• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan model Altman Z-Score pada perusahaan PT. Omni Inovasi Indonesia, Tbk., periode 2019-2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Penerapan model Altman Z-Score pada perusahaan PT. Omni Inovasi Indonesia, Tbk., periode 2019-2021"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN PT OMNI INOVASI INDONESIA TBK PERIODE 2019-2021

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Manajemen

Oleh:

Fauzan Karima 6031801178

UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM SARJANA MANAJEMEN

Terakreditasi Unggul oleh BAN-PT No.2034/SK/BAN-PT/AK-ISK/S/III/2022 BANDUNG

(2)

THE APPLICATION OF THE ALTMAN Z-SCORE MODEL ON PT OMNI INOVASI INDONESIA TBK PERIOD 2019-2021

UNDERGRADUATE THESIS

Submitted to complete part of the requirements for A Bachelor’s Degree in Management

By:

Fauzan Karima 6031801178

PARAHYANGAN CATHOLIC UNIVERSITY FACULTY OF ECONOMICS

PROGRAM IN MANAGEMENT

Excellent Accredited by BAN-PT No. 2034/SK/BAN-PT/AK-ISK/S/III/2022 BANDUNG

(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Teknologi komunikasi di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Data dari Databoks pada tahun 2019 menunjukan penetrasi penggunaan gawai di Indonesia mencapai 63,3% dan menempati urutan ke 4 pengguna gawai terbanyak di dunia. Data dari BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2020, 53,73% masyarakat Indonesia telah mengakses internet, tercatat rumah tangga di Indonesia telah menguasai atau memiliki setidaknya satu nomor telepon seluler dengan penetrasi hingga 90,75% pada tahun 2020. Namun tingginya peningkatan penetrasi pengguna gawai dan penggunaan kartu telepon seluler tidak membuat perusahaan yang bergerak pada bidang tersebut mencetak laba, PT Omni Inovasi Indonesia Tbk menghadapi ketidakstabilan kondisi keuangan. Perusahaan tersebut sejak tahun 2019 terus-menerus mengalami kerugian hingga tahun 2021 dan memiliki nilai modal kerja bersih yang selalu negatif. Apabila hal ini tidak segera di atasi, perusahaan dapat mengalami kondisi kebangkrutan di masa mendatang.

Penulis melakukan analisis kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh dengan penggunaan rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio utang, dan rasio aktivitas. Kemudian untuk menganalisis prediksi kebangkrutan, digunakan Rasio Altman Z-Score sehingga bisa diketahui apakah perusahaan berada pada safe zone, grey zone, atau distress zone. PT Omni Inovasi Indonesia merupakan perusahaan jasa bukan manufaktur, maka rumus yang digunakan adalah

“Z = 6,56 X1 + 3,26 X2 + 6,72 X3 + 1,05 X4”.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif, Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bermaksud untuk menghimpun data mengenai kedudukan suatu gejala tanpa berniat untuk menggenaralisir kesimpulan yang dihasilkan. Sumber data dikumpulkan dengan cara mengunduh laporan tahunan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk periode 2019- 2021 yang tersedia dan bisa didapatkan dari situs www.tiphone.co.id.

Hasil penelitian untuk kinerja keuangan menunjukkan, rasio liukuiditas perusahaan berada pada posisi tidak likuid karena selalu bernilai kurang dari 1, Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan fluktuasi yang tinggi khususnya aktiva tetap perlu perhatian khusus, rasio utang perusahaan menunjukkan jika utang perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya, dan rasio profitabilitas menunjukkan jika perusahaan selalu membukukan nilai rugi setiap tahunnya. Hasil Rasio Altman Z Score pada PT Omni Inovasi Indonesia menunjukkan jika perusahaan berada pada distress zone selama periode 2019–2021. Perusahaan mengalami nilai negatif untuk ke empat rasio Altman Z-Score setiap tahunnya dengan nilai -25,21 untuk tahun 2019, -153,80 di tahun 2020, dan -99,44 di tahun 2021. Kondisi nilai yang negatif ini mengindikasikan jika kondisi keuangan perusahaan sudah berada pada kondisi kebangkrutan. Manajemen perusahaan sudah melakukan upaya untuk menghindari kebangkrutan dan meningkatkan kinerja yang diantaranya, berdamai dengan kreditur, meningkatkan kinerja penjualan dan melaksanakan tata kelola manajemen yang baik.

