Penerapa Demokrasi Pancasila di Indonesia
Oleh : Hasydan Hashfi Ihtifadzuddin
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana semua warga memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta dalam perumusan, pengembangan dan pembuatan hukum baik secara langsung maupun melalui perwakilannya.
Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah suatu pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Paham tersebutlah yang sering disebutkan oleh kita, bahkan hal tersebut sudah menjadi slogan yang sering dipakai. Berdasarkan pengertian tersebut demokrasi ini cukup relevan untuk diterapak karena semua warga negara dapat ikut andil dalam mensejahterakan negaranya. Maka dari itu banyak negara yang menganut sistem demokrasi dipemerintahan negaranya.
Indonesia adalah salah satu negara yang menganut sistem demokrasi didalam pemerintahannya, sistem demokrasi di Indonesia menginduk kepada pancasila yang sering disebut Demokrasi Pancasila. Demokrasi pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dalam penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu undang-undang Dasar 1945. Sebagai negara yang beridiologi Indonesia selalu menerapkan Idiologinya yaitu Pancasila disetiap unsur berkehidupan atau pemerintahan.
Sebagai contoh penerapan demokrasi pancasila di Indonesia adalah setiap keputusan yang diambil selalu keluar dari hasil musyawarah, seperti dalam pemilihan pemimpin atau contoh kecilnya dalam pemilihan ketua kelas dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan sebuah contoh penerapan demokrasi pancasila yang paling sering dan sangat umur di negara Indonesia. Sama halnya dalam pembuatan peraturan, dimana rakyat sendiri ikut andil dalam pembuatan peraturan tersebut melalui wakilnya sehingga peraturan tersebut relevan untuk rakyat itu sendiri. Sesuai dengan pengertian dari Abraham Lincoln yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Namun pada saat ini banyak penyelewengan yang terjadi oleh beberapa oknum yang melenceng dari paham demokrasi pancasila ini. Bahkan ketua mahkama konstitusi Moh. Mahfud MD, saat menyampaikan pidato pada peluncuran buku “Kuasa Rakyat: Analisis tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca Orde Baru” yang diselenggarakan oleh Lembaga Survei Indonesia beliau mengatakan ”Saat ini telah terjadi reduksi atas demokrasi.Yakni
bukan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, melainkan dari rakyat, oleh elit, dan untuk elit. Inilah fakta yang ada saat ini di Indonesia.”
Menurut Mahfud, jika dihitung waktu keterlibatan rakyat dalam berdemokrasi, sesungguhnya rakyat hanya memiliki waktu keterlibatan kurang lebih lima menit saja. Lima menit ini, dia hitung ketika seorang rakyat, sebagai pemilih, memberikan suaranya di bilik suara. Mahfud menegaskan, hanya selama itulah keterlibatan rakyat yang sesungguhnya dalam sistem demokrasi dewasa ini. Sisanya, adalah waktu elit untuk berkuasa.
Perbuatan-perbuatan oknum tidak bertanggung jawab ini yang membuat masyarakat merasakan dampak negatif atau kerugian akibat penyalahgunaan kekuasaan yang melenceng dari paham demokrasi pancasila. Sehingga pada saat ini banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya peraturan dan keputusan dari pemerintah karena peraturan dan keputusan ini dirasa merugikan masyarkat dan menguntungkan bagi beberapa pihak.
Hal tersebut membuat rakyat menjadi mengurangi rasa kepercayaannya kepada wakil- wakilnya rakyatnya. Sehingga pada saat keluarnya peraturan dan keputusan sering terjadi aksi protes melalui sosial media atau aksi langsung yaitu demo. Protes tersebut adalah bentuk ketidak setujuan rakyat pada peraturan dan keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Bukannya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat? Tapi mengapa rakyat melakukan protes atau tidak setuju? Kemana demokrasi pancasila? Hal ini perlu dipertanyakan.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menerapkan dan menjunjung tinggi ideologi dan demokrasi pancasila. Karena dari hal kecil dapat menjadi besar, bukan hal yang tidak mungkin kita yang akan membuat negara Indonesia ini menjadi maju dan sejahtera dengan hal-hal kecil. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.