PENANGANAN PELANGGARAN Pilkada 2024
Muh Ikhwanudin Alfianto
Surabaya, 13 Agustus 2024
Tahapan Perubahan UU Pilkada
UU 6 / 2020 UU No 10 / 2016 UU No 8 / 2015
UU No 1/ 2015
Perubahan ke 3 atas UU 1 / 2015
Perubahan ke 2 atas UU 1 / 2015 Perubahan atas UU 1 / 2015
Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota
DASAR HUKUM
PENANGANAN PELANGGARAN PILKADA 2024
PERBAWASLU NO 8/ 2020
TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN PILKADA
PERBAWASLU NO 9 / 2020
TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN ADMINISTRATIF TSM PILKADA
PERATURAN BERSAMA BAWASLU KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG NO 5/ 1/14 2020
TENTANG SENTRA PENEGAKAN HUKUM TERPADU
KAPASITAS PANWASCAM
Skill
Speaking
Matematika
Knowledge
Tupoksi
Teknis Penanganan Pelanggaran
Attitude
Cermat
Fair
PERBEDAAN PENANGANAN PELANGGARAN UU PILKADA - UU PEMILU
NO KETERANGAN UU 10 / 2016 PILKADA UU 7 / 2017 PEMILU
1. PELAPOR WNI (Pemilih Setempat);
Peserta Pemilihan ;
Pemantau Pemilihan;
Dapat didampingi oleh Kuasa.
WNI yang memiliki Hak Pilih ;
Peserta Pemilu; atau
Pemantau Pemilu;
Dapat diwakili oleh Kuasa.
2. BATAS WAKTU PENANGANAN (Di BAWASLU)
3 + 2 Hari Kalender 7 + 7 hari kerja
3. HARI Hari Kalender (00.00-23.59) Hari Kerja (08.00-16.00)
4. SYARAT FORMIL Ada Kesesuaian Td Tangan Pelapor Tdk ada kesesuaian Td Tangan
5. OUPUT ( ADMINISTRASI) Rekomendasi Putusan
6. NAMA FORM Form A1, A2 dst Fomr B1, B2 dst
7. PIDANA Tdk diatur In absentia Diatur In Absentia
8. KOREKSI PUTUSAN - REKOM Tdk diatur Diatur, dst
BAB I BAB II
BAB III BAB
IV BAB V
Ketentuan Umum Laporan
Temuan
Penanganan Pelanggaran Tindak Lanjut PP
BAB VIII BAB IX BAB X
BAB VI BAB
VII
Status Penanganan Pelanggaran Pengawasan Tindak Lanjut Rekom, Pendampingan dan Supervisi
Ketentuan Lain - Lain Ketentuan Peralihan Ketentuan Penutup
PERBAWASLU 8/2020
ttg Penanganan Pelanggaran Pilkada
TEMUAN LAPORAN
SUMBER DUGAAN
PELANG- GARAN
Pelapor ;
WNI Pemilih Setempat
Peserta Pemilihan; atau
Pemantau Pemilihan
Penemu ;
Pengawas Pemilu
Laporan disampikan paling lama 7 (tujuh) hari sejak diketahui
Hasil pengawasan ditetapkan menjadi temuan 7 (tujuh) hari sejak ditemukan
ALUR TEMUAN
DUGAAN PELANGGARAN PEMILIHAN
PENGA- WASAN
Pengawasan dilakukan sesuai
dengan wilayah kerjanya masing-
masing
LHP
Hasil pengawasan dituangkan dalam Form A & dibuat saat pengawasan
dilakukan
PLENO
Jika ada dugaan pelanggaran, maks
7 hari sejak LHP (Form A) dibuat, di-
pleno-kan (jadi temuan atau tidak)
TEMUAN
Jika pleno menetapkan jadi Temuan, selanjutnya
Temuan dituangkan dalam Form Model
A.2
SYARAT FORMAL DAN MATERIEL LAPORAN
FORMAL
MATERIEL
1. Identitas Pelapor -> Tertuang dalam Form Model A.1
2. Identitas Terlapor -> Nama dan Alamat/Domisili tertuang dalam Form Model A.1 3. Penyampaian Laporan tidak melebihi batas waktu -> Mengisi hari dan tanggal
diketahui dalam Form Model A.1
4. Kesesuaian tandatangan Pelapor -> tandatangan Pelapor dalam Form Model A.1 dengan fotokopi KTP/Identitas dari Dinas Kependudukan
1. Uraian Kejadian -> Tertuang dalam Form Model A.1. Uraian peristiwa yang mengandung dugaan pelanggaran pemilihan
2. Waktu dan Tempat Kejadian -> Tertuang dalam Form Model A.1 waktu dan tempat terjadinya dugaan pelanggaran pemilihan
3. Bukti -> dapat berupa surat, rekaman suara, video dll yang menunjukkan atau membuktikan adanya dugaan pelanggaran pemilihan
KA hanya untuk laporan (temuan tidak perlu KA);
KA dilakukan maks 2 hr sejak diterbitkan tanda bukti penyampaian laporan;
Hasil KA diplenokan Pengawas Pemilihan
Nomor KA sama dg nomor Tanda Bukti Penyampaian Laporan
SYARAT FORMAL DAN MATERIEL
JENIS DUGAAN PELANGGARAN
PELIMPAHAN PENANGANAN
PENANGANAN DIHENTIKAN JIKA LAPORAN TELAH SELESAI DITANGANI OLEH
PENGAWAS PEMILIHAN
Penilaian ini menentukan laporan dapat diterima (diregister) atau tidak
Apa menjadi wewenang pengawas pemilihan / tidak & prosedur –jenis
Pelanggaran apa yang sesuai Dilakukan di tempat terjadinya
dugaan pelanggaran
Dihentikan jika peristiwa, terlapor,
& bukti sama dg yg telah ditangani oleh pengawas pemilihan
KAJIAN AWAL (KA)
Formulir Model A.4
INFORMASI AWAL
INFORMASI LISAN / TULISAN DUGAAN PELANGGARAN YANG DISAMPAIKAN
LANGSUNG KE KANTOR PENGAWAS PEMILIHAN INFORMASI DUGAAN PELANGGARAN MELALUI
MEDIA ELEKTRONIK / SOSIAL RESMI PENGAWAS PEMILIHAN
LAPORAN KPD PENGAWAS PEMILIHAN YG BERDASARKAN KAJIAN AWAL TIDAK MEMENUHI SYARAT FORMAL NAMUN
MEMENUHI SYARAT MATERIEL
INFORMASI YANG DIKETAHUI OLEH PENGAWAS PEMILIHAN SAAT
MELAKUKAN PENANGANAN PELANGGARAN
Dituangkan dalam Form A.6
& diplenokan oleh untuk diputuskan ditindaklanjuti
atau tidak
DITINDAKLANJUTI dg PENELUSURAN
Dilakukan paling lama 7 hari sejak pleno penetapan Informasi Awal dilakukan
Hasil penelusuran dituangkan dalam LAPORAN HASIL PENGAWASAN (LHP)
Jika terdapat kebenaran dugaan pelanggaran pemiihan, hasilnya ditetapkan menjadi TEMUAN dalam
pleno, maks 7 hr sejak LHP dibuat
TIDAK
DITINDAKLANJUTI
PENGKAJIAN
DUGAAN pelanggaran
REGISTRASI PENGKAJIAN PLENO
PEMBAHASAN 1 GAKKUMDU
PEMBAHASAN 2 GAKKUMDU
Dapat meminta keterangan dari pihak pelapor, saksi, ahli, terlapor (Klarifikasi/Form A.10);
Menyusun Kajian (Form A.11)
Jika dugaan tindak pidana pemilihan, maks 1x24 jam sejak temuan/laporan diregister, dilakukan
pembahasan 1 untuk :
menemukan peristiwa pidana Pemilihan,
mencari dan mengumpulkan bukti-bukti
menentukan pasal yg akan disangkakan.
Dalam 3+2 hr, dilakukan pembahasan ke-2 berdasarkan kajian yg disusun oleh pengawas pemilihan & Laporan Hasil Penyelidikan polisi.
Untuk menentukan ada-tidaknya dugaan pidana pemilihan berdasarkan 2 alat bukti.
Menentukan dapat / tidaknya diteruskan ke tingkat penyidikan 3 + 2 Hari
VIEDO 1 ;
Penyampaian laporan *
VIEDO 2 ;
Kajian -
Klarifikasi
Pelimpahan & Pengambil-alihan Dugaan Pelanggaran.
Bawaslu RI
Bawaslu Provinsi
Bawaslu kab/kota
Panwascam
Bawaslu RI
Bawaslu Provinsi
Bawaslu kab/kota
Panwascam
Contoh : Pelimpahan sebuah dugaan pelanggaran yang dari atasan untuk diberikan
kepada bawahannya karena hal tertentu
Contoh : Pengambil-alihan sebuah dugaan pelanggaran yang di level bawahannya untuk diambilalih oleh atasannya karena hal tertentu.
Penyelenggara Pemilu yang
berkualitas
Lembaga penegak hukum yang kuat dan berintegritas
Peraturan yang dapat dilaksanakan
Penegakan hukum Pemilu yang
berkeadilan INDIKATOR KEBERHASILAN
PENANGANAN PELANGGARAN
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PENANGANAN PELANGGARAN
KEWENANGAN
SESUAI PROSEDUR PAHAMI TUJUAN
TERTIB ADMINISTRASI
Ketahui wewenang apa yang dimiliki dan ketahui batasnya.
Jangan melampaui kewenangan yang dimiliki.
Dilakukan sesuai dengan prosedur. Jika ada ketentuan yang tidak jelas, konsultasikan dengan lembaga di atasnya secara berjenjang
Tujuan nya adalah mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.
Hindari tindakan yang semata-mata bertujuan ingin menghukum seseorang.
Produk2 PP harus terdokumentasi dg lengkap dan rapi, karena itu merupakan bukti dari pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
BACA DAN PAHAMI KETENTUAN PER-UU-
AN DAN DOKUMEN KASUS
Pengawas harus membaca & memahami ketentuan dan dokumen kasus, agar betul-betul memahami kasus yang ditangani
PENGAWAS PILKADA DALAM PENANGANAN PELANGGARAN
Intervensi politik dalam PP tentu sangat kuat dalam pilkada daripada pemilu.
Maka pengawas pemilihan harus :
1. Menjaga integritas & melakukan penanganan sesuai prosedur.
2. Professional dalam melaksanakan Kewenangan Penanganan Pelanggaran;
3. Selalu berupaya meningkatkan kualitas serta kemampuan diri sebelum menghadapi proses penanganan pelanggaran;
4. Memberikan pelayanan publik terbaik dalam proses
penanganan pelanggaran;
Matur Nuwun