• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan nilai-nilai keteladanan dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan nilai-nilai keteladanan dalam"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Pemebatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

LANDASAN TEORI

Pengertian Keteladanan

Secara psikologis, anak sering kali meniru tingkah laku atau sosok yang diidolakannya7. Keteladanan juga dapat ditunjukkan pada perilaku dan sikap pendidik dan tenaga pengajar dengan memberikan contoh perilaku yang baik sehingga diharapkan dapat menjadi panutan bagi peserta didik. 7 Budiyono, Yuni Harmawati, penguatan pendidikan karakter melalui nilai keteladanan guru dan orang tua bagi siswa sekolah dasar. Yang ditiru adalah tingkah laku yang ditunjukkan atau dilakukan oleh orang yang menjadi idolanya.

Keteladanan merupakan proses dimana anak meniru orang lain yang menjadi idolanya atau orang yang ia hormati.

Macam-macam Nilai keteladanan

Dalam hal ini pendidik tampil sebagai sosok yang mampu memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa contoh nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam pengajaran keyakinan moral di sekolah untuk meningkatkan kualitas kebiasaan baik, yaitu. Sikap toleransi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Sikap toleransi dapat memajukan hal-hal yang baik dengan sikap toleransi, saling menghormati satu sama lain.

Ini merupakan nilai keteladanan yang sangat ditekankan dalam pembelajaran karena dalam hal yang menyangkut ilmu pengetahuan juga terdapat rasa kepedulian.

Pemebelajaran akidah Akhlak

  • Pengertian Pembelajaran
  • Pengertian Akidah Akhlak
  • Tujuan pembelajaran Akidah akhlak
  • Kurikulum Pembelajaran Akidah Ahklak
  • Sumber dan Dasar Pendidikan Akhlak

Kedua perbedaan tersebut memungkinkan guru untuk dapat mengatur strategi dalam pembelajaran yang sesuai dengan keadaan individu siswa. Oleh karena itu, jika hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat belajar adalah “regulasi”. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dan siswa serta sumber belajar yang berlangsung dalam lingkungan belajar. Salah satu mata pelajaran yang memerlukan metode pembelajaran yang tepat adalah keyakinan akhlak, karena keimanan dan akhlak merupakan sesuatu yang harus ditanamkan pada diri peserta didik, dan salah satu tujuan utama pendidikan adalah pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.

Meskipun materi yang disampaikan guru terkadang masuk dalam kategori mudah, namun ada sebagian siswa yang merasa kesulitan dalam mencerna materi yang disampaikan guru. Sehingga pendidik dalam proses pembelajaran harus menggunakan metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dengan melihat situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran, sehingga tujuan dan sasaran pembelajaran dapat tercapai. Dengan demikian maka dapat dipahami hakikatnya bahwa aqidah adalah suatu keyakinan yang dimiliki seseorang dengan tingkat keyakinan diri yang sangat tinggi dan tidak terpengaruh sedikitpun oleh keraguan, baik itu keraguan yang timbul dari dirinya sendiri maupun keraguan yang diajarkan orang lain. , dan keyakinan tertentu ini menjadi landasan hidupnya menghasilkan akhlak mulia dalam diri siapa pun, termasuk santri atau santri.

Untuk mengembangkan beberapa nilai lain seperti kepedulian sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu dan kreativitas memerlukan upaya pengkondisian, sehingga siswa mempunyai peluang untuk menghasilkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai tersebut. Dengan mengedepankan nilai-nilai tersebut, maka harapan seluruh umat manusia yang mewujudkan dan ikut serta dalam proses pendidikan adalah agar senantiasa menjadi manusia yang mempunyai hak-hak yang utuh, yang tujuannya adalah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga di samping itu semoga memperoleh kebahagiaan dalam kehidupannya. dunia ini dan akhirat. bahwa dalam Islam tujuan pendidikan Islam yang berlangsung adalah pendidikan budi pekerti. Pendidikan adalah suatu usaha mendasar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara efektif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan bagi dirinya. Komunitas.

Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mempunyai akhlak mulia, sehat, berilmu, terampil, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam hal ini beban pendidikan yang berkaitan dengan kecerdasan afektif siswa adalah upaya untuk mengembangkan akhlak (akhlak) siswa.

Metode Penerapan Nilai Keteladanan

  • Metode Nasehat
  • Metode Pembiasaan

Di Indonesia ada delapan belas karakter yang harus ditanamkan guru kepada siswanya, yaitu: religius, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, dan sebagainya. seperti membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Untuk menerapkan metode keteladanan dalam pendidikan karakter, para pendidik baik guru, orang tua maupun masyarakat harus terlebih dahulu memiliki karakter tersebut dan memamerkannya kepada peserta didik. Misalnya, untuk memberikan pendidikan karakter religius, guru haruslah orang-orang beragama yang religiusitasnya selalu diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di hadapan siswa. Artinya guru di lingkungan pendidikan yang berbeda harus mampu menunjukkan karakter yang ingin diajarkan kepada siswanya.

Hal ini hanya dapat dilakukan oleh pendidik yang sudah menginternalisasikan karakter tersebut, sehingga karakter tersebut sudah menjadi bagian dari kepribadiannya. Oleh karena itu dapat dipastikan apabila pendidik memberikan nasehat dengan jiwa yang ikhlas, suci dan dengan hati yang terbuka serta pikiran yang bijaksana, maka nasehat tersebut akan lebih cepat terpengaruh tanpa ragu-ragu. Metode pembiasaan merupakan suatu cara yang digunakan oleh pendidik untuk membiasakan peserta didik berperilaku baik sesuai dengan ajaran Islam, karena dalam perkembangan anak untuk mempunyai sifat-sifat yang baik tidak cukup hanya dengan memberikan pengertian saja, namun harus dibiasakan.

Pembentukan kebiasaan yang sangat kaku, karena siswa lebih banyak terfokus pada perolehan kemampuan merespon secara otomatis, tanpa menggunakan kecerdasannya. Hal ini dapat menimbulkan verbalisme (tidak jelas atau tidak jelas) karena siswa lebih terlatih dalam menghafal pertanyaan dan menjawab secara otomatis. Oleh karena itu, sejak kecil anak harus senantiasa dilatih berperilaku baik, berkata-kata yang baik, agar anak terbiasa berperilaku baik dan baik.

Cara ini cukup sederhana karena jika sudah terbiasa, siswa tidak perlu lagi berkonsentrasi atau berpikir keras.

Hasil Penelitian Terdahulu

Kesamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah sama-sama membahas nilai sampel yang diambil dari materi keyakinan moral dan menggunakan metode penulisan kualitatif. Perbedaan artikel ini dengan tulisan penulis adalah artikel ini lebih bersifat langsung dan menekankan pada keteladanan Abu Bakar Ash-Shidiq R.A yang dituangkan dalam materi yang terkandung dalam Keyakinan Akhlak. Penguatan Pengembangan Karakter Melalui Nilai Keteladanan Guru dan Orang Tua Siswa Sekolah Dasar “Hasil penelitian ini menunggu untuk diketahui.

Lendiyansyah, tentang “Guru Aqidah Akhlak Teladan dalam Penanaman Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Di Mts Qaryatul Jihad Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah” Hasil penelitian ini adalah mengimplementasikan nilai guru teladan dalam penanaman nilai-nilai akhlak. Persamaan artikel ini dengan tulisan penulis adalah dalam penelitian ini penulis menggunakan ajaran keyakinan moral yang sama dan menggunakan metode kualitatif. Perbedaan tulisan ini dengan tulisan penulis adalah tulisan ini menggunakan nilai-nilai keteladanan guru untuk mengenalkan nilai-nilai akhlatul karima, sedangkan penulis menggunakan nilai-nilai keteladanan dalam mengajarkan akhlak.

Arianti Dwi, tentang “Arianti Dwi, Keteladanan Orang Tua dalam Pendidikan Akhlak Anak Menurut Abdullah Nashih Ulawan Dalam Kitab Tarbiyatul Aulad” Hasil penelitian ini adalah menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam kitab Tarbiyatul Aulad menurut Abdullah Nashih Ulawan kepada anak-anak. Mita Adelia, Hasnidar Karim “Guru teladan dalam pengembangan moral siswa di sekolah menengah negeri 4 Muaro Jambi” Hasil penelitian mengenai implementasi pengembangan moral pada siswa yang diterapkan oleh guru di sekolah tersebut. 30 Arianti Dwi, Teladan Orang Tua dalam Pendidikan Akhlak Anak Menurut Abdullah Nashih Ulawan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad UIN Raden Intan Lampung 2022.

Teladan Guru dalam Pengembangan Moral Siswa di SMP Negeri 4 Muaro Jambi UIN Sultan Thada Saifuddin Jambi.2021.

Kerangka Berpikir

Kami berharap ketika siswa mengetahui bagaimana menggunakan nilai-nilai keteladanan dalam pembelajaran keyakinan moral di sekolah, mereka akan mampu menerapkan semua hal baik yang telah mereka pelajari di sekolah.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Subyek Dan Informen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Kendala guru dalam memberikan bimbingan dalam pelaksanaannya guru menerapkan nilai keteladanan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Cara ini hanya mengambil data-data yang ada seperti indeks kinerja, jumlah anak, pendapatan, jumlah anak, dll. 37 Teknik ini digunakan untuk mengambil dan mengumpulkan data yang diperoleh dari dokumen atau informasi yang terekam di MIN 05 Bengkulu Tengah.

Teknik Keabsahan Data

Teknik Analisis Data

71. pemanfaatan nilai-nilai keteladanan dalam pengajaran keyakinan moral di kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri 05 Bengkulu Tengah. Tahapan ini dilakukan untuk mengkategorikan sekumpulan tumpukan data yang dikumpulkan berdasarkan opini institusi atau kriteria tertentu menjadi data yang telah diurutkan dan diseleksi sesuai dengan kategori data yang diperlukan mengenai pemanfaatan nilai-nilai keteladanan dalam pembelajaran moral. keyakinan untuk Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri 05 Bengkulu Tengah. Peneliti melakukan survei di Madarasah Ibtidaiyah Negeri 05 Bengkulu Tengah pada bulan Maret hingga April 2022. Survei ini dilakukan sehubungan dengan pemanfaatan nilai-nilai keteladanan dalam pengajaran akhlak kelas III Madarasah Ibtidaiyah Negeri 05 Bengkulu Tengah.

Untuk mengetahui bagaimana siswa menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, peneliti terlebih dahulu melakukan wawancara kepada guru kelas III. 43 Observasi Kelas III Tanggal 18 Maret 2022. Serta Mendampingi Anak-anak Melaksanakan Sholat Dhuha Bersama Di Kelas Di Bawah Pembinaan Saya Sebagai Guru Kelas III MIN 05 Ruang Bengkulu Tengah, Termasuk Nilai Keteladanan Dedikasi Yang saya terapkan di kelas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di MIN 05 Bengkulu Tengah terlihat bahwa siswa sudah menerapkan nilai-nilai keteladanan pada mata pelajaran keyakinan moral, hal ini terlihat pada saat memulai kegiatan kelas, karena ada banyak.

44 Hasil wawancara dengan informan kedua Emi Gustiati S.Pd. selaku guru kelas III pada tanggal 25 Maret 2022. penerapan nilai-nilai keteladanan yang sengaja dan tidak sengaja diterapkan di kelas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti terlihat masih kurangnya penerapan nilai-nilai keteladanan yang dilakukan siswa di luar kelas. Hasil wawancara dengan informan Immi Yanti selaku wali siswa kelas III MIN 05 Bengkulu Tengah pada tanggal 8 April 2022.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan kepada orang tua siswa kelas IIII MIN 05 Bengkulu Tengah, peneliti menyimpulkan bahwa dari segi implementasi nilai-nilai keteladanan pada anak di rumah masih sangat kurang dilaksanakan. . Diharapkan ada perlakuan langsung dari guru aqidah akhlak dan guru kelas III secara langsung untuk mendorong proses dan implementasi nilai-nilai keteladanan anak di rumah. Sofiyatun, Teladan Nilai Guru Nurina dalam Kitab An-Nūr Al-Burhāniy Juz II Karya Kh.

Sudahkah anak-anak menerapkan di rumah nilai-nilai keteladanan dedikasi, disiplin, sopan santun, sopan santun, toleransi setelah pembelajaran di sekolah?

FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN
FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN

Gambar

FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN
Foto susunan profil sekolah
Foto tujuan dan visi misi sekolah
Foto wawancara dengan wali kelas III MIN 05 Bengkulu  Tengah
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran IPS kelas III A di MIN Ngaglik Sleman”, Skripsi, Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang proses komunikasi pewarisan nilai-nilai kearifan lokal melalui komunikasi keteladanan dalam keluarga di masyarakat

Nilai-nilai Nasionalisme yang diterapkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Maarif Condro Jember seringkali terkesan dikesampingkan. Hal

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Nilai-Nilai Keteladanan Guru dan Orangtua pada Siswa Sekolah Dasar.. (Prosiding Seminar Nasional PKn iii

Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sidabowa merupakan sekolah yang menerapkan kegiatan pembiasaan nilai-nilai Islami. Berdasarkan informasi tersebut perlu diadakannya

dan SMP Swasta dari kelas I sampai dengan kelas III seluruhnya, jumlah murid MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan jumlah murid MTs (Madrasah Tsanawiyah) seluruhnya, jumlah

Sesuai pernyataan dari Bapak Ruslan S.Pd.I selaku Guru Pendidikan Agama Islam bahwa: “Berkaitan dengan Strategi, bahwasanya keteladanan sangat penting dalam menerapkan nilai-nilai

Dalam mensukseskan penerapan metode keteladanan guru untuk meningkatkan akhlak terpuji peserta didik sekolah Madrasah Aliyah Raudlatul Mutaalimin melakukan beberapa penerapan