapan teknologi informasi yang lebih optimal dilakukan lebih banyak oleh perpustakaan perguruan tinggi. Penyelenggaraan suatu perpustakaan perguruan tinggi umumnya dilakukan untuk mendukung program / kegiatan perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini sejalan dengan Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (1994) yang menyatakan bahwa perpustakaan hendaknya diikutsertakan dalam pembahasan program pendidikan, penelitian

(3)

dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat menghayati program perguruan tingginya sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, seperti melakukan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, koleksi, sumber daya manusia, dan sebagainya. Upaya peningkatan di bidang teknologi informasi diantaranya dengan melakukan otomasi perpustakaan yang meliputi pengembangan sistem, mengadakan koleksi elektronik, mengembangkan perpustakaan digital, dan sebagainya.

Salah satu hal penting yang berhubungan erat dengan koleksi elektronik dan sistem otomasi perpustakaan adalah online catalog atau OPAC. Online catalog merupakan deskripsi bibliografi yang disediakan dalam sistem informasi perpustakaan yang dapat memberikan informasi mengenai koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan. Berbagai jenis katalog telah tersedia di perpustakaan seperti katalog buku, katalog kartu, katalog CD-ROM, katalog COM (computer output microform) dan OPAC (online public access catalog). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi di perpustakaan yang semakin pesat, kebanyakan perpustakaan sudah meninggalkan katalog konvensional dan beralih ke catalog online. Pada dasarnya, catalog online sama dengan katalog konvensional seperti katalog kartu, karena informasi yang disimpan melalui komputer sama dengan informasi yang diketik pada kartu katalog, sehingga proses pembuatan katalog di kedua jenis katalog tersebut tetap menggunakan aturan-aturan yang ditetapkan dalam AACR2 (Anglo American Cataloging Rule), Sears List Subject Heading dan DDC (Dewey Decimal Classifications) untuk nomor klasifikasi. Pembuatan online catalog mengikuti format MARC (Machine Readable Cataloging). MARC berisi format standar yang memungkinkan perpustakaan lain untuk membagi data (to share the data), komputer untuk interpretasi data, dan pengguna menemukan kembali data.

(4)

Pemanfaatan OPAC di Perpustakaan menjadi salah satu cara di dalam memanfaatkan koleksi-koleksi yang tersedia di Perpustakaan dalam bidang penelusuran. Hal tersebut menjadi penting dilakukan karena memberikan berbagai kemudahan terhadap pengguna perpustakaan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Perpustakaan Universitas Udayana sebagai salah satu Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Bali yang telah berbasis electronic library (e-lib) menyediakan OPAC kepada pemustaka sebagai salah satu akses untuk menelusur informasi di Perpustakaan. OPAC tersebut sudah ada sejak 5 tahun yang lalu dan masih ada hingga saat ini. Sehubungan dengan hal tersebut, evaluasi pemanfaatan OPAC sangat diperlukan di Perpustakaan Universitas Udayana untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan OPAC yang ada di Perpustakaan Universitas Udayana.

B. Rumusan Masalah

Permasalahan penelitian ini adalah mengenai pemanfaatan katalog online di Perpustakaan Universitas Udayana-Bali. Secara rinci permasalahan penelitian ini adalah :

1. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana

C. Kerangka Penelitian

Kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model yang dikembangkan oleh Fred Davis merupakan penerimaan pengguna terhadap Teknologi Informasi dan Kim mengenai Technology Acceptance Model yang telah diperluas. Berikut ini pemaparan kerangka penelitian pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana :

(5)

Gambar 1. Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, variabel operasional yang digunakan antara lain :

Variabel Bebas/Variabel Eksogen yang merupakan variabel independen yang tidak dapat diprediksi oleh variabel-variabel yang lain dalam model. Variabel bebas terdiri dari beberapa variabel :

a) Subjective Norm berkaitan dengan beliefs (keyakinan) yang memiliki hubungan dengan pendapat tokoh penting atau orang lain baik perorangan maupun kelompok penting dan berpengaruh bagi individu tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belief (keyakinan) yang ada dalam norma subyektif representasi persepsi dari significant others (tokoh panutan) baik perorangan maupun berkelompok yang kemudian mempengaruhi individu apakah akan menampilkan perilaku atau tidak, sehingga akhirnya didalam norma subyektif mengandung motivasi individu untuk mengikuti pendapat tokoh panutan tersebut.

