PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Sebagaimana diuraikan pada latar belakang masalah di atas, muncul beberapa masalah penelitian identifikasi.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Faktor Apa Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Cara Mensosialisasikan Pendidikan Agama Islam Orang Tua Untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Faktor Apa Penyebab Kejahatan Remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk dijadikan bahan evaluasi bagi orang tua agar dapat membina dan membimbing anaknya agar terhindar dari kenakalan remaja serta berperilaku baik sesuai dengan pendidikan agama Islam sesuai dengan harapan. Sebagai seorang pelajar hendaknya dapat mengetahui betapa pentingnya pendidikan agama Islam dari orang tua, yang merupakan tempat pendidikan pertama yang didapat seseorang agar terhindar dari kenakalan remaja.
LANDASAN TEORI
Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah upaya sadar untuk mendorong, membimbing dan membimbing peserta didik berdasarkan. Pendidikan agama Islam diamalkan oleh setiap orang sepanjang hidupnya guna mencapai kesejahteraan dan keamanan dunia dan akhirat. 20 Windi, “Kontribusi Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap Pencapaian Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah dalam Membaca dan Menulis Al-Qur'an (Studi Kasus di SDN 02 Pondok Pucung Kecamatan Pondok Aren , Kota Tangsel) , Provinsi Banten)”, (Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009), hal.16.
Orang Tua
Perpaduan kedua perbedaan antara orang tua tersebut akan mempengaruhi anak yang dilahirkan dalam keluarga tersebut. Kedua orang tua harus mampu mengarahkan dan mendidik anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang selaras dengan tujuan hidup manusia. Seperti yang telah dikatakan, perkembangan mental dan sosial anak yang terkadang kurang merata disebabkan oleh kurangnya peran orang tua.
Naluri kasih sayang orang tua terhadap anaknya tidak dapat diwujudkan dengan memberikan sandang, pangan, papan yang cukup. Orang tua yang tidak memenuhi perannya dan tidak menjalankan tugasnya seperti yang telah dijelaskan di atas maka lingkungan keluarga pada anak mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan kepribadian anak, dalam hal ini orang tua harus berusaha menciptakan lingkungan keluarga yang sesuai dengan anak. kondisi.
Karena orang tua memberikan kehidupan kepada anaknya, maka mereka mempunyai tugas yang sangat penting dalam mendidik anaknya. Komunikasi yang dijalin oleh orang tua adalah komunikasi yang baik karena akan mempengaruhi kepribadian anaknya. Oleh karena itu, tugas orang tua bukan hanya ikut campur dalam kelahiran makhluk baru, tetapi juga membesarkan dan merawatnya.
Ada berbagai jenis kegiatan pendampingan yang dapat dilakukan orang tua, Kartini Kartono mengungkapkan hal berikut antara lain:
Kenakalan Remaja
Selain itu, remaja pada masa ini juga cenderung lebih berani dalam mengungkapkan keinginan hatinya, lebih berani dalam mengemukakan pendapat, bahkan akan mempertahankan pendapatnya sekuat tenaga. Mereka juga semakin berani menentang tradisi orang tuanya yang mereka anggap kuno dan tidak berguna atau tidak banyak manfaatnya, serta aturan-aturan yang mereka anggap tidak masuk akal, seperti tidak boleh pergi ke tempat lain sepulang sekolah, dan lain-lain. . . Jika orang tua tidak dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya untuk mengatasi konflik yang terjadi saat itu, remaja akan mencarinya dari orang lain.
Perlu diingat oleh orang tua bahwa permasalahan yang dihadapi oleh remaja, walaupun masalah tersebut sepele bagi orang tua, namun merupakan permasalahan yang sangat-sangat serius bagi remaja. Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga sebaiknya orang tua mendampinginya dan memberikan pengertian. Perasaan sosial remaja pada masa ini semakin kuat dan mereka bergabung dengan kelompok yang mereka sukai dan membuat peraturan dengan pikirannya sendiri.
Pada masa ini, generasi muda yang mampu melewati masa-masa sebelumnya dengan baik, akan mampu menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Pada remaja putri masa ini lebih singkat dibandingkan remaja laki-laki, sehingga proses pendewasaan pada remaja putri lebih cepat tercapai dibandingkan remaja laki-laki. Pada masa ini terjadi perubahan fisik dan psikis yang disebabkan oleh hormon seksual pada wanita dan pria.
Pertama, larangan berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dan belum resmi menikah, atas larangan ini para ulama sepakat bahwa perbuatan tersebut tidak terkecuali haram.
Kajian Penelitian Terdahulu
Arian Hori, 2002, berjudul “Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Karakter Remaja Di Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Rejang Lebong”. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan Arian Hori, masih banyak anak yang melakukan kejahatan sehingga orang tua mempengaruhi perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari kesimpulan penelitian Arian Hori yaitu: terdapat pengaruh perhatian orang tua terhadap perilaku remaja, di kecamatan Lebong Utara Kabupaten Rejang Lebong.
Berdasarkan analisis statistik product moment, terlihat bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku generasi muda.
Kerangka Berpikir
Pembinaan Pendidikan Agama Islam dari orang tua kepada remaja memang sangat penting, hal ini dilakukan untuk memprediksi kognisi yang dilakukan oleh remajanya, karena masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Sebenarnya belajar bisa dilakukan melalui apa saja, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, sampai pada jenjang pendidikan dan juga beberapa jenis pendidikan, namun pendidikan utama yang diterima anak adalah dari keluarga, terutama dari orang tua.
METODOLOGI PENELITIAN
Setting Penelitian
Subjek dan Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas dan reaksi orang tua ketika mendapat masukan tentang promosi pendidikan agama Islam yang dilakukan orang tua untuk mencegah kenakalan remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Selain itu juga untuk melihat kondisi lingkungan, sosial, ekonomi dan pendidikan di Desa Taba Baru, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara. Wawancara adalah proses memperoleh penjelasan untuk pengumpulan informasi dengan menggunakan metode tanya jawab, yang dapat dilakukan secara tatap muka maupun tatap muka yaitu melalui media telekomunikasi atau pewawancara dengan narasumber, dengan atau tanpa menggunakan pedoman.63 Wawancara dilakukan bersama orang tua mengenai pengembangan pendidikan agama Islam dan memberikan bimbingan kepada orang tua untuk mencegah kenakalan remaja di desa Taba Baru kecamatan Lais kabupaten Bengkulu Utara.
Teknik keabsahan data
Untuk dapat memperhitungkan keabsahan data maka dilakukan trigulasi yaitu perbandingan dan verifikasi tingkat kepercayaan terhadap informasi yang diperoleh dari waktu ke waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode triangulasi data, yaitu proses penguatan data yang diperoleh dari berbagai sumber, yang menjadi bukti temuan. Triangulasi adalah suatu teknik yang meneliti data dari sumber yang berbeda dengan cara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda.
Misalnya menanyakan pertanyaan yang sama tentang topik penelitian yang berbeda dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan analisis hasil wawancara dan observasi terhadap beberapa informan yaitu 15 orang tua yang mempunyai anak remaja di Desa Taba Baru. Kejahatan remaja di Desa Taba Baru masih dianggap wajar dan dalam batas wajar. Dari wawancara yang dilakukan peneliti kepada berbagai informan diatas dapat disimpulkan bahwa bentuk kejahatan remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais adalah kejahatan kecil.
Faktor Penyebab Prevalensi Perilaku Menyimpang Remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Pengembangan Pendidikan Agama Islam Oleh Orang Tua Untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Sunari selaku salah satu orang tua remaja di Desa Taba Baru, Kecamatan Lais, Kabupaten Bekulu Utara, menyatakan hal itu.
Untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja di Desa Taba Baru, hal pertama yang harus diupayakan adalah pencegahan (pencegahan). Jenis-jenis kenakalan remaja yang dilakukan remaja di Desa Taba Baru adalah sebagai berikut: Faktor kenakalan remaja yang terjadi di Desa Taba Baru adalah lemahnya pengendalian diri dan pengaruh teman sebaya.
Pengembangan pendidikan agama Islam orang tua dalam pencegahan kenakalan remaja di Desa Taba Baru Kec. Tindakan preventif atau preventif di Desa Taba Baru juga dilakukan melalui kerjasama antara orang tua dan pemerintah. Tindakan kuratif yang dilakukan pemerintah desa untuk mencegah kenakalan remaja di Desa Taba Baru adalah berupa pembinaan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian
Pembahasan
Yang dimaksud dengan kenakalan remaja secara individu adalah kejahatan yang dilakukan oleh seseorang berupa pelanggaran terhadap norma-norma budaya yang sudah mapan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja yang biasa terjadi di Desa Taba Baru adalah kejahatan yang menimbulkan korban fisik kepada orang lain, dalam hal ini perkelahian dan minuman keras yang berujung pada perkelahian atau perkelahian fisik. merugikan orang lain, dalam hal ini karena berada di bawah pengaruh minuman keras. Faktor Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Taba Baru Faktor penyebab kenakalan remaja dibedakan menjadi dua yaitu faktor internal yaitu faktor yang berasal dari remaja itu sendiri dan faktor eksternal yaitu faktor di luar remaja itu sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, peneliti menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja di desa Taba Baru baik dari dalam diri remaja itu sendiri maupun faktor dari luar. Pengembangan pendidikan agama Islam dari orang tua dalam pencegahan kenakalan remaja di kalangan remaja dilakukan dengan bantuan kontrol sosial yang bersifat preventif (preventif), represif (penghambatan) dan kuratif. Berdasarkan temuan peneliti yang telah dijelaskan sebelumnya, orang tua selalu berupaya untuk mencegah agar kenakalan remaja semakin banyak terjadi di desa Taba Baru.
Bentuk-bentuk kenakalan remaja yang terjadi di Desa Taba Baru adalah kenakalan yang menimbulkan korban fisik kepada orang lain, dalam hal ini yang pertama adalah perkelahian dan minuman keras. Perlu dilakukan pendataan terhadap remaja yang melakukan kenakalan remaja kemudian dilakukan pelatihan khusus. Perlu adanya peningkatan dukungan terhadap kegiatan positif remaja dan kerjasama dalam pengawasan terhadap tindakan remaja agar kenakalan remaja di desa Taba Baru tidak semakin meluas.
2016. “Pendidikan Karakter Dalam Pencegahan Kejahatan Remaja Di Desa Tanjung Alam Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang”.
PENUTUP
Saran
Remaja diharapkan mengetahui bahwa perilaku kriminal tidak akan membawa dampak baik bagi dirinya dan hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang tua hendaknya meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak, terutama yang memiliki anak pada usia remaja. Permasalahan Pendidikan di Madrasah SD Swasta Desa Air Teras Kecamatan Talo Kabupaten Seluma (Skripsi S1 Program Guru SD Fakultas Tarbiyah dan Tadris Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.