• Tidak ada hasil yang ditemukan

pendidikan karakter dalam lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pendidikan karakter dalam lingkungan"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Oleh sebab itu, yang menjadi prasarat utama dalam upaya mencapai tujuan pendidikan adalah dengan memulai dari diri kita sendiri (ibda’ bi nafsika), khususnya dalam pendidikan dalam lingkungan keluarga yang menjadi titik pangkal berkembang dan bertumbuhnya anak dalam pembentukan karakter dengan mengambil nilai-nilai Islami yang terkandung dalam Al-Qur‟an dan al-Hadits.5. Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya merupakan Negara yang menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti sehingga dalam pendidikan yang berlaku di Indonesia perlu adanya pelaksanaan penguatan pendidikan karakter.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hal itulah yang melatar belakangi penulis melakukan kajian tentang pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga dengan mengacu pada perspektif Syaikh Umar bin Ahmad Baradja dalam kitabnya yang berjudul Al- Akhlaq li Al-Banin, khususnya jilid I. Sebagai bahan perhatian orang tua dan pendidik tentang pentingnya pendidikan karakter dalam proses mendidik akhlak anak.

Definisi Istilah

Sebagai bahan informasi kaitanya dengan pendidikan karakter dan metode yang dapat digunakan dalam membentuk karakter anak pada kitab Al-Akhlaq li Al-Banin jilid I sehingga bisa dijadikan referensi bagi orang tua maupun pendidik. Pada penelitian ini pendidikan karakter yang dimaksud lebih menekankan pada pendidikan karakter yang berspektif Islam, yaitu mendewasakan sikap manusia sejak dini sesuai dengan al-Qur‟an dan al-Hadits serta ijtihad ulama.

Sistematika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Kurang sempurna apabila kita hanya mengetahui pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda tanpa mengetahui pola asuh orang tua atau metode yang efektif dan efisien demi tercapainya penanaman nilai-nilai karakter tersebut. Lagi-lagi tidak ada bahasan mengenai pola asuh orang tua atau metode yang tepat untuk melaksanakan pendidikan anak yang dilakukan dalam keluarga.

Kajian Teori

  • Konsep Pendidikan Karakter
  • Konsep Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga

Dengan memperhatikan definisi karakter dan pendidikan, maka pendidikan karakter bisa dimaknai sebagai upaya mengembangkan potensi anak dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa supaya mereka mempunyai nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara. Agus Ali mengutip pernyataan DIKTI yang menyatakan bahwa pendidikan karakter dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yakni untuk berkembangnya potensi. Dalam Islam, konsepsi mengenai pendidikan akhlak pada dasarnya lebih dahulu dibandingkan dengan konsep pendidikan karakter yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah.

Pendidikan karakter sebenarnya hanyalah alih bahasa pola pendidikan akhlak yang telah sekian lama berlangsung di dunia pendidikan, baik formal maupun non formal seperti pondok pesantren. Secara substansial baik pendidikan karakter maupun pendidikan akhlak sebenarnya berakar pada pentingnya penanaman olah rasa dan olah hati. Untuk itu, substansi tujuan antara pendidikan karakter dan pendidikan akhlak memiliki persamaan dalam penekanan ranah afektif anak.29.

31 Ilham Tompunu, “Konsep Pemikiran Umar bin Ahmad Baraja Dalam Kitab Akhlak Lil Banin Tentang Pendidikan Karakter” (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar. Syaikh Umar bin Ahmad Baradja dalam karyanya tentang pendidikan karakter membuat dua versi yaitu kitab Al-Akhlaq li Al- Banin dan Al-Akhlaq li Al-Banat yang pastinya disesuaikan dengan kebutuhan karakter anak laki-laki dan anak perempuan dengan harapan untuk mencapai manusia yang sempurna (insan kamil), baik itu berhubungan dengan Allah maupun dengan sesama makhluk Allah.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Sumber Data
    • Data Primer
    • Data Sekunder
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin ditulis oleh Syaikh Umar bin Ahmad Baradja, seorang ulama nusantara yang mahir pada bidangnya. 50 Umar bin Ahmad Baradja, Al-Akhlaq li Al-Banin jilid II (Surabaya: Maktabah Muhammad bin Ahmad Nabhan), 3. Pada suatu hari, Ali membeli dua buah naskah (buku) dari kitab Al-Akhlaq li Al-Banin.

Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak dalam Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin Jilid I. Keluarga pada Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin Jilid I Karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja. Pendidikan Karakter pada Al- Akhlaq li Al- Banin Jilid I Karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja.

Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga menurut Syaikh Umar bin Akhmad Baradja dalam kitab Al- Akhlaq li Al- Banin Jilid I. Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga pada Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin Jilid I Karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja.

PEMBAHASAN

Biografi Syaikh Umar bin Ahmad Baradja

  • Riwayat Hidup dan Pendidikan Syaikh Umar bin Ahmad Baradja . 39
  • Kultur Sosial Syaikh Umar bin Ahmad Baradja
  • Kiprah Dakwah Syaikh Umar bin Ahmad Baradja

Al-Habib Muhammad bin Hadi Assegaf, Al-Habib Abdullah bin Hamid Assegaf (Seiwun, Hadramaut, Yaman). Al-Habib Hadi bin Ahmad Al-Haddar, Al-Habib Hasan bin Ismail bin Syaikh Abu Bakar („Inat, Hadramaut, Yaman). Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syahab (Tarim, Hadramaut, Yaman).

Beliau merupakan murid dari Al-Habib Al-Imam Muhammad bin Ahmad Al-Mukhdlar ketika menempuh pendidikan di madrasah Al- Khairiyah. Hal ini dilakukan bersama dengan Al-Habib Idrus bin Umar Alydrus untuk membentuk generasi yang shalih dan baik. Tahun 1935 sampai 1945 menjadi awal karir Syaikh Umar bin Ahmad Baradja mengabdi di Surabaya, tepatnya pada Madrasah Al- Khairiyah.

Ulama yang berhasil dicetak oleh beliau diantaranya; Al- Ustadz Ahmad bin Hasan Assegaf, Al-Habib Umar bin Idrus Al- Masyhur, Al-Ustadz Ahmad bin Ali Begbei, Al-Habib Idrus bin Hud Assegaf, Al-Habib Hasan bin Hasim Al-Habsyi, Al-Habib Hasan bin Abdul Qadir Assegaf, Al-Ustadz Ahmad Dzaki Ghufron dan Al-Ustadz Ja‟far bin Agil Assegaf. Kemudian pada tahun beliau memperluas dan membangun lahan baru untuk mendirikan gedung Yayasan Badan Wakaf bersama Yayasan Perguruan Islam Malik Ibrahim bersama dengan Al-Habib Zein bin Abdullah Alkaf.

Deskripsi Singkat Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin Jilid I

Terdapat sekitar 11 judul buku karangan Syaikh Umar yang telah diterbitkan, seperti Kitab Al-Akhlaq li Al-Banin, Al-Akhlaq li Al- Banat, Sullam Fiqh, Kitab 17 Jauharah, dan Kitab Ad’iyah Ramadhan. Kitab-kitab tersebut pernah di cetak Kairo, Mesir pada tahun 1969 atas biaya Syaikh Siraj Ka‟ki, seorang dermawan Makkah. Pada tahun 1992 kitab-kitab tersebut sudah diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia, Jawa, Madura, dan Sunda.44.

Kitab ini menjelaskan tentang nilai-nilai pendidikan akhlak (karakter) yang diperuntukkan untuk seorang anak, khususnya anak laki-laki. Kitab ini mempunyai 4 jilid, setiap jilid berisikan bab atau pasal-pasal yang menerangkan mengenai pendidikan akhlak bagi anak. Setiap jilid dari kitab Al-Akhlaq li Al-Banin mempunyai jumlah halaman dan juga pasal yang berbeda-beda.

Konsep Pendidikan Karakter Anak dalam Lingkungan Keluarga Menurut Syaikh Umar bin Ahmad Baradja dalam Kitab Al-Akhlaq li Al-.

Konsep Pendidikan Karakter Anak dalam Lingkungan Keluarga

  • Mendidik Anak dengan Akhlak-akhlak yang Baik
  • Membentuk Karakter Anak kepada Allah Swt
  • Membentuk Karakter Anak untuk Mengagungkan Nabi
  • Membentuk Karakter Anak terhadap Orang Tuanya
  • Membentuk Karakter Anak terhadap Saudara-saudaranya
  • Membentuk Karakter Anak terhadap Pembantu
  • Membentuk Karakter Anak terhadap Tetangga
  • Tazkiyah Al-Nafs
  • Riyadhoh

Pasal awal dari kitab Al-Akhlaq li Al-Banin jilid I, Syaikh Umar bin Ahmad Baradja berpesan bahwa kita wajib membiasakan diri dengan akhlak yang baik dan menghindari akhlak yang buruk sejak usia dini dengan tujuan akhlak tersebut dapat tertanam dalam jiwa kita dan akan terbawa sampai kelak kita dewasa. Wajib bagi seorang anak berakhlak dengan akhlak yang baik sedari kecilnya agar hidupnya dicintai ketika telah dewasa : Tuhannya akan ridho kepadanya, keluarganya akan mencintainya begitupun seluruh manusia. Pembentukan karakter anak kepada Allah sepatutnya didahulukan, sebab kewajiban kepada Allah Swt., merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter seorang anak menjadi karakter yang baik.

Ibu yang telah mengandung, melahirkan, mengasuh dan membesarkan anak dan mendidiknya supaya mempunyai akhlak yang baik. Jika sudah terbentuk karakter anak yang baik terhadap kedua orang tuanya, maka juga harus terbentuk pula karakter yang baik seorang anak terhadap saudara-saudaranya, baik kepada kakak maupun adiknya. Dari penjelasan pasal tersebut dapat kita ketahui bahwa kita harus memiliki akhlak yang baik terhadap saudara-saudara kita.

Anak harus mempunyai akhlak yang baik dan bersikap sopan santun kepada tetangga sebab mereka selalu membantu ketika keluarga kita memerlukan. Hal demikian pastinya bertujuan supaya anak-anak sudah mengenal dan membiasakan dirinya dengan akhlak yang baik sedini mungkin. Dalam kitab Al-Akhlaq li Al-Banin jilid I pasal 1, Syaikh Umar bin Ahmad Baradja menjelaskan betapa pentingnya seorang anak melatih dan membiasakan dirinya dengan akhlak yang baik sedini mungkin, supaya Allah selalu meridhoinya serta dicintai keluarganya.

Wajib bagi seorang anak berakhlak dengan akhlak yang baik sedari kecilnya agar hidupnya dicintai ketika telah dewasa.

PENUTUP

Simpulan

Syaikh Umar bin Ahmad Baradja dalam kitabnya yang berjudul Al- Akhlaq li Al-Banin jilid I menerangkan bahwa karakter seorang anak tidaklah potensi bawaan sejak kelahiran, melainkan karakter perlu dibina dan dibentuk melalui proses panjang. Pembentukan karakter seorang anak itu sangatlah penting sehingga perlu dilakukan dari anak masih dalam tahap pendidikan informal, sebab akar dari akhlak yang terpuji nanti saat telah dewasa berawal sejak kecil. Begitulah sebuah contoh dari seorang anak yang tidak berakhlak sejak kecilnya, akan susah ia berakhlak dikala dia sudah besar.

Dalam konteks pendidikan karakter, konsep pendidikan wajib ditempuh secara runtut mulai dari pemberian pendidikan akhlak terhadap Allah Swt., akhlak terhadap Nabi Muhammad Saw., akhlak terhadap kedua orang tua, akhlak terhadap saudara, akhlak terhadap pembantu dan akhlak terhadap tetangga. Seorang anak perlu mengaplikasikan kembali akhlak yang terpuji mulai dari lingkungan keluarga dan membiasakan untuk melaksanakan perbuatan yang terpuji misal cara menghormati, bertutur kata yang. Oleh sebab itu akhlak yang terpuji bagi seorang anak itu amat penting demi tercapainya suatu kebahagiaan dengan menjalin hubungan yang baik dengan Allah Swt., Rasul-Nya, kedua orang tua, saudara, sesama manusia dan semua ciptaan-Nya.

Untuk membentuk karakter anak dibutuhkan metode-metode yang sesuai supaya pendidikan karakter yang tengah diusahakan mendapatkan hasil maksimal. Dalam kitab Al- Akhlaq li Al-Banin jilid I peneliti mendapatkan beberapa metode yang bisa dilakukan, yaitu dengan metode Tazkiyah Al-Nafs dan metode Riyadhoh.

Saran-saran

Melalui kedua metode ini anak-anak akan dibina supaya bisa menahan hawa nafsunya dan jika metode ini dipraktikkan sejak kecil, maka atas izin Allah pendidikan karakter yang tengah diusahakan akan mendapat hasil yang optimal. Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Akhlakul Lil Banin Karya Umar Ibnu Ahmad Barjah”, Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan 2, no. Konsep Kepribadian Anak yang Shalihah dalam Kitab Al Akhlaq Lil Banat”, Jurnal Kajian Pendidikan Islam 6, no.

Pendidikan Akhlak dan Karakter Sebagai Landasan Teori Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia”, Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam 2, no. Konsep Pemikiran Umar bin Ahmad Baraja Dalam Kitab Akhlak Lil Banin Tentang Pendidikan Karakter” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar, 2021. Pendidikan Karakter Dalam Keluarga (Studi Kasus Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang)” Tesis, UIN Maulana Malik Ibrahim, 2016.

Metode Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Menurut Abdullah Nashih Ulwan Dalam Kitab Tarbiyah Al-Aulad Fi Al-Islam”. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang berjudul “Pendidikan Karakter dalam Lingkungan Keluarga pada Kitab Al-Akhlaq Li Al-Banin Jilid I Karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja” secara keseluruhan merupakan hasil penelitian yang penulis lakukan sendiri, tidak terdapat unsur- unsur penjiplakan karya ilmiah yang dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan serta daftar pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan Agama Islam hendaknya lebih ditekankan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki budi pekerti atau karakter mulia (al-akhlaq al-karimah), yang

Kerjasama dari orang tua untuk membentuk karakter anak sangat penting, orang tua sebagai orang yang paling sering berinteraksi dan mempunyai hubungan terdekat

Strategi dan Pendekatan Konseling Rational Emotive Behaviour (REB) Berbasis Kitab Akhlaq Lil Banin Terhadap Pembentukan Karakter Akhlakul Karimah Siswa di SMP

Konsep pendidikan karakter yang ditawarkan oleh Imam al-Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad adalah lebih pada sikap bagaimana karakter seorang muslim atau seorang hamba

Selaras dengan berbagai tujuan yang telah ada di Indonesia maka tujuan pendidkan akhlak yang ada dalam Kitab Al-Akhlak li Al Banin karya Syaikh Umar Baraja tidak lain

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa na’at yang terdapat pada buku Al Akhlaq Li Al Banin Juz 1 berjenis na’at haqiqi dengan jumlah 124 data, yang terdiri dari 104 data

Pendidikan Karakter menurut Imam Nawawi berdasarkan Kitab Riyadhus Shalihin dan kitab al-Arba’in al-Nawawiyah dalam Kehidupan Masyarakat di Lingkungan Madrasah Aliyah di Aceh adalah

Analisis Peran Keluarga Dalam Membentuk Karakter Anak Rofiq & Nihayah, 2018 Pembahasan: Peran Keluarga akan berpengaruh pada pola pikir anak: 1 Orang tua dapat memberikan