1183
Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa English Club di SMPN 163 Jakarta
Mike Wijaya Saragih1, Febrimarini Br Sinulingga2, Susanne A.H. Sitohang3, Thesalonika Alvina4, Adiranto Hia5
1,2, 3, 4, 5 Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Indonesia
E-mail: [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; [email protected]
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Sastra dan Bahasa UKI yang berfokus pada pemanfaatan media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa English Club SMPN 163, Jakarta, pada periode Agustus s.d. November 2022. Instagram digunakan sebagai media untuk mengevaluasi pemahaman siswa/I terhadap materi pembelajaran yang diberikan pengajar setiap minggunya. Bentuk penugasan yang diberikan beragam, mulai dari membuat poster, video, esai singkat, bahan presentasi, dan kartu ucapan, yang disesuaikan dengan tema-tema mingguan, dan dilakukan baik secara mandiri maupun kelompok. Dari evaluasi pembelajaran yang disebar melalui Google form, terdapat 52 responden yang terdiri dari 33 responden perempuan dan 19 responden laki-laki. Hasil survei menunjukkan lebih dari 90% responden merasakan manfaat penggunaan Instagram dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, baik dalam hal meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan non teknis (soft skill). Keterampilan teknis yang diperoleh berkaitan dengan keterampilan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dan keterampilan dalam membuat dan mengedit poster dan video, sedangkan keterampilan non teknis yang diperoleh berkaitan dengan kreativitas dan kemampuan untuk bekerja sama di dalam tim. Hasil evaluasi juga menunjukkan lebih dari 80% peserta English Club merekomendasikan dilanjutkannya pemanfaatan Instagram dalam proses pembelajaran bahasa Inggris mendatang.
Kata Kunci: English Club; Instagram; keterampilan teknis dan non teknis
Abstract
This paper aims to show the results of the Faculty of Letters and Languages UKI’s Community Service (PkM) focusing on the use of Instagram in learning English for the English Club students of SMPN 163, Jakarta, in the period of August to November 2022. Instagram is a medium used to evaluate students' understanding of the learning material provided by tutors every week. The forms of assignments varied, ranging from making posters, videos, short essays, presentation materials, and greeting cards, which were adjusted to weekly themes, and were carried out both independently and in groups. From the learning evaluation distributed through the Google form, there were 52 respondents consisting of 33 female and 19 male respondents. The survey results show that more than 90% of respondents feel the benefits of using Instagram in the process of learning English, both in terms of improving hard skills and soft skills.
The hard skills acquired are related to English skills both spoken and written and skills in making and editing posters and videos, while the soft skills acquired are related to creativity and the ability to work together in a team. The evaluation results also show that more than 80% of English Club participants recommend continuing the use of Instagram social media in the future English learning process.
Keywords: English Club; Instagram; hard and soft skills
1184 PENDAHULUAN
Dewasa ini pendidikan merupakan salah satu hal terpenting yang dibutuhkan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang potensial. Menurut Sutrisno (2016, hal. 29) pendidikan merupakan aktivitas yang bertautan dan meliputi berbagai unsur yang berhubungan erat antara unsur satu dengan unsur yang lain. Tanpa pendidikan yang memadai, dapat dikatakan kualitas seseorang tidak mencukupi.
Pendidikan tentunya selalu berfokus pada hal-hal yang baik dan positif.
Adanya kerjasama yang baik antara pendidik dan peserta didik menghasilkan kualitas manusia yang profesional. Harapannya, kegiatan dalam bidang pendidikan akan membantu mereka menghadapi segala sesuatu sebagai anggota masyarakat.
Salah satu bidang pendidikan yang sangat penting adalah pendidikan bahasa. Menurut Eikeseth
& Nesset (dalam Amithya Kumara, dkk, 2014) dalam buku Kesulitan Berbahasa pada Anak, bahasa memiiliki peran yang vital dalam perkembangan kemampuan sosial, kognitif, dan akademik. Dari kutipan tersebut dapat kita pahami bahwa
bahasa mempunyai efek yang sangat besar bagi kemampuan peserta didik.
Efeknya bukan hanya terbatas pada kemampuan akademik saja tetapi juga pada kehidupan sosialnya.
Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan bahasa Inggris sangatlah penting. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, bahasa Inggris diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Sekolah menawarkan banyak program menarik yang mendorong siswa untuk belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris.
Tujuan utamanya adalah agar para siswa ini nantinya dapat berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris.
Program bahasa Inggris yang menarik tentu bukan satu-satunya hal yang dapat memotivasi para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Metode mengajar yang baik juga sangat mempengaruhi kemampuan mereka dalam menguasai bahasa internasional tersebut. Kebanyakan metode mengajar yang digunakan terlalu monoton dan membosankan di kelas sehingga membuat para peserta didik kurang tertarik untuk
1185 mempelajarinya. Padahal ada beberapa aspek yang harus dikuasai dalam bahasa Inggris yaitu speaking (berbicara), listening (mendengar), reading (membaca) dan writing (menulis).
Agar dapat memberikan pengajaran yang menarik sekaligus mengembangkan kreativitas para peserta didik, pendidik juga dituntut untuk memaksimalkan pembelajaran dengan lebih baik. Pendidik harus selalu berinovatif dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan peserta didiknya. Seperti yang saat ini terjadi, selama masa pandemik sampai sekarang, teknologi memiliki dampak yang besar dalam pendidikan. Semua orang termasuk di dalamya para peserta didik sangat bergantung pada teknologi. Dengan memanfaatkan kombinasi antara teknologi dan pembelajaran bahasa Inggris, capaian pembelajaran akan dapat digapai dengan lebih mudah.
Teknologi yang sangat cepat berkembang ini juga sangat mempengaruhi perkembangan media sosial. Tidak dapat dipungkiri, peserta didik saat ini lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan keluarga, teman-temannya,
bahkan dengan orang lain di seluruh dunia (Sesriyani & Sukmawati, 2019, hal. 10). Pernyataan ini juga didukung oleh Mahatmi, dkk (2022, hal. 57) yang menyatakan bahwa media sosial merupakan sarana potensial dalam penyebaran informasi dan promosi.
Media sosial menjadi tempat bagi para peserta didik untuk berekspresi. Ada banyak media sosial yang digunakan oleh para peserta didik seperti facebook, Instagram, youtube, twitter, dan lain-lain. Aplikasi media sosial ini dapat dengan mudah digunakan di mana pun dan kapan pun; bisa digunakan dengan memakai ponsel, komputer, ataupun tablet.
Menurut Khairuni (2016, hal.
57), perkembangan media sosial membawa dampak yang positif dan negatif kepada para peserta didik.
Dampak positif menggunakan media sosial antara lain adalah para peserta didik dapat belajar bersosialisasi, beradaptasi pada lingkungan baru, dan bahkan digunakan untuk saling bertukar informasi saat kegiatan belajar-mengajar misalnya saling bertukar info mengenai tugas.
Dampak negatif dari penggunaan media sosial antara lain adalah para peserta didik lebih mengutamakan update media sosial daripada belajar,
1186 lalai dalam mengerjakan tugas bahkan sering digunakan untuk menyebarkan konten-konten negatif seperti pornografi. Rajeev dalam Kusuma (2020, hal.17) menyatakan bahwa media sosial memang mempengaruhi jalur kehidupan sehari-hari remaja dan khususnya para siswa. Meskipun media sosial memiliki dampak negatif tidak menjadi alasan bagi para pendidik untuk tidak menggunakannya dalam proses belajar mengajar.
Justru karena memiliki dampak besar bagi para peserta didik, media sosial ini harus dimanfaatkan dengan baik dan bijaksana.
Pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif dan menarik sangatlah diperlukan agar peserta didik mendapatkan lebih banyak ilmu dan keterampilan melalui proses pembelajaran. Program Studi Sastra Inggris UKI, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ingin mendukung dan berkontribusi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di tengah masyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak lebih menyukai Bahasa Inggris dan tidak merasa terbeban saat belajar. SMPN 163, yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan, adalah salah satu mitra kerja
sama dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia. Bentuk kerja sama disepakati berfokus dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan konsentrasi layanan pembekalan atau pelatihan Bahasa Inggris bagi siswa/I SMPN 163 Jakarta tersebut.
Dari hasil analisis kondisi terhadap mitra SMPN 163 yang dilakukan dengan dukungan penuh komite sekolah atau yang lebih akrab dengan sebutan “Sahabat Sekolah”
ditemukan bahwa para siswa yang bersekolah di sini berasal dari keluarga menengah ke bawah.
Sebagian besar dari siswa/i ini tidak berkesempatan untuk mendapatkan kursus atau pembekalan di luar jam pelajaran karena orangtua mereka yang tidak sanggup membayar biaya operasional mengikuti kursus tersebut. Selain itu, berkaitan dengan keterampilan berbahasa Inggris para siswa diketahui juga bahwa banyak siswa yang kesulitan mengikuti pelajaran Bahasa Inggris karena pelajaran ini dianggap sangat susah.
Mempertimbangkan hasil dari analisis kondisi di atas, Program Studi Sastra Inggris UKI terpanggil untuk melakukan kegiatan pengabdian
1187 kepada masyarakat (PkM) di SMPN 163 dalam upaya mewujudkan pembelajaran bahasa Inggris gratis dan lebih interaktif melalui kegiatan English Club.
Agar lebih menarik perhatian para peserta didik, tim PkM Prodi Sastra Inggris menggunakan salah satu media sosial yaitu Instagram sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris para anggota English Club SMPN 163.
Penggunaan media sosial instagram dalam pembelajaran bahasa telah banyak dirasakan manfaatnya. Selain itu, Instagram cocok digunakan sebagai media pembelajaran untuk anggota English Club SMPN 163 karena mereka (usia remaja) sudah sangat terbiasa menggunakannya (Rusman dalam Martarini, dkk, 2021, hal.337).
Beberapa penelitian terkait manfaat penggunaan Instagram dalam proses pembelajaran telah dilakukan. Beberapa penelitian terkait antara lain: Pertama, penelitian Sesriyani dan Sukmawati (2019) yang berjudul Analisis Penggunaan Instagram sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Adapun hasil dari penelitiannya
menunjukkan bahwa mahasiswa lebih percaya diri berbicara menggunakan Bahasa Inggris, lebih fokus pada penggunaan tata bahasa yang benar saat berbicara, lebih mudah mengoreksi postingan teman dan saat dikritik mereka semakin termotivasi untuk menggunakan bahasa Inggris dengan benar. Kedua, penelitian Lismamartarini, dkk (2021) dengan judul Media Sosial dan Pembelajaran:
Studi Efektifitas Instagram dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peserta didik lebih termotivasi saat belajar, keterampilan menulis peserta didik semakin meningkat, dan peserta didik merasa lebih waspada saat mengerjakan tugas. Ketiga, penelitian Jayanti (2020) dengan judul Penggunaan Media Instagram untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Penyerta Gambar atau Caption Text pada Siswa Kelas XII KL 3 SMK Negeri Kabuh. Adapaun hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis caption text.
Selain dari penelitian-penelitian di atas, terdapat juga luaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah menggunakan Instagram dan melihat
1188 kebermanfaatan Instagram dalam proses pembelajaran secara umum maupun dalam pembelajaran bahasa Inggris. ARS University Bandung (2019) menuliskan luaran Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Pengaruh Media sosial Instagram Terhadap Aktualisasi Diri Anak Special Needs. Media sosial Instagram dibuktikan memiliki peranan sebagai alat stimulus agar anak dengan kebutuhan khusus dapat mengaktualisasikan diri mereka.
Program Studi Bahasa Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (2021) juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan menghasilkan luaran dengan judul Maximazing Sosial Media to Learn English Series 1 in Wahdatul Ummah.
Dari luaran ini juga dibuktikan bahwa dalam upaya mengajarkan series keterampilan bahasa Inggris di Wahdatul Ummah, optimalisasi penggunaan media sosial sangat diperlukan.
Melalui hasil-hasil penelitian dan luaran PkM tersebut, tim PkM Program Studi Sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia terdorong untuk menggunakan pendekatan yang memanfaatkan media sosial khususnya Instagram
sebagai salah satu media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para anggota English Club di SMPN 163 Jakarta. Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan manfaat dari media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris di English Club SMPN 163, Jakarta pada Semester Gasal 2022/2023.
METODE
Kegiatan PkM ini berbentuk kegiatan pelatihan, yang disertai dengan demonstrasi atau percontohan untuk menghasilkan keterampilan tertentu. Kegiatan PkM ini berbentuk pelatihan bahasa Inggris bagi siswa/I English Club di lingkungan SMPN 163 yang dilakukan setiap hari Sabtu, pukul 09.30 -11.00, secara daring atau luring di Semester Gasal TA. 2022/2023. Kegiatan PkM ini dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan dari bulan Agustus sampai November 2022. Adapun peserta dalam kegiatan PkM ini berjumlah 60 orang siswa yang tersebar di kelas 7,8 dan 9. Pelatihan bahasa Inggris ini dilakukan oleh 8 (delapan) orang dosen yang tersebar di dalam 3 (tiga) kelompok dan dibantu oleh 6 (enam) orang mahasiswa. Pembagian
1189 kelompok dilakukan berdasarkan tingkatan kelas. Kelas A dan B adalah siswa/I di kelas 7, sedangkan kelas C adalah gabungan dari siswa/I kelas 8 dan 9 peserta English Club SMPN 163 Jakarta. Baik dosen dan mahasiswa memiliki peranan masing-masing.
Dosen bertanggung jawab mempersiapkan topik-topik mingguan yang akan disampaikan, membekali dan mempersiapkan para mahasiswa atau yang disebut sebagai kakak tutor, serta mengawasi jalannya pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris di setiap minggunya. Sedangkan mahasiswa atau kakak tutor bertanggung jawab untuk mengembangkan materi dan aktivitas pembelajaran dan penugasan mingguan, berkonsultasi dengan tim dosen pembimbing dan memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada peserta English Club.
Peserta kegiatan PkM Pelatihan Bahasa Inggris pada Siswa English Club di Semester Gasal 2022/2023 ini merupakan merupakan siswa/i SMPN 163 di Tebet. Pemilihan peserta dilakukan dengan terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak sekolah yang diwakili oleh Sahabat Sekolah SMPN 163. Pihak sekolah menyerahkan daftar nama peserta
English Club ke panitia pelaksana kegiatan PkM. Sahabat Anak memberikan data 60 peserta yang tersebar di kelas 7,8 dan 9 yang terdaftar di dalam kegiatan ekstrakurikuler English Club di SMPN 163 Jakarta.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu:
1. Pengisian biodata peserta English Club dari kelas 7,8, dan 9;
2. Pembagian kelas menjadi tiga (3) kelompok dan melakukan perkenalan dengan kakak pengajar di kelas masing- masing;
3. Pelaksanaan PkM (brainstorm atau persiapan tutor, pemberian materi pelatihan, simulasi, dan pemberian aktivitas di kelas yang disesuaikan dengan topik setiap minggunya);
4. Pemberian tugas dengan memposting tugasnya di Instagram (dimonitor dan dievaluasi oleh kakak tutor);
5. Persiapan satu projek akhir di akhir semester;
6. Melakukan evaluasi pembelajaran melalui
1190 menyebarkan kuesioner mengenai evaluasi pembelajaran bahasa Inggris kepada peserta English Club selama program berjalan.
Untuk mengevaluasi
pemanfaatan media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris di English Club SMPN 163 pada periode semester gasal 2022/2023, tim pelaksana PkM melakukan 2 tahapan pengumpulan data, yaitu menyebarkan google form yang berisikan evaluasi pemanfaatan media
sosial Instagram dalam proses pembelajaran bahasa Inggris dan mengambil sampel data unggahan Instagram siswa/I English Club di 9 minggu penugasan. Jumlah total responden google form sebanyak lima puluh dua (52) responden, yang terdiri dari 19 responden laki-laki dan 33 responden perempuan. Jumlah sampel unggahan Instagram yang dianalisis adalah 14 unggahan. Untuk analisis hasil google form, penulis menggungakan SSPS Versi 20.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam pelaksanaan kegiatan PkM di English Club SMPN 163 pada semester gasal 2022/2023, para kakak tutor memanfaatkan media sosial Instagram untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta ajar terhadap materi yang diberikan setiap
minggunya. Dari survei yang dilakukan terlihat bahwa peserta didik mengaku menggunakan media sosial Instagram untuk mengunggah penugasan mingguan yang diberikan oleh kakak tutor mereka untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap materi ajar setiap minggunya.
Tabel 1. Penggunaan Instagram untuk Evaluasi Pembelajaran
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Sangat Tidak
Setuju 1 1.9 1.9 1.9
Tidak Setuju 1 1.9 1.9 3.8
Ragu-ragu 1 1.9 1.9 5.8
Setuju 32 61.5 61.5 67.3
Sangat Setuju 17 32.7 32.7 100.0
Total 52 100.0 100.0
1191 Tabel 1 di atas memperlihatkan dari 52 responden, ada 17 orang (32,7%) yang menyatakan bahwa media sosial (Instagram) selalu digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran di English Club SMPN 163, 32 orang (61,5%) menyatakan setuju, 1 orang ragu-ragu (1,9%), 1 orang (1,9%) menyatakan tidak setuju dan 1 orang (1,9%) sangat tidak setuju. Nilai rata-rata 4,21 dari poin maksimal 5 menunjukkan bahwa secara keseluruhan para peserta didik setuju bahwa media sosial Instagram digunakan oleh para pengajar untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris setiap minggunya.
Bentuk instruksi tugas yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan PkM beragam dan lebih banyak menggunakan media sosial Instagram. Berikut tabel bentuk penugasan yang menggunakan media sosial instagram untuk kelas 7 (A dan B) dan kelas 8 dan 9 (C). Dari 12 kali pertemuan daring maupun luring, tim pelaksana PkM menggunakan 5 kali penugasan untuk kelas 7 (A dan B) dan 9 kali penugasan untuk kelas 8 dan 9 (C) yang menggunakan media sosial Instagram sebagai media publikasi tugas siswa/i.
Tabel 2. Bentuk Penugasan Menggunakan Instagram
No. Tang
Gal Tema
Instruksi Tugas/
Sampel Unggahan Instagram Kelas 7 (A dan B)
Instruksi Tugas/ Sampel Unggahan Instagram
Kelas 8 & 9 (C)
1
27 Agustu s 2022
Introduction
Mandiri
Membuat video perkenalan diri
Sampel hasil:
https://www.instagram .com/tv/ChjkAsvAkTo/
?utm_source=ig_web _copy_link
Mandiri
Membuat video perkenalan yang berisikan nama, kelas, dan alasan mengapa ikut English Club
Sampel hasil:
https://www.instagram.c om/reel/ChL8VZBDG0j/
?utm_source=ig_web_c opy_link
2
3 Septem
ber 2022
To Be
Mandiri
Membuat video dengan pilihan tema (Keluarga /kepribadian /pengalaman)
Kelompok
Membuat video mengenai asking and offering help yang juga memakai
1192 dengan menggunakan form To Be
Sampel hasil:
https://www.instagram .com/reel/ChgvUFug1 92/?utm_source=ig
materi to be yang sempat dibahas
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/r eel/ChhXCGoDDzR/?utm_s ource=ig_web_copy_link
3
10 Septem
ber 2022
Global
Warming (1) -
Mandiri
Membuat esai mengenai global warming dan mempresentasikan esai dalam bentuk video
Sampel hasil
https://www.instagram.com/r eel/Ch4snxVJI7M/?utm_sou
rce=ig_web_copy_link
4
17 Septem
ber 2022
Global Warming (2)
Kelompok
Membuat poster mengenai global warming
Sampel hasil:
https://www.instagram.c om/reel/CikGpOFgliI/?ut m_source=ig
Kelompok
Membuat poster mengenai global warming
Sampel hasil
https://www.instagram.com/
p/CiUAR5IPIHv/?utm_sourc e=ig_web_copy_link
5
24 Septem
ber 2022
Traditions (1)
-
Mandiri
Membuat video mengenai tradisi dari keluarga masing- masing
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/
p/CjI3M__P802/?utm_sourc e=ig_web_copy_link
6
8 Oktobe
r 2022
Techonology
of Phones -
Mandiri
Membuat video menjelaskan mengenai aplikasi favorit
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/r eel/Ciot60OD3rt/?utm_sourc
e=ig_web_copy_link
1193 7
15 Oktobe
r 2022
Greeting Cards
Mandiri
Membuat greeting cards
Sampel hasil:
https://www.instagr am.com/p/CjuP2I2r _DL/?utm_source=
ig_web_copy_link
Mandiri
Membuat greeting cards
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/
p/CjzWCZdywW6/?utm_sou rce=ig_web_copy_link
8
29 Oktobe
r 2022
Under the Deep Blue Sea (2)
Mandiri
Mempresentasikan kesimpulan dari topik hari ini
Sampel hasil:
https://www.instagram.c om/reel/CkJAexRjCKQ/?
utm_source=ig
Mandiri
Mempresentasikan kesimpulan dari topik hari ini
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/r eel/CkJAexRjCKQ/?utm_so
urce=ig_web_copy_link
9
12 Novem
ber 2022
Creative
Writing (2) -
Mandiri
Posting mengenai puisi yang mereka buat dan jelaskan penggunaan figure of speech yang
digunakan di caption
Sampel hasil:
https://www.instagram.com/
p/Ck_GkalycI2/?utm_source
=ig_web_copy_link
Tabel 2 di atas menunjukkan para kakak tutor menyesuaikan instruksi penugasan dengan tema mingguan yang diangkat. Walaupun media untuk mengunggah penugasan peserta PkM hanyalah media sosial Instagram, bentuk instruksi kerjanya bervariasi seperti: pembuatan poster, video, tulisan berupa esai, materi presentasi, dan membuat kartu
ucapan. Metode mengerjakan penugasan juga dilakukan tidak hanya secara mandiri, namun juga berkelompok. Walaupun tema dan instruksi penugasan dalam penggunaan media sosial Instagram antara kelas A dan B, dan kelas C hampir sama, tingkat kompleksitas hasil unggahan tugas di setiap kelasnya ditemukan berbeda. Hasil
1194 unggahan penugasan kelas C tetaplah ditemukan lebih detail, kompleks, dan komprehensif dibandingkan kelas A dan B,
Berdasarkan hasil survei evaluasi pembelajaran yang dilakukan, sebagian besar siswa/I English Club SMPN 163 Jakarta merasakan manfaat positif
menggunakan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di English Club SMPN 163.
Respon positif peserta PkM dapat dilihat dalam tabel Persentasi Siswa yang Merasakan Manfaat Positif Penggunaan Media Sosial (Instagram) di bawah ini.
Tabel 3. Persentasi Kepuasan Siswa Terhadap Manfaat Penggunaan Medsos (IG)
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Ragu-ragu 3 5.8 5.8 5.8
Setuju 30 57.7 57.7 63.5
Sangat
Setuju 19 36.5 36.5 100.0
Total 52 100.0 100.0
Tabel 3 di atas menunjukkan hanya 3 orang (5,8%) yang menyatakan ragu-ragu terhadap manfaat positif penggunaan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.
Sedangkan 30 orang (57,7%) dan 19 orang (36,5%) menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap manfaat positif penggunaan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran. Nilai
rata-rata 4,30 dari poin 5 menunjukkan bahwa secara keseluruhan para peserta PkM merasa puas dan setuju atas manfaat positif dari penggunaan media sosial (instagram) dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.
Adapun manfaat yang dirasakan oleh peserta English Club SMPN 163 tertuang dalam grafik berikut ini.
1195
Grafik 1. Manfaat yang dirasakan oleh peserta English Club SMPN 163
Dari grafik di atas terlihat bahwa ada manfaat yang dirasakan oleh peserta English Club SMPN 163 setelah menggunakan instagram pada saat membuat penugasan di English Club selama semester gasal 2022/2023. Dari 9 jenis manfaat yang terdapat di dalam survei, responden bisa memilih lebih dari 1 jawaban sesuai dengan yang mereka rasakan.
Sebanyak 39 orang (75%) semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan (speaking), 27 orang (51,9%) semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara tulisan (writing), 20 orang (38,5%) menyatakan bahwa kemampuan mempresentasikan materi mereka semakin meningkat, 29 orang (55,8%) menyatakan
keterampilan membuat dan mengedit poster meningkat, 26 orang (50%) menyatakan keterampilan membuat dan mengedit video meningkat, 22 orang (42,3%) kemampuan bekerja sama di dalam tim meningkat, 30 orang (57,7%) menyatakan kreativitas meningkat, 15 orang (28,8%) menyatakan followers di IG bertambah, dan 19 orang (36,5%) mendapat pujian, pengakuan, dan apresiasi dari teman dan kerabat.
Selain dari itu, ditemukan 1 orang responden (1,9%) yang memberikan pendapat tambahan bahwa Instagramnya difoto oleh orang lain/temannya sebagai salah satu bentuk pengakuan dari teman dan kerabat.
1196 Dari hasil persentasi manfaat- manfaat yang dirasakan oleh 52 responden di atas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di English Club SMPN 163 telah berhasil meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan non teknis (soft skill) siswa/I. Terkait keterampilan teknis, lebih dari 50% siswa/I mengakui penggunaan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran telah meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dan juga telah berdampak dalam peningkatan keterampilan membuat dan mengedit poster dan video.
Sedangkan terkait keterampilan non teknis, lebih dari 40% siswa/I mengakui penggunaan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran
telah meningkatkan kreativitas siswa/I secara umum dan kemampuan mereka untuk bekerja sama di dalam tim.
Peningkatan keterampilan teknis dan non teknis dari siswa/I juga bisa diamati langsung dari hasil unggahan tugas mingguan siswa di Instagram masing-masing. Sebagai contoh, untuk tema Global Warming sesi kedua, kakak tutor memberikan instruksi penugasan kelompok membuat poster tentang Global Warming. Hasil dari unggahan poster siswa/I di minggu berikutnya menunjukkan pemahaman siswa terhadap materi Global Warming yang sudah dibagikan oleh kakak tutor.
Contoh sampel unggahan terkait penugasan tersebut yang mewakili dari kelas A (kelas 7) dan kelas C (kelas 8 dan 9) ditunjukkan dalam 2 poster Instagram berikut.
1197
Gambar 1. Unggahan Poster Penugasan Global Warming (Sesi II)
Dari gambar 1 di atas, kedua sampel poster di atas menunjukkan gambaran kemampuan teknis dan non teknis siswa/I peserta English Club.
Dari gambar 1a (sebelah kiri), sampel penugasan kelas C, terlihat kelompok Kineta dan Rizky mengaplikasikan pemahaman mereka terhadap Global Warming melalui poster kampanye Global Warming yang menggunakan pilihan gambar kreatif yang menyuarakan dampak dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
Kemudian mereka menjelaskannya dalam bentuk caption panjang berbahasa Inggris agar para pengikut Instagram mereka dapat memahami makna gambar tersebut. Dari gambar 1b (sebelah kanan), sampel penugasan kelas A, terlihat kelompok
Balqis dan Adelia memilih menuangkan pemahaman mereka terhadap materi Global Warming melalui gambar dan tulisan secara bersamaan di poster mereka. Dalam poster mereka ditunjukkan juga penyebab, dampak, dan aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi dampak Global Warming melalui frasa dan klausa singkat berbahasa Inggris dan pilihan gambar kreatif yang bermakna sesuai tema. Kedua poster sampel penugasan di atas menunjukkan bahwa media sosial Instagram dapat menjadi media belajar dan sekaligus media ekspresi yang efektif bagi siswa/I baik di kelas 7,8, maupun 9 SMPN 163.
Keefektifan penggunaan media sosial Instagram dalam proses
1198 pembelajaran bahasa Inggris juga sesuai dengan hasil survei siswa/I yang menunjukkan bahwa lebih dari 80 % siswa/I English Club SMPN 163 menyatakan media sosial Instagram dirasa efektif dan positif digunakan
dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, sehingga baik untuk dilanjutkan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di waktu mendatang.
Tabel 4. Instagram dirasa efektif & positif sehingga baik dilanjutkan pemanfaatannya untuk belajar bahasa Inggris
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Ragu-ragu 6 11.5 11.5 11.5
Setuju 30 57.7 57.7 69.2
Sangat
Setuju 16 30.8 30.8 100.0
Total 52 100.0 100.0
Tabel 5 di atas menunjukkan ada 16 orang (30,8%) yang menyatakan sangat setuju, 30 orang (57,7%) setuju dan 6 orang (11,5%) ragu-ragu terhadap pernyataan pemanfaatan media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris dirasa efektif dan positif. Berdasarkan data
ini terlihat lebih dari 80 % (rata-rata nilai 4,19 dari angka 5) peserta English Club setuju dan merekomendasikan pemanfaatan media sosial Instagram untuk tetap dilanjutkan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris mendatang.
SIMPULAN
Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan bahasa Inggris bagi siswa/I English Club di lingkungan SMPN 163 Jakarta dengan berfokus pada pemanfaatan media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris. Periode pelatihan
bahasa Inggris ini mencakup 12x pertemuan, setiap hari Sabtu, pukul.
09.30 s.d. 11.00 dalam rentang waktu bulan Agustus sampai dengan November 2022. Peserta kegiatan PkM ini adalah 60 siswa/I yang tergabung dalam English Club SMPN 163 Jakarta dan yang tersebar di kelas 7,8 dan 9. Pelaksana tim PkM ini terdiri
1199 dari 8 dosen tetap dan 6 mahasiswa Prodi Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Bahasa UKI.
Media sosial Instagram digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa/I terhadap materi pembelajaran yang diberikan kakak tutor setiap minggunya. Bentuk penugasan yang diberikan beragam, mulai dari membuat poster, video, esai singkat, bahan presentasi, dan kartu ucapan, yang disesuaikan dengan tema-tema mingguan. Metode pengerjaan penugasan dilakukan baik secara mandiri maupun kelompok.
Dari evaluasi pembelajaran yang disebar melalui google form, terdapat 52 responden yang terdiri dari 33 responden perempuan dan 19 responden laki-laki. Data yang dianalisis dalam tulisan ini merupakan gabungan dari hasil survei evaluasi pembelajaran dan hasil pengamatan terhadap 14 sampel unggahan penugasan siswa/I English Club.
Dari hasil survei yang diperoleh, lebih dari 90 % responden merasakan manfaat penggunaan media sosial Instagram dalam pembelajaran bahasa Inggris, baik dalam hal meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan non teknis (soft skill).
Keterampilan teknis yang diperoleh
mencakup meningkatnya
kepercayaan diri siswa/I dalam menggunakan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan, meningkatnya keterampilan siswa/I dalam membuat dan mengedit poster dan video, dan meningkatnya kemampuan mempresentasikan materi.
Sedangkan keterampilan non teknis yang diperoleh mencakup meningkatnya kreativitas siswa/I secara umum dan kemampuan mereka untuk bekerja sama di dalam tim. Keterampilan teknis dan non teknis siswa juga jelas terlihat diimplementasikan dalam hasil unggahan siswa/I di Instagram di 7 minggu penugasan untuk kelas 7 (A dan B) dan 9 minggu penugasan untuk kelas 8 dan 9 (C).
Selain manfaat di atas, siswa/I English Club juga mendapatkan keuntungan tambahan berupa semakin bertambahnya pengikut mereka di Instagram dan tak jarang mereka mendapat apresiasi, pujian dan pengakuan dari rekan mereka setelah melihat unggahan penugasan English Club di akun Instagram mereka masing-masing. Pada akhirnya, hasil evaluasi juga menunjukkan secara umum siswa/I
1200 peserta English Club SMPN 163 setuju dan merekomendasikan pemanfaatan media sosial Instagram untuk tetap dilanjutkan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris mendatang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan yang Maha Esa karena tim pelaksana PkM FSB UKI sudah dimampukan untuk melaksanakan kegiatan ini di tengah kondisi pandemi covid 19 yang masih harus terus diwaspadai. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan Komite Sekolah (Sahabat Sekolah) SMPN 163, Jakarta, yang telah bekerja sama dan berkordinasi dengan baik selama proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan. Tanpa bantuan dari tim hebat di SMPN 163 Jakarta, kegiatan ini tentunya tidak akan berjalan. Ucapan terima kasih dan rasa bangga kami juga ditujukan kepada 6 mahasiswa Prodi Sastra Inggris yang telah dengan sepenuh hati membantu menjadi kakak tutor dalam pelaksanaan PkM ini. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang sudah diterima selama proses persiapan dan pelaksanaan PkM ini
dapat bermanfaat dan membawa kebaikan bagi masa depan kalian.
REFERENSI
ARS University. (2019). PkM Penelitian Sosial Humaniora.
PENGARUH MEDIA SOSIAL
INSTAGRAM TERHADAP
AKTUALISASI DIRI ANAK SPECIAL NEEDS.
Fidian (2017). Pengaruh Penggunaan Instagram sebagai Media Pembelajaran terhadap Peningkatan Motivasi Menulis Mahasiswa.
Jayanti, Linda. (2020). Penggunaan Media Instagram untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Penyerta Gambar atau Caption Text pada Siswa Kelas XII KI 3 SMK NEGERI Kabuh. Prosiding National Simposium & Conference Ahlimedia.
Khairuni, Nisa. (2016). Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Pendidikan Akhlak Anak. 2 (1). Jurnal Edukasi.
Kumara, Amitya, dkk. (2014).
Kesulitan Berbahasa pada Anak:
Deteksi Dini dan
Penanganannya. Yogyakarta:
Kanisius.
Kusuma. (2020). Dampak Media Sosial Dalam Gaya Hidup Sosial (Studi Kausu Pada Mahasiswa Pemdidikan Admininstrasi
1201 Perkantoran FE UNY). 17 (1).
Jurnal Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi.
Lismamartarini, dkk (2021). Media Sosial dan Pembelajaran: Study Efektifitas Instagram dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. 7 (2). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra.
Mahatmi, dkk. (2022).
PEMANFAATAN MEDIA
SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI
SARANA PROMOSI DI
TWINKLE DAYCARE &
COURSES. 1(2). Jurnal Pengabdian Masyarakat- Teknologi Digital Indonesia.
STMIK AKAKOM.
Program Studi Bahasa Inggris Universitas Bina Sarana
Informatika (2021). Maximazing Sosial Media to Learn English Series 1 in Wahdatul Ummah Rahman, Jain. (2010). Pengaruh
Media Sosial Bagi Proses Belajar Siswa.
Jurnal%20UA%20Samarinda/Rahma n%20Jain/15162891659956.pdf 02 Januari 2020.
Sesriyani & Sukmawati. (2019).
Analisis Penggunaan Instagram Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris pada Program Studi Pendidikan Ekonomi. 4 (1).
EDUKA: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis.
Sutrisno, E. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Media Group.