LAPORAN
PRAKTIKUM MODUL 1 PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI Disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan penilaian mata kuliah TL250
Praktikum Logistik Dasar
Disusun oleh:
Sultan Nouval Alfaroq . B (2307189) Tubagus Satya Dwinata (2308392)
PROGRAM STUDI TEKNIK LOGISTIK
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNIK DAN INDUSTRI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2024
ii DAFTAR ISI
DAFTAR ISI... ii
DAFTAR GAMBAR ...iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II METODE ... 3
2. 1 Kajian teori ... 3
2. 1. 1 Transportasi ... 3
2. 1. 2 moda transportasi ... 3
2. 1. 3 pemilihan moda ... 9
2.2 Flowchart ... 10
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ... 13
3. 1 Studi kasus ... 13
3. 2 Menghitung Biaya Transportasi ... 15
3. 2. 1 Menghitung Biaya Muat ... 16
3. 2. 2 Menghitung Biaya Bongkar ... 16
3. 3 Menghitung Biaya Inventori ... 16
3. 3. 1 Menghitung Biaya Inventori Pabrik ... 17
3. 3. 2 Biaya Inventori In-Transit ... 17
3. 3. 3 biaya inventori gudang ... 18
3. 4 Menghitung Total Biaya ... 19
3. 4. 1 Total Biaya Transportasi ... 19
3. 4. 2 Total Biaya Inventori ... 19
3. 4. 3 total biaya keseluruhan ... 20
BAB IV ANALISIS ... 21
BAB V KESIMPULAN ... 23
DAFTAR PUSTAKA ... 24
iii DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Ilustrasi Truk ... 5
Gambar 2. 2 Ilustrasi Kereta api ... 6
Gambar 2. 3 Ilustrasi Pesawat Terbang ... 6
Gambar 2. 4 Ilustrasi Pipa ... 7
Gambar 2. 5 Ilustrasi kapan ... 9
Gambar 2. 6 flowchart ... 10
Gambar 3. 1 Rumus Biaya Transportasi ... 15
Gambar 3. 2 Rumus Biaya Inventori pabrik ... 17
Gambar 3. 3 Rumus Biaya Inventori Transit ... 17
Gambar 3. 4 Rumus Biaya Inventori Gudang ... 18
iv DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Penjelasan Flowchart ... 11
Tabel 3. 1 Data Studi Kasus ... 13
Tabel 3. 2 Data Studi Kasus 2 ... 14
Tabel 3. 3 Nim Anggota Kelompok ... 14
Tabel 3. 4 Menentukan Frekuensi ... 14
Tabel 3. 5 Keterangan Data ... 15
Tabel 3. 6 Biaya Satuan Angkut ... 15
Tabel 3. 7 Biaya Transportasi ... 16
Tabel 3. 8 Biaya Muat ... 16
Tabel 3. 9 Biaya Bongkar ... 16
Tabel 3. 10 Biaya Inventori Pabrik ... 17
Tabel 3. 11 Biaya Inventori Transit ... 18
Tabel 3. 12 Biaya Inventori Gudang ... 19
Tabel 3. 13 Total Biaya Transportasi ... 19
Tabel 3. 14 Total Biaya Inventori ... 19
Tabel 3. 15 Total Biaya Keseluruhan ... 20
Tabel 4. 1 Perbandingan Biaya Total ... 21
1 BAB I
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari, transportasi merupakan hal yang sangat penting dan berguna untuk dipertimbangkan baik itu untuk perpindahan manusia atau barang. Terdapat berbagai jenis alat transportasi yang tersedia misalnya untuk manusia terdapat transportasi darat, laut, dan udara begitu juga untuk barang bisa digunakan transportasi darat, laut, udara, rel, hingga pipa. Namun, dengan keramaian dan kepadatan yang dirasakan masyarakat malah menganggap pemilihan moda transportasi merupakan hal yang sepele untuk dilakukan, padahal dengan memilih moda transportasi yang tepat akan memberikan manfaat yang sangat menguntungkan salah satunya adalah manusia atau barang sampai pada tepat waktu.
Pemilihan moda adalah proses perencanaan transportasi yang bertujuan untuk menentukan distribusi perjalanan. Tahapan ini digunakan untuk memperkirakan jumlah penumpang atau barang yang akan memilih moda transportasi tertentu dari berbagai opsi yang tersedia, sesuai dengan rute asal-tujuan dan jenis perjalanan yang dilakukan (Gita, 2015). Dalam pemilihan moda transportasi tidak bisa langsung asal pilih atau menggunakan firasat saja, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan moda transportasi misalnya seperti, kondisi geografis, biaya yang digunakan, frekuensi barang, waktu yang digunakan, dan lain-lain. Adapun perhitungan dalam pemilihan moda transportasi seperti ongkos transportasi dan ongkos inventori (untuk barang). Dapat disimpulkan bahwa pemilihan moda transportasi tidak bisa asal pilih, terdapat penganalisisan pada macam-macam faktor dan perhitungan sehingga didapatkan moda transportasi yang efektif dan efisien dengan apa yang dibutuhkan.
Tujuan dari laporan ini adalah agar pembaca dapat memilih moda transportasi yang tepat sesuai dengan apa yang mereka butuh kan, dengan cara mengetahui apa saja faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dan cara menghitung ongkos transportasi dan ongkos inventori. Jika pembaca sudah mengetahui hal-hal krusial yang harus diperhatikan, maka pemilihan moda transportasi akan terasa menjadi lebih mudah dan tepat dalam mengerjakannya.
2 Diharapkan dari laporan ini pembaca mendapatkan berbagai macam manfaat dan pengetahuan baru tentang pemilihan moda transportasi yang mana sering dianggap hal sepele dalam masyarakat.
3 BAB II
METODE 2. 1 Kajian teori
2. 1. 1 Transportasi
Transportasi merupakan aktivitas pemindahan penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain yang melibatkan pergerakan, dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengembangan infrastruktur di suatu wilayah. Menurut Tamin (2008), transportasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari sarana dan prasarana pelayanan yang memungkinkan pergerakan di seluruh wilayah, sehingga mobilitas penduduk serta barang dapat terpenuhi, transportasi digunakan sebagai alat untuk berpindah, baik dengan kendaraan yang digerakkan oleh manusia maupun mesin.
Secara etimologis, kata "transportasi" berasal dari bahasa Latin
"transportare," di mana "trans" berarti seberang atau sisi lain, dan "portare" berarti mengangkut atau membawa. Oleh karena itu, transportasi dapat diartikan sebagai kegiatan yang mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Selain itu, transportasi juga berfungsi sebagai jasa yang mendukung berbagai kegiatan ekonomi dan sosial, dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi dalam interaksi masyarakat (Kamaluddin, 2003).
2. 1. 2 moda transportasi
Moda transportasi adalah istilah yang digunakan untuk menyebut alat angkut yang memungkinkan seseorang berpindah dari satu daerah ke daerah lain, moda ini berfungsi untuk memudahkan mobilitas manusia ke berbagai tempat, pengelompokan moda transportasi didasarkan pada medium pergerakan dan karakteristik fisik dari masing-masing moda.
Menurut Djoko Setijowarno dan Frazila (2001), setiap moda transportasi memiliki ciri-ciri yang berbeda berdasarkan beberapa aspek penting, yaitu:
1.Kecepatan: Menunjukkan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
4 2. Tersedianya pelayanan (availability of service): Berhubungan dengan kemampuan moda transportasi dalam menyediakan akses antara dua lokasi tertentu.
3. Pengoperasian yang diandalkan (dependability of operation): Mengacu pada konsistensi antara jadwal yang ditentukan dengan kenyataan di lapangan.
4. Kemampuan (capability): Menggambarkan kapasitas moda transportasi untuk menangani berbagai bentuk dan kebutuhan pengangkutan.
5. Frekuensi: Mengacu pada seberapa sering perjalanan atau hubungan antara lokasi-lokasi tertentu dijadwalkan.
moda transportasi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu moda yang beroperasi di darat, di perairan (bahari), dan di udara, namun, pengelompokan ini tidak hanya terbatas pada darat, laut, dan udara, melainkan juga memiliki beberapa subkategori turunan yang lebih spesifik dari masing-masing kelompok tersebut, moda transportasi yang digunakan dalam pendistribusian adalah :
1. truk
Truck adalah kendaraan angkutan jalan raya dengan spesifikasi tertentu yang dipergunakan untuk mengangkut barang dalam ukuran besar dan berat, Pengangkutan barang melalui darat dengan truk memang menjadi salah satu moda transportasi utama dalam industri logistik. Fleksibilitasnya memungkinkan
pengiriman barang ke berbagai lokasi yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain seperti kereta api atau kapal laut. Truk dapat langsung mengantarkan barang hingga ke pintu penerima tanpa perlu bergantung pada infrastruktur tertentu, seperti stasiun kereta atau pelabuhan.
Selain itu, dari segi biaya, transportasi dengan truk sering kali lebih efisien, terutama untuk pengiriman jarak menengah dan pendek. Biaya
operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan moda lain, serta kemampuan untuk menyesuaikan jadwal dan rute pengiriman, membuat truk menjadi pilihan yang sangat populer.
5 Gambar 2. 1 Ilustrasi Truk
2. kereta api
Kereta api (KA) merupakan salah satu moda transportasi yang
menggunakan rel sebagai jalurnya dan digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang. Sistem ini biasanya terdiri dari rangkaian kendaraan yang ditarik atau didorong oleh lokomotif, meskipun ada juga jenis kereta yang bergerak sendiri seperti kereta rel listrik (KRL) atau kereta rel diesel (KRD). Kereta api memanfaatkan wagon atau gerbong untuk mengangkut penumpang dan barang, yang dirancang khusus untuk berjalan di atas rel dengan jarak antarbatang yang tetap dan standar.
Keunggulan utama kereta api adalah efisiensi energi yang tinggi, terutama karena roda dan rel yang terbuat dari baja menciptakan gesekan yang sangat rendah. Ini membuat kereta api lebih efisien dibandingkan moda transportasi lain, terutama untuk pengangkutan massal dalam jarak jauh. Sebagian besar kereta api beroperasi di rel baja, yang memungkinkan perjalanan yang stabil dan efisien, baik untuk transportasi komuter maupun untuk distribusi barang dalam volume besar.
Dengan kemampuan mengangkut beban besar sekaligus dan lebih sedikit polusi dibandingkan truk atau pesawat, kereta api masih menjadi moda
transportasi penting dalam infrastruktur transportasi modern.
6 Gambar 2. 2 Ilustrasi Kereta api
3. pesawat terbang
Pesawat terbang merupakan salah satu pesawat udara yang bisa terbang dengan tenaga sendiri, memiliki sayap tetap dan lebih berat dari udara . Istilah pesawat terbang secara umum biasa disebut juga dengan kapal terbang atau pesawat udara atau hanya pesawat dengan tujuan pendefinisian sebagai kendaraan yang dapat terbang di udara atau atmosfer.
Pesawat terbang memungkinkan pengiriman barang dalam waktu singkat, bahkan untuk jarak antar benua. Kecepatan ini sangat penting untuk barang- barang yang memiliki nilai tinggi atau yang memerlukan pengiriman cepat, seperti produk farmasi, elektronik, dan dokumen penting.
Gambar 2. 3 Ilustrasi Pesawat Terbang
7 4. pipa
Transportasi pipa adalah sistem pengangkutan barang melalui jaringan pipa, yang biasanya digunakan untuk mengalirkan gas dan cairan dalam jumlah besar. Jenis barang yang sering diangkut melalui pipa meliputi minyak mentah, produk olahan minyak (seperti bahan bakar), gas alam, serta air untuk keperluan industri dan rumah tangga. Selain gas dan cairan, beberapa jenis material padat, seperti tepung atau barang yang dikemas dalam kapsul, juga dapat diangkut melalui pipa dengan bantuan tekanan udara.
Penggunaan terbesar transportasi pipa adalah dalam industri energi, khususnya untuk pengiriman minyak dan gas. Pengiriman melalui pipa dianggap efisien dan aman untuk mengangkut material stabil dalam jarak jauh. Namun, untuk beberapa material yang memiliki sifat sensitif terhadap suhu atau yang mudah berubah bentuk, seperti minyak kelapa sawit dan minyak mentah tertentu, terkadang diperlukan penanganan khusus seperti pemanasan untuk mencegah pembekuan atau pendinginan jika material tersebut mudah berubah sifat.
