1
*
FIKIH SOSIAL MEMASUKI ERA REVOLUSI INDUSTRY 4.0
Didih M. Sudi
Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Manshur Pandeglang [email protected]
Abstrak
Konsep fikih dalam islam kata fikih adalah bentukan dari kata fiqhun berarti yang menghendaki ilmu fikih merupakan salah satu bidang keilmuan yamng membahas persoalan hukum atau aturan yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik menyangkut individu, masyarakat, maupun hubungan manusia dengan penciptanya. Fikih adalah pengetahuan manusia tentang hak dan kewajibannya. Fikih meliputi seluruh aspek kehidupan manusia dalam berislam yang pada wilayah aqidah, syariah, ibadah dan ahlak. Di dunia pendidikan, akhir-akhir ini muncul yang namanya pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 merupakan respon pendidikan terhadap kebutuhan di era revolusi industri 4.0. Dalam hal ini, manusia dan teknologi diselaraskan untuk memperoleh solusi dan inovasi (Hussin, 2018). Ada beberapa indikator yang terdapat di pendidikan 4.0 yaitu, pertama, mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan sekaligus mengidentifikasi sumber untuk belajar pengetahuan dan keterampilan tersebut. Kedua, menganalisis proses belajar peserta didik. Ketiga, terjadinya diskusi antar peserta didik. Keempat, guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Kelima, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Keenam, pemberian “hard task”
setelah peserta didik menguasai materi pembelajaran. Ketujuh, peserta didik memiliki pilihan dalam menentukan cara belajar yang mereka inginkan.
Kedelapan, pembelajaran berbasis proyek atau praktik langsung. Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, kedelapan indikator tersebut harus berintegrasi dengan teknologi agar pendidikan yang ada tidak tertinggal oleh zaman.
Kata kunci : pengetahuan dan keterampilan Abstract
The concept of fiqh in Islam the word fiqh is a form of the word fiqhun meaning that the science of jurisprudence is one of the scientific fields that discusses legal issues or rules related to various aspects of human life, both regarding individuals, society, and human relations with their creators.
Jurisprudence is man's knowledge of his rights and obligations. . Jurisprudence covers all aspects of human life in the area of aqidah, sharia,
worship and ahlak. In the world of education, recently there has appeared such a thing as education 4.0. Education 4.0 is an educational response to the needs in the era of the industrial revolution 4.0. . In this case, humans and technology are aligned to obtain solutions and innovations (Hussin, 2018).
There are several indicators found in education 4.0, namely, first, knowing the necessary knowledge and skills as well as identifying the sources for learning these knowledge and skills. Second, analyze the learning process of learners. Third, there is a discussion between students. Fourth, the teacher acts as a facilitator in the learning process. Fifth, learning can happen anytime and anywhere. . Sixth, giving "hard tasks" after students have mastered the learning material. Seventh, learners have a choice in determining the way they want to learn. Eighth, project-based or hands-on learning. In the face of the industrial revolution 4.0, the eight indicators must integrate with technology so that existing education is not left behind by the times.
Keywords : knowledge and skills
PENDAHULUAN/
Di era revolusi industri 4.0 saat ini permasalahan di dunia sangat beranekaragam, seperti politik, ekonomi, dan pendidikan. Dalam hal ini penulis akan memaparkan masalah pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini penulis akan memaparkan masalah pendidikan di Indonesia. Masalah pendidikan di Indonesia saat ini semakin kompleks di antaranya adalah mahalnya biaya pendidikan, fasilitas pendidikan yang kurang memadai, dan rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan (Wardani, 2018) Hal tersebut sering terjadi di daerah-daerah terpencil, seperti daerah pelosok desa sehingga dijadikan sebagai sorotan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Jika masalah tersebut dibiarkan begitu saja maka tidak akan terselesaikan justru malah menjadi besar. Sudah seharusnya pemerintah perlu menyelesaikan masalah tersebut karena sistem pendidikan menjadi hal yang paling utama. Tidak hanya pemerintah saja yang harus bekerja, melainkan masyarakat, guru, dan elemen lainnya perlu membantu mengadakan perubahan sistem Pendidikan.
UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana pengetahuan yang di dalamnya berisi tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan. pembelajaran.
Sebagai hasil dari upaya para akad Kurikulum fikih merupakan kurikulum pembelajaran yang di dalamnya berisi tentang hukumhukum syara’ yang bersifat praktis yang diperoleh dari dalil-dalil yang rinci (Abdul Wahhab Kallaf dalam Ahmad Rofiq, 2000). Menurut Azhami (2006) fikih yang berkaitan dengan hukum syara’ yang berkaitan dengan aktivitas manusia berupa hukum wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah berdasarkan ketetapan yang terkandung dalam Al-Qur’an, As- Sunnah, dan dalil-dalil. Kurikulum Fikih di MA Al-Muayyad adalah salah satu bagian mata pelajaran Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik dalam pengenalan, pemahaman, dan pengamalan hukum Islam yang menjadi dasar pandangan hidup melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pelatihan, dan pembiasaan sebagai bekal di masa yang akan datang. Dalam sebuah pendidikan tidak terlepas dari sistem pendidikikan atau kurikulum.
IDENTIFIKASI SUMBER BELAJAR
Pendidikan 4.0 menuntut peserta didik untuk memahami pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan sekaligus mengidentifikasi sumber belajar pengetahuan dan keterampilan tersebut (Hussin, 2018). Pengidentifikasian sumber belajar akan sangat mudah jika diintegrasikan dengan teknologi. Seperti yang disampaikan oleh Warsita 2013 bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan dapat membantu memecahkan masalah pembelajaran yaitu membantu peserta didik dalam mengidentifikasi sumber belajar. Integrasi teknologi sangat diperlukan dalam mengidentifikasi sumber belajar. Hal ini dikarenakan dengan adanya integrasi tersebut, sumber belajar peserta didik lebih sebervariasi mungkin.
Semakin bervariasi sumber belajar maka pengetahuan peserta didik terkait materi tersebut juga akan semakin luas, dan hasil yang dicapai juga akan lebih maksimal (Abdullah, 2009).
ANALISIS PROSES BELAJAR
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, diantaranya metode kualitatif yang bersumber dari jurnal/artikel-artikel serta beberapa buku yang berkaitan dengan fiqih sosisal. Kemudian studi kepustakaan dengan mengumpulkan data yang bersumber dari buku dan jurnal-jurnal. Hasil re-search ini kami baca dan rangkum kembali sehingga lebih ringan dan mudah dipahami.
HASIL DAN PEMBAHASAN/RESULT AND DISCUSSION
Globalisasi telah memasuki era baru yang bernama Revolusi Industri 4.0.
Klaus (Shwab, 2016) melalui The Fourth Industrial Revolution menyatakan bahwa dunia telah mengalami empat tahapan revolusi, yaitu:
1) Revolusi Industri 1.0 terjadi pada abad ke 18 melalui penemuan mesin uap, sehingga memungkinkan barang dapat diproduksi secara masal,
2) Revolusi Industri 2.0 terjadi pada abad ke 19-20 melalui penggunaan listrik yang membuat biaya produksi menjadi murah,
3) Revolusi Industri 3.0 terjadi pada sekitar tahun 1970an melalui penggunaan komputerisasi, dan
4) Revolusi Industri 4.0 sendiri terjadi pada sekitar tahun 2010an melalui rekayasa intelegensia dan internet of thing sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin..
Dalam konteks itu, kajian tentang nilai dasar dan norma praktis dalam pengelolaan lingkungan menurut Islam diperlukan untuk mengeksplorasi substansi dari fikih lingkungan.
Integrasi kurikulum dengan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menganalisis proses belajar. Sudah ada beberapa program yang memanfaatkan teknologi untuk menganalisis progres belajar siswa. Programprogram penganalisa proses belajar peserta didik ini berusaha memadukan analisa big data dengan metode pengajaran yang efektif melalui beberapa tahapan yaitu learn, practice, and test. Dari ketiga tahapan tersebut dapat diketahui bahwa penilaian guru tidak hanya sebatas nilai akhir saja tapi juga menganalisis proses belajar siswa.
