• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

20

Universitas Kristen Petra

3. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian berisikan hal yang berkaitan dengan penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, teknik pengukuran variabel, teknik pembuatan kuesioner, desain sampel, metode, dan program analisa data yang digunakan untuk membantu menjelaskan serta menjawab permasalahan di dalam penelitian ini.

3.1 Model Analisis

Model analisis adalah gambaran atas variabel-variabel yang dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. Model ini akan digunakan untuk menganalisis bagaimana pengaruh customer accounting sebagai teknik strategic management accounting dan customer orientation terhadap organizational performance.

Adapun model analisis yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.1.

H1

Variabel Independen H1

H2

Variabel Dependen

Variabel Independen

Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis Customer

Accounting

Customer Orientation

Organizational Performance

Lifetime Customer profitability

analysis Customer profitability

analysis

Valuation Customer as

Assets

Customer Responsiveness

Customer Analysis

Internal Business Process Perspective

Financial Perpective

Customer Perspective

Learning and Innovation Perspective

(2)

21

Universitas Kristen Petra

3.2 Definisi Konseptual dan Operasional Variabel

Di dalam setiap penelitian setiap variabel yang digunakan harus bisa dijelaskan secara operasional dengan tujuan agar dapat dikur. Agar bisa digunakan dalam penelitian, maka setiap variabel yang telah diidentifikasi sebelumnya akan didefinisikan secara jelas mengenai karakteristik dari variabel tersebut.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah customer accounting, customer orientation, dan organizational performance. Penjelasan dari setiap variabel tersebut adalah sebagai berikut.

3.2.1 Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Varibel independen dalam penelitian ini ada dua, yaitu customer accounting dan customer orientation.

a. Customer accounting

- Definisi operasional : konsep dari tingkat penggunaan informasi dari informasi akuntansi manajemen eksternal yang berhubungan dengan konsumen organisasi. Al-Mawali, Zainuddin & Ali (2012).

- Indikator Empirik : 1. Customer profitability analysis

Penggunaan informasi mengenai pendapatan, biaya, dan profitabilitas dari konsumen atau sekelompok konsumen dalam satu periode waktu.

CA1 : Perusahaan kami menganalisa keuntungan dari tiap pelanggan.

Analysis on total profits of customers over number of customers

CA2 : Perusahaan kami mengkategorikan pelanggan berdasar laba.

Classifications of customers e.g. profitable , break-even, and unprofitable

CA3 : Perusahaan kami menganalisa biaya untuk memuaskan pelanggan.

Cost of servicing the customers

2. Lifetime Customer Profitability Analysis

(3)

22

Universitas Kristen Petra

Penggunaan informasi mengenai pendapatan, biaya, dan profitabilitas potensial dari konsumen atau sekelompok konsumen di dalam hubungannya dengan konsumen atau sekelompok konsumen.

CA4 : Perusahaan kami menganalisa keuntungan potensial di masa depan dari pelanggan.

The future potential profits by customers

CA5 : Perusahaan kami menganalisa durasi hubungan dengan pelanggan.

The duration of customers relationship

3. Valuation Of Customers As Assets

Penggunaan informasi mengenai arus kas di masa depan yang bisa diperoleh dari konsumen atau sekelompok konsumen.

CA6 : Perusahaan kami menganalisa arus kas masuk di masa depan dari pelanggan tertentu.

The future cash inflow that may be yield from a particular customer

CA7 : Perusahaan kami menganalisa arus kas keluar di masa depan dari sekelompok pelanggan.

The future cash outflow that may be yield from customer groups

CA8 : Perusahaan kami menganalisa arus kas masuk di masa depan dari sekelompok pelanggan.

The future cash inflow that may be yield from customer groups

b. Customer orientation

- Definisi operasional : suatu tipe orientasi organisasi dimana kebutuhan konsumen menjadi dasar bagi suatu organisasi untuk merencakan dan mendesain strateginya. (Saura, Contri, dan Taulet, 2005).

- Indikator Empirik : 1. Customer Analysis

(4)

23

Universitas Kristen Petra

Customer analysis adalah mengetahui tidak hanya kebutuhan dan preferensi konsumen, namun juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan dan preferensi tersebut.

CO1 : Perusahaan kami mereview dampak dari perubahan lingkungan bisnis pada pelanggan.

We review the likely effect of changes in our business environment on customers.

CO2 : Perusahaan kami menganalisa kepuasan pelanggan.

The firm analyses data on customer satisfaction.

CO3 : Perusahaan kami mempelajari tren atau pola pada sifat atau perilaku (disposisi) pelanggan.

The firm studies underlying trends or patterns in its customers’ disposition.

2. Customer Intelligence Dissemination

Customer Intelligence Dissemination dimana informasi mengenai pasar (konsumen) harus dikomunikasikan, disebarkan, dan mungkin juga diserahkan pada departemen dan orang yang membutuhkannya.

CO4 : Perusahaan kami mengkomunikasikan informasi mengenai pengalaman konsumen yang sukses dan tidak sukses di seluruh fungsi bisnis.

We freely communicate information about our successful and unsuccessful customer experiences across all business functions.

CO5 : Semua manajer mengerti bagaimana setiap orang dalam bisnis dapat berkontribusi dalam menciptakan nilai kepada pelanggan.

All of our managers understand how everyone in our business can contribute to creating customer value.

3. Customer Responsiveness

(5)

24

Universitas Kristen Petra

Customer Responsiveness merupakan perilaku perusahaan sebagai respon atas intelijen (informasi) atas konsumen yang telah didapatkan dan disebarkan ke dalam organisasi.

CO6 : Perusahaan kami merespon informasi kepuasan pelanggan yang negatif.

The firm responds to negative customer satisfaction information.

CO7 : Perusahaan kami merespon perubahan akan kebutuhan pelanggan.

The firm responds to changing customer requirements.

CO8 : Apabila pelanggan komplain, maka akan dibuat perubahan.

If customers complain, changes are made.

3.2.2 Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat oleh karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu organizational performance.

- Konsep : Organizational performance

- Definisi operasional : kriteria paling penting dalam mengevaluasi organisasi serta tindakan dan lingkungan mereka. Kinerja organisasi memungkinkan peneliti dan manajer untuk mengevaluasi perusahaan dari waktu ke waktu dan membandingkannya dengan pesaingnya. (Richard, Devinney, Yip, Johnson, n.d.).

- Indikator Empirik :

1. Innovation & Learning Perspective

OP1: Jumlah pergantian staf sangat rendah dalam perusahaan kami.

The net fluctuation of employees (number of staff replaced due to dissatisfaction with pay) is very low within our company.

OP2: Produktivitas karyawan lebih tinggi dibandingkan rata- rata industri.

Productivity of employees is much higher than industry average.

(6)

25

Universitas Kristen Petra

OP3: Kemampuan karyawan untuk beradaptasi dan belajar lebih tinggi dibandingkan karyawan pesaing.

Learning ability and adaptability of employees is high (in comparison to competition).

2. Internal Business Process Perspective

OP4: Hubungan perusahaan kami dengan pelanggan sangat baik, stabil dan terjalin dalam jangka panjang.

Relations with suppliers are very good and stable and usually long-term.

3. Customer Perspective

OP5: Jumlah keluhan pelanggan pada periode terakhir telah menurun.

The number of customer complaints within the last period has decreased strongly.

OP6: Reputasi perusahaan kami telah meningkat dimata pelanggan.

Reputation of our company in eyes of the customers has increased.

4. Financial Perspective

OP7: ROA perusahaan kami berada diatas rata- rata industri.

Return on assets (ROA, %) in our company is well above the industry average.

OP8: Nilai tambah setiap karyawan di perusahaan kami berada jauh di atas rata-rata industri.

Value added per employee in our company is well above the industry average

3.3 Skala Pengukuran

Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala nominal, interval, dan skala ordinal. Skala nominal digunakan untuk mendata jenis kelamin yaitu pria dan wanita. Skala interval untuk mendata lamanya karyawan bekerja di perusahaan (“0-5tahun, 5-10tahun, 10-15tahun, 15-20tahun, >20tahun”). Skala ordinal yang digunakan yaitu skala Five Likert yang digunakan untuk mendata

(7)

26

Universitas Kristen Petra

jawaban koresponden atas isi dari pernyataan yang diberikan berhubungan dengan variabel yang ada. Skala Five Likert yang digunakan adalah sebagai berikut.

1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat setuju

3.4 Jenis Data dan Sumber Data 3.4.1 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang dapat diukur dalam skala numerik (angka). Data angka tersebut nantinya akan dianalisa dengan metode statistik.

3.4.2 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebar pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo. Peneliti akan menyebar kuesioner itu sendiri untuk mengantisipasi munculnya pertanyaan yang berhubungan dengan kuesioner dari responden serta meningkatkan tingkat pengembalian kuesioner sehingga tidak banyak kuesioner yang terbuang percuma. Selain data primer, juga digunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal-jurnal serta buku-buku untuk teori-teori dalam penelitian ini.

3.5 Instrumen dan Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Teknik Kepustakaan/Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi atau data yang relevan dari literatur, jurnal, laporan penelitian, dan juga internet untuk membantu penelitian sebagai landasan teoritis. Studi pustaka memberikan kontribusi dalam bentuk dasar teori yang kuat serta ilmiah dalam penelitian ini.

2. Penyebaran Kuesioner

(8)

27

Universitas Kristen Petra

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan sekumpulan pertanyaan yang berhubungan dengan variabel penelitian untuk diisi sesuai dengan persepsi responden.

3.6 Populasi

Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang ada di Surabaya dan Sidoarjo.

3.7 Sampel dan Teknik Sampling 3.7.1 Sampel

Sampel adalah sebagian dari unit yang diteliti yang mewakili keseluruhan populasi. Jumlah sampel yang layak dalam sebuah penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500 (Roscoe ,1982 dalam Sugiyono, 2010). Penelitian dengan analisis multivariate (misalnya: korelasi atau regresi ganda), maka jumlah sampel minimalnya adalah 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 perusahaan manufaktur yang terdapat di Surabaya atau Sidoarjo.

3.7.2 Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan berdasarkan pada pertimbangan perusahaan merupakan perusahaan manufaktur berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang terdapat di Surabaya atau Sidoarjo. Responden dari kuesioner penelitian ini ditujukan kepada staf atau karyawan akuntan pada sampel.

3.8 Unit Analisis

Penelitian ini akan ditujukan kepada 50 perusahaan manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo, dimana dalam 1 perusahaan akan dibagikan satu sampai empat buah kuesioner. Kuesioner tersebut dibagi pada staf/karyawan pada departemen akuntansi. Nantinya nilai dari kuesioner tersebut akan dirata-rata agar

(9)

28

Universitas Kristen Petra

dapat menjadi satu nilai untuk dapat mewakili data satu perusahaan untuk penelitian ini.

3.9 Rancangan Kuesioner

Dalam rancangan kuesioner yang digunakan, akan berisi data demografi koresponden yaitu jenis kelamin, lama bekerja, jabatan, dan industri (bidang) perusahaan. Isi dari kuesioner akan berisi daftar pertanyaan sesuai dengan variabel yang diteliti berdasarkan rancangan kuesioner yang telah ada sebelumnya oleh peneliti terdahulu. Kuesioner tersebut dibagi tiga bagian, dengan rincian sebagai berikut :

Customer accounting yang diadopsi dari Al-Mawali dan Amoush (2013).

Customer orientation yang diadopsi dari Asikhia (2010) dan Sorensen (2009).

Organizational performance yang diadopsi dari Hernaus, Skerlavaj, dan Dimovski (n.d.).

3.10 Teknik Analisis Data

Data yang telah didapatkan dari kuesioner akan diolah untuk dijadikan dasar dalam menjawab rumusan masalah. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif. Kemudian data tersebut akan diolah dengan menggunakan PLS.

Partial Least Square (PLS) pertama kali diungkapkan oleh Herman Wold pada tahun 1966. (Tenenhaus, Vinzi, Chatelin, dan Lauro, 2005). PLS merupakan salah satu pendekatan dari SEM (Structural Equation Modeling). SEM adalah teknik statistik untuk secara bersamaan menguji dan memperkirakan hubungan kausal antara beberapa konstruk independen dan dependen. (Gefen, Straub, dan Boudreau, 2000 dalam Urbach dan Ahlemann, 2010). SEM adalah teknik statistik berdasarkan data statistik dan asumsi sebab-akibat.

PLS sendiri memiliki beberapa karakterisik yaitu memiliki score untuk variabel laten (variabel yang tidak dapat diukur langsung, dan membutuhkan dimensi atau indikator untuk mengukurnya), PLS dapat menghindari permasalahan pada sample dengan ukuran kecil, PLS dapat digunakan untuk model analisis yang sangat kompleks dengan banyak variabel laten dan variabel

(10)

29

Universitas Kristen Petra

manifest (variabel yang dapat diukur langsung), PLS memiliki asumsi yang tidak begitu ketat pada distribusi variabel dan error, dan PLS dapat digunakan pada model pengukuran reflektif dan formatif. (Henseler, Ringle, dan Sinkovics, 2009).

Evaluasi model PLS dilakukan dengan mengevaluasi dua model yaitu outer model (measurement model) dan inner model (structural model). Inner model menggambarkan hubungan antara variabel-variabel laten. Outer model menggambarkan hubungan antara variabel laten dan variabel manifestnya.

(Henseler, Ringle, dan Sinkovics, 2009).

3.10.1 Konstruksi Diagram Path

Diagram Path akan menggambarkan hubungan antara variabel-variabel laten dan variabel-variabel manifest berdasarkan teori yang ada. Pada diagram ini, variabel laten akan digambarkan dengan bentuk bulat, sedangkan variabel manifest digambarkan dengan bentuk kotak. Hubungan antar variabel-variabel laten akan digambarkan dengan anak panah.

H1

H1

H2

Gambar 3.2 Path diagram PLS Customer

Accounting

Customer Orientation

Organizational Performance

Lifetime Customer profitability

analysis Customer profitability

analysis

Valuation Customer as

Assets

Customer Responsiveness

Customer Analysis

Internal Business Process Perspective

Financial Perpective

Customer Perspective

Learning and Innovation Perspective

(11)

30

Universitas Kristen Petra

3.10.2 Evaluasi Outer Model

Outer model terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep atau dapat juga digunakan untuk mengukur konsistensi responden dalam menjawab item pertanyaan dalam kuesioner atau instrumen penelitian. (Jogiyanto & Abdillah, 2009,p. 58).

Validitas terdiri dari validitas eksternal dan validitas internal. Validitas eksternal menunjukkan bahwa hasil dari suatu penelitian adalah valid yang dapat digeneralisir ke semua objek, situasi, dan waktu yang berbeda. Validitas internal menunjukkan kemampuan dari instrumen penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur dari suatu konsep. Validitas internal sendiri terdiri dari validitas kualitatif dan validitas konstruk. Validitas kualitatif terdiri dari validitas tampang (face validity) dan validitas isi (content validity). Namun menurut beberapa peneliti validitas kualitatif tidak cukup valid. Sedangkan validitas konstruk menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu pengukuran sesuai teori-teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk. Validitas konstruk terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan.

Validitas konvergen berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur- pengukur dari suatu konstruk seharusnya berkorelasi tinggi. Validitas konvergen menandakan bahwa seperangkat indikator merupakan satu kesatuan dan membangun satu konstruk. Validitas konvergen diukur dengan menggunakan loading factor (korelasi antara skor item/skor komponen dengan skor konstruk) indikator-indikator yang mengukur konstruk tersebut. Loading factor yang semakin besar menandakan semakin pentingnya peranan loading dalam menginterpretasikan matrik faktor. Outer loading atau loading factor harus lebih besar dari 0,7 untuk menilai validitas konvergen.

Validitas diskriminan berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur- pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkolerasi dengan tinggi.

Validitas diskriminan diukur dengan menggunakan cross loading pengukuran dengan konstruknya. Cross loading harus lebih dari 0,7 dalam satu variabel.

(12)

31

Universitas Kristen Petra

Selain itu, juga ada metode lain untuk menilai validitas diskriminan yaitu dengan membandingkan akar AVE untuk setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model. Akar AVE untuk setiap konstruk diharapkan lebih besar daripada korelasi variabel laten sehingga memiliki validitas diskriminan yang cukup. Berikut adalah rumus untuk menghitung akar AVE.

(Rumus 3.1) dimana adalah loading factor, var adalah variance, dan adalah error variance.

Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Uji realiabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu Cronbach's alpha dan Composite reliability. Cronbach's alpha mengukur batas bawah nilai reliabilitas suatu konstruk. Composite reliability mengukur nilai sesungguhnya reliabilitas suatu konstruk. Composite reliability dinilai lebih baik daripada Cronbach's alpha dalam mengestimasi konsistensi internal suatu konstruk. Cronbach's alpha atau Composite reliability harus lebih besar dari 0,7 meskipun nilai 0,6 masih dapat diterima. Uji konsistensi internal tidak wajib untuk dilakukan jika validitas konstruk telah terpenuhi, karena konstruk yang valid adalah konstruk yang reliabel, sebaliknya konstruk yang reliabel belum tentu valid. Berikut adalah rumus untuk menghitung Composite reliability.

(Rumus 3.2) dimana adalah loading factor, var adalah variance, dan adalah error variance.

3.10.3 Evaluasi Inner Model

Inner Model dapat dievaluasi dengan menggunakan R2 untuk konstruk dependen dan nilai koefisien path atau t-values tiap path untuk uji signifikansi antar konstruk dalam model struktural. Nilai R2 digunakan untuk mengukur

(13)

32

Universitas Kristen Petra

tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R2 yang semakin baik menandakan semakin baik model prediksi dari model penelitian yang diajukan. Namun, R2 bukan parameter absolut dalam mengukur ketepatan model prediksi karena dasar hubungan teoritikal adalah parameter yang paling utama dalam menjelaskan hubungan kausalitas dalam model tersebut. Nilai koefisien path atau inner model menunjukkan tingkat signifikansi dalam pengujuan hipotesis. Skor koefisien path atau inner model ditunjukkan oleh nilai t-statistic, dimana harus diatas 1,96 untuk hipotesis dua ekor (two-tailed) dan diatas 1,64 untuk hipotesis satu ekor (one-tailed) untuk pengujian hipotesis pada alpha 5 persen.

Selain itu juga terdapat uji Stone-Geisser (Q2) yang digunakan untuk mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Perhitungan Q2 dapat dirumuskan sebagai berikut :

( )( ) ( )

(Rumus 3.3) dimana , , adalah variabel endogen dalam model.

3.10.4 Statistik Deskriptif

Metode statistik deskriptif digunakan untuk melihat dengan lebih jelas gambaran data yang akan diteliti secara lengkap. Gambaran data tersebut mencakup antara lain analisis mean dan frekuensi. Tujuan digunakan statistik deskriptif adalah agar variabel lebih dikenal, begitu juga dengan sampel-sampel dalam penelitian.

Gambar

Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis Customer Accounting Customer Orientation  Organizational Performance Lifetime Customer profitability  analysis Customer profitability analysis Valuation Customer as Assets Customer Responsiveness Customer Analysis  Inte
Diagram  Path  akan  menggambarkan  hubungan  antara  variabel-variabel  laten dan variabel-variabel manifest berdasarkan teori yang ada

Referensi

Dokumen terkait

Standar Prosedur Operasional untuk profesi medis Puskesmas dalam bentuk Panduan Praktik Klinis 8 - pada umumnya dapat diadopsi dari Panduan Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK)

The complete training period of the above five players were recorded and analyzed using the special table tennis software, and the instant speed is obtained when the ball crossed

3) Pemerintah sebagai unsur “Manajer atau Penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi- fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta

The experiments demonstrate that our recombination algorithms lead to highly parallel and scalable implementations of the remaining global communication for the solution

Paper ini mengulas kembali konsep dasar penyelenggaraan Program Jaminan Sosial di Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) sebagai strategi Pemeritah

Pada praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa 2 persamaan ini ekuivalen karena output pada tabel kebenaran dari kedua persamaan tersebut sama.. Ambil kompnen-komponen yang

Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ PENGARUH CORPORATE

[r]