Subjective Norm (Norma

Subyektif) Job Relevance

(Relevansi Pekerjaan) Output Quality

(Kualitas Keluaran) User Training

(Bimbingan Pengguna) Accesibility (Aksebilitas) Terminology

Clarity (Kejelasan

Istilah)

Perceived Usefulness (Manfaat yang

Dirasakan)

Perceived Ease of Use (Kemudahan

Penggunaan)

Intention To Use (Niat

Untuk Menggunakan)

Actual To Use (Kenyataan Menggunakan)

(6)

b) Job Relevance adalah persepsi individu mengenai tingkatan dimana sistem target dapat diterapkan pada pekerjaannya (Venkatesh & Davis, dalam Kim, 2005 : 39).

c) Output Quality merupakan kepercayaan individu mengenai seberapa baik sistem mengerjakan tugas-tugas, didalilkan sebagai penentu instrumental kognitif dari manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) (Venkatesh & Davis, dalam Kim, 2005 : 40).

d) User Training memainkan peranan yang penting dalam membentuk kepercayaan pengguna mengenai sistem informasi dan telah teruji berhubungan positif dengan perceived usefulness.

e) Accesibility merupakan konsep multidimensi mengenai akses fisik ke sumber, interface ke sumber, dan kemampuan untuk menemukan kembali informasi relevan yang potensial (Culnan dalam Kim,2005:42).

f) Terminology Clarity merupakan pencarian istilah melalui berbagai sumber, dalam hal ini, pencarian akan memperoleh hasil yang akurat tergantung kepada kejelasan istilah yang digunakan sistem.

Variabel Terikat atau Variabel Endogen/Variabel Dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2009 : 59).

Variabel Terikat terdiri dari beberapa variabel antara lain :

a) Perceived of Usefulness/PU yaitu sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan teknologi akan meningkatkan kinera pekerjaannya (Davis, 1986).

b) Perceived Ease of Use/PEOU yaitu sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha (free of effort).

c) Intention To Use/ITU adalah suatu keinginan/niat seseorang untuk melakukan sesuatu jika mempunyai keinginan atau niat untuk melakukannya (Davis et al., 1989 : Taylor and Todd, 1995 : Venkatesh dan Davis, 2000)

(7)

d) Actual To Use /ATU adalah tindakan yang dilakukan seseorang dalam penggunaan sesungguhnya (Davis et al, 1989). Seseorang akan puas jika meyakini bahwa sistem akan mudah digunakan dan meningkatkan produktivitas secara nyata (Tangke, 2004).

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara meneliti hubungan antar variabel terhadap sepuluh variabel yang digunakan antara lain Norma Subyektif (Subjective Norm), Relevansi Pekerjaan (Job Relevance), Kualitas Keluaran (Output Quality), Bimbingan Pengguna (User Training), Kemudahan Akses (Accessibility), Kejelasan Istilah (Terminology Clarity), Manfaat yang dirasakan (Perceived of Usefulness), Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use), Niat untuk Menggunakan (Intention to Use) dan Kenyataan Menggunakan (Actual to Use). Teknik yang digunakan adalah survey.

Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Udayana. Obyek penelitian adalah seluruh mahasiswa Universitas Udayana yang memanfaatkan Online Public Access Catalog (OPAC) yang terdiri dari mahasiswa S1 dan mahasiswa S2 Universitas Udayana. Responden dipilih sejumlah 100 orang melalui teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling.

Menurut Hair et.al (dalam Susiati, 2011 : 41) jumlah minimum kecukupan sampel dalam penelitian adalah 10 kali atau minimal 5 kali jumlah indikator. Penelitian yang dilakukan menggunakan 10 indikator atau variabel, oleh karena itu jumlah sampel minimal adalah 50 atau 100. Sampel yang dipilih oleh peneliti sejumlah 100 untuk menaikkan nilai minimal yang harus dipenuhi.

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama meliputi deskripsi responden dan isian mengenai deskripsi pemanfaatan OPAC yang dilakukan oleh responden. Bagian kedua berisi item-item

(8)

pertanyaan dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka yang berhubungan dengan materi-materi yang terkandung dalam penelitian yang dilakukan terhadap katalog online.

Pengujian terhadap hipotesis penelitian menggunakan program Smart PLS (Partial Least Square) untuk membantu menganalisa data dalam hubungan antar variabel.

E. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa Universitas Udayana, maka dapat diketahui gambaran tentang karakteristik reponden dan Deskripsi Pemanfaatan Online Public Access Catalog. Uraian tentang karakteristik responden menyangkut lima aspek yaitu Jenis Kelamin, Pendidikan, Umur, dan Program Studi. Pada deskripsi pemanfaatan Online Public Access Catalog menyangkut enam aspek yaitu frekuensi kunjungan responden ke Perpustakaan Universitas Udayana, Cara yang paling sering dilakukan dalam mencari koleksi Di Perpustakaan Universitas Udayana, Lokasi Akses OPAC, Cara Menelusur Informasi melalui OPAC, Frekuensi Pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana, dan Waktu Pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana.

(9)

Tabel 1. Karakteristik Responden

Karakteristik Responden Frekuensi Pesentase

Jenis Kelamin Laki-Laki 33 33

Perempuan 67 67

Pendidikan S1 96 96

S2 4 4

Umur (tahun)

18-20 74 74

21-23 17 17

24-26 9 9

Program Studi

Sastra Bali 4 4

Manajemen 21 21

Sastra Inggris 4 4

Ilmu Politik 12 12

Ilmu Komunikasi 6 6

Teknik Sipil 4 4

Akuntansi 5 5

Teknologi Industri Pertanian

5 5

Fisika 5 5

Kimia 1 1

Ekonomi Pembangunan

4 4

Biologi 1 1

Farmasi 14 14

Matematika 5 5

Agribisnis 3 3

Teknologi Informasi 1 1

Ilmu Komputer 1 1

Program Magister 4 4

N = 100 orang Tabel 2. Deskripsi Pemanfaatan OPAC

Deskripsi Pemanfaatan OPAC Frekuensi Persentase Frekuensi Kunjungan

< 2 kali seminggu 67 67

3-4 kali seminggu 28 28

> 4 kali seminggu 5 5

Cara Mencari Koleksi

Mencari langsung ke rak 60 60

Mencari melalui OPAC 32 32

Mencari Langsung & Melalui OPAC 8 8

Lainnya... 0 0

Lokasi Akses OPAC

Perpustakaan Universitas Udayana 70 70

Rumah 15 15

Warung Internet (Warnet) 7 7

Ketiganya 3 3

Lainnya... 5 5

(10)

Cara Menelusur Informasi melalui

OPAC

Menelusur Sendiri 80 80

Meminta Bantuan Teman 17 17

Lainnya... 3 3

Frekuensi Pemanfaatan OPAC

< 2 kali seminggu 71 71

3-4 kali seminggu 29 29

> 4 kali seminggu 0 0

Waktu Pemanfaatan OPAC

< 15 menit seminggu 51 51

20-40 menit seminggu 44 44

> 45 menit seminggu 5 5

N= 100 orang

Pada tahap selanjutnya, dilakukan olah data berdasarkan model penelitian yang diajukan dalam penelitian ini seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2. Hasil Olahan Model

Dari hasil outer loading di atas menunjukkan bahwa ada nilai yang tidak valid yaitu pada variabel Subjective Norm (Norm1) sebesar 0,412, dengan demikian harus dilakukan revisi terhadap model yang digunakan.

(11)

Gambar 3. Outer Loading setelah direvisi

Pada gambar di atas, hasil outer loading menujukkan nilai-nilai yang valid terdapat pada setiap indikator karena nilai loading factor pada setiap indikator > 0,7. Pada tahap berikutnya, agar mendapat nilai T-Statistic sebagai uji signifikansi model maka dilakukan dengan proses bootstrapping. Hasil yang diperoleh dapat dilihat dalam tabel path coeficient pada output smartPLS berikut ini :

Tabel 3. Estimasi Parameter dan Uji Signifikansi Path

Original Sample (O)

Standard Deviation (STDEV)

T Statistics (|O/STERR|)

Tingkat Signifikansi

Access -> PEOU 0,220172 0,088688 2,482537 Signifikan

ITU -> ATU 0,037764 0,113797 0,331851

Tidak Signifikan

Norm -> PU 0,147726 0,079528 1,857534

Tidak Signifikan

Output -> PU 0,237535 0,152712 1,555448

Tidak Signifikan

(12)

PEOU -> ITU 0,505020 0,087178 5,792953 Signifikan

PEOU -> PU 0,275412 0,099310 2,773257 Signifikan

PU -> ITU 0,288202 0,085796 3,359167 Signifikan

Relevance -> PU 0,217474 0,093958 2,314586 Signifikan

Terminology -> PEOU 0,477512 0,080583 5,925715 Signifikan

Training -> PEOU 0,221064 0,059581 3,710309 Signifikan

Training -> PU 0,015868 0,103127 0,153871

Tidak Signifikan

Tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat signifikansi yang memadai ditandai dengan nilai tstatistik > 1,96 (significance level 5%). Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 1,96, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada tujuh hubungan yang signifikan dan empat hubungan yang tidak signifikan.

1. Analisis Pengaruh Subjective Norm terhadap Perceived Usefulness (PU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik < ttabel = 1,86 < 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel subjective norm terhadap perceived usefulness (PU). Jadi H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa subjective norm berpengaruh terhadap Perceived Usefulness. Hasil penelitian tersebut tidak sesuai dengan penelitian Kim (2005) yang menyebutkan bahwa Subjective Norm berpengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness.

(13)

2. Analisis Pengaruh Job Relevance terhadap Perceived Usefulness (PU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 2,31 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel job relevance terhadap perceived usefulness (PU). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa job relevance berpengaruh terhadap Perceived Usefulness. Hasil olah data diatas sesuai dengan penelitian Kim (2005) yang menyebutkan relevansi pekerjaan memiliki efek yang signifikan terhadap Perceived Usefulness. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan OPAC didasari atas relevansi dengan pekerjaannya.

3. Analisis Pengaruh Output Quality terhadap Perceived Usefulness (PU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik < ttabel = 1,55 < 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel output quality terhadap perceived usefulness (PU). Jadi H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa output quality berpengaruh terhadap Perceived Usefulness. Hipotesis di atas tidak sesuai dengan penelitian Saifuddin, dkk (2013) yang menyebutkan bahwa information quality memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perceived usefulness dalam pemanfaatan internet. Hal tersebut menjelaskan bahwa tingginya kualitas informasi yang dihasilkan oleh OPAC tidak memberikan manfaat kepada pengguna Di Perpustakaan Universitas Udayana.

4. Analisis Pengaruh User Training terhadap Perceived Usefulness (PU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

(14)

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik < ttabel = 0,15 < 1,96, maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel user training terhadap perceived usefulness (PU).

Jadi H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa user training berpengaruh terhadap Perceived Usefulness. Hasil tersebut menujukkan bahwa user taining tidak memberikan manfaat kepada pengguna perpustakaan Universitas Udayana sehingga perlu ditinjau kembali pelaksanaan user training dalam pemanfaatan OPAC.

5. Analisis Pengaruh User Training terhadap Perceived Ease of Use (PEOU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 3,71 > 1,96, maka dapat disimpulkan ada pengaruh secara signifikan antara variabel user training terhadap perceived ease of use (PEOU). Jadi H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian terbukti bahwa user training berpengaruh terhadap Perceived Ease of Use. Hasil penelitian tersebut tidak sesuai dengan penelitian Kim (2005) yang menyebutkan user training tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perceived Ease of Use. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Pengguna memberikan kemudahan kepada pengguna Perpustakaan Universitas Udayana dalam pemanfaatan OPAC.

6. Analisis Pengaruh Accessibility terhadap Perceived Ease of Use (PEOU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 2,48 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel accessibility terhadap perceived ease of use (PEOU). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa accessibility berpengaruh terhadap Perceived Ease of Use (PEOU). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan

(15)

bahwa aksebilitas memiliki peranan yang penting bagi kemudahaan penggunaan dalam mengakses OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana.

7. Analisis Pengaruh Terminology Clarity terhadap Perceived Ease of Use (PEOU) Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 5,92 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel terminology clarity terhadap perceived ease of use (PEOU). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa terminology clarity berpengaruh terhadap Perceived Ease of Use (PEOU). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kejelasan istilah (terminology clarity) mempengaruhi kemudahaan penggunaan (perceived ease of use) dalam penggunaan OPAC. Semakin baik terminology clarity yang terdapat di dalam OPAC akan memudahkan pengguna Perpustakaan Universitas Udayana di dalam menggunakan OPAC.

8. Analisis Pengaruh Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU)

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 2,77 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel perceived ease of use (PEOU) terhadap perceived usefulness (PU). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa perceived ease of use (PEOU) berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (PU). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa di Perpustakaan Universitas Udayana dalam menggunakan OPAC dilandasi oleh kemudahan di dalam menggunakan OPAC

(16)

9. Analisis Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Intention to Use

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 3,36 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel perceived usefulness (PU) terhadap intention to use. Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa perceived usefulness (PU) berpengaruh terhadap Intention to Use (ITU). Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat/keinginan mahasiswa di Perpustakaan dalam menggunakan OPAC dilatarbelakangi kemudahan di dalam menggunakan OPAC.

10. Analisis Pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Intention to Use

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik > ttabel = 5,79 > 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel perceived ease of use (PEOU) terhadap intention to use (ITU). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian terbukti bahwa perceived ease of use (PEOU) berpengaruh terhadap Intention to Use (ITU). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa niat untuk menggunakan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana karena mahasiswa merasakan OPAC memberikan manfaat.

11. Analisis Pengaruh Intention to Use terhadap Actual to Use

Berdasarkan taraf nyata/signifikansi (α) = 5% = 0,05, pengujian dua sisi dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu df = (n-k) = (100-10) = 90, diperoleh ttabel = 1,96.

Hasil olah data diperoleh nilai tstatistik < ttabel = 0,33 < 1,96, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel intention to use terhadap actual to use (ITU). Jadi H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian terbukti bahwa intention to use

(17)

(ITU) tidak berpengaruh terhadap Actual to Use (ATU). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kenyataan menggunakan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana terlihat rendah dan perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap pemanfaatan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana.

F. Kesimpulan

Pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana dengan menggunakan metode TAM efektif dan signifikan setelah dilakukan revisi terhadap model yang digunakan.

Adapun beberapa hal yang dapat dijadikan kesimpulan antara lain :

1. Sebagian besar mahasiswa di Universitas Udayana belum merasakan manfaat OPAC, hal ini dilihat dari kondisi variabel subjective norm, job relevance, output quality dan user training yang tidak memberikan pengaruh terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna Perpustakaan di Universitas Udayana. Adapun hubungan antar variabel yang tidak signifikan antara lain sebagai berikut :

a) Norma Subyektif tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manfaat yang dirasakan (PU) oleh pengguna Perpustakaan di Universitas Udayana. Hal tersebut menjelaskan bahwa peran Pustakawan dan aturan tidak memberikan pengaruh kepada pengguna dalam pemanfaatan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana. Oleh karena itu ajakan dari pustakawan untuk memanfaatkan OPAC memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana.

b) Kualitas Keluaran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manfaat yang dirasakan (PU) oleh pengguna perpustakaan di Universitas Udayana. Hal tersebut memiliki arti bahwa kualitas output yang terdapat pada

(18)

OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana tidak memberikan manfaat terhadap pengguna Di Perpustakaan Universitas Udayana.

c) Bimbingan pengguna tidak memberikan pengaruh terhadap manfaat yang dirasakan (PU) oleh pengguna Perpustakaan Universitas Udayana. Hal tersebut perlu mendapat perhatian oleh pihak Perpustakaan dalam hal bimbingan pengguna yang berkaitan dengan pemanfaatan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana seperti metode pelatihan yang di terapkan.

d) Niat untuk menggunakan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kenyataan menggunakan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi perbedaan niat dengan kenyataan menggunakan OPAC antara lain : tidak adanya budaya yang terjadi di dalam pemanfaatan OPAC sebagai alat penelusuran di dalam mencari indormasi di Perpustakaan, sistem OPAC yang belum berjalan secara optimal di Perpustakaan, terbatasnya jumlah komputer sebagai sarana OPAC, dll

Adapun beberapa variabel dalam penelitian ini yang memiliki pengaruh signifikan, antara lain :

1. Bimbingan pengguna memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemudahan penggunaan (PEOU) OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana.

2. Relevansi Pekerjaan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manfaat yang dirasakan (PU) oleh pengguna perpustakaan di Universitas Udayana.

3. Aksebilitas dan kejelasan istilah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemudahan penggunaan OPAC di Perpustakaan Universitas Udayana.

(19)

4. Kemudahan Penggunaan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna di Perpustakaan Universitas Udayana.

5. Manfaat yang dirasakan (PU) oleh pengguna memberikan pengaruh yang signifikan terhadap niat untuk menggunakan (ITU) OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana.

6. Kemudahan Penggunaan (PEOU) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap niat untuk menggunakan OPAC Di Perpustakaan Universitas Udayana.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Cherry, Joan M., Nancy J Williamson, Jones-Simmons, Carol R., and Gu Xin. OPACs in Twelve Canadian Academic Libraries : An Evaluation of Functional Capabilities and Interface Features. Information Technology and Libraries. Vol. 13 No. 3. pp. 174-195.

Darsono, Li. 2005. Examining Information Technology Acceptance By Individual Professionals. Gadjah Mada International Journal of Business. Vol 7. No. 2. pp. 155- 178.

Davis, F.D. 1986. A Technology Acceptance Model for Empirically Testing New End-User Information Systems : Theory and Result. Doctoral Dissertation. Sloan School of Management. Massachusetts Institute of Technology.

Davis, F.D. 1989. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use of Information Technology.

Management Information System Quarterly. Vol. 21 No.3. pp. 319-340

Gardner, C., and Amoroso D.L. 2004. Development of an Instrument to Measure the Acceptance of Internet Technology by Consumers. Proceedings of the 37th Hawaii International Conference on Systems Sciences.

Ghozali, Iman dan Hengky Latan. 2012. Partial Least Square : Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 2.0 M3. Semarang : Universitas Diponegoro

Gong Min dan Yan Xu. 2004. An Enhace Technology Acceptance Model for Web-Based Learning. Journal of Information System Eductions. Vol.15 No. 4 pp.365-374

Gorman, Michael. 2004. The concise AACR2 : Based on AACR2 2002 revision, 2004 update.

Chicago: American Library Association.

Gudono.2012. Analisis Data Multivariat. BPFE : Yogyakarta

Hernon, Peter and Charles R. McClure.1990. Evaluation and Library Decision Making. New York : Alex Publishing Corporation.

Ibrahim, Ahmed Elhafis. 2005. Displays of Arabic Script on Web-Based OPACs in GCC Institutions. Arab : United Arab Emirates University. The Electronic Library. Vol. 23 No. 4. pp. 419-432

Jogiyanto.2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta : Andi

Jogiyanto. 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi : Pedoman dan Contoh Melakukan Penelitian di Bidang Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi

Kao, Mary Liu.2001. Cataloging and Classification for Library Technicians. New York: The Haworth Press.

Kim. 2005. User Acceptance of Web-Based Subscription Databases: Extending The Technology Acceptance Model. Dissertations. Florida : The Florida State University.

(21)

Kim, Sanghyun and Garry Garrison. 2009. Investigating Mobile Wireless Technology Adoption : An Extension of The Technology Acceptance Model. Springer. pp. 323-333 Kusmayadi, Eka dan Etty Andriaty. 2006. Kajian On-Line Public Access Catalogue (OPAC)

dalam Pelayanan Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Vol.15 No.2. pp. 51-58

Luong, Truong Dai and Chern Li Liew. 2009. The Evaluation of New Zealand Academic Library OPACs : A Checklist Approach. The Electronic Library. Vol. 27 No. 3. pp.

376-393.

Muntianah, Siti Tutik, Endang Siti Astuti dan Devi Farah Azizah. 2012. Pengaruh Minat Perilaku Terhadapo Actual Use Teknologi Informasi dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) : Studi Kasus Pada Kegiatan Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi. Jurnal Profit. 6(1) pp.88-113

Rachmawati, Indah Fauziah. 2012. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi terhadap Kepuasan Pengguna (Studi Kasus Pada Karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku Pengguna Sistem Informasi Rail Ticketing System (RTS). Skripsi. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Ridwan, Taufik. 2011. Kajian Pemanfaatan OPAC Di Perpustakaan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Tesis. Depok : Universitas Indonesia

Saifudin, dkk. 2013. Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual dan Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Menggunakan Internet Sebagai Media Sumber Pustaka : Studi Empiris di UNDIP dan UNIKA Soegijapranata Semarang. Jurnal Dinamika Akuntansi. 5(1). pp. 21-34

Sentosa, Ilham and Nik Kamariah Nik Mat.2012. Examining Theory of Planned Behaviour (TPB) and Technology Acceptance Model (TAM) In Internetpurchasing Using Structural Equation Modeling. Journal of Arts, Science and Commerce. Vol. 3 No. 2.

pp. 62-77

Sternad, Simona dan Samo Bobek. 2013. Impacts of TAM-based external factors on ERP Acceptance. Conference on Enterprise Information Systems. pp. 33-42

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. 116 & 122pp

Susiatiati, Anastasia. 2011. Pemanfaatan Jurnal Elektronik Di Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada

Tangke, Tangke, Natalie. 2004. “Analisa Penerimaan Penerapan Teknik Audit Berbantu Komputer (TABK) dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.” Jurusan Akuntansi, Universitas Kristen Petra.

Tedd, Lucy A. (2004). Wynar’s Introduction to Cataloguing and Classification. London:

Libraries Unlimited.

(22)

Venkatesh, V and Davis F. 1996. A Model of The Perceive Ease of Use : Development and Test. Decisions Science. 27(3). Pp. 451-481

Venkates, V and Davis F. 2000. A Theoretical Extension of The Technology Acceptance Model : Four Longitudinal Field Studies. Management Science. 46(2). pp. 186-204 Wibowo, Arief. 2006. Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi dalam

Pendekatan Techonology Acceptance Model (TAM). Jakarta : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur

Wihandaru. 2009. Structural Equation Modeling-Goodnes of Fit. Yogyakarta : Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.

UU No. 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia : www.kelembagaan.pnri.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu penulis akan mendesain struktur metadata dan struktur interface baru yang digunakan untuk integrasi OPAC dan USU-IR sehingga akan memudahkan pengguna

Pendapat di atas menjelaskan bahwa awalnya ada tiga manfaat utama ketika sebuah OPAC diperkenalkan ke dalam perpustakaan antara lain: mengurangi biaya untuk menyediakan

Hasil data yang diberikan informan menyatakan bahwa sistem OPAC yang terdapat pada Perpustakaan IAIN Batusangkar memiliki kemudahan untuk memperoleh informasi seperti

Berdasarkan teori dan didukung data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pustakawan dan pemustaka terkait pencarian informasi dapat

Online Public Access Catalog (OPAC) berisikan informasi yang dibutuhkan pemustaka dengan persentase sebesar 76,66% yang termasuk kedalam kategori Setuju, dimana terdapat

Untuk mendapatkan data primer dengan cara melakukan penelusuran ( searching ) di situs database OPAC dan USU-IR yang diteliti, kemudian penulis me review

Pendapat lain dikemukakan oleh Corbin (1985) yang dikutip oleh Hasugian (2009: 154) menyatakan bahwa: “OPAC merupakan katalog yang berisikan cantuman bibliografi

a b c Gambar 6 Kategori Pencarian Informasi pada Mode Advanced Search Pada pencarian dokumen yang telah dilakukan pada OPAC Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggunakan