• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Muhammad Yusuf Abdillah

Academic year: 2023

Membagikan "PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Dosen Pengampu:

Dr. H. Mulyana Abdullah, M.Pd.I.

Oleh:

MUHAMMAD YUSUF ABDILLAH 2202384

KELAS PJKR A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Makalah Pandangan Islam Terhadap Berolahraga ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Maksud dan tujuan penyusunan ini adalah untuk melengkapi tugas dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam.

Adapun penyusunan Makalah Pandangan Islam Terhadap Berolahraga ini berdasarkan pembelajaran yang dilakukan secara mandiri. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada umumnya.

Bandung, 14 Desember 2022

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...II DAFTAR ISI...III

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 LATAR BELAKANG...1

1.2 RUMUSAN MASALAH...2

1.3 TUJUAN PENULISAN...2

BAB II...3

PEMBAHASAN...3

2.1 PENGERTIAN OLAHRAGA...3

2.2 OLAHRAGA MENURUT PANDANGAN AGAMA ISLAM...5

2.3 SEJARAH OLAHRAGADIMASA KERAJAANDAN KEBUDAYAAN ISLAM...16

2.4 MANFAAT OLAHRAGA DALAM AGAMA...17

2.5 PRODAN KONTRA OLAHRAGA DALAM ISLAM...17

2.6 OLAHRAGAYANGDIANJURKAN RASULULLAH...18

BAB III...21

PENUTUP...21

3.1 KESIMPULAN...21

3.2 SARAN...21

DAFTAR PUSTAKA...22

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting untuk mempertahankan metabolisme tubuh. Tak hanya berguna untuk metabolisme tubuh, akan tetapi olahraga juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan hidup seseorang secara keseluruhan. Kegiatan yang dilakukan dalam berolahraga juga bisa menggiatkan serta mempengaruhi fungsi kelenjar dalam tubuh guna memproduksi sistem kekebalan tubuh. Oleh karenanya, sangat dianjurkan kepada setiap orang untuk melakukan kegiatan olahraga secara rutin dan terstruktur dengan baik.

Kegiatan olahraga dimaksudkan untuk membentuk karakter seseorang agar sehat jasmani dan rohani, serta menumbuhkan rasa sportivitas. Berlaku pula dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan ditekankan untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, sportivitas, spiritual, dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang (Sendang Sri, 2019).

Selain dari berguna bagi pertumbuhan kepada perkembangan jasmani manusia, juga memberi pengaruh kepada perkembangan rohaninya, pengaruh tersebut dapat memberikan efesiensi kerja terhadap alat-alat tubuh,supaya peredaran darah, pernafasan dan pencernaan menjadi teratur, sehingga melahirkan tubuh yang kuat dalam melaksakan perintah agama seperti sholat, puasa, haji dan ibadah yang lain yang banyak membutuhkan fisik yang kuat lagi sehat.

Agama islam memiliki keunggulan dan perbedaan yang sangat besar dengan agama- agama lain yang ada di muka bumi ini. Agama islam sendiri merupakan agama yang sangat sempurna karena tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan pencipta-Nya saja, namun agama Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas dan logis.

(5)

Salah satu kelebihan agama Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah olahraga menurut pandangan agama Islam karena seolah-olah ada kesan yang menyatakan bahwa agama Islam “tidak membolehkan” olahraga sehingga ada beberapa Negara yang berpenduduk mayoritas muslim, tidak mau melakukan olahraga dan bahkan tidak memiliki prestasi yang menonjol dalam bidang olahraga, padahal pemahaman itu bukanlah yang sesungguhnya.

Dalam buku karya Adnan Hasan Shalih Baharits yang berjudul Mendidik Anak Laki-laki diantara jenis olahraga yang diperbolehkan meliputi lari, berenang, memanah, dan jenis olahraga yang selama diperbolehkan oleh syariat dan mencegah dari yang dimakruhkan, bahkan diharamkan. Sedangkan jenis olahraga atau permainan yang dilarang yaitu olahraga yang mengandung unsur kekerasan atau kebuasan yang berisiko mencederai lawan seperti halnya olahraga tinju. Dengan demikian, olahraga diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat islam. Oleh sebab itu, olahraga yang dapat mengakhirkan waktu shalat, yang menyakitkan, dan merusak tubuh atau yang sejenisnya dihukumi makruh atau bahkan diharamkan (Adnan, 2007).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan olahraga?

2. Bagaimana olahraga menurut islam?

3. Apa saja manfaat olahraga dalam islam?

4. Bagaimana sejarah olahraga pada masa kerajaan islam dan kebudayaan islam?

5. Bagaiamana pendapat pro dan kontra olahraga dalam islam?

6. Apa saja olahraga yang dianjurkan Rasulullah?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan olahraga 2. Mengetahui bagaimana olahraga menurut islam 3. Mengetahui apa saja manfaat olahraga dalam islam

(6)

4. Mengetahui sejarah olahraga pada masa kerajaan islam dan kebudayaan islam

5. Mengetahui bagaiamana pendapat pro dan kontra olahraga dalam islam 6. Mengetahui apa saja olahraga yang dianjurkan Rasulullah

(7)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Olahraga

Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang setelah olahraga. “Olahraga”

datang dari bhs Prancis Kuno desport yang bermakna “kesenangan”, serta pengertian berbahasa Inggris tertua ditemukan seputar th. 1300 yakni “segala hal yang mengasyikkan serta menghibur untuk manusia”.