Kata Kunci: Analisis Rasio Keuangan, Kebangkrutan, Altman Z-Score

(6)

ii ABSTRACT

Communication technology in Indonesia is experiencing rapid development. Data from Databoks in 2019 shows that the penetration of gadget use in Indonesia has reached 63.3% and ranks 4th with the most gadget users in the world. Data from BPS shows that in 2020, 53.73% of Indonesians have accessed the internet, it is recorded that households in Indonesia have mastered or have at least one cellular phone number with a penetration of up to 90.75% in 2020. However, the high penetration of gadget users and the use of cell phone cards does not make companies engaged in this field make profits, PT Omni Inovasi Indonesia Tbk faces financial condition instability. Since 2019, the company has continuously experienced losses until 2021 and has a net working capital value that is always negative. If this is not addressed immediately, the company may experience bankruptcy in the future.

The author conducts an analysis of financial performance using financial ratio analysis to find out how the company's financial performance as a whole uses liquidity ratios, profitability ratios, debt ratios, and activity ratios. Then to analyze bankruptcy prediction, the Altman Z-Score ratio is used so that it can be seen whether the company is in the green zone, grey zone, or distress zone. PT Omni Inovasi Indonesia is a non-manufacturing service company, so the formula used is "Z = 6.56 X1 + 3.26 X2 + 6.72 X3 + 1.05 X4".

The research method used in this research is descriptive method.

Descriptive research is research that intends to collect data about the position of a symptom without intending to generalize the resulting conclusions. Data sources were collected by downloading the annual report of PT Omni Inovasi Indonesia Tbk for the 2019-2021 period which is available and can be obtained from the website www.tiphone.co.id.

The research results for financial performance show that the company's liquidity ratio is in an illiquid position because it is always worth less than 1, the company's activity ratio shows high fluctuations, especially fixed assets that need special attention, the company's debt ratio shows that the company's debt is higher than its equity, and the profitability ratio shows if the company always records a loss every year. The results of the Altman Z Score Ratio at PT Omni Inovasi Indonesia show that the company is in a distress zone during the 2019-2021 period. The company experiences negative values for the four ratios each year with a value of -25.21 for 2019, -153.80 in 2020, and -99.44 in 2021. This negative value condition indicates that the company's financial condition is already in bankruptcy.

The company's management has made efforts to avoid bankruptcy and improve performance, including making peace with creditors, increasing sales performance and implementing good management governance.

Keywords: Financial Ratio Analysis, Bankruptcy, Altman Z-Score

(7)

iii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas ridho dan berkat-Nya yang meruah, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul "

Penerapan Model Altman Z-Score Pada Perusahaan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Periode 2019-2021." Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Skripsi Manajemen sehingga bisa didapatkannya gelar Sarjana Manajemen di tingkat Strata Satu Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Univesitas Katolik Parahyangan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perlu usaha yang keras dalam penyelesaian pengerjaan skripsi ini. Namun, penelitian ini tidak akan selesai tanpa orang-orang tercinta di sekeliling penulis yang mendukung dan membantu. Terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Ibu, Ayah, dan kakak-kakak penulis, yang telah membimbing, membesarkan dan memberikan ilmu kehidupan kepada penulis serta memberikan semangat, dukungan, nasihat, dan yang paling utama doa sehingga lancarnya proses penyusunan skripsi ini.

2. Ibu Inge Barlian, Dra., Akt., M.Sc, selaku dosen pembimbing, dengan penuh kesabaran memberikan pengetahuan, pedoman, waktu, kritik, saran, dan dorongan hati sehingga peyusunan skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

3. Ibu Dr. Istiharini, CMA. CPM., yang penulis hormati selaku ketua Program Studi Manajemen.

4. Bapak Drs. Vincentius Josef Wisnu Wardhono, MSIE., CMA., yang penulis hormati selaku dosen wali.

5. Seluruh tenaga pengajar, tata usaha, staf perpustakaan, dan pekarya setiap lantai yang telah membantu dan memberikan ilmu pengetahuan selama perkuliahan.

6. Leo Guling, Ramzy Galing, Jaipur Ravi, Ocit, Om Pras, dan Aditya Cimahay yang telah menyediakan waktu untuk mendengarkan keluh-kesah penulis dan memberikan dorongan serta motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

(8)

iv 7. Teman begadang (Dmer, Bagas) yang telah menemani dan memberikan

semangat dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Teman satu atap (Salvatore, Abiya, Egen, Jay, Albert) yang telah menemani penulis dalam proses pengerjaan skripsi.

9. Riananda yang telah memberikan izin menggunakan ruang kamarnya kepada penulis dalam pengerjaan penulisan skripsi ini.

10. Anggota Grup Whatsapp “Telat Dikit Gapapa” yang telah memberikan informasi mengenai pengerjaan skripsi dan memberikan dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.

11. Seluruh Keluarga Manajemen UNPAR angkatan 2018 yang telah berproses bersama-sama sepanjang masa perkuliahan.

12. Seluruh pihak yang belum penulis sebutkan, tetapi telah memberikan nasihat, motivasi, semangat, dukungan dan doa.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan ilmu yang penulis miliki. Untuk itu penulis dengan kerendahan dan keterbukaan hati mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak.

Akhir kata, Semoga segala kebaikan dan pertolongan yang telah diberikan oleh seluruh pihak dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini mendapat berkah yang melimpah-ruah dari Allah Swt.

Bandung, Januari 2023 Fauzan Karima

(9)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

1.5 Kerangka Pemikiran ... 7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 10

2.1. Kinerja Keuangan ... 10

2.2. Laporan Keuangan ... 10

2.3. Rasio Laporan Keuangan ... 11

2.3.1 Rasio Likuiditas ... 12

2.3.2 Rasio Aktivitas ... 13

2.3.3 Rasio Profitabilitas ... 15

2.3.4 Rasio Utang... 16

2.3.5 Rasio Pasar ... 17

2.4. Financial Distress ... 17

2.5. Kebangkrutan ... 18

2.6. Analisis Z-Score ... 18

2.7 Penelitian Terdahulu ... 20

BAB 3 METODE DAN OBJEK PENELITIAN ... 21

3.1 Metode Penelitian ... 21

3.2 Jenis dan Sumber Data ... 21

3.3 Metode Pengumpulan Data ... 21

3.4 Teknik Pengolahan Data ... 22

(10)

vi

3.5 Objek Penelitian ... 22

3.5.1 Profil dan Sejarah Perusahaan ... 22

3.5.2 Visi & Misi ... 23

3.5.3 Struktur Kepemilikan Saham ... 24

3.5.4 Informasi Entitas Anak dan Asosiasi ... 24

3.5.5 Struktur Organisasi Perusahaan ... 25

3.5.6 Kegiatan Usaha ... 26

3.5.7 Laporan Keuangan Perusahaan ... 27

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN... 31

4.1 Kinerja Keuangan ... 31

4.1.1 Rasio Likuiditas ... 31

4.1.2 Rasio Aktivitas ... 34

4.1.3 Rasio Utang... 39

4.1.4 Rasio Profitabilitas ... 41

4.1.5 Ringkasan Hasil Perhitungan ... 44

4.2 Hasil Perhitungan Altman Z-Score ... 47

4.2.1 X1 Tahun 2019-2021 ... 47

4.2.2 X2 Tahun 2019-2021 ... 48

4.2.3 X3 Tahun 2019-2021 ... 49

4.2.4 X4 Tahun 2019-2021 ... 50

4.2.5 Hasil Z-Score Tahun 2019-2021... 51

4.3 Usaha Perbaikan yang Dilakukan Perusahaan ... 52

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 54

5.1. Kesimpulan ... 54

5.2. Saran ... 57

REFERENSI ... 58

LAMPIRAN ... 60

(11)

vii DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Penjualan dan Laba Bersih PT Omni Inovasi

Indonesia Tbk Tahun 2019-2021 ... 2

Tabel 1.2 Data Liabilitas Jangka Panjang dan Jangka Pendek PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Tahun 2019-2021 ... 3

Tabel 2.1 Studi Terdahulu Mengenai Penerapan Model Altman Z-Score ... 20

Tabel 3.1 Komposisi Pemegang Saham ... 24

Tabel 3.2 Laporan Neraca PT Omni Inovasi Indonesia (Disajikan dalam Nilai Penuh) ... 27

Tabel 3.3 Laporan Laba Rugi PT Omni Inovasi Indonesia (Disajikan dalam Nilai Penuh) ... 30

Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Perhitungan ... 45

Tabel 4.2 Perhitung Rasio Modal Kerja Bersih Terhadap Total Aktiva (X1) ... 47

Tabel 4.3 Perhitungan Rasio Laba Ditahan Terhadap Total Aktiva (X2) ... 48

Tabel 4.4 Perhitungan Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aktiva (X3) ... 49

Tabel 4.5 Perhitungan Ekuitas Terhadap Total Liabilitas (X4) ... 50

Tabel 4.6 Perhitungan Rasio PT Omni Inovasi Indonesia 2019-2021 ... 51

Tabel 4.7 Nilai Rasio Score Altman Z ... 51

(12)

viii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Net Working Capital ... 3

Gambar 1.2 Pergerakan Harga Saham ... 4

Gambar 1.3 Bagan Kerangka Pemikiran ... 9

Gambar 3.1 Logo Perusahaan ... 22

Gambar 3.2 Informasi Entitas Anak dan Asosiasi ... 25

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Perusahaan ... 25

Gambar 4.1 Modal Kerja Bersih ... 31

Gambar 4.2 Rasio Lancar ... 32

Gambar 4.3 Rasio Cepat ... 33

Gambar 4.4 Perputaran Persediaan ... 34

Gambar 4.5 Perputaran Piutang ... 35

Gambar 4.6 Rata-Rata Periode Tagih ... 36

Gambar 4.7 Perputaran Aktiva Tetap... 37

Gambar 4.8 Perputaran Total Aktiva ... 38

Gambar 4.9 Rasio Utang Terhadap Aktiva ... 39

Gambar 4.10 Rasio Utang Terhadap Ekuitas ... 40

Gambar 4.11 Margin Laba Kotor ... 41

Gambar 4.12 Margin Laba Operasi ... 42

Gambar 4.13 Margin Laba Bersih ... 43

Gambar 4.14 Hasil Atas Aktiva (HAA) ... 44

Gambar 4.15 Data Liabilitas Jangka Panjang dan Jangka Pendek PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Tahun 2019-2021 ... 52

(13)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan ekonomi dipengaruhi dari semakin berkembangnya dunia bisnis, semua perusahaan berusaha untuk memperlihatkan kelebihan bisnisnya masing- masing. Dalam tujuan tersebut berbagai macam masalah dihadapi, salah satunya adalah masalah keuangan. Masalah keuangan yang terus menerus terjadi akan menyebabkan perusahaan berada pada kondisi financial distress. Agar terhindar dari kebangkrutan, perusahaan harus mampu untuk mengelola perusahaan dengan membuat tata kelola perusahaan yang baik, karena perusahaan yang mempunyai pengelolaan yang baik akan menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kondisi yang baik atau terhindar dari financial distress.

Menurut Databoks (2020), teknologi komunikasi di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Penetrasi penggunaan gawai di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 63,3% dari seluruh populasi, angka tersebut meningkat lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya mencapai 28,6%. Hal tersebut membuat Indonesia menempati urutan ke 4 pengguna gawai terbanyak di seluruh dunia.

Menurut BPS (2020), pada tahun 2020, 53,73% masyarakat Indonesia telah mengakses internet. Dengan berkembangnya penggunaan internet di tanah air, penggunaan kartu telepon seluler pun juga meningkat. Tercatat rumah tangga di Indonesia telah menguasai atau memiliki setidaknya satu nomor telepon seluler dan mengalami kenaikan sebesar 2,62% pada 2020 dengan besaran 90,75%

dibandingkan dengan 2017 dengan besaran 88,13%.

Namun tingginya peningkatan penetrasi pengguna gawai dan penggunaan kartu telepon seluler tidak membuat perusahaan yang bergerak pada bidang tersebut berhasil mencetak laba, diantaranya perusahaan yang bergerak pada bidang ini adalah PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (IDX: TELE), perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan alat telekomunikasi termasuk gawai, suku cadang, aksesoris, voucher pulsa dan jasa perbaikan ini menunjukkan tidak

(14)

2 stabilnya kondisi keuangan. Perusahaan tersebut sejak tahun 2019 terus-menerus mengalami kerugian hingga tahun 2021. Pada tahun 2019 PT Omni Inovasi Indonesia Tbk mengalami kerugian sebesar Rp5.571.740.000.000. Dari tahun 2019-2020 PT Omni Inovasi Indonesia Tbk mengalami penurunan penjualan secara signifikan menjadi Rp4.206.839.000.000 tetapi kerugian menurun menjadi Rp2.566.951.000.000. Kemudian penjualan dan kerugian menurun kembali dari tahun 2020-2021 menjadi Rp1.768.907.000.000 untuk penjualan dan rugi sebesar Rp114.922.000.000. Berikut ini adalah tabel data penjualan dan laba bersih (rugi) pada perusahaan tersebut periode 2019, 2020, dan 2021.

Tabel 1.1

Data Penjualan dan Laba Bersih PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Tahun 2019-2021

Penjualan Laba Bersih (Rugi)

% Laba Bersih / Penjualan 2019 Rp28.442.132.000.000 -Rp5.571.740.000.000 -19,59%

2020 Rp4.206.839.000.000 -Rp2.566.951.000.000 -61,02%

2021 Rp1.768.907.000.000 -Rp114.922.000.000 -6,50%

Sumber: Laporan tahunan perseroan yang sudah diolah penulis.

Selain laba bersih yang konsisten bernilai negatif selama 3 tahun berturut-turut, net working capital perusahaan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk pun bernilai negatif selama 3 tahun secara terus menerus. Kondisi net working capital PT Omni Inovasi Indonesia Tbk dapat dilihat pada Gambar 1.1.

(15)

3 Gambar 1.1

Net Working Capital

Sumber: Laporan tahunan perseroan yang diolah penulis.

Pada Gambar 1.1 terlihat ada penurunan yang cukup besar pada tahun 2020 di mana net working capital pada tahun 2019 senilai negatif Rp2.681.516.000.000, dan pada tahun 2020 menjadi negatif Rp3.764.081.000.000 yang merupakan net working capital negatif terbesar selama periode 2019-2021, kemudian pada tahun 2021 terjadi penurunan nilai negatif menjadi (Rp336.300.000.000). Hal ini mengisyaratkan ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya.

PT Omni Inovasi Indonesia juga memiliki liabilitas jangka pendek yang turun secara drastis pada periode 2021, namun diiringi juga dengan liabilitas jangka panjang yang meningkat secara drastis pada tahun 2021. Kondisi keadaan liabilitas dapat dilihat pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2

Data Liabilitas Jangka Panjang dan Jangka Pendek PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Tahun 2019-2021

Sumber: Laporan tahunan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk, yang diolah.

Rp0 Rp1.000.000.000.000 Rp2.000.000.000.000 Rp3.000.000.000.000 Rp4.000.000.000.000 Rp5.000.000.000.000

2019 2020 2021

Liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang (Rp2.681.516.0

00.000)

(Rp3.764.081.0 00.000)

(Rp336.300.000 .000)

(Rp4.000.000.000.000) (Rp3.000.000.000.000) (Rp2.000.000.000.000) (Rp1.000.000.000.000) Rp0

2019 2020 2021

Net Working Capital

(16)

4 Dapat dilihat bahwa untuk liabilitas jangka pendek pada tahun 2020 terjadi lonjakan penurunan yang awalnya sebesar Rp3.949.979.000.000 menjadi Rp434.962.000.000 pada tahun 2021. Namun terjadi lonjakan kenaikan untuk liabilitas jangka panjang menjadi Rp4.043.703.000.000 pada tahun 2021 di mana tahun sebelumnya hanya sebesar Rp522.533.000.000. Hal tersebut terjadi dikarenakan perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Basir (2021) mengatakan, pada tahun 2020 PT Omni Inovasi Indonesia mengalami Status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kemudian usaha yang dijalankan pun mengalami penurunan kinerja yang berdampak tidak menghasilkan laba atau mengalami kerugian.

Dikarenakan perusahaan selalu membukukan nilai rugi pada periode 2019-2021, harga saham perusahaan ini pun terus mengalami penurunan sejak tahun 2019. Lalu dikarenakan tidak mampunya perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo, BEI pun melakukan suspend saham sejak Juli 2020. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2

Pergerakan Harga Saham

Sumber: Yahoo Finance (2023)

Pada Gambar 1.2 terlihat jika penurunan harga saham PT Omni Inovasi Indonesia sudah terjadi sejak Juli 2017 di mana harga tertingginya berada pada nilai Rp1.285/lembar saham yang kemudian cenderung untuk terus menurun dan akhirnya berada pada titik terendah pada nilai Rp50/lembar saham di akhir tahun 2022.

Meskipun kinerja keuangan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk selalu menurun dan membukukan nilai rugi untuk periode 2019-2021, namun tingkat

(17)

5 kerugian yang dialami oleh perusahaan selalu menurun setiap tahunnya. Karena hal tersebut, diperlukan untuk melakukan analisa rasio keuangan pada laporan neraca dan laba rugi agar bisa diketahui permasalahn apa saja yang menyebabkan kinerja keuangan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk menurun.

PT Omni Inovasi Indonesia Tbk juga tidak mampu membayar kewajiban keuangannya atau biasa disebut financial distress yang tercermin pada net working capital yang selalu mengalami nilai negatif setiap tahunnya. Brigham

& Ehrhardt (2019) mengatakan, financial distress bermula ketika perusahaan tidak dapat memenuhi utang yang jatuh tempo atau ketika proyeksi arus kas menunjukkan bahwa perusahaan tidak akan dapat memenuhi pembayaran kewajibannya. Kondisi financial distress dapat tergambar dari ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang telah jatuh tempo. Terjadinya kondisi kesulitan keuangan di berbagai perusahaan dapat menjadi sinyal bahwa ada kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Karena alasan tersebut maka diperlukan untuk melakukan analisis prediksi kebangkrutan.

Model Altman Z-score dapat digunakan sebagai alat prediksi untuk kebangkrutan. Model Altman Z-score dipilih sebagai alat analisis karena dapat memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan yang diteliti dengan akurasi 86%

(Damayanti et al, 2019). Sari (2018) mengatakan Metode Altman Z-score memiliki akurasi tertinggi dalam menghitung potensi kebangkrutan, yaitu 92%. Karena hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “Penerapan Model Altman Z-Score pada Perusahaan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Periode 2019- 2021”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana kinerja keuangan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021?

2. Bagaimana hasil dari analisis prediksi kebangkrutan dengan menggunakan model Altman Z-Score pada PT Omni Inovasi Indonesia Tbk tahun 2019 sampai dengan tahun 2021?

(18)

6 3. Apakah ada usaha perbaikan oleh perusahaan yang memberikan dampak

positif terhadap kinerja keuangan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan dari rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021.

2. Untuk mengetahui hasil dari analisis prediksi kebangkrutan dengan menggunakan model Altman Z-Score pada PT Omni Inovasi Indonesia Tbk tahun 2019 sampai dengan tahun 2021.

3. Untuk mengetahui apakah ada usaha perbaikan oleh perusahaan yang memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Penulis

Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaplikasian model Altman Z-Score sehingga bisa diketahui kondisi kinerja keuangan perusahaan apakah dekat dengan kondisi bangkrut atau tidak.

2. Bagi Perusahaan

Diharapkan dapat diketahuinya kondisi kinerja keuangan perusahaan sehingga bisa menjadi kontribusi bagi manajemen dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kinerja keuangan atau merubah strategi keuangannya demi terhindar dari kondisi kebangkrutan.

3. Bagi Investor

Diharapkan dapat menjadi rujukan dan pertimbangan dalam melakukan keputusan investasi.

(19)

7 1.5 Kerangka Pemikiran

Faisal et al, (2017) mengatakan, kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan gambaran mengenai keadaan keuangan perusahaan yang dianalisa dengan menggunakan alat analisa keuangan, memberikan gambaran mengenai kondisi baik atau tidaknya perusahaan yang mencerminkan kinerja dalam suatu periode yang telah ditentukan. Tentu menjadi penting pada saat ini mengingat bisnis di masa sekarang yang cepat untuk berubah.

Menurut Prihadi (2019), laporan keuangan merupakan hasil pencatatan aktivitas dari berbagai jenis aktivitas yang dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, transaksi penjualan dan pembelian. Tujuan dari pencatatan ini dimaksudkan untuk menjabarkan informasi data keuangan kepada pihak-pihak pihak krusial seperti penanam modal, manajemen perusahaan, kreditur dan lain- lainnya sebagai acuan dalam membuat keputusan. Kinerja keuangan bisa diketahui salah satunya dengan menggunakan analisis rasio keuangan.

Sundjaja et al, (2012) mengatakan, analisis rasio keuangan terdiri dari lima kategori. (a) Rasio likuiditas adalah rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memodali usahanya dan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya pada saat jatuh tempo. (b) Rasio aktivitas adalah rasio yang dipergunakan untuk menentukan kemampuan suatu perusahaan dalam melihat seberapa cepatnya perusahaan menjalankan opersaionalnya sehari hari. (c) Rasio utang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva yang dibiayai oleh kewajiban. (d) Rasio profitabilitas adalah rasio yang dipergunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan mendapatkan laba yang umumnya disajikan dalam persentase untuk memudahkan dalam melakukan evaluasi. (e) Rasio pasar adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai pasar dari perusahaan yang diukur oleh harga saham terhadap nilai akuntansi tertentu.

Dikarenakan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau biasa disebut financial distress maka dilakukan analisa menggunakan model Altman Z- score untuk melihat indikasi akan pailit atau tidaknya perusahaan.

Financial distress merupakan sebuah tahapan bahwa perusahaan berada pada keadaan sedang berada pada kondisi yang kurang baik atau perusahaan mengalami kondisi kesulitan keuangan, namun belum pada kondisi yang akan

(20)

8 menuju kebangkrutan. “Financial distress dapat juga diartikan sebagai perusahaan yang tidak mampu dalam memenuhi kewajiban, terutama untuk memenuhi utang jangka pendek yaitu kewajiban likuiditas dan kewajiban yang masuk dalam kategori utang.” (Fahmi, 2014)

Menurut Altman et al (2019), suatu perusahaan disebut bangkrut ketika kewajibannya melebihi nilai seluruh asetnya. Suatu perusahaan dinyatakan mengalami kebangkrutan ketika sudah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, disertai dengan permohonan dari kreditur untuk melikuidasi asetnya. Kegagalan untuk menangani kebangkrutan ini dapat menyebabkan kesulitan yang tidak dapat dikelola.

Model Altman Z-Score merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis prediksi kebangkrutan sehingga perusahaan dapat memprediksi kemungkinan kebangkrutan dan melakukan upaya-upaya perbaikan sebelum hal tersebut terjadi. Altman (dalam Sundjaja et al, 2012), mengatakan “Model skor Z menggunakan rasio laporan keuangan dan analisis diskriminan berganda untuk meprediksi kepailitan bagi perusahaan manufaktur yang merupakan perusahaan publik. Model ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1968 dan dikembangkan dalam beberapa variasi pada tahun 1983.”

Model Z-score yang dipergunakan pada perusahaan non manufaktur dan jasa yaitu:

Z = 6,56 X1 + 3,26 X2 + 6,72 X3 + 1,05 X4 Keterangan:

X1 = Net Working Capital / Total Asset X2 = Retained Earnings / Total Asset

X3 = Earnings Before interest and Tax (EBIT) / total asset X4 =Total Equity /Total Libality

Terdapat tiga interpretasi dari hasil perhitungan menggunakan rumus tersebut. Perusahan bisa berada pada area Distress zone, Grey zone, atau Safe zone, dengan klasifikasi sebagi berikut:

1. Jika hasil nilai perhitungan berada di bawah 1,10 maka perusahaan berada pada area Distress Zone yang artinya perusahaan diprediksi akan mengalami kebangkrutan.

(21)

9 2. Jika nilai perhitungan berada pada nilai antara 1,10 sampai 2,6 maka perusahaan berada pada area Grey Zone yang artinya Perusahaan mungkin salah diklasifikasikan atau ada kemungkinan diantara bangkrut dan tidak bangkrut.

3. Jika nilai perhitungan berada di atas 2,60 maka perusahaan berada pada area Safe Zone yang artinya perusahaan diprediksi sedang dalam keadaan baik.

Gambar 1.3

Bagan Kerangka Pemikiran

Analisis Rasio Keuangan

Analisis Rasio Altman Z-Score

Kesimpulan dan Saran Laporan Keuangan

Laporan Neraca dan Laba Rugi

Referensi

Dokumen terkait

Selain analisis rasio yang digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan, perusahaan juga membutuhkan suatu alat untuk memprediksi kebangkrutan atau sehat

serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk.. mendukung pengambilan keputusan yang tepat agar informasi yang

Untuk mengetahui posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan kita perlu mengadakan analisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio-rasio seperti likuiditas,

Rasio-rasio tersebut menjadi yang paling memepengaruhi karena beberapa perusahaan yang diteliti selalu memiliki nilai yang negatif di dalam rasio-rasio tersebut, sehingga meskipun

Analisis Z-Score adalah metode untuk memprediksi keberlangsungan hidup suatu perusahaan dengan mengkombinasikan beberapa rasio keuangan yang umum dan pemberian bobot

Pada BAB III peneliti menjabarkan dan menganalisis data keuangan perusahaan sesuai dengan laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, jenis laporan keuangan, analisis

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada satu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk mengambarkan kinerja perusahaan tersebut,

Rasio solvabilitas yang diproksikan Debt to Total Assets Ratio dan Debt to Total Equity Ratio kondisi kinerja keuangan perusahaan kurang baik.. Rasio