Secara umum dikatakan anak adalah seorang yang dilahirkan dari perkawinan antara seorang perempuan dengan seorang laki-laki meskipun tidak melakukan pernikahan tetap dikatakan anak. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak (Sujiono, 2013).
Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistik atau menyeluruh. Karena itu, stimulasi yang diberikan berlangsung dalam kegiatan yang holistik. Salah satu perkembangan pada anak usia dini yang terlihat sangat pesat adalah perkembangan fisik atau motoriknya.
Perkembangan motorik sangat erat kaitannya dengan perkembangan fisik. Perkembangan motorik sebagai perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara kebugaran tubuh, keterampilan motorik, dan kontrol motorik (Anggraini, 2022).
1
Anak prasekolah adalah anak yang berumur antara 3-6 tahun, pada masa ini anak-anak senang berimajinasi dan percaya bahwa mereka memiliki kekuatan. Pada usia prasekolah, anak membangun kontrol sistem tubuh seperti kemampuan ke toilet, berpakaian, dan makan sendiri (Sujiono, 2013).
Karakteristik perkembangan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun antara lain mengeskspresikan gerakan dengan irama bervariasi, melempar dan menangkap bola, berjalan di atas papan titian, berjalan dengan berbagai variasi, memanjat dan bergelantungan (berayun), melompati parit dan senam dengan gerakan kreativitas sendiri (Nurul, I 2013).
Keterampilan motorik tidak akan berkembang melalui kematangan saja tetapi harus dipelajari. Pendidik perlu mengetahui kebutuhan setiap anak untuk mengembangkan otototot besar dan kecilnya pada setiap tingkatan usia. Artinya pendidik memerlukan peralatan yang baik, namun yang lebih penting lagi adalah sikap yang baik pada tingkatan anak dengan membiarkan anak mengetahui sesuatu dan mencoba berbagai aktivitas motorik kasar dan halus yang sesuai dengan tingkatan usianya (Adlina, 2021).
Perkembangan motorik yang baik akan berdampak pada aspek perkembangan lainnya. Demikian pula sebaliknya, kesempatan yang luas untuk bergerak, pengalaman belajar untuk menemukan, aktivitas sensori motor yang meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil
memungkinkan anak untuk memenuhi perkembangan perseptual motorik (Adlina, 2021).
Peningkatan kemampuan pada anak usia dini usia 4-5 tahun dapat dilakukan dengan berbagai macam cara salah satu kegiatan yaitu senam irama. Senam irama atau disebut juga aktivitas gerak berirama adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau pembelajaran bebas yang dilakukan secara berirama. Kegiatan senam irama ini dapat menstimulus motorik anak terutama pada motorik kasarnya. Aktivitas gerak berirama dapat dipadukan dengan beraneka ragam lagu, dan musik yang dapat merangsang anak untuk semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dengan kegiatan senam irama diharapkan dapat mengembangkan aspek motorik kasar dan berfokus pada satu aspek motorik. Senam irama biasa disebut juga dapat dilakukan dengan gerakan yang diiringi dengan alunan irama (Badriah, 2022).
Senam ritmik/irama pada awalnya adalah gerakan-gerakan kalestenik (latihan bebas) yang bersifat lamban dan diiringi nyanyian atau musik dan dilakukan secara massal (Muchlisin, 2022). Perlunya pendidikan jasmani khususnya pembelajaran senam irama adalah untuk membantu anak dalam memenuhi hasrat dalam bergerak, kemudian sebagai wahana mengembangkan kebugaran jasmani anak, selain itu juga dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis keterampilan gerak dasar yang berorientasi pada proses, dan sebagai pengayaan berbagai macam keterampilan gerak dasar (Adlina, 2021).
Dalam melakukan senam irama hal yang harus dilakukan yaitu menguasai gerakan dasar sikap dan dasar gerak. Dasar sikap digunakan pada awal pelaksanaan senam irama yaitu sikap awal senam irama.
Sikap awal senam irama yaitu sikap tegak langkah dengan posisi badan berdiri tegak, kaki kiri lurus sebagai tumpuan berat badan, kaki kanan di tekuk pada lutut dengan ujung kaki menyentuh lantai di tengah tengah telapak kaki kiri (Nurul, I 2013).
Dasar gerak yang ada dalam senam irama meliputi gerakan lengan, gerakan kaki, dan kombinasi antara gerakan lengan dan kaki. Gerakan lengan meliputi ayunan satu lengan, ayunan dua lengan dan putaran lengan. Gerakan kaki meliputi ayunan kaki, gerakan jalan/langkah dan gerakan loncat. Gerakan kaki dan gerakan lengan dilakukan secara bersamaan sehingga tercipta kombinasi antara gerakan tangan dan kaki (Nurul, I 2013).
Penelitian di Indonesia mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan anak pada usia prasekolah mencapai 12,8%-28,5% dari seluruh populasi anak usia prasekolah. Banyak negara yang mengalami berbagai masalah perkembangan anak, salah satunya keterlambatan motorik kasar. Angka kejadian di Amerika Serikat berkisar 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22% dan Indonesia mencapai 13-18%.
Perkembangan motorik yang kurang optimal akan menurunkan kreativitas anak dalam beradaptasi. Senam irama merupakan salah satu jenis gerakan senam yang dilakukan dengan irama musik atau latihan
bebas yang dilakukan secara berirama. Anak senang bergerak secara berirama. Gerakan seperti ini merupakan kegembiraan dan kebutuhan bagi anak. Melalui kegiatan senam irama, anak dapat menggerakkan seluruh anggota badannya, sehingga kemampuan motorik kasarnya akan berkembang (Rovendra, 2023).
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dari (Sasi, 2011) menunjukkan bahwa melalui senam irama dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar yang meliputi berjalan, berlari, melompat, memutar dan membungkuk, dan kognitif yang meliputi memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep bilangan, mengenal pola, mengenal konsep ruang dan mengenal ukuran, secara bertahap setiap siklusnya.
Adapun kelebihan dari penelitian Maulidia, dkk (2019) ini dengan adanya gerak senam ceria dapat meningkatkan motorik kasar anak selaras dengan pendapat (Sari, 2016) bahwa secara keseluruhan akan dapat hasil lebih baik apabila dilakukan melalui kegiatan dan latihan secara senam teratur dan dengan frekuensi latihan yang lebih banyak serta latihan yang berulangulang untuk meningkatkan motorik kasar pada peserta didik. Sehingga seorang guru mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan motorik kasar anak. Akan tetapi dalam penelitian ini juga memiliki kekurangan yaitu keterbatasan waktu dalam melakukan kegiatan senam, dan kurangnya penyesuaian jadwal dalam melekukkan penelitian serta senam ceria tergolong senam
yang baru dikenal sehingga beberapa anak ada yang masih kesulitan menirukan gerakkan senam.
Berdasarkan hasil observasi di TK Kartika XIV-12, karakteristik pembelajarannya didominasi dengan kegiatan berupa menendang, melempar dan melompat. Pada dasarnya TK Kartika XIV-12 sudah diperkenalkan dengan gerakan- gerakan senam, namun dalam hal kegiatan jasmani berupa senam irama kurangnya stimulasi dari TK Kartika XIV-12 ini sehingga kurangnya rangsangan yang membuat gerakan anak kurang terkoordinasi dengan baik. Motorik kasar dilatih supaya anak dapat merespon rangsangan serta dapat menghasilkan umpan balik bagi anak. Suatu gerakan yang diulang-ulang dan saling berkesinambungan dapat diwujudkan dalam sebuah gerakan senam khususnya senam irama.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui penerapan senam irama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK Kartika XIV-12 Banda Aceh.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah “bagaimana penerapan senam irama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK Kartika XIV-12 Banda Aceh.?”
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui penerapan senam irama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK Kartika XIV-12 Banda Aceh.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah 1. Bagi Penulis
Dapat meningkatkan wawasan mengenai upaya peningkatan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan senam irama.
2. Bagi Sekolah
a. Sebagai bahan masukan dalam merencanakan, melaksanakan, menempatkan dan mengevaluasi pembelajaran dalam mengembangkan motorik kasar anak.
b. Dapat menambah pembendaharaan ilmu pengetahuan mengenai perkembangan motorik kasar melalui senam irama dalm proses pembelajaran.
3. Bagi Guru
Memberikan masukan yang dapat memotivasi dalam memberikan kegiatan pembelajaran melalui bermain dan sebagai evaluasi serta rujukan dalam meningkatkan proses pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Khususnya untuk anak Taman Kanak-Kanak lebih
mendapat pembelajaran yang sesuai pada usianya dan juga sesuai dengan tahapan perkembangannya
4. Bagi Anak Usia Prasekolah
a. Memberi pengalaman langsung tentang permainan gerak dan lagu seperti senam irama.
b. Sebagai wahana untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui senam irama. Dapat dijadikan media pembelajaran yang menarik.