Tidak hanya peserta didik yang dituntut untuk mengikuti era revolusi industri 4.0 tetapi guru juga harus bisa menguasai teknologi (Ibda, 2018. Tidak hanya nilai hasil akhir saja yang dilihat tapi juga memperhatikan proses belajar peserta didik seperti keaktifan peserta didik dalam berdiskusi, mencari berbagai sumber pelajaran dan lain.
Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara manusia berpikir, hidup, dan berhubungan satu dengan yang lain. Era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang teknologi saja, namun juga bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, dan politik.
Revolusi Industri 4.0 telah mengubah segala aspek kehidupan manusia, semua sektor industry dan perdagangan mengalami perkembangan dari revolusi industry 1.0 sampai hingga saat ini revolusi industry 4.0 yang lebih dikenal dengan sebukan Industrial recolution 4.0.
Revolusi Industri 4.0 menyimpan berbagai dampak negatif, diantaranya ancaman pengangguran akibat otomatisasi, kerusakan alam akibat ekspoitasi industri, serta maraknya hoax akibat mudahnya penyebaran informasi. Oleh karena itu, kunci dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah selain menyiapkan kemajuan teknologi, di sisi lain perlu dilakukan pengembangan sumber daya manusia dari sisi humaniora agar dampak negatif dari perkembangan teknologi dapat ditekan.
Globalisasi merupakan diskursus yang banyak mengundang perdebatan masyarakat dunia, baik yang setuju (pro) maupun yang anti (kontra). Mereka yang setuju pada umumnya berangkat dari pemahaman bahwa globalisasi adalah suatu keniscayaan sejarah yang harus diterima dengan lapang dada. Sementara itu, yang anti-globalisasi melihat pada akibat yang timbul dari globalisasi itu sendiri, terutama pengaruhnya yang destruktif bagi lingkungan hidup. Globalisasi sendiri dalam percaturan masyarakat dunia telah menjadi terma yang sangat populer dan sering digunakan untuk menggambarkan situasi dunia yang sedang berkembang.
Pandangan Friedman tentang sejarah globalisasi menunjukkan bahwa setiap era globalisasi selalu berdampak pada perubahan sistem dan perilaku sosial masyarakat. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Alvin Toffler, (Toffler, 1980)
dalam The Third Waveyang menjelaskan bahwa progesivitas dunia berkembang pada tiga gelombang: era aglikultur, era industrial, dan menuju pada era informasi.
Dalam setiap era, sistem dan perilaku masyarakat pun berubah mengikuti zaman.
SIMPULAN/CONCLUSION
Konsep fikih dalam memasuki revolusi industi 4.0 semakin meningkat, saat ini fikih dalam segala bidang termasuk bidang integrasi kurikulum semakin meningkat di Pendidikan sekolah maupun di pesantren. Pendidikan fikih pada era revolusi indutri ini sebaiknya diterapkan karena makin canggih terknologi dan kurangnya minat belajar karena sudah terkontaminasi.
DAFTAR PUSTAKA/REFERENCES Buku/Book
Sebuah Pendekatan Terhadap Realitas Sosial. Diterjemahkan oleh Farid Wajidi dan S. Menno. Jakarta: Rajawali Press, n.dM. Alwi Al Maliki (2021).
.
Nuansa Fikih Sosial. Yogyakarta: LKiS, 1994.
Artikel dalam Jurnal/Article on Journal
Sandu, C. (2012). Globalization: Definition, Processes and Concepts. Journal Of Natıonal Instıtute Of Statıstıcs
Koran dan Majalah/Newspaper and Magazines
Priyono, B. Herry. “Tentang Sebuah Terobosan Teoritis.” Majalah Basis, 2000 Artikel di Internet/Article on Internet
SinthiaRahmi
https://www.kompasiana.com/.../perubahan-sosial-di-era-revolusi-industri-4-0
Artikel dalam Jurnal di Internet/Article on Journal in Internet:
Abdurrahman : https://www.researchgate.net /publication/36-899536…
Table/Chart/Diagram/Picture should follow as example below: