• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pancasila sebagai Pandangan Hidup, Kepribadian Bangsa, dan Ideologi

N/A
N/A
Cikande 52

Academic year: 2024

Membagikan " Pancasila sebagai Pandangan Hidup, Kepribadian Bangsa, dan Ideologi"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Riyan Hidayat

Kelas : R2 semester 1 (Malam) MK : Pancasila

JAWABAN

1. a. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Pandangan hidup yang berarti suatu kristalisasi nilai yang di miliki bangsa itu sendiri, yang di yakini kebenaranya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Dengan menjadikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa maka suatu bangsa akan berdiri dengan kokoh memegang teguh atas pendirian dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin di capai nya.

b. Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa

Pancasila memberikan arah yang khas kepada bangsa indonesia dan tak dapat di pisahkan dari bangsa indonesia. Serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa indonesia dengan bangsa lainya.

c. Pancasila Sebagai Ideologi

ir soerjanto mengemukakan tiga jenjang atau tahapan kesadaran masyarakat dan bangsa terhadap pancasila sebagai ideologi yaitu :

- pancasila sebagai ideologi persatuan - pancasila sebagai ideologi pemangunan - pancasila sebagai ideologi terbuka 2 a. Pancasila Sebagai Ideologi Persatuan

Pancasila dianggap sebagai ideologi persatuan karena mengandung prinsip-prinsip yang bertujuan untuk mempersatukan beragam elemen dalam masyarakat Indonesia

b. Pancasila Ideologi Pembangunan

Pancasila dianggap sebagai ideologi pembangunan karena memberikan landasan filosofis dan nilai-nilai yang membimbing pembangunan negara Indonesia

dan untuk memberikan memberikan legitimasi kekuasaan untuk melaksanakn pembangunan nasional

c. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

pancasila sebagai ideologi terbuka perlu menjabarkan nilai nilai dasarnya melalui interpretasi dan reinterpretasi yang kritis.

d. Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber

mencerminkan konsep bahwa Pancasila memiliki kedudukan yang tertinggi dalam hierarki nilai dan norma di Indonesia. Istilah ini menggambarkan pentingnya Pancasila sebagai dasar dan panduan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(2)

3. Secara sosiologis, Pancasila berfungsi sebagai pengatur kehidupan masyarakat dengan merujuk pada peran dan dampaknya dalam membentuk struktur sosial, norma, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Beberapa cara di mana Pancasila berfungsi sebagai pengatur kehidupan masyarakat dapat dijelaskan sebagai berikut:

Membentuk Identitas Dan Kesatuan: Pancasila berperan dalam membentuk identitas nasional Indonesia. Nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan, keadilan, dan demokrasi, menjadi dasar untuk membangun kesatuan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia. Identitas ini menjadi dasar kesadaran bersama dan rasa kebangsaan.

Menyokong Pembangunan SOSIAL: Pancasila memberikan arah dan prinsip bagi pembangunan sosial di Indonesia. Nilai-nilai seperti keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat menjadi dasar untuk mengarahkan kebijakan pembangunan yang bertujuan menciptakan kondisi hidup yang adil dan merata.

Mengarahkan Sistem Politik: Pancasila menjadi panduan untuk penyelenggaraan sistem politik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, musyawarah, dan keterwakilan dalam Pancasila mencerminkan cara negara diorganisir untuk mewujudkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan politik.

Menetapkan Norma Dan Etika: Nilai-nilai Pancasila juga membentuk norma dan etika dalam

masyarakat. Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia menjadi dasar bagi norma-norma moral yang mengatur tingkah laku dan interaksi sosial.

Menentukan Sumber Hukum: Secara hukum, Pancasila menjadi sumber hukum tertinggi di Indonesia.

Ini berarti bahwa nilai-nilai dan prinsip dalam Pancasila membentuk dasar bagi pembentukan peraturan- peraturan dan kebijakan hukum, memastikan bahwa hukum mencerminkan nilai-nilai yang diakui oleh masyarakat.

Dengan demikian, secara sosiologis, Pancasila berperan sebagai suatu kerangka normatif dan ideologis yang membentuk dan mengarahkan kehidupan sosial masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan.

4. - landasan historis

Adalah fakta fakta sejarahyang di jadikan dasar pengembangan pendidikan pancasila baik menyangkut formulasi tujuan, pengembangan materi, rancangan model pembelajaran dan evaluasi.

