PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Sedangkan pengertian pendidikan Islam adalah pendidikan dengan landasan filosofi dan tujuan serta teori yang dibangun untuk melaksanakan praktik pendidikan berdasarkan nilai-nilai dasar Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadits. 16 Jadi nilai-nilai pendidikan Islam adalah ciri-ciri atau hal-hal yang melekat pada pendidikan Islam yang dijadikan landasan manusia untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi kepada Allah SWT. Menurut Ahmadi, tujuan pendidikan Islam sejalan dengan pendidikan kehidupan manusia dan perannya sebagai makhluk Allah SWT, yaitu sekedar beribadah kepada-Nya.18. Sedangkan berbuat zalim, berbohong, mudah marah, pendendam, kikir dan curang termasuk dalam akhlak yang buruk.21 Akhlak dalam Islam juga mempunyai ruang lingkup yaitu akhlak manusia terhadap Allah SWT, akhlak manusia terhadap orang lain, dan akhlak manusia terhadap lingkungan. a) Akhlak terhadap Allah SWT.
Berdoa atau memohon kepada Allah SWT sesuai keinginan hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh keikhlasan, yakin doa Anda akan dikabulkan oleh Allah SWT. Ibadah secara sederhana diartikan sebagai kurban, yaitu ibadah manusia kepada Allah SWT sebagai wujud ibadahnya. Ibadah berarti mengabdikan diri kepada Allah SWT. Telah dikatakan sebelumnya bahwa bagi orang (pendeta) yang beriman kepada Allah SWT, nafas dan geraknya serta segala aktivitas yang dilakukannya dimaksudkan sebagai manifestasi Allah SWT. 23.
Jadi apapun amalan yang dilakukan seorang muslim, selama itu baik dan dimaksudkan hanya untuk Allah SWT, maka amalan tersebut patut disembah di mata Allah SWT. Ikatan dalam pengertian ini mengacu pada makna mendasar bahwa manusia telah diikatkan oleh suatu kesepakatan yang kuat untuk menerima dan mengakui keberadaan Sang Pencipta yang mengatur dan mengendalikannya, yaitu Allah SWT.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap gejala-gejala subjek atau objek yang diteliti, baik dalam keadaan nyata maupun dalam situasi khusus yang sengaja dilakukan 45. Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi pasif, hadir namun tidak terlibat. Jadi dalam hal ini peneliti tiba di lokasi kegiatan orang yang diamati, namun tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.46.
Kegiatan proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Jenggawah, tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Jenggawah. Wawancara adalah proses tanya jawab penelitian lisan di mana dua orang atau lebih bertemu secara tatap muka. Teknik dokumenter merupakan teknik pengumpulan data yang tidak ditujukan secara langsung kepada subjek penelitian, melainkan melalui dokumen.
Serta dokumen atau foto relevan yang diperoleh dari berbagai sumber yang diakui keabsahannya untuk memperkuat analisis fokus penelitian.
Analisis Data
Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Penyajian data memudahkan untuk memahami apa yang akan terjadi dan merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Temuannya dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya redup atau gelap, sehingga menjadi jelas setelah diperiksa.
Keabsahan Data
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari sumber yang berbeda.52 Sedangkan triangulasi teknis adalah penggunaan berbagai teknik pengungkapan data yang dilakukan terhadap sumber data.53. Maka setelah menganalisis data, peneliti kemudian melakukan uji keabsahan dan kredibilitas data dengan menggunakan triangulasi sumber yaitu memeriksa dan membuktikan apakah data yang diperoleh dari lapangan sesuai dengan fakta yang ada atau tidak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan berbagai sumber termasuk sumber data, baik primer maupun sekunder. Sumber data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari aslinya berupa wawancara, pendapat individu atau kelompok, atau hasil observasi terhadap suatu objek, peristiwa, atau hasil tes.
Peneliti harus mengumpulkan data dengan cara menjawab pertanyaan penelitian (metode survei) atau objek penelitian (metode observasi), sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui perantara atau tidak langsung berupa buku, catatan bukti-bukti yang ada. Selain itu, peneliti dalam penelitian ini juga menggunakan teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data yang diperoleh dari lapangan. Jika ternyata diperoleh situasi atau data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap benar.
Tahap-Tahap Penelitian
Penyajian data beserta analisis data merupakan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Jenggawah. Hal di atas menginspirasi peneliti untuk melakukan penelitian dan ingin melakukan analisis lebih mendalam mengenai internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Observasi penelitian dilakukan untuk memperoleh data terkait internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah.
Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam aspek moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018. Sikap toleransi di SMP Negeri 1 Jenggawah sangat penting dari segi moral karena saling menghormati satu sama lain. Inilah bentuk toleransi yang ditunjukkan siswa SMP Negeri 1 Jenggawah.
Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada aspek ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018. Berdasarkan uraian di atas maka ibadah dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam sangat penting untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Santunan anak yatim piatu ini diikuti oleh siswi muslim dan non muslim SMP Negeri 1 Jenggawah.66.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, maka dapat dianalisis bahwa internalisasi pendidikan agama Islam ditinjau dari ibadah di SMP Negeri 1 Jenggawah dilaksanakan dengan sholat zuhur, sholat zuhur, istighosah berjamaah, sholat jumat dan santunan. anak yatim piatu. . Sesuai dengan teori yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam aspek moral adalah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018 dengan mengucapkan salam. satu sama lain dan bersikap hormat antar sahabat dan saling menghormati teman yang lain serta menghargai perbedaan agama yang ada disekitar kita. Berdasarkan temuan, internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam hal ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018 dilakukan dengan salat zuhur berjamaah. salat zuhur, istighosah berjamaah, salat jum'at dan santunan anak yatim.
Sesuai dengan teori yang diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam bidang ibadah harus menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018. . dilaksanakan dengan salat ashar berjamaah, salat ashar, istighosah berjamaah, salat jum'at dan sedekah anak yatim. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam bidang ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018 dilakukan dengan salat zuhur berjamaah, salat zuhur dan istighosah berjamaah. , Sholat Jumat dan santunan anak yatim. Bagaimana internalisasi pendidikan agama Islam pada aspek moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah-Jember Tahun 2017/2018.
Bagaimana internalisasi pendidikan agama Islam pada aspek ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah-Jember Tahun 2017/2018. “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Oleh Guru PAI Untuk Menumbuhkan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama Di SMP Negeri 1 Jenggawah”. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam oleh guru PAI untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017-2018.
Atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Oleh Guru PAI Untuk Pembinaan Hubungan Toleran Antar Umat Beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah-Jember Tahun 2017/Tahun Pelajaran 2018” .