Fase Jagad Raya Menurut Al-Qur’an
Jagad raya ini adalah sebuah masa atau susunan unsur-unsur yang berada dalam perbentangan. Sehingga alam semesta dalam persfektif Al-Quran dapat dipahami sebagai perbentangan unsur-unsur yang saling mempunyai keterkaitan.
Penciptaan jagat raya, meliputi langit, bumi dan segala isinya, terjadi dalam enam masa. Persoalan ini diungkapkan dalam kitab-kitab suci agama-agama samawi, yaitu Taurat, Injil dan AlQur'an. Sejalan dengan informasi ini, ilmu pengetahuan juga mengungkapkan bahwa jagat raya seperti yang ada saat ini terjadi melalui suatu proses yang amat panjang, yang memungkinkan untuk dikelompokkan menjadi enam masa. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. As-Sajdah (32:4).
ُ ّٰ َﷲ
ْيِذﱠﻟا
َقَﻠ َﺧ
ِت ٰو ٰﻣﱠﺳﻟا
َض ْرَ ْﻻا َو ﺎَﻣ َو
ﺎَﻣُﮭَﻧْﯾَﺑ
ْﻲِﻓ
ِﺔﱠﺗ ِﺳ
ٍمﺎﱠﯾَا ى ٰوَﺗ ْﺳا ﱠمُﺛ
ﻰَﻠَﻋ
ِۗش ْرَﻌْﻟا
ْمُﻛَﻟ ﺎَﻣ
ٖﮫِﻧ ْوُد ْنﱢﻣ
ْنِﻣ ﱟﻲِﻟ ﱠو
َﻻ ﱠو
ٍۗﻊْﯾِﻔَﺷ
َﻼَﻓَا
َن ْوُرﱠﻛَذَﺗَﺗ
Yang artinya “Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa setelah menciptakan semua yang ada, maka Allah juga yang akan selalu melindungi dan menolong para makhluk-Nya. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Dia tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya dalam suatu kesulitan. Karena itu, bila ada makhluk yang mengalami kekurangan atau hal lain, Dia menganjurkan untuk meminta atau memohon kepada-Nya, dan Dia pasti akan mengabulkannya.
Dari salah satu ayat tersebut Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyaamin), selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan (sittati ayyaamin) adalah enam
1
Universitas Indonesia
tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata Ayyamin.
Dengan demikian, terdapat kesesuaian antara informasi Allah SWT dan penjelasan yang diberikan para ilmuwan melalui telaah dan penelitiannya.
Uraian di atas menjelaskan bahwa enam masa itu meliputi penciptaan langit, bumi, dan isinya. Pertanyaannya, apakah langit, bumi, dan segala isinya diciptakan secara bersamaan atau terpisah? Hasil telaah dan penelitian menyimpulkan bahwa proses penciptaan langit dan bumi terjadi secara terpisah. Berikut penjelasan dari masing-masing penciptaan. Penciptaan tujuh langit itu terjadi dalam dua masa. Allah memberikan informasi yang demikian, sebagaimana yang disebutkan dalam QS.
Fussilat ayat 12, yaitu:
ﱠنُﮭﯨ ٰﺿَﻘَﻓ
َﻊ ۡﺑَﺳ
ٍتا َو ٰﻣَﺳ
ِن ۡﯾَﻣ ۡوَﯾ ۡﻰِﻓ ﻰ ٰﺣ ۡوَا َو
ۡﻰِﻓ
ٍءﺂَﻣَﺳ ﱢلُﻛ ﺎَھ َر ۡﻣَا
َز َو ؕ ﺎـﱠﻧـﱠﯾ
َءﺂَﻣﱠﺳﻟا ﺎَﯾ ۡﻧﱡدﻟا
َﺢ ۡﯾِﺑﺎَﺻَﻣِﺑ ﺎًظ ۡﻔِﺣ َو ۖ
ٰذ ؕ
ُر ۡﯾِد ۡﻘَﺗ َكِﻟ
ِز ۡﯾ ِزَﻌ ۡﻟا
ِم ۡﯾِﻠَﻌ ۡﻟا
Yang artinya “lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara.
Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”
Pada hakikatnya, alam semesta haruslah dipahami sebagai wujud dari keberadaan Allah SWT, sebab alam semesta ini dan seluruh isinya serta hukum-hukumnya tidak ada tanpa keberadaan Allah Yang Maha Esa. Segala sesuatu termasuk langit dan bumi merupakan ciptaan Allah Yang Maha Kuasa (Ibrahim,14:11). Antara alam semesta (makhluk) dan Allah mempunyai keterikatan erat, dan bahkan meskipun mempunyai hukumnya sendiri, ciptaan amat bergantung pada pencipta yang tak terhingga dan mutlak.
DAFTAR PUSTAKA
Auliyah, F. P. (2020, Mei 3). ALAM SEMESTA MENURUT PANDANGAN ISLAM. BINUS UNIVERSITY Character Building Development Center.
RI, B. L. (2010). PENCIPTAAN JAGAT RAYA DALAM PERSPEKTF AL-QUR'AN DAN SAINS. Penciptaan Jagat Raya dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains, 30-35.
2
Universitas Indonesia
3
Universitas Indonesia