• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing"

Copied!
171
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 4 BANYU URIP.

KEC. GERUNG KAB. LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh:

YULIA SOFIATUN NIM. 15.1.13.9.066

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2017

(2)

ii

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 4 BANYU URIP.

KEC. GERUNG KAB. LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

YULIA SOFIATUN NIM. 15.1.13.9.066

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2017

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii MOTTO :

Artinya :

(Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS.Az-Zumar : 9)1

1

(7)

viii PERSEMBAHAN

“Kupersembahkan skripsi ini untuk Ibuku tercinta Salmi dan Bapakku Nursaid, semua guru-guruku, dan saudara- saudaraku serta alam semesta”

(8)

ix KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam shlawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga,sahabat dan semua pengikutnya. Amin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelsaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, yaitu mereka antara lain adalah:

1. Bapak Dr. M. Sobry, M.Pd. sebagai pembimbing I dan Bapak Murzal, M.Ag., sebagaipembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail, terus menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai.

2. Ibu Dra. Rabiatul Adawiyah, MA. Sebagai ketua jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

3. Dr. Hj. Nurul Yakin selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

4. Dr. H. Mutawali, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

5. Bapak dan ibu dosen jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) serta seluruh civitas akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.

(9)

x

6. Segenap keluarga besarku di Banyu Urip dan sahabat-sahabatku yang telah memberikandukungan dan bantuan, baik moril maupun materil, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT. dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semesta. Amin.

Mataram, Juni 2017

Yulia Sofiatun

(10)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

ABSTRAK ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Sasaran tindakan... 3

C. Rumusan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Hasil Penelitian ... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6

A. Model Penemuan Terbimbing ... 6

1. Pengertian Model Pembelajaran PenemuanTerbimbing ... 6

2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing ... 7

3. Kelebihan Dan Kelemahan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing ... 8

(11)

xii

B. Hasil Belajar ... 9

1. Pengertian Hasil Belajar ... 9

2. Macam-Macam Hasil Belajar ... 10

3. Indikator Hasil Belajar ... 10

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 14

C. Mata Pelajaran Matematika... 15

1. Hakekat Matematika ... 15

2. Tujuan Mata Pelajaran Matematika ... 16

3. Ruang lingkup mata pelajaran matematika ... 17

4. Materi Bangun Datar ... 17

BAB III METODE PENELITIAN ... 19

A. Setting Penelitian ... 19

B. Sasaran Penelitian ... 19

C. Rencana Tindakan ... 20

D. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya ... 23

E. Pelaksanaan Tindakan ... 26

F. Cara Pengamatan ... 27

G. Analisis Data dan Refleksi ... 28

BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN ... 33

A. Deskripsi Setting Penelitian ... 33

B. Hasil Penelitian ... 37

C. Pembahasan ... 52

BAB V PENUTUP ... 54

A. Simpulan ... 54

B. Saran ... 54 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Kisi-Kisi Soal Bangun Datar ... 13

Tabel III. 2 Penentuan Kriteria Aktivitas Siswa ... 30

Tabel III. 3 Penetuan Krieteria Aktivitas Guru ... 31

Tabel IV. 5 Data Jumlah Siswa SDN 4 Banyu Urip ... 35

Tabel IV. 6 Sarana dan Prasarana SDN 4 Banyu Urip ... 35

Tabel IV. 7 Hasil Siklus I ... 42

Tabel IV. 8 Hasil Siklus II ... 49

Tabel IV. 9 Hasil Sikus I & II ... 50

(13)

xiv DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Model Siklus Penelitian Tindakan Siklus ... 21 Gambar 2 Foto-Foto Pelaksanaan PTK...

(14)

xv DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I Pertemuan 1 dan 2

Lampiran 2 : Lembar Kerja Siswa Siklus I Lampiran 3 : Kunci Jawaban Siklus I

Lampiran 4 : Soal Tes Hasil Belajar Siklus I Lampiran 5 : Jawaban Hasil Tes Belajar Siklus I

Lampiran 6 : Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Lampiran 7 : Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I Lampiran 8 : Daftar Nilai Kelas III Siklus I

Lampiran 9 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II Pertemuan 1 dan 2

Lampiran 10 : Lembar Kerja Siswa Siklus II Lampiran 11 : Kunci Jawaban Siklus II

Lampiran 12 : Soal Tes Hasil Belajar Siklus II

Lampiran 13 : Kunci Jawaban Hasil Tes Belajar Siklus II Lampiran 14 : Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Lampiran 15 : Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II Lampiran 16 : Daftar Nilai Kelas III Siklus II

Lampiran 17 : Surat Seminar Proposal

Lampiran 18 : Surat Izin Penelitian dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lampiran 19 : Surat Izin Penelitian dari BAPPEDA

Lampiran 20 : Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian dari SDN 4 Banyu Urip

Lampiran 21 : Kartu Konsul Proposal Lampiran 22 : Kartu Konsul Skripsi Lampiran 23 : Foto Kegiatan Penelitian

(15)

xvi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS III SDN 4 BANYU URIP

KEC. GERUNG KAB. LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh:

Yulia Sofiatun NIM: 151.139.066

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada Mata Pelajaran Matematika di kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun pelajaran 2016/2017?”. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 22 peserta didik pada siklus I pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing terdapat 14 orang siswa berhasil mencapai nilai ≥ 70 dengan persentase ketuntasan klasikal 63,63 % dan rata-rata hasil belajar 68,31. Hasil tesebut menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal peserta didik belum tuntas sedangkan yang dikehendaki yaitu 85 %. Pada siklus II diperoleh data ketuntasan klasikal sebesar 90,90% atau 20 orang siswa memperoleh nilai ≥ 70 dengan rata-rata hasil belajar 80,00. Hasil pada siklus II tersebut menunjukkan secara klasikal siswa sudah tuntas.Adapun jumlah peningkatan ketuntasan klasikal dari Siklus I ke Siklus II sebesar 27,27 %.

