• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Metodologi Penelitian Manajemen Pendidikan Islam

N/A
N/A
Muslihuddin Arif

Academic year: 2024

Membagikan "Pengantar Metodologi Penelitian Manajemen Pendidikan Islam"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar Metodologi Penelitian Manajemen Pendidikan Islam

Oleh

MUSLIHUDDIN

MPI3 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UINSI

2024

(2)

A. PENGERTIAN METODE PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM

Metode penelitian dalam konteks pendidikan Islam terbagi menjadi dua elemen, yaitu metode penelitian dan pendidikan Islam. Pada bagian pertama, dijelaskan bahwa metode penelitian merupakan pendekatan ilmiah untuk mengumpulkan data atau informasi sebagaimana adanya, bukan seperti seharusnya, dengan tujuan dan kegunaan khusus.

Pendidikan Islam diartikan oleh berbagai ahli sebagai berikut:

1. Konferensi internasional pertama menggambarkan pendidikan Islam sebagai konsep yang mencakup ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Definisi ini merujuk pada proses menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan fisik dan psikis peserta didik. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat menginternalisasi syahadah terhadap keberadaan dan Keagungan Allah swt. Hal ini dicapai melalui pemenuhan fungsi dan tugas sebagai hamba Allah dan khalifah Allah.

2. Naquib al-Attas mengartikan pendidikan Islam sebagai ta’dib, suatu proses pengakuan hakikat bahwa pengetahuan dan eksistensi memiliki struktur hierarkis sesuai dengan tingkatan dan derajatnya. Proses ini juga menetapkan tempat yang sesuai bagi individu dalam kaitannya dengan hakikat tersebut, dengan mempertimbangkan kapasitas dan potensi jasmaniah serta ruhaniah.

3. Abuddin Nata mendeskripsikan pendidikan Islam sebagai suatu praktik yang menggunakan sumber otoritatif seperti al-Qur’an, al-Sunnah, pandangan ulama, warisan sejarah, serta pertimbangan rasional dan data empiris. Pendekatan ini menciptakan landasan pendidikan yang holistik dan menyeluruh. 1

Ketiga definisi tersebut mengindikasikan perbedaan antara pendidikan Islam dan jenis pendidikan lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada fakta bahwa pendidikan Islam memiliki dasar utama dalam ajaran Islam, walaupun terkadang memanfaatkan teori-teori pendidikan yang dikembangkan oleh para ahli pendidikan sekuler. Namun, penting untuk dicatat bahwa semua teori tersebut hanya digunakan jika tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian dalam pendidikan Islam merupakan suatu pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi sebagaimana adanya. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses penelitian dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan memiliki tujuan serta kegunaan yang relevan dengan konteks pendidikan Islam.

B. Ruang lingkup penelitian dalam bidang pendidikan Islam Ruang lingkup penelitian dalam bidang pendidikan Islam mencakup:

Pendidikan Islam sebagai materi pelajaran yang disampaikan di berbagai lembaga pendidikan umum, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

1 “2.+Indra+Efendi,

+Zulfani+Sesmiarni_Jurnal+Pentingnya+Metodologi+Penelitian+dalam+Pendidikan+Islam.pdf,” t.t.

(3)

Pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal. Lembaga pendidikan formal melibatkan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi, sedangkan lembaga pendidikan non formal termasuk madrasah diniyah, raudhatul athfal, mesjid, surau, serta pendidikan keluarga dan lingkungan.

Pendidikan Islam sebagai suatu sistem, mencakup aspek dasar dan tujuan pendidikan Islam, peran tenaga pendidik, karakteristik peserta didik, lingkungan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, dan proses evaluasi.

Pendidikan Islam dalam konteks konsep dan sejarah, yang melibatkan penelitian tentang konsep-konsep pendidikan dalam al-Qur'an dan Hadis, serta penelitian sejarah pemikiran dan institusi pendidikan Islam.

C. MODEL DAN JENIS-JENIS PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM

Model dan jenis penelitan pendidikan Islam secara umum tidak ber-Berbeda dengan model dan tipe penelitian dalam penelitian pendidikan lainnya, perbedaan utamanya terletak pada objek dan sumber data yang digunakan. Penggunaan istilah model dan jenis penelitian didasarkan pada klasifikasi yang diberikan oleh para ahli metodologi penelitian,dan juga diklasifikasikan penelitian menjadi model penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan rincian klasifikasi sebagai berikut:

Kuantitatif Kualitatif

Eksprimental Non

Eksprimental

Interaktif Non

Interaktif

Eksprimen Murni Desktiptif Etnografi Analisis Konsep/ Isi

Eksprimen Semu (Quasi experiment)

Komparatif Fenomenologi Penelitian Sejarah Eksprimen tunggal Korelasi Studi kasus

Survey Grounded Theory

(penelitian untuk menemukan teori) Ex post facto Penelitian tindakan

Klasifikasi jenis penelitian dapat dilakukan berdasarkan bidang, tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi, analisis, dan jenis data.2

1. Berdasarkan bidang penelitian

Penelitian dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bidangnya, yaitu penelitian akademik, professional, dan institusional. Penelitian akademik fokus pada bidang-bidang akademik seperti pendidikan, kedokteran, hukum, dan psikologi. Sementara itu, penelitian professional berkaitan dengan profesi tertentu seperti guru, dokter, pengacara, dan psikolog. Penelitian

2 Lukas S Musianto, “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian,” Jurnal Manajemen 4, no. 2 (t.t.).

(4)

institusional dilakukan pada institusi tertentu untuk meneliti aktivitas yang dilaksanakan oleh institusi tersebut.

