PENDAHULUAN
LatarBelakang
Salah satu pembelajaran yang dapat membawa siswa untuk siap menghadapi persaingan global dan dapat meningkatkan kualitas intelektual adalah pembelajaran bermakna. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan pengajaran yang mampu memaksimalkan peran siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan dengan menggali pengetahuan awal yang dimilikinya, sehingga menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan berdampak positif terhadap hasil belajar. Model siklus belajar atau yang dikenal dengan Learning Cycle (LC) adalah salah satu strategi pengajaran yang secara formal digunakan dalam program IPA di sekolah dasar, yaitu Science Curriculum Improvement Study (SCIS).
Selain itu, kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas masih berpusat pada guru dengan menerapkan model pembelajaran konvensional. Pengajaran biologi yang kurang melibatkan siswa secara aktif dapat membuat siswa kurang dapat menggunakan kemampuan biologinya secara optimal dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
Dalam hal ini guru diharapkan mengetahui, memilih dan mampu menerapkan model-model pembelajaran yang dianggap efektif untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih memecahkan masalah-masalah lepas yang dihadapinya. Bahan ajar Ilmu Biologi yang digunakan di MA Addinul Qayyim adalah Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang ditulis oleh Syaiful.
Sasaran Tindakan
Hasil wawancara tersebut diperkuat dengan kenyataan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan pada materi jamur karena banyaknya konsep yang harus dikuasai, sedangkan bahan ajar yang digunakan memiliki konten yang kurang lengkap. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi MA AD, Diinul Qayyim Kapek Gunung Sari mengatakan bahwa siswa yang mendapat nilai tinggi dengan kriteria klasikal diajar tuntas jika mendapat nilai tinggi atau mendekati KKM yang berlaku di kelas biologi, karena tingkat KKM pada biologi adalah 70, maka nilai siswa disuruh belajar giat jika ingin mendapat nilai yang seharusnya sempurna.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Telaah pustaka
Dan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti sebelumnya juga berbeda yaitu kualitatif (CAR) yang sama dengan penelitian saya. Karya Ridwan berjudul, “Urgensi Pemberian Reward dan Punishment Oleh Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Al-Yamini Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2013/2014”. Penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penulis dimana dalam penelitian yang sama membahas motivasi belajar, namun selain penulis membahas motivasi belajar, penulis juga membahas hasil belajar siswa, sehingga pembahasan penulis lebih luas.
Selain itu, ditinjau dari latar penelitian, penelitian ini berbeda dengan penelitian yang akan penulis selidiki yaitu kelas VII MTs Islahul Anam Dasan Makmur.
Kajian Pustaka
- Strategi Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle)
- Motivasi Belajar
- Hasil Belajar
Secara umum tujuan motivasi belajar adalah mendorong atau menggugah seseorang untuk melahirkan keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu guna mencapai hasil atau mencapai tujuan tertentu. Tujuan pendidikan diramalkan dan ditentukan dalam kurikulum sekolah. Misalnya guru memberikan siswa yang maju ke depan kelas dan dapat mengerjakan soal-soal di papan tulis, dengan pujian itu timbul rasa percaya diri anak. Dalam kegiatan belajar motivasi belajar sangat diperlukan terutama belajar mandiri, seseorang yang tidak memiliki motivasi dari dalam sangat sulit untuk melakukan kegiatan belajar secara terus menerus. Kreativitas menciptakan suasana yang mampu menciptakan motivasi, semangat belajar dan perasaan senang anak untuk terus belajar.
17Juherman, “Pengaruh Tata Ruang Kelas Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI MAN 2 Mataram Model Skripsi Model Tahun Ajaran IAIN Mataram Mataram, 2016), h. Kita dapat melihat bahwa motivasi belajar ada pada pedagogi guru, sehingga guru akan mengajar, melalui pelaksanaan belajar mengajar memperkuat motivasi belajar siswa, sebaliknya, sejauh menyangkut kemandirian siswa, motivasi belajar siswa meningkat ketika mencapai hasil belajar. aspek psikologis yang mengalami perkembangan, artinya dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa sebagai gambaran bagi bacaan anak.
Seseorang yang sakit akan mengganggu pembelajaran perhatiannya, sebaliknya siswa yang sehat akan mudah memperkuat perhatiannya, dengan kata lain keadaan fisik dan mental siswa dipengaruhi oleh motivasi belajarnya. Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang menyusunnya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara menyeluruh. hasil dari pengalamannya, dalam interaksi dengan lingkungannya 24 Pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah proses internal.
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Rencana Tindakan
- Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
- Pelaksanaan Tindakan
- Cara Pengamatan (monitoring)
- Analisis Data dan Refleksi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini antara lain penelitian mensosialisasikan metode pembelajaran kepada guru dan menyepakati untuk melaksanakan pengajaran dengan menggunakan metode tersebut, peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan menyusun format instrumen penelitian termasuk angket yaitu angket pelaksanaan pembelajaran, motivasi belajar siswa dan tes angket hasil belajar atau ketuntasan belajar siswa dalam bentuk pilihan ganda. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini melanjutkan tahap dari siklus 1, hal ini disebabkan belum tuntasnya pelaksanaan dari siklus 1, kemudian siklus II dilanjutkan berupa pembelajaran yang meliputi poin-poin dari materi yang belum selesai. Refleksi adalah kegiatan menganalisis hasil observasi untuk mengetahui sejauh mana Siklus II mampu memperbaiki kekurangan Siklus 1 dalam mencapai peningkatan hasil belajar.
Sedangkan untuk siklus II masih gagal maka dilanjutkan ke siklus III dimana perencanaannya adalah mencari kekurangan dari siklus 1 dan II, kemudian kekurangan tersebut akan diperbaiki pada siklus III, dimana langkah pelaksanaan siklus III sama dengan siklus 1 dan II, namun pada siklus III akan mengulang materi yang belum terselesaikan pada siklus II. Lembar RPP memuat rencana pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru sebelum proses pembelajaran dilaksanakan, sedangkan aktivitas siswa berkaitan dengan aktivitas siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Data hasil belajar siswa diperoleh dengan mengikuti tes evaluasi yang diberikan pada akhir materi dan dilaksanakan pada setiap akhir siklus, tujuannya untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.
Soal-soal yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari soal-soal baku (berbagai buku pelajaran). Peneliti berperan sebagai partisipan penuh dalam penelitian ini, artinya peneliti berperan langsung sebagai guru dalam proses pembelajaran di kelas. Maka dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk mengetahui situasi proses pembelajaran pada saat tindakan yang diperoleh dari lembar observasi digunakan dan untuk memudahkan dalam melakukan observasi.
Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam kegiatan penelitian, dan yang peneliti analisis terdiri dari data observasi kinerja pembelajaran (LPD), data angket motivasi, dan data tes prestasi belajar. Data motivasi belajar siswa kami analisis dengan cara menghitung skor angket masing-masing siswa, kemudian hasil angket siswa tersebut disusun menjadi format analisis motivasi belajar siswa. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur tingkat kecakapan belajar siswa dalam bentuk skor berbasis kinerja.
Data hasil belajar siswa disajikan dalam bentuk penerimaan hasil belajar, penentuan nilai kriteria ketuntasan masing-masing siswa. Siswa dinyatakan tuntas secara individual jika mencapai KKM dari hasil belajar yang telah ditetapkan sekolah ≥ 70.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Setting Penelitian
- Sejarah sekolah
- Profil Madrasah
- Guru-guru dan Struktur Sekolah
Proses pelaksanaan pada siklus II merupakan peningkatan dari pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yang mengalami proses pembelajaran pada siklus II. Selanjutnya pada siklus II persentase motivasi pada angket siklus II adalah 77%, sehingga dikatakan dalam kategori tinggi, dimana jumlah siswa yang mendapatkan motivasi tinggi berjumlah 20 siswa dan 6 siswa lainnya. yang masih belum cukup. nilai. Pada siklus II rata-rata nilai 71,74, 19 siswa sudah tuntas, sedangkan 7 siswa belum tuntas, dengan persentase ketuntasan kelas 73.
Pembelajaran penerapan strategi pembelajaran Learning Cycle yang diterapkan pada MA AD Diinul Qayyim Kapek Gunung Sari kelas X tahun pelajaran dilihat dari motivasi belajar siswa pada setiap pertemuan dan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan dan hasil belajar siswa sebesar siklus I dan II juga mengalami peningkatan. Selain itu pada siklus II tingkat motivasi pada angket siklus II sebesar 77% sehingga dikatakan dalam kategori tinggi, dengan jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 20 orang. Setelah pulang sekolah saya bertanya kepada guru di sekolah apakah saya tidak mengerti.
7 Saya selalu merasa tidak puas dengan apa yang diberikan oleh guru kepada saya, sehingga saya harus dapat memperdalamnya, sehingga saya harus menginginkannya. 4 Setelah saya pulang sekolah, saya bertanya tentang mata pelajaran yang diajarkan guru di sekolah jika saya tidak mengerti. 5 Saya selalu merasa tidak puas dengan apa yang diberikan oleh guru, sehingga saya harus bisa memperdalamnya sehingga saya harus memiliki rasa ingin tahu.