Berdasarkan hasil penelitian di atas disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017”.

Kata Kunci : Model Pembelajaran, Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Matematika.

(16)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.2Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling penting di bangku sekolah. Hal ini terbukti bahwa pelajaran matematika selalu diajarkan sejak berada di jenjang sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan-kemampuan yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar matematika penting untuk diperhatikan dan diajarkan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran dalam matematika. Namun pada kenyataannya sampai sekarang ini matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh sebagian peserta didik, sehingga membuat motivasi belajar rendah, minat belajar rendah yang pada akhirnya akan menyebabkan hasil belajar peserta didik tidak maksimal. Oleh sebab itu, guru diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, efektif, dan mampu membangun keaktifan siswa, sehingga menumbuhkan kebermaknaan dalam belajar pada diri siswa.

2Moch Masykur Ag & Abdul Halim Fathani,Mathematical Intelegence (Yogyakarta : Ar-Ruzzmedia, 2008), h. 52.

(17)

Berdasarkan Observasi awal proses belajar mengajar matematika yang dilakukan masih berpusat pada guru. Dalam hal ini siswa hanya diberikan penjabaran materi matematika lalu diadakan latihan untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Dengan kata lain siswa hanya menerima ilmu yang ditransfer atau disampaikan oleh guru dengan tidak melibatkan siswa secara langsung, sehingga nilai siswa ada yang masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dengan nilai rata-rata hasil ujian semester ganjil adalah 64,45 dan presentase ketuntasan 41 %, dimana KKM-nya adalah 70. Dari 22 siswa sebanyak 9 orang siswa mendapat nilai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan 13 orang lainnya mendapat nilai di bawah KKM.

Hal ini menggambarkan ketuntasan belajar siswa masih di bawah standar karena mata pelajaran matematika sendiri memiliki patokan nilai 70 untuk KKM.3

Belum maksimalnya hasil belajar matematika tidak terlepas dari proses pembelajaran matematika yang dilaksankan. Untuk itu, perlu diciptakan atau direncanakan suatu kondisi belajar yang riil dengan kehidupan nyata sebelum pembelajaran dilaksanakan secara abstrak. Di samping itu juga, pembelajaran harus diciptakan dengan kondisi yang menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan dapat menimbulkan gairah belajar matematika siswa, minat yang tinggi dan lebih termotivasi dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar.

3Dokumentasi, “ Arsip Nilai Kelas III SDN 4 Banyu Urip.”25 Januari 2017.

(18)

Soekanto, dkk mengemukakan model pembelajaran adalah kerangka koseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.4Salah satu model yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah di atas adalah model pembelajaran penemuan terbimbing.

Adapun model yang di terapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran penemuan terbimbing. Karena model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa menemukan (discovery) sendiri suatu permasalahan yang diberikan guru berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, dan guru memberikan bimbingan kearah yang tepat/benar. Dengan model ini, diharapkan siswa dapat terlibat langsung sehingga siswa dapat menemukan sesuatu yang belum diketahuinya melalui bimbingan dari guru dan dapat menjadi solusi bagi siswa dalam mengembangkan kecakapan siswa untuk berkomunikasi, memahami suatu konsep pelajaran, saling berbagi pengetahuan dan melatih kemampuan siswa sehingga hasil belajar matematika lebih baik.

Uraian di atas menunjukkan permasalahan yang terjadi, sehingga peneliti mengangkat judul “Penerapan Model Pembelajaran Penemuan

4Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematikbagi Anak Usia Dini TK/RA & Anak Usia Kelas Awal SD/MI (Jakarta : Kencana, 2011), h. 142.

(19)

Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017”.

B. Sasaran Tindakan

Sasaran tindakan pada penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mengacu pada latar belakang di atas adalah “Bagaimanakah Peningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017?”

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada Mata Pelajaran Matematika di kelas III SDN 4 Banyu Urip Tahun pelajaran 2016/2017?”

E. Manfaat Hasil Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian terhadap suatu fenomena atau masalah, maka hasil dari penelitian mempunyai makna atau manfaat baik secara teoritis maupun praktis.

1. Manfaat Teoretik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengembangan ilmu pengetahuan terkait dengan hasil belajar siswa dengan menerapkan

(20)

penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Banyu Urip.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa

Melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada Mata Pelajaran Matematika ini. Siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dan mudah memahami materi pelajaran yang dipelajari.

b. Bagi Guru

Sebagai pedoman dan salah satu tambahan wawasan bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan memilih salah satu model pembelajaran di sekolah sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga guru tidak terlalu monoton dalam melaksankan aktivitas pembelajaran.

c. Bagi Sekolah

Sebagai informasi penting yang diperoleh tentang

perkembangan peserta didik oleh sekolah yang bersangkutan terutama mengenai peningkatan hasil belajar peserta didik terhadap mata pelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing.

(21)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

1. Pengertian Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Model pembelajaran penemuan terbimbing adalah model pembelajaran yang menuntut siswa menemukan (discovery) sendiri suatu permasalahan yang diberikan guru berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, dan guru memberikan bimbingan kearah yang tepat/benar. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne yang mengatakan

“guided discovery (penemuan terbimbing) adalah sistem dua arah yang melibatkan siswa dalam menjawab pertanyan-pertanyaan guru, dimana siswa melakukan discovery, sedangkan guru membimbing mereka kearah yang tepat/benar.”5

Model pembelajaran penemuan terbimbing dapat diartikan sebagai salah satu model pembelajaran berbasis inkuiri yang penyajian masalah, pertanyaan, dan materi atau bahan penunjang ditentukan oleh guru. Masalah dan pertanyaan ini yang mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan untuk menentukan jawabannya.

Kegiatan siswa dalam hal ini adalah mengumpulkan data dari masalahnya ditentukan guru. Membuat hipotesis, melakukan

5Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem (Jakarta : Bumi Aksara, 2014), h. 188.

(22)

penyelidikan, menganalisis hasil, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil penyelidikannya.6

Model pembelajaran penemuan terbimbing adalah model pembelajaran yang melibatkan proses mental siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan bagi diri siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat J.

Ricard Suchman yang mengatakan “Guru melibatkan siswa dalam proses mental melalui tukar pendapat yang berwujud diskusi, seminar, dan sebagainya. Salah satu bentuknya disebut Guided discovery lesson (pelajaran dengan penemuan terpimpin).7

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model penemuan terbimbing adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan cara guru melibatkan siswa dalam proses mental dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru untuk menemukan (discovery) sendiri pengetahuan yang baru pada diri siswa walaupun sudah diketahui oleh orang banyak dan pelaksaanaanya berdasarkan bimbingan guru.

6Evi Nuvita, “Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Pemecahan Masalah IPA Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar”, PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya, Vol : 01 (2013), h. 5.

7Hamdani, StrategiBelajarMengajar (Bandung : Pustaka Setia, 2011), h.

185.

(23)

2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Menurut Shadiq, agar pelaksanaan model penemuan terbimbing berjalan efektif, beberapa langkah yang perlu ditempuh oleh guru matematika adalah sebagai berikut :

a. Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada peserta didik dengan data awal secukupnya.

b. Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisasi dan menganalisis data. Dalam hal ini, bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaikanya mengarahkan siswa untuk melangkah kearah yang hendak dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan atau LKS (Lembar Kerja Siswa).

c. Siswa menyusun konjektur (perkiraan) dari hasil analisis data yang dilakukannya.

d. Bila dipandang perlu, konjektur yang telah dibuat siswa tersebut di atas diperiksa oleh guru. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran perkiraan siswa, sehingga akan menuju kearah yang hendak dicapai.

e. Apabila telah diperoleh tentang kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur diserahkan kembali kepada peserta didik untuk merumuskannya.

f. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar.8

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Sebagai sebuah model pembelajaran, penemuan terbimbing tidak dengan sendirinya selalu tepat untuk semua materi, siswa dan situasi. Oleh sebab itu, guru sebaiknya memahami tentang kelebihan dan kekurangan model penemuan terbimbing ini adalah sebagai berikut:

8Ahmad Hariyadi, Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Surabaya : JP Books, 2009), h. 4.

(24)

a. Kelebihan Model Penemuan Terbimbing

Menurut Markaban kelebihan model penemuan terbimbing adalah sebagai berikut :

1) Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan.

2) Menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap inquiry (mencari- temukan).

3) Mendukung kemampuan problem solving siswa.

4) Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun interaksi siswa dengan guru, sehingga siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

5) Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi danlebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukannya.9

b. Kekurangan Model Penemuan Terbimbing

Menurut Markaban kekurangan model penemuan terbimbing adalah sebagai berikut:

1) Untuk materi tertentu, waktu yang tersita lebih lama.

2) Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan model penemuan terbimbing; di lapangan, beberapa siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah.

3) Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model penemuan terbimbing. Umumnya topik-topik yang berhubungan dengan prinsip dapat dikembangkan dengan model penemuan terbimbing.10

B. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Para ahli banyak yang berpendapat tentang hasil belajar. Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki

9Ibid.,h. 4.

10Ibid.,h. 5.

(25)

siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.11Adapun menurut Susanto, hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar.12 Sedangkan menurut Purwanto, hasil belajar merupakan perubahan prilaku pada diri pebelajar setelah mengalami proses belajar.13

Berdasarkan beberapa pengertian tentang hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa dan perubahan prilaku siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar.

2. Macam-Macam Hasil Belajar

Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan. (b) pengetahuan dan pengertian. (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi lima ketegori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (b) strategi kognitif, (c) sikap dan (d) keterampilan motoris. Sedangkan, Benyamin Bloom

11Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2011), h. 22.

12Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta : Kencana, 2013), h. 5.

13Purwanto, EvaluasiHasilBelajar (Yogyakarta : Pustaka Belajar, 2014), h. 185.

(26)

membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.14 Berikut penjelasannya:

a. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis sintesis dan evaluasi.

b. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, organisasi dan internalisasi.

c. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni (a) gerakan refleks, (b) keterampilan gerakan dasar, (c) kemampuan perseptual, (d) keharmonisan dan ketetapan , (e) gerakan keterampilan kompleks, (f) gerakan ekspretif dan interpretif.

3. Indikator Hasil Belajar

Berdasarkan taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Anderson dan kratwohl (a) mengingat (remember), (b) memahami (understand), (c) menerapkan (apply), (d) menganalisis (analsy), (e) mengevaluasi (evaluate), (f) menciptakan (create). Adapun penjelasan dari taksonomi sebagai berikut:15

14Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar, h. 22-23.

15Retno utari, “Taksonomi Blom Apa DanBagaimana Menggunakannya?”dalamhttp://www.

bppk.depkeu.go.id/webpkn.attachment/article, diambil tanggal 27 maret 2017 pukul 11.40 WITA.

(27)

a. Mengingat (remember), yaitu usaha untuk mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah lama didaptakan. Adapun kata operasionalnya yaitu mendefinisikan, menyusun daftar, menjelaskan, mengingat, mengenali, menemukan kembali, mengurutkan, mengulang, menamai, menyatakan, menyebutkan, menempatkan.

b. Memahami (understand) yaitu kemampuan membangun sebuah pengertian dari berbagai sumber pesan, bacaan dan komunikasi.

Adapun kata operasionalnya yaitu menerangkan, menjelaskan, meguraikan, menginterprestasikan, menterjemahkan, mengartikan, menyatakan kembali, menafsirkan, mendiskusikan, menyeleksi, mendeteksi, melaporkan, menduga, mengelompokkan, memberi contoh, merangkum, menganalogikan, mengubah, memperkirakan.

c. Menerapkan (apply) yaitu kemampuan melakukan sesuatu dan mengaplikasikan konsep dalam situasi tertentu. Adapaun kata operasionalnya yaitu memilih, menerapkan, melaksanakan, mengubah, menghitung, menggunakan, mendemostrasikan, memodipikasi menginterpretasikan, menunjukkan, membuktikan, menggambarkan, menggoperasikan, menjalankan, memprogramkan, memprakekkan, memulai.

d. Menganalisis (analysis) yaitu kemampuan memisahkan konsep kedalam beberapa komponen dan meghubungkan satu sama lain untuk

(28)

memperoleh pemahaman konsep tersebut secara utuh. Adapaun kata operasionalnya yaitu mengkaji ulang, membedakan, membandingkan, merekonstraskan, memisahkan, menghubungkan, menunjukkan hubungan antar variabel, memecah menjadi beberapa bagian, menyisihkan, menduga, mempertimbangkan, mempertentangkan, menata ulang, mencirikan, mengubah struktur, melakukan pengetesan, mengintegrasikan, meggorganisir, mengkerangkakan.

e. Mengevaluasi (evaluate) yaitu kemampuan menetapkan derajat sesuatu berdasrkan norma, kriteria, atau patokan tertentu. Adapun kata operasionalnya yaitu mengkaji ulang, mempertahankan, mengevaluasi, mendukung, menilai, memprediksi, membenarkan, menyalahkan.

f. Menciptakan (create) yaitu kemempuan memadukan unsur-unsur menjadi sesuatu bentuk baru yang utuh atau koheren atau membuat sesuatu yang orisimil. Adapun kata operasionalnya yaitu merakit, merancang, menemukan, menciptakan, memperoleh, mengembangkan, memformasikan, membangun membentuk, melengkapi, menyempurnakan, melakukan inovasi, mendesain, menghasilkan karya.

Dalam penelitian ini tidak semua taksonomi di atas digunakan dalam perumusana indikator hasil belajar melainkan ada tiga dari taksonomi yang akan digunakan yaitu menciptakan, mengingat, menerapkan.

(29)

Tabel III.1. Kisi-Kisi Soal Bangun Datar Standar

Kompeten si

Kompetensi Dasar

Indikator Hasil Belajar

Indikator Item Soal PG 5.Menghitu

ng keliling, luas persegi dan persegi panjang serta pengguna annya dalam pemecaha n

masalah.

5.1. Menghitung keliling persegi dan persegi panjang.

Menciptak an

5.1.1 Menemukan rumus keliling persegi panjang

1

5.1.1 Menemukan rumus keliling persegi

7 Mengingat 5.1.2 Menyebutkan

rumus keliling persegi

panjang.

2

5.1.2 Menyebutkan rumus keliling persegi.

6 Menerapk

an

5.1.3 Menentukan rumus keliling persegi

panjang.

3

5.1.3 Menentukan rumus keliling persegi.

8 5.1.4 Menghitung

keliling persegi panjang.

4,5

5.1.4 Menghitung keliling persegi.

9,10 5. 2.Menghitung

luas persegi dan persegi panjang.

Menciptak an

5.2.1 Menemukan rumus luas persegi panjang.

1 5.2.1 Menemukan

rumus luas persegi.

6 Mengingat 5.2.2Menyebutkan

rumus luas persegi panjang.

2

5.2.2Menyebutkan rumus luas persegi.

7

(30)

Menerapk an

5.2.3 Menentukan rumus luas persegi panjang.

3 5.2.3 Menentukan

rumus luas persegi.

8 5.2.4 Menghitung

luas persegi panjang.

4, 5 5.2.4 Menghitung

luas persegi.

9,10

4. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada dua yaitu (a) faktor internal dan (b) faktor eksternal:16

Secara rinci, uraian mengenai faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut:

a. Faktor internal

Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.

b. Faktor eksternal

16Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran, h. 12.

(31)

Faktor yang berasal dari luar diri yang dapat mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penghasilan keluarga yang minim, kurangnya perhatian orang tua juga dapat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.

C. Mata Pelajaran Matematika

1. Hakekat Mata Pelajaran Matematika

Menurut Soedjadi, hakekat matematika yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif.17 Sedangkan matematika, menurut Ruseffendi adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif, ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, dan akhirnya ke dalil.18

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.19

Sementara mengenai pengertian beberapa defenisi atau pengertian tentang matematika akan disajikan dibawah ini.

17Heruman, Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008), h. 1.

18Ibid.,h. 1.

19Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran, h. 185.

(32)

a. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang ekstak dan terorganisasi secara sistematik.

b. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasinya.

c. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logis dan berhubungan dengan bilangan.

d. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitif dan masalah tentang ruang dan bentuk.

e. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-stuktur yang logis.

f. Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.20 Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hakekat matematika adalah memiliki objek tujuan yang abstrak, dan bertumpu pada kesepakatan. Sedangkan matematika adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang bilangan, bangunan serta dituntut untuk berpikir dan bernalar logis agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan atau masalah keseharian dalam kehidupan.

2. Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomer 22 Tahun 2006 dijelaskan bahwa, mata pelajaran matematika yang diajarkan di sekolah bertujuan agar peserta didik memilki kemampuan sebagai berikut:

a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma secara luwes, akurat, efesien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

b. Menggunakan penalaran pada pola sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan.

20Irzani,Matematika 1”untuk calon guru SD/MI” (Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta, 2010),h. 5.

(33)

c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

d. Mengkomunikasikan gagasan dengan symbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.21

3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Matematika

Ruang lingkup mata pelajaran matematika yang dipelajari di sekolah harus disesuikan dengan kompetensi yang harus dicapai karena dalam pelajaran matematika tidak berorientasi pada pengusaan materi matematika diposisikan sebagai alat dan sarana mencapai kompetensi.

Merunjuk pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, maka ruang lingkup matematika untuk sekolah dasar (SD/MI) sebagai berikut:22

a. Bilangan b. Geometri

c. Pengolahan data.

4. Materi Bangun Datar

Bangun datar adalah suatu bangunan yang berbentuk datar.

21Moch Masykur Ag & Abdul Halim Fathani,Mathematical Intelegence., h. 52-53.

22Nasrudin, “Karakteristik Dan Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika di Sekolah”. Al- Khawarizmi, Vol: 2 (Okteber 2013), h. 70

(34)

a. Keliling dan Luas:

1) Persegi Panjang

Rumus Keliling Dan Luas Persegi Panjang

 Keliling persegi panjang = p + p + l + l = 2 p + 2 l

= 2 ( p x l )

 Luas persegi panjang = panjang x lebar = p x l

2) Persegi

 Rumus keliling persegi = sisi + sisi + sisi + sisi

= 4 s

 Luas = sisi x sisi

= 𝑠2.23

23Mulyasa, Rahasia Matematika”Untuk SD Kelas 3, 4, 5, Dan 6”(

Surabaya :Agung Media Mulia, 2006), h. 88-89.

(35)

BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas didefiniskan sebagai suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya melalui tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus.

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas III SDN 4 Banyu Urip kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah sisiwa 22 orang, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.

B. Sasaran Penelitian

Sasaran tindakan penelitian adalah perubahan apa yang diinginkan dari subjek yang dikenai tindakan yaitu target yang diharapkan.24Adapun sasaran dalam penelitian ini adalah :

24Suharsimi Arikunto dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Bumi Aksara,2014, h. 39.

(36)

1. Yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Banyu Urip.

2. Objek penelitinnya yaitu penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

3. Lokasi penelitian ini yaitu SDN 4 Banyu Urip.

C. Rencana Tindakan

Rencana tindakan kelas merupakan gambaran tentang langkah-langkah rill yang akan dilakukan dalam tindakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research).25 Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.26 Arah dan tujuan penelitian tindakan kelas yang dilakukan yakni demi kepentingan peserta didik dalam memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. Rencana prosedur PTK menguraikan berbagai metode dan prosedur yang akan ditempuh, sifatnya operasional dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian.

Rancangan penelitian tindakan kelas ini adalah penelitian bersiklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi yang dilakukan secara berulang. Siklus-siklus tersebut digambarkan pada

25Ibid., h. 3

26Ibid.,h. 3.

(37)

Gambar 2.

Gambar III. 1. Model Penelitian Tindakan Kurt Lewin.27

Penjabaran rinci terkait siklus-siklus tersebut adalah : 1. Perencanaan (planning)

Kegiatan yang dilakukan oleh guru bersama peneliti pada tahap perencaaan ini adalah:

27Suharsimi Arikunto dkk. Penelitian Tindakan. h. 16.

Perenc an aa n Peng a m

a t a n Perenca

naa n

Penga m at an

Pelaks an aa n Re

f l e k s i

B e r h a s i l

Pelaksa naa n Re

f l e k s i

Membuat laporan J

i k a b e l u m b e r h a s i l

SI K L U S

SI I K L U S

I I Dilanjutka

n ke siklus berikut nya ?

(38)

a. Memilih materi yang dapat diterapkan dalam model pembelajaran penemuan terbimbing.

b. Membuat perencanaan program pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran matematika sebagai persiapan guru untuk setiap pertemuan.

Rencana pembelajaran ini berfungsi untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas agar dapat berjalan efektif dan efisien.

c. Membuat lembar observasi yang berisi indikator prilaku siswa yang sudah dimodipikasi yang akan diamati selama proses belajar mengajar dan untuk mengetahui situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar pada saat penelitian ini dilaksanakan baik untuk siswa maupun guru.

d. Membuat lembar tes hasil belajar yang diterapkan melalui penerapan Model pembelajaran penemuan terbimbing sebagai alat evaluasi setelah proses belajar mengajar selesai.

2. Pelaksanaan tindakan (Acting)

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan RPP yang telah disusun oleh peneliti.

Kegiatan yang dilakukan di antarnya kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir (penutup).

3. Pengamatan (Observing)

Pada tahap observasi ini peneliti akan melaksanakan proses observasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dilaksanakan, sesuai dengan skenario yang telah disusun dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

(39)

4. Refleksi (reflecting)

Refleksi adalah tahap akhir dari suatu siklus. Refleksi hanya akan digunakan pada saat siklus yang telah berakhir dapat dikatakan tidak memuaskan. Pada tahap ini, peneliti, dan guru melakukan diskusi untuk mengevalusi kelemahan maupun kelebihan dari proses belajar dan hasil belajar yang ditemukan selama siklus berlangsung. Pada kegiatan refleksi ini juga perlu dicari alternatif tindakan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan tindakan pada siklus sebelumnya sehingga tindakan pada siklus selanjutnya akan menjadi lebih baik.

D. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya

Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian.28 Selain itu, instrumen penelitian dapat diartikan sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.29

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Lembar Observasi

Pengamatan atau observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah

28Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas(Jakarta : Kencana, 2011), h.

84.

29Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif-Kualitatif R & D (Bandung :Alfabeta, 2013), h. 148.

(40)

mencapai sasaran.30Observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti.31 Berdasarkan uraian tersebut, observasi dapat disimpulkan sebagai cara mengadakan penilaian dengan jalan melakukan pengamatan secara langsung dan sistemtis, yang selanjutnya data-data yang diperoleh dalam observasi ditulis dalam catatan observasi.

Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, yaitu peneliti ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung sekaligus melakukan pengamatan. Hal-hal yang akan diamati dalam penelitian ini disusun dalam pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah:

a. Aktivitas guru dalam proses pembelajaran yakni yang berkaitan dengan penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing.

b. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

2. Tes

Tes merupakan alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa mencapai kompetensi.32 Pengumpulan data melalui teknik tes dilakukan dengan memberikan tes yang terdiri dari seperangkat

30Kunandar, LangkahMudah, h. 143

31Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan, h. 86

32Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta : Kencana, 2011), h. 235.

(41)

pertanyaan/soal untuk memperoleh data mengenai kemampuan siswa tertentu pada asfek kognitif.

Tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangnan salah satu atau beberapa aspek psikologis di dalam dirinya. Aspek psikologis itu dapat berupa prestasi atau hasil belajar, minat, bakat, sikap, kecerdasan, reaksi motorik, dan berbagai aspek keperibadian lainnya.33

Dengan demikian dapat disimpulkan tes adalah suatu cara melakukan penilaian berbentuk serangkaian tugas yang harus dikerjakan secra mandiri atau kelompok sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak setelah mengikuti pengalaman belajar.

Instrumen tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif. Tes objektif merupakan tes yang terdiri dari item-item yang dapat dijawab dengan jalan memilih salah satu alternatif yang benar dari sejumlah alternatif yang tersedia, atau dengan mengisi jawaban yang benar dengan beberapa perkataan atau simbol.Tes tersebut digunakan untuk mendapatkan jawaban atas penelitian yang dilakukan guna menetapkan skor berupa angka.

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlaku.

Dokumen bias berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental

33Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas, h. 186.

(42)

dari seseorang.34Berbagai dokumen yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang relevansinya dengan permaslahan dalam penelitian tindakan kelas, seperti :

a. Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) b. Laporan-laporan pembelajaran

c. Berbagai macam ujian dan tes d. Laporan rapat

e. Laporan tugas siswa

f. Bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam pembelajaran.

g. Contoh essay yang ditulis siswa.35 E. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan untuk dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Siklus tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan

Tahap perencanaan penelitian merumuskan beberapa hal yang terkait dengan tahap perencanaan yaitu (a) menetapkan pola-pola pembelajaran, (b) menetapkan bahan dan alat yang diperlukan.

b. Tindakan

Tahap tindakan guru melakukan kegiatan pembelajaran secara aktif dan menyenangkan.

34Sugiyono, Metode Penelitian, h. 329.

35Kunandar, Langkah Mudah, h. 185.

(43)

c. Pengamatan

Melalui pengamatan, peneliti dapat mengetahui kesesuaian antara pelaksanan tindakan dan rencana tindakan yang telah dirumuskan. Penulis juga dapat menyimpulkan apakah pelaksanaan tindakan yang sedang dilaksanakan dapat menghasilkan perubahan seperti yang diharapkan.

d. Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti menelaah apakah pelakasanaan tindakan telah sesuai dengan yang direncanakan serta apakah terjadi peningkatan hasil belajar pada sisiwa kelas III di SDN 4 Banyu Urip.

2. Siklus II

Pelaksanaan siklus kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama yang dalam pelaksanaan tindakannya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perbaikan srategi yang disempurnakan. Langkah- langkah pada siklus kedua sama dengan langkah-langkah pada siklus pertama yakni perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (Reflecting).

F. Cara Pengamatan (Montitoring)

Tahap ini peneliti akan melaksanakan proses observasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dilaksanakan. Sesuai dengan sekenario yang telah disusun dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan tes hasil belajar untuk mengukur

(44)

ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses belajar-mengajar.

1. Lembar Observasi Aktivitas Guru

Lembar observasi aktivitas guru digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan tentang keterlaksanaan proses kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui aktivitas guru.

2. Lembar observasi aktivitas siswa

Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan aktivitas siswa pada saat proses kegiatan belajar-mengajar.

G. Analisis Data dan Hasil Refleksi 1. Analisis Data

Analisis data adalah suatu cara yang digunakan dalam pengelolaan data yang telah terhimpun dari berbagai penelitian sehingga diperoleh informasi-informasi yang berdaya guna, dan instrument masih berupa data mentah dan data yang diperoleh selanjutnya dianalisis.

Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dianalisis dengan rumus :

a. Data Test Hasil Belajar Siswa 1) Ketuntasan Individu

(45)

Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:36

KB =𝑇𝑡𝑇 X 100 Keterangan :

KB = Ketuntasan belajar per siswa T = Jumlah skor yang diperoleh siswa Tt =Jumlah skor total siswa

Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan individual) jika prosporsi jawaban benar siswa ≥ 65 %.

Berdasarkan ketentuan KTSP penentuan ketuntasan belajar ditentukan oleh sekolah, dan untuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran matematika di SDN 4 Banyu Urip adalah 70.

2) Menentukan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan rumus :

X =∑N∑x

Keterangan : X : Nilai rata-rata

∑X : Jumlah semua nilai siswa

∑N : Jumlah siswa37

36Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, h. 241.

(46)

3) Ketuntasan Klasikal

Data test hasil belajar dan proses pembelajaran dianalisis menggunakan analisis hasil belajar secara klasikal. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dianalisis dengan menggunakan rumus :

KK = XZ X 100 %

Keterangan :

KK = Ketuntasan klasikal

X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥70 Z = Jumlah seluruh siswa yang ikut test

Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan klasikal) jika dalam kelas tersebut terdapat ≥85 % siswa yang telah tuntas belajarnya.38

b. Data Observasi

1) Observasi Aktivitas Siswa

Data aktivitas belajar siswa selama pembelajaran dianalisis dengan cara menentukan skor jika semua descriptor Nampak.

37Zainal Aqib dkk, Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB dan TK (Bandung : CV. Yrama Widya, 2014), h. 40

38Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, h. 241.

(47)

Sebelum pemilihan kategori untuk aktivitas siswa, terlebih dahulu ditentukan Mi dan SDi dengan rumus sebagai berikut :39

Mi =12 (skor tertinggi + skor terendah)

SDi = 16 x MI Keterangan :

Mi = Mean ideal (angka rata-rata ideal) SMi = Skor Maksimal Ideal

SDi = Standar Deviasi Ideal

Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar sisiwa dicari dengan rumus pada tabel berikut:

Tabel III . 2. Rumus Aktivitas Belajar Siswa40

Interval Interval Kategori

Mi + 1,5 SDi ≤ A 59 ≤ A Sangat Aktif

Mi + 0,5 SDi ≤ A < Mi + 1,5 SDi 50 ≤ A ≤ 59 Aktif

Mi - 0,5 SDi ≤ A < Mi + 0,5 SDi 41 ≤ A≤ 50 Cukup Aktif Mi - 1,5 SDi ≤ A < Mi- 0,5 SDi 32 ≤ A ≤ 41 Kurang Aktif

A ≤ Mi - 1,5 Sdi A ≤ 32 Sangat Kurang

Aktif A= Aktivitas siswa

39Mulyati, “Penerapan Metode Partisipatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V MI Miftahul Islah Tembelok Tahun Ajaran 2014/2015”, (Skripsi, IAIN Mataram, 2015), h. 34.

40Ibid.,h. 34.

(48)

Penentuan skor aktivitas belajar siswa dapat dengan menggunakan rumus di atas. Skor maksimum Ideal = jumlah descriptor x skor maksimum = 18x 4 = 72. Sehingga :

Mi =12 x (72+ 18) = 902 = 30

SDi = 16 x Mi

SDi = 16 x (72- 18) = 546= 9 2) Observasi Aktivitas Guru

Data aktivitas guru ini digunakan sebagai pedoman guru untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan berikutnya dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut:41

Mi =12 (skor tertinggi + skor terendah)

SDi = 16 x MI Keterangan :

Mi = Mean ideal (angka rata-rata ideal) SMi = Skor Maksimal Ideal

SDi = Standar Deviasi Ideal

41Ibid., h. 35

(49)

Tabel III. 3. Kriteria Rumus Aktivitas Guru42

Interval Interval skor Kategori

Mi + 1,5 SDi≤ M 42,4 ≤ M Sangat Baik

Mi + 0,5 SDi ≤ M< Mi + 1,5 SDi 38,15 ≤ M ≤ 42,4 Baik

Mi - 0,5 SDi ≤ M< Mi + 0,5 SDi 34 ≤ M ≤ 38,14 Cukup Baik Mi - 1,5 SDi ≤ M< Mi + 0,5 SDi 30 ≤ M ≤ 34 Kurang Baik

M ≤ Mi - 1,5 SDi M ≤ 30 Sangat Kurang

Baik

Skor tertinggi untuk aktivitas guru adalah 3 skor terendah adalah 1, dengan demikian dapat dihitung Mi dan SDi sebagai berikut :

Mi =12 (skor tertinggi + skor terendah)

=12 x (54 + 18) = 722 = 36

SDi = 16 x Mi

SDi = 1

6 x (54- 18) = 26

6= 4,3 M = Aktivitas kegiatan guru 2. Refleksi

Tahap refleksi dilakukan pada setiap akhir siklus. Pada tahap ini peneliti mengkaji kekurangan dan hambatan yang muncul pada saat berlangsungnya proses belajar-mengajar. Sehingga diperoleh alternatif

42Ibid.,h. 35.

(50)

pemecahan maslah yang muncul pada setiap proses belajar mengajar dan dapat melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus selanjutnya.

(51)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian

1. Sejarah Berdirinya SDN 4 Banyu Urip

SDN 4 Banyu Urip adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat. SDN 4 Banyu Urip beralamat di Dusun Bantir Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

SDN 4 Banyu Urip berdiri pada tahun 1983. SDN 4 Banyu Urip di bangun di atas tanah seluas 1.972m2 dengan luas bangunan 392 m2 terdiri dari 5 (lima) ruang belajar, 1(satu) ruang perpustakaan dan 1(satu) ruang kantor. Status tanah SDN 4 Banyu Urip adalah milik pemerintah.

2. Visi dan Misi SDN 4 Banyu Urip

Visi SDN 4 Banyu Urip adalah “BERIMAN , BERTAQWA, TERAMPIL DAN BERPRESTASI”

Sedangkan misi SDN 4 Banyu Uripadalah sebagai berikut :

a. Menciptakan dan menjaga kerukunan beragama yang harmonis dan kondusif.

b. Membina ketaqwaan dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

c. Mengupayakan pembelajaran yang efektif berkualitas .

d. Membina kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh warga sekolah .

(52)

e. Melestarikan nilai-nilai budaya dan berbudi pekerti luhur.

f. Mengupayakan out put SDM yang trampil dan berkualitas dengan mengikuti INOVASI pendidikan yang dinamis dan berwawasan IPTEQ .

3. Letak Georafis SDN 4 Banyu Urip

Letak geografis SDN 4 Banyu Urip yang dimaksud adalah gambaran umum lokasi SDN 4 Banyu Urip, yakni berada di Dusun Bantir Desa Banyu Urip.Kec.Gerung.Kab.Lombok Barat.

Letak SDN 4 Banyu Urip ini cukup strategis, karena terletak di dekat jalan raya, dan satu-satunya SDN yang ada di tiga dusun yaitu Dusun Bantir, Dusun Bentenu, dan Dusun Sambiratik.

Adapun batas-batas SDN 4 Banyu Urip sebagai berikut : Sebelah Barat : berbatasan dengan Perkampungan Warga.

Sebelah Timur : berbatasan dengan Jalan Raya.

Sebelah Utara : berbatasan dengan Sawah.

Sebelah Selatan : berbatasan dengan Jalan Menuju Dusun Bantir.

4. Keadaan Guru SDN 4 Banyu Urip

. Guru yang berada di SDN 4 Banyu Urip sudah mumpuni, karena masing-masing staf pendidiknya hamper 99 % strata satu dan sisanya sedang dalam proses akademik strata satu, melihat hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa SDN 4 Banyu Urip standar pendidikan sesuai dengan yang diwacanakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan sudah

(53)

terlaksana. Adapun banyak Guru SDN 4 Banyu Urip berjumlah 11 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan.

5. Keadaan Siswa SDN 4 Banyu Urip Tabel.IV.5.

Data Keadaan Siswa SDN4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017.43

No Kelas Jumlah Siswa Keterangan

L P Jumlah

1. I 20 20 40

2. II 14 17 31

3. III 10 12 22

4. IV 13 15 28

5. V 16 16 32

6. VI 19 16 35

Jumlah 101 96 197

6. Sarana dan Prasarana SDN 4 Banyu Urip

Sekolah Dasar Negeri 4 Banyu Urip mempunyai kondisi fisik yang permanent dan mempunyai fasilitas belajar dan pendukung kegiatan yang cukup memadai. Bangunan yang ada masih dalam kondisi layak pakai.

SDN 4 Banyu Urip memilki lingkungan belajar yang berda di areal yang cukup sehingga siswa bisa melakukan proses pembelajaran dengan tenang.

Adapun sarana dan prasarana SDN 4 Banyu Urip dapat dilihat melalui tabel 06 berikut :

43Dokumentasi “Arsip SDN 4 Banyu Urip”, Tgl 28 April 2017”

(54)

Tabel. IV. 6.

Data Keadaan Sarana dan Prasarana SDN4 Banyu Urip Tahun Pelajaran 2016/2017.44

No Sarana dan Prasarana Kondisi Jumlah

Baik Rusak Ringan

Rusak Berat

1. Ruang Kelas 5 - - 5

2. Ruang Kepala Sekolah 1 - - 1

3. Ruang Wakil Kepala Sekolah - - - -

4. Ruang TU - - - -

5. Ruang Guru 1 - - 1

6. Perpustakaan 1 - - 1

7. WC Siswa 2 - - 2

8. WC Guru 2 - - 2

9. Kantin Sekolah 1 - - 1

10. Uks 1 - - 1

11. Koperasi 1 - - 1

12. Mushola - - -

13. Lapangan Olahraga/Upacara 1 - - 1

Dari tabel di atas dilihat bahwa sarana dan prasarana yang ada di SDN 4 Banyu Urip cukup memadai, hal ini dapat dilihat dari daftar tabel di atas. Sehingga siswa dapat melakukan proses pembelajaran dengan nyaman.

44Dokumentasi “Arsip SDN 4 Banyu Urip”, Tgl 28 April 2017”

(55)

7. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi SDN 4 Banyu Urip.45

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN 4 Banyu Urip Kec.Gerung.Kab.Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang dimulai pada tanggal 18 April – 26 April 2017, setiap siklus dilakukan 2 x 35 menit.

Berdasarkan hasil observasi dan tes evaluasi hasil belajar, diperoleh data

45Dokumentasi “Arsip SDN 4 Banyu Urip”, Tgl 28 April 2017”

Kepala Sekola

h H.Zaitun,

S.Pd Tata usaha

SitiKhadij ah, A.Ma

G . K l s I N

u r s i w a n , S . P d

Wakil Kep

Sek Saparu

din, S.P d

Bendah ara Saparu

din, S.P d

G . K l s V I S

a p a r u d i n , S . P d G

. K l s I I I

k a A n d r i l i a , S . P d

G . K l s I I I S

u c i T a w a n t i

G . K l s I V H

a r m a e n , S . P d

G . K l s V H

e r m a n , S . P d G.

A g a m a Sa

k m a h , S . P d . I

K o r d . B D . P e n g S

a k m a h , S . P d . I

K o r d . B D H u m a s H

e r m a n , S . P d G.

P e n j a s k e s B

u r h a n u d i n , S . P d

K o r d . K u r k l m H

a r m a e n , S . P d

(56)

kualitatif dan kuantitatif dari data tersebut dianalisis dengan metode dan rumus yang di tetapkan sebelumnya. Adapun analisis data masing-masing siklus akan dipaparkan secara rinci sebagai berikut:

1. Siklus I

Siklus I (pertama) dilaksanakan dalam 2 (dua) kali pertemuan, satu minggu terdiri 2 kali pertemuan, setiap pertemuan diberikan tindakan terpadu dengan kegiatan pengembangan kemampuan dasar. Langkah- langkah yang dilakukan dalam penerapan siklus I ini adalah :

a. Perencanaan

b. Pelaksanaan tindakan c. Observasi

d. Analisis dan refleksi

Untuk lebih jelasnya langkah-langkah pada siklus ini diuraikan secara rinci sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan Pada tahap perencanaan antara lain : 1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

2) Membuat lembar kerja siswa (LKS)

3) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang akan diperlukan, sumber belajar yang lainnya.

4) Membuat instrumen dan alat evaluasi

Adapun instrument yang dibuat adalah lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa dan lembar

(57)

observasi aktivitas guru dan soal evaluasi hasil belajar siswa yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 uraian.

b. Tahap Pelaksanaan

Kegiatan penelitian dilaksankan pada : Hari/tanggal : 18April 2016,

Pokok bahasan : keliling persegi dan persegi panjang Kelas/semester : III/2

Waktu : 08.00

Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam proses belajar mengajar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun sebelumnya, yaitu sebagai berikut :

1) Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik untuk memulai pelajaran dengan berdo’a dan membaca basmalah secara bersama-sama.

2) Guru mengkondisikan siswa untuk duduk dengan rapi.

3) Guru menyampaikan tujuan pelajaran hari ini.

4) Guru melakukan tanya jawab tentang contoh persegi dan persegi panjang dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bentuk papan tulis, bentuk buku dan lain-lain.

Gambar

Tabel III . 2. Rumus Aktivitas Belajar Siswa 40
Tabel III. 3. Kriteria Rumus Aktivitas Guru 42
Tabel Penentuan Kriteria Aktivitas Belajar Siswa
Tabel Penentuan Kriteria Aktivitas Belajar Siswa

Referensi

Dokumen terkait

A calculation of 3-d model of ground water flux at evaporation from water table using parallel algorithm mpich Masroor Hussain1*, Mychkin V.A2, Kavokin A.A2 1Faculty of Computer