Transportasi melalui pipa menawarkan keuntungan signifikan dalam hal kapasitas dan efisiensi, terutama untuk pengangkutan material secara terus- menerus dalam volume besar, menjadikannya salah satu moda transportasi yang vital dalam industri energi dan distribusi air.
Gambar 2. 4 Ilustrasi Pipa
8 5. kapal
Dalam pengiriman barang melalui air dibutuhkan kapal atau dalam dunia logistik dikenal dengan nama vessel, Vessel adalah kapal yang didesain khusus untuk mengangkut kontainer berisi kargo atau barang lainnya dalam pengiriman logistik melalui laut, kapal ini memiliki dimensi yang jauh lebih besar
dibandingkan kapal laut pada umumnya, karena dirancang untuk membawa muatan dalam jumlah besar hingga mencapai destinasi.
Vessel memiliki beberapa jenis tergantung dengan tujuan atau penggunaan kapan itu sendiri, berikut merupakan jenis jenis kapal atau Vessel :
• Kapal Kontainer: Digunakan untuk mengangkut kargo dalam kontainer dengan kapasitas besar, seperti Panamax dan Suezmax, ideal untuk pengiriman barang internasional.
• Kapal Reefer: Dirancang untuk mengangkut barang yang mudah rusak, seperti makanan beku, dengan sistem kontrol suhu untuk menjaga kualitas kargo.
• Bulk Carriers: Digunakan untuk mengangkut barang curah seperti bijih, pupuk, dan batu bara. Jenis kapal ini penting dalam logistik global sejak abad ke-19.
• Kapal Tanker: Mengangkut kargo cair dalam jumlah besar, termasuk minyak dan bahan kimia, ke berbagai tujuan dunia.
• Kapal Keruk: Berfungsi untuk menggali dan memindahkan endapan dari dasar laut, penting untuk proyek reklamasi pantai dan penambangan laut dalam.
• Kapal RoRo: Mengangkut kendaraan, seperti mobil, dengan metode roll on roll off, cocok untuk pengiriman kendaraan dalam jumlah besar.
Jenis-jenis vessel ini dirancang untuk mengangkut kargo spesifik, dari kontainer hingga barang curah dan kendaraan, menjadikan mereka elemen vital dalam rantai logistik global.
9 Gambar 2. 5 Ilustrasi kapan
2. 1. 3 pemilihan moda
Moda transportasi terdiri dari dua kata, yaitu "moda," yang berarti bentuk atau jenis, dan "transportasi," yang merujuk pada kegiatan memindahkan sesuatu, baik orang maupun barang, dari satu tempat ke tempat lain dengan atau tanpa sarana. Oleh karena itu, moda transportasi dapat diartikan sebagai jenis atau bentuk angkutan yang digunakan untuk memindahkan orang atau barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Pemilihan moda transportasi dalam pendistribusian barang dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain kondisi geografis,
kapasitas barang, frekuensi pengiriman, biaya yang dikeluarkan, availabilitas atau kesempatan untuk menggunakan moda transportasi tersebut, kualitas pelayanan, dan reliabilitas, yang mencakup waktu pengiriman, variabilitas, reputasi, dan lain- lain. Dalam transportasi distribusi, moda dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti kereta api, jalan raya, air, udara, dan pipa. Pertimbangan ekonomis juga sangat penting dalam memilih moda transportasi terbaik untuk mengirim barang, yang mencakup jarak, volume atau berat, kepadatan, dan bentuk barang.
Pemilihan moda adalah aspek penting dalam transportasi distribusi, berfungsi sebagai langkah keputusan dalam perencanaan dan operasional rantai pasok. Proses ini berguna untuk memilih transportasi yang efektif, aman, dan terjangkau. Pemilihan moda transportasi merupakan keputusan operasional perusahaan, sementara pemilihan pengangkut yang akan dikontrak adalah keputusan perencanaan. Dalam kedua keputusan tersebut, perusahaan sebagai pengirim atau pemasok harus mempertimbangkan biaya transportasi dan persediaan.
10 2.2 Flowchart
Gambar 2. 6 flowchart
Metode yang digunakan merupakan metode flowchart untuk mengikuti langkah- langkah yang sistematis dalam praktikum, dalam flowchart ini akan dijelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses praktikum Distribution System Design mulai dari tahap awal seperti meng-input data yang diperlukan selama proses praktikum hingga penyusunan laporan.
11 Tabel 2. 1 Penjelasan Flowchart
12
13 BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN 3. 1 Studi kasus
Sebuah perusahaan memiliki pabrik dan gudang yang terletak berjauhan.
Perusahaan tersebut perlu mengirimkan barang dari pabrik ke gudang. Persediaan di pabrik (p) memiliki nilai sebesar Rp 120.000,-/unit, dengan biaya penyimpanan per unit per tahun (Carrying Cost - h) sebesar 20% dari harga barang. Data mengenai biaya transportasi, waktu transit, serta frekuensi pengiriman per tahun tercantum pada Tabel 1. Untuk pengangkutan barang tersebut, tersedia tiga pilihan moda transportasi: kereta api, truk, dan pesawat. Biaya satuan transportasi dari pabrik ke gudang (C), waktu pengiriman (T), serta frekuensi pengiriman per tahun (N) untuk setiap moda juga disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 3. 1 Data Studi Kasus
Jika diestimasikan bahwa untuk setiap hari penghematan waktu pengiriman akan menurunkan rata-rata tingkat inventori (m) dapat dikurangi sebesar 1% dari waktu intransit terlama saat ini yaitu 18 hari, jenis moda transportasi mana yang akan dipilih jika tahun depan barang yang akan dikirim (D) sebesar 800.000 unit?
Tentukanlah biaya angkutan untuk setiap moda angkutan kemudian memilih biaya angkutan yang terkecil sebagai moda yang terpilih, lakukanlah
14 analisis perbandingan dari biaya angkutan setiap moda dan anilisis keunggulan dan kekurangan karakteristik dari setiap moda!
Langkah pertama dalam melakukan perhitungan untuk mencapai output berupa moda transportasi terbaik, data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan sesuai dengan rumus akan dimasukan dalam tabel untuk memudahkan dalam proses perhitungan :
Tabel 3. 2 Data Studi Kasus 2
Data frekuensi pengiriman / Tahun didapatkan melalui nim dari setiap anggota kelompok nim anggota kelompok, dalam laporan ini dikerjakan oleh 2 individu dengan nim yang berbeda yaitu :
Tabel 3. 3 Nim Anggota Kelompok
Sehingga dengan mengikuti prosedur yang telah ditentukan akan menghasilkan frekuensi pengiriman dari NIM anggota kelompok berupa :
Tabel 3. 4 Menentukan Frekuensi
Setalah frekuensi pengiriman /tahun didapatkan maka langkah selanjutnya adalah meng-input seluruh data yang telah didapat sebelumnya kedalam bentuk tabel, maka didapatkan tabel berupa :
15 Tabel 3. 5 Keterangan Data
3. 2 Menghitung Biaya Transportasi
Langkah selanjutnya adalah menghitung biaya Transportasi, biaya Transportasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain, untuk menentukan biaya transportasi itu sendiri memerlukan sebuah formula seperti berikut :
Gambar 3. 1 Rumus Biaya Transportasi Rumus ini memiliki Keterangan sebagai berikut : C = Ongkos satuan angkut
D = Jumlah barang yang dikirim
Ongkos satuan angkut berbeda setiap moda transportasinya dimana dalam studi kasus ini digunakan 3 jenis moda transportasi berikut merupakan ongkos satuan angkut setiap moda dalam bentuk tabel
Tabel 3. 6 Biaya Satuan Angkut
Sedangkan untuk jumlah barang yang dikirimkan dalam studi kasus ini terdapat 800.000 unit yang akan dikirimkan perusahaan dari pabrik ke gudang sehingga jika menggunakan formula ongkos transportasi yang telah dijelaskan sebelumnya maka akan mendapatkan hasil berupa :
16 Tabel 3. 7 Biaya Transportasi
3. 2. 1 Menghitung Biaya Muat
Dalam biaya transportasi terdapat juga biaya yang diperlukan untuk melakukan pemuatan barang ke moda transportasi tersebut, biaya muat transportasi setiap moda memiliki perbedaan, cara untuk menghitung biaya muat adalah dengan mengkalikan biaya muat per/unit dengan jumlah unit yang ingin dimuat, dalam studi kasus ini untuk membandingkan biaya dari seluruh moda maka akan dihitung biaya dari setiap moda maka akan menghasilkan hasil seperti berikut :
Tabel 3. 8 Biaya Muat
3. 2. 2 Menghitung Biaya Bongkar
Dalam biaya transportasi terdapat juga biaya bongkar yang dikeluarkan setiap kali membongkar unit yang di distribusikan dari moda transportasi, setiap moda memiliki biaya yang berbeda, cara menghitung biaya bongkar ini caranya adalah dengan mengkalikan biaya bongkar setiap moda transportasi dengan unit yang ingin didistribusikan sehingga menghasilkan hasil berupa berikut :
Tabel 3. 9 Biaya Bongkar
3. 3 Menghitung Biaya Inventori
Biaya inventori merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menyimpan barang yang telah diproduksi maupun barang yang telah dibeli oleh perusahaan untuk dijadikan bahan baku, biaya inventori sendiri terdiri dari 3 biaya yaitu biaya inventori di pabrik, dalam transit dan juga di gudang,
17 3. 3. 1 Menghitung Biaya Inventori Pabrik
Biaya inventori pabrik berbeda setiap moda transportasi yang digunakan, sehingga diperlukan untuk menghitung seluruh moda transportasi yang akan digunakan, untuk menghitungnya digunakan rumus sebagai berikut :
Gambar 3. 2 Rumus Biaya Inventori pabrik Dengan keterangan sebagai berikut :
h = carrying cost
p = harga produk di pabrik D = jumlah barang yang dikirim
N = frekuensi pengiriman tiap moda per tahun
Setelah melakukan perhitungan biaya inventori pabrik dengan menggunakan rumus sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya terhadap 3 moda transportasi yang akan digunakan, maka akan mendapatkan hasil berupa tabel sebagai berikut :
Tabel 3. 10 Biaya Inventori Pabrik
3. 3. 2 Biaya Inventori In-Transit
biaya inventori in-transit berbeda setiap moda transportasi yang digunakan, sehingga diperlakukan perhitungan untuk seluruh moda yang akan diguankan, untuk menghitungnya digunakan rumus sebagai berikut :
Gambar 3. 3 Rumus Biaya Inventori Transit Dengan keterangan sebagai berikut :
18 h = carrying cost )
p = harga produk di pabrik D = jumlah barang yang dikirim T = waktu pengiriman
Setelah melakukan perhitungan untuk 3 moda transportasi yang akan digunakan menggunakan rumus inventori in transit maka didapatkan hasil nerupa tabel sebagai berikut :
Tabel 3. 11 Biaya Inventori Transit
3. 3. 3 biaya inventori gudang
Biaya inventori gudang berbeda setiap moda transportasi yang digunakan, sehingga diperlukan untuk menghitung seluruh moda transportasi yang akan digunakan, untuk menghitungnya digunakan rumus sebagai berikut :
Gambar 3. 4 Rumus Biaya Inventori Gudang Dengan keteranagn sebagai berikut :
h = carrying cost )
p = harga produk di pabrik D = jumlah barang yang dikirim m = rata-rata tingkat inventori n = penghematan
C = Ongkos satuan angkut
Setelah melakukan perhitungan biaya inventori gudang dengan menggunakan rumus sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya terhadap 3
19 moda transportasi yang akan digunakan maka akan mendapatkan hasil berupa tabel sebagai berikut :
Tabel 3. 12 Biaya Inventori Gudang
3. 4 Menghitung Total Biaya
Setelah mendapatkan seluruh data perhitungan untuk biaya transportasi, biaya bongkar, biaya muat dan juga biaya inventori gudang, inventori in-transit dan biaya inventori pabrik, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan seluruh biaya yang telah didapatkan untuk mengetahui moda transportasi mana yang biaya termurah.
3. 4. 1 Total Biaya Transportasi
Total biaya transportasi yang didapatkan dari penjumlahan dari biaya transportasi, biaya muat dan biaya bongkar terhadap seluruh moda transportasi yang akan digunakan maka hasil berupa tabel yang didapatkan adalah sebagai berikut
Tabel 3. 13 Total Biaya Transportasi
3. 4. 2 Total Biaya Inventori
Total biaya inventori adalah jumlah biaya yang didapatkan setelah melakukan penjumlahan dari biaya inventori gudang, inventori in-transit dan biaya inventori pabrik, sehingga hasil yang didapatkan dari penjumlahannya per-moda transportasi adalah sebagai berikut
Tabel 3. 14 Total Biaya Inventori
20 3. 4. 3 total biaya keseluruhan
Total biaya keseluruhan adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memindahkan barang dari pabrik ke gudang dengan menjumlahkan total dari biaya yang akan dikelurakan untuk transportasi, biaya bongkar, biaya muat dan biaya inventori yang meliputi inventori gudang, inventori in transit dan inventori pabrik, dengan menjumlahkan seluruh biaya tersebut maka akan didapatkan hasil berupa tabel total biaya keseluruhan sebagai berikut :
Tabel 3. 15 Total Biaya Keseluruhan
Berikut merupakan data berupa soft file untuk menghitung keseluruhan biaya yang dibutuhkan :
https://1drv.ms/x/c/e9d8dfd1ec1acb65/EYDXfqZLT6BIlOpd42O3_BgB8 VN7MBkEX0Sq9AxOXAY8bw?e=Iv6RJhttps://docs.google.com/spreadsheets/d/
12SsuT5VYqViJ4EcT4BFwAHVd4cTrOHzKvhTbLODsxZE/edit?usp=sharingX https://docs.google.com/spreadhttps://docs.google.com/spreadsheets/d/12S suT5VYqViJ4EcT4BFwAHVd4cTrOHzKvhTbLODsxZE/edit?usp=sharingsheets /d/12SsuT5VYqViJ4EcT4BFwAHVd4cTrOHzKvhTbLODsxZE/edit?usp=sharin g
21 BAB IV
ANALISIS
Setelah melakukan seluruh perhitungan yang diperlukan untuk menganalisis moda transportasi mana yang paling murah untuk melakukan pemindahan barang sebanyak 800.000 unit dari pabrik menuju gudang maka akan dilakukan perbandingan antar moda moda transportasi yang ada untuk menentukan moda transportasi mana yang paling murah, berikut merupakan tabel perbandingan antar moda transportasi dan biaya yang dikeluarkannya
Tabel 4. 1 Perbandingan Biaya Total
Dalam tabel tersebut dikatakan bahwasanya total biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan 800.000 unit barang dari pabrik menuju gudang berbeda setiap modanya, hasil ini didapat setelah melakukan perhitungan terhadap seluruh biaya yang akan dikeluarkan mulai dari inventori di pabrik, transit dan juga gudang hingga biaya perjalanan transportasi meliputi biaya bongkar dan biaya muat unit ke dalam moda yang digunakan.
Dalam tabel 4. 1 dikatakan bahwasanya total biaya yang digunakan untuk melakukan transportasi barang menggunakan moda kereta api adalah Rp34.794.040.326 (tiga puluh empat miliar, tujuh ratus sembilan puluh empat juta, empat puluh ribu dan tiga ratus dua puluh enam rupiah), sedangkan untuk moda transportasi truk biaya yang dikeluarkan adalah Rp15.674.362.824 (lima belas miliar, enam ratus tujuh puluh empat juta, tiga ratus enam puluh dua ribu dan delapan ratus dua puluh empat rupiah), untuk pesawat terbang total biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan transportasi 800.000 unit barang adalah Rp65.820.018.163 (enam puluh lima miliar, delapan ratus dua puluh juta, delaban belas ribu dan seratus enam puluh tiga rupiah).
Diketahui bahwasanya dalam data yang terdapat dalam tabel truk memiliki jumlah total biaya terendah dengan total biaya adalah Rp15.674.362.824 (lima belas miliar, enam ratus tujuh puluh empat juta, tiga ratus enam puluh dua ribu dan
22 delapan ratus dua puluh empat rupiah), truk memiliki kelebihan lebih hemat biaya yang perlu dikeluarkan dari pada moda pesawat dan kereta api, dengan memilih moda truk sebagai moda transportasi pengiriman maka akan menghemat biaya yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp19.119.677.502 (sembilan belas miliar, seratus sembilan belas juta, enam ratus tujuh puluh tujuh ribu dan lima ratus dua rupiah) dari pada kereta api, sedangkan untuk pesawat perusahaan menghemat Rp50.145.655.339 (lima puluh miliar, seratus empat puluh lima juta, enam ratus lima puluh lima ribu dan tiga ratus tiga puluh sembilan rupiah), truk juga diketahui sebagai moda transportasi yang memiliki banyak kelebihan, diantaranya adalah :
1. Kapasitas Angkut Besar: Truk mampu mengangkut barang dalam jumlah besar, sehingga efisien untuk distribusi massal.
2. Fleksibilitas: Truk dapat menavigasi berbagai jenis jalan dan akses yang mungkin tidak tersedia untuk moda transportasi lain.
3. Mobilitas dan Aksesibilitas: Truk dapat mencapai lokasi yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain, memungkinkan distribusi ke daerah terpencil.
4. Efisiensi Biaya: Dengan biaya operasional yang relatif terjangkau, truk sering kali lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi lainnya.
5. Fleksibilitas Waktu: Truk dapat menyesuaikan jadwal pengiriman sesuai kebutuhan, memberikan fleksibilitas dalam operasional logistik.
Dengan berbagai kelebihan di atas truk memiliki banyak kelebihan dari pada moda transportasi lainnya, sehingga untuk studi kasus ini truk adalah pilihan paling tepat dengan biaya total paling murah dibanding dengan moda transportasi lainnya untuk mengangkut 800.000 unit produk perusahaan dari pabrik menuju gudang perusahaan dengan waktu pengiriman 7 hari dengan frekuensi pengiriman sebanyak 181 pengiriman per-tahunnya.
23 BAB V
KESIMPULAN
Dalam menentukan moda transportasi terbaik yang dapat digunakan perusahaan atau pihak yang ingin mentranspor barangnya dibutuhkan data yang dihasilkan dari hasil perhitungan dengan menghitung seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk mentransporkan barang, seperti biaya transportasi, biaya bongkar dan biaya muat, juga biaya untuk inventori meliputi inventori di gudang, transit dan juga pabrik, sehingga menghasilkan sebuah tabel perbandingan untuk membandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendistribusikan barang tersebut per modanya, sehingga dapat dipilih moda transportasi termurah dalam mentrasnportasikan barang tersebut.
Dalam studi kasus yang sudah dikerjakan, terdapat 3 moda transportasi yang dianalisis yaitu truk, pesawat, dan kereta api, dari analisis ketiga moda transportasi tersebut diketahui bahwa moda transportasi truk lah yang paling efisien, mengapa?
Dikarenakan dalam total biaya, moda transportasi truk merupakan moda yang memakan biaya paling kecil, pesawat terbang dapat mengantar barang ke tujuan dengan waktu yang jauh lebih cepat namun memakan biaya yang lebih besar dibandingkan truk dengan selisih sebesar Rp. 50.145.655.339, kereta api tidak menjadi moda transportasi terbaik juga dikarenakan memakan waktu yang lebih panjang dibanding truk dan memakan biaya yang lebih besar juga dengan selisih sebesar Rp. 19.119.677.502.
Dengan pertimbangan-pertimbangan diatas lah yang membuat truk menjadi moda transportasi yang paling efisien dibanding moda transportasi lainnya bagi perusahaan.
24 DAFTAR PUSTAKA
Lestari, F., & Aldino, A. A. (2020). Pemilihan Moda Dan Preferensi Angkutan Umum Khusus Perempuan Di Kota Bandar Lampung. Jurnal Teknik Sipil:
Rancang Bangun, 6(2), 57-62.
Tamin, Ofyar Z. (2008). “Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi”.
Penerbit ITB. Bandung.
Kamaluddin. (2003). “Ekonomi Transportasi”. Ghalia Indonesia Jakarta.
25