PEMBUATAN ASAM
NITRAT (HNO3) DENGAN PROSES ELECTRICAL ARC
DARI AIR & UDARA
Daftar Isi Presentasi
Sejarah Proses
Bahan Baku
Kondisi Operasi Kegunaan
Kelebihan dan Kekurangan 2. 1.
3. 4.
5. 6.
Oktafiana Lestari M. Rizki Ramadan Nst Irfan Fatih Muzadi
210405022 210405058 190405010
Pada tahun 1990-an karena meningkatnya popularitas urea
sebagai pupuk, produksi asam nitratpun ikut meningkat. Sebagian besar pertumbuhan permintaan berasal dari produksi poliuretan, serat, dan bahan peledak berbasis amonium nitrat. - Pada tahun
1908 di Bochum, Jerman oleh Ostwald dimana asam nitrat
diproduksi dari oksidasi katalitik antara am onia dengan udara.
Dalam proses oksidasi amonia sekarang ini, sebagian besar
asam nitrat diproduksi sebagai asam lemah (50-65%). Proses High monopressure meminimalkan biaya investasi modal, sedangkan proses split- or dual-pressure mengoptimalkan efisiensi konversi
amonia dan penggunaan katalis. Asam lemah cocok untuk digunakan dalam produksi pupuk, sedangkan asam kuat (asam
hingga 99%) diperlukan untuk banyak reaksi organik yang
penting bagi industri.
Jenis sumber listrik : AC Dynamo
Elektroda : Copper
Suhu Boiler : 3000 °C
Packing : Broken Quartz
Oxidation Tower Material:
Iron with Acid Proof Stone
N2 + O2 2NO 2NO 2NO2
4NO2 + 2H2O + O2 4HNO3
Proses Birkeland-Eyde diperkenalkan pada tahun 1903 oleh industrialis
dan ilmuwan Norwegia Kristian Birkeland dan Sam Eyde.
Proses Birkeland-Eyde bertindak sebagai metode pengikatan nitrogen
di atmosfer (N) dan mengubahnya menjadi asam nitrat (HNO3) yang
biasa dikenal dengan fiksasi nitrogen.
Nitrogen dan oksigen dari udara
mengalami proses Birkeland-Eyde.
Bahan Baku
Komposisi: Udara adalah campuran gas yang terdiri terutama dari nitrogen (sekitar 78%), oksigen
(sekitar 21%), argon (sekitar 0,93%), dan jumlah kecil gas lainnya seperti karbon dioksida, neon, helium, dan lainnya.
Wujud Fisik: Udara pada suhu kamar dan tekanan atmosfer umumnya berwujud gas. Namun, udara juga dapat mengandung uap air dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada kelembaban.
Warna dan Bau: Udara tidak berwarna dan tidak memiliki bau yang khas. Bau di sekitar kita yang terkadang terkait dengan udara sebenarnya berasal dari zat-zat lain yang terdapat di udara atau dari reaksi kimia yang melibatkan udara.
Densitas: Densitas udara bergantung pada suhu, tekanan, dan kelembaban. Densitas udara biasanya sekitar 1,225 kilogram per meter kubik pada suhu dan tekanan standar.
Sifat Fisik Udara:
1.
2.
3.
4.
Sifat Kimia Udara:
1.Reaksi dengan Logam: Beberapa logam dapat bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk oksida logam. Contohnya adalah pembentukan karat pada besi
2.Reaksi dengan Non-Metal: Oksigen di udara dapat bereaksi dengan non-logam untuk membentuk oksida.
Contohnya adalah pembentukan oksida karbon (karbon dioksida) melalui proses respirasi
3.Dissolusi Gas: Udara dapat mengandung berbagai gas terlarut seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon. Pada tingkat tertentu, terutama di perkotaan atau industri, kadar polutan ini dapat meningkat.
4.Perubahan Cuaca: Udara juga terlibat dalam proses cuaca seperti pembentukan awan, hujan, dan
fenomena lainnya.
Bahan Baku
Sifat Fisik Air:
1. Wujud Fisik: Air dapat berwujud sebagai gas (uap air), cair, atau padat (es) tergantung pada suhu dan tekanan. Pada suhu kamar dan tekanan atmosfer normal, air biasanya berwujud cair.
2. Titik Beku dan Didih: Titik beku air adalah 0 derajat Celsius, sementara titik didihnya adalah 100 derajat Celsius pada tekanan atmosfer standar. Ini memberikan rentang suhu yang luas di mana air dapat eksis dalam bentuk cair.
3. Kelarutan: Air dapat melarutkan berbagai zat, dan sering dijuluki sebagai "pelarut universal." Ini membuatnya penting dalam transportasi zat-zat dalam lingkungan biologis dan industri.
4. Warna, Bau, dan Rasa: Air murni tidak memiliki warna, bau, atau rasa yang khas. Namun, air dapat mengandung zat terlarut atau kontaminan yang memberikan karakteristik tertentu.
5. Densitas: Densitas air pada suhu 4 derajat Celsius adalah sekitar 1 gram per sentimeter kubik. Air memiliki densitas tertinggi pada suhu ini, yang menyebabkan es mengapung di air cair.
Sifat Kimia Air:
1. Reaksi dengan Logam: Logam tertentu dapat bereaksi dengan air untuk membentuk oksida logam dan hidrogen. Contohnya adalah reaksi logam natrium dengan air
2. Reaksi Ionisasi: Air mengalami ionisasi, yaitu pembentukan ion hidrogen (�+H+) dan ion hidroksida (��−OH−) dalam jumlah yang setara.
3. Reaksi dengan Asam dan Basa: Air berfungsi sebagai medium untuk reaksi antara asam dan basa, membentuk ion hidronium ketika bereaksi dengan asam dan ion hidroksida (��−OH−) ketika bereaksi dengan basa.
4. Reaksi Oksidasi-Reduksi: Air dapat terlibat dalam reaksi oksidasi-reduksi, seperti pembentukan karat pada logam besi melalui reaksi dengan oksigen dan air: