TUGAS PBL KELOMPOK 7
EBD ASSESMENT OCCUPATIONAL CARCINOGEN
Dosen Pengampuh: Dr. Hasnawati Amqam, SKM., M.Sc
OLEH:
1. Nurdianti K062231004
2. Andi Maipadiapati K062231011 3. Rismayanti Hasrum K062231013
MAGISTER KESEHATAN LINGKUNGAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2024
Asbes merupakan istilah umum untuk keluarga mineral silikat berserat dengan struktur kristal yang memukau dunia industri pada tahun 1900an karena karakteristik kimia dan fisiknya yang unik. Selama lebih dari satu abad, bahan ini digunakan di lebih dari 3000 produk berbeda, termasuk bahan konstruksi, bantalan rem, isolasi, tekstil, plastik, kertas, dan banyak lainnya. Konsekuensi kesehatan terkait asbes muncul setelah penggunaannya secara luas. Beban paparan asbes dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kanker paru- paru, hal ini terjadi karena tubuh yang tidak dapat menghancurkan serat asbes yang terhirup.
Dugaan pertama kanker paru-paru terkait asbes dilaporkan oleh Gloyne pada tahun 1935 setelah otopsi terhadap dua perempuan pekerja pabrik tekstil asbes yang ditemukan menderita kanker paru-paru. Penelitian meta-analisis telah menunjukkan bahwa paparan debu asbes meningkatkan kejadian kanker paru pada pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan debu asbes meningkatkan kejadian kanker paru 1.57 kali dibandingkan pekerja yang tidak terpapar debu asbes. Mengingat luasnya penggunaan asbes di Indonesia, maka dari itu perlu dilakukan penyelidikan terhadap beban lingkungan kerja terhadap penyakit kanker paru-paru (Suraya et al., 2020).
Faktor Lingkungan Kerja yang Mempengaruhi Terjadinya Kanker Paru-Paru
1. Paparan Asbes: Paparan asbes di lingkungan kerja atau bangunan yang me62/ngandung asbes dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru, terutama pada pekerja konstruksi, pengelolaan limbah, dan industri yang menggunakan asbes.
2. Paparan Asap Rokok: Merokok merupakan faktor risiko utama untuk kanker paru- paru. Kombinasi paparan asbes yang tinggi dan merokok meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru sebesar 77%. Efek yang sama ditemukan oleh Ngamwong dkk. dalam meta-analisis. Efek gabungan antara merokok dan asbes menunjukkan interaksi aditif dan multiplikatif yang positif (Suraya et al., 2020).
3. Paparan Polusi Udara: Paparan polusi udara dari asap kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran bahan bakar fosil dapat mengandung partikel-partikel berbahaya yang dapat meresap ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Paparan bahan kimia di lingkungan kerja menjadi akar penyakit utama, memicu risiko terjadinya kanker paru-paru. Faktor lingkungan seperti asbes, asap rokok, dan polusi udara turut memperkuat risiko ini karena mengandung zat-zat karsinogenik yang dapat merusak paru-paru dan memicu pertumbuhan sel kanker. Selain itu, faktor kependudukan seperti jenis kelamin dan usia juga memainkan peran penting dalam menentukan kerentanan individu terhadap penyakit ini. Laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru daripada perempuan, dan semakin tua seseorang, semakin besar kemungkinannya untuk menderita penyakit ini. Hasil akhir dari interaksi kompleks antara sumber penyakit, faktor lingkungan, dan faktor kependudukan bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru dapat mengakibatkan kematian jika tidak terdeteksi atau diobati secara efektif. Oleh karena itu, kematian menjadi akibat terberat dari paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dan faktor-faktor lain yang memicu kanker paru-paru.
PERBAIKI ALUR, SUMBER PAPARAN,
INTERPRETASI HASIL DALY, REKOMENDASI KEBIJAKAN APA YG BISA DILAKUKAN Faktor
Lingkungan
Faktor Kependudukan Sumber Penyakit
Kejadian Penyakit Jenis Kelamin
Asbes
Kanker Paru- Paru Paparan Bahan
Kimia di Lingkungan
Kerja
Kematian
Umur Polusi Udara
Paparan Asap Rokok
Perhitungan EBD
Sumber data:(WHO GLOBOCAN: Ferlay et al., 2021)
DALY yang disebabkan oleh paparan Asbes di lingkungan kerja yang menjadi beban penyakit kanker paru-paru Laki-laki: 12% x 663302,18 = 79596,2616
Perempuan: 12% x 205546,36 = 24665,5632
Daftar Pustaka
Ferlay, J., Colombet, M., Soerjomataram, I., Parkin, D. M., Piñeros, M., Znaor, A., & Bray, F. (2021). Cancer statistics for the year 2020: An overview. International Journal of Cancer, 149(4), 778–789. https://doi.org/10.1002/ijc.33588
Suraya, A., Nowak, D., Sulistomo, A. W., Icksan, A. G., Syahruddin, E., Berger, U., & Bose-O’reilly, S. (2020). Asbestos-related lung cancer: A hospital-based case-control study in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(2), 1–10.
https://doi.org/10.3390/ijerph17020591