Nama : Nadzar Wisnu Prasetya NIM : 2312030607
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA
2.1 Pengertian Ideologi Pancasila
Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian- pengertian dasar.
Terdapat tiga arti utama dari kata ideologi, yaitu (1) ideologi sebagai kesadaran palsu; (2) ideologi dalam arti netral; dan (3) ideologi dalam arti keyakinan yang tidak ilmiah. Ideologi dalam arti kesadaran palsu biasanya dipergunakan oleh kalangan filosofi dan ilmuwan sosial, yang berarti teori-teori yang tidak berorientasi pada kebenaran, melainkan pada kepentingan pihak yang mempropagandakannya. Ideologi dalam arti netral adalah keseluruhan sistem berpikir, nilai-nilai, dan sikap dasar suatu kelompok sosial atau kebudayaan tertentu. Dalam pengertian netral ini terutama ditemukan dalam negara-negara yang menganggap penting adanya suatu “ideolodi negara”. Disebut netral karena baik buruknya tergantung isi ideologi tersebut. Ideologi dalam arti keyakinan yang tidak ilmiah biasanya digunakan dalam filsafat dan ilmu-ilmu sosial yang positivistik. Segala pemikiran yang tidak dapat dibuktikan secara logis-matematis atau empiris adalah suatu ideologi. Segala masalah etis dan moral, asumsi-asumsi normatif, dan pemikiran-pemikiran metafisis termasuk dalam wilayah ideologi.
Selain itu ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang dihayati menjadi suatu keyakinan sekaligus membentuk komitmen (keterikatan) orang atau masyarakat untuk mewujudkan cita-citanya.
Ideologi berbeda dengan kebudayaan, tapi mempunyai makna yang hampir sama. Dalam ideologi, penilaian dianggap lebih penting. Sedangkan dalam kebudayaan keterampilan dan pengetahuan teknik lebih diperhitungkan.
Dalam perkembangannya ideologi dibedakan menjadi dua tipe yakni ideologi tertutup dan ideologi terbuka. Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial yang ditasbih sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus dipatuhi.
Sedangkan ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya kedalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat.
Terkait dengan itu Pancasila sebagai ideologi negara berarti Pancasila dijadikan ideologi yakni pedoman oleh masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupannya.
2.2 Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia
Pancasila digali dari budaya bangsa yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Oleh karena itu Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama yang ada di Indonesia.
Ideologi Pancasila merupakan pedoman pemikiran masyarakat Bangsa Indonesia dimana pemikiran tersebut didasarkan pada Pancasila sebagai basis pemikiran. Tanpa adanya Ideologi Pancasila dapat juga muncul perpecahan yang ahirnya Negara Indonesia tersebut menjadi hancur dan terpecah belah.
Ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, dan antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, IPTEK, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki perbedaan dengan sistem kapitalisme-liberal maupun sosialisme-komunis. Pancasila mengakui dan melindungi baik hak-hak individu maupun hak masyarakat baik dibidang ekonomi maupun politik
2.3 Ideologi-ideologi di Dunia
Konsep ideologi suatu negara dipengaruhi salahsatunya dari kepribadian dan karakter negara tertentu. Perkembangan ideologi di dunia yang dianut suatu negara berkembang secara beragam dan banyak coraknya. Satu negara dengan negara yang lain memiliki ideologi berbeda-beda disesuaikan dengan cita-cita negara dan karakter negara dalam pembentukannya. Ideologi-ideologi besar yang berkembang didunia dan banyak dianut dan diberlakukan pada kebanyakan negara.
A. Liberalisme
Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan.
Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan untuk bertempat tinggal, kemerdekaan pribadi, hak untuk menentang penindasan, serta hak untuk mendapatkan perlindungan pribadi dan hak milik. Liberalisme berkembang sejalan dengan kapitalisme ekonomi, sementara liberalisme tidak semata didasarkan pada ekonomi melainkan juga filsafat, agama, dan kemanusiaan.
Liberalisme adalah sebuah konsep politik serta salah satu ideologi politik, ekonomi, dan sosial dalam sejarah peradaban dunia modern. Secara umum, pengertian liberalisme adalah sebuah gagasan dan prinsip yang menekankan kebebasan individu berdasarkan kemerdekaan dan kesetaraan hak dalam banyak aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat; seperti : pemerintahan, hak sipil, hak perekonomian, dan banyak lagi.
Beberapa prinsip yang menjadi dasar berkembangnya ideologi liberalisme yaitu:
a. Keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap tujuan yang diharapkan.
b. Semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan hukum yang dimaksud bagi kemerdekaan sipil.
c. Tujuan utama dari setiap pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keamanan dari semua warga negara.
d. Adanya kebebasan berfikir dan berekspresi.
e. Liberalisme yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bsia ditemukan melalui kegiatan berpikir menurut metode riset eksperimen, dan verifikasi.
f. Agama merupakan hal yang harus ditoleransi.
g. Liberalisme berpandangan dinamis mengenai dunia, dan;
h. Kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan / rasional.
B. Komunisme
Ideologi komunis yang muncul di Eropa Barat merupakan salah satu respons serta reaksi terhadap situasi dan kondisi kehidupan masyarakat disana, terutama nasib para kaum buruh dan proletar. Penyebabnya ialah anggapan miring atau sebelah mata terhadap kaum buruh (proletariat) serta ketimpangan dan perbedaan kelas sosial dalam masyarakat barat masa itu, sehingga memunculkan sebuah gerakan pembebasan kaum proletariat atau kelas buruh dari kaum borjuis. Ide tersebut lahir dari seorang Karl Marx, lebih dikenal dengan
‘Bapak Komunis’ dan akhirnya terbentuklah partai komunis sebagai penguasa tunggal. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. Sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme-Leninisme”. Dalm komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambilan alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis.
Pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh
karena itu , seluruh alat-alat produksi harus dikuasai negara guna kemakmuran rakyat secara merata.
Ideologi komunis tidak diperkenankan berjalan di Negara Indonesia, karena Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama, percaya akan kehadiran Tuhan yang Maha Esa dalam berbagai sendi kehidupan bangsa. Nilai-nilai religius dan unsur kepercayaan telah ada dari masa nenek moyang Bangsa Indonesia.
Berbeda dengan ajaran komunis yang tidak percaya akan adanya Tuhan dalam kehidupannya serta hanya mementingkan kehidupan dunia.
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia.
Kelahiran partai komunis PKI pada tahun 1920-an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Di Indonesia, perubahan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Kelahiran komunisme di Indonesia tak bisa dilepaskan dari hadirnya orang-orang buangan politik dari Belanda dan mahasiswa-mahasiswa lulusannya yang berpandangan kiri
Kehancuran PKI fase awal bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia- Belanda. Pemberontakan terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kekalahan PKI.
Pasca perang kemerdekaan tersebut, PKI menyusun kekuatan kembali.
Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Soekarno sendiri yang cenderung condong kekiri, lebih dekat dengan PKI. Terutama setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negri Indonesia semakin condong ke blok timur (blok komunis Uni Soviet). Indonesia lebih banyak bekerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, RRT, maupun Korea Utara.
Disisi lain, konflik dalam negri semakin memanas dikarenakan krisis moneter, selain itu juga terdengar desas-desus bahwa PKI dan militer yang
bermusuhan akan melakukan kudeta. Militer mencurigai PKI karena mengusulkan Angkatan Kelima (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian), sementara PKI mencurigai TNI hendak melakukan kudeta atas Presiden Soekarno yang sedang sakit, tepat saat ulang tahun TNI. Kecurigaan satu dengan yang lain tersebut kemudian dipercaya menjadi sebab insiden yang dikenal sebagai Gerakan 30 September, tetapi beberapa ilmuwan menduga, bahwa ini hanyalah konflik intern militer waktu itu.
Pasca Gerakan 30 September, terjadi pengambinghitaman kepada orang- orang komunis oleh pemerintah Ored Baru. Terjadi “pembersihan” besar-besaran atas warga dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya di Jawa dan Bali. Sementara bai para tertuduh komunis yang tetap hidup, setelah selesai masa hukuman, baik di Pulau Buru atau di penjara, tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Dengan runtuhnya negara Uni Soviet (Rusia) terpecah belah menjadi beberapa negara, membuktikan bahwa ideologi komunis (komunisme) tidak eksis oleh perkembangan jaman. Dengan begitu ideologi komunis termasuk dalam ideologi yang bersifat tertutup. Ide-ide komunisme tetap hidup, dan memang perlu dipelajari sebagai sarana mengkritisi sistem sosial dan kebijakan yang berkembang.
C. Keagamaan
Ideologi agama yang bersumber pada falsafah agama yang termuat dalam kitab suci suatu agama. Ciri-ciri ideologi ini, antara lain, urusan negara dan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan hukum agama, hanya ada satu agama resmi dalam suatu negara, negara berlandaskan berdasarkan agama tertentu.
Pada tingkat lebih lanjut, identitas agama disisi lain dapat memberikan harapan yang besar bagi masyarakat yang menganutnya untuk maju, karena dengan agama dapat membentuk moral personal dan solidaritas yang baik bagi para pemeluk agama.
Ciri dan karakter ideologi keagamaan/agama diantaranya:
a. Urusan negara dan pemerintah dijalankan berdasarkan hukum agama.
b. Hanya satu agama resmi dalam negara.
c. Semua aspek kehidupan negara berlandaskan agama.
Negara Indonesia bukan merupakan negara agama dalam arti mendasarkan segala sistem kenegaraan pada satu agama tertentu, namun Bangsa Indonesia merupakan negara beragama yang mana kepercayaan dan keyakinan akan keberadaan Tuhan selalu ada dan diakui.