• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM

N/A
N/A
Azzam Zad

Academic year: 2023

Membagikan "PEMIKIRAN POLITIK ISLAM"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DEFINISI

Pemikiran politik Islam adalah pemikiran politik yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah dalam pemikirannya. Sumber lain dari landasan politik Islam adalah sirrah, akal, dan fiqh ikhtilaf. Politik Islam disebut juga siyasah syar’iyah Dalam fiqh Islam Sunni, siyasah terdapat pada kata siyasah syar’iyah, yang berarti pemerintahan berlandaskan hukum Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah

Sumber dari pemikiran politik Islam ada empat, yaitu: Pertama, Wahyu (naql) merupakan sumber utama dalam pemikiran politik Islam karena wahyu bersumber dari Tuhan berupa Al-Qur’an. Kedua, Sirrah bisa dimaknai sebagai qiyas dan ijma (ijtihad para ulama) sumber ini menyebabkan munculnya aliran baru dalam pemikiran Islam baik itu. Ketiga, akal atau aql selain naqli atau yang bersumber dari wahyu dalam politik Islam juga menggunakan aql sebagai dasar pengambilannya. Keempat, fiqh ikhtilaf, dalam politik Islam tentu banyak pandangan yang berbeda dan ikhtilaf ini merupakan jembatan dari berbagai sumber yang telah disebutkan.

SEJARAH

1. Sejarah politik islam periode klasik

Periode Klasik dalam sejarah politik Islam merujuk pada masa-masa awal Islam yaitu pada tahun 650–1250M,. Selama periode ini, politik Islam mengalami perkembangan yang penting dan membentuk dasar bagi pemikiran politik Islam yang lebih modern. politik Islam era klasik adalah tidak mempersoalkan kedudukan agama dan negara, apakah terintegrasi atau terpisah. Perdebatan yang terjadi di era klasik berkisar pada wajibnya pendirian sebuah negara, cara memilih kepala negara, dan syarat-syarat yang harus dimiliki kepala negara.

Periode ini dibagi menjadi fase ekspansi (penyebaran Islam) dan fase disintegrasi

2. Sejarah politik islam periode pertengahan

Periode ini berlangsung pada tahun 1250–1800 M, merupakan waktu yang penting dalam sejarah perkembangan politik Islam. Selama periode ini, dunia Islam mengalami banyak perubahan politik, sosial, dan budaya. pada saat itu juga, umat Islam terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.periode ini juga terbagi atas tiga fase. Umat Islam yang mengalami kemunduran, bangkit kembali melalui tiga kerajaan besar yaitu kerajaan Usmani, Safawiyyah dan Mughal

3. Sejarah politik islam periode modern

Pada periode yang berlangsung mulai 1800 hingga sekarang ini, umat mencari tahu penyebab kejatuhan Islam. Para pemimpin dan pemuka Islam memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam. Pada periode ini ditandai dengan muncuknya Pemikiran Reformis dan Nasionalis, Berdirinya Negara-Negara Modern, munculnya Gerakan Islamis, Pemikiran Demokrasi Islam, dan Perkembangan Gerakan Ekstremis

(2)

TOKOH POLITIK ISLAM Era Klasik :

1. Al- Farabi

Mengutamakan keadilan, kebijaksanaan, dan keberanian dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta menekankan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun negara yang berkualitas.

2. Al- Mawardi

- Menempatkan agama sebagai sumber legitimasi politik

- Menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan politik

- Menekankan pentingnya stabilitas politik - Menekankan pentingnya keadilan

- Menekankan pentingnya kepemimpinan yang berkualitas

Di Indonesia :

1. Ahmad Hassan

- Dia percaya bahwa sistem politik Islam harus didasarkan pada konsep khilafah, yang merupakan sistem pemerintahan di mana khalifah adalah kepala negara dan pemimpin komunitas Muslim

- Pemikiran politik Hassan menekankan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan konsultasi (syura) di antara para pemimpin komunitas Muslim

- Dia percaya bahwa sistem politik Islam harus didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan sosial dan perpajakan progresif, di mana zakat akan dicadangkan untuk pengeluaran sosial dalam rangka mengurangi ketidaksetaraan

2. Mohammad Natsir

- Pemikiran politik Natsir menekankan pentingnya persatuan di antara umat Islam, dan ia percaya bahwa sistem politik Islam harus didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan konsultasi (syura) di antara para pemimpin komunitas Muslim

(3)

- Pemikiran politik Natsir melibatkan kritik terhadap imperialisme Barat dan tradisionalisme nasionalisme local

- Dia percaya bahwa negara harus berperan dalam mempromosikan nilai-nilai etika dan moral, dan bahwa Islam harus menjadi prinsip panduan dalam pembangunan negara

KARAKTERISTIK

1. Multi-interpretatif: Karakteristik Islam yang multi-interpretatif menyebabkan tidak pernah ada pandangan tunggal tentang bagaimana Islam dan politik harus berkorelasi dengan benar. Bahkan, sepanjang perjalanan sejarah intelektual dan praktek politik Islam, ada dua spektrum pemikiran yang berbeda tentang politik Islam

2. Pentingnya prinsip-prinsip Islam: Hampir setiap muslim meyakini pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan politik

3. Dua spektrum pemikiran yang berbeda: Ada dua spektrum pemikiran yang berbeda tentang politik Islam, yaitu kelompok yang memiliki pandangan bahwa agama dengan negara tidak bisa dipisahkan dan kelompok yang memiliki pandangan bahwa agama dengan negara bisa dipisahkan

4. Interpretasi yang berbeda: Keduanya mengakui pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam setiap aspek kehidupan, namun keduanya memiliki interpretasi yang berbeda tentang ajaran-ajaran Islam dan relevansinya dalam kehidupan modern. Perbedaan tersebut bersumber pada bagaimana menafsirkan teks-teks agama yang berkaitan dengan hubungan agama (Islam) dan negara (politik)

5. Memandang manusia secara holistik dan universal: Karakteristik politik Islam secara ontologis memandang manusia secara holistik dan universal dan secara epistemologis politik Islam

.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh media massa terhadap sikap politik mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negri (UIN)

Dalam kaitannya dengan pemikiran politik Islam Soekiman Wirjosandjojo (1916-1960 M) sumber yang berhasil penulis dapat yaitu tentang biografi Soekiman Wirjosandjojo,

Hasil penelitian disebutkan bahwa, kerangka epistemologi pemikiran politik Islam yang bercorak abad klasik dan pertengahan sudah saatnya untuk direkonstruksi sesuai dengan

Pemikiran politik Arkoun tentang negara Madinah yang dibangun Nabi pada awal Islam adalah negara yang ideal sesuai zaman pada waktu itu dan tidak relevan untuk

Pemikiran politik Arkoun tentang negara Madinah yang dibangun Nabi pada awal Islam adalah negara yang ideal sesuai zaman pada waktu itu dan tidak relevan untuk

Dengan menghadirkan tiga isu utama, yaitu tentang piagam Jakarta, partai Islam dan jihad-terorisme, kajian ini mencoba menjelaskan varian pemikiran politik kaum modernis yang

hal yang membuat akal mempunyai makna yang besar dalam pemikiran politik Islam yakni : akal telah terbukti berhasil mengungkap sebagian hokum-hukum alam, seperti grafitasi,

kajian Teori Pemikiran Politik dalam Islam Secara etimologi, politik berasal dari Bahasa Latin politicos atau politicus, artinya relating to citizen hubungan warga negara, keduanya