Dalam konteks pendidikan Islam, masalah yang terkait dengan pengembangan konsep- konsep pendidikan Islam, praktik pendidikan Islam, dan pendidikan Islam sebagai sistem termasuk dalam bidang akademik penelitian pendidikan Islam. Kajian mengenai profesi guru dan tenaga kependidikan pada pendidikan Islam merupakan bagian dari penelitian dalam bidang professional. Sedangkan, penelitian tentang lembaga pendidikan Islam termasuk dalam bidang institusional penelitian pendidikan Islam.

2. Menurut tujuan penelitian, terdapat dua kelompok penelitian:

a. Penelitian Terapan:

Ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah praktis. Contohnya, penelitian mengenai metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar Agama Islam.

b. Penelitian Murni atau Dasar:

Jenis penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami masalah penelitian secara mendalam tanpa niat menerapkan hasilnya secara langsung. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak terlalu memperhatikan kegunaan praktis secara langsung.

Contoh penelitian semacam ini adalah penelitian tentang konsep an-nafs dalam al- Qur’an.

3. Berdasarkan metode penelitian, jenis-jenis metode penelitian dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

a. Penelitian Survey:

Jenis penelitian ini dilakukan pada populasi baik yang besar maupun kecil, tetapi

Data yang dianalisis berasal dari sampel yang diambil dari populasi tertentu. Melalui analisis ini, tujuannya adalah untuk menemukan kejadian relatif, distribusi, serta hubungan antar variabel sosilogis dan psikologis. Sebagai contoh, dapat disebutkan sebuah survei yang dilakukan untuk menggambarkan profil Madrasah Ibtidaiyah Islam di wilayah Sumatera Utara.

b. Penelitian Ex Post Facto

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi, dengan merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengamalan agama Islam oleh siswa Sekolah Menengah Umum di Sumatera Utara.

c. Penelitian Eksperimen

(5)

Penelitian ini berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Peneliti memanipulasi variabel independennya. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan mengenai Pengaruh Pembelajaran Modeling dan Tipe Kepribadian Siswa terhadap Peningkatan Akhlak Mulia siswa Madrasah Tsanawiyah X di Kota Medan.

d. Penelitian Naturalistik

Metode penelitian ini sering disebut sebagai metode kualitatif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami, di mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Contohnya adalah penelitian tentang Kedudukan Perempuan dalam Budaya Minangkabau.

e. Penelitian Kebijakan (Policy Research)

Penelitian ini dilakukan atau menganalisis masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak praktis dalam menyelesaikan masalah. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan mengenai Posisi Madrasah Diniyah dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

f. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, membantu guru dalam mengatasi permasalahan pendidikan di dalam kelasnya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah 1.situasi, 2. Perilaku, 3. Organisasi, organisasi, termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan keimanan dan pengamalan agama siswa melalui penerapan metode cerita di SMP X Pematang Siantar.

g. Penelitian Evaluasi

Merasa bagian integral dari proses pengambilan keputusan, penelitian evaluasi bertujuan membandingkan kejadian, kegiatan, dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan untuk menilai pemenuhan standar pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri di Propinsi Sumatera Utara.

h. Penelitian Sejarah

Fokus pada analisis logis terhadap kejadian-kejadian masa lalu, penelitian ini menggunakan sumber data primer dan dokumentasi. Tujuannya adalah merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif. Sebagai contoh, penelitian dapat dilakukan tentang sejarah Surau sebagai lembaga pendidikan Islam di Sumatera Barat.

i. Penelitian Konsep/Isi (Content Analysis)

(6)

Dalam konteks pendidikan Islam, penelitian konsep/isi dilakukan untuk memahami konsep- konsep pendidikan dalam al-Qur’an, as-Sunnah, pendapat para ulama, atau tokoh-tokoh pendidikan Islam. Contohnya melibatkan penelitian tentang konsep pendidikan dalam Al- Qur’an, Hadis Rasul, konsep pendidikan menurut al-Ghazali, atau konsep pendidikan menurut Naquib al-Attas

4. Berdasarkan Tingkat Eksplanasi hasil penelitian

Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Penelitian menurut tingkat eksplanasi hasil penelitian adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Berdasarkan Tingkat eksplanasi hasil penelitian, dikenal beberapa jenis penelitian, yaitu

a. Penelitian Deskriptif

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.

Misalnya penelitian tentang kemandirian siswa di Pesantren X.

b. Penelitian Komparatif

Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri ataudengan variabel lebih dari satu tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda. Misalnya penelitian tentang perbandingan hasil belajar agama siswa dikaitkan dengan gaya belajar dan kemandirian siswa.

c. Penelitian Asosiatif/Hubungan

Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Misalnya

Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Portofolio dan Konsep Diri Siswa Hasil Belajar Aqidah Akhlak pada Siswa MTSN X.

5. Berdasarkan Jenis Data dan Analisis

Berdasarkan jenis data dan analisisnya, penelitian dapat dikelompokkan

menjadi dua hal utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatifadalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar. Data kuantitatifadalah data berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (scoring).Contoh penelitian kuantitatif antara lain: Pengaruh Metode PembelajaranBerbasis Portofolio dan Konsep Diri Siswa Hasil Belajar Aqidah Akhlakpada Siswa MTSN X. Contoh penelitian kualitatif antara lain Persepsi Siswa

tentang Pembelajaran Agama Islam di Sekolah Menengah Umum X.

(7)

D. KRITERIA PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM YANG BAIK

Kriteria penelitian pendidikan Islam yang baik pada dasarnya samadengan penelitian pendidikan lainnya. Penelitian pendidikan Islam yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Masalah dan tujuan penelitian harus berkaitan dengan ruang lingkup penelitian pendidikan Islam

2. Masalah dan tujuan penelitian harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan kepada pembaca.

3. Penelitian yang dilakukan Bersifat kritis dan analitis 4. Masalah penelitian yang diajukan bersifat rasional

5. Koherensi yaitu terdapat keterkaitan antar bagian dalam penelitian 6. Konsistensi penggunaan istilah dalam penelitian

7. Memuat konsep dan teori yang sebagian besar diambil dari penafsiranpenaasiran ulama terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dan teori-teori yang dikembangkan oleh ulama atau ahli-ahli pendidikan Islam

8. Menggunakan istilah dengan tepat dan definisi yang uniform.

9. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji jika yang akan dilaksanakan adalah penelitian kuantitatif.

10. Teknik dan prosedur dalam penelitian dijelaskan secara rinci.

11. Obyektifitas penelitian harus tetap dijaga dengan menunjukkan buktibukti mengenai sampel yang diambil.

12. Dilakukan dengan hati-hati, cermat, jujur, dan teliti

13. Kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan penelitian harus diinformasikan secara jujur dan menjelaskan dampak dari kekurangantersebut.

14. Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat. Jikadalam penelitian kuantitatif dilakukan dengan ujicoba instrument penelitian sebelum digunakan pada subjek penelitian. Jika pada penelitian kualitatif dilakukan dengan teknik penjaminan keabsahan data.

15. Dapat diulang oleh peneliti lain sehingga dapat diuji validitas danReliabilitasnya 16. Memiliki akurasi yang tinggi (dapat diterima)

17. Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang terkaitdengan data penelitian.

18. Berimbang antara nilai manfaat penelitian3

3 Andika Novriadi Cibro, “DASAR-DASAR PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM,” t.t.

(8)

Bibliography

“2.+Indra+Efendi,

+Zulfani+Sesmiarni_Jurnal+Pentingnya+Metodologi+Penelitian+dalam+Pendidikan+

Islam.pdf,” t.t.

Cibro, Andika Novriadi. “DASAR-DASAR PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM,” t.t.

Musianto, Lukas S. “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian.” Jurnal Manajemen 4, no. 2 (t.t.).

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan itu disebabkan tiga hal berikut ini: (1) penerjemah mengalami kesulitan menangkap esensi dari istilah metodologi penelitian dari BSu sehingga mereka cenderung

Dalam Gujarati, 2008 dijelaskan bahwa penggunaan model logit seringkali digunakan dalam data klasifikasi, dalam penelitian ini kategori yang digunakan adalah kategori

Buku metodologi penelitian pariwisata dan perhotelan ini memberikan pemahaman tentang konsep-konsep hakekat penelitian pariwisata dan perhotelan, tipe atau jenis penelitian, proses

yang mendasari dari penggunaan metode riset yang dipilih untuk menjawab pertanyaan penelitian... METODOLOGI & METODE PENELITIAN

Jenis desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif, menurut Anggita, 2018:128 dalam Buku Metodologi Penelitian Kesehatan, penelitian deskriptif disebut juga

DINAS PENDIDIKAN KOTA MEDAN PELATIHAN METODOLOGI PENDIDIKAN NON FORMAL Sertifikat No : DP/MDN/005/2023 Diberikan Kepada : Nama : Ifan Setiawan Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat

Dokumen ini membahas tentang metodologi penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem manajemen klaim

METODOLOGI PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN 13 antara dua atau lebih variabel tanpa menganggap adanya sebab-akibat siswa dan nilai tes mereka Penelitian Kualitatif Penelitian ini