-Landasankultural

Merupakan pengembangan pendidikan pancasila yang di dasari pada nilai nilai luhur bangsa indonesia dalam kehidupan nasional

-landasan yuridis

Merupakan landasan yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan -landasan filosofis

(3)

Adalah penggunaan hasil pemikiran filsafat pancasila untuk mengembangkan pendidikan pancasila.secara praktis nilai-nilai tersebut berupa pandangan hidup ( filsafat hidup) berbangsa.

5. Tujuan nasional Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 mencakup beberapa pokok pikiran yang merinci cita-cita dan tujuan besar pembentukan negara Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menetapkan empat tujuan nasional yang secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:

Menciptakan Kesejahteraan Rakyat: Tujuan ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Upaya ini mencakup pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan pelayanan dasar untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Pembukaan UUD 1945 menegaskan pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai sarana utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, membentuk karakter warga negara, dan memajukan peradaban bangsa.

Menegakkan Keadilan Sosial: Tujuan ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menekankan perlunya pemerataan sumber daya dan kesempatan, sehingga setiap warga negara dapat menikmati hak-haknya secara adil.

Melindungi Seluruh Bangsa Dan Memajukan Perdamaian Dunia: Pembukaan UUD 1945 juga menetapkan tujuan melindungi seluruh bangsa Indonesia dan memajukan perdamaian dunia. Ini

mencerminkan semangat nasionalisme, kedaulatan negara, serta kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian global.

6. Latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok adalah adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua terkait pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia1234. Golongan muda menginginkan proklamasi segera dilakukan setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II13, sedangkan golongan tua masih menunggu persetujuan Jepang5. Peristiwa Rengasdengklok adalah pengasingan Soekarno dan Hatta oleh golongan muda ke Karawang untuk didesak agar mempercepat proklamasi 7. Reformasi pada tahun 1998 di Indonesia adalah gerakan massa yang menuntut perubahan

signifikan dalam pemerintahan dan masyarakat. Protes ini mencapai puncaknya pada bulan Mei 1998, dan akhirnya mengakibatkan mundurnya Presiden Soeharto, yang telah memerintah selama lebih dari tiga dekade. Beberapa tuntutan reformasi dari masyarakat pada periode ini melibatkan:

-Demokrasi dan Kebebasan Politik -Reformasi Politik dan Pemilihan Umum

-Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN):

-Reformasi Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial -Hak Asasi Manusia

-Otonomi Daerah

8. Ketuhanan Yang Maha Esa: Pembukaan UUD 1945 dimulai dengan menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang maha esa. Prinsip ini mencerminkan rasa hormat

(4)

terhadap nilai-nilai spiritual dan kepercayaan kepada Tuhan, sementara tetap mengakui keberagaman agama.

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab: Pembukaan UUD 1945 menegaskan kewajiban negara untuk menciptakan masyarakat yang adil dan beradab. Nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan peradaban menjadi landasan untuk membangun tatanan sosial yang baik.

Persatuan Indonesia: Prinsip ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, meskipun dengan keragaman suku, agama, ras, dan golongan. Konsep "Bhinneka Tunggal Ika"

(Berbeda-beda tapi tetap satu) mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan:

Pembukaan UUD 1945 menetapkan bahwa pemerintahan Indonesia berdasarkan prinsip musyawarah dan mufakat. Sistem ini menekankan partisipasi aktif rakyat dalam pengambilan keputusan politik.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Prinsip ini menekankan pentingnya pemerintah untuk memastikan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Pembukaan UUD 1945 menekankan perlunya mendistribusikan hasil-hasil pembangunan secara merata.

9. Hubungan antara proklamasi kemerdekaan dengan pembukaan UUD 1945 memiliki sifat kesatuan. Sifat kesatuan antara keduanya adalah memberikan penjelasan terhadap dilaksanakannya proklamasi pada 17 Agustus 1945. Penjelasan tersebut yaitu menegakkan hak kodrat dan hak moral dari setiap bangsa akan kemerdekaan

10. berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen, presiden merupakan penyelenggara tertinggi disamping MPR dan DPR, karena Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Jadi menurut UUD 1945, Presiden bukan lagi sebagai mandataris MPR. Dengan demikian, Presiden bertanggung jawab langsung terhadap rakyat.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan

Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling

Pancasila sebagai pandangan hidup sudah tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, karena sudah merupakan “ jiwa dan kepribadian bangsa

Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, hukum dan Negara

Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia diangkat dari nilai-nilai adat-.. istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam

Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan dan pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana

Dari pembahasan diatas penyusun menyarankan agar kita sadar sedalam-dalamnya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia serta merasakan

Bagi bangsa Indonesia hakikat yang sesungguhnya dari pancasila adalah sebagai pandangan hidup bangsa dan sebagai dasar negara. Kedua pengertian