Demokrasi
Demokrasi
Pancasila
Pancasila
dan
dan
Civil Society
Civil Society
ANGGOTA KELOMPOK
ANGGOTA KELOMPOK
1. 1.A
AM
MA
AL
LI
I
R
RE
EZ
ZA
A
(
(1
12
20
05
53
33
34
43
30
07
79
93
3
)
)
2.2.
IIN
IIN
CH
CHOI
OIRI
RIYA
YAW
WAT
ATI
I
(
(12
1205
0533
3343
4301
0131
31
)
)
3.3.
INTAN
INTAN SOLIKHATUL
SOLIKHATUL M
M
(120533
(120533430993
430993 )
)
4.4.
M.
M.
RI
RIZK
ZKI
I IR
IRW
W
ANTO
AN
TO
(
(12
1205
0533
3343
4309
0983
83 )
)
5.5.
R
RAT
AT
IH
IH
SE
SETI
TIAW
AW
ATI
AT
I
(
(12
1205
0533
3343
4310
1001
01
)
)
6.Demokrasi Pancasila
Demokrasi Pancasila
Demokrasi
Demos yang berarti rakyat,
kratos yang berarti
memerintah.
Abraham Lincoln mengatakan bahwa sistem
pemerintahan yang diselenggarakan
“
dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
”
Demokrasi merupakan kedaulatan rakyat seperti
yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945.
Pelaksanaanya di atur dalam pasal 1 ayat 2 UUD
1945, yang berbunyi
“
kedaulatan berada di
tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
Undang-Undang Dasar
”
Pelaksanaan
Demokrasi
Demokrasi Liberal (17
Agustus 1950-5 Juli 1959)
Demokrasi Terpimpin (5 Juli
1959
–
11 Maret 1966)
Demokrasi Pancasila (11 Maret
1966
–
21 Mei 1998)
Reformasi (21 Mei 1968
-Sekarang)
Demokrasi Pancasila
Menurut Prof. Dardji Darmadihardja, S.H.
Demokrasi Pancasila adalah paham
demokrasi yang bersumber pada
kepribadian dan falsafah hidup bangsa
Indonesia, yang perwujudannya seperti
dalam ketentuan-ketentuan Pembukaan
UUD 1945.
Lanjutan
…
Dapat disimpulkan dari beberapa
pengertian di atas bahwa demokrasi pancasila
adalah paham demokrasi yang berdasarkan
paham kekeluargaan dan gotong royong yang
ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.
Demokrasi pancasila merupakan sarana
atau alat bagi bangsa Indonesia untuk
mencapai tujuan Negara. Dimana tujuan
Negara tersebut seperti yang tercantum di
dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV.
Lanjutan
…
Inti dari demokrasi pancasila
adalah paham kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakil
an yang dijiwai dan
diintegrasikan dengan
sila-sila lainnya
Sejarah Demokrasi Pancasila
1.
Demokrasi pancasila dimulai dari
orde baru yang dicikal bakali oleh
salah satu kejadian sejarah penting
yaitu super semar yang
merupakan surat dari Soekarno
kepada Soeharto untuk
mengambil tindakan
kepemerintahan Negara Republik
Indonesia.
2.
Awal pelaksanaan sistem
demokrasi pancasila
dilakukan sebuah
penyederhanaan sistem
kepartaian. Kemudian
muncul lah kekuatan
yang dominan yaitu
golongan karya (Golkar)
dan ABRI.
3.
Selama orde baru, pilar-pilar
demokrasi seperti partai
politik, lembaga perwakilan
rakyat, dan media massa
berada pada kondisi lemah
dan selalu dibayangi oleh
mekanisme reccal,
sementara partai politik
tidak mempunyai otonomi
internal.
4.
kebijakan pemerintah akan
pengesahan
Undang-undang Penanaman Modal
Asing (UU No. 1-1968) dan
juga melalui pinjaman luar
negeri (foreign loan) dan
bantuan luar negeri (foreign
aid).
Ciri khas demokrasi Pancasila
Demokrasi Pancasila yang berintikan musyawarah untuk mencapai
mufakat dengan berpaham kekeluargaan dan kegotongroyongan
1.
Demokrasi Pancasila bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan
yang bernapaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.
Demokrasi Pancasila harus menghargai hak-hak asasi manusia serta
menjamin adanya hak-hak minoritas.
3.
Pengambilan keputusan dalam demokrasi Pancasila sedapat
mungkin didasarkan atas musyawarah untuk mufakat.
4.
Demokrasi Pancasila harus bersendikan hukum, rakyat sebagai subjek
demokrasi berhak untuk ikut secara efektif untuk menentukan
kehidupan bangsa dan negara.
Asas Demokrasi Pancasila
Sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila menurut
prinsip-prinsip yang terkandung dalam Batang Tubuh UUD 1945
berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan, yaitu,
sebagai berikut:
a.
Negara Indonesia ialah Negara yang berdasarkan atas hukum
b.Sistem konstitusional
c.
Kekuasaan Negara tertinggi di tangan MPR
d.
Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi
di bawah Majelis
e.
Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
f.Kekuasaan kepala Negara tidak tak terbatas
Fungsi Demokrasi Pancasila
Terdapat fungsi dari demokrasi pancasila yaitu, sebagai berikut:
1.
Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan
bernegara
2.
Menjamin tetap tegaknya negara RI.
3.
Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang
mempergunakan sistem konstitusional
4.
Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada
Pancasila
5.
Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang
antara lembaga Negara
Perkembangan Demokrasi
Pancasila di Indonesia
Perkembangan demokrasi PraOrde Baru
Perkembangan demokrasi dalam
pemerintahan orde baru
Perkembangan demokrasi pada masa
reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
1
2
1. Perkembangan Demokrasi PraOrde Baru
Perkembangan demokrasi PraOrde Baru
Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan
Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
Perkembangan demokrasi demokrasi terpimpin (1959-1965)
Perkembangan demokrasi masa
revolusi kemerdekaan
Implementasi demokrasi pada masa pemerintahan
revolusi kemerdekaan baru terbatas pada interaksi
politik diparlemen
Pada masa pemerintahan masa ini
Pers
mendukung
Perkembangan demokrasi parlementer
(1945-1959)
Pada masa ini masa kejayaan demokrasi di
indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi
dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan
politik di indonesia.
Lembaga perwakilan rakyat atau parlemen
memainkan peranan yang sangat tinggi
dalamproses yang berjalan.
Perkembangan demokrasi demokrasi
terpimpin (1959-1965
)
Sejak berakhirnya pemilihan umum 1955, presiden
soekarno menunjukkan ketidak senangannya kepada
partai-partai politik.
Politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat
kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada
waktu itu yaitu : presiden soeharto, partai komunis
Awal pemerintahan Orde baru ditandai oleh adanya
kebebasan politik yang besar. Presiden Soeharto menggantikan
Ir.Soekarno sebagai Presiden ke-2 dan menerapkan model
Demokrasi Pancasila (Orba) Negara orde baru mewujudkan
dirinya sebagai kekuatan yang kuat dan relatif otonom
sedangkan masyarakat semakin teralienasi.
Menurut M.Rusli Karim rezim Orde Baru ditandai oleh :
Dominannya peranan ABRI Birokratisasi dan sentralisasi
pengambilan keputusan
politikpembatasan peran dan fungsi partai politik
Campur tangan pemerintah
dalampersoalan partai politik dan publik
Masa mengambang
Monolitisasi ideologi negara dan ikorporasi lembaga non
pemerintah
2. Perkembangan demokrasi dalam
pemerintahan orde baru
Sejak runtuhnya orde baru bersamaan dengan lengsernya
presiden soeharto, maka NKRI memasuki suasana
kenegaraan yang baru
Hasil dari kebijakan reformasi yang dijalankan terhadap
hampir semua aspek kehidupan masyarakat dan negara
yang berlaku sebelumnya.
Kebijakan reformasi ini berpuncak dengan di
amandemennya UUD 1945 ( bagian batang tubuhnya)
karena dianggap sebagai sumber utama kegagalan tatan
kehidupan kenegaraan di era orde baru
3. Perkembangan demokrasi pada masa
Pengertian
Civil Society
Civic society atau
masyarakat madani. Kata
madani berasal dari kata
Madinah.
Madinah berasal dari kata
“
madaniyah
” yang
berarti
peradaban. Oleh karena
itu masyarakat madani
berarti masyarakat yang
beradap.
Masyarakat madani
adalah
sebuah tatanan
masyarakat sipil yang
mandiri dan demokratis,
dimana masyarakat
madani lahir dari proses
penyemaian demokrasi
Ciri-Ciri
Civil Society
Menjunjung tinggi nilai,
norma, dan hukum yang
ditopang oleh iman dan
teknologi.
Mempunyai peradaban
yang tinggi ( beradab ).
Mengedepankan
kesederajatan dan
transparasi ( keterbukaan ).
Demokratisasi
Free public sphere (ruang
publik yang bebas)
Toleransi
Pluralisme
Keadaan Sosial
Partisipasi Sosial
Supremasi Hukum
Masyarakat Madani di Indonesia
Strategi atau paradigm agar masyarakat madani bisa terwujud di
Indonesia :
Pertama, pandangan integrasi nasional dan politik.
Pandangan ini menyatakan bahwa sistem demokrasi tidak
mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari
dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran dalam
hidup berbangsa dan bernegara
Ketiga, paradigma membangun masyarakat madani
sebagai basis utama pembangunan demokrasi, pandangan
ini merupakan paradigma alternatif di antara dua
pandangan yang pertama yang dianggap gagal dalam
pengembangan demokrasi, pandangan ini lebih
menekankan proses pendidikan dan penyadaran politik
warga negara, khususnya kalangan kelas menengah.