Dewan Eropa mengartikan olahraga sebagai “aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan dalam waktu luang, Edward (1973) Olahraga harus spontan dari konsep bermain, games, dan sport, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur), menurut Santosa Giriwijoyo (2012) mengatakan olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (yang berarti mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (yang berarti meningkatkan kualitas hidup).

Yudi Hendrayana (2007) mengatakan olah raga adalah suatu bentuk bermain yang melibatkan fisik sebagai media, dapat dilakukan dengan alat atau tanpa alat serta

dilakukan dengan sungguh-sungguh, terorganisir dan besifat kompetitif.

Menurut Suryanto Rukmono, S. Si. Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani, lain lagi dengan Seno Gumira Ajidarma bahwa olahraga adalah sarana kompetisi untuk menjadi nomer satu., Jessica Dolland menyebutkan olahraga sebagai pereda stress yang sangat baik.

Olahraga dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dengan cara meredakan ketegangan otot tubuh. Hans Tandra mengatakan olahraga adalah gerakan tubuh yang berirama dan teratur untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran.

(8)

Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi- potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dan dapat dilakukan setiap hari.

Manfaat olahraga bagi tubuh manusia dapat membantu melindungi dari penyakit seperti stroke, jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, osteoporosis, nyeri punggung, dan dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stress selain dari manfaat yang telah di sebutkan di atas, olahraga juga bisa membentuk otot- otot yang ada di dalam tubuh manusia baik yang menginginkan bentuk tubuh yang berotot juga bisa menjaga stamina tubuh agar selalu fit.

Keterlibatan olahraga dalam kehidupan manusia terjadi sekitar 3000 tahun yang lalu. Pada masa itu, olahraga digunakan sebagai pendukung latihan bagi para prajurit untuk persiapan perang. Beberapa cabang olahraga seperti lempar lembing, dan lempar cakram yang merupakan adaptasi olahraga pada zaman dulu.

Seiring berjalannya waktu, olahraga mengalami perkembangan dan membentuk berbagai macam jenis olahraga. Monumen Pharaoh yang terletak di Mesir, menunjukkan berkembangan olahraga pada cabang lari yang direpresentasikan oleh Zoser berpartisipasi dalam perlombaan lari saat festival. Olimpiade olahraga pertama dilaksanakan pada 776 Sebelum Masehi (SM) oleh Yunani kuno. Pada saat itu, olimpiade hanya

(9)

dapat diikuti oleh laki-laki Yunani saja khususnya yang bebas dari perbudakan. Pada tahun 1896, olimpiade modern pertama diselenggarakan di Athena, Yunani dibawah kepemimpinan Pierre de Coubertin.

2.2 Olahraga Menurut Pandangan Agama Islam

Agama Islam dan olahraga memiliki korelasi atau hubungan dikarenakan setiap olahraga selalu mengedepankan sportifitas yang tak lain sangat berhubungan erat dengan kejujuran, kejujuran sangat perlu ditanamkan dalam setiap insan olahraga demi menjaga citra sportif dalam setiap pertandingan, kedisiplinan, lapang dada atau menerima kekalahan, dan bahkan dalam olahraga mengandung nilai spiritual misalanya berdoa sebelum bertanding atau bersyukur ketikan mendapatkan kemenangan.

Olahraga juga sangat memperhatiakan waktu atau disiplin sebagaima dalam islam juga sangat menghargai waktu atau mengajarkan untuk menfaatkan sebaik mungkin, dalam olahraga misalkan sepak bola atau cabang olhraga lain sudah diatur semua waktunya, begitu juga dalam islam misalkan dalam hal ibadah shalat yang dimana waktunya sudah ditentukan oleh agama itu sendiri

Olahraga juga mengharuskan pada manusianya untuk bertakwa dan beriman dikarenakan semua kegiatan olahraga terutama dicabang-cabang tertentu memerlukan kejujuran, selain kejujuran diperlukan juga rasa tanggung jawab dalam setiap hal. Olahraga berkaitan juga dengan ibadah karena kita berolahraga agar badan sehat dan jika badan sehat kita dapat menjalankan ibadah dengan baik, sehingga kita tidak hanya memikirkan keadaan jasmaniah saja tetapi juga rohaniah seperti kata orang bijak

mensana in corporesano” artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Ada paradikma atau berpikir seseorang bahwa agama Islam

“mengharamkan” olahraga sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga. Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Nabi Muhammad saw, menurut sebuah hadis

(10)

riwayat Imam Bukhari, menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu menguasai bidang-bidang olahraga. Terutama berkuda, berenang, dan memanah. Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad saw itu, dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman sekarang.

Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportifitas, dan kompetisi.

Dunia olahraga adalah dunia yang penuh dengan sensasi dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/dibolehkan selama tidak disertai perkara- perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletakkan rambu- rambu dan kaidah- kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syariat.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olahraga/ lomba- lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah- kaidah tersebut adalah :

 PERTAMA : UNTUK MENCARI RIDHO ALLOH

Setiap muslim harus selalu mencari ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap aktivitasnya. Dalam berolahraga pun ridho Alloh harus dijadikan tujuan, dan itulah tujuan diciptakannya manusia.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan Aku tidak inenciptakan jin dari manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56)

Termasuk kesalahpahaman sebagian orang yang mengatakan bahwa ibadah hanya sholat, zakat, dan semisalnya, sedang olahraga tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah (agama). Padahal, Islam menjadikan perkara-perkara mubah sebagai ibadah yang berpahala, seperti tersenyum kepada sesama muslim, seorang suami mengumpuli istrinya, seorang suami memberi makan istri,, seorang yang menanam benih, dan semisalnya.

Olahraga yang dilakukan seorang muslim tidak akan sia-sia bahkan berbuah pahala jika diniatkan untuk mencari pahala dari Alloh dan untuk

(11)

kemaslahatan dirinya, agamanya, dan kaum muslimin secara umum. Akan tetapi, jika tidak diniatkan demikian, maka akan menjadi bumerang baginya dan dia akan sulit melepaskannya.

 KEDUA : UNTUK MEMBELA AGAMA DAN KEBENARAN

Berkata Syaikh Abu Bakr al-Jaza’iri rahimahullah “Sesungguhnya tujuan semua jenis olahraga yang dikenal dalam Islam adalah dimaksudkan menjadi sebuah alas menegakkan dan membela kebenaran. Bukanlah tujuan olahraga itu hanya mendapat harta melimpah, ketenaran, atau hal yang serupa seperti berbangga diri dan (akhirnya) menjadi manusia yang rusak di muka bumi sebagaimana kondisi kebanyakan mereka saat ini.”

Barang siapa tidak memahami hal ini, maka dia akan terjatuh kepada salah satu tujuan yang tidak dibenarkan dalam berolahraga.

 KETIGA : MELATIH KEKUATAN, KEMAHIRAN, DAN KEBERANIAN

Kebenaran akan terwujud sempurna dengan ilmu dan kekuatan, ilmu bermanfaat bagi para pencari kebenaran, tetapi kekuatan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang menentang, oleh karena itu Rosululloh Shallallahu

‘alaihi wa sallam mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada umatnya dan menyiapkan kekuatan yang bermanfaat pula bagi tegaknya agama, dan di antara bentuk persiapan kekuatan tersebut beliau memerintahkan kaum muslimin berlatih jenis-jenis olahraga yang bermanfaat untuk menguatkan badan, dan melatih keberanian, demikianlah Alloh memerintahkan kaum muslimin untuk mempersiapkan kekuatan yang bermanfaat bagi diri-diri mereka, agama dan kaum muslimin secara rutin, dalam firman-Nya :

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. (QS. Al-Anfal [8] : 60)

Oleh karena maksud ini, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam me- ngizinkan para lelaki Habasyah bermain tombak dalam masjid beliau, bahkan mengizinkan Aisyah radhiyallahu ‘anha melihat mereka.

(12)

 KEEMPAT : TIDAK MENGHABISKAN SEMUA WAKTUNYA UNTUK OLAHRAGA

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu mempunyai hak atasmu, maka berikan hak masing-masing kepada pemiliknya.” (HR. al-Bukhori : 1832)

Seorang muslim boleh bersantai, berolahraga, dan menghibur dirinya dengan perkara-perkara yang halal walaupun kurang bermanfaat. Hanya, yang menjadi masalah jika seorang muslim menjadikan kebanyakan atau semua waktunya untuk olahraga atau perkara-perkara yang tidak bermanfaat, sehingga hidupnya menjadi sia-sia, penuh dengan permainan, dan pada akhimya menghalangi dirinya untuk melaksanakan kewajiban syariat dan melanggar larangan-larangan-Nya.

Sungguh menyesal manusia yang lalai akan kampung akhirat, padahal dunia dan seisinya jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal tidak ada artinya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Dunia ini dibandingkan dengan akhirat hanya gambarannya seperti seseorang yang mencelupkan satu jarinya ke lautan, maka hendaknya ia melihat apa yang ia akan bawa kembali.” (HR. Muslim : 5101)

Dan termasuk perangkap bagi manusia, setan selalu menghiasi dunia dengan berbagai cara supaya mereka tenggelam dalam kenikmatan dunia yang sekejap dan lalai dengan kampung akhirat. Setan membisikkan kepada mereka bahwa olahraga adalah perkara paling penting bagi manusia, lalu manusia menjadi sibuk memikirkan olahraga, ingin mengetahui kabar terbarunya, membicarakan bintang-bintangnya secara detail, tanpa memperhatikan agama dan akhlak mereka.[8]

 KELIMA : TIDAK FANATIK GOLONGAN DAN MEMBABI BUTA Fanatik kepada kebenaran adalah baik dan bermanfaat, bahkan itulah istiqomah di atas agama. Akan tetapi, fanatik kepada suatu kelompok tertentu, seperti kepada suatu perkumpulan olahraga baik sepakbola atau lainnya, berarti berpegang teguh dengannya, saling menolong, dan rela mati

(13)

demi membela serta memperjuangkannya baik dalam kebenaran atau kebatilan inilah yang dilarang dalam Islam.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

(QS. Al-Ma’idah [5] : 2).

Jika yang terjadi adalah fanatik golongan, seperti yang banyak terjadi baik dari sesama pemain atau sesama supporter, berupa saling mencela, menghina, saling memukul, bermusuhan, bahkan saling membunuh karena bukan dari kelompoknya, kematian seperti ini adalah kematian jahiliah, dan olahraga yang disertai perkara semacam ini menjadi Karam.

 KEENAM : TIDAK BERCAMPUR DENGAN LAWAN JENIS TANPA BATAS

Wanita adalah aurat yang harus dijaga, tidak boleh ditampakkan kepada selain mahromnya. Pada dasarnya wanita harus tinggal di rumah-nya dan tidak keluar kecuali jika ada suatu hajat atau kebutuhan. Oleh karenanya, dalam urusan ibadah pun wanita lebih baik beribadah di rumahnya daripada masjid-masjid kaum muslimin, sebagaimana sabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Janganlah kamu mencegah kaum wanitamu dari masjid-masjid Alloh, tetapi rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud : 576, dan dishohihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Shohihah : 1396)

Jika wanita lebih baik di rumah dalam urusan ibadah, bagaimana kiranya urusan selain ibadah? Dan bagaimana kiranya lagi urusan olahraga?

Maka jawabnya tentu di rumah jauh lebih baik lagi.

Jika wanita terbiasa keluar rumah, maka terjadilah campur baur wanita dengan laki-laki tanpa batas, dan terjadilah banyak kerusakan/ fitnah, disebabkan sebagian kaum wanita telah menyelisihi fitrahnya. Oleh karena itu, rusaknya kaum Bani Israil sebab pertama kalinya adalah fitnah wanita.

Jika wanita keluar rumah dan bercampur dengan kaum laki-laki tanpa batas, maka terjadilah saling memandang (zina mata), saling berbicara tanpa batas

(14)

(zina mulut), saling bersentuhan (zina tangan) dan akhirnya saling berzina dengan zina yang sesungguhnya.

Islam telah memberi petunjuk agar umatnya tidak jatuh kepada perkara keji ini. Oleh karena itu, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang paling depan dan seburuk-bunik shof laki-laki adalah yang paling belakang, sedangkan sebaik-baik shof kaum wanita adalah yang paling belakang dan seburuk- buruk shof kaum wanita adalah yang paling depan.” kan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menjaga batas antara kaum laki-laki dengan wanita walaupun saat keluar dari tempat sholat, beliau dan para sahabatnya tetap tidak beranjak dari tempat sholatnya, sampai kaum wanita keluar terlebih dahulu supaya tidak bercampur antara laki-laki dan wanita walaupun setelah melaksanakan sholat, sebagaimana dikisahkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha beliau berkata :

“Bahwasanya kaum wanita pada zaman Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka segera bangkit jika setelah selesai sholat, lalu Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat laki-laki tetap tidak beranjak (dari tempat sholatnya), lalu jika Rosululloh SAW mulai bangkit, kaum laki-laki pun juga bangkit.” (HR. al-Bukhori : 866).

 KETUJUH : MENUTUP AURAT

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim laki-laki dan perempuan, seseorang dilarang melihat aurat sesama jenisnya, sebagaimana ia dilarang melihat aurat lawan jenisnya.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seorang laki-laki dilarang melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita dilarang melihat aurat wanita lain.” (HR. Muslim : 512).

Sungguh kita mendapati pada zaman sekarang, banyak kaum muslimin baik laki-laki atau perempuan bermudah-mudahan terhadap auratnya. Mereka menyingkap auratnya baik sengaja atau tidak. Di sisi lain, sebagian besar kaum muslimin tidak menggubrisnya, apalagi mencegahnya.

Dan yang paling mengherankan, ketika ada sebagian muslimah berusaha

(15)

menutup auratnya lebih sempurna, justru mendapat ejekan, cacian, dianggap kuno, dituduh aliran sesat, teroris, dan sebagainya.

Dan sini kita ketahui bahwa olahraga yang mengharuskan pesertanya menampilkan aurat, seperti binaraga dan semisalnya, hukumnya haram.

 KEDELAPAN : MENINGGALKAN ATURAN OLAHRAGA YANG BERTENTANGAN DENGAN ISLAM

Dalam setiap cabang olahraga kalau kita perhatikan, masing-masing ada aturan mainnya. Pada dasarnya aturan yang dibuat dan disepakati tidak bermasalah, tetapi ada sebagian aturan yang bertentangan dengan aturan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Kalau demikian adanya maka seorang muslim dilarang menaati aturan yang dibuat jika bertentangan dengan aturan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai contoh, pertandingan-pertandingan yang membolehkan pukulan ke arah wajah atau anggota tubuh yang berbahaya, lomba renang dengan membuka sebagian aurat, binaraga dengan menampakkan auratnya, pertandingan campuran antara laki-laki dengan wanita, atau yang semisalnya, semuanya diharamkan sebab aturannya bertentangan dengan aturan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Al-Imam asy-Syafi’I rahimahullah berkata, “Para sahabat dan generasi setelah mereka sepakat bahwa jika (seorang muslim) mengetahui sunnah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya, lalu mengikuti pendapat seseorang, tidak pandang siapa pun dia, syariat Islam ini menghukumi semua kaidah-kaidah, aturan-aturan, undang-undang, atau adat-istiadat yang dibuat manusia baik yang bersifat lokal atau internasional, maka wajib setiap muslim untuk merealisasikan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala :

Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku.” (QS. Az-Zumar [39] : 13).

 KESEMBILAN : TETAP MENUNAIKAN KEWAJIBAN AGAMANYA

(16)

Olahraga bukanlah tugas manusia, tetapi manusia ditugasi untuk beribadah (QS. Adz-Dzariyat : 56). Olahraga menjadi haram jika sampai melalaikan kewajibannya. Oleh karenanya, haram mengadakan pertandingan olahraga (perlombaan) pada waktu adzan dikumandangkan, lebih-lebih jika dikumandangkan adzan sholat jumat, karena orang yang mendengar adzan berkewajiban untuk mendatangi masjid dan sholat berjamaah. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam hendak membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjama’ah, lalu apakah kiranya jika ada seorang mendengar adzan lalu dia tidak menghiraukannya, bahkan justru asyik berolahraga atau menontonnya? Sungguh ini merupakan kelalaian yang sangat nyata.

Demikian pula seandainya saat hendak bertanding, para pemain harus makan dan minum menjelang bertanding padahal saat itu waktu puasa Romadhon, maka olahraga semacam ini hukumnya menjadi haram.

 KESEPULUH : TIDAK ADA PELANGGARAN SYARI’AT SEPERTI RUKUK DAN SUJUD KEPADA MAKHLUK

Sebagian cabang olahraga seperti beladiri, jika sebelum bertanding, atau saat bertanding diharuskan adanya penghormatan dengan cara menunduk kepada lawannya seperti rukuk atau bahkan sampai sujud, maka haram bagi seorang muslim melakukannya.

Cukuplah sunnah Rosul bagi seorang muslim jika bertemu saudaranya untuk saling bersalaman, adapun saling menundukkan badan, maka telah dilarang dalam agama Islam. Dalam sebuah hadits dijelaskan :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seseorang bertanya, ‘Wahai Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ada di antara kamu berjumpa dengan saudaranya atau kawannya bolehkan dia membungkukkan badan untuknya? ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak boleh.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Bolehkah memeluk dan menciumnya? ‘Nrab Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak.’

Orang itu bertanya lagi, ‘Bolehkah menyalami dengan tangannya?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ya.” (HR. at-Tirmidzi: 2728, dan

(17)

dishohihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam Misykat al-Mashobih:

4680).

 KESEBELAS : TIDAK KAGUM DAN BERLOYALITAS KEPADA NONMUSLIM

Termasuk perangkap setan, manusia dibuat takjub oleh kepiawaian para bintang olahraga saat berlaga, tidak cukup merasa takjub, sebagian mereka hatinya condong kepadanya tanpa melihat sisi agama dan akhlaknya, ditambah sebab kebodohannya tentang al-wala’ wal baro’, maka sebagian mereka membela bintang yang difavoritkan.

Secara tidak langsung mereka melebihkan orang kafir daripada orang muslim, sebab mereka lebih menonjolkan pemain kafir daripada tokoh- tokoh Islam — utamanya Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan tidak jarang para pemuda muslim dengan bangga memakai kostum milik bintang kafir lengkap dengan nomor punggung dan nama pemain kafir tersebut. Bahkan terkadang ada yang tidak segan memakai baju bergambar bintang idolanya yang kafir, na’udzu billah min dzalik.

Jika kondisinya seperti im, maka hilanglah permusuhan antara kaum muslimin dengan kaum kafir. Mereka justru duduk bersama-sama, bahkan sebagian kaum muslimin mengidolakan musuh-musuh Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang seharusnya diperangi, karena mereka memerangi agama Islam (baca QS. Al-Mujadilah: 22), dan kaum muslimin harus menampakkan permusuhan dengan mereka.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia. Ketika mereka berkata kepada kaum mereka. “Sesungguhnya kami terlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja.” (QS. Al- Mumtahanah [40] : 4).

(18)

 KEDUA BELAS : TIDAK MEMBAHAYAKAN

Jika suatu pertandingan olahraga yang digelar terhadap sesuatu yang membahayakan keselamatan pesertanya, maka olahraga tersebut menjadi haram, seperti tinju, dan gulat bebas yang dibolehkan di dalamnya menyakiti lawan serta membahayakan keselamatan pesertanya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa’ [4] : 29).

Demikian pula semua cabang olahraga yang hukum asalnya mubah (halal), jika menurut dugaan yang kuat akan terjadi bahaya terhadap keselamatan pesertanya maka diharamkan sebagaimana ayat di atas.

 KETIGA BELAS : TIDAK MENIMBULKAN SIFAT BANGGA DIRI, SOMBONG, DENGKI DAN LAINNYA

Bangga diri (ujub), sombong dan dengki adalah penyakit hati yang dapat terjadi dalam perkara apa saja, bisa sebab ilmu, harta, rupa, pangkat, nasab, dan syuhroh (ketenaran). Jika seseorang yang berolahraga salah niatnya, dia akan selalu mencari jalan supaya menjadi yang paling nomor satu. Ketenaran dan kebanggaanlah yang menjadi tujuannya, lalu menganggap dirinya lebih besar dan hebat, sedangkan yang lainnya lebih lemah daripadanya dan akhirnya diremehkan. Inilah penyakit hati yang telah disebutkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pelakunya dibenci oleh Alloh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak akan masuk surga siapa saja yang memliki kesombongan walaupun sebiji sawi dalam hatinya.” Lalu ada orang bertanya, “(Wahai Rosululloh!) Ada orang yang selalu ingin baju dan sandalnya bagus.” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Alloh itu Mahabagus dan mencintai yang bagus-bagus, sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim: 131)

Islam sangat memperhatikan kesehatan sebab kesehatan merupakan hak asasi manusia dan kebutuhan yang harus dimiliki oleh masing- masing manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia dikarenakan Islam

(19)

adalah agama yang sempurna lagi menyeluruh, yang meliputi semua aspek kehidupan manusia.

Agama islam merupakan agama yang sangat mendukung pemeluknya agar menjadi manusia yang kuat dan sehat baik secara rohani maupun jasmani. Agama islam menunjukkan keutamaan kekuatan dan kesehatan sebagai modal besar di dalam beramal saleh dan beraktivitas di dalam urusan agama dan urusan dunia seorang muslim.

Agama Islam menganjurkan bahwa olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Agama Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda serta jenis olah raga lainya yang bermanfaat untuk kesehatan individu.

Ada beberapa Beberapa Majelis Ulama Indonesia mempunyai pandangan yang sama tentang hukum olahraga menurut ajaran Islam, bahwa hukum olahraga adalah sunnah atau dianjurkan melakukannya menurut ajaran Islam selama pelaksanaannya menurut ajaran Islam. Tetapi apabila dalam pelaksanaannya bertentangan dengan syariat Islam seperti memakai pakaian yang membuka aurat dan menimbulkan nafsu seksual serta menimbulkan perbuatan maksiat, maka hukumnya adalah haram.

Sedangkan menurut sebahagian ulama mempunyai pandangan bahwa hukum olahraga adalah mubah atau di bolehkan, selama pelaksanaannya menurut ajaran Islam, tetapi apabila situasi dan kondisi dari pelaksanaan olahraga itu berubah, maka hukumnya juga berubah sesuai dengan stuasi dan kondisi dari orang yang melakukannya dan pelaksanaan olahraga itu sendiri. Maka dengan demikian maka hukum olahraga bisa menjadi wajib, sunat, haram, makruh dan mubah sesuai dengan situasi dan kondisinya.

Islam sangat memperhatikan kedekatan antara nilai, peran, dan kedudukan agama (Islam) dalam olahraga dan pendidikan jasmani tidak terbantahkan lagi. Bahkan dalam seluruh aspek kehidupan peran agama sangatlah dominan. Dalam kerangka olahraga, seorang muslim sepantasnya menempatkan olahraga sebagai bagian dari bentuk beribadah kepada Allah

(20)

dengan keyakinan bahwa apa yang diperbuat semata-mata mengharap ridho Allah.

Seperti halnya seorang pemain sepakbola muslim yang tetap melakukan ibadah puasa saat latihan M. Salah pemain yang membela Liverpool, dan masih banyak pemain yang lain. Selain itu salah satu kolam renang di inggris sudah memerapkan aturan seorang perempuan harus mengunakan pakaian tertutup lengkap dengan tutupan kepala hal ini dilakukan agar mengurangi tingkat kejahatan seprti pelecehan dikolam renang, dan telah banyak pakaian yang olahraga yang islam.

Pandangan Umat Islam diperintahkan oleh Allah, segala aktivitas atau kegiatan apapun yang sifatnya bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain, jika ingin bernilai ibadah dan mendapat ridho-Nya, maka semua aktivitas agama pada saat akan memulai atau mengakhiri kegiatan harus diawali dan diakhiri dengan do’a. Begitu pula dalam aktivitas olahraga sebelum memulai diawali dengan do’a dan setelah selesai olahraga diakhiri dengan do’a. Dengan demikian walaupun aktivitas olahraga yang sifatnya kegiatan duniawi semata, tetapi memiliki nilai ibadah di sisi penguasa alam ini. Karena semua agama tidak mengajarkan kepada umatnya adanya dikotomi kepentingan antara dunia dan akhirat, selama semua aktivitas tersebut diniatkan untuk beribadah. Dan bahkan kalau kita mengkaji setiap gerakan shalat merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena itu merupakan olahraga rohani dan jasmani yang dimana didalam sholat terjadi gerakan yang diawali oleh takbir dan diawali oleh salam.

Dalam aktivitas ibadah ritual yang dilakukan umat Islam contohnya yang mengandung unsur-unsur aktivitas olahraga. Seperti aktivitas shalat wajib yang lima waktu, maupun shalat sunat yang jumlahnya lebih banyak.

Kemudian aktivitas ibadah haji, sebagian rukunnya ada aktivitas olahraganya seperti Sa’i yaitu lari-lari kecil mengelilingi Ka’bah, Tawaf yaitu lari-lari antara bukit Shafa dan Marwah, melempar batu kecil ke Jumrotul Akobah. Kesimpulannya tidak ada pertentangan antara olahraga dan agama malah sebaliknya saling mengisi dan mendukung pada masing- masing aktivitas yang berbeda.

(21)

2.3 Sejarah Olahraga di Masa Kerajaan dan Kebudayaan Islam

Saat Indonesia masih dalam sebuah sistem kerajaan dan dipimpin oleh raja-raja sudah mengenal olahraga. Hanya saja bentuk dan tujuan dari olahraga pada saat itu berbeda dengan bentuk dan juga tujuan pada saat ini.

Pada saat itu olahraga hanya dilakukan secara sederhana saja dan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana saja. Kebanyakan jenis olahraga yang dilakukan pada saat masa kerajaan adalah dengan menggunakan ketangkasan seperti misalnya berburu, memanah dan bela diri. Prasarana dan alat yang digunakan pun merupakan berbagai peralatan yang masih ala kadarnya.

Ada juga yang menyebutkan jika pada saat itu, anak laki-laki diwajibkan untuk bisa memanah dan bahkan harus bisa mahir memanah.

Memanah pada saat itu menjadi satu simbol keperkasaan seorang pria. Pada saat itu juga belum mengenal berbagai olahraga yang berkembang dan berbagai jenis seperti sekarang.

Salah satu sejarah tentang perkembangan dari olahraga di Indonesia juga berkembang pada saat masa kerajaan islam di Indonesia. Islam sendiri masuk ke Indonesia karena adanya pedagang dari Gujarat yang mulai masuk ke Indonesia. Masuknya Islam kemudian juga berpengaruh dengan kondisi perkembangan olahraga di Indonesia. Hal ini dikarenakan islam juga mengajarkan untuk hidup sehat dan sempurna dengan melakukan berbagai olahraga.

Sehingga, pada saat masa ini ada berbagai jenis olahraga yang mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

 Menunggang kuda

 Memainkan senjata

 Kekebalan tubuh

 Perang

 Pencak silat

(22)

2.4 Manfaat Olahraga Dalam Agama

Tidak seorang pun ahli medis baik muslim maupun non muslim yang meragukan manfaat olah raga bagi kesehatan manusia. Dalam buku yang berjudul ''Pemeliharaan Kesehatan dalam Islam'' oleh Dr Mahmud Ahmad Najib (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Ain-Syams Mesir), ditegaskan bahwa olah raga sangat berguna bagi kesehatan manusia jika dia mau sehat. Olahraga merupakan kebutuhan hidup manusia, sebab apabila seseorang melakukan olahraga dengan teratur akan membawa pengaruh yang baik terhadap perkembangan jasmaninya.

Selain dari berguna bagi pertumbuhan kepada perkembangan jasmani manusia, juga memberi pengaruh kepada perkembangan rohaninya, pengaruh tersebut dapat memberikan efesiensi kerja terhadap alat-alat tubuh, sehingga peredaran darah, pernafasan dan pencernaan menjadi teratur.

Beberapa anggota Majelis Ulama Indonesia mempunyai pandangan yang sama tentang hukum olahraga menurut ajaran Islam, bahwa hukum olahraga adalah SUNNAH atau dianjurkan melakukannya menurut ajaran Islam selama pelaksanaannya menurut ajaran Islam.

2.5 Pro dan Kontra Olahraga Dalam Islam

Manfaat olahraga bagi tubuh manusia berfungsi bukan hanya sebagai penyembuhan secara kuratif, tetapi jauh lebih besar sebagai penyembuhan secara preventif. Kajian psikologi peran olahraga untuk perkembangan mental manusia menduduki peran yang strategis dalam keseimbangan dan pembentukan karakter seseorang. Selain itu olahraga memiliki nilai-nilai filosofi bagi kehidupan manusia dalam kehidupan sosial. Tentu saja nilai- nilai olahraga itu tidak bisa dipandang sebelah mata dalam kontek kemasyaraktan.

Mencermati penjelasan di atas, tentunya olahraga sangat fleksibel dengan kehidupan ini, apa lagi jika di kaitkan dengan kehidupan keagamaan. Tetu saja sangat tidak mungkin olahraga bertentangan baik dalam kemanfaatanya maupun nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga.

(23)

Kontroversi yang terjadi, bukanlah persoalan nilai dan manfaatnya secara prinsip, melainkan pada media yang dipakai oleh para pelaku olahraga seperti; berbusana, tujuan individu dalam melakukan olahraga itu sendiri.

Sebagian contoh dikalangan masyarakat muslim masih menyisakan persoalan olahraga yang dalam kaidah agama dipandang menyimpang dari ajaran Islam. Nampaknya kita semua sepakat bahwa persoalan ini sebenarnya bukan pada prinsip dan nilai olahraga itu sendiri, melainkan kepada pemaikan busana bagi individunya. Kuatnya persoalan ini, di picu oleh adanya regulasi dalam olahraga kompetitif yang mengharuskan berbusana yang bertentangan dengan prinsip-prinsip agama terutama Islam, karena di agama selain islam hal ini bukan menjadi persoalan serius.

Sepertihalnya seorang pemain sepakbola muslim yang bernama mesut ozil dari arsenal tetap melakukan ibadah puasa saat latihan. Selain itu salah satu kolam renang di inggris sudah memerapkan aturan seorang perempuan harus mengunakan pakaian tertutup lengkap dengan tutupan kepala hal ini dilakukan agar mengurangi tingkat kejahatan seprti pelecehan dikolamrenang.

Sebagai makhluk yang beragama tentu kita juga menghormati dan menghargai sikap dan aturan yang diterapkan oleh suatu agama, apa lagi setiap agama memberikan keleluasaan bagi setiap individu untuk memilih agamanya. Dan sikap ini dilindungi oleh Undang-Undang kenegaran manapun.

2.6 Olahraga yang dianjurkan Rasulullah

Rasulullah seperti dalam riwayat Bukhari dan Muslim menganjurkan orang tua untuk mengajarkan anaknya berenang, menunggang kuda, dan memanah. Berikut uraian singkat olahraga yang pernah ditekankan oleh Rasulullah SAW itu:

 Memanah

Memanah termasuk olahraga tertua. Olahraga ini sudah ada sejak zaman batu (20 ribu sebelum Masehi). Rasulullah sendiri merupakan

(24)

pemanah dan memiliki tiga busur. Sahabat Sa’ad bin Abi Waqas dikenal sebagai pemanah andal.

Pada perkembangannya, alat ini digunakan untuk olahraga pada 1676, atas ide dari Raja Charles II dari Inggris. Pada 1844, di Inggris diselenggarakanlah kejuaraan nasional panahan yang diberi nama GNAS (Grand National Archery Society). Pada 1483, sudah ada klub panahan terbesar dan sekaligus menjadi tertua sampai sekarang yang bernama Kilwinning dan beranggotakan pemanah asal Skotlandia.

 Berkuda

Rasul menyerukan agar generasi muda pada masa itu mahir berkuda.

Kemahiran berkuda merupakan kemampuan dasar yang mesti dimiliki pria ketika itu. Selain untuk berburu, ketangkasan berkuda adalah penopang penting dalam peperangan.

Beberapa abad ke belakang, kuda menjadi tunggangan yang paling mewah. Aktivitas ini pun menjadi cabang olahraga bergengsi di seluruh dunia. Napoli, Italia, merupakan negara pertama yang mendirikan sekolah berkuda pada 1532 yang didirikan oleh Fedrico Gisone. Hingga pada abad ke-16, ada sebuah akademi equestrian yang berkembang di Versailles, Prancis, sebelum menghilang menyusul Revolusi Prancis.

 Berenang

Selain menyerukan olahraga berkuda dan memanah, Rasulullah juga menganjurkan agar umatnya bisa berenang. Selain memerlukan kekuatan fisik, olahraga ini juga membutuhkan intelektualitas tinggi pada pelakunya.

Pada zaman kejayaan Islam (antara tahun 750-1924), kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda, memanah, dan berenang.

(25)

Piawai dalam berenang ternyata mampu mengantarkan pasukan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad al-Fath merebut Konstatinopel pada abad ke-14. Pasukan Turki ketika itu terlebih dulu harus berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal diadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), baru naik kuda untuk mengubrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi.

Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.

(26)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pandangan islam tentang olahraga yaitu ada hubungan olahraga dengan agama islam sebab dalam islam sangat menganjurkan hidup sehat dan menjadi manusia yang kuat jasmani dan rohani contohnya gerakan shalat itu mengandung nilai-nilai yang dibangun dalam shalat yaitu kekuatan rohani dan jasmani, pada umumnya rukun islam merupakan sebuah gerakan rohani dan jasmani yang membaha pada kekuatan jasmani dan rohani bagi orang- orang yang melakukannya atau yang menjalankan semua perintah agama islam yakni rukun islam. Dalam agama islam sendiri banyak anjuran berolahraga dan jenis-jenis olahraga seperti berkuda, memanah, gulat, lari, menombak atau lempar lembing, berenang dan masih banyak yang lain, disamping itu banyak Negara-negara islam yang berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dunia seperti piala dunia dan olimpiade.

3.2 Saran

Demikian makalah ini saya susun. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar dalam penyampian makalah selanjutnya semakin lebih baik. Semoga makalah ini dapat menambah keilmuan dan memberi manfaat bagi kita semua. Aamiin.

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, Wahyu. (2007) Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, Gunung Aksara, Bandung.

Edward. (1973). Penjelasan Pengertian Olahraga.

Giriwijoyo, Prof. Santoso, Ilmu Kesehatan Olahraga, Rosdakarya, Bandung.

Hendrayana. Dr. Yudy. (2007). Pendidikan Jasmani Dan Olahraga Adaptif, CRICED.

Sendang Sri Widiastuti. (2019). Mengenal Permainan Olahraga Bola Besar.

Sidoarjo : Myria Publisher.

Referensi

Dokumen terkait

BAB III PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCE (MI) (STUDI DESKRIPTIF SDIT ULUL KOTA ALBAB

Sekolah merupakan tempat kedua, dimana siswa mendapatkan pendidikan agama Islam yang membentuk perilaku keagamaan siswa maka hakikat pendidikan dalam pandangan

Manusia dalam pandangan Islam mempunyai aspek jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala manusia masih hidup didunia.. Manusia mempunyai

Agama islam diturunkan kepada nabi muhammad adalah agama terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia.islam diturunkan sesuai dengan sosial budaya manusia yang sudah

Sedangkan secara terminologis, Islam yaitu agama yang diturunkan Allah kepada seluruh para Nabi yang berisi aturan untuk membimbing manusia, baik dalam berhubungan

Pendidikan agama Islam diartikan sebagai rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan

dan/atau penciptaan suasana yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam, yang diwujudkan dalam sikap hidup

BAB II PEMBAHASAN 2.Pengertian Agama islam Islam adalah agama yang di turunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh