Asri, 2022: Inovasi pelayanan sosial bagi lanjut usia melalui program Geliat (Gerakan Lanjut Usia Terlantar) di Kabupaten Bulukumba (dibimbing oleh Amir Muhiddin dan Ahmad Taufik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pelayanan sosial bagi lanjut usia melalui program Geliat (Gerakan Lanjut Usia Terlantar) di Kabupaten Bulukumba.
Latar Belakang
Pelayanan rehabilitasi sosial dasar bagi lanjut usia terlantar di dalam dan di luar panti sosial. Kemitraan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk mengurangi lansia terlantar di Kabupaten Bulukumba khususnya di Kecamatan Herlang.
Rumusan Masalah
Sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya anggaran untuk program inovasi yang luas ini sehingga menyebabkan pemerintah mengalami keterlambatan dalam memberikan bantuan kepada lansia terlantar di Kabupaten Bulukumba khususnya di Kecamatan Herlang. Jumlah lansia di Kecamatan Herlang sebanyak 98 orang, namun penyaluran bantuannya sekitar 25 orang per bulan.
Tujuan Penelitian
Faktor pendukungnya adalah adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sehingga memudahkan pemerintah dalam melakukan pendataan lansia terlantar di seluruh Kabupaten Bulukumba khususnya di Kecamatan Herlang. Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi inovasi pelayanan sosial gerakan lanjut usia terlantar (GELIAT) pada masyarakat di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat gerakan sosial. inovasi pelayanan lansia terlantar (GELIAT) di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Secara umum, pelayanan sosial diartikan sebagai tindakan memproduksi, mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya sosial kepada masyarakat. Pelayanan sosial adalah kegiatan terorganisir yang bertujuan membantu anggota masyarakat menyesuaikan diri satu sama lain dan lingkungan sosialnya. Kedua, pelayanan sosial yang memiliki kerangka dan batasan kewenangan yang jelas, meskipun terus berubah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran tentang inovasi pelayanan sosial yaitu pergerakan lansia terlantar dalam pelayanan lansia terlantar di Kabupaten Bulukumba khususnya Kecamatan Herlang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan didukung data kualitatif, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suatu fakta atau realita mengenai pergerakan lansia yang sedang berbaring (menggeliat) dalam perawatan lansia di Kabupaten Bulukumba. Informan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling yang artinya informan sengaja dipilih berdasarkan kriteria terpilih yang relevan dengan fenomena inovasi pelayanan sosial khususnya di Kecamatan Herlang.
Pada bab ini peneliti akan memaparkan gambaran lokasi penelitian dan tentang “Inovasi Pelayanan Sosial Lanjut Usia Melalui Program GELIAT (Gerakan Lanjut Usia Terlantar)” di Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan Visi Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba di atas, Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba memaparkan misinya. Berbagai upaya penyelenggaraan pembangunan di bidang sosial yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba mempunyai tujuan sebagai berikut.
Inovasi
Hasil wawancara dengan lansia terlantar (D) menunjukkan bahwa: lansia sangat senang dengan inovasi ini karena segala urusan administrasi sangat dimudahkan oleh pemerintah. Dari segi kemudahan pengurusan, inovasi ini sangat memudahkan para lansia terlantar karena para lansia terlantar mendapat prioritas pengurusan Kartu Keluarga, KTP dan keperluan administrasi lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Hasil wawancara dengan Kepala Dinas Sosial (S) menunjukkan bahwa inovasi GELIAT ini tidak ada komplikasinya, berkat adanya kerjasama dengan komunitas KKA, hal ini memudahkan inovasi GELIAT dalam bidang pendataan lansia terlantar.
Dari hasil wawancara dengan para lansia terlantar di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba, bagaimana pendapat anda mengenai Inovasi GELIAT ini, mengatakan bahwa:. Dari hasil wawancara terhadap lansia terlantar (D) terlihat bahwa lansia terlantar sangat puas dengan inovasi ini, karena mereka mendapat bantuan baik dari pemerintah maupun masyarakat. Dari indikator Relative Profit ditinjau dari kemudahan dan kepuasan, inovasi ini sangat membantu para lansia terlantar di kecamatan Herlang, inovasi ini juga memberikan bantuan seperti makanan bulanan, perabotan rumah, dll.
Dari segi kemudahan pengurusan, inovasi ini sangat memudahkan para lansia terlantar karena para lansia terlantar mendapat prioritas dalam pengurusan kartu keluarga, KTP dan keperluan administrasi lainnya Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam hal pelayanan sosial.
Pelayanan Sosial
Lanjut Usia
Peduli Lansia
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Dari segi kepuasan, lansia sangat puas dengan inovasi ini, terbukti dari respon lansia yang sangat senang dengan inovasi ini karena membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia terlantar. Inovasi ini juga sangat menyederhanakan urusan administrasi, karena lansia diprioritaskan dalam pengurusan KTP dan Kartu Keluarga.” Hasil wawancara dengan Sekretaris KKA (A) menunjukkan bahwa berkat kerjasama dengan Dinas Sosial dalam hal ini Bidang Rehabilitasi Sosial, masyarakat KKA tidak mengalami komplikasi apapun dalam menangani lansia terlantar.
Dari hasil wawancara dengan (T) selaku warga masyarakat menunjukkan bahwa: komunitas inovasi ini sangat cocok untuk lansia terlantar, dan berharap agar inovasi ini terus berlanjut dan membantu para lansia yang tersebar di Kabupaten Bulukumba. Ada beberapa faktor pendukung inovasi ini, diantaranya adalah adanya mitra kerja sama yaitu inovasi dalam pendataan lansia terlantar di Kabupaten Herlang pada khususnya dan di Kabupaten Bulukumba pada umumnya. Meningkatkan anggaran lansia terlantar agar penanganan lansia terlantar dapat lebih luas dan komprehensif di Kabupaten Bulukumba.
Dokumentasi pemberian kebutuhan dasar Bakti Sosial kepada komunitas keluarga asuh KKA, yang selanjutnya akan diberikan kepada lansia terlantar.
Deskripsi Ffokus Penelitian
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Lokasi Peneitian
- Jenis dan Tipe Penelitian
- sumber Data
- Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknk Analisis Data
- Pengabsahan Data
Pelayanan dan bantuan terhadap penyandang masalah lanjut usia terlantar baik di lingkungan panti asuhan maupun di luar panti. Uraian Khusus Inovasi Gerakan Lanjut Usia Terlantar (GELIAT) GELIAT merupakan gerakan kemanusiaan yang berfokus pada lansia yang berpotensi dan/atau sedang mengalami penelantaran. Dari pembahasan hasil wawancara para informan di atas dapat disimpulkan bahwa berdasarkan indikator keuntungan relatif ditinjau dari kenyamanan dan kepuasan, inovasi ini sangat membantu lansia terlantar di Kecamatan Herlang. Inovasi ini juga memberikan bantuan seperti makanan bulanan, perabot rumah tangga, dll.
Coba talia pammarenta tala mungkin dengan jari id card saya di kk saya.” hasil wawancara dengan D, selaku lansia terlantar di Kecamatan Herlang, Rabu 7 Desember 2021). Para lansia sangat menerima inovasi ini, terlihat dari wawancara dengan para lansia terlantar. Mereka sangat terbantu dengan inovasi ini karena inovasi ini memastikan taraf hidup lansia terlantar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari indikator manfaat relatif dilihat dari kemudahan dan kesesuaian, inovasi ini sangat nyaman bagi lansia karena lansia sangat menyambut baik inovasi ini, mereka juga sangat puas dengan inovasi ini karena lansia mempunyai keluarga baru yaitu relawan Inovatif. Gerakan Lanjut Usia Terlantar (GELIAT).
Dari segi Indikator Kesesuaian dari segi kebutuhan dan dari segi kemudahan administrasinya, dari segi kebutuhan, inovasi ini sangat diperlukan karena inovasi ini menjamin kehidupan lansia terlantar dan menyediakan hunian layak huni bagi lansia terlantar.
HASIL DAN PEMBAHSAN
Deskripsi Objek Penelitian
- Gambaran Umum Kabupaten Bulukumba
- Gambaran Khusus Lokasi Penelitian
- Gambaran Khusus GELIAT
GELIAT merupakan inovasi khusus bagi para lansia yang terlantar, tidak terurus oleh anggota keluarga, dan tidak mempunyai keluarga dekat. “Dari segi kepuasan bagi para lansia setidaknya dapat memberikan manfaat bagi mereka dan juga membantu memenuhi kebutuhan mereka dimana mereka tidak mampu mendapatkan sesuap pun nasi karena sudah tidak produktif lagi dan bergantung pada tetangga dekat maupun jauh” (hasil wawancara, A as Koordinator Kabupaten Lansia Pengungsi Bulukumba dan Sekretaris Relawan KKA, Senin, 5 Desember 2021.). Dari hasil wawancara dengan (T) masyarakat terlihat bahwa :. Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kecil khususnya para lansia yang sudah tidak bisa bekerja lagi, dengan adanya inovasi ini sangat membantu mereka dalam meringankan beban sosial yang dulunya adalah masyarakat sendiri yang mengurusnya, namun sekarang karena Dengan adanya inovasi ini, beban mereka terkesan ringan, karena dikelola langsung oleh pemerintah, khususnya dinas sosial.
Hasil wawancara terhadap lansia terlantar di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba menunjukkan betapa cocoknya Inovasi GELIAT dari segi kebutuhan dan kemudahan administrasi bagi lansia. sanna bisa membantu membantu bapak, bisa membantu ibu membantu membantu rusa betina bojayya, dan pakkamasena tawwa na ayah ibu, alhamdulillah pammarenta akan membantu membantu sambako di 'bulang-bulang, na merawat uang saya dan KTP saya dan KK saya. Ballo ciuman ka na sare aaa tolong, attar terima kasih aaa inni ri pamarentayya ka na sare aaa bantuan kebutuhan sembako selama berbulan-bulan." hasil wawancara dengan D, selaku lansia terlantar di kecamatan Herlang, Rabu 7 Desember 2021) Masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini, termasuk kurangnya administrasi dan kurangnya informasi mengenai lansia yang terlantar.
Relawan masih dibutuhkan untuk membantu inovasi ini untuk mendata seluruh lansia terlantar di Kabupaten Bulukumba, minimnya E-KTP dan Kartu Keluarga bagi lansia terlantar membuat proses bantuan menjadi cukup terlambat, begitu pula dengan keberadaan para lansia. tinggal di hutan yang tidak diketahui lokasinya.
Bagaimana Inovasi Pelayanan Sosial Gerakan Lansia Terlantar
- Keuntungan relatif atau relative advantage
- Kesesuaian atau compatibility
- Kerumitan atau complexity
Bagaimana Faktor Pendukung Dan Penghambat Inovasi Pelayanan
- Faktor Pendukung
- Faktor Penghambat
KESIMPULAN
Kesimpulan
Dalam hal ini penelitian berfokus pada inovasi pelayanan sosial kepada lanjut usia melalui program GELIAT (Movement for Neglected Older People) yang mengacu pada teori Roger dengan indikator yaitu Relative Advantage, Appropriateness dan Complexity. Dari hasil wawancara dengan Sekretaris KKA terlihat bahwa inovasi ini sangat bermanfaat bagi para lansia, karena inovasi ini memberikan pelayanan yang cukup baik kepada para lansia. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba (Rabu, 1 Desember 2021), bagaimana kesesuaian inovasi GELIAT dari segi.
Dari hasil wawancara dengan para informan di atas dapat disimpulkan bahwa berdasarkan indikator kesesuaian dilihat dari segi kebutuhan dan dari segi kemudahan administrasinya, dari segi kebutuhan maka inovasi ini sangat diperlukan. “Dengan adanya inovasi dari gerakan lansia terlantar ini, kita bisa terbantu dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak tertolong dengan bantuan kita untuk mencoba mendapatkan pertolongan. Tanpa tata kelola, kita punya relawan dan layanan yang bisa dibimbing secara kolaborasi terkait kebutuhan lansia” (Hasil wawancara, S selaku Kepala Dinas Sosial Rabu, 1 Desember 2021). Kemajuan gerakan lansia ini didukung oleh stechholder yang dapat dibarengi dengan kerjasama, karena Bulukumba sangat besar. Kita tidak bisa menjangkau semua desa yang ada di kabupaten Bulukumba, sehingga dengan adanya stechholder atau salah satunya Komunitas Keluarga Asuh, sangat membantu kita mendapatkan informasi dimana saja lansia berada, terlantar, apa saja kebutuhannya, apa saja kendalanya, apa saja kendalanya. permasalahan tersebut, sehingga kita dapat mengurangi sebagian waktu yang kita habiskan untuk mencari lansia terlantar” (Hasil wawancara, Kepala Rehabilitasi Sosial, AS Rabu, 1 Desember 2021).
Kita masih membutuhkan pemangku kepentingan atau relawan khususnya di KKA untuk membantu inovasi gerakan lansia ini, karena terkadang kita kesulitan mengakses lokasi lansia, tidak ada E-KTP atau KK, para lansia terkadang sulit dibujuk untuk mencatatnya. E-KTP, kita masih minim informasi “Bisa mengenai lansia terlantar, juga keluarga lansia yang tidak menunjang” (hasil wawancara, AS selaku Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Rabu 1 Desember 2021). Ada beberapa kendala dalam inovasi ini, mulai dari anggaran pemerintah yang tidak mencukupi untuk menjangkau seluruh lansia, kurangnya relawan dalam penanganan lansia terlantar, kurangnya akses terhadap data dan terkadang hilangnya berkas lengkap lansia.
Saran