PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kabupaten Trenggalek sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur merupakan daerah yang relatif tertinggal perkembangannya dibandingkan kabupaten lain di wilayah Jawa Timur. Proses percepatan pembangunan ekonomi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan kesejahteraan masyarakat harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Trenggalek tahun 2010-2015 yang mengemban misi tersebut. Berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), sebagai indikator perkembangan makroekonomi, klasifikasi lapangan usaha (sektor) dalam PDRB dan data kontribusi sektor pada PDRB Kabupaten Trenggalek tahun 2013 yaitu: 1.
Masyarakat pesisir di wilayah selatan Kabupaten Trenggalek terdiri dari 3 kecamatan, yaitu: Kecamatan Watulimo, Kecamatan Munjungan dan Panggul.
Rumusan Masalah Penelitian
Di sisi lain, pesisir selatan Trenggalek mempunyai potensi sumber daya alam yang besar dilihat dari letak geografisnya, jika hasil penangkapan ikan di kawasan ini dapat dioptimalkan melalui diversifikasi usaha berbasis pengolahan ikan hasil tangkapan di kawasan pesisir ini. Jadi, jika pengolahan ikan di wilayah ini didiversifikasi, maka hasil pengolahannya bisa diserap pasar atau masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan dan mempunyai nilai tambah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan setempat. Pengolahan ikan hasil tangkapan di kawasan ini memberikan peluang nilai tambah ekonomi terhadap produksi ikan hasil tangkapan nelayan di kawasan tersebut.
Model pemberdayaan apa yang dapat diterapkan untuk memberdayakan masyarakat nelayan berbasis diversifikasi pengolahan ikan hasil tangkapan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek?
STUDI PUSTAKA
Hal ini pada akhirnya membawa pemerintahan di Indonesia pada keadaan dimana berbagai sumber energi yang dieksploitasi telah habis dan tidak mampu lagi mendukung program-program pembangunan yang tidak efektif pada saat itu. Semua ini berdampak luar biasa terhadap berbagai sumber energi dan keuangan pemerintahan Orde Baru. Dukungan rakyat sebenarnya merupakan sumber energi pemerintahan yang paling kuat di negara modern, karena sumber daya masyarakat yang berdaya dan berkualitas akan mampu mengembangkan kinerja birokrasi dan melahirkan pemerintahan yang kuat dan negara yang kuat.
Profesionalisme sendiri harus tetap bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia, sebagai inti pembaharuan pelayanan. Begitu pula dengan pengembangan pelayanan dan berbagai sarana dan prasarana serta sumber daya pendukung lainnya, untuk meningkatkan kinerja birokrasi di daerah. Hal ini mendorong kita untuk mengambil alternatif pilihan dari sumber daya alam lain yang kita miliki, yaitu potensi laut.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian bagi para pemerhati, praktisi dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengkaji pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis industrialisasi dan diversifikasi pengolahan hasil tangkapan ikan yang diperoleh masyarakat nelayan. Terkait dengan tujuan uji coba terbatas yaitu pengembangan model pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis diversifikasi pengolahan hasil tangkapan ikan di wilayah pesisir selatan wilayah Trenggalek, maka dilakukan uji coba terbatas model pemberdayaan masyarakat pada tahun kedua ini. . didasarkan pada diversifikasi pengolahan ikan hasil tangkapan di lingkungan Kabupaten Trenggalek yang . Dalam penentuan sampel untuk pengambilan data pada uji coba terbatas ini, peneliti akan mengidentifikasi praktisi yang terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat nelayan berdasarkan diversifikasi pengolahan ikan hasil tangkapan.
Usaha kerupuk ikan sudah ada dalam suasana kekeluargaan masyarakat nelayan di pesisir pantai Prigi, namun demikian pula dengan usaha pengolahan ikan lainnya. Padahal, Program Galang Ekonomi Trengginas di Kabupaten Trenggalek, dalam upaya penguatan usaha masyarakat nelayan berbasis potensi ikan hasil tangkapan di Minapolitandi, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat, berbasis perusahaan milik masyarakat setempat. Program pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis hasil tangkapan ikan dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat mempunyai dimensi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, nelayan bisa menjadi pelaku ekonomi langsung yang biasanya dilakukan oleh masyarakat daerah.
Usaha pengolahan ikan hasil tangkapan masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Trenggalek yang telah berkembang dengan baik bagi UMKM antara lain pengawetan ikan dan pengasapan/bakar ikan yang menjadi fenomena di masyarakat pesisir Prigi, Panggul dan Munjungan. Penguatan komunitas nelayan berbasis diversifikasi pengolahan ikan hasil tangkapan diharapkan dapat memunculkan inovasi-inovasi baru dalam pengolahan ikan hasil tangkapan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pemerintahan dan pembangunan di tingkat Kabupaten Trenggalek menjadi lebih fleksibel beradaptasi dengan kondisi lokal dan keinginan masyarakat nelayan itu sendiri.
Berdasarkan analisis tersebut, temuan model pemberdayaan yang muncul selama ini di wilayah Trenggalek terhadap masyarakat nelayan dapat dikemukakan sebagai berikut. Model tersebut diujicobakan pada penelitian tahun kedua tentang pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis pengolahan ikan hasil tangkapan di Trenggalek. Meski momentum otonomi daerah khususnya bagi masyarakat pesisir semakin meredup, sejak diundangkannya UU No. 23 Tahun 2014 upaya pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis diversifikasi usaha pengolahan ikan di lingkungan pesisir wilayah Trenggalek tetap menjadi kewenangan. dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Program pemberdayaan masyarakat nelayan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tidak seharusnya menjadi hambatan dalam upaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan lokal, karena sesuai dengan undang-undang tersebut, kewenangan pengelolaan minapolitan menangkap ikan. masih menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam hal ini terkait penguatan masyarakat nelayan dalam upaya diversifikasi usaha pengolahan ikan hasil tangkapan di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek.
METODE
HASIL YANG DI CAPAI
Hasil Penelitian
Wilayah pesisir di Kabupaten Trenggalek terdiri dari tiga wilayah administratif di 3 (tiga) kecamatan, yaitu: Kecamatan Watulimo (Pantai Prigi), Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Panggul. Pasalnya, Pantai Prigi merupakan pantai pelabuhan yang ada di nusantara, banyak kapal nelayan yang melewati wilayah administrasi pelabuhan Kabupaten Trenggalek. Dengan harapan konsumsi ikan dengan berbagai olahannya pada masyarakat Kabupaten Trenggalek semakin meningkat, termasuk kebutuhan gizi makanan dari ikan hasil tangkapan di wilayah laut Kabupaten Trenggalek.
Kreatifitas dan inovasi terhadap produk ikan hasil tangkapan sangat diperlukan agar hasil dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Prigi dan Watulimo pada khususnya serta masyarakat Kabupaten Trenggalek pada umumnya. Kondisi seperti ini mendorong terjadinya pelelangan ikan yang tidak adil, mendapat tekanan dari keranjang ikan di kawasan pantai Prigi. Penting untuk membangun kesadaran masyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek, khususnya baik mengonsumsi ikan laut karena kandungan Omega 3 yang kurang pada makanan lain kecuali ikan hasil tangkapan dari laut.
Hal ini dikarenakan rata-rata harga ikan laut di wilayah Kabupaten Trenggalek masih lebih mahal dibandingkan dengan harga ikan hasil tangkapan laut di wilayah Kabupaten lainnya. Upaya pemberdayaan dan pembinaan pemerintah daerah diterapkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di kawasan Pantai Prigi, hal ini dikarenakan Pantai Prigi mempunyai potensi yang lebih baik dibandingkan dengan pantai di kawasan Munjungan dan pantai di kawasan Panggul. Usaha ini belum mampu berkembang dengan baik karena masyarakat di Kabupaten Trenggalek masih kurang berminat terhadap bakso ikan tersebut.
Pengolahan ikan pindang di Kabupaten Trenggalek mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Hal ini terjadi karena kualitas olahan pindang yang selama ini dikembangkan di masyarakat pesisir wilayah Trenggalek memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat.
Analisis dan Pembahasan
Usaha masyarakat nelayan yang umumnya UMKM menurut kriteria di atas dapat dinilai belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan negara atau daerah. Sebab, bahan baku yang digunakan untuk usaha produktif berasal dari laut sekitar tempat tinggal masyarakat nelayan. Padahal, perusahaan pengolahan ikan bagi masyarakat nelayan merupakan suatu usaha yang mempunyai potensi besar untuk berkembang menjadi usaha besar yang berbasis masyarakat setempat, sehingga pertumbuhan ekonomi yang dicapai akan sangat dirasakan oleh masyarakat nelayan.
Sehingga berkembangnya masyarakat nelayan yang sebagian besar bermukim di lingkungan pesisir pantai akan bermuara pada PAD yang saling menguntungkan dan legitimasi kepala daerah setempat untuk meningkatkan tata kelola dan pembangunan di daerahnya. Sehingga berkembangnya usaha masyarakat nelayan juga berdampak positif terhadap keberadaan pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pembangunan serta laju pertumbuhan perekonomian masyarakat daerah. Pola atau model yang menurut teori terkini sangat relevan untuk program pemberdayaan masyarakat nelayan, secara proporsional melibatkan 3 pilar Good Governance guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan sosial yang inklusif, progresif, komprehensif, personal dan berkeadilan. bagi pelaku ekonomi pengolahan ikan masyarakat menangkap ikan di pantai Prigi, Munjungan dan Panggul dan sekitarnya.
Berbagai langkah telah dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Trenggalek, antara lain dengan menyediakan fasilitas sentra pengolahan ikan di Bengkorok, Kecamatan Watulimo bagi masyarakat nelayan yang melakukan kegiatan pengolahan ikan di wilayah tersebut. Strategi yang paling penting dalam pengembangan atau pemberdayaan diversifikasi usaha pada masyarakat nelayan adalah pembangunan yang berbasis pada kondisi sosial budaya masyarakat, yang kita sebut dengan “Pembangunan Berbasis Komunitas”. Sebagaimana disebutkan di atas, teori yang paling menjanjikan dalam pengembangan usaha berbasis masyarakat adalah Nelayan: “Pembangunan berbasis komunitas lokal (Community Based Development).
Pengembangan usaha masyarakat nelayan pada skala UMKM regional, dengan model yang diuji secara terbatas untuk menemukan model yang paling efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan lokal. Upaya pemberdayaan melalui diversifikasi pengolahan juga harus ditindaklanjuti dengan intensifikasi pengolahan, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi usaha masyarakat nelayan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Upaya pengembangan perekonomian masyarakat nelayan dengan usaha skala mikro, kecil, dan menengah berupa diversifikasi usaha pengolahan ikan memerlukan inovasi dan kreativitas serta pengenalan teknologi baru untuk mencapai diversifikasi usaha yang semakin berkembang. lebih banyak yang dapat bersaing secara positif di masa depan karena bisnis yang dikembangkan. Tidak ada konflik antara satu perusahaan pengolah dengan perusahaan pengolah lainnya. Oleh karena itu, pembangunan kelompok usaha ini yang berorientasi pada kemandirian, inklusif, dan tepat sasaran sangat memerlukan strategi pemberdayaan yang berbasis pada komunitas nelayan lokal agar mampu bersaing dengan mitra usaha lainnya, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Upaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat nelayan untuk mengolah ikan hasil tangkapan diharapkan dapat menjadi mata rantai produktivitas masyarakat nelayan dari hulu hingga hilir, sehingga mempercepat proses peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya masyarakat nelayan. harus saling mendukung untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. sistem sosial produktif bagi masyarakat nelayan di wilayah itu sendiri, untuk mencapai PAD yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
SARAN
Kehadiran tim konsultan, khususnya tenaga ahli dari perguruan tinggi, diharapkan dapat memberikan wadah bagi upaya inovasi dan kreativitas untuk memajukan industri manufaktur, sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien serta perusahaan menjadi lebih ekonomis dan berkelanjutan. selain peran lembaga pembiayaan usaha masyarakat nelayan.