PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Pada dasarnya, kewajipan solat adalah wajib bagi mereka yang telah baligh, tetapi sejak umur 7 tahun, kanak-kanak perlu dilatih untuk menunaikan solat. Guru ini melakukan pembinaan solat fardu yang dilakukan di rumah menggunakan media buku kejujuran.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan dijadikan bahan kajian penggunaan media buku jujur dalam meningkatkan kepemimpinan doa. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan bagi pihak institusi UIN KHAS Jember dan peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian terkait penggunaan media buku jujur dalam meningkatkan kepemimpinan sholat.
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif, dan variabelnya sama-sama membahas tentang perkembangan layanan sholat. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif, dan variabelnya membahas kedua media buku tersebut.
Kajian Teori
Buku Kejujuran yang disebut juga dengan buku cek shalat adalah buku yang berisi catatan-catatan pelaksanaan shalat. Dalam pelaksanaannya, buku kejujuran melibatkan siswa sebagai pengguna buku kejujuran, sedangkan guru dan orang tua memantau pelaksanaan penggunaan buku kejujuran ini. Buku Kejujuran bertujuan untuk memudahkan guru dalam memantau pelaksanaan ibadah shalat siswa dan menumbuhkan kesadaran tentang kewajiban menunaikan shalat sehingga terbiasa menunaikan kewajiban berupa shalat.
Jadi fungsi media buku kejujuran adalah alat berupa buku kejujuran (buku cek doa) yang digunakan guru untuk menunjang proses pembelajaran dan pengajaran dalam pendidikan agama Islam. Ia dinamakan solat kerana ia menghubungkan seorang hamba dengan penciptanya dan solat merupakan manifestasi kehambaan dan keperluan diri kepada Allah SWT. Solat bermaksud sistem ibadat yang tersusun dan beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulakan dengan takbir dan diakhiri dengan salam berdasarkan syarat dan rukun tertentu 33. Adapun solat yang akan kita bahas di bawah ini adalah mengikut firman Allah SWT.
Pembelajaran merupakan suatu perpaduan yang tersusun dari unsur-unsur manusia, bahan, fasilitas, peralatan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.42 Fungsi media pembelajaran yang dimaksud peneliti dalam penelitian ini adalah alat-alat yang digunakan guru, seperti: alat peraga dan fasilitas yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar pendidikan agama Islam: buku kejujuran (buku cek doa). Disebut salat karena menghubungkan seorang hamba dengan penciptanya, dan salat merupakan wujud pengabdian dan kebutuhan seseorang kepada Allah SWT. Berdasarkan penjelasan di atas, fungsi media buku kejujuran dalam meningkatkan tuntunan sholat adalah alat berupa buku kejujuran (buku kendali sholat) yang digunakan guru untuk menunjang proses belajar mengajar pendidikan agama Islam.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mencoba memberikan gambaran penerapan media buku kejujuran dalam meningkatkan bimbingan ibadah sholat siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember. Dasar-dasar dan Tujuan Penerapan Media Buku Kejujuran dalam Meningkatkan Perkembangan Ibadah Sholat Siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember. Prinsip Dasar Penerapan Media Buku Kejujuran dalam Meningkatkan Perkembangan Ibadah Sholat Siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember.
Tujuan penerapan Media Buku Kejujuran untuk meningkatkan perkembangan sholat siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember. Hasil Penelitian Tidak Ada Fokus Penelitian Hasil Penelitian 1 Rumusan dasar dan . Tujuan penerapan media buku kejujuran untuk meningkatkan formasi ibadah di SMP Negeri 1 Ambulu Jember? 3 Evaluasi penerapan media buku kejujuran untuk meningkatkan bimbingan sholat di SMP Negeri 1 Ambulu Jember.
Evaluasi yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan penerapan media Kitab Kejujuran dalam meningkatkan pengajaran sholat adalah evaluasi kualitatif berupa observasi. Terlihat penerapan media buku kejujuran dalam meningkatkan arahan sholat di SMP Negeri 1 Ambulu Jember terlaksana dengan baik dan praktis. Rumusan dasar dan tujuan penerapan media buku kejujuran dalam meningkatkan perkembangan ibadah sholat siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember.
Penerapan Media Buku Kejujuran Dalam Meningkatkan Perkembangan Ibadah Sholat Siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember. Berdasarkan analisis di atas dapat dikatakan bahwa penerapan media buku kejujuran dalam meningkatkan tuntunan sholat di SMP Negeri 1 Ambulu Jember dilakukan setiap hari dalam pengawasan orang tua. Bagaimana Penerapan Media Buku Kejujuran Dalam Peningkatan Bimbingan Pelayanan Sholat Siswa SMP Negeri 1 Ambulu Jember.
Bagaimana evaluasi penggunaan media fair books dalam pengajaran doa siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu langkah penting dan penting dalam penelitian untuk memperoleh berbagai data.Ada berbagai macam teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian di lapangan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses observasi yang dilakukan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. Secara sederhana wawancara dapat dikatakan sebagai peristiwa atau proses interaksi antar narasumber melalui interaksi langsung.
Dapat juga dikatakan bahwa wawancara adalah percakapan tatap muka antara pewawancara dengan sumber informasi, dimana pewawancara menanyakan secara langsung mengenai suatu objek yang diteliti yang telah dirancang sebelumnya.48. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode wawancara semi terstruktur: wawancara semi terstruktur lebih bebas dibandingkan wawancara terstruktur. Metode semi terstruktur memungkinkan peneliti menemukan permasalahan secara lebih terbuka karena narasumber dimintai pendapat dan gagasannya. Dimana peneliti mengajukan beberapa pertanyaan terstruktur pada saat wawancara, yang kemudian digali satu per satu untuk menggali informasi dan keterangan lebih jauh mengenai data, pendapat dan gagasan narasumber.
Ketika melakukan wawancara hendaknya peneliti mendengarkan dengan seksama dan mencatat serta mencatat apa yang disampaikan oleh informan. Dokumentasi merupakan catatan peristiwa masa lalu, dokumen dapat berupa gambar, tulisan ataupun hasil karya seseorang. Dokumen Implementasi Media dari Buku Kejujuran Dokumen relevan lainnya dari berbagai sumber yang diakui keasliannya untuk memperkuat analisis penelitian.
Analisis Data
Verifikasi dan Kesimpulan (Verification/Conclusion Drawing) Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan bukti-bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disampaikan merupakan kesimpulan yang dapat diandalkan.
Keabsahan Data
Triangulasi teknis adalah menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda 52 Dalam hal ini peneliti menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda, peneliti memperoleh data yang sama melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Tahap-tahap Penelitian
Peneliti juga melakukan wawancara mengenai upaya orang tua dalam meningkatkan doa siswa dengan menggunakan buku kejujuran. Media yang digunakan adalah kegiatan membentuk dan memantapkan kedisiplinan siswa dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan serta mencapai tujuan penerapan media buku kejujuran dalam peningkatan bimbingan sholat di SMP Negeri 1 Ambulu Jember. Evaluasi bimbingan sholat di SMP Negeri 1 Ambulu Jember dimaksudkan untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai siswa dalam penerapan media buku kejujuran untuk meningkatkan bimbingan sholat.
Berdasarkan penyajian data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai “Penerapan Media Buku Kejujuran Dalam Meningkatkan Perkembangan Ibadah Sholat Siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2022/2023”. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Penerapan Media Buku Kejujuran Dalam Meningkatkan Tuntunan Ibadah Sholat Siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember” adalah hasil penelitian atau hasil karya sendiri, kecuali bagian yang diacu oleh sumber.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
Gambaran Obyek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis Data
Bagian keempat dari buku kejujuran disiplin sholat fardu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolom sholat fardu. Bagian kelima Buku Kejujuran Disiplin Sholat Fardhu terdapat kolom awal atau tanda tangan orang tua/wali siswa. Bagian keenam dari buku kejujuran disiplin sholat fardu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolom awal atau tanda tangan guru.
Buku Kejujuran karya Pak Abdul Afif selaku guru pendidikan agama Islam ini diterapkan pada siswa kelas IX dan lainnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan media buku kejujuran dan peranannya dalam penerapan media buku kejujuran. Dalam penerapan Media Buku Kejujuran dalam membimbing ibadah sholat siswa di SMP Negeri 1 Ambulu Jember, evaluasi yang dilakukan guru hanya bersifat observasional yaitu mengamati perilaku dan sikap siswa sehari-hari dalam menghadapi kedua temannya sebagai guru.
Sebab, tanpa kesediaan santri untuk menunaikan Kitab Kejujuran, mustahil kita bisa memanfaatkan Kitab Kejujuran untuk menunaikan shalat fardhu agar santri berhasil. Kolaborasi dengan kepala sekolah dan guru SMP N 1 Ambulu juga menjadi faktor pendukung keberhasilan penggunaan Kitab Kejujuran untuk mendisiplinkan pelaksanaan shalat fardhu siswa kelas 1X. Hal ini tentunya juga sangat menentukan keberhasilan penggunaan kitab jujur dalam meningkatkan disiplin shalat fardhu.
Pembahasan Temuan
Mengenai perencanaan memimpin ibadah salat dengan menggunakan media buku kejujuran, hal ini dilakukan dengan menentukan tujuan penerapan Media Buku Kejujuran yaitu sebagai wadah bagi santri untuk mengembangkan diri, melatih kedisiplinan santri. Berdasarkan analisis data di atas dapat dijelaskan bahwa kurikulum media buku kejujuran dibuat dengan tujuan untuk. Berdasarkan teori tersebut media buku kejujuran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kedisiplinan siswa dalam pembinaan sholat.
Selama media buku kejujuran diterapkan, maka pada hari Sabtu setiap minggunya akan dilakukan evaluasi oleh guru pendidikan agama Islam. Hal ini didukung dengan kesabaran orang tua atau wali peserta didik sebagai pengawas utama dalam pelatihan ibadah sholat dan guru pendidikan agama islam dalam pengecekan buku kejujuran. Upaya apa saja yang dilakukan kepala sekolah/wakil kepala sekolah dan guru pendidikan agama Islam dalam proses penerapan media buku kejujuran?
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Memudahkan tahapan perencanaan indikator keberhasilan shalat siswa berdasarkan pengembangan orientasi Buku Kejujuran bagi siswa agar dapat melaksanakan shalat dengan baik dan benar sesuai syariat. Memfasilitasi inovasi Kitab Kejujuran dengan menambahkan konten materi bacaan sholawat dan surat pendek. Melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan metode dan media yang tepat justru lebih tepat untuk meningkatkan perkembangan doa siswa.
Melakukan penelitian perbandingan pengaruh guru, pengaruh orang tua terhadap hasil pengajaran sholat pada siswa di kelas yang berbeda.