perusahaaKop n
INSTRUKSI KERJA Dokumen :SDM.01-IKA-PP-04.4/01 Halaman:
1 dari 4 Judul:
PEMILAHAN DAN PENAMPUNGAN LIMBAH
Rev. :
01 Tanggal:
08 Januari 2022 1. PELAKSANA Unit penghasil limbah
2. TUJUAN Memudahkan penanganan dan pengolahan limbah, meningkatkan efektifitas pengelolaan dan mengurangi limbah medis dan limbah B3 yang harus dikelolah karena tidak bercampur dengan limbah non B3.
3. PRINSIP Limbah yang dihasilkan dari setiap unit kerja dipilah dan dipisahkan menurut jenis dan karakteristiknya, kemudian ditampung dalam wadah yang sesuai kelompok limbah
4. ALAT 4.1. Tempat penampung limbah medis padat 4.2. Tempat penampung limbah domestic padat
4.3. Tempat penampungan limbah benda tajam (container khusus) 4.4. Tempat penampungan limbah B3 non medis
5. CARA KERJA A. Pemilahan Limbah
5.1 Limbah yang dihasilkan dari unit-unit kerja dilakukan pemilahan dengan cara memisahkan limbah berdasarkan jenis, kelompok, dan/atau karakteristik limbah dan mewadahi limbah sesuai kelompok limbah :
5.1.1. Secara garis besar limbah yang dihasilkan dari operasional pelayanan laboratorium terdiri dari limbah domestik dan limbah B3, baik dalam bentuk cair, padat atau gas.
5.1.2. Limbah domestik dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, sisa kegiatan perkantoran, kegiatan non medis lainnya atau limbah dari kegiatan medis yang bukan termasuk kategori B3 dan tidak terkontaminasi oleh bahan infeksius,
5.1.3. Limbah B3 menurut bentuknya terdiri dari limbah B3 padat dan limbah B3 cair, limbah B3 padat terdiri dari limbah medis dan limbah B3 non medis.
5.1.4. Limbah cair B3 berasal dari proses pemeriksaan, (pelarut organik / bahan kimia untuk pengujian), sisa spesimen cair (darah dan cairan tubuh), air bekas pencucian alat medis pada bilasan pertama dan kedua, bahan kimia kedaluwarsa akan ditampung dalam jerigen yang kemudian masuk ke dalam TPS B3 sebelum diserahkan ke pihak ketiga.
5.1.5. Limbah cair yang berasal dari kamar mandi, wastafel, cucian dapur, air mesin cuci, air bekas wudhu dari mushola, pencucian alat laboratorium bilasan ketiga dan seterusnya akan dialirkan dan ditampung dalam instalasi pengolahan limbah (IPAL domestik).
5.1.6. Limbah medis berasal dari sisa/hasil kegiatan medis dan operasional pemeriksaan laboratorium, yang terdiri dari limbah infeksius dan limbah sangat infeksius. Limbah
perusahaaKop n
INSTRUKSI KERJA Dokumen :SDM.01-IKA-PP-04.4/01 Halaman:
2 dari 4 Judul:
PEMILAHAN DAN PENAMPUNGAN LIMBAH
Rev. :
01 Tanggal:
08 Januari 2022 Infeksius terdiri dari limbah patologi, sisa peralatan habis pakai seperti alat suntik, sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen, sisa spesimen (ekskreta), kain majun dan bahan lain yang terkontaminasi agen infeksius.
Limbah sangat infeksius terdiri dari medium pembiakan, stok kuman, spesimen mikroorganisme hidup atau benda- benda yang terkontaminasi bahan tersebut
5.1.7. Limbah benda tajam, adalah limbah materi padat yang mempunyai sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka tusuk atau luka iris. termasuk limbah benda tajam adalah limbah jarum suntik, objeck gelas, cover glass, pecahan alat gelas atau benda tajam dan runcing lainnya.
5.1.8. Limbah kimiawi berasal dari sisa reagensia, reageansia atau bahan kimia expired.
5.1.9. Limbah B3 non medis berasal dari sisa lampu TL yang mengandung merkuri, aki bekas, oli bekas, limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
5.2 Setiap petugas pada semua unit kerja yang menghasilkan limbah melakukan pemilahan terhadap limbah padat yang dihasilkan, memisahkan sesuai dengan kelompok kategori limbah dan kemudian menampung pada tempat yang sesuai dengan jenis limbahnya, pemilahan terutama dilakukan terhadap limbah padat.
5.3 Wadah harus terbuat dari dari bahan yang cukup kuat, ringan, tahan karat, mempunyai permukaan yang halus di bagaian dalamnya, (misalnya fiberglass, plastik anti pecah), bertutup dan diberikan label sebagai berikut :
5.3.1. Limbah medis padat, berlabel “LIMBAH MEDIS”
5.3.2. Limbah domestik padat, berlabel “SAMPAH DOMESTIK”, terdiri dari
− Limbah basah – organik, kode tutup hijau
− Limbah kertas, kode tutup kuning
− Limbah logam, botol kaca dan plastik, kode tutup merah
5.3.3. Limbah benda tajam, dengan kontainer khusus
5.3.4. Limbah B3 Non Medis berlabel “LIMBAH B3 NON MEDIS”
5.4 Wadah penampungan limbah padat, diberikan kantong plastik didalamnya agar limbah tidak mengotori wadah penampung dan
perusahaaKop n
INSTRUKSI KERJA Dokumen :SDM.01-IKA-PP-04.4/01 Halaman:
3 dari 4 Judul:
PEMILAHAN DAN PENAMPUNGAN LIMBAH
Rev. :
04 Tanggal:
08 Januari 2022 sekaligus digunakan untuk kemasan agar memudahkan pengangkutan dan pengolahannya. Kode kemasan kantong plastik masing-masing jenis limbah padat diatur dengan ketentuan sebagai berikut :
No Jenis Limbah Kode
Warna Lambang Kemasan/
Kantong 1 Limbah domestik padat Hitam - Kantong
plastic 2 Limbah medis
Infeksius, Limbah yang dihasilkan dari - disposable items- , barang terkontaminasi dengan cairan tubuh termasuk kapas, pakaian, plaster atau pembalut kotor, tali- temali, sprei, selimut, dan kain-kain tempat tidur dan barang lainnya yang
terkontaminasi dengan darah.
Kuning Kantong plastik kuat, tahan bocor
3. Limbah medis sangat infeksius, limbah mikrobiologi &
bioteknologi yaitu Limbah dari pembiakan di laboratorium, stok atau spesimen
mikroorganisme hidup
Kuning Kantong plastik kuat, tahan bocor dan bisa di autoclave
4 Limbah bendah tajam, antara lain jarum suntik, skalpel, pisau, object dan cover glass, pecahan kaca, atau bahan yang dapat menusuk atau
menimbulkan luka, baik yang telah digunakan atau belum
Kuning Kontainer terbuat dari bahan yang kuat (3lastic atau kartun tebal), aman, tidak mudah pecah atau tembus oleh benda tajam, tidak mudah dibuka
perusahaaKop n
INSTRUKSI KERJA Dokumen :SDM.01-IKA-PP-04.4/01 Halaman:
4 dari 4 Judul:
PEMILAHAN DAN PENAMPUNGAN LIMBAH
Rev. :
04 Tanggal:
08 Januari 2022 5 Limbah bahan kimia / Coklat - Kantong
reagensia kedaluwarsa, plastik atau tumpahan, atau sisa kontainer kemasan bahan kimia
yang digunakan dalam desinfeksi, dan sebagai insektisida.
6 Limbah dengan Coklat kandungan logam berat
yang tinggi, misalnya termometer merkuri pecah,
Sphygmomanometer merkuri pecah
5.5 Selanjutnya detail tatacara penampungan akan diuraian menurut jenis masing-masing limbah
6. RISIKO
TERIDENTIFIKASI DAN RENCANA PENANGAN
No Resiko Teridentifikasi Rencana Penanganan 1 Limbah medis dan non medis
tercampur akibat personel tidak tertib melakukan pemilahan limbah
Pemisahan limbah dilakukan mulai dari titik awal operasional
7. CATATAN
8. REFERENSI -
Mengetahui : Direktur
(Nama)