• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan model Altman Z-Score pada perusahaan PT. Omni Inovasi Indonesia, Tbk., periode 2019-2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Penerapan model Altman Z-Score pada perusahaan PT. Omni Inovasi Indonesia, Tbk., periode 2019-2021"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

54 BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan, dan mengukur prediksi kebangkrutan dengan menggunaka rasio Altman Z-Score. Setelah itu, menilai apakah ada usaha perbaikan dari perusahaan yang berdampak positif terhadap kinerja keuangan.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PT Omni Inovasi Indonesia periode 2019 sampai dengan 2021 sebagai berikut:

- Rasio Likuiditas: PT Omni Inovasi Indonesia berada pada posisi tidak likuid dikarenakan nilai utang jangka pendeknya selalu bernilai lebih besar dibandingkan dengan aktiva lancar. Hal tersebut tercermin pada modal kerja bersih yang bernilai negatif serta rasio lancar lancar dan rasio cepat yang konsisten berada pada nilai di bawah 1 untuk periode 2019 sampai dengan 2021, yang menandakan perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

- Rasio Aktivitas: Hasil analisis dari rasio ini menjukkan fluktuasi tingkat aktivitas pada perusahaan. Hal yang perlu diawasai pada rasio aktivitas ini adalah perputaran aktiva tetap berangsur angsur menurun setiap tahunnya, yang mengindikasikan bahwa turunnya tingkat efisiensi pada aktiva tetap untuk menghasilkan penjualan. Piutang perusahaan juga perlu diperhatikan mengingat pada tahun 2019, perusahaan mencatatkan penyisihan penurunan nilai tahun berjalan untuk piutang usahanya sebesar 91% dengan nilai Rp2.721.175.000.000. Nilai penurunan tersebut merupakan usaha perusahaan untuk menutup kemungkinan adanya rugi dari tidak tertagihnya piutang usaha di masa mendatang.

(2)

55 - Rasio Utang: Nilai utang perusahaan konsisten mengalami kenaikan setiap tahunnya dan menyebabkan nilai aset perusahaan dibiayai seluruhnya oleh utang, yang jika dibiarkan perusahaan dapat mengalami kesulitan keuangan karena sulitnya untuk membayar utang. Hal tersebut tercermin pada nilai rasio utang terhadap ekuitas yang bernilai negatif setiap tahunnya.

- Rasio Profitabilitas: PT Omni Inovasi Indonesia tidak pernah membukukan laba atau selalu merugi setiap tahunnya pada periode 2019- 2021. Namun, nilai rugi yang didapatkan pada tahun 2021 mengalami perbaikan dengan menurunnya nilai rugi yang dihasilkan. Hal tersebut menandakan jika kinerja keuangan perusahaan mulai membaik pada tahun 2021.

- Berdasarkan analisis rasio-rasio keuangan yang telah dilakukan, kinerja keuangan PT Omni Inovasi Indonesia berada pada kondisi yang buruk.

Rasio likuiditas menunjukkan jika perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Rasio Aktivitas perusahaan menunjukkan terjadinya fluktuasi, perputaran aktiva tetap menunjukkan kinerja yang terus menurun dan terjadi penyisihan penurunan nilai untuk piutang dengan nilai sangat tinggi yang mengindikasikan buruknya perusahaan dalam mengelola piutang. Rasio utang perusahaan menunjukkan jika aset yang dimiliki perusahaaan lebih kecil dibandingkan dengan liabilitasnya, hal tersebut menunjukkan tingginya nilai utang dan berpotensi tidak mampu bayar. Rasio profitabilitas menunjukkan jika perusahaan selalu membukukan nilai rugi setiap tahunnya.

2. Hasil perhitungan dari analisis prediksi kebangkrutan dengan menggunakan model Altman Z-Score PT Omni Inovasi Indonesia Tbk periode 2019 sampai dengan tahun 2021 sebagai berikut:

- Rasio Modal Kerja Bersih terhadap Total Aset (X1) pada PT Omni Inovasi Indonesia dari tahun 2019 sampi dengan tahun 2021 konstan berada pada nilai negatif. Hal tersebut mengindikasikan tidak likuidnya perusahaan atau dengan kata lain, tidak mampunya perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena nilai utang lancarnya lebih tinggi

(3)

56 dibandingkan dengan aktiva lancarnya. Jika hal ini dibiarkan, dapat menjadi penyebab pailit pada perusahaan.

- Rasio Laba Ditahan terhadap Total Aset (X2) dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 bernilai negatif. Hal tersebut mengindikasikan buruknya kinerja perusahaan dalam mengoptimalkan aktivanya untuk menghasilkan keuntungan.

- Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak terhadap Total Aset (X3) setiap tahunnya pada periode 2019-2021 selalu bernilai negatif yang menandakan buruknya perusahaan dalam mengelola kegiatan operasionalnya.

- Rasio Nilai Buku Ekuitas Terhadap Total Liabilitas (X4) konsisten mengalami nilai negatif setiap tahunnya yang menggambarkan jika aset yang dimiliki oleh PT Omni Inovasi Indonesia dibiayai seluruhnya oleh utang. Jumlah liabilitas yang lebih besar dibandingkan aset juga menggambarkan bahwa aset lancar perusahaan lemah.

- Hasil perhitungan Z-score pada PT Omni Inovasi Indonesia periode 2019 sampai dengan tahun 2021 dinyatakan sebagai “Distress Zone” dengan nilai negatif terbesar berada pada tahun 2020. Hasil tersebut menggambarkan buruknya kinerja keuangan PT Omni Inovasi indonesia dan telah mengarah pada kondisi pailit.

3. Hasil usaha perbaikan oleh perusahaan yang memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan.

Untuk meperbaiki berbagai permasalahan yang terjadi pada kinerja usahanya, manajemen PT Omni Inovasi Indonesia melakukakan usaha perbaikan untuk meningkatkan kepercayaan pihak-pihak yang berkepentingan seperti kreditur. Pada Januari 2021, perusahaan melakukan kesepakatan damai dengan kreditur atas PKPU yang menimpanya sejak Juli 2020, sehingga perusahaan bisa berfokus terhadap pengembangan usahanya. Perusahaan juga berupaya meningkatan kinerja dengan melakukan efisiensi pengendalian jaringan distribusi dengan menurunkan nilai biaya yang dikeluarkan melalui gerai modern. Hal tersebut menyebabkan turunnya nilai kerugian yang diderita dan berhasil membukukan laba kotor pada tahun 2021 meskipun masih mengalami kerugian.

(4)

57 Untuk meningkatkan kembali kepercayaan konsumen, investor, debitur, dan pemangku kepentingan lainnya, perusahaan kembali melakukan RUPS dan menyampaikan laporan keuangan tahun 2021 setelah absennya RUPS pada tahun 2020.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disampaikan, berikut saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. PT Omni Inovasi indonesia sebaiknya merestrukturisasi pengelolaan asetnya dengan mengurangi ketergantungannya terhadap liabilitas jangka pendek, mengingat likuiditas perusahaan yang tidak mampu untuk membayar liabilitas jangka pendeknya yang besar. Jika memang dibutuhkan dana dari liabilitas, perusahaan dapat menambah liabilitas jangka panjangnya dibandingkan memilih liabiltas jangka pendek demi terhindarnya tidak mampu bayar.

2. Untuk mengoptimalkan penghasilan, perusahaan sebaiknya melakukan penutupan gerai yang tidak produktif (menghasilkan rugi, biayanya tinggi) dan dituntut untuk melakukan inovasi dengan memanfaatkan layanan teknologi online dengan biaya yang rendah, sehingga tidak terlalu diperlukan untuk membuka banyak gerai dengan biaya tinggi.

3. Untuk menilai keadaan kinerja keuangannya, perusahaan sebaiknya menggunakan rasio Altman Z-Score terhadap kinerja keuangan setiap tahunnya, sehingga bisa dilakukan upaya terbaik jika perusahaan diprediksi akan mengalami kebangkrutan demi terhindarnya dari kondisi pailit.

4. Perusahaan sebaiknya tetap melakukan upaya perbaikan yang sudah dilakukan sebelumnya mengingat membaiknya kondisi keuangan pada tahun 2021 yang ditandai dengan positifnya nilai margin laba bersih pada tahun tersebut.

(5)

58 REFERENSI

Alexander, J. (2018). FINANCIAL PLANNING & ANALYSIS AND PERFORMANCE MANAGEMENT. New Jersey, USA: John Wiley & Sons, Inc.

Altman, E. I., Hotchkiss, E., & Wang, W. (2019). Corporate Financial Distress, Restructuring, and Bankruptcy: Analayze Leveraged Finance, Distressed Debt, and Bankruptcy (Fourth ed.). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Basir, S. (2021). Annual Report PT Omni Inovasi Indonesia. Retrieved from https://www.tiphone.co.id/uploads/AR%20TELE%202021%20OK.pdf

Bps. (2020). Retrieved May 31, 2022, from

https://www.bps.go.id/publication/2021/10/11/e03aca1e6ae93396ee66032 8/statistik-telekomunikasi-indonesia-2020.html

Brigham, E. F., & Ehrhardt, M. C. (2019). Financial Management: Theory and Practice (16 ed.). Boston, USA: Cengage.

Damayanti, N. A., Nurhayati, N., & Prasetyaningtyas, S. (2019). Analisis Perbandingan Model Prediksi Kebangkrutan Altman Z-Score dan Zmijewski di BEI Periode 2011 - 2015. e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, [S.l.], v. 6, n. 2,, p. 171-174.

doi:https://doi.org/10.19184/ejeba.v6i2.11165

Databoks. (2020). Retrieved Mei 31, 2022, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/15/pengguna-

smartphone-diperkirakan-mencapai-89-populasi-pada-2025 Fahmi, I. (2014). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Faisal, A., Samben, R., & Pattisahusiwa, S. (2017). Analisis Kinerja Keuangan.

Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 6-15.

Hidayat, M. A., & Meiranto, W. (2014). Prediksi Financial Distress Perusahaan Manufaktur di Indonesia (Vols. Volume 3, No.3 , 1-11.).

Hikmawati, F. (2020). Metodologi Penelitian (4 ed.). Depok: Rajawali Pers.

Prihadi, T. (2019). Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

(6)

59 PT Omni Inovasi Indonesia. (2019). Annual Report PT Tiphone Mobile Indonesia

2019. Retrieved from

https://www.tiphone.co.id/uploads/ARTELE2019.pdf

PT Omni Inovasi Indonesia. (2020). Annual Report PT Tiphone Mobile Indonesia

2020. Retrieved from

https://www.tiphone.co.id/uploads/AR%20TELE%202020.pdf

PT Omni Inovasi Indonesia. (2021). Annual Report PT Tiphone Mobile Indonesia

2021. Retrieved from

https://www.tiphone.co.id/uploads/AR%20TELE%202021%20OK.pdf Sari, R. P. (2018). ANALISIS PERBANDINGAN MODEL ALTMAN,

SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI

KEBANGKRUTAN. Jurnal Akuntansi, Volume 3 no 1. Retrieved from https://e-journal.stie-aub.ac.id/index.php/aktual/article/view/297

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business (Seventh ed.).

West Sussex, United Kingdom: John Wiley & Sons.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods) (Revisi ed.).

Bandung: Alfabeta.

Sundjaja, R. S., Barlian, I., & Sundjaja, D. P. (2012). Manajemen Keuangan 1 (8 ed.). Bekasi: Literata Lintas Media.

Wahlen, J. M., Baginski, S. P., & Bradshaw, M. T. (2018). Financial Reporting, Financial Statement Analysis, and Valuation: a Strategic Perspective (9 ed.). Boston, USA: Cengage Learning.

Yahoo Finance. (2023). Retrieved from

https://finance.yahoo.com/chart/TELE.JK#eyJpbnRlcnZhbCI6IndlZWsiL CJwZXJpb2RpY2l0eSI6MSwiY2FuZGxlV2lkdGgiOjIuNDY3OTQ4NzE 3OTQ4NzE4LCJmbGlwcGVkIjpmYWxzZSwidm9sdW1lVW5kZXJsYX kiOnRydWUsImFkaiI6dHJ1ZSwiY3Jvc3NoYWlyIjp0cnVlLCJjaGFydFR 5cGUiOiJtb3VudGFpbiIsImV4dGV

Referensi

Dokumen terkait

Hasil tersebut dapat dilihat dari perhitungan rasio keuangan yang memperlihatkan peningkatan dan penurunan pada setiap tahunnya dimana pada tahun 2008 dan 2009

Rasio keuangan (WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, MVE/BVTD, S/TA,rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas) yang diduga signifikan berpengaruh

Bagaimana kinerja keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance dari tahun 2012 sampai 2015 berdasarkan analisis rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio. solvabilitas,

Altman Z-score adalah salah satu metode untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaanyang dapat digunakan untuk menilai berhasil tidaknya manajemen

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel data laporan keuangan dari PT Akasha Wira International Tbk periode

PENUTUP Berdasarkan pemaparan hasil dan analis di atas dapat diperoleh ringkasan bahwa kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur selama periode 2019 hingga 2021 masih terdapat

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kinerja keuangan perusahaan semen yang telah listing di BEI menurut rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas,

Analisis ini pada dasarnya mencari nilai “Z” yaitu nilai yang menunjukkan kondisi perusahaan dengan menganalisis lima rasio keuangan yang diperoleh dari hasil perhitungan laporan