• Tidak ada hasil yang ditemukan

penegakan hukum terhadap pengendara roda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "penegakan hukum terhadap pengendara roda"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGENDARA RODA DUA PENGGUNA HANDPHONE BERDASARKAN UNDANG

UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI WILAYAH

HUKUM KEPOLISIAN SEKTOR PEKANBARU KOTA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum

Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Disusun Oleh:

NAMA : CINDY CLAUDIA AFNA NPM : 1574201125

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU

2019

(2)

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul tentang penegakan hukum terhadap pengendara roda dua pengguna handphone berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota. Pasal 106 ayat (1)Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Berdasarkan pengamatan dilapangan bahwa di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota sering terjadi kecelakaan lalu lintas karena pengendara kendaraan bermotor yang lengah/tidak kosentrasi akibat menggunakan handphone.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan hukum terhadap pengendara roda dua pengguna handphone berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota. Untuk mengetahui hambatan dalam penegakan hukum terhadap pengendara roda dua pengguna handphone berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota. Untuk mengetahui upaya mengatasi hambatan dalam penegakan hukum terhadap pengendara roda dua pengguna handphone berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota.

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum Sosiologis. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara, kuisioner dan Kajian Kepustakaan. Kanit Lantas Polsek Pekanbaru Kota ditetapkan dengan metode sensus. Anggota Unit Lantas Polsek Pekanbaru Kota ditetapkan dengan metode purposive. Pengendara sepeda motor di wilayah hukum Polsek Pekanbaru Kota ditetapkan dengan metode random. Pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara Tahun 2018 ditetapkan dengan metode random.

Dalam menganalisis data menetapkan metode kualitatif, sedangkan dalam menarik kesimpulannya ditentukan dengan metode induktif.

Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa penegakan hukum terhadap pengendara roda dua pengguna handphone berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Pekanbaru Kota belum dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Hambatannya adalah karena faktor ketidakpahaman atau ketidaktahuan masyarakat dalam pemahaman undang-undang, pengaruh undang-undang yang memberikan sifat sanksi lemah dan tidak tegas, faktor ketidaktegasan para penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya, masih rendahnya kesadaran masyarakat. Upayanya adalah melakukan upaya pencegahan (refresif) dan upaya penindakan (preventif), menindak pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan pelanggaran lalu lintas, menegur para pengendara yang kedapatan melanggar lalu lintas untuk mematuhi aturan hukum berlalu lintas, mencegah atau mengurangi terjadinya pelanggaran lalu lintas, meningkatkan disiplin dan kesadaran hukum masyarakat dan meningkatkan efektifitas penanggulangan pelanggaran hukum berlalu lintas.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Kendala-kendala pihak kepolisian lalu lintas dalam proses penegakan hukum pelanggaran batas kecepatan adalah: (1) Pengetahuan masyarakat masih kurang terhadap

(2) Faktor yang menghambat penegakan hukum terhadap anak yang melanggar Undang-Undang Lalu Lintas adalah: Faktor perundang-undangan, yaitu pengaturan mengenai kewenangan

Penegakan Hukum Pidana Terhadap Pelanggaran Pasal 275 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan yang disebabkan oleh

22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam studi kasus tidak menggunakan helm oleh pengendara motor pada konvoi suporter Persebaya di wilayah hukum Polsek

Berdasarkan uraian diatas bahwa Penegakan Hukum Pidana Pasal 137 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di wilayah Hukum

Upaya penegakan hukum Kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana pelanggaran lalu lintas di Polres Bengkulu Respon masyarakat terhadap tindakan polisi dalam upaya

Penegakan Hukum Pelanggaran Modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Kepolisian Satuan Lalu

Di Indonesia peraturan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur di dalam Undang-Undang Republik Indoensia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan UU LLAJ