• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SMP TRI BHAKTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SMP TRI BHAKTI "

Copied!
166
0
0

Teks penuh

Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana cara menumbuhkan karakter religius siswa melalui pengenalan nilai-nilai ketuhanan dalam budaya keagamaan di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi? Dengan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam mengenai “Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Budaya Religius di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi”.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kami berharap penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang pembentukan karakter siswa melalui budaya keagamaan di sekolah. Kami berharap hasil penelitian ini dapat membantu siswa sebagai referensi literatur terkait pembentukan karakter siswa melalui budaya religius di sekolah.

Definisi Istilah

Pembentukan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter pada warga sekolah yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, orang lain, lingkungan dan kebangsaan. agar kita menjadi manusia. Budaya religius merupakan sesuatu yang tercipta dari kebiasaan nilai-nilai agama yang ada dan sulit dihilangkan.

Sistematika Pembahasan

Bedanya penelitian ini lebih fokus pada penerapan budaya keagamaan dibandingkan upaya pengembangan sikap sosial siswa. Bedanya penelitian ini lebih fokus pada penerapan budaya keagamaan dalam meningkatkan sikap disiplin siswa.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Karakter Religius

Lanjut Agus Wibowo, dengan pendidikan karakter yang sistematis, seorang anak akan menjadi cerdas secara emosional. Oleh karena itu, prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter harus menjamin siswa mengenali dan menerima nilai-nilai karakter sebagai bentuk tanggung jawabnya atas keputusan yang diambilnya.

Budaya Religius

Terciptanya budaya keagamaan yang dilakukan di sekolah/madrasah semata-mata karena merupakan pengembangan potensi manusia yang ada sejak lahir atau kodratnya. Wujud dari budaya keagamaan tersebut terdapat beberapa bentuk kegiatan yang dilakukan siswa setiap hari, antara lain: 55.

Lokasi Penelitian

Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami permasalahan atau fenomena sosial tentang apa yang dialami subjek, misalnya perilaku, motivasi, persepsi, tindakan dll.56 Fenomena-fenomena yang disebutkan dalam penelitian ini dapat dipahami secara mendalam kaitannya dengan pembentukan karakter religius peserta didik. melalui budaya religi di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo. Alasan penulis menggunakan pendekatan ini karena penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh data mendalam dari informan yang dapat dilihat dalam bentuk tertulis atau lisan. Penelitian studi kasus merupakan penelitian komprehensif yang mencakup aspek fisik dan psikologis seseorang; Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat secara mendalam permasalahan penelitian yang berkaitan dengan fenomena dan latar tempat terjadinya.

Lokasi penelitian ini diambil berdasarkan sejarah sekolah ini, yang merupakan lembaga sekolah menengah swasta unggulan dengan misi sekolah. Pendidikan karakter dimasukkan ke dalam kegiatan budaya keagamaan untuk mengenalkan nilai-nilai agama sebagai perintah Allah. dan sebagai solusi untuk mengatasi perilaku negatif siswa.

Subyek Penelitian

Budaya keagamaan ini meliputi budaya berjabat tangan, salat berjamaah yang meliputi salat Dhuha dan salat Dzuhur, pembacaan Al-Qur'an, dan amal Jum'at. Alasan yang ketiga karena kami melihat sekolah ini merupakan sekolah yang berprestasi dalam bidang agama, para siswa SMA Tri Bhakti telah banyak meraih prestasi dalam bidang lomba keagamaan yang terdiri dari lomba MTQ, Banjari, Tahfid dan Tartil di tahun 2017. wilayah kecamatan. dan tingkat kabupaten yang dapat menjadi pembeda dengan sekolah lain. Siswa SMA Tri Bhakti Tegaldlimo tersebut adalah Syifa Putri Astuti sebagai ketua OSIS, Luna Nurhayati sebagai pengurus OSIS, Savira sebagai siswa kelas VII, Yave Cieliasetiawan sebagai siswa kelas VIII dan Indah Wulan Dari sebagai siswa kelas IX.

Data sekunder merupakan data pendukung dari data primer yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan sebagai acuan yang menjelaskan pembentukan karakter religius siswa melalui budaya religius di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo. Data yang berkaitan dengan budaya keagamaan, seperti foto kegiatan budaya religi di SMA Tri Bhakti Tegadlimo.

Teknik Pengumpulan Data

Kondisi siswa pada saat penerapan budaya religius untuk membentuk karakter religius siswa di SMA Tri Bhakti Tegadlimo. Dalam wawancara ini peneliti melibatkan beberapa informan untuk memperoleh data yang diperlukan antara lain Kepala Sekolah SMA Tri Bhakti Tegaldlimo, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa SMA Tri Bhakti Tegaldlimo. Pembentukan karakter religius siswa melalui pengenalan nilai-nilai ketuhanan dalam budaya keagamaan di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi.

Pembentukan karakter religius siswa melalui pengenalan nilai-nilai Insaniyah dalam budaya keagamaan di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi. Foto kegiatan yang berlangsung sehubungan dengan pembentukan karakter religius siswa melalui budaya religius di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo.

Analisis Data

Untuk analisis data, penelitian ini menggunakan model analisis Miles, Huberman dan Saldana, yang melibatkan proses kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.63. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi pembentukan karakter religius siswa melalui budaya keagamaan, antara lain kegiatan budaya seperti bersalaman, shalat berjamaah, mengaji dan amal jumat di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi melalui proses seleksi, pemfokusan, menyederhanakan, mengabstraksi dan mengangkut data dalam catatan lapangan, dokumen dan bahan empiris lainnya. Pada tahap ini, data yang terkumpul dievaluasi, terutama yang berkaitan dengan kualitas dan kesesuaian data.

Data dalam penelitian ini kemudian masuk ke tahap transformasi dengan berbagai cara, yaitu melalui seleksi ketat dengan uraian atau rangkuman singkat, pemilahan data ke dalam satu pola yang lebih luas dan sejenisnya, penyederhanaan data. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian kualitatif bisa saja sesuai atau tidak sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, karena telah disebutkan bahwa permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian terjun ke lapangan.

Keabsahan Data

Penemuan dapat berupa gambaran atau refleksi terhadap suatu benda yang sebelumnya redup atau hitam sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis dan teori. Triangulasi teknis menguji kredibilitas informasi dengan cara memeriksa informasi terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.

Tahap-Tahap Penelitian

Akhirnya pengurus MWC NU (Pak Rofi'i) sepakat untuk menyerahkannya kepada sebuah SMA bernama SMP Tri Bhakti. Hadi Makin sebagai ketua pengurus MWC NU saat itu, dan Bapak Nur Kholis sebagai pengurus SMP Tri Bhakti periode 1981-1990. SMP Tri Bhakti Tegaldlimo Profil Sekolah Nama Sekolah : SMP TRI BHAKTI No. Tegaldlimo kabupaten/kota banyuwangi, provinsi jawa timur.

SMA Tri Bhakti Tegaldlimo mempunyai siswa yang tidak hanya berasal dari daerah Tegaldlimo dan sekitarnya saja namun juga dari luar kota. Guru di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo berusaha sungguh-sungguh melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses belajar mengajar.

Tabel 4.1  Data Peserta Didik
Tabel 4.1 Data Peserta Didik

Penyajian Data dan Analisis Data

Membentuk Karakter Religius Siswa Melalui Penanaman Nilai Ilahiyah dalam Budaya Religiusdi SMP Tri Bhakti Tegaldlimo Ilahiyah dalam Budaya Religiusdi SMP Tri Bhakti Tegaldlimo

Membaca Al-Quran merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam, oleh karena itu lembaga pendidikan SMP Tri. Istilahnya satu minggu satu juz, jadi setiap minggunya kita maksimalkan kemampuan kita untuk mendapatkan satu juz Al-Qur'an. Tn. Qujatul 'Uyun lebih menekankan pada metode/cara penerapan pembacaan Al-Qur'an dengan mendengarkan bersama-sama.

Kendala penerapan budaya mengaji dalam pembentukan karakter religius siswa adalah kurangnya kemampuan membaca Al-Qur'an siswa. Selain faktor pendukung dan penghambat penerapan budaya mengaji Al-Qur’an juga mempunyai dampak, dampak positif yang diperoleh santri sangat banyak.

Pembentukan Karakter Religius Peserta didik Melalui Penanaman Nilai Insaniyah dalam Budaya Religius di SMP Tri Bhakti

Pembentukan karakter religius siswa melalui penanaman nilai-nilai kemanusiaan dalam budaya keagamaan di SMP Tri Bhakti. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo sebagai upaya penanaman karakter religius pada siswa. Seperti yang diungkapkan Syifa, siswa kelas VIII sekaligus Kepala OSIS SMP Tri Bhakti Tegaldlimo, Ia.

Namun kegiatan amal hari Jumat di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo ini sangat mendapat dukungan yang kuat. Hal ini terbukti dengan tidak adanya faktor penghambat baik hambatan internal maupun eksternal dalam melaksanakan kegiatan amal Jumat di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo.

Tabel 4.4  Matriks Temuan
Tabel 4.4 Matriks Temuan

Pembahasan Temuan

Membentuk karakter religius siswa dengan menanamkan nilai-nilai ketuhanan dalam budaya keagamaan di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi. SMP Tri Bhakti Tegaldlimo berkepentingan dengan pembentukan karakter religius siswa sebagai wujud implementasi budaya religius di sekolah. Budaya membaca Al-Qur'an. Budaya tersebut bertujuan agar santri mencintai Al-Quran sebagai kalamullah.

Penanaman nilai-nilai ketuhanan dalam pembentukan karakter religius siswa di SMA Tri Bhakti. . Faktor penghambat dalam membangun budaya mengaji adalah siswa yang kurang mampu membaca Al-Quran.

SARAN

Implementasi Budaya Religius dalam Perkembangan Mental Mahasiswa D-III Kebidanan di Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan Skripsi: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018. Skripsi, Implementasi Budaya Religius dalam Penanaman Sikap Disiplin Mahasiswa di Asia dan Sekolah Muslim Afrika Tengah (Musik). Penerapan budaya religius sebagai upaya pengembangan sikap sosial siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta. tesis. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Bagaimana membentuk karakter religius siswa dengan penanaman nilai-nilai ketuhanan dalam budaya keagamaan di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo Banyuwangi. Bagaimana membentuk karakter religius siswa dengan penanaman nilai-nilai kemanusiaan dalam budaya keagamaan di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo.

INSTRUMEN OBSERVASI

INSTRUMEN WAWANCARA

  • Apa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan penerapan budaya
  • Apa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan penerapan budaya
  • Kepala Sekolah
  • Guru Pendidikan Agama Islam
  • Siswa SMP Tri Bhakti Tegaldlimo

Bagaimana langkah sekolah untuk membentuk karakter religius (nilai-nilai Insaniyah) siswa SMP Tri Bhakti Tegaldlimo. Bagaimana langkah-langkah penerapan budaya salat Dhuha untuk membentuk karakter religius siswa SMP Tri Bhakti Tegaldlimo. Bagaimana budaya jabat tangan yang digunakan dalam membentuk karakter religius siswa SMP Tri Bhakti Tegaldlimo pada umumnya.

Bagaimana langkah-langkah penerapan budaya jabat tangan dalam membentuk karakter religius siswa di SMP Tri Bhakti Tegaldlimo. Bagaimana langkah sekolah dalam membentuk karakter religius (Ilahiyah dan Insaniyah) siswa SMP Tri Bhakti Tegaldlimo.

INSTRUMEN DOKUMENTASI

Mendokumentasikan pembentukan karakter religius peserta didik melalui penanaman nilai-nilai kemanusiaan dalam budaya jabat tangan dan budaya amal Jum'at. penerapan budaya jabat tangan di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo). pelaksanaan budaya amal jumat di SMA Tri Bhakti Tegaldlimo). wawancara dengan Bpk. Jumari, A.Md., S.Pd. sebagai kepala sekolah SMA Tri Bhakti Tegaldlimo). wawancara dengan Bpk. Agus Riono, S.Pd. sebagai Kepala Bagian Kesiswaan SMA Tri Bhakti Tegaldlimo). wawancara dengan Ny. Faridotul, S.Ag.

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 4.1  Data Peserta Didik
Tabel 4.4  Matriks Temuan

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Budaya Religius Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung ... Implikasi

Secara operasional “P engaruh Budaya Religius Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung ” adalah sebuah

Ada pengaruh yang signifikan antara budaya religius terhadap pembentukan karakter peserta didik di MTs Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung

Solusinya peserta didik diberikan bimbingan atau motivasi tentang karakter religius yang baik dan juga keutamaan dan pentingnya sholat dhuha agar peserta didik lebih dapat

Analisis Shalat dhuha merupakan salah satu bentuk pelaksanaan hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius peserta didik di MAN Model Sorong yang dilaksanakan di luar

(6) Ada pengaruh yang signifikan anatara keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam dan budaya religius sekolah dengan karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Rejotangan

Solusinya peserta didik diberikan bimbingan atau motivasi tentang karakter religius yang baik dan juga keutamaan dan pentingnya sholat dhuha agar peserta didik lebih dapat

Misbachul Munir Implementasi Budaya Religius Peserta Didik di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 2 Diwek dalam proses pendidikan dengan cara memberikan pengalaman